Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Standar Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal yang Bereputasi Internasional Terindeks WASMEN MANALU DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI, DAN FARMAKOLOGI, FAKULTAS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Standar Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal yang Bereputasi Internasional Terindeks WASMEN MANALU DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI, DAN FARMAKOLOGI, FAKULTAS."— Transcript presentasi:

1 Standar Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal yang Bereputasi Internasional Terindeks WASMEN MANALU DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI, DAN FARMAKOLOGI, FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2 PENDAHULUAN KENAPA PERLU MENULIS ARTIKEL ILMIAH (HASIL PENELITIAN) KITA PADA JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL? KENAPA KITA TIDAK MENULIS DI JURNAL ILMIAH NASIONAL SAJA?

3 KEWAJIBAN JENIS PUBLIKASI (V) UNTUK MENDUDUKI JENJANG JABATAN AKADEMIK (S: Disarankan; W: Wajib) (Dikti 2014) NoJabatan AkademikJurnal Nasional Jurnal Nasional Terakreditasi Jurnal Internasional Jurnal Internasional Bereputasi 1AsistenAhliWSSS 2LektorWSSS 3LektorKepala/MagisterSSWS LektorKepala/DoktorSWSS 4ProfesorSSSW

4 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92 TAHUN 2014 Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

5 KARYA ILMIAH (Dikti 2014) Adalah hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Hal ini berarti selain jurnal sebagai tempat publikasi, kualitas dan teknik penulisan artikel ilmiah merupakan parameter penting yang diperhatikan dalam penulisan.

6 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Karya tulis ilmiah adalah tulisan hasil pokok pikiran, pengembangan, dan hasil kajian/penelitian yang disusun oleh Dosen baik perorangan atau kelompok, yang membahas suatu pokok bahasan ilmiah di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan menuangkan gagasan tertentu melalui identifikasi, tinjauan pustaka, metodologi, sintesis, deskripsi, analisis, evaluasi, kesimpulan, dan saran-saran, pemecahannya.

7 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Karya ilmiah berbentuk buku dari hasil penelitian atau pemikiran yang original dapat berupa buku referensi atau monograf atau buku jenis lainnya yang diterbitkan dan dipublikasikan.Karya ilmiah dalam bentuk buku yang diakui sebagai komponen penelitian untuk kenaikan jabatan akademik adalah: Isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis Merupakan hasil penelitian atau pemikiran yang original. Kriteria ini yang membedakan antara buku referensi/monograf dengan buku ajar Memiliki ISBN Tebal paling sedikit 40 (empat puluh) halaman cetak (menurut format UNESCO). Ukuran : standar, 15 x 23 cm Diterbitkan oleh penerbit Badan Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi Isi tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Monograf atau buku referensi yang diambil dari disertasi atau tesis tidak dapat dinilai untuk usul kenaikan jabatan akademik/pangkat.

8 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Buku Referensi adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu kompetensi penulis. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu adanya rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan, metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada kesimpulan dan daftar pustaka.

9 Keterangan tambahan Menurut ketentuan Senat Akademik IPB bahwa “buku referensi adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang menyajikan hasil dari serangkaian kegiatan penelitian yang original, mendalam, dan menyeluruh pada satu cabang ilmu. Tulisan didasarkan pada hasil penelitian bertahun-tahun sehingga menggambarkan otoritas penulisnya dalam aspek keilmuan tersebut. Tulisan harus diterbitkan dan memenuhi syarat-syarat penerbitan buku, yang substansi pembahasannya dalam satu cabang ilmu dan menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu dan teknologi (SA-IPB)”.

10 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Buku Monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik/hal dalam suatu bidang ilmu kompetensi penulis. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu adanya rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan (novelty/ies), metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada kesimpulan dan daftar pustaka.

11 Keterangan tambahan Menurut ketentuan Senat Akademik IPB bahwa : “Monograf adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang menyajikan hasil dari serangkaian kegiatan penelitian yang original, mendalam, dan menyeluruh pada satu aspek dalam suatu bidang ilmu. Tulisan didasarkan pada hasil penelitian bertahun-tahun sehingga menggambarkan otoritas penulisnya dalam aspek keilmuan tersebut. Tulisan harus diterbitkan dan memenuhi syarat-syarat penerbitan buku” (SA-IPB).

12 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Jurnal atau berkala ilmiah atau majalah ilmiah yang selanjutnya disebut sebagai jurnal adalah bentuk terbitan yang berfungsi meregistrasi kegiatan kecendekiaan, mensertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum, mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai, dan mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan yang dimuatnya. Untuk proses penilaian karya ilmiah dalam jabatan akademik dosen jurnal dibedakan menjadi: Jurnal nasional Jurnal nasional terakreditasi Jurnal internasional Jurnal internasional bereputasi

13 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Jurnal nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan b.Memiliki ISSN c.Memiliki terbitan versi online d.Dikelola secara profesional: ketepatan keberkalaan, ketersediaan petunjuk penulisan, identitas jurnal, dll. e.Bertujuan menampung/mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu f.Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin-disiplin keilmuan yang relevan. g.Diterbitkan oleh Penerbit/badan Ilmiah/Organisasi Profesi/Perguruan Tinggi dengan unit-unitnya. h.Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia. i.Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda j.Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal dua institusi yang berbeda k.Jurnal nasional yang memenuhi kriteria a sampai j dan terindek oleh DOAJ atau laman lain sesuai dengan pertimbangan tim pakar Dirjen Dikti diberi nilai yang lebih tinggi dari jurnal nasional yaitu maksimal 15.

14 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut (butir8): a.Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan b.Memiliki ISSN c.Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok) d.Memiliki terbitan versi online e.Dewan Redaksi (Editorial Board) adalah pakar di bidangnya paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara. f.Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 (satu) terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 4 (empat) negara. g.Terindeks oleh database internasional bereputasi: Web of Science, Scopus, Microsoft Academic Search, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan tim pakar Ditjen Dikti.

15 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional sebagaimana butir 8 dengan kriteria tambahan mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters)atau Scimago Journal Rank (SJR) mempunyai urutan tertinggi dalam penilaian karya ilmiah dan dinilai paling tinggi 40. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 8 dan terindeks oleh database internasional bereputasi (Web of Science, Scopus, atau Microsoft Academic Search) namun belum mempunyai faktor dampak (impact factor)dari ISI Web of Science (Thomson Reuters)atau Scimago Journal Rank (SJR) dalam penilaian karya ilmiah dan dinilai paling tinggi 30. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 8 yang belum terindeks pada database internasional bereputasi (Web of Science, Scopus, atau Microsoft Academic Search) namun telah terindeks pada database internasional seperti DOAJ, CABI, Copernicus, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan tim pakar Ditjen Dikti dan dapat dinilai karya ilmiah paling tinggi 20.

16 HAL-HAL PENTING DALAM KEGIATAN PENELITIAN DAN PUBLIKASI (UNSUR B) (PAK Dikti 2014) Publikasi pada Jurnal internasional edisi khusus/suplemen atau jurnal ilmiah nasional terakreditasi edisi khusus/suplemen yang memuat artikel yang disajikan dalam sebuah seminar/simposium/lokakarya dapat dinilai sama dengan jurnal edisi normal (bukan edisi khusus) namun tidak dapat digunakan untuk memenuhi syarat publikasi kenaikan jabatan akademik. Perlu ditekankan, edisi khusus/suplemen ini harus diproses seperti pada penerbitan non edisi khusus (terbitan normal) dan memenuhi syarat-syarat karya ilmiah. Lain-lain Proses penilaian jurnal yang hanya mempunyai edisi elektronik disamakan dengan kriteria jurnal yang berlaku (tidak dibedakan). Artikel dalam jurnal nasional yang terindeks oleh DOAJ atau laman lain sesuai dengan pertimbangan tim pakar Dirjen Dikti yang berbahasa INA dinilai maksimal 15 dan yang berbahasa Inggris 20 Jurnal nasional yang tidak memenuhi kriteri jurnal nasional disetarakan dengan publikasi pada proseding yang tidak didiseminasikan pada suatu seminar atau yang lainnya. Jurnal ilmiah yang walaupun ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat- syarat sebagai jurnal ilmiah internasional, disetarakan dengan jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi.

17 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92 TAHUN 2014 Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

18 DOSEN ADALAH PENELITI

19 Tugas Peneliti Peneliti membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi, dan menghasilkan inovasi bagi peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia.

20 Pencari kebenaran harus menghindarkan diri dari perbuatan tercela: – Fabrikasi – Falsifikasi – Plagiarisme

21 Fungsi Memajukan: – Peneliti harus berada di gugus paling depan perkembangan ilmu, teknologi, dan inovasi yang ditekuni. – Peneliti harus memetakan perkembangan ilmu, teknologi, dan invasi yang ditekuni sehingga jelas di mana sumbangan memajukannya. – Pustaka acuan harus komprehensif dan mutakhir.

22 Hasil Penelitian Semua bentuk penelitian seyogianya menghasilkan temuan, pengungkapan, pendapat, atau gagasan pemikiran baru yang orisinal sehingga jelas penambahan delta sumbangan ilmiahnya bagi kemajuan ilmu, teknologi, dan seni.

23 Proses sosialisasi hasil penelitian Pengetahuan individu akan memasuki domain ilmu pengetahuan hanya setelah ilmu tersebut dipresentasikan, didiskusikan, dipublikasikan, dan atau direview secara independen oleh ilmuwan lain yang kompeten.

24 Perlu diingat Seorang peneliti belum selesai melakukan penelitiannya kalau belum melakukan registrasi pada jurnal ilmiah.

25 Fungsi Jurnal Ilmiah Berkala ilmiah adalah bentuk (Badan Resmi): – registrasi hasil kegiatan kecendekiaan seseorang – sertifikasi hasil kegiatan kecendekiaan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum – diseminasi secara meluas karya kecendekiaan itu kepada khalayak ramai, dan – pengarsipan atas semua temuan hasil kegiatan kecendekian ilmuwan dan pandit yang dimuatnya

26 Etika berperilaku Peneliti menyebarkan informasi tertulis dari hasil penelitiannya, informasi pendalaman pemahaman ilmiah dan/atau pengetahuan baru yang terungkap dan diperolehnya, disampaikan ke dunia ilmu pengetahuan pertama kali dan sekali, tanpa mengenal publikasi duplikasi atau berganda atau diulang-ulang.

27 Etika dalam pengakuan sumbangan seseorang Peneliti memberikan pengakuan melalui (1) penyertaan sebagai penulis pendamping, (2) melalui pengutipan pernyataan atau pemikiran orang lain, dan/atau (3) dalam bentuk ucapan terima kasih yang tulus kepada peneliti yang memberikan sumbangan berarti dalam penelitiannya, yang secara nyata mengikuti tahapan rancangan penelitian dimaksud, dan mengikuti dari dekat jalannya penelitian itu.

28 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut memberikan sumbangan yang berarti (ada delta sumbangan atau kebaruan) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

29 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Dengan demikian, para dewan redaksi dan mitra bebestari suatu jurnal ilmiah harus bekerja keras supaya mereka tidak meregistrasi, mensertifikasi, mendisseminasi, serta mengarsipkan karya yang mengandung perbuatan tercela atau pembohongan, atau yang tidak mengikuti etika.

30 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut tidak mengandung unsur fabrikasi, yaitu pembuatan dan pengarangan data, bukan data hasil penelitian.

31 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut tidak mengandung unsur falsifikasi, yaitu pengubahan data hasil penelitiannya supaya sesuai dengan keinginan peneliti atau sponsor.

32 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut tidak mengandung unsur plagiarisme atas karya orang lain (dalam penulisan ide maupun dalam substansi data yang disajikan).

33 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut belum pernah diregistrasi sebagian atau seluruhnya, dalam bentuk yang sama atau dimodifikasi, pada jurnal ilmiah lain (plagiarisme atas karya sendiri). Satu karya hanya boleh satu kali diregistrasi dan disertifikasi.

34 Tugas Dewan Redaksi dan Mitra Bebestari Para dewan redaksi dan mitra bebestari harus mereview dan memeriksa karya yang akan diregistrasi sehingga karya tersebut tidak bermasalah dalam hal kepengarangan. Jurnal mengharuskan para penulis memberikan pengesahan isi dan keterlibatannya dalam karya yang akan diregistrasi.

35 PENDAHULUAN APA KRITERIA SUATU ARTIKEL ILMIAH BISA DITERIMA DI SUATU JURNAL ILMIAH BERTARAF INTERNASIONAL? – HARUS MENJADI MINAT INTERNASIONAL – BUKAN HANYA KEPENTINGAN LOKAL SAJA – KEUNIVERSALAN ILMU YANG DITULIS – KEPIONIRAN – KEKOMPREHENSIVAN DATA YANG DIKUMPULKAN

36 KRITERIA POKOK UNTUK MENERIMA SUATU ARTIKEL IALAH SUMBANGAN MEMAJUKAN: – ILMU, dan/atau – TEKNOLOGI, dan/atau – INOVASI

37 PENDAHULUAN SEBELUM MENULIS ARTIKEL ILMIAH ADA PRASYARAT MUTLAK YAITU ADANYA HASIL PENELITIAN YANG – SUDAH DIRANCANG DAN DILAKUKAN DENGAN BAIK – DIANALISIS DENGAN BAIK DAN BENAR – DATANYA TELAH DISEDERHANAKAN DALAM BENTUK TABEL ATAU GRAFIK – SUDAH DIKUASAI DAN DIBAHAS – SUDAH MENGHASILKAN KESIMPULAN

38 BAHKAN, PADA SAAT MERANCANG PENELITIAN SUDAH HARUS DITARGETKAN KE JURNAL MANA NANTI HASIL PENELITIAN INI AKAN DITERBITKAN.

39 PENDAHULUAN TOPIK BAHASAN ADALAH TAHAPAN PROSES PENULISAN ILMIAH PADA JURNAL BERTARAF INTERNASIONAL BEREPUTASI, YANG AKAN DILALUI SEJAK DARI AWAL PENULISAN SAMPAI KE ARTIKEL TERSEBUT DITERBITKAN

40 TAHAPAN PROSES PENULISAN PADA JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL PEMILIHAN JURNAL ILMIAH PENCARIAN INSTRUCTION FOR AUTHORS PENCARIAN SALAH SATU CONTOH ARTIKEL YANG SUDAH TERBIT PENULISAN ARTIKEL MENURUT PETUNJUK PENGIRIMAN NASKAH PENGEMBALIAN NASKAH OLEH EDITOR-IN-CHIEF PERBAIKAN NASKAH PENGIRIMAN NASKAH YANG SUDAH DIPERBAIKI PEMERIKSAAN GALLEY PROOF PENYELESAIAN ADMINISTRASI PEMESANAN REPRINTS PENERIMAAN REPRINTS

41 PEMILIHAN JURNAL ILMIAH UNTUK SUATU BIDANG ILMU TERTENTU TERDAPAT BANYAK (ATAU BAHKAN SANGAT BANYAK) JURNAL ILMIAH YANG BERTARAF INTERNASIONAL BEREPUTASI PERLU MEMILIH JURNAL ILMIAH MANA YANG PALING COCOK DENGAN TOPIK YANG AKAN KITA TULIS

42 PEMILIHAN JURNAL ILMIAH CARA YANG PALING SEDERHANA ADALAH – DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL YANG SESUAI DENGAN BIDANG KEILMUAN ANDA – BACALAH KETERANGAN TENTANG CAKUPAN BIDANG ILMU YANG SESUAI DENGAN JURNAL TERSEBUT

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56 PEMILIHAN JURNAL ILMIAH KALAU TIDAK MENEMUKAN JURNAL YANG SESUAI COBALAH BERKONSULTASI DENGAN KOLEGA ANDA UNTUK MEMBICARAKAN KE JURNAL MANA ARTIKEL TERSEBUT PALING TEPAT DIKIRIM

57 PENCARIAN INSTRUCTION FOR AUTHORS KALAU ANDA SUDAH MENEMUKAN JURNAL ILMIAH YANG TEPAT, CARILAH INSTRUCTION FOR AUTHORS PADA JURNALNYA ATAU PADA WEB JURNAL ITU DI INTERNET SELAIN DENGAN CARA ITU ANDA JUGA PERLU MENDAPATKAN CONTOH ARTIKEL DARI EDISI TERBARU JURNAL TERSEBUT UNTUK MENGIKUTI FORMAT YANG SUDAH BERLAKU

58 BAGI PARA PEMULA, COBA BACA ARTIKEL- ARTIKEL SEBIDANG KITA UNTUK BELAJAR BAGAIMANA CARA ORANG-ORANG YANG SUDAH BERHASIL MENULISKAN ARTIKELNYA DALAM BAHASA INGGRIS PELAJARI STRATEGI PENULISAN SEMUA KOMPONEN ARTIKEL SUPAYA ADA ACUAN BAGAIMANA KITA MENULISKANNYA DALAM BAHASA INGGRIS YANG BISA DITERIMA.

59 PENULISAN ARTIKEL SEBELUM MENULIS ARTIKEL BACALAH INSTRUCTION FOR AUTHORS DENGAN BAIK INSTRUCTION FOR AUTHORS MENGANDUNG PANDUAN TENTANG FORMAT PENULISAN SELURUH NASKAH

60 RINCIAN YANG PERLU DIPERHATIKAN ADALAH UKURAN DAN JENIS KERTAS SPASI PENOMORAN HALAMAN JUMLAH BARIS PER HALAMAN MARGIN PENOMORAN SETIAP BARIS TULISAN PENULISAN TITLE PAGE PENULISAN BADAN ARTIKEL

61 PENULISAN TITLE PAGE PADA TITLE PAGE BIASANYA DITULIS – NAMA PENULIS DAN ALAMAT LEMBAGA DI MANA PENELITIAN DILAKUKAN – ALAMAT PENULIS KORESPONDENSI – UMUMNYA RUNNING HEAD TITLE JUGA AKAN DITULIS PADA HALAMAN INI

62 PENULISAN BADAN ARTIKEL ABSTRACT DAN KEYWORDS INTRODUCTION MATERIAL AND METHODS RESULTS AND DISCUSSION ATAU RESULTS TERPISAH DARI DISCUSSION ACKNOWLEDGEMENT REFERENCE LIST TABLES FIGURE LEGENDS FIGURES

63 ABSTRACT DAN KEYWORDS FORMAT ABSTRACT (KAPITAL, TEBAL, TENGAH ATAU TEPI KIRI) ADA BEBERAPA JURNAL YANG TIDAK MENGHARUSKAN MENULIS JUDUL ABSTRACT LIHAT CONTOH PENULISAN PADA CONTOH ARTIKEL ABSTRACT MERUPAKAN RINGKASAN PENTING KESELURUHAN PENELITIAN YANG MELIPUTI TUJUAN, METODE, HASIL DAN KESIMPULAN DALAM BENTUK SINGKAT NAMUN JELAS

64 ABSTRACT DAN KEYWORDS UNTUK DIKETAHUI, ABSTRACT INILAH YANG BIASANYA DIGUNAKAN DALAM ABSTRACTING UNTUK RETRIEVAL SYSTEM BAIK SECARA ELEKTRONIK MAUPUN CETAK JUMLAH KATA MAKSIMUM DALAM SUATU ABSTRACT UMUMNYA DIBATASI ANTARA 100 DAN 250 KATA UMUMNYA ABSTRACT DITULIS DALAM KALIMAT PAST TENSE ABSTRACT BIASANYA DITUTUP DENGAN KEYWORDS

65 INTRODUCTION INTRODUCTION MENGANDUNG PENGANTAR KENAPA KITA MELAKUKAN PENELITIAN, HIPOTESIS DAN TUJUAN PENELITIAN INTRODUCTION JANGAN DISAMAKAN DENGAN TINJAUAN PUSTAKA RUJUKAN PADA PENELITIAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN HASIL LEBIH BAIK DITUNDA DALAM DISCUSSION BIASANYA JUMLAH KATA DALAM INTRODUCTION DIBATASI SEKITAR 250 PADA SEBAGIAN BESAR JURNAL BAGIAN INTRODUCTION DITULIS DALAM KALIMAT PRESENT TENSE

66 MATERIAL AND METHODS KESAHIHAN HASIL YANG ANDA PEROLEH DITENTUKAN OLEH MATERI DAN PENDEKATAN METODE YANG ANDA GUNAKAN JELASKAN SECARA RINCI MATERI DAN METODE YANG DIGUNAKAN CUKUP RINCI SEHINGGA ORANG LAIN HANYA DENGAN MEMBACA BISA MENGULANGI PERCOBAAN PERSIS SEPERTI YANG ANDA LAKUKAN

67 MATERIAL AND METHODS PENGGUNAAN PROSEDUR YANG SUDAH BAKU BISA DIRUJUK SAJA MATERI DAN METODE BISA MENGANDUNG TABEL ATAU SKEMA ATAU GAMBAR YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN PENELITIAN JELASKAN PROSEDUR ANALISIS STATISTIK YANG DIGUNAKAN MATERIAL AND METHODS DITULIS DENGAN KALIMAT PAST TENSE

68 RESULTS AND DISCUSSION ADA JURNAL YANG MENGHARUSKAN PEMISAHAN RESULTS DARI DISCUSSION, ATAU MENYATUKAN RESULTS AND DISCUSSION, ADA PULA YANG MENYERAHKAN KEPADA PENULIS KALAU RESULTS TERPISAH DARI DISCUSSION, BAGIAN RESULTS SEMATA-MATA HANYA MENYAJIKAN HASIL PENELITIAN TANPA HARUS MEMBAHASNYA PEMBAHASAN BARU DILAKUKAN DI DISCUSSION

69 RESULTS AND DISCUSSION DALAM PENYAJIAN HASIL UNGKAPKAN HASIL SECARA JELAS DAN LUGAS GUNAKAN KALIMAT PAST TENSE YANG SEDERHANA KALIMAT PANJANG AKAN MEMBINGUNGKAN PEMBACA UNTUK PENYAJIAN DATA YANG SEDERHANA GUNAKAN TABEL UNTUK DATA YANG RUMIT DAN BANYAK GUNAKAN GRAFIK JANGAN MENYAJIKAN GAMBAR DARI DATA TABEL MULAILAH MENULIS HASIL DENGAN CARA YANG SISTEMATIS

70 RESULTS AND DISCUSSION ANDA BISA MENYAJIKAN DAN MENULIS HASIL MULAI DARI HASIL UTAMA YANG KEMUDIAN DIIKUTI OLEH DATA ATAU HASIL PENDUKUNGNYA ATAU SEBALIKNYA INFORMASI YANG ANDA SAJIKAN HARUS TERSUSUN RAPIH SECARA BERURUTAN DAN SESUAI DENGAN HIRARKI TEORINYA

71 RESULTS AND DISCUSSION JANGAN MENGULANG MENULIS ANGKA YANG TELAH TERTULIS DALAM TABEL DI DALAM TEKS KALAU MAU MENEKANKAN HASIL YANG DIPEROLEH SEBAIKNYA SAJIKAN DALAM BENTUK ANGKA LAIN MISALNYA DALAM BENTUK PERSENTASE ATAU SELISIH KALAU MAU MENUNJUKKAN ANGKA YANG DIMAKSUD, RUJUK SAJA TABEL YANG MENGANDUNG ANGKA TERSEBUT

72 RESULTS AND DISCUSSION PADA UMUMNYA JURNAL INTERNASIONAL TIDAK MENGINGINKAN BAHASA STATISTIK (SEPERTI TREATMENT, SIGNIFICANTLY DIFFERENT DITULIS DALAM HASIL KATA AFFECTS ATAU MEMPENGARUHI MEMPUNYAI DUA ARTI BISA TURUN ATAU NAIK

73 RESULTS AND DISCUSSION ANALISIS KORELASI TIDAK BISA MENYATAKAN YANG MANA YANG DEPENDENT DAN INDEPENDENT VARIABLES, SEPERTI PADA REGRESI PENGGUNAAN KATA PENGARUH JUGA KADANG-KADANG HARUS DICERMATI APAKAH LANGSUNG ATAU TIDAK

74 RESULTS AND DISCUSSION PEMBAHASAN PERLU DITULIS DENGAN BAHASA YANG JELAS DAN JANGAN MENGGUNAKAN KALIMAT YANG TERLALU PANJANG DALAM PEMBAHASAN BIASANYA DIGUNAKAN DUA TENSES KALIMAT UNTUK MEMBEDAKAN MANA HASIL PENELITIAN YANG SEDANG DILAPORKAN DAN MANA HASIL DARI RUJUKAN PUSTAKA HASIL PENELITIAN DITULISKAN DALAM PAST TENSE SEMENTARA HASIL RUJUKAN DALAM PRESENT TENSE

75 RESULTS AND DISCUSSION DALAM BAGIAN DISCUSSION YANG PERLU DIBAHAS ADALAH APAKAH HASIL YANG DIDAPAT SESUAI DENGAN HIPOTESIS ATAU TIDAK PENGUTIPAN LITERATUR DALAM DISCUSSION JANGAN TERLALU PANJANG SARIKAN DAN TULIS HASIL PENELITIAN ORANG LAIN DALAM BAHASA SENDIRI JANGAN MENGUTIP PENDAPAT ORANG DI TEMPAT YANG TIDAK TEPAT KUMPULAN PENELITIAN SEJENIS BISA DIRUJUK SECARA BERKELOMPOK

76 RESULTS AND DISCUSSION PENYAJIAN DISCUSSION JUGA SEBAIKNYA MEMPUNYAI ALUR YANG SISTEMATIS, JANGAN MEMBAHAS SUATU ASPEK BERULANG-ULANG GUNAKAN KERANGKA PEMIKIRAN YANG SISTEMATIS SEHINGGA PEMBAHASAN AKAN BERAKHIR KE SUATU TITIK YANG AKAN MENDUKUNG SIMPULAN ANDA IMPLIKASI PENELITIAN (TEORETIS DAN APLIKASI) PERLU DITEKANKAN DALAM PEMBAHASAN KALAU ADA SARAN DAN KRITIK AKAN PENELITIAN BISA DIUNGKAPKAN DALAM PEMBAHASAN

77 DISCUSSION PEMBAHASAN JANGAN TERLALU BERSPEKULASI BIASANYA DISCUSSION AKAN DITUTUP DENGAN CONCLUSION

78 CONCLUSION CONCLUSION TIDAK SELALU HARUS ADA HEADING CONCLUSION DALAM MENGAMBIL SIMPULAN JANGAN BERSPEKULASI SIMPULAN HARUS DIDASARKAN ATAS FAKTA HASIL PENELITIAN

79 ACKNOWLEDGEMENT ACKNOWLEDGEMENT UMUMNYA DITEMPATKAN SEBELUM DAFTAR PUSTAKA DALAM ACKNOWLEDGEMENT PERLU DISEBUTKAN LEMBAGA PEMBERI DANA (BESERTA NOMOR KONTRAKNYA) SEBAGAI DOKUMENTASI PENGAKUAN KONTRIBUSI INDIVIDU ATAU LEMBAGA YANG BERARTI DALAM PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENULISAN

80 REFERENCE LIST PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA TERDIRI ATAS DUA JENIS – PENOMORAN – ALFABETIS

81 REFERENCE LIST DALAM PENULISAN DAFTAR PUSTAKA SELALU MENGACU PADA INSTRUCTION FOR AUTHORS YANG PERLU DICERMATI ADALAH: – NAMA PENULIS – TAHUN PENERBITAN – JUDUL – SUMBER – HALAMAN

82 PENULISAN TABLE TABEL SELALU DISIAPKAN DALAM HALAMAN TERPISAH DARI TEKS SETIAP TABEL DIBERI NOMOR URUT ANGKA ARAB, DAN DIKETIK PADA HALAMAN TERPISAH IKUTI FORMAT PENULISAN TABEL UMUMNYA GARIS HORISONTAL SEPANJANG HALAMAN YANG DIPERBOLEHKAN HANYA TIGA GARIS VERTIKAL SAMA SEKALI TIDAK DIPERKENANKAN

83 PENULISAN TABEL JUDUL TABEL BIASANYA DITEMPATKAN DI ATAS TABEL PERHATIKAN FORMAT PENULISAN JUDUL TABEL ANGKA-ANGKA DALAM TABEL DIFORMAT MENURUT TITIK DESIMAL TABEL HARUS BISA BERDIRI SENDIRI TANPA HARUS MEMBACA TEKS

84 FIGURE LEGENDS JUDUL GAMBAR DILAMPIRKAN SETELAH TABEL TULISKAN JUDUL MASING-MASING GAMBAR DALAM HALAMAN TERPISAH DARI GAMBARNYA

85 FIGURE FIGURE DIGUNAKAN UNTUK MENYAJIKAN DATA YANG BANYAK SEHINGGA MENJADI TIDAK COCOK JIKA DITABULASIKAN SETIAP GAMBAR DICETAK PADA HALAMAN TERPISAH BERIKAN IDENTIFIKASI NOMOR GAMBAR DAN PENULIS DI BAGIAN BELAKANG GAMBAR TUNJUKKAN MANA BAGIAN ATAS DAN BAWAH

86 FIGURE KETERANGAN SIMBOL-SIMBOL YANG DIGUNAKAN DALAM GAMBAR SEBAIKNYA DIJELASKAN DALAM JUDUL SUMBU YANG DIGUNAKAN JUGA CUKUP SATU X DAN SATU Y, KECUALI MEMANG DIPERLUKAN LEBIH DARI SATU

87 PENGIRIMAN NASKAH SEBELUM MENGIRIMKAN NASKAH PERIKSA SEKALI LAGI KELENGKAPAN DAN KESESUAIAN DENGAN FORMAT PERIKSA ATURAN BAHASA DAN EJAAN APAKAH SUDAH BENAR PERBANYAK NASKAH SESUAI DENGAN KEBUTUHAN JURNAL, DAN PERIKSA KELENGKAPANNYA

88 PENGEMBALIAN NASKAH OLEH EDITOR-IN-CHIEF SETELAH NASKAH DITERIMA, DEWAN REDAKSI AKAN MENGIRIMKAN SURAT PERNYATAAN TELAH MENERIMA NASKAH YANG DISERTAI DENGAN NORMOR NASKAH SETELAH REVIEW NASKAH AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA PENULIS DENGAN PERBAIKAN ATAU TIDAK KALAU DENGAN PERBAIKAN, PERBAIKILAH NASKAH SESUAI DENGAN SARAN

89 PERBAIKAN NASKAH PERBAIKILAH NASKAH DI MANA DINYATAKAN DEMIKIAN BAIK OLEH MITRA BESTARI ATAU PENYUNTING PELAKSANA KALAU ADA SARAN ATAU PERBAIKAN YANG TIDAK DAPAT ANDA TERIMA BERIKAN PENJELASAN KEPADA EDITOR KENAPA DEMIKIAN

90 PENGIRIMAN NASKAH YANG SUDAH DIPERBAIKI SETELAH DIPERBAIKI, KIRIMKAN KEMBALI NASKAH BERSAMA-SAMA DENGAN NASKAH LAMA KIRIMKAN SESUAI DENGAN EKSEMPLAR YANG DITENTUKAN PADA SAAT REVISI TERAKHIR BIASANYA ANDA JUGA DIMINTAKAN UNTUK MENGIRIMKAN NASKAH ELEKTRONIK

91 PEMERIKSAAN GALEY PROOF DAN PENYELESAIAN ADMINISTRASI DAN PEMESANAN REPRINTS SETELAH DITERIMA DALAM VERSI TERAKHIR DEWAN REDAKSI AKAN MELAKUKAN SETTING DAN CONTOH CETAKNYA AKAN DIKIRIMKAN KEPADA PENULIS PERIKSALAH CONTOH CETAK SECARA CERMAT TIDAK DIPERKENANKAN LAGI MENGUBAH TEKS, DAN PERBAIKAN HARUS DIKEMBALIKAN DALAM TEMPO 48 JAM SETELAH DITERIMA PEMESANAN REPRINTS DAN PEMBAYARAN PAGE CHARGE UMUMNYA DILAKUKAN PADA TAHAP INI

92 PENERIMAAN REPRINTS SETELAH ARTIKEL TERBIT, PIHAK PENERBIT AKAN MENGIRIMKAN REPRINTS GRATIS ATAU SESUAI DENGAN PESANAN ANDA KALAU SUDAH MENDAPATKAN REPRINTS, BAHAN TERSEBUT DAPAT DIKIRIMKAN KEPADA KOLEGA ANDA SELAMAT BERKARYA

93 TERIMA KASIH

94

95

96

97

98

99

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111


Download ppt "Standar Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal yang Bereputasi Internasional Terindeks WASMEN MANALU DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI, DAN FARMAKOLOGI, FAKULTAS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google