Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEUWISSEN TENTANG PENGEMBANAN HUKUM, ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM (penerjemah : Prof Dr.Arief Sidharta) BUKU INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEUWISSEN TENTANG PENGEMBANAN HUKUM, ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM (penerjemah : Prof Dr.Arief Sidharta) BUKU INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI."— Transcript presentasi:

1 MEUWISSEN TENTANG PENGEMBANAN HUKUM, ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM (penerjemah : Prof Dr.Arief Sidharta) BUKU INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN PEMIKIRAN PARA MAHASISWA S3 ILMU HUKUM DALAM MERUMUSKAN ATAU MENENTAPKAN MASALAH/ISU HUKUM DALAM DISERTASINYA. DENGAN MEMBACA BUKU INI SETIDAK-TIDAKNYA MAHASISWA S3 ILMU HUKUM DAPAT MENGACU, MENGUKUR DAN MENILAI APAKAH ISU HUKUM YANG DIRUMUSKAN SUDAH BENAR, TEPAT DAN FILOSOFIS, BUKAN HANYA SEMATA-MATA ATAU MASIH DALAM RANAH ILU DOGMATIKA HUKUM ATAU TEORI HUKUM. DENGAN MEMAHAMI BUKU INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MELATIH PIKIRAN KITA DAN MUNGKIN MEMBERIKAN KEPADA KITA SUATU WAWASAN (VISI) TERHADAP MASALAH- MASALAH/ISU HUKUM YANG HENDAK DIPECAHKAN ATAU DIPAHAMI/DIMENGERTI) BAB I LIMA DALIL TENTANG FILSAFAT HUKUM 1. FILSAFAT HUKUM ADALAH FILSAFAT. KARENA ITU IA MERENUNGKAN SEMUA MASALAH FUNDAMENTAL DAN MASALAH MARGINAL YANG BERKAITAN DENGAN GEJALA HUKUM 2. TERDAPAT TIGA TATARAN ABSTRAKSI REFLEKSI TEORITIKAL ATAS GEJALA HUKUM, YAKNI ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM. FILSAFAT HUKUM BERADA PADA TATARAN TERTINGGI DAN MERESAPI SEMUA BENTUK PENGEMBANAN HUKUM TEORITIKAL DAN PENGEMBANAN HUKUM PRAKTIKAL. 3. PENGEMBANAN HUKUM PRAKTIKAL ATAU PENANGANAN HUKUM SECARA NYATA DALAM KENYATAAN KEHIDUPAN SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL TIGA BENTUK : PEMBENTUKAN HUKUM, PENEMUAN HUKUM DAN BANTUAN HUKUM. DISINI TERUTAMA ILMU HUKUM DOGMATIKA MENUNJUKKAN KEPENTINGAN PRAKTIKALNYA SECARA LANGSUNG

2 LIMA DALIL TENTANG FILSAFAT HUKUM 4. TEMA TERPENTING DARI FILSAFAT HUKUM BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN ANTARA HUKUM DAN ETIKA. INI BERARTI BAHWA DISKUSI YANG SUDAH BERLANGSUNG SANGAT LAMA ANTARA PARA PENGIKUT ALIRAN HUKUM KODRAT DAN PARA PENGIKUT POSITIVISME HINGGA KINI MASIH TETAP AKTUL. HUKUM DAN ETIKA DUA-DUANYA MERUMUSKAN KRITERIA UNTUK PENILAIAN TERHADAP PERILAKU (TINDAKAN) MANUSIA : NAMUN MEREKA MELAKUKAN HAL INI DARI SUDUT TITIK PANDANG YANG BERBEDA. HUKUM ADALAH SUATU MOMEN DARI ETIKA. 5. FILSAFAT HUKUM ADALAH REFLEKSI SECARA SISTEMATIKAL TENTANG “KENYATAAN” DARI HUKUM. “KENYATAAN HUKUM HARUS DIPIKIRKAN SEBAGAI REALISASI (PERWUJUDAN) DARI IDE HUKUM (CITA HUKUM). DALAM HUKUM POSITIF KITA SELALU BERTEMU DENGAN EMPAT BENTUK : ATURAN HUKUM, PUTUSAN HUKUM, FIGUR HUKUM (PRANATA HUKUM), LEMBAGA HUKUM. LEMBAGA HUKUM TERPENTING ADALAH NEGARA. TETAPI TIDAK HANYA KENYATAAN HUKUM, JUGA FILSAFAT HUKUM HARUS DIREFLEKSI SECARA SISTEMATIKAL. FILSAFAT HUKUM ADALAH SEBUAH “SISTEM TERBUKA” YANG DIDALAMNYA SEMUA TEMA SALING BERKAITAN SATU DENGAN YANG LAINNYA.

3 FILSAFAT HUKUM ADALAH FILSAFAT. KARENA ITU IA MERENUNGKAN SEMUA MASALAH FUNDAMENTAL DAN MASALAH MARGINAL YANG BERKAITAN DENGAN GEJALA HUKUM FILSAFAT ADALAH REFLEKSI TENTANG LANDASASAN DARI KENYATAAN. FILSAFAT ADALAH KEGIATAN BERFIKIR SECARA SISTEMATIKAL YANG HANYA DAPAT MERASA PUAS MENERIMA HASIL-HASIL YANG TIMBUL DARI KEGIATAN BERPIKIR ITU SENDIRI. FILSAFAT TIDAK MEMBATASI DIRI HANYA PADA GEJALA-GEJALA INDERAWI, FISIKAL, PSIKHIKAL ATAU KEROHANIAN SAJA. FILSAFAT TIDAK HANYA MENMPERTANYAKAN “MENGAPA” DAN “BAGAIMANA”-NYA GEJALA-GEJALA INI, MELAINKAN JUGA LANDASAN DARI GEJALA- GEJALA ITU YANG LEBIH DALAM, CIRI-CIRI KHAS DAN HAKIKAT MEREKA. (fILOSof-filosof MEMILIKI PRETENSI BAHWA IA TELAH MERUMUSKAN SUATU KEYAKINAN (PENDIRIAN) DENGAN ARGUMENTASI-ARGUMENTASI, IA MEMBERIKAN DASAR-DASAR DAN ALASAN UNTUK PENDIRIANNYA DAN IA MENGHARAPKAN, DALAM DISKUSI TERBUKA,. MENGUNGKAPKAN “ KEBENARAN”) FILSAFAT MEREFLEKSI HUBUNGAN TEORITIKAL, YANG DIDALAMNYA GEJALA-GEJALA TERSEBUT DIMENGERTI ATAU DIPIKIRKAN. SETIAP DALIL FILSAFAT HARUS TERARGUMENTASIKAN ATAU DIBUAT DAPAT DIPAHAMI SECARA RASIONAL. FILSAFAT BERUPAYA MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN RASIONAL. FILSAFAT BUKANLAH KEPERCAYAAN ATAU DOGMATIKA. FILSAFAT TIDAK MUNGKIN TANPA SUATU ARGUMENTASI RASIASONAL, IA TIDAK PERNAH MENERIMA SESUATU, SEMATA-MATA ATAS DASAR KEWIBAWAAN (OTORITAS DARI SEORANG AHLI/PAKAR) ORANG LAIN. FILSAFAT AKAN MENJADI BERSIFAT DOGMATIKAL JIKA IA TIDAK LAGI TERBUKA BAGI ARGUMENTASI BARU DAN SECARA KAKU BERPEGANGAN PADA PEMAHAMAN YANG SEKALI DIPEROLEH. (DOGMATIKA SECARA PRAKTIKAL BERARTI PERWUJUDAN KEKUASAAN YANG MURNI).

4 FILSAFAT HARUS MEMENUHI SYARAT RASIONALITAS : 1. PENALARAN-PENALARAN KEFILSAFATAN HARUS SAH SECARA LOGIKAL. 2. PEMILIHAN PREMIS-PREMIS DAN FORMULASI KESIMPULAN HARUS MEMPERTAHANKAN SUATU “STRUKTUR TERBUKA”, ARTINYA SELALU TERBUKA UNTUK DIBANTAH SECARA RASIOANAL DALAM DIALOGIA-INTERSUBYEKTIVITAS. RASIONALITIS DALAM FILSAFAT BUKAN RASIONALISME, KARENA ANTARA RASIO DAN EMOSI/EMOSI ADA HUBUNGAN ERAT. EMOSI/PERASAAN PUNYA LOGIKA NYA SENDIRI.

5 TERDAPAT TIGA TATARAN ABSTRAKSI REFLEKSI TEORITIKAL ATAS GEJALA HUKUM, YAKNI ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM. FILSAFAT HUKUM BERADA PADA TATARAN TERTINGGI DAN MERESAPI SEMUA BENTUK PENGEMBANAN HUKUM TEORITIKAL DAN PENGEMBANAN HUKUM PRAKTIKAL. LIMA BENTUK ILMU HUKUM A. ILMU HUKUM DOGMATIK /DOGMATIKA HUKUM (KEGIATAN MEMAPARKAN,MENGANALISIS,MENSISTEMATISASI, MENGINTERPRETASI DAN MENILAI (SUATU BAGIAN DARI) HUKUM POSISTIF YANG BERLAKU) TUJUANNYA ADALAH UTK MEMUNGKINKAN PENERAPAN DAN PELAKSANAAN HUKUM SCR BERTANGGUNG JAWAB DLM PRAKTIK. DISAMPING ILMU HUKUM DOGMATIK ADA ILMU HUKUM EMPIRIK. TTP ILMU HK DOGMATIK BUKANLAH ILMU EMPIRIK DALAM ARTI “GAMBARAN STANDAR ILMU EMPIRIK” MEMPELAJRI ISI DARI SEBUAH TATANAN HUKUM POSITIF YG KONKRIT. PAUL SCHOLTEN MENJELASKAN BHW ILMU HK NORMATIF ITU TIDAK HANYA MEMAPARKAN TTP JUGA MENGKAIDAHI (MENETAPKAN NORMA = PRESKRITIF) ILMU HK DOGMATIK MEMILIKI SUATU KARAKTER SENDIRI, IA ADALAH SEBUAH ILMU “SUI GENERIS”, YG TDK DPT DIBANDINGKAN (DIUKUR,DINILAI) DG BENTUK ILMU LAIN MANAPUN APA YG DIKEMUKAKAN OLEH ILMU HK DOGMATIK PD AKHIRNYA BERKAITAN DG PENERAPAN HUKUM SCR PRKATIKAL. SUATU PEMISAHAN SCR TAJAM ANTARA HK DAN POLITIK ADL TDK MUNGKIN.KRN IL HK DOGMATIK MEMILIKI KARAKTER POLITIK. HK ITU SELALU MROKN RESULTANTE DARI SUATU PROSES POLITIK.

6 PAUL SCHOLTEN MENJELASKAN BHW ILMU HK NORMATIF ITU TIDAK HANYA MEMAPARKAN TTP JUGA MENGKAIDAHI (MENETAPKAN NORMA = PRESKRITIF) ILMU HK DOGMATIK MEMILIKI SUATU KARAKTER SENDIRI, IA ADALAH SEBUAH ILMU “SUI GENERIS”, YG TDK DPT DIBANDINGKAN (DIUKUR,DINILAI) DG BENTUK ILMU LAIN MANAPUN APA YG DIKEMUKAKAN OLEH ILMU HK DOGMATIK PD AKHIRNYA BERKAITAN DG PENERAPAN HUKUM SCR PRKATIKAL. SUATU PEMISAHAN SCR TAJAM ANTARA HK DAN POLITIK ADL TDK MUNGKIN.KRN IL HK DOGMATIK MEMILIKI KARAKTER POLITIK. HK ITU SELALU MROKN RESULTANTE DARI SUATU PROSES POLITIK. BENTUK PENGEMBANAN HUKUM TEORITIKAL YANG BENAR-BENAR PRAKTIKAL (FRELEVAN UNTUK PEMBENTUKAN HUKUM DAN PENEMUAN HUKUM) B. SEJARAH HUKUM C. PERBANDINGAN HUKUM. (DIBEDAKAN DENGAN METODE PERBANDINGAN) D. SOSIOLOGI HUKUM (MENJELASKAN HUKUM POSITIF YG BERLAKU DENGAN BANTUAN FAKTOR-FAKTOR KEMASYARAKATAN. HUKUM BUKANLAH GEJALA YANG NETRAL, TETAPI IA BERADA DALAM JALINAN YANG ERAT DENGAN MASALAH-MASALAH DAN PERKEMBANGAN KEMASRAKATAN). E. PSIKOLOGI HUKUM (memahami hokum positif dari sudut pandang psikologi)

7 Teori Hukum TEORI HUKUM MEREFLEKSI OBYEK DAN METODE DARI BERRBAGAI BENTUK ILMU HUKUM TEORI HUKUM MODERN BANYAK MENGAMBIL HASIL-HASIL DARI FILSAFAT ILMU MODERN SEHINGGA ADA KECENDRUNGAN UTK MENONJOLKAN PANDANGAN ILMU EMPIRIK. TEORI HUKUM JUGA MEREFLEKSI CIRI KHAS DARI PENGEMBANAN HUKUM PRAKTIKAL. IA MEMPELAJARI MAKNA DAN STRUKTUR DARI PEMBENTUKAN HUKUM DAN PENEMUAN HUKUM. DALAM TEORI HUKUM MODERN, AJARAN METODE DAN SENI INTERPRESTASI TELAH BERKEMBANG MENJADI SUATU TEORI ARGUMENTASI. FILSAFAT HUKUM LEGAL THEORY DAN LEGAL SCIENCE BUKANLAH FILSAFAT HUKUM. FILSAFAT HUKUM MEREFLEKSI SEMUA MASALAH FUNDAMENTAL YG BERKAITAN DG HUKUM DAN TIDAK HANYA MEREFLEKSI HAKIKAT DAN METODE DARI ILMU HUKUM ATAU AJARAN METODE TTP IA LEBIH DARI ITU, IA BERSIFAT KRITIKAL TERHADAP PENGARUH DARI FILSAFAT ILMU MODERN PADA TEORI HK.

8 TERDAPAT PERBEDAAN ANTARA HAKIKAT PENGEMBANAN HUKUM DAN PENGEMBANAN ILMU- ILM EMPIRIK. HUKUM SESUNGGUHNYA BUKANLAH GEJALA EMPIRIKAL MURNI, TTP JUGA MEMPERLIHATKAN CIRI-CIRI NORMATIF. FAKTA DAN KAIDAH DI DALAM HUKUM SELALU BERJALAN SALING BERIMPITAN : HUKUM ADALAH FAKTA DAN KAIDAH SEKALIGUS. FILSAFAT HUKUM TDK PUAS DG KESIMPULAN-KESIMPULAN DARI TEORI HK. IA MISALNYA MEMPERTANYAKAN APAKAH ILMU HUKUM ITU ? APA ARTI KHUSUS DARI MENJELASKAN, MEMAHAMI DAN MENGERTI ? APA YG DIMAKSUD DG BERARGUMENTASI ? FILSAFAT HK BERGERAK LEBIH JAUH LAGI KE PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG MENURUT TEORI HK TIDAK RELEVAN, KHUSUSNYA PERSOALAN KEADILAN. HUBUNGAN HUKUM DAN ETIKA ADALAH MASALAH POKOK DALAM FILST HK. (SEJAK JAMAN KUNO )

9 PENGEMBANAN HUKUM PRAKTIKAL ATAU PENANGANAN HUKUM SECARA NYATA DALAM KENYATAAN KEHIDUPAN SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL TIGA BENTUK : PEMBENTUKAN HUKUM, PENEMUAN HUKUM DAN BANTUAN HUKUM. DISINI TERUTAMA ILMU HUKUM DOGMATIKA MENUNJUKKAN KEPENTINGAN PRAKTIKALNYA SECARA LANGSUNG PEMBENTUKAN HUKUM ADALAH PENCIPTAAN HUKUM BARU DALAM ARTI UMUM (BERKAITAN DG PERUMUSAN ATURAN-ATURAN UMUM, YG DPT BERUPA PENAMBAHAN ATAU PERUBAHAN ATURAN-ATURAN YG SDH BERLAKU. (PERUNDANG-UNDANGAN) DISAMPING ITU PEMBENTUKAN HK JUGA DPT DITIMBULKAN JG DARI KEPUTUSAN-KPTSN KONKRIT (HUKM PRESEDEN DAN YURISPRUDENSI) PENEMUAN HK ADL BERKENAAN DG HAL MENGKONKRETISASIKAN PRODUK PEMBENTUKAN HK. PENEMUAN HK ADL PROSES KEGIATN PENGMBLN KPTSN YURIDIK KONKRET YG SCR LNGSUNG MENIMBULKN AKIBT HK BG SUATU SITUASI INDIVIDUAL (PUTUSAN-PUTUSAN HAKIM, KETETAPAN, PEMBUATAN AKTA OLEH NOTARIS DSB). DL ARTI TERTT, PENEMUAN HK ADL PENCERMINAN PEMBENTUKAN HK. PENEMUAN HUKUM DULU DICURAHKAN PD KEAHLIAN INTERPRETASI DAN MENGURAIKAN (MENJELASKAN), PADA MASA KINI TITIK BERATNYA PADA SUATU ARGUMENTASI YG DIPERTANGGUNJAWABKAN SCR RASIONAL. PENAFSIRAN UU ATAU PENERAPAN HUKUM ADL LEBIH SEKEDAR MENERAPKAN SUATU SILOGISME SECARA FORMAL DAN BENAR. MASALAHNYA TERLETAK PD MENEMUKAN DAN MENYUSUN PREMIS-PREMIS DARI SUAT PENELARAN.

10 KINI SDH TDK CUKUP LAGI BHW PENALARAN DIJLNKAN SCR LOGIKAL BENAR (DAN DG DEMIKIAN SAH), MELAINKN JG UTK PEMILIHAN PREMIS-PREMIS HRS DJLNKAN DG MEMBERKN ARGUMEN- SRGMEN YG RASIONAL BANTUAN HK ADL HAL PEMBERIAN PELAYANAN JASA-JASA SCR TERORGANISASI OLEH PARA AHLI DLM SITUASI-SITUASI PROBLEMATIKAL DAN ATAU SIATUASI-SIATUASI KONFLIK, YG DAPT DITANGANI DG PENERAPAN ATURN-ATURAN HKM. BANTUAN HK ADAL TINDKN SCR NYATA MENDAMPINGI ORANG-ORANG YG TERLIBAT DLM KESULITAN HK,

11 TEMA TERPENTING DARI FILSAFAT HUKUM BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN ANTARA HUKUM DAN ETIKA. INI BERARTI BAHWA DISKUSI YANG SUDAH BERLANGSUNG SANGAT LAMA ANTARA PARA PENGIKUT ALIRAN HUKUM KODRAT DAN PARA PENGIKUT POSITIVISME HINGGA KINI MASIH TETAP AKTUL. HUKUM DAN ETIKA DUA-DUANYA MERUMUSKAN KRITERIA UNTUK PENILAIAN TERHADAP PERILAKU (TINDAKAN) MANUSIA : NAMUN MEREKA MELAKUKAN HAL INI DARI SUDUT TITIK PANDANG YANG BERBEDA. HUKUM ADALAH SUATU MOMEN DARI ETIKA. DIBEDAKAN ETIKA NORMATIF DG ETOS DAN MORALITAS POSITIF. ETIKA NORMATIF TERDIRI ATAS KESELURUHAN KRITERIA, YG BERDASRKANNYA ORANG-ORANG DAN TINDAKANNYA DINILAI DG BAIK DAN BURUK. ETOS ADLH PENAMPILAN FAKTUAL DARI ETIKA NORMATIF (JUGA DISEBUT MORAL KRITIKAL) SBGMN BERLAKU DLM MASY. PANDANGAN-PANDANGAN YG FAKTUAL ADA (BERLAKU) TTG ISI DARI ETIKA (NORMATIF). MORALITAS POSITIF PERSOALANNYA TDK TERUMATAM MENGENAI KAIDAH-KAIDAH YG SCR FAKTUAL DITERIMA, MELAINKAN PRILAKU FAKTUAL DARI ORANG-ORANG

12 WAWASAN KEFILSAFATAN PADA ETIKA JG MENENTUKAN BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA ETIKA DAN HUKUM. HUB INILAH YG MENENTUKAN BAGI HUB ANTARA HUKUM KODRAT DAN HUKUM POSITIVISME. MENURUT KANT, HUKUM HARUS SESUAI DG ETIKA, DARI SUDUT ETIKA MAKA HUKUM ADLH YG SAH. DITINJAU DARI SUDUT HK, MOTOF DR TINDAKAN SAMA SEKALI TDK RELEVAN. HK HANYA MELIHAT KEPATUHAN THP ATURAN (LEGALITAS). AJARAN HK KODRAT BERPENDAPAT BHW KAIDAH-KAIDAH ETIKAL DG SALAH SATU CARA TTT RELEVAN BG ISI DAN BERLAKUNYA HK POSISTIF.JD, HK DAN ETIKA TDK DIPISAHKAN SCR TAJAM. POSITIVISME PD PRINSIPNYA MENERIMA PENDAPAT ITU. IA MEMUSATKAN SELURUH PERHATIANNYA PD ISI DAN BERLAKUNYA HK POSITIF. UTK ITU ETIKA DIPANDANG TDK PENTING. POSITIVISME PALING JAUH MENERIMA ASAS-ASAS, YG MENENTUKAN STRUKUTR DARI HK POSITIF ITU SENDIRI, MISALNYA KEUMUMAN YG ABSTRAK, KEPASTIAN HK, DPT DIRAMALKAN, TATA, DAMAI, KETERATURAN. NAMUN TTG HAL MEMBERIKAN LANDASAN KEFILSAFATAN PD ASASAS- ASAS DEMIKIAN TDK DIPERSOALKAN. TTP POSISTIVISME SESUNGGUHNYA JUGA MEMPERTIMBANGKAN ETIKAL DALM MENCELA HUKUM POSITIF. NAMUN CELAAN ITU HANYA MEMILIKI KONSEKWENSI ETIKAL DAN TIDAK YURIDIKAL. JADI HAKIM HARUS TETAP MENERAPKAN HK YG DEMIKIAN ITU, JIKA TDK IA HARUS MENGUNDURKAN DIRI. SINGKATNYA, BERLAKUNYA MENURUT POSITIVISME TIDAK TERPENGARUH OLEH PENILAIAN ETIKAL THDP HK POSISITIF. PANDANGAN-PANDANGAN ETIKAL MEMERANKAN PADA PEMBENTUKAN HK ATAU PENEMUAN HUKUM JIKA HAKIM MEMILIKI FREIS ERMESSEN” FILSAFAT HK KODRAT : ARIS TOTALES, STOA ROMAWI, HK KODRAT KRISTIANI/SKOLASTIK DARI THOMAS AQUINO; HUKUM KODRAT RASIONAL DARI ZAMAN BARU (HOBBES, LOCKE, SPINOZA, THOMASIUS, WOLF), PANDANGAN-PANDANGAN IDEALISTIK DARI Kant dan hegel

13 POSITIVISME (KELSEN DAN AUSTIN) KEBERLAKUAN HOKUM SCR NORMATIVE semata-mata TRGNTNG PADA KAIDAH-KAIDA HK YG LEBIH TINGGI. KEBERLAKUAN SCR FAKTUAL/EFEKTIVITAS BERKAITAN DG KENYATAAN BHW IA DIBUAT OLEH OTORITAS YNG BERWENANG, ATAU DG PENERIMAAN SCR PSIKOOGIKAL ATAU SOSIOLOGIKAL OLEH PARA WARGA MASYARAKAT. TUGAS FILSAAT HK ADAL MENELITI SEMUA INI DAN MENJELASKANNYA. (DARI SAYA : ISTISALAM, PERHATIKAN DLM MENYUSUN DISERTASI, KAMANA ARAH PENELITIAN DISERTASI ANDA)

14 ALIRAN-ALIRAN DLM FILSAFAT HUKUM ANTARA LAIN : HUKUM KODRAT IDEALISME KLASIK MARXISME FILSAFAT HUKUM POSITIVISME ANALITIK


Download ppt "MEUWISSEN TENTANG PENGEMBANAN HUKUM, ILMU HUKUM, TEORI HUKUM DAN FILSAFAT HUKUM (penerjemah : Prof Dr.Arief Sidharta) BUKU INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google