Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CA REVIEW PKP Pertemuan 5 PENGGABUNGAN USAHA. Agenda Penggabungan Usaha 1 Konsolidasi 2 Investment 3 Joint & Arrangement Ventures 4 2 Pengungkapan 5.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CA REVIEW PKP Pertemuan 5 PENGGABUNGAN USAHA. Agenda Penggabungan Usaha 1 Konsolidasi 2 Investment 3 Joint & Arrangement Ventures 4 2 Pengungkapan 5."— Transcript presentasi:

1 CA REVIEW PKP Pertemuan 5 PENGGABUNGAN USAHA

2 Agenda Penggabungan Usaha 1 Konsolidasi 2 Investment 3 Joint & Arrangement Ventures 4 2 Pengungkapan 5

3 PSAK – 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination 5 5

4 Agenda Pendahuluan 1 Metode Akuisisi 2 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal 3 Pengungkapan 4 4 Ketentuan Transisi 5

5 PSAK - 22 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal ISI 5  Efektif berlaku 2011  Menggantikan PSAK Metode Akuisisi Pengungkapan Pedoman Aplikasi

6 Teori konsolidasi 6 AtributEntity TheoryParent Theory Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi Diakui penuh, mencerminkan hak untuk induk dan non pengendali. Hanya diakui sebesar hak induk Penyajian pihak non pengendali / NCI Sebagai bagian dari ekuitas Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas) Goodwill Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis Goodwill hanya milik induk Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk

7 PSAK – 22 dan IFRS 3R Business Combination Biaya akuisisi Metode Pencatatan Ruang Lingkup PSAK Kecuali Under common control Ventura bersama Purchase dan Polling of interest Komponen harga perolehan Panduan tersendiri untuk nilai wajar Diukur dengan nilai wajar saat perolehan tidak ada penilaian kembali Berdasarkan nilai tercatat netto Goodwill  parent Diamortisasi Neg goodwiil diakui 7 Non Pengendali Akuisisi bertahap Pengukuran aset dan liab Goodwill PSAK Kecuali UCC Ventura bersama Akuisisi aset Metode Akuisisi Dibebankan periode berjalan Mengikuti SAK lain Diukur kembali, selisih diakui laba/rugi Berdasarkan nilai wajar / porsi aset identifikasi Goodwill  entity impairment Neg goodwiil – laba/rugi

8 Perbedaan dengan PSAK 22 dan IFRS 3 Penerapan dini dihilangkan Ketentuan transisi Goodwill Negatif goodwill Aset tidak berwujud Investasi metode ekuitas PSAK Tanggal effektif

9 Prinsip dalam PSAK 22 / IFRS R3 Elemen yang dikeluarkan Imbalan diberikan Kepemilikan yang dimiliki sebelumnya Kepentingan non pengenlai Goodwill Aset diidentifikasi dan liabilitas yang dialihkan (entitas yang diakuisisi) Pendekatan dua kolom

10 Tujuan Menentukan jenis informasi yang diungkapkan Mangakui dan mengukur goodwill atau keuntungan dari pembelian diskon Mengukur aset teridentifikasi, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan non pengendali Meningkatkan relevansi, keandalan, daya banding informasi mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya 10

11 Ruang Lingkup 1 Pembentukan ventura bersama 2 Akuisi aset atau kelompok aset yang bukan merupakan suatu bisnis 3 Kombinasi entitas atau bisnis sepengendali (B01- B04) 11 Diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi bisnis kombinasi, tidak diterapkan untuk Diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi bisnis kombinasi, tidak diterapkan untuk

12 Identifikasi Kombinasi Bisnis 12 Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh “pengendalian” atas satu atau lebih bisnis. “penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)” Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh “pengendalian” atas satu atau lebih bisnis. “penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)”

13 Bisnis 13 Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan aset yang mampu diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lainnya secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau peserta lainnya.

14 Pengendalian – PSAK 4 Pengendalian  ketika entitas induk: – memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah (>50%) kekuasaan suara suatu entitas, kecuali – dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian  ketika entitas induk: – memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah (>50%) kekuasaan suara suatu entitas, kecuali – dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.

15 Pengidentifikasian pihak pengakuisisi Penentuan tanggal akuisisi Metode Akuisisi abc d 15 Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi, liabilitas yang diambil –alih dan kepentingan non pengendali Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian diskon

16 Pihak pengakuisisi Entitas yang mengalihkan kas atau aset atau menimbulkan liabilitas 1 Menerbitkan ekuitas. “Reverse acqusition” penerbit = diakuisisi 2 Ukuran relatifnya signifikan lebih besar 3 16 Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi (06). Entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi. (tidak jelas B14-B18) Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi (06). Entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi. (tidak jelas B14-B18) Berinisiatif Telah ada sebelum kombinasi 4

17 Penentuan Tanggal Akuisisi Tanggal pengakuisisi secara hukum mengalihkan imbalan, memperoleh aset, dan mengambil-alih liabilitas pihak yang diakuisisi, yaitu tanggal penutupan. Dapat terjadi sebelum atau sesudah tanggal penutupan. Harus mempertimbangkan semua fakta dan keadaan 17 Pihak pengakuisisi mengidentifikasi tanggal akuisisi, yaitu tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi.

18 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Pengakuan - ketentuan Harus memenuhi definisi aset dan kewajiban sesuai dengan KDPPLK pada tanggal akuisisi. Merupakan bagian yang dipertukarkan antara pihak pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi dalam transaksi kombinasi bisnis (par 51-53), bukan hasil transaksi terpisah (SAK terkait). Memungkinkan munculnya aset dan liabilitas yang sebelumnya tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi Pengecualian 22-28, Sewa operasi B28-B40 18 Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, secara terpisah dari goodwill, aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil-alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi. (par 10-11)

19 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Pengakuan - klasifikasi Pengecualian atas kontrak sewa operasi dan kontrak asuransi, dilihat kondisi kontrak pada tanggal akuisisi 19 Mengklasifikasikan atau menentukan aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih sebagaimana diperlukan untuk menerapkan SAK lain. Membuat klasifikasi berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, kebijakan operasional atau akuntansinya, dan kondisi terkait lainnya yang ada pada tanggal akuisisi. Mengklasifikasikan atau menentukan aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih sebagaimana diperlukan untuk menerapkan SAK lain. Membuat klasifikasi berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, kebijakan operasional atau akuntansinya, dan kondisi terkait lainnya yang ada pada tanggal akuisisi.

20 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Prinsip Pengukuran Pengukuran kepentingan nonpengendali baik pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan non pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pengukuran nilai wajar aset teridentifikasi tertentu dan kepentingan non pengendali (B41-45) Pengecualian par Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.

21 Pengecualian Pengakuan Pengukuran Pengakuan  – liabilitas kontijensi (PSAK 57 tidak berlaku) Pengukuran dan pengakuan  – pajak penghasilan (PSAK 46), – imbalan kerja (PASK 24), – aset idemnifikasi (nilai yang dijamin). Pengukuran  – hak yang diperoleh kembali aset tak berwujud (B35-36), – penghargaan pembayaran berbasis saham (PSAK 53), – Aset dimiliki untuk dijual (PSAK 58) 21 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

22 Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih lebih (a) atas (b) : a)nilai agregat dari: i.Imbalan yang dialihkan  nilai wajar tanggal akuisisi (37); ii.Kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi; dan iii.untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap (41 dan 42), nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi. b)selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi Goodwill (32) 22 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

23  Jika kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi lebih andal, goodwill ditentukan dengan nilai wajar tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang dialihkan.  Jika terdapat imbalan yang dialihkan  nilai wajar kepentingan ekuitas pengakuisisi ditentukan dengan teknik penilaian (B46- 49) Goodwill (33) 23 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

24  Jika jumlah b melebihi jumlah a,  pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laporan laba rugi pada tanggal akuisisi.  Terjadi karena pembelian terpaksa atau karena pengecualian (22-31)  Sebelum diakui, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mendidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang dialihkan serta aset/kewajiban lain Pembelian diskon (34-36) 24 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

25  Diukur dengan nilai wajar  Penjumlahan seluruh aset yang dialihkan pengakuisisi, liabilitas yang diakui pengakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh pengakuisisi.  Penghargaan karyawan Par 30.  Nilai tercatat imbalan yang dialihkan dinilai dengan nilai wajar  keuntungan dan kerugian pada tanggal akuisisi, (kecuali tetap berada dalam entitas  tidak boleh diakui). Imbalan yang dialihkan 25 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

26  Imbalan kontijensi timbul karena kesepakatan  Mengakui imbalan kontijensi pada nilai wajar pada tanggal akuisisi.  Diklasifikasikan sebagai liabilitas atau ekuitas berdasarkan definisi instrumen ekuitas (PSAK 50)  Pengakuisisi mengklasifikasikan hak atas imbal hasil yang dari imbalan yang dialihkan sebelumnya sebagai aset jika memenuhi kondisi tertentu (58) Imbalan kontijensi 26  Jika laba perusahaan yang diakuisisi dalam dua tahun pertama meningkat lebih dari 10%, maka akan diberikan tambahan pembayaran sebesar 10% dari kenaikan laba di atas 10%.  Pihak yang diakuisisi diberikan opsi saham yang dengan nilai tertentu yang dikaitkan dengan kinerja  Jika laba perusahaan yang diakuisisi dalam dua tahun pertama meningkat lebih dari 10%, maka akan diberikan tambahan pembayaran sebesar 10% dari kenaikan laba di atas 10%.  Pihak yang diakuisisi diberikan opsi saham yang dengan nilai tertentu yang dikaitkan dengan kinerja

27  Pihak pengakuisisi mengukur kepentingan ekutitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan dan kerugian yang dihasilkan.  Jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui dengan dasar yang sama sebagaimana dipersyaratkan jika pengakuisisi telah melepas secara langsung kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya. Kepemilikan sebelumnya – akuisisi bertahap 27

28 Kombinasi Bisnis tanpa pengalihan Pengendalian dapat diperoleh tanpa adanya pengalihan imbalan, termasuk: – Pihak yang yang diakuisisi membeli kembali sahamnya sehingga pengakuisisi memperoleh pengendalian – Hilangnya hak veto yang sebelunnya menghalangi pengakuisisi untuk mengendalikan. – Pengakuisisi dan yang diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan bisnisnya dengan kontrak semata. Contoh penggabungan dua bisnis bersama-sama dalam satu kesepakatan gabungan (stapling arrangement) atau pembentukan perusahaan yang tercatat di dua bursa (dual listed corporation) Pengakuan sesuai PSAK ini, memunculkan kepentingan non pengendali yang dominan atau seluruhnya. 28

29 Periode Pengukuran 29  Jika proses kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan  pihak pengakuisisi melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos (items) yang proses akuntansinya belum selesai.  Pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akusisi dan berdampak pada pengukuran yang diakui.  Pihak pengakuisisi mengakui aset atau liabilitas tambahan jika informasi baru diperoleh mengenai fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi  Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak pengakuisisi menerima informasi yang dicari tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi lebih tidak dapat diperoleh.  Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akuisisi.  Jika proses kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan  pihak pengakuisisi melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos (items) yang proses akuntansinya belum selesai.  Pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akusisi dan berdampak pada pengukuran yang diakui.  Pihak pengakuisisi mengakui aset atau liabilitas tambahan jika informasi baru diperoleh mengenai fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi  Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak pengakuisisi menerima informasi yang dicari tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi lebih tidak dapat diperoleh.  Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akuisisi.

30 Elemen yang dikeluarkan © Elemen yang dikeluarkan (51)  Hubungan antara pengakuisisi dan diakuisisi sebelum negosiasi bisnis kombinasi dimulai.  Harus mengidentifiikasi setiap jumlah yang bukan bagian yang dipertukarkan.  Pihak pengakuisisi mengakui hanya atas imbalan yang dialihkan untuk pihak yang diakuisisi serta aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih yang dipertukarkan untuk pihak yang diakuisisi sebagai bagian dari penerapan metode akuisisi.  Transaksi terpisah lainnya diperlakukan sesuai dengan SAK yang relevan. Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

31 Pendekatan dua kolom Elemen yang dikeluarkan Pembayaran yang dilakukan pada saat akuisisi yang tidak termasuk bagian transaksi kombinasi bisnis. Pertimbangkan alasan, siapa yang menginisiasi dan waktu transaksi (B50) Contoh Biaya transaksi. [par 53]. Penyelesaian hubungan yang telah ada. [par 52]. Remunerasi jasa karyawan di masa mendatang. [par 52]. Penggantian untuk pihak yang diakuisisi. [par 52]. Biaya penerbitan saham atau utang. [par 53]. Pembayaran aset idemnification. [par 57]. Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities  Biaya akuisisi dicatat sebagai biaya periode berjalan dengan satu pengecualian.  Biaya penerbitan utang dan ekuitas PSAK 55, mengurangi nilai tambahan modal disetor

32 Aset Indemnifikasi (indemnification) Penjual menjamin pihak pengakuisisi atas ketidakpastian kontijensi atau aset/liabilitas tertentu.(27-28) Misal : penjual menjamin liabilitas pengakuisisi tidak akan melampaui jumlah tertentu. Pihak pengakuisisi memperoleh aset indemnifikasi, saat yang sama dengan saat mengakui hal yang dijamin dan diukur dengan dasar yang sama. Setiap akhir periode pengakuisisi mengukur aset indemnifikasi dengan dasar yang sama dengan aset/liabilitas yang dijamin. (57) Pengakuan dihentikan jika pengakuisisi mengambil aset, menjual atau kehilangan hak.

33 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Secara umum, pihak pengakuisisi mengukur dan mencatat aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil-alih atau terjadi, dan instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis sesuai dengan SAK terkait untuk pos-pos (items) tersebut, tergantung dari sifatnya. Panduan khusus – (a) hak yang diperoleh kembali; – (b) liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi; – (c) aset indemnifi kasi; dan – (d) imbalan kontinjensi. Paragraf B63 memberikan panduan aplikasi yang terkait. 33

34 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal hak yang diperoleh kembali; – Diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortiasasi selama sisa periode kontraktual yang mendasari kontrak tersebut. – Nilai tercatat sebagai dasar untuk menentukan keuntungan dan kerugian jika dijual. liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi; – Diakui selama belum kadaluwarsa atau dibatalkan sebesar nilai yang lebih tinggi dari: Jumlah yang seharusnya diakui menurut PSAK 57 Jumlah yang pada awalnya diakui dikurangi dengan akumulasi amortiasi (PSAK 23) 34

35 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Aset indemnification – Mengukur aset indemnifikasi yang diakui dengan dasar yang sama dengan liabilitas atau aset yang dijamin, tunduk kepada setiap pembatasan kontraktual atas jumlahnya. – Untuk aset indemnifikasi yang setelah pengakuan awalnya tidak diukur pada nilai wajarnya, subyek dari penilaian manajemen tentang kolektibilitas aset indemnifikasi tersebut. – Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan ketika pihak pengakusisi mengambil aset, menjualnya, atau kehilangan hak atasnya. Imbalan kontijensi – Ekuitas, tidak diukur kembali dan penyelesaiannya diperhitungkan dalam ekuitas – Instrumen keuangan (PSAK 55) diukur dengan nilai wajar munculnya keuntungan/kerugian (P/L atau komprehensif) – Tidak termasuk instrumen keuangan  PSAK 57 35

36 Pengungkapan Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi: – selama periode pelaporan berjalan; atau – setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggalpenyelesaian laporan keuangan. Diatur lebih lanjut B64-B66 36

37 Pengungkapan Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya. (B67) Jika pengungkapan spesifik yang dipersyaratkan tidak mencapai tujuan pengungkapan, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan seluruh informasi tambahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut 37

38 Ketentuan Transisi Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011 tidak disesuaikan dengan berlakunya Pernyataan ini. Goodwill yang diakui sebelumnya  prospektif unntuk kombinasi bisnis sebelum 1/1/2011. – Menghentikan amortisasi goodwill – Mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan akumulasi amortisasi sehubungan penurunan goodwill – Melakukan uji penurunan nilai atas goodwill Goodwill negatif yang diakui sebelumnya – Jumlah tercatat goodwill negatif dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tahun buku 1/1/

39 Ketentuan Transisi Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas setelah 1/1/2011 Diperoleh setelah 1/1/2011 – Amortisasi goodwill tidak termasuk dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi investee. – Penghasilan jika muncul goodwill negatif  menentukan bagian entitas atas laba rugi Diperoleh sebelum1/1/2011 – Menghentikan amortiasi goodwill – Menghentikan goodwill negatif Pajak Penghasilan – Pengakuisisi menerapkan PSAK 46 secara prospektif. – Pengakuisisi mengakui perubahan dalam aset pajak tangguhan tersebut sebagai penyesuaian laba atau bukan jika disyaratkan dalam PSAK 46 39

40 Ilustrasi Penggabungan Usaha PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari 2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenangan dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar Dalam rangka akuisisi tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar Biaya registrasi akuisi saham sebesar Jurnal akuisisi PT. Kenanga Investasi dai PT. Kenanga Biaya akuisisi Modal saham Tambahan modal saham Kas4.000 Tambahan modal saham2.000 Kas2.000 Nilai investasi ; Nilai buku ; nilia wajar = Jumlah yang dibeli 80% = dan nilai wajar Goodwill parent = Goodwill total = PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari 2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenangan dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar Dalam rangka akuisisi tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar Biaya registrasi akuisi saham sebesar Jurnal akuisisi PT. Kenanga Investasi dai PT. Kenanga Biaya akuisisi Modal saham Tambahan modal saham Kas4.000 Tambahan modal saham2.000 Kas2.000 Nilai investasi ; Nilai buku ; nilia wajar = Jumlah yang dibeli 80% = dan nilai wajar Goodwill parent = Goodwill total =

41 Ilustrasi Penggabungan usaha PT. Induk mengakuisi 80% saham PT. Anak. Aset yang diserahkan untuk akuisisi Non pengendali 20%. Nilai buku Ekuitas PT. Anak pada (1/1/20x1): ). Dalam akuisisi terdapat perbedaan nilai buku dengan nilai wajar  untuk tanah dan gedung (10thn). Laba Anak selama tahun tersebut , dividen yang dibagikan IndukAnakIndukAnak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas IndukAnakIndukAnak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak

42 Ilustrasi Penggabungan usaha Goodwill = Investasi S – (% P’ownership x fair value asset) Nilai wajar aset = = Goodwill = – 80% * =  goodwill untuk parent Goodwill untuk np = /80% * 20% = Jika goodwilll hanya untuk parent = Jika untuk parent dan non pengendali = Aset menjadi lebih besar IndukAnak FVIndukAnak FV Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Aset digabungkan sebesar nilai wajar = (total) PSAK lama yang digabungkan hanya %* PSAK lama non controlling interest = * 20% = PSAK baru non controlling interest = * 20% =

43 Ilustrasi Penggabungan usaha 43 IndukAnak FVIndukAnak FV Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak Konsolidasi Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Goodwill Non pengendali Knsl AL2.500L3.200 ATL6.800E6.000 GW200NP Goowill parent Goowill parent & NCI Knsl AL2.500L3.200 ATL6.740E6.000 GW160NP PSAK LAMA Aset menjadi lebih besar: Fakto r: Jml akuisisi, Perbedaan BV, FV, HP

44 Ilustrasi Penggabungan Usaha Bertahap Entitas A sebelumnya memiliki entitas B sebesar 20% dengan nilai 320 juta. Nilai buku entitas B total sebesar juta. Entitas A membeli tambahan saham entitas B sebanyak 60% dengan harga Nilai wajar aset B saat akuisisi sebesar Total kepemilikan baru 20% + 60% = 80%. Nilai wajar yang baru  60% = maka 100% = Harga wajar dari aset yang dibeli sehingga goodwill total = 200, maka goodwill untuk minoritas = 40 Goodwiil parent – 80%x1.800 = – = 160. Kepemilikan lama dinilai kembali 20% x = 400, sehingga ada keuntungan = 80. Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = Jurnal Investasi1.200 Kas1.200 Investasi80 Keuntungan investasi80

45 Goodwill tidak diamortisasi Goodwill dinilai apakah mengalami penurunan nilai Jika mengalami penurunan nilai diturunkan  selanjutnya direview setiap pelaporan Penurunan nilai  apakah nilai tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai dapat diperoleh kembali (recoverable amount) Nilai diperoleh kembali, nilai yang lebih tinggi antara : – Nilai wajar dikurangi biaya penjualan  jika dijual – Nilai pakai / hasil dari investasi di masa datang  jika dipakai / dipertahankan Nilai wajar – penjualan Nilai buku Nilai pakai Nilai diperoleh kembali Penurunan nilai

46 Investasi pada PT. A memiliki komponen net aset berikut ini Goodwill Properti Investasi Aset Tetap Total Nilai dapat diperoleh kembali sebesar Penurunan nilai investasi 46 Goodwill PropertiAset Tetap Total Carrying value Impairment loss (20.000) (4.000) (6.000) (30.000) Nilai buku stlh penurunan Peurunan nilai : 1.Pertama dialopkasikan ke goodwill 2.Sisanya dialokasikan ke aset tidak lancar secara pro rata Peurunan nilai : 1.Pertama dialopkasikan ke goodwill 2.Sisanya dialokasikan ke aset tidak lancar secara pro rata

47 PSAK 65 PSAK – 65 Laporan Keuangan Konsolidasian IFRS 10: Consolidated financial statements

48 Agenda Latar Belakang 1 Perubahan Ketentuan 2 Laporan Keuangan Konsolidasian 3

49 Kombinasi Bisnis Penggabungan Usaha entitas tidak sepengendali (PSAK 22) – nilai wajar, selisih nilai wajar dengan imbalan yang diserahkan diakui sebagai goodwiill Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali PSAK 38  nilai buku, selisih imbalan yang diserahak dengan nilai buku sebagai tambahan modal disetor Laporan Keuangan Konsolidasi muncul didahului dengan kegiatan kombinasi bisnis 49

50 PERUBAHAN PSAK 65 TAHUN HalPSAK 65PSAK 4 dan ISAK 7 Ruang LingkupTidak meliputi LK tersendiriDiatur DefinisiDiatur dalam lampiran tersendiriDiatur PengendalianDefinisi yang umum meliputi: kekuasaan, ekposure hak dan kemampuan menggunakan kekuasaan Diatur Pengendalian tanpa adanya hak suara mayoritas Memberikan panduan penerapan dalam menaksir pengendalian tanpa hak suara Diatur Hak suara potensialKetentuan lebih detailDiatur Hubungan KeagenanTerdapat pedoman penerapan hubungan keagenan Tidak Diatur

51 PERUBAHAN PSAK 65 TAHUN HalPSAK 65PSAK 4 dan ISAK 7 Persyaratan akuntansiLK konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan yan sama Diatur Kepentingan non pengendali Penyajiannya terpisah dari ekuitas pemiliki entitas induk Diatur Penentuan apakah entitas adalah entitas investasi Terdapat definisiTidak Diatur Entitas investasi pengecualian terhadap konsolidasi Tidak dikonsolidasi tetapi mengukur investasinya dengan nilai wajar Tidak Diatur

52 PSAK - 65 LK Konsolidasian ISI Lampiran  Tujuan Lingkup  Pengendalian  Persyaratan Akutnansi  Penentuan apakah entitas adalah intitas investasi  Entitas Investasi – Pengecualian terhadap Konsolidasi  Lampiran A: Definisi  Lampiran B: Pedoman Penerapan  Lampiran C: Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi  Contoh Ilustrasi (bukan bagian)  Menarik PSAK 4  Menarik ISAK 7

53 LK Konsolidasian – definisi Lampiran A Aktivitas relevan.  aktivitas investee yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Entitas induk  mempunyai satu atau lebih anak Entitas anak  yang dikendalikan oleh entias induk Kelompok usaha  entitas induk dan seluruh entitas anaknya Kepentingan non pengendali  ekuitas anak yang tidak dapat diatribusikan (lansung/tidak) pada entitas induk Pengendalian  kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional untuk memperoleh manfaat Hak pencabutan  hak untuk mencabut kewenangan pengambilan keputusan yang dimiliki oleh pengambil keputusan. Hak protektif  hak yang didesain untuk melindungi kepentingan pihak pemegang hak protektif tanpa memberikan kekuasaan kepada pihak tersebut atas entitas dimana hak tersebut terkait.

54 LK Konsolidasian – definisi Lampiran A Entitas investasi adalah entitas yang: a)memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi; b)menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan c)mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial berdasarkan pada nilai wajar.

55 LK Konsolidasian – definisi Lampiran A Kekuasaan adalah hak yang ada saat ini yang memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang didalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Pengambil keputusan. Entitas dengan hak pengambilan keputusan merupakan prinsipal maupun agen untuk pihak lain. Pengendalian atas investee. Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.

56 Tujuan Menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain. a.mensyaratkan entitas (entitas induk) yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain (entitas anak) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian; b.mendefinisikan prinsip pengendalian dan menetapkan pengendalian sebagai dasar konsolidasi; c.(menetapkan bagaimana cara menerapkan prinsip pengendalian untuk mengidentifikasi apakah investor mengendalikan investee sehingga investor mengonsolidasi investee; d.menetapkan persyaratan akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian; dan e.mendefinisikan entitas investasi dan menetapkan pengecualian untuk mengonsolidasi entitas anak tertentu dari entitas investasi.

57 Ruang Lingkup Entitas yang merupakan entitas induk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Pernyataan ini berlaku untuk seluruh entitas, kecuali: – program imbalan pascakerja atau program imbalan kerja jangka panjang lain yang diatur dalam PSAK 24: Imbalan Kerja. – entitas investasi tidak perlu menyajikan laporan keuangan konsolidasian jika entitas investasi disyaratkan untuk mengukur seluruh entitas anaknya pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan paragraf 31.

58 Pengendalian – PSAK 4 lama par 10 2 kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; 3 Kekuasaan menun- juk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengen- dalikan entitas mll dewan atau organ tersebut; 4 kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas mll direksi atau organ tersebut. 1 kekuasaan melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain; Pengendalian ada ketika memiliki setengah atau kurang, jika terdapat

59 Pengendalian – PSAK 65 Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: a.kekuasaan atas investee (lihat paragraf 10–14); b.eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (lihat paragraf 15 dan 16); dan c.kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi Kekuasaan Eksposure atas hasil Pengendalian Kemampuan

60 Komponen Pengendalian Tergantung pada sifat kegiatan, struktur hukum, dan pengambilan keputusan Hak suara, hak suara potensial, hak kontraktual Hak protektif diabaikan Mengevaluasi dampak dari berbagai hak dan interaksi mereka Hak Kemampuan praktis untuk melaksanakan hak Kemampuan saat ini untuk aktivitas relevan langsung Tidak perlu semua hak dilaksanakan secara aktif (pemilik mayoritas yang pasti memiliki semua kekuasaan) Substantif Aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee Contoh: pembelian/penjualan, manajemen aset keuangan, pembiayaan Keputusan dalam aktivitas relevan: anggaran, perekrutan/kompensasi dari manajemen, keputusan investasi Aktivitas Relevan

61 Kekuasaan Memiliki kekuasaan kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan  aktivitas yang signifikan mempengarui imbal hasil investee. Kekuasaan timbul dari hak. Penaksiran kekuasaan mudah ketika berasal dari instrumen ekuitas. Penaksiran kadang kompleks dan mempertimbangkan banyak faktor. Bukti investor mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu menentukan namun bukti tersebut tidak dengan sendirinya meyakinkan. Investor yang paling mempengaruhi imbal hasil investee yang memiliki kekuasaan. Kekuasaan muncul dari hak termasuk: – Hak suara – Hak suara potensial – Hak menunjuk personil manajemen kunci – Hak pengambilan keputusan dalam kontrak manajemen – Hak mengganti (kick-out)

62 Imbal hasil Investor terekspos atas imbal hasil variabel dengan investee, ketika imbal hasil investor dari keterlibatannya tersebut berpotensi untuk bervariasi sebagai akibat dari kinerja investee. Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif atau positif dan negatif. Meskipun hanya satu investor yang dapat mengendalikan investee, lebih dari satu pihak dapat berbagi imbal hasil investee. Sebagai contoh, pemilik kepentingan nonpengendali dapat berbagi laba atau distribusi dari investee. Contoh: – Dividen, bunga, dan perubahan nilai investasi – Renumerasi jasa atas atas investee, fee dan eksposur atas kerugian pemberian bantuan likuiditas, hak residual atas likuidasi, manfaat pajak, dsb – Tidak tersedia bagi pihak lain, misal penggabungan aset investor dan investee untuk meningkatkan nilai aset investor

63 Kekuasaan dan Imbal hasil Investor mengendalikan investee jika investor tidak hanya memiliki kekuasaan atas investee dan eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya dalam mempengaruhi imbal hasil investor dari keterlibatannya dengan investee. Investor dengan hak pengambilan keputusan menentukan apakah investor bertindak sebagai prinsipal atau agen. Investor yang bertindak sebagai agen, sesuai dengan paragraf PP58-PP72, tidak mengendalikan investee ketika investor tersebut melaksanakan hak pengambilan keputusan yang didelegasikan kepada investor tersebut.

64 Kekuasaan dan Imbal hasil Kekuasaan dapat dilaksanakan sendiri Kekuasaan dapat didelegasikan pada pihak lain [wewenang pengambilan keputusan]–agen dan prinsipal – Ruang lingkup pengambilan keputusan – Hak pihak lain (misal hak pencabutan atau membebas-tugaskan pengambil keputusan tanpa sebab, dan pembatasan diskresi pengambil keputusan) – Renumerasi (sepadan dg jasa yg diberikan dan perjanjian renumerasi persyaratan utk jasa serupa) – Eksposur variabilitas imbal hasil dari kepentingan/interest lain (ketika memiliki kepentingan/interest pada investee apakah eksposurnya berbeda dg investor lain)

65 Aktivitas Relevan Aktivitas relevan (penentuan kebijakan operasional dan keuangan)Penjualan dan pembelian barang atau jasa – Pengelolaan aset keuangan – Seleksi,akuisisi dan pelepasan aset – Riset dan pengembangan produk atau proses baru – Penentuan struktur pendanaan atau perolehan pendanaan Keputusan aktivitas relevan – Keputusan operasional dan permodalan investe (misal anggaran) – Penunjukan dan pemberian renumerasi personil manajemen kunci atau penyedia jasa, atau pemutusan hubungan kerja tsb

66 Tujuan dan Desain Investee TRADITIONAL ENTITIES Hak suara sebagai faktor dominan, maka pihak pemilik hak suara yg cukup untuk menentukan kebijakan operasi dan keuangan investee merupakan pihak yang mengendalikan investee [pemegang hak suara mayoritas] STRUCTURED ENTITIES Hak suara bukan faktor dominan [hak suara hanya terkait tujuan administratif] – Hak suara – Risiko terhadap investor [desain paparan, desain pihak yg terpapar, dan apakah investor terpapar risiko tsb] TUJUAN SETIAP INVESTOR, ALASAN KETERLIBATAN INVESTOR DENGAN INVESTEE, DAN BAGAIMANA KETERLIBATAN TSB

67 Hak Saat ini INDIKATOR UTAMA – Hak suara – Hak menunjuk, memindah-tugaskan, atau mengganti personil manajemen kunci – Hak menunjuk atau mengganti entitas lain yg mengarahkan aktivitas relevan – Hak mengarahkan investee melakukan atau memveto perubahan terhadap transaksi untuk kepentingan investor – Hak lain (misal hak pengambilan keputusan dalam kontrak manajemen)

68 Hak Saat ini INDIKATOR TAMBAHAN – Dapat menunjuk atau menyetujui personil manajemen kunci – Dapat mengarahkan investee melakukan atau memveto perubahan terhadap transaksi untuk kepentingan investor – Dapat mendominasi proses nominasi organ pengatur atau memperoleh mandat dari pemegang suara lain – Personil manajemen kunci investee adalah pihak berelasi dengan investor (misal CEO investee = CEO investor) – Mayoritas organ pengatur investee adalah pihak berelasi dengan investor

69 Hak Saat ini INDIKATOR LAIN – Personil manajemen kunci investee adalah karyawan atau mantan karyawan investor – Kegiatan operasional investee bergantung pada investor – Porsi signifikan aktivitas investee melibatkan investor atau atas nama investor – Eksposur atau hak imbal hasil tidak proporsional lebih besar dari hak suara

70 Hak Saat ini HAK SUBSTANTIF – Kemampuan praktis untuk melaksanakan hak tersebut. – Terdapat hambatan (ekonomi dan lain)? Misal insentif keuangan atau penalti, ketentuan hukum atau regulasi,dsb – Ketika perlu persetujuan pihak lain, terdapat mekanisme untuk melaksanakan hak secara kolektif? – Para pihak yg memiliki hak akan memperoleh manfaat dari hak tsb? Hak substantif jika dapat dilaksanakan ketika perlu dibuat keputusan arah aktivitas relevan Hak substantif dapat dilaksanakan saat ini (umumnya) atau tidak saat ini

71 Hak Saat ini HAK PROTEKTIF Melindungi pemilik hak tanpa kekuasaan atas investee (misal hak kreditur untuk membatasi penggunaan dana pinjaman dan ambil-alih aset jika debitur gagal bayar) – Hak veto umumnya merupakan hak protektif – Waralaba, pewaralaba (franchisee) memberi hak ke pemilik waralaba (franchisor) untuk melindungi merek waralaba franchisor memiliki hak protektif[dukungan keuangan franchisor dan paparan variabilitas imbal hasil dari franchisee]

72 Hak Suara Hak suara mayoritas kekuasaan Hak suara mayoritas tanpa kekuasaan – Aktivitas relevan diarahkan pihak lain berdasarkan perjanjiandan pihak lain tsb bukan agen dari investor – Hak suara tidak substantif [misal aktivitas relevan diarahkan oleh pemerintah, pengadilan, kurator, likuidator, dsb]

73 Hak Suara Hak suara bukan mayoritas kekuasaan (pengendalian de- facto, kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak) – Ukuran relatif hak suara investor terhadap ukuran dan sebaranpemegang hak suara lain [besaran hak suara, besaran hak suara relatif, dan jumlah banyak pihak lain bertindak bersama] – Hak suara potensial – Hak dalam pengaturan kontraktual – Fakta dan keadaan tambahan

74 Hak Saat ini - Contoh Misal: RUPS menentukan arah aktivitas relevan dan dijadwalkan dilakukan delapan bulan lagi, pemegang saham indivual atau kolektif 10% dapat meminta RUPSLB paling cepat 30 hari setelah pemberitahuan kepada pemegang saham lain Investor memiliki hak suara mayoritas investee hak substantif Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee dengan tanggal penyelesaian dalam 25 hari hak substantif Investor memiliki opsi substantif untuk memperoleh saham mayoritas investee dalam 25 hari hak substantif Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee dalam 6 bulan bukan hak substantif Misal: RUPS menentukan arah aktivitas relevan dan dijadwalkan dilakukan delapan bulan lagi, pemegang saham indivual atau kolektif 10% dapat meminta RUPSLB paling cepat 30 hari setelah pemberitahuan kepada pemegang saham lain Investor memiliki hak suara mayoritas investee hak substantif Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee dengan tanggal penyelesaian dalam 25 hari hak substantif Investor memiliki opsi substantif untuk memperoleh saham mayoritas investee dalam 25 hari hak substantif Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee dalam 6 bulan bukan hak substantif

75 Hubungan Keagenan Siapakah yang mempunyai kekuasaan atas investee? Apakah aktivitas relevan investee? Berbagai macam faktor perlu dipertimbangkan (a)tujuan dan desain investee, b) faktor yang menentukan marjin laba, pendapatan, dan nilai investee maupun nilai dari produk, c) dampak imbal hasil investee yang dihasilkan dari wewenang pengambilan keputusan masing-masing investor pada huruf b), d) eksposur investor atas variabilitas imbal hasil, e) ketidakpastian dan usaha dalam memperoleh persetujuan regulator, f) investor mana yang mengendalikan produk ketika tahapa pengembangan telah berhasil. Seluruh fakta dan keadaan harus dipertimbangkan-memerlukan pertimbangan (judgement) Perlu adanya penilaian kembali jika fakta dan keadaan berubah Siapakah yang mempunyai kekuasaan atas investee? Apakah aktivitas relevan investee? Berbagai macam faktor perlu dipertimbangkan (a)tujuan dan desain investee, b) faktor yang menentukan marjin laba, pendapatan, dan nilai investee maupun nilai dari produk, c) dampak imbal hasil investee yang dihasilkan dari wewenang pengambilan keputusan masing-masing investor pada huruf b), d) eksposur investor atas variabilitas imbal hasil, e) ketidakpastian dan usaha dalam memperoleh persetujuan regulator, f) investor mana yang mengendalikan produk ketika tahapa pengembangan telah berhasil. Seluruh fakta dan keadaan harus dipertimbangkan-memerlukan pertimbangan (judgement) Perlu adanya penilaian kembali jika fakta dan keadaan berubah Investor A mempunyai kemampuan untuk mengarahkan Investor B mempunyai kemampuan untuk mengarahkan Persetujuan Regulator Mengambangkan dan memasarkan produk Memproduksi dan memasarkan produk

76 Contoh A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu pihak yang memiliki > 1% hak suara) A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut) A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu pihak yang memiliki > 1% hak suara) A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut) C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga pihak lain yang masingmasing memegang 1%. C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang memiliki masing‐masing 26% bersamas-ama dapat mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas relevan. C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga pihak lain yang masingmasing memegang 1%. C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang memiliki masing‐masing 26% bersamas-ama dapat mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas relevan.

77 Contoh E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki 5%. Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki 5%. Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F C memiliki 40% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh G sebesar 15% dana pesiun perusahaan dan lainnya pihak lain yang masingmasing memegang < 1%. C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin memiliki kepututasn yang berbeda dengan perusahaan, sehingga secara defacto entitas C mengendalikan D C memiliki 40% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh G sebesar 15% dana pesiun perusahaan dan lainnya pihak lain yang masingmasing memegang < 1%. C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin memiliki kepututasn yang berbeda dengan perusahaan, sehingga secara defacto entitas C mengendalikan D

78 Contoh AAA memiliki 35% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 5%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing- masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA tidak memiliki kekuasaan atas BBB AAA memiliki38% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 4%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing- masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA memiliki kekuasaan atas BBB?

79 Persyaratan Akuntansi Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh pengendalian atas investee dan berakhir ketika investorkehilangan pengendalian atas investee. Paragraf PP109–PP116 menetapkan pedoman penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

80 Kepentingan nonpengendali Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Paragraf PP117–PP119 menetapkan pedoman akuntansi untuk kepentingan nonpengendali dalam laporan keuangan konsolidasian.

81 Kehilangan Pengendalian Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk: – menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan posisi keuangan konsolidasian; – mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan SAK lain yang relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau (jika sesuai) biaya perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama; – mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.

82 Kehilangan Pengendalian – PP121 Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk: a.menghentikan pengakuan: i.aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang; dan ii.jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain iii.yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali). b.mengakui: i.nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi,peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian ii.jika transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;dan iii.setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian.

83 Kehilangan Pengendalian – PP121 a.reklasifikasi laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak atas dasar yang dijelaskan dalam paragraf PP122; b.mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk. Jika mencatat semua jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain dengan dasar yang sama  ke laba rugi atau saldo laba.

84 Hak suara potensi Instrumen yang dapat dikonversi menjadi saham : option, forward, convertible instrument, dll Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, termasuk hak suara potensial yang dimiliki oleh entitas lain, dipertimbangkan ketika menilai apakah suatu entitas mempunyai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas lain. Pertibangan hak suara potensi secara substansi  harga exercise, cahs dan pendanaan tersedia, periode exercise Dipertimbangkan secara individual maupun kombinasi Tidak dikeluarkan  organisasi ventura, reksa dana, unit perwalian Aktivitas tidak sama tetap dikonsolidasi  segmen

85 Kehilangan pengendalian - entitas induk (31) Mengakui: – Nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian; dan – Distribusi saham, jika transaksi yang mengakibatkan hilangnya pengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak ke pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik; Mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian;

86 Kehilangan pengendalian - entitas induk (31) Mereklasifikasi ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, sejumlah yang diidentifikasi dalam paragraf 32; dan Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi yang dapat diatribusikan pada entitas induk. Keuntungan/ Kerugian dlm LR Nilai wajar investasi tersisa Saham / Aset diterima (pembayaran) Nilai investasi tercatat SELISIH Reklasifikasi ke Saldo Laba

87 Contoh Kehilangan Pengendalian Amarta memiliki 100% saham Barata (aset neto Rp500) Amarta menjual 85% saham Barata, sisa 15% saham BBB diklasifikasikan sbg AFS Hasil penjualan 85% saham Barata Rp750 Nilai wajar sisa 15% saham Barata Rp130 Amarta memiliki 100% saham Barata (aset neto Rp500) Amarta menjual 85% saham Barata, sisa 15% saham BBB diklasifikasikan sbg AFS Hasil penjualan 85% saham Barata Rp750 Nilai wajar sisa 15% saham Barata Rp Investasi pada Barata (aset keuangan)130 Kas dan setara kas750 Investasi pada Barata (entitas anak)500 Keuntungan 380 Keuntungan = 85%  % x 500 = %  130 – 15%x 500 = 55 Total380

88 Contoh tidak Kehilangan Pengendalian AAA memiliki 100% saham BBB (aset neto Rp4.000) AAA menjual 10% saham BBB seharga Rp500 AAA memiliki 100% saham BBB (aset neto Rp4.000) AAA menjual 10% saham BBB seharga Rp Kas500 Investasi pada BBB(4.000 x 10%)400 Keuntungan (ekuitas)100 Kas500 Investasi pada BBB(4.000 x 10%)400 Keuntungan (ekuitas)100

89 Penggabungan Transaksi Disepakati pada waktu sama atau terkait Transaksi tunggal secara komersial Ketergantungan antar perjanjian Secara ekonomi, tidak dapat dijustifikasi secara individual tetapi dapat dijustifikasi secara gabungan Disepakati pada waktu sama atau terkait Transaksi tunggal secara komersial Ketergantungan antar perjanjian Secara ekonomi, tidak dapat dijustifikasi secara individual tetapi dapat dijustifikasi secara gabungan 89

90 Penggabungan Transaksi - Contoh Pengendalian hilang di Feb 2012, shg harus tetap dikonsolidasi pada 2011 DESKas200 Uang muka200 FEB Kas550 Uang muka200 Kerugian 20 Bagianatas aset neto770 Pengendalian hilang di Feb 2012, shg harus tetap dikonsolidasi pada 2011 DESKas200 Uang muka200 FEB Kas550 Uang muka200 Kerugian 20 Bagianatas aset neto AAA memiliki70% saham BBB(aset neto Rp1.100) Des2011, AAA menjual 19% saham BBB seharga Rp200 Feb 2012, AAA menjual 51% saham BBB seharga Rp550 Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal Hasilpenjualan[ ] 750 Bagian atas aset neto (770) Kerugian 20 AAA memiliki70% saham BBB(aset neto Rp1.100) Des2011, AAA menjual 19% saham BBB seharga Rp200 Feb 2012, AAA menjual 51% saham BBB seharga Rp550 Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal Hasilpenjualan[ ] 750 Bagian atas aset neto (770) Kerugian 20

91 Penggabungan Transaksi - Contoh Pengendalian hilang di Des 2011, shg 2011 tidak dikonsolidasi DESEMBER 2011 Kas200 Piutang550 Kerugian20 Bagiana tas aset neto770 FEBRUARI 2012 Kas550 Piutang550 Pengendalian hilang di Des 2011, shg 2011 tidak dikonsolidasi DESEMBER 2011 Kas200 Piutang550 Kerugian20 Bagiana tas aset neto770 FEBRUARI 2012 Kas550 Piutang AAA memiliki70% saham BBB(aset neto Rp1.100) Des2011, AAA menjual 19% saham BBB seharga Rp200 Feb 2012, AAA menjual 51% saham BBB seharga Rp550 Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal Hasilpenjualan[ ] 750 Bagian atas aset neto (770) Kerugian 20 AAA memiliki70% saham BBB(aset neto Rp1.100) Des2011, AAA menjual 19% saham BBB seharga Rp200 Feb 2012, AAA menjual 51% saham BBB seharga Rp550 Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal Hasilpenjualan[ ] 750 Bagian atas aset neto (770) Kerugian 20

92 Hubungan Keagenan Haruskah manajer investasi mengkonsolidasi reksa dana yang dikelolanya? Hal- hal yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah manajer investasi/aset adalah agen: a)ruang lingkup wewenang pengambilan keputusannya atas investee. b)hak yang dimiliki pihak lain. c)remunerasi yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian remunerasi. d)eksposur pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari kepentingan lain yang dimilikinya dalam investee. Pembobotan berbeda diterapkan untuk setiap faktor berdasarkan fakta dan keadaan tertentu. Hal- hal yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah manajer investasi/aset adalah agen: a)ruang lingkup wewenang pengambilan keputusannya atas investee. b)hak yang dimiliki pihak lain. c)remunerasi yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian remunerasi. d)eksposur pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari kepentingan lain yang dimilikinya dalam investee. Pembobotan berbeda diterapkan untuk setiap faktor berdasarkan fakta dan keadaan tertentu. manajer investasi/ aset bertindak sebagai prinsipal – mengkonsolidasi manajer investasi/ aset bertindak sebagai agen – tidak mengkonsolidasi

93 Pengeculian Konsolidasi Entitas investasi dikecualikan dari konsolidasi Entitas investasi adalah entitas yang: a)memperoleh dana dengan tujuan jasa manajemen investasi; b)tujuan bisnisnya untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan c)mengukur dan mengevaluasi pada nilai wajar. Entitas investasi dikecualikan dari konsolidasi Entitas investasi adalah entitas yang: a)memperoleh dana dengan tujuan jasa manajemen investasi; b)tujuan bisnisnya untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan c)mengukur dan mengevaluasi pada nilai wajar. Karakteristik khusus entitas yang harus dipertimbangkan entitas dalam menaksir apakah dirinya merupakan entitas investasi atau bukan, yaitu: a)Memiliki lebih dari satu investasi; b)Memiliki lebih dari satu investor ; c)Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas; dan d)Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk ekuitas atau kepentingan serupa. Karakteristik khusus entitas yang harus dipertimbangkan entitas dalam menaksir apakah dirinya merupakan entitas investasi atau bukan, yaitu: a)Memiliki lebih dari satu investasi; b)Memiliki lebih dari satu investor ; c)Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas; dan d)Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk ekuitas atau kepentingan serupa.

94 Teknik dan Prosedur Konsolidasi 1 Investasi entitas induk pada anak dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi, (goodwiil muncul) 2 Kepentingan non pengendali diidentifikasi: ekuitas (awal dan perubahan, laba/rugi 3 Saldo transaksi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh  belum direaliasi, dampak pajak penghasilan Menggabungkan LK entitas induk dan entitas anak  menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban.

95 Eliminasi Investasi – Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas entitas anak – Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali. – Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi) – Goodwiil muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai wajar Akun – Utang – piutang yang muncul antara anak dan induk harus dihapuskan Transaksi – Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga, transaksi anak dan induk harus dieliminasi

96 Eliminasi transaksi Persediaan – Penjualan dan harga pokok penjualan – Jika barang belum terjual maka laba yang belum direalisasi harus dikurangkan dari nilai inventory dan mempengaruhi laba yang telah diakui. Aset tetap – Pada tahun terjadi transaksi tidak boleh diakui keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut – Laba yang ada dalam aset tersebut harus dieliminasi – Nilai penyusutan akan disesuaikan Obligasi – Obligasi hanya boleh diakui sebesar obligasi pada pihak eksternal. – Pendapatan / beban bunga harus dieliminasi

97 Laba yang belum direalisasikan Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset: persediaan, aset tetap, obligasi harus dieliminasi. – Pengaruh ke nilai aset dan kewajiban – Mempengaruhi laba/rugi periode berjalan  COGS, biaya bunga, depresiasi Penjualan hulu dari entitas induk, semua laba disesuaikan mempengaruhi bagian laba induk. Penjualan hilir dari entitas anak, semua laba disesuaikan mempengaruhi bagian laba /kepentingan non pengendali, karena laba ada di anak perusahaan.

98 Prosedur – Tanggal LK yang digunakan untuk menyusun LK konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama. Jika tidak sama menyusun LK dengan tanggal yang sama kecuali tidak praktis Jika tanggal berbeda, penyesuaian dilakukan atas dampak transaksi / peristiwa yang signifikan (tidak lebih bulan) Lama periode pelaporan dan perbedaan antar akhir periode, sama dari periode ke periode

99 Prosedur LK konsolidasian menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. (jika tidak sama penyesuaian) Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).  kepantingan non pengendali disesuaikan nilainya jika terpengaruh.

100 Pengungkapan – LK Konsolidasian 1 Sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak lebih dari setengah kekuasaan Alasan mengapa kepemilikan (setengah kekuasaan suara tidak diikuti dengan pengendalian; Akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika LK memiliki tanggal / periode berbeda. Sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk

101 Pengungkapan – LK Konsolidasian 2 Rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian. Pengendalian hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui sesuai dengan paragraf 31, dan: – porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan nilai wajar – pos keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif jika tdk disajikan terpisah.

102 Ketentuan Transisi Tanggal efektif 1 Januari Ketentuan transisi – Menerapkan pernyataan ini secara retrospektif sesuai PSAK 25 – Referensi untuk “Periode Terdekat Sebelumnya”” PSAK 65 menggantikan PSAK 4 dan PSAK 7

103 Ketentuan Transisi Jika tidak terjadi perubahan status konsolidasi  tidak ada penyesuaian. Terjadi perubahan status konsolidasi  TIDAK DIKONSOLIDASI  retrospektif Terjadi perubahan status konsolidasi  DIKONSOLIDASI  Konsolidasi sejak tanggal kendali tanpa goodwill, penyesuaian di saldo awal ekuitas.

104 Pedoman Implementasi – hak suara potensial Perbedaan pengaruh signifikan, pengendalian bersama dan pengendalian. Hak suara potensial tidak ada jika tidak punya substansi ekonomi Ilustrasi – Contoh opsi posisi tidak untung (out of the money) – Kemungkinan pelaksanaan atau konversi – Hak lainnya yang mempunyai potensi untuk meningkatkan hak suara suatu entitas atau mengurangi hak suara entitas lain – Maksud manajemen – Kemampuan manajemen

105 Ilustrasi – hak suara potensial Issued ordinary shares Percentage of ordinary shares Issued share warrants Potential shares from warrants Total shares (issued and potential) Percentage of total shares Company A$10,000,00050%$5,000,000$10,000,000$20,000, % Other investors 10,000,00050%1,000,0002,000,00012,000, % Total$20,000,000100%$6,000,000$12,000,000$32,000, % Although Company A owns only 50% of the total issued ordinary shares, its holding of the share warrants gives it de facto control over Company B

106 Ilustrasi 2 PT. Angelia membeli seluruh kepemilikan saham di PT. Zafira dengan harga CU20,000. Pada tanggal tersebut ekuitas PT. Zafira terdiri dari : – Saham CU5,000 – Saldo laba CU6,000. Saham dan saldo laba dielminasi dengan harga perolehan investasi, selisihnya akan dicatata sebagai goodwill. Harga perolehan20,000 Dikurangi : Net aset PT. Zafira saham 5,000 Saldo Laba6,000 11,000 Goodwill 9,

107 Ilustrasi 3 PT. P mengakuisisi PT S pada 1/1/2010 dengan nilai akuisisi Pada saat akuisisi, nilai PPE 1000 lebih tinggi dari nilai tercatat. PPE didepresiasi 5 tahun.

108 Ilustrasi : Konsolidasi 100% PT. P PT. S Elimination Consolidated Cash Securities Loans PPE Investment in S (6.000) - Goodwiil (4.000) Time deposit Liability Common stock (1.000) Retained Earning (3.000) (4.000)

109 Ilustrasi PT. P mengakuisisi 70% kepemilikan PT S pada 1/1/2010 dengan nilai akuisisi Pada saat akuisisi, nilai PPE 1000 lebih tinggi dari nilai tercatat. PPE didepresiasi 5 tahun.

110 Ilustrasi 7 : Konsolidasi – kurang 100% PT. P PT. S Elimination Consolidated Cash Securities Loans PPE Investment in S (4.000) - Goodwiil (2.500) Time deposit Liability Non controlling int Common stock (1.000) Retained Earning (3.000) (2.500)

111 PSAK 15 INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA

112 Perubahan PSAK 15 diterapkan oleh seluruh entitas yang merupakan investor dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee. PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan diterapkan untuk sebagian investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi. Pengaturan dalam ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer dimasukkan dalam PSAK 15 dengan modifikasi tertentu. 112

113 Pengaruh signifikan Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional suatu aktivitas ekonomi, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut 113 Indikasi kuantitatif – Hak suara ≥20% dianggap memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya – Hak suara <20% dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya Indikasi kualitatif – Keterwakilan dalam dewan direksi dan komisaris atau organ setara – Partisipasi proses pembuatan kebijakan, termasuk dividen dan distribusi lain – Transaksi material investor dengan investee – Pertukaran personel manajerial – Penyediaan informasi teknis pokok Mempertimbangkan hak suara potensial

114 Metode Ekuitas Metode ekuitas adalah metode akuntansi di mana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. – Ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan. – Pengakuan atas pendapatan komprehensif investee diakui sebagai pendapatan komprehensif dan kenaikan investasi pada pembukuan investor – Distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Hak suara potensial tidak mempengaruhi bagian laba investor. 114

115 Penerapan Metode Ekuitas Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee mencatat investasinya pada entitas investasi atau ventura bersama dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali jika investasi tersebut memenuhi syarat pengecualian penerapan metode ekuitas 115 Pengecualian – jika investasi dimilliki atau dimiliki secara tidak langsung melalui entitas modal ventura, reksa dana, unit perwalian dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi  dapat memilih menggunakan nilai wajar PSAK 55 Jika entitas mau dijual  menerapkan PSAK 58

116 Penghentian Metode Ekuitas 116 Jika entitas menjadi entitas anak  PSAK 65 Jika sisa kepentingan merupakan aset keuangan  PSAK 55. Nilai wajar sisa kepentingan diangggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai PSAK 55, entitas mengakui selisihnya sebagai laba rugi. Ketika metode ekuitas dihentikan, seluruh jumlah yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain menggunakan dasar yang sama jika investee melepas aset dan liabilitas. Jika investee menjadi investasi pada ventura bersama atau sebaliknya, maka entitas melanjutkan penerapan metode ekuitas dan tidak mengukur kembali kepentingan yang tersisa.

117 Prosedur Metode Ekuitas 117 Penyesuaian atas bagian laba dan penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atas transaksi hulu dan hilir harus dieliminasi. Hulu dieliminasi penuh, hilir dieliminasi sebesar bagiannya. Selisih antara harga perolehan dan nilai wajar aset neto  goodwill Selisih lebih harga nilai wajar terhadap biaya perolehan investasi  penghasilan dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi pada periode investasi diperoleh. Penyesuaian nilai entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setalah perolehan dilakukan untuk untuk rugi penurunan nilai yang diakui entitas aosiasi

118 Laporan keuangan investee Laporan keuangan perusahaan asosiasi dan ventura bersama yang tersedia digunakan untuk menerapkan metode ekuitas. Jika berbeda maka dibuat LK dengan periode yang sama, kecuali tidak praktis Jika tanggal pelaporan tersebut berbeda, maka penyesuaian dilakukan terhadap transaksi dan peristiwa yang signifikan yang terjadi antara lap investee dan investor. Perbedaan tidak boleh lebih 3 bulan. Panjang periode pelaporan adalah sama. Laporan keuangan investor disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa. 118

119 Investee merugi Jika bagian investor atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai tercatat dari investasi, maka investasi dilaporkan nihil Kerugian dicadangkan dan kewajiban diakui apabila investor memiliki kewajiban konstruktif atau hukum untuk melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya Jika entitas asosiasi selanjutnya laba, investor akan mengakui penghasilan apabila setelah bagiannya atas laba menyamai bagiannya atas kerugian bersih yang belum diakui 119

120 Rugi Penurunan Nilai Indikasi penurunan nilai menggunakan ketentuan dalam instrumen keuangan (PSAK 55) Penurunan nilai investasi (termasuk didalamnya goowill) diuji berdasarkan PSAK 48, sebagai aset tunggal. – Rugi penurunan adalah selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat dipulihkan. – Nilai dipulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakai). 120

121 Contoh Pada 1 Januari 2012, PT Aneka membeli 30% saham berhak suara PT Merapi sebesar Rp4.000 milyar dengan laba rugi untuk tahun 2012 sd 2015 Nilai tercatat investasi: – Tahun 2010 Rp milyar – Tahun 2011 Rp 0 – Tahun 2012 Rp 0 – Tahun 2013 Rp TahunLaba (rugi) PT Serbaneka Porsi laba (rugi) utk PT. Aneka Nilai tercatat 2012(10.00)(3.000) (8.000)(2.400)(1.400) (200)

122 Metode Ekuitas Pada 1 Desember dibeli investasi sebesar yang merupakan 25% kepemilikan pada PT. Mutiara. Pada 31 Desember Mutiara melaporkan adanya laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan sebesar 200,000. dan penghasilan komprehensif lain dan membagikan dividen Jan.1Investasi jangka panjang Kas Des.31Investasi jangka panjang Pendapatan Investasi Penghasila komprehensif lain (pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25) Des.31Kas Investasi Jangka Panjang (pengumuman dividen = 150,000 x 0.25) Jan.1Investasi jangka panjang Kas Des.31Investasi jangka panjang Pendapatan Investasi Penghasila komprehensif lain (pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25) Des.31Kas Investasi Jangka Panjang (pengumuman dividen = 150,000 x 0.25) 122

123 Kehilangan Pengaruh Signifikan Pada 31 Desember 2015 Entitas menjual 20% kepemilikan pada PT. Intan dengan harga Kepemilikan sebelum dilakukan penjualan 30%, saldo investasi sebelum dilakukan penjualan besar Saldo penghasilan komprehensif terkait dengan investasi ini DesKas4.000 Investasi jangka panjang1.000 Keuntungan penjualan investasi3.000 Penghasilan komprehensif lain500 Penghasilan dari investasi500 Jika 20% sama dengan maka 10% = Investasi tersis akan dicatat sebesar (nilai wajar dari 10%) Keuntungan penjualan investasi: Keuntungan dari investasi dijual – = Keuntungan kenaikan investasi yang tersis – = DesKas4.000 Investasi jangka panjang1.000 Keuntungan penjualan investasi3.000 Penghasilan komprehensif lain500 Penghasilan dari investasi500 Jika 20% sama dengan maka 10% = Investasi tersis akan dicatat sebesar (nilai wajar dari 10%) Keuntungan penjualan investasi: Keuntungan dari investasi dijual – = Keuntungan kenaikan investasi yang tersis – =

124 PSAK 66 PENGATURAN BERSAMA

125 Jenis dan Klasifikasi Pengaturan Bersama 125

126 Jenis dan Klasifikasi Pengaturan Bersama 126

127 Pengaturan Bersama PSAK  Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama.  Karakteristik pengaturan bersama:  Para pihak terikat suatu pengaturan kontraktual  Pengaturan kontraktual memberikan pengendalian bersama kepada dua atau lebih pihak dalam pengaturan tersebut  Pengendalian bersama  persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian  Jenis pengaturan :  operasi bersama  mencatat bagian atas aset. Liabilitas, pendapatan, beban  Ventura bersama  investasi, metode ekuitas

128 PSAK 67 PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN

129 Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain PSAK  Entitas mengungkapkan pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat dalam menentukan bahwa entitas memiliki pengendalian, pengendalian bersama, pengaruh signifikan dan jenis pengaturan.  Entitas mengungkapkan informasi pengguna LK konsolidasian  Memahami komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang dimiliki dalam aktivitas & arus kas  Mengevaluasi sifat dan luas pembatasan; sifat dan perubahan risiko; konsekuensi perubahan kepemilikan; konsekuensi hilangnya pengendalian  Entitas asosiasi dan pnengaturan bersama  sifat, luas dan dampak keuangan dari kepentingannya; sifat dan perubahan risiko signifikan  Entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi  sifat dan luas kepentingan; sifat dan perubahan risiko

130 Ketentuan PSAK 67 PSAK 67 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi: a.sifat dan risiko yang terkait dengan kepentingannya dalam entitas lain; dan b.dampak dari kepentingan tersebut terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas Entitas mengungkapkan: a.Pertimbangan dan asumsi signifikan yang telah dibuat dalam menentukan: i.sifat dari kepentingannya dalam entitas lain atau pengaturan; ii.jenis pengaturan bersama dimana entitas memiliki kepentingan; iii.bahwa entitas memenuhi definisi entitas investasi, jika dapat diterapkan; dan b.Informasi mengenai kepentingannya dalam: i.entitas anak; ii.pengaturan bersama dan entitas asosiasi; dan iii.entitas terstruktur yang tidak dikendalikan oleh entitas induk (entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi). 130

131 Soal 1 Dalam transaksi penggabungan usaha, metode yang digunakan dalam mencatat transaksi tesebut adalah... A.Metode biaya B.Metode ekuitas C.Metode penyatuan kepentingan D.Metode pembelian / akuisisi D D

132 Soal 2 PT Soka membayar Rp 60 milyar untuk mengakuisisi seluruh net aset PT Timas. PT Timas melaporkan nilai buku aset bersih sebesar 45 milyar. Berdasarkan hasil penilaian oleh apraisal nilai wajar aset sebesar Rp 71 milyar dan nilai wajar liabilitas sebesar Rp 20 milyar pada tanggal akuisisi. PT Soka juga membayar appraisal fee Rp 4 milyar. Nilai goodwill yang harus dilaporkan PT Soka pada saat akuisisi adalah… A.Rp 15 milyar B.Rp 13 milyar C.Rp 11 milyar D.Rp 9 milyar D D

133 Soal 3 PT Ferina mengakuisisi seluruh saham milik PT Debby dengan menerbitkan saham biasa pada nilai par Saham PT Ferina dijual pada 8.000/saham pada tanggal akuisisi. Biaya yang dikeluarkan terkait akuisisi dan biaya penerbitan saham yang dikeluarkan PT Ferina adalah Berapakah nilai investasi akan diakui PT Ferina… A B C D D D

134 Soal 4 PT. Intan membeli 80% kepemilikan PT. Berlian dengan harga 140milyar. Pada saat akuisisi pt. Berlian memiliki nilai buku aset bersih sebesar 100milyar dan nilai wajar aset bersih sebesar 150milyar. PT. Intan hanya mengakui goodwill untuk kepentingan pengendali. Nilai kepemilikan non pengendali sebesar... A.20 milyar B.28 milyar C.30 milyar D.35 milyar C C

135 Soal 5 PT. Cahaya memilik 60% kepemilikan PT. Sinar. Selama tahun 20X3 PT. Cahaya menjual barang kepada PT. Sinar sebanyak 100juta dengan harga pokok sebesar 80 juta. Barang tersebut 50%nya telah terjual sedangkan sisanya masih tersisa di persediaan akhir PT. Sinar. Pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi penjualan PT. Cahaya juta dan PT. Sinar 800 juta. Berapakah nilai penjualan dalam laporan keuangan konsolidasi? A B C D C C

136 Soal 6 PT. Cahaya memilik 60% kepemilikan PT. Sinar. Selama tahun 20X3 PT. Cahaya menjual barang kepada PT. Sinar sebanyak 100juta dengan harga pokok sebesar 80 juta. Barang tersebut 50%nya telah terjual sedangkan sisanya masih tersisa di persediaan akhir PT. Sinar. Pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi persediaan PT. Cahaya 400 juta dan PT. Sinar 200 juta. Berapakah nilai persediaan dalam laporan keuangan konsolidasi? A.490 B.600 C.500 D.590 D D

137 Soal 37 Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, bagaimana entitas menyajikan kepentingan non pengendali ? A.Disajikan sebagai bagian dari liabilitas jangka panjang B.Disajikan sebagai bagian dari ekuitas C.Disajikan setelah liabilitas jangka panjang D.Disajikan sebagai pengurang ekuitas pengendali B B

138 Soal 8 PT. Ciremai menggunakan PSAK dalam mencatat investasi pada perusahaan asosiasi. PT. Ciremai memiliki 40% saham di PT. Pada saat akuisisi tidak ada goodwill yang diakui. Pengrango dibeli dengan harga 800milyar pada 1 Januari 20X3. Selama tahun 20X3 PT. Pangrango melaporkan laba sebesar 100 milyar dan membagikan dividen sebesar 60 milyar. Berapakah nilai investasi akan disajikan dalam laporan posisi keuangan 31 Desember 20X3 oleh PT. Ciremai? A.800 B.860 C.824 D.816 D D

139 Soal 9 PT. Slamet memiliki 100% investasi di anak perusahaan PT. Sumbing. Untuk tujuan tender perusahaan menyusun laporan keuangan tersendiri. Metode apa yang digunakan dalam mencatat investasi pada Anak Perusahaan dalam laporan keuangan tersendiri? A.Metode ekuitas B.Metode biaya C.Metode akuisisi D.Metode konsolidasi A A

140 Soal 10 PT. Sindoro memiliki 60% investasi pada joint venture pada Sindoro-Sumbing JVC. Dalam joint venture tersebut kedudukan pemilik sama kuat dan membagi laba sesuai dengan kontraktual yang disepakati. Metode apa yang digunakan dalam mencatat investasi pada Anak Perusahaan dalam laporan keuangan tersendiri? A.Metode ekuitas B.Metode biaya C.Metode kosolidasi proporsional D.Metode konsolidasi A A

141 TERIMA KASIH Profesi untuk Mengabdi pada Negeri Dwi Martani atau Dwi Martani atau


Download ppt "CA REVIEW PKP Pertemuan 5 PENGGABUNGAN USAHA. Agenda Penggabungan Usaha 1 Konsolidasi 2 Investment 3 Joint & Arrangement Ventures 4 2 Pengungkapan 5."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google