Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teleconference 5 Program Pra Doktor 9 Maret 2015 Jam 11:00 -13:00.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teleconference 5 Program Pra Doktor 9 Maret 2015 Jam 11:00 -13:00."— Transcript presentasi:

1 Teleconference 5 Program Pra Doktor 9 Maret 2015 Jam 11:00 -13:00

2 Pokok Bahasan Teleconference 3, 4 & 5 Senin 2/3: Melacak makalah penelitian empirik (PE) pasca SR. Kamis 5/3: Critical Appraisal (CA) makalah PE. Senin 9/3: Masalah & Tujuan penelitian yg diperbaharui (+ Telaah Pustaka)

3 Butir2 penting yg perlu diingat Masalah praktis = masalah yg dihadapi praktisi = kesenjangan antara keadaan yg seharusnya dan keadaan yg ada. Contoh: ketaatan minum obat anti-TB dan kesembuhan TB paru rendah. Praktisi perlu mengetahui apakah DOTS yg dianjurkan WHO dan KemenKes memang berdayaguna (efficacious); dan, jika tidak berdayaguna apakah ada intervensi lain yg terbukti berdayaguna.

4 Catatan: Istilah effectiveness & efficiency lebih cocok digunakan utk tindakan2 managerial (upaya2 yg meningkatkan cakupan tindakan dgn cara yg hemat). Contoh: Puskesmas mungkin efektif meningkatkan jumlah penderita yg menggunakan DOTS dengan cara yg efisien, tetapi DOTS belum tentu menyebabkan penderita taat minum obat (atau mengakibatkan konversi sputum positif ke negatif pada akhir masa pengobatan).

5 Keterangan: Istilah-istilah “menyebabkan”, “menimbulkan”, “mengakibatkan” atau “mempengaruhi” digunakan untuk menunjukkan kausasi (hubungan sebab akibat antara X dan Y). Istilah-istilah “berkaitan” atau “berhubungan” digunakan untuk menunjukkan korelasi (X dan Y berkovariasi). Kriteria kausasi: korelasi yg bermakna (tidak semu dan koefisien tinggi) + kriteria Bradford Hill yg lain (konsistensi, spesifik, hubungan temporal, hubungan Dose-Response, dst.)

6 Hubungan Masalah Praktis & Masalah Penelitian Praktisi membutuhkan informasi ttg tindakan berdasarkan bukti yg kuat (EBP) Peneliti menyediakan bukti yg kuat berdasarkan penelitian empirik yg tidak bermasalah

7 Masalah Penelitian = masalah yg dihadapi peneliti: a.kesimpulan penelitian tentang hipotesis penelitian (HP)* logis tetapi HP tidak didukung karena kerangka konsep tidak valid. b.Kesimpulan penelitian tentang HP tidak logis karena rancangan penelitian tidak kokoh (robustness rendah) c.Kesimpulan penelitian tentang HP tidak logis karena pelaksanaan penelitian tidak sesuai rencana penelitian (fidelity rendah). *) HP: “Ada hubungan yg erat antara X & Y (r ≥ r min )”

8 Masalah Penelitian S3 sebaiknya mencakup semuanya: ada tindakan yg sudah lazim digunakan tetapi Systematic Review (SR) makalah-makalah penelitian empirik (PE) menunjukkan bahwa tindakan tsb tidak efikasius. Masalah penelitian seperti ini yg aktual dapat ditemukan di makalah-makalah SR terkini dan bermutu.

9 Review makalah-makalah PE selanjutnya sebaiknya berupa SR. Alternatif: review makalah-makalah PE yg dicari melalui sejumlah mesin pencari (lihat di dan dinilai secara kritis. Makin sistematik reviewnya makin berguna utk memperbaharui Masalah & Tujuan Penelitian dan utk menyusun Bab II.

10 Tulis di awal Bab II: Cara melacak & mengumpulkan makalah2 PE: mesin2 pencari, kata/rangkaian kata kunci dan kriteria inklusi yg digunakan. Cara menyaring makalah2 tsb (cara CA). Cara mensintesis temuan makalah yg tersaring: 1. utk mensintesis menjadi kerangka konsep & HP; atau/dan, 2. untuk mensintesis data/fakta (meta-analisis/ meta-etnografi)

11 Review Makalah-Makalah PE Melacak & mengumpulkan Menyusun Bab II Mensintesis: 1.Kerangka konsep & Hipotesis penelitian 2. Mengolah data/fakta gabungan Menyaring (CA)

12 Critical Appraisal makalah-makalah PE: 1.Manfaat praktis (berkaitan dgn EBP)? Manfaat teoretis (memperbaiki kerangka konsep)? 2.Masalah Penelitian & Tujuan Penelitian mengacu kepada masalah yg dihadapi peneliti2 sebelumnya? 3.Kesimpulan Penelitian dapat diterima? a.Validity kerangka konsep? b.Robustness rancangan penelitian? c.Fidelity pelaksanaan penelitian?

13 Kesimpulan Penelitian logis? Kesimpulan Penelitian Tidak Logis HP Didukung HP Tidak didukung HP Didukung Logis HP Tidak didukung Bukti Kuat Masalah Penelitian

14 3.a. Validitas Kerangka Konsep Telaah pustaka & pendapat ahli ttg konstruk- konstruk dalam kerangka konsep. Konstruk = konsep terstruktur. Struktur dari intervensi, hasil, mediator & moderator: Nama & definsi operasional dari konstruk, dimensi & variabel Perlakuan thd masing-masing variabel.

15 15 Moderator Intervensi (Prediktor) Hasil (Kriterion) Mediator V2V2V1 Explanatory Theory Kerangka Konsep F1F3F2 F = Faktor = Dimensi V = variabel atau item Action (Predictive) Theory

16 Jenis VariabelPerlakuanTujuan Prediktor (X) & Kriterion (Y) DiamatiMeneliti korelasi X & Y V Bebas (X) & V Terikat (Y) V Bebas dimanipulasi (variasinya ditentu- kan), V Terikat diamati Meneliti korelasi X & Y ModeratorDikontrol, diamati atau dimanipulasi Meneliti pengaruh ciri atau keadaan unit analisis thd korelasi X & Y MediatorDiamatiMeneliti mekanisme korelasi X & Y Confounding (Moderator yg tidak spesifik) DikontrolMenghilangkan pengaruh V Confounding (perancu) thd korelasi X & Y

17 3.b. Kekuatan Rancangan Penelitian Rancangan Penelitian (Bab III A): Logika (= cara bernalar yang dianggap valid) dari metoda penelitian. Mencakup: 1. Rancangan pengumpulan data 2. Rancangan pengolahan data 3. Rancangan penafsiran data

18 1. Rancangan Pengumpulan Data Logika pengumpulan data yang valid: Peneliti secara konsisten menggunakan alat/cara yang valid untuk mengumpulkan data dari subyek yang tepat. a.Alat/cara yang valid b.Penggunaan yang konsisten c. Subyek yang tepat

19 a. Alat/Cara Pengumpulan Data yang Valid Peneliti harus membuktikan dengan data kuantitatif dan kualitatif bahwa alat/cara pengumpulan datanya valid: Validitas Isi (V. ahli; V. substansi; V. Konsep; V. Muka) – sesuai dengan pendapat para ahli; disusun dalam/diterjemahkan ke bahasa yang dapat dimengerti responden. Validitas Konstruk – pengujian sejumlah hipotesis tentang validitas dari alat/cara pengumpulan data yang bersangkutan.

20 b. Penggunaan yang konsisten Peneliti harus membuktikan dengan data kualitatif dan kuantitatif bahwa alat/cara pengumpulan data yang valid digunakan secara konsisten: Pengumpul data diseleksi, dilatih & disupervisi Hasil pengumpulan data inter- dan intra- pengumpul data dianalisis

21 c. Subyek yang tepat Peneliti harus membuktikan dengan data kualitatif dan kuantitatif bahwa subyek yg memiliki data tepat (= unit pengamatan): Kualitas: Memiliki data yg diperlukan untuk mengukur variabel2 dari konstruk yg bersangkutan; tidak menimbulkan bias pengumpulan data (e.g., same subject bias, recall bias, sampling bias) Kuantitas: Sesuai dengan besar populasi (N) dan besar sampel (n) unit analisis: sampling error dihindari pada pembentukan sampel unit analisis dan sampel subyek (= unit pengamatan).

22 2. Rancangan Pengolahan Data/Fakta Metoda meringkas dan menginferensi data/ fakta yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari metoda yg bersangkutan. Misalnya, untuk data kuantitatif peneliti menggunakan teknik ilmu statistik yg sesuai skala dan persyaratan/asumsi.

23 3. Rancangan Penafsiran Data Logika penafsiran data yang valid: Peneliti mempertimbangkan a. validitas dalam - sejauh mana korelasi X & Y yang bermakna bukan karena moderator atau variabel confounding yang diabaikan. b. validitas luar – sejauh mana hasil penelitian berlaku untuk unit analisis di luar populasi penelitian.

24 Untuk meningkatkan validitas dalam peneliti dapat melakukan: 1.Analisis multivariat – korelasi yang menggunakan 2/> prediktor, 2/> kriterion atau keduanya. Nilai tambah: Validitas external tinggi Nilai kurang: Membutuhkan jumlah unit analisis yang besar

25 2.Mengontrol (membuat konstan) a. moderator2 spesifik dengan Korelasi Parsial, kriteria inklusi dan kelompok kontrol yg diMatch. Nilai kurang: Validitas external berkurang; matching cocok jika variabel bebas dimanipulasi b. moderator2 tidak spesifik (variabel2 perancu) dengan penempatan unit analisis secara acak ke kelompok kontrol dan Pre-test. Nilai kurang: Cocok jika variabel bebas dimanipulasi; Validitas external berkurang.

26 Variabel2 Perancu a)History – variabel2 lingkungan b)Maturasi – variabel2 intra subyek c)Testing – variabel2 pengukuran d)Instrumentasi – variabel2 alat ukur e)Seleksi diferensial – variabel2 inter-subyek f)Tendensi sentral – variabel2 subyek extrem g)Mortalitas – variabel2 subyek yang drop-out

27 Dengan penempatan acak unit2 analisis ke kelompok2 kontrol diharapkan data variabel2 perancu sama di kelompok2 tsb, kecuali Mortalitas Populasi Sampel X1X1 X0X0 R R R

28 Cara mengendalikan Mortalitas dengan Pre-test (untuk melihat siapa yang drop-out) Hipotesis penelitian didukung jika Selisih Mean O post kedua kelompok ≥ Selisih Mean Minimum (yang dipatok sebelum penelitian dimulai). O pre juga dapat digunakan untuk melihat apakah unit2 analisis kedua kelompok setara dalam hal variabel terikat sebelum V bebas dimanipulasi. R O X 1 O R O X 0 O

29 Validitas external menurun karena ada kemungkinan interaksi antara Pre-test dengan Intervensi Interaksi antara Seleksi dengan Intervensi Pengaturan2 khusus

30 3.c. Keseksamaan pelaksanaan penelitian Rencana Penelitian: Logistika (= rincian yg logis) dari pelaksanaan penelitian.

31 Sintesis temuan makalah-makalah PE dgn kesimpulan yg valid menjadi: a. Kerangka konsep: menunjukkan hubungan dan struktur konstruk2 Tindakan (X), Hasil (Y), Mediator dan Moderator. b. Hipotesis penelitian tentang: 1. Korelasi X & Y 2. Mediator jika korelasi X & Y kuat (r ≥ r min ) 3. Moderator jika hubungan X & Y lemah 4. X atau/dan Y baru (dengan mediator dan moderatornya). Makalah-makalah PE dgn kesimpulan yg tidak valid diperiksa  mungkin ada metoda pengumpulan data, pengolahan data dan penfasiran data yg valid.

32 Contoh CA Makalah PE Song Yao, Wen-Hui Huang, Susan van den Hof, Shu-Min Yang, Xiao-Lin Wang, Wei Chen, Xue- Hui Fang, Hai-Feng Pan. (2011). Treatment adherence among sputum smear-positive pulmonary tuberculosis patients in mountainous areas in China. BMC Health Services Research 2011, 11:341 (16 December 2011)Treatment adherence among sputum smear-positive pulmonary tuberculosis patients in mountainous areas in China

33 Conclusion: In these mountainous areas of China, the TB control program is not fully functioning according to the guide- lines. The majority of patients are not treated under direct observation, while direct observation by health care staff was associated with better adherence, both to drug therapy and re-examinations. Measures should be taken urgently in these areas to strengthen implementa- tion of the Stop TB strategy Kesimpulan: Hipotesis Penelitian didukung. Tujuan CA: Menentukan apakah kesimpulan penelitian valid.


Download ppt "Teleconference 5 Program Pra Doktor 9 Maret 2015 Jam 11:00 -13:00."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google