Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WORSHOP KTI (2) PENDAHULUAN Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 18 Pebruari 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WORSHOP KTI (2) PENDAHULUAN Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 18 Pebruari 2015."— Transcript presentasi:

1 WORSHOP KTI (2) PENDAHULUAN Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 18 Pebruari 2015

2 Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 04/E/2012 tentang Pedoman Karya Tulis Ilmiah BAB PENDAHULUAN 1.Penjelasan tentang permasalahan aktual (teknis/sosial/kultural) yang akan diteliti, ditinjau/diulas, dan dikaji 2.Ulasan mengenai penelitian terkait yang pernah dilakukan sendiri atau orang lain 3.Penjelasan perbedaan dengan penelitian yang sedang dijalankan; atau penjelasan untuk melengkapi penelitian sebelumnya atau penelitian terbaru. 4.Tujuan dan manfaat dari penelitian, tinjauan/ulasan/review, dan kajian yang akan diperoleh dan keterkaitannya dengan temuan yang telah dilaporkan/diperoleh sebelumnya.

3 Hengl, T. and M. Gould Rules of thumb for writing research articles Main functions of Introduction: 1.Introduces the topic and defines the terminology; 2.Relates to the existing research; 3.Indicates the focus of the paper and research objectives

4 .

5 Preferred style: Simple tense for reffering to established knowledge or past tense for literature review; Rule of thumb use the state-of-the-art references; follow the logical moves; define your terminology to avoid confusion;

6 Kesalahan umum dalam membuat bab Pendahuluan

7 1. Kalimat pembuka yang klise* Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. [Cuplikan dari suatu laporan hasil penelitian] Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar ke lima di dunia.[Cuplikan dari suatu thesis]. *klise= gagasan (ungkapan) yang terlalu sering dipakai

8 Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor empat setelah India, Cina, Kenya, dan Srilanka. [Cuplikasn Skripsi berjudul “Analsis struktur harga pokok produk, efisiensi dan efektivitas proses produksi komoditin the”] Indonesia merupakan negara penghasil cengkeh terbesar di dunia dengan kapasitas produksi sebesar ton/tahun. [Cuplikan dari suatu Skripsi]

9 Indonesia merupakan negara produsen utama kakao dunia. [Cuplikan suatu hasil penelitian] berjudul “Analisis Daya Saing Komoditas Kakao Indonesia” ] Indonesia merupakan negara dengan perkebunan karet terluas di dunia. [Cuplikan dari suatu Skripsi]

10 PendahuluanTujuan Nilam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak yang terpenting di Indonesia.  Pentingnya minyak nilam, produksi dan mutu saat ini, upaya perbaikan melalui penciptaan aksesi nilam. Mengetahui dan mendapatkan karakter morfologi, produksi dan mutu minyak atsiri yang terbaik dari 15 aksesi nilam. 2. Kalimat pembuka yang klise dan tidak sejalan dengan tujuan

11 PendahuluanTujuan Panili merupakan salah satu tanaman introduksi yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah.  Pentingnya panili, peran penting pupuk, jenis pupuk yang tersedia saat ini, perlunya memperbaiki komposisi pupuk dan cara aplikasi. Mengkaji komposisi media tanam dan frekuensi aplikasi pupuk daun terhadap pertumbuhan setek panili.

12 PendahuluanTujuan Tanaman nilam merupakan salah satu penghasil minyak atsiri penting di Indonesia dengan kontribusi ekspor mencapai ton senilai US$22,5 juta pada tahun  Hama penggulung pada nilam (kerugian, jenis, sebaran), cara pengendalian yang ada, jenis insektisida nabati yang sudah dikembangkan, kesenjangan. Menguji beberapa formula insektisida nabati untuk mengendali kan hama penggulung daun nilam.

13 PendahuluanTujuan Jarak pagar merupakan tanaman penghasil minyak nabati untuk bahan baku bio-diesel. Arti penting minyak jarak pagar sebagai penghasil biodiesel, produksi dan cara budidaya saat ini, status peneltian embriogeniesis pada jarak pagar, dan kesenjangan. Menguji beberapa komposisi dan sumer eksplan yang tepat untuk induksi kalus, perkecambahan, dan pertumbuhan tunas jarak pagar yang dihasilkan dari embriogenesis somatik.

14 PendahuluanTujuan Wijen merupakan komoditas bahan baku pangan dan industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena bijinya dapat digunakan untuk aneka industri dan minyak makan. Nilai ekonomi wijen, sebaran, kendala produksi, status penelitian untuk mendapat galur wijen, dan kesenjangan. Potensi hasil dan daya adaptasi galur terhadap lingkungan di tiga lokasi.

15 PendahuluanTujuan Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah Indonesia dan bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka.  Arti ekonomi jahe, kendala perbenihan dan OPT, status teknologi perbenihan jahe, potensi pestisida nabati untuk meningkatkan mutu benih, dan kesenjangan. Mengetahui daya simpan benih/ rimpang jahe dengan perlakuan pestisida nabati di dataran tinggi dan kelayakan usahanya.

16 PendahuluanTujuan Karet merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang mempunyai peran cukup tingi bagi perekonomian nasonal, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara.  Peran penting karet rakyat di Bengkulu untuk nasional, kendala produksi, kondisi lahan, dan kesenjangan. Mengkaji kesuburan tanah pada perkebunan karet rakyat di Provinsi Bengkulu.

17 PendahuluanTujuan Tanaman kelapa merupakan salah satu tanaman yang tidak efisien dalam menggunakan lahan.  Pentingnya tumpangsari kopi-kelapa, ketersediaan hara, status penelitian mikoriza pada kopi- kelapa, dan kendala peneltian. Mengetahui pengaruh mikoriza dan pupuk NPK untuk tanaman kopi yang ditanam di bawah tegakan kelapa.

18 PendahuluanTujuan Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia.  Nilai ekonomi tempe, nilai gizi, status diversifikasi produk tempe, potensi bubur tempe, dan kesenjangan. a)Membuat tepung formula tempe sebagai makanan tambahan yang disajikan dalam bentuk bubur. b)Mengetahui tepung formula tempe terbaik menurut tingkat kesukaan konsumen dari hasil uji organoleptik panelis.

19 PendahuluanTujuan Penyakit vascular streak dieback (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae merupakan penyakit utama yang menyebabkan kerugian besar pada tanaman kakao di Indonesia.  Pentingnya penyakit VSD, cara pengendalian, perkembanan penelitian potensi minyak cengkeh dan serai wangi, serta ekstrak bawang, dan kendala. Mempelajari aktivitas antijamur minyak cengkeh, serai wangi dan ekstrak bawang putih terhadap C. theobromae penyebab penyakit VSD.

20 Penyakit vascular streak dieback (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae merupakan penyakit utama yang menyebabkan kerugian besar pada tanaman kakao di Indonesia. Kesalahan: Yang menyebabkan kerugian adalah patogen, bukan penyakit. Kata “penyakit” dan “yang” diulang dua kali.

21 1.Penyakit vascular streak dieback (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae merupakan kendala utama pada tanaman kakao di Indonesia. [19 kata] 2.Ceratobasidium theobromae yang menyebabkan penyakit vascular streak dieback (VSD) sangat merugikan tanaman kakao di Indonesia. [16 kata] 3.Ceratobasidium theobromae, penyebab penyakit vascular streak dieback (VSD) pada tanaman kakao, sangat merugikan di Indonesia. [16 kata]

22 Mempelajari aktivitas antijamur minyak cengkeh, serai wangi(,) dan ekstrak bawang putih terhadap C. theobromae(,) penyebab penyakit VSD. Kesalahan: Aktivitas antijamur terlalu umum pengertiannya Esktrak bawang putih digolongkan sebagai minyak Tidak ada tanda koma (,) sebelum kata “dan”; setelah kata C. theobromae  Mempelajari keefektifan minyak cengkeh dan serai wangi, serta ekstrak bawang putih terhadap C. theobromae.

23 3. Menyitir, tetapi tidak menjelaskan hasil sitiran atau kurang tepat pengungkapannya Hasil sitiran tidak jelas: “The investigations of volcanic ash soils in Indonesia were initiated by previous researchers, namely Van Schuylenborgh (1957), Dudal and Soepraptohardjo (1960), Tan (1965), and Tan et al (1975). Results of volcanic ash soil investigation had been reported from several locations, such as Sumatra (Fiantis et al., 2000; Alkasuma and Badayos, 2003; Prasetyo et al., 2009), Java (Chartres and Reuler, 1985; Supriyo et al., 1991; Subagjo et al., 1997; Van Ranst et al., 2002; Yatno and Zauyah, 2008), Flores island (Hikmatullah and Nugroho, 2010), and West Halmahera (Hikmatullah, 2009)”.

24 Penulis hanya mengutip judul artikel, tanpa menjelaskan isinya. Alkasuma, Badayos, R.B The mineralogical characteristics of volcanic soils from North Lampung Sumatra Indonesia. Indonesian Soil and Climate J. 21: Prasetyo, B.H., Suharta, N., Yatno, E Characteristics of andic soils from acid pyroclastic materials in Toba highland (in Indonesian). Jurnal Tanah dan Iklim 29:1-8. Tan, K.H The Andosols in Indonesia. Soil Sci. 99: Van Schuylenborgh, J On the genesis and classification of soils derived from andesitic tuffs under humid tropical conditions. Neth. J. of Agric. Sci. 5:

25 “Penentuan yang tepat dari mulainya gula semut menjadi rusak selama penyimpanan sangat penting untuk menentukan tanggal kadaluarsa atau umur simpannya. Umur simpan tergantung dari berberapa faktor, seperti temperatur, kelembaban, tekanan parsial oksigen, cahaya, permeabilitas kemasan dan variasi pengemasan (Quest dan Karel, 1972)” Kesalahan: Ada kesan bahwa Quest dan Karel (1972) telah meneliti gula semut, padahal tidak, karena judul artikelnya adalah “Effects of environmental factors on the oxidation of potato chips”.

26 Alternatif kalimat: Beberapa faktor yang menentukan umur simpan keripik kentang telah diketahui, yaitu suhu, kelembaban, tekanan parsial oksigen, cahaya, bahan pengemas, dan bentuk kemasan (Quest dan Karel, 1972). Faktor-faktor tersebut juga dapat mempengaruhi daya simpan gula semut.

27 4. Informasi yang dikutip tidak jelas “Hadi et al. (1999) mengkaji keunggulan komparatif agroindustri minyak kelapa. Susila dan Setiawan (2001) mengkaji dampak penerapan pajak ekspor CPO terhadap industri CPO Indonesia. Kajian mengenai minyak goreng yang dilakukan oleh Zulkifli (2000) difokuskan kepada dampak liberalisasi perdagangan terhadap industri kelapa sawit Indonesia dan perdagangan minyak sawit dunia”.

28 At present, total harvest area of peanut is /year, with the total production as much as ton/year (WHO, WHEN) Many researchers showed the aflatoxin level in peanut is higher than the requirement of Codex or BPOM (WHO, WHEN) The Indonesian Drugs and Food Agency reported that in some areas, aflatoxin level in the peeled peanut, sold at the food stall, store and supermarket in Cimahi (West Java) was 3990 ppb [WHEN]. 5. Pernyataan tidak didukung oleh referensi

29 6. ISI PENDAHULUAN TIDAK MENDUKUNG JUDUL DAN TUJUAN

30 Adaptasi Beberapa Varietas Hibrida dan Unggul Cabai Dataran Rendah di Maluku Isi Pendahuluan: Tanaman hortikultura merupakan komoditas potensial (2 referensi) Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan sayuran yang multiguna (2 referensi) Produksi cabai di Maluku (4 referensi) Beberapa factor teknologi budidaya yang menyebabkan rendahnya hasil cabai di Maluku (tidak ada referensi) Tujuan penelitian adalah untuk menguji daya adaptasi beberapa varietas cabai.

31 Adaptasi Beberapa Varietas Hibrida dan Unggul Cabai Dataran Rendah di Maluku Potensi cabai di Maluku (produksi, luas, konsumsi, dst) Kendala usahatani cabai di Maluku (produktivitas, kualitas, hama penyakit, dst) Kajian pustaka tentang ketersediaan teknologi cabai, terutama varietas unggul, produktivitas, mutu, ketahanan hama dan penyakit, ketahanan kekeringan, dll Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi varietas cabai yang adaptif di dataran rendah Maluku

32 7. Kalimat tujuan tidak efektif Tujuan penelitian adalah a)membuat tepung formula tempe sebagai makanan tambahan yang disajikan dalam bentuk bubur. b)mengetahui tepung formula tempe terbaik menurut tingkat kesukaan konsumen dari hasil uji organoleptik panelis. Saran: Tepung formula vs formula tepung? Membuat formula tepung tempe untuk bubur yang disukai konsumen.

33 Kesan LOKAL dapat dilihat dari: (a) Judul (b)Pendahuluan (c)Tujuan (d) Kesimpulan atau implikasi 8. Cakupan masalah bernuansa lokal

34 Contoh Judul Naskah Bernuansa Lokal 1.Analisis Strukturisasi Agroindustri Kopi Rakyat Berbasis Produksi Bersih di KUPK Sidomulyo, Kabupaten Jember 2.Pengembangan Sistem Pemantauan Elevasi Muka Air Lahan Gambut: Studi Kasus Di Kebun Kelapa Sawit Jambi

35 Dengan menghilangkan lokasi penelitian pada judul, maka nuansanya menjadi berbeda. Pengembangan Sistem Pemantauan Elevasi Muka Air Lahan Gambut: Studi Kasus Di Kebun Kelapa Sawit Jambi VS Pengembangan Sistem Pemantauan Elevasi Muka Air Kebun Kelapa Sawit Di Lahan Gambut Untuk Mengefisiensikan Penggunaan Air

36 No-till effects on organic matter, pH, cation exchange capacity and nutrient distribution in a Luvisol in the semi-arid subtropics [Soil and Tillage Research 94 (2): ,  Tidak ada kesan lokal, padahal penelitiannya dilakukan di southern Queensland, Australia

37 Shade tree effects in an 8-year-old cocoa agroforestry system: biomass and nutrient diagnosis of Theobroma cacao by vector analysis  Tidak ada kesan lokal, walaupun penelitiannya dilakukan di Western Region (06°12’ N and 02° 29’ W) of Ghana, West Africa

38 9. Topik, tujuan dan kesimpuan tidak selaras [Judul] Bentuk, ukuran dan kerapatan stomata daun dari tujuh varietas kopi arabika (Coffea arabika L.) [Tujuan] mengetahui ketahanan terhadap kekeringan 7 varietas kopi arabika berdasarkan karakteristik stomatanya. [Kesimpulan] Bentuk stomata secara morfologi pada tujuh varietas kopi termasuk tipe stomata parasitik yang mempunyai 2 sel penjaga. Berdasarkan kerapatan stomata, varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan adalah S795 dan Sigarar Utang

39 Menyelaraskan judul dan hasil/kesimpulan dengan memilih kata yang sama. Identification of Rice (Oryza Sativa L.) Varieties Suitable for Dry Season and Wet Season Planting [Sumarno & Sutisna, IJAS 11 (1): 24-31] The objective of the research was to identify rice genotypes most suitable for dry and/or for wet season planting.

40 Conclusion Rice genotypes suitable for dry and for wet season planting were identified. Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari-10, and OM 5240 genotypes are more suitable for dry season planting. Inpari-5, Inpari-3, Inpari-8, Inpari-1, OM 1490, and Cibogo are more suitable for the wet season planting, while Mekongga, Inpari-10, and OM 5240 are suitable for both dry and wet season planting.

41 Menganalisis isi Pendahuluan pada satu contoh artikel ilmiah Biocontrol of sclerotinia stem rot (Sclerotinia sclerotiorum) of soybean using novel Bacillus subtilis strain SB24 under control conditions (Zhang dan Xue, 2010) Kata kata penting: Soybean; scerotinia stem rot; biocontrol; Bacillus subtilis

42 Biocontrol of sclerotinia stem rot (Sclerotinia sclerotiorum) of soybean using novel Bacillus subtilis strain SB24 under control conditions (Zhang dan Xue, 2010) Bagian pendahuluan terdiri atas 5 paragraf : Nilai ekonomi S. sclerotium: kisaran inang, kehilangan hasil pada kedelai Ekobiologi S. sclerotium: kemampuan bertahan hidup, infeksi, cara penyebaran, lingkungan kondusif Strategi pengendalian: beberapa cara pengendalian dan keterbatasannya Alternatif cara pengendalian: potensi biokontrol, ditekankan pada B. subtilis Kesenjangan cara pengendalian biokontrol dan pernyataan tujuan

43 10. SITASI ARTIKEL PRIMER SANGAT MINIM

44 Hasil analisis jumlah referensi pada Pendahuluan dari beberapa artikel yang dimuat pada Jurnal Littri Vol 20 (1): 2014 Artikel Jumlah referensiKeterangan PendahuluanDaftar Pustaka PrimerSekunder Baik 24617Kurang 34531Kurang Baik Kurang

45 Sebaran referensi dalam beberapa artikel ilmiah ArtikelJumah Sitasi dalam setiap bagian PendahuluanPembahasanJumlah Referensi Zhang and Xue. Plant Pathology 59: 382–391 (2010) Fernando et al. Soil Biology and Biochemistry 37: 955–964 (2005) Geun Cheol Song and Choong-Min Ryu. Int. J. Mol. Sci. (14): (2013)

46 Uraian kesenjangan penelitian (research’s gap) perlu didukung oleh hasil kajian literatur yang baik supaya dapat meyakinkan pentingnya suatu penelitian untuk dilakukan. Kalimat yang menunjukkan adanya kesenjangan penelitian kurang meyakinkan. 11. KESENJANGAN PENELITIAN

47 (1. Pengendalian penyakit busuk batang dengan mikroorganisme masih belum banyak dilakukan di Indonesia karena terbatasnya mikroorganisme yang berpotensi sebagai pengendali penyakit- penyakit tular tanah. Kesalahan: Penyakit busuk batang pada tanaman apa ? Betulkah belum banyak dilakukan penelitian tentang aspek dimaksud? ?

48 2. Pemanfaatan jamur Beauveria bassiana untuk mengendalikan Spodoptera litura belum banyak dilakukan. Dengan demikian masih perlu diadakan penelitian yang mengarah kepada aplikasi jamur tersebut. 3. Aspek lain dari pengendalian hayati yang masih belum banyak diteliti adalah pengendalian secara tidak langsung dengan mekanisme induksi ketahanan. Betulkah aspek tersebut belum banyak diteliti?

49 Kalau Anda punya waktu, coba perhatikan beberapa paragraf pada bagian pendahuluan dari artikel “Biocontrol of sclerotinia stem rot (Sclerotinia sclerotiorum) of soybean using novel Bacillus subtilis strain SB24 under control conditions (Zhang dan Xue, 2010)”

50 Using microbial agents to control plant pathogens can be an eco-friendly and cost-effective component of an integrated management programme (Mao et al., 1997). In the search for alternatives to fungicides, several microorganisms have been reported effective as potential biocontrol agents for managing SSR of soybean (Adams, 1990; Whipps & Budge, 1990). To date, the most promising bioagent, Coniothyrium minitans (Thaning et al., 2001), has become available as a commercial product for destroying sclerotia in soil (Gerlagh et al., 1999).

51 Several strains of Bacillus subtilis have been registered in the United States for controlling major diseases of cherry, cucurbits, grapes, leaf vegetables, peppers, peanuts, potatoes, tomatoes and walnut (http: ⁄ ⁄www.epa.gov ⁄ pesticides ⁄biopesticides). Early field studies on the foliar application of B. subtilis showed a reduction in SSR incidence and severity in bean (Boland, 1997; Tu, 1997) and its effectiveness appeared to be accumulative over the 2-year trial (Tu, 1997).

52 Although several biocontrol agents have been studied for controlling SSR in different crops (Theoduloz et al., 2003; Zhang et al., 2005; Awais et al., 2008), little information is available on biocontrol of SSR in soybean. The objectives of this study were to evaluate in vitro antagonistic activities of the B. subtilis strain SB24 against S. sclerotiorum; examine the effects of concentration and timing of application on the efficacy of SB24 in protecting soybean plants against S. sclerotiorum under control conditions; and observe B. subtilis population dynamics under both controlled environment and field conditions.

53 Tepung formula tempe merupakan makanan terolah dengan bahan utama tempe yang kemudian difomulasikan dengan bahan pendukung lain, dirancang sebagai makanan tambahan untuk mengatasi gangguan pencernaan (diare) [27 kata]. Kesalahan: Pengulangan kata ”formula, tempe, bahan”  Tepung formula tempe adalah makanan tambahan yang dirancang khusus untuk mengatasi gangguan pencernaan (diare) [14 kata]. 12. Kesalahan berupa pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat

54 Tanaman pala menghasilkan buah pala dengan warna buah masak kuning kehijauan, dengan tekstur yang keras. [15 kata] Kesalahan: Kata “pala” dan “buah” diulang dua kali.  Tanaman pala menghasilkan buah berwarna kuning kehijauan dan bertekstur keras. [10 kata]

55 13. Topik kalimat kurang jelas Dalam era otonomi daerah, setiap daerah mempunyai hak dan kewajiban untuk mengelola dan mendapatkan keuntungan dari sumber daya genetik / plasma nutfah asli daerah secara lebih leluasa dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. [32 kata] Kesalahan: Siapa yang dimaksud dengan “daerah”? Kabupaten/kota? Kata “daerah” diulang tiga kali.

56  Setiap kabupaten berhak dan berkewajiban untuk mengelola sumber daya genetik / plasma nutfah asli daerahnya secara lebih leluasa untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan petaninya. [25 kata]

57 14. Kalimat tidak efisien “Lidah buaya sebagian besar mengandung air yaitu lebih dari 95% dan sebagian kecil lainnya berupa padatan yang terdiri atas karbohidrat, vitamin, protein dan mineral (Morsy, 1991)” (24 kata) Kandungan terbesar di dalam daun lidah buaya adalah air (95%), sisanya karbohidrat, vitamin, protein dan mineral (Morsy, 1991) (16 kata)

58 “Tanaman lidah buaya (Aloe vera Linn) telah lama dikenal masyarakat, sebagai tanaman yang mempunyai khasiat dan banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penggunaan lidah buaya yang berkembang saat ini terutama dalam bidang kosmetik, khususnya shampoo, karena ternyata lidah buaya diketahui menyuburkan rambut”. (41 kata)  Khasiat tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) sudah banyak diketahui oleh masyarakat, seperti untuk obat tradisional dan kosmetik, terutama penyubur rambut. (21 kata)

59 15. Penggunaan kata “dewasa ini” Dewasa ini para penentu kebijakan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, menghadapi tantangan yang bersamaan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Dewasa ini beberapa tanaman termasuk tomat, mengalami stagnansi. Dewasa ini, perkembangan teknologi robot berjalan sangat cepat.

60 dewasa 1 /de·wa·sa / /déwasa/ a 1 sampai umur; akil balig (bukan kanak- kanak atau remaja lagi): Tarif pangkas rambut untuk orang -- berbeda dengan anak-anak; 2 telah mencapai kematangan kelamin; 3 ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): Cara berpikirnya sudah dewasa;- kelamin keadaan mulai berfungsinya kelamin pada hewan untuk menghasilkan spermatozoa atau sel telur;

61 1. Dewasa ini para penentu kebijakan di negara- negara berkembang termasuk Indonesia, menghadapi tantangan yang bersamaan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Kesalahan: 1.Penggunaan kata “dewasa”; 2.Kata “yang” dan “bersamaan” 3.Kata “para” (jamak); “negara-negara “(jamak) 4.Tidak ada tanda koma (,) yang memisahkan sisipan “termasuk Indonesia”

62 Saat ini, para penentu kebijakan di negara berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan yang sama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Saat ini, penentu kebijakan di negara- negara berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan yang sama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan.

63 2. Dewasa ini beberapa tanaman termasuk tomat, mengalami stagnansi. Kesalahan: Kata ”dewasa ini” Kata ”stagnasi” ditulis miring, padahal sudah menjadi bahasa Indonesia  Saat ini, beberapa tanaman termasuk tomat, mengalami stagnansi.

64 3. Problem lingkungan hidup dewasa ini menghadapi masalah yang cukup kompleks dan dilematis. Kesalahan: Kata “dewasa”  Problem lingkungan hidup pada saat ini menghadapi masalah yang cukup kompleks dan dilematis.

65 4. Dewasa ini, perkembangan teknologi robot berjalan sangat cepat.  Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi robot berjalan sangat cepat. 5. Dewasa ini terjadi perubahan pesat dalam pengelolaan sumberdaya informasi di perpustakaan. Kesalahan: Kata “dewasa ini” dan “di”  Saat ini, terjadi perubahan yang pesat dalam pengelolaan sumberdaya informasi perpustakaan.

66 16. Penggunaan kata “di mana” yang tidak benar. di mana /di ma·na/ pron 1. Kata tanya untuk menerangkan tempat: Penandatanganan naskah ini harus kita lakukan di mana ? 2. Kata untuk menunjukkan tempat yang tidak tentu: Di mana ada uang, di situ ada pedagang.

67 How do I use the word where? Where is an adverb. It means "at which place,“ "at what point" or "from what source”. Examples: "Where did you put the book?" "I don't know where to turn left." "Where does milk come from?" Anorexia is a condition where a person, usually a young female, has such a poor body image that she virtually starves herself to death. [SALAH] Anorexia is a condition in which a person, usually a young female, has such a poor body image that she virtually starves herself to death. [BENAR]

68 Contoh penggunaan kata “dimana” yang tidak benar. 1.Pengomposan merupakan proses dimana bahan- bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang dapat memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. 2.Seperti yang dikatakan Musnamar (2003) dimana Pupuk Kandang mengandung unsur makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), Pupuk Kandang mengandung unsur mikro seperti Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).

69 1.Pengomposan merupakan proses dimana bahan- bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang dapat memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Kesalahan: Kata “dimana”; “mikroba”; Pengulangan “bahan organik” dua kali. mikrob /mik·rob/ n Bio Organisme yang sangat kecil ukurannya sehingga untuk mengamatinya secara jelas diperlukan mikroskop

70 1.Pengomposan merupakan proses dimana bahan-bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba- mikroba yang dapat memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Pengomposan merupakan proses penguraian bahan organik secara biologis, khususnya oleh mikrob-mikrob yang dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi.

71 2.Seperti yang dikatakan Musnamar (2003) dimana Pupuk Kandang mengandung unsur makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), Pupuk Kandang mengandung unsur mikro seperti Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S). Kesalahan: Kata “Seperti yang dikatakan”; “dimana”; Pengulangan kata “mengandung unsur”; Huruf kapital pada “Pupuk Kandang” dan “Nitrogen” Menurut Musnamar (2003), pupuk kandang mengandung unsur makro, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur mikro, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan sulfur. (S).

72 3. Produksi padi per 100 m 2 meningkat akibat pemberian pupuk organik dimana penggunaan 6 ton pupuk organik/ha memberikan produksi 339,42 kg. Kesalahan: Kata “dimana”, Satuan produksi (per 100 m 2 ) tidak selaras dengan pupuk (ton/ha). Pemberian pupuk organik sebanyak 6 ton/ha meningkatkan produksi padi 0,33 ton/ha.

73 4. Melihat kondisi yang ada pada saat ini dimana melambungnya harga pupuk an- organik atau pupuk kimia pabrikan, maka limbah kandang merupakan salah satu peluang usaha tambahan yang memiliki nilai jual. Kesalahan: Kalimat tidak jelas; kata “dimana” Oleh karena harga pupuk an-organik atau pupuk kimia yang melambung saat ini, maka pengolahan limbah kandang berpotensi sebagai usaha tambahan.

74 17. Kesalahan dalam menggunakan kata “mempunyai; memiliki” Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. [25 kata] Kesalahan: Kata “mempunyai” dan “yang” diulang dua kali  Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang dapat beradaptasi luas sehingga berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. [17 kata]

75 18. Kesalahan dalam menggunakan kata “memiliki” Konsentrasi hara dalam daun kakao memiliki korelasi positif dengan hasil. memiliki /me·mi·liki/ v 1 mempunyai: Ia sudah tidak memiliki orang tua lagi; 2 mengambil secara tidak sah untuk dijadikan kepunyaan: Ia dipersalahkan karena memiliki senjata api;  Konsentrasi hara dalam daun kakao berkorelasi positif dengan hasil.

76 Mari kita belajar bahasa Inggris

77

78

79

80

81 Terima kasih. Sampai jumpa pada Workshop berikutnya. Insyaalloh.


Download ppt "WORSHOP KTI (2) PENDAHULUAN Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 18 Pebruari 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google