Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Peta Permasalahan dan Riset Tematik di Jawa Barat UNPAD-Bandung, 15 Mei 2015 Dr. Lukman Shalahuddin Kepala BP3Iptek Provinsi Jawa Barat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Peta Permasalahan dan Riset Tematik di Jawa Barat UNPAD-Bandung, 15 Mei 2015 Dr. Lukman Shalahuddin Kepala BP3Iptek Provinsi Jawa Barat."— Transcript presentasi:

1 Peta Permasalahan dan Riset Tematik di Jawa Barat UNPAD-Bandung, 15 Mei 2015 Dr. Lukman Shalahuddin Kepala BP3Iptek Provinsi Jawa Barat

2 Jabar dalam lingkungan Global, Regional, dan Nasional

3 Dinamika Lingkungan Regional - Nasional Masyarakat Ekonomi ASEAN Nasional Regional Rejim Pemerintahan Baru UU 23/2014 ttg Pemda Perubahan Kemen Ristek-Dikti Middle Income Trap Bonus Demografi China yg terus ekspansif

4 Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015  Kerjasama ekonomi ASEAN mengarah kepada pembentukan komunitas ekonomi ASEAN sebagai suatu integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi.  MEA yang akan diberlakukan pada Desember 2015, bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan budaya. Regional

5 a.Kesatu, implementasi AEC berpotensi menjadikan Indonesia sekedar pemasok energi dan bahan baku bagi industrilasasi di kawasan ASEAN, sehingga manfaat yang diperoleh dari kekayaan sumber daya alam mininal. b.Kedua, melebarnya defisit perdagangan jasa seiring peningkatan perdagangan barang. c.Ketiga, implementasi AEC juga akan membebaskan aliran tenaga kerja sehingga harus mengantisipasi dengan menyiapkan strategi karena potensi membanjirnya Tenaga Kerja Asing (TKA) akan berdampak pada naiknya remitansi TKA yang saat ini pertumbuhannya lebih tinggi daripada remitansi TKI. Akibatnya, ada beban tambahan yaitu dalam menjaga neraca transaksi berjalan dan mengatasi masalah pengangguran. d.Keempat, implementasi AEC akan mendorong masuknya investasi ke Indonesia dari dalam dan luar ASEAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Antisipasi

6 Total investasi litbang (GERD/GDP) di ASIA relatif stabil pada angka 1.9%. Namun karena diperkirakan PDB negara-negara Asia ini terus meningkat, maka nilai mutlak GERD ini akan meningkat. Kontribusi China pada kenaikan GERD ini paling signifikan. Ekspansi China: Source: Battelle, 2014 Global R&D Funding Forcast

7 Mengacu pada kecepatan pertumbuhan ekonomi China, diperkirakan pada tahun 2019 GERD absolut China dapat melampaui Eropa, bahkan USA. Source: STI- Outlook, OECD, 2014

8 VISI & MISI PEMBANGUNAN VISI : TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG M1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. M2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara Hukum. M3. Mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim M4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera M5. Mewujudkan Indonesia yang berdaya saing M6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional M7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan C1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara C2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya C3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan C4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya C5. Meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia C6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional C7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik C8. Melakukan revolusi karakter bangsa C9. Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial indonesia 9 AGENDA PRIORITAS PEMBANGUNAN (NAWA CITA) Misi : 41 Nasional

9  Membangun untuk manusia dan masyarakat  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan pembangunan ekologi yang berkelanjutan TITIK TEKAN PEMBANGUNAN KABINET KERJA 3 FOKUS ALOKASI PADA PRIORITAS PENDANAAN PEMBANGUNAN : STRATEGI ALOKASI PADA PRIORITAS ALOKASI PADA QUICK WINS DAN PROGRAM LANJUTAN LAINNYA  Memulihkan dan menjaga keseimbangan antarsektor, antarwilayah dan antarkelompok sosial dalam pembangunan  Mewujudkan perekonomian yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keunggulan sumber daya manusia Antarkelompok Pendapatan Antarwilayah

10 SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PENGEMBANGAN WILAYAH No.Wilayah Target Growth (%/th) Peran PDRB Wilayah (%) 2013 Peran PDRB Wilayah (%) 2019 Kebutuhan Investasi 2019 (Trilyun Rp) Kebutuhan Investasi Infrastruktur 2019 (Triyun Rp) 1Sumatera8,1 – 8,6 23,8 25, – – 785 2Jawa5,7 – 6,2 58,0 53, – – Bali Nustra8,4 – 8,92,53, – – 311 4Kalimantan9,8 – 10,3 8,7 10,2778 – – 90 5Sulawesi9,0 – 9,5 4,8 5, – – 163 6Maluku Papua11,4 – 12,02,22,8767 – – 80 Nasional7,0 – 7,5100, – – Keterangan:  Asumsi target pertumbuhan PDB Nasional 7,0 – 7,5 %/tahun  Kebutuhan investasi diestimasi dengan asumsi ICOR 3 dan laju depresiasi kapital 5 %  kebutuhan biaya infrastruktur dihitung dengan porsi 5 % dari PDRB

11 TRISAKTI DAN NAWACITA VISI: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKERIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG 7 MISI Keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dg mengamankan Sumber Daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. Masyarakat maju, berkeimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum. Politik Luar Negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim Kualitas hidup manusian Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera Bangsa yang berdaya saing Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional Masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan. NAWACITA – 9 agenda prioritas Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberi rasa aman pada seluruh Warga Negara Membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demo- kratis dan terpercaya Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Menolak Negara lemah dengan melalukan reformasi sistem penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui: Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional Mewujudkan kemandirian ekonomi dg menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik Melakuka n revolusi karakter bangsa Akan memper- teguh Kebhi- nekaan dan memperkuat restorasi sosial. BERDAULAT DALAM BIDANG POLITIK (12 program aksi-115 prioritas utama) BERDIKARI DALAM BIDANG EKONOMI (16 program aksi) BERKEPRIBADIAN DALAM BIDANG KEBUDAYAAN (3 program aksi) 1.Membangun wibawa politik Luar Negeri dan mereposisi peran Indonesia dalam isu-isu global (4) 2.Menguatkan sistem pertahanan negara (4) 3.Membangun politik keamanan dan ketertiban masyarakat (8) 4.Mewujudkan profesionalitas intelijen negara (7) 5. Membangun keterbukaan informasi dan komunikasi publik (7) 6.Mereformasi sistem dan kelembagaan demokrasi (6) 7.Memperkuat politik desentralisasi dan otda (11) 8.Mendedikasikan diri untuk memberdayakan desa (8) 9. Melindungi dan memajukan hak-hak masyarakat adat (6) 10. Pemberda- yaan Perempuan dalam politik dan pembangunan (7) 11. Mewujudkan sistem dan penegakan hukum yang berkeadilan (42) 12. Menjalankan reformasi birokrasi dan pelayanan publik (5) 1.Dedikasikan pembangunan kualitas SDM 2.Membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan 3.Mendedikasikan program membangun kedaulatan energi berbasis kepentingan nasional. 4.Untuk penguasaan Sumber Daya Alam melalui 7 langkah & mem- bangun regulasi mewajibkan CSR dan atau saham untuk masyarakat lokal dan sekitar tambang, penguatan kapasitas pengusaha nasional (termasuk penambang rakyat) dalam pengelolaan tambang berkelanjutan. 5.Membangun pemberdaya an buruh 6.Membangun sektor keuangan berbasis nasional 7.Penguatan investasi domestik 8.Membangun penguatan kapasitas fiskal negara 9.Membangun infrastruktur 10. Membangun ekonomi maritim 11. Penguatan sektor kehutanan 12. Membangun tata ruang dan lingkungan berkelanjutan 13.Membangun perimbangan pembangunan kawasan 14.Membangun karakter dan potensi wisata 15.Mengembangka n kapasitas perdagangan nasional 16.Pengembangan industri manufaktur 1. Berkomitmen mewujudkan pendidikan sbg pembentuk karakter bangsa 2. Memperteguh kebhinekaan Indonesia dan memperkuat restorasi sosial 3. Memban gun jiwa bangsa melalui pemberd ayaan pemuda dan olah raga

12 Bonus Demografi Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Proyeksi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jumlah penduduk Indonesia tahun 2035 berjumlah 305,6 juta jiwa, meningkat 28,6% dari tahun 2010 sebesar 237,6 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk Indonesia tsb dibarengi dengan meningkatnya usia produktif (usia 15 – 65 tahun) Tahun 2012 Indonesia telah memasuki ‘bonus demografi’ (rasio ketergantungan terhadap penduduk tak produktif), yakni 49,6%, dengan kata lain penduduk Indonesia yang produktif lebih banyak dari penduduk tak produktif. Kontribusi penduduk berusia produktif telah terlihat dari peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang stabil, bahkan dibeberapa negara seperti Brazil, India dan Rusia bonus demografi berkontribusi menumbuhkan ekonomi. Bonus Demografi harus dapat dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah (Pusat dan Daerah) melalui kesiapan kebijakan kesehatan, penididikan dan peningkatan kompetensi dan kapasitas SDM serta ketenagakerjaan.

13 Middle Income Trap  ADALAH SITUASI PEMBANGUNAN EKONOMI, DIMANA NEGARA MENCAPAI INCOME TERTENTU (KARENA KELEBIHANNYA) TAPI BERHENTI PADA LEVEL TERSEBUT RATIO INVESTASI RENDAH RATIO INVESTASI RENDAH PERTUMBUHAN MANUFACTUR LAMBAN PERTUMBUHAN MANUFACTUR LAMBAN DIVERSIFIKASI INDUSTRI TERBATAS DIVERSIFIKASI INDUSTRI TERBATAS KONDISI PASAR TENAGA KERJA BURUK KONDISI PASAR TENAGA KERJA BURUK MIDDLE INCOME TRAP MIDDLE INCOME TRAP

14 Middle Income Trap Kondisi Indonesia Saat ini (Sumber : Bank Dunia, IMF, BPS): PDB per kapita 2013 : USD Pertumbuhan ekonomi rata-rata : 6,15% Proyeksi : Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata tetap pada angka 6% maka tahun 2032 Indonesia akan tetap berada dalam “middle income country” dengan PDB USD 8000 ( < USD ) Middle Income Countries PDB : USD High Income Countries PDB > USD ADB (2012) : Tahun 2010 dari 52 ‘”minddle income countries” ternyata 35 negara diantaranya terjebak dalam status “middle income countries” bahkan 20 negara terjebak dalam “the lower middle income trap”. Tantangan : Meningkatkan tingkat laju pertumbuhan minimal 8 – 9 % per tahun dalam masa 10 tahun ke depan

15 Merupakan isu jangka menengah dan panjang, namun harus dipersiapkan dari sekarang Penyebab utama : perlambatan pertumbuhan Ekonomi sebagai akibat dari perlambatan produktivitas disebabkan karena upah buruh murah dan adaptasi teknologi asing sangat tinggi Diperlukan :  Peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga kerja (SDM)  Peningkatan inovasi hasil litbang sehingga tercapai peningkatan produktifitas tenaga  kerja dan peningkatan sumber pertumbuhan Middle Income Trap

16 Kabupaten/Kota : 27 Luas : ,44 Ha Kecamatan : 626 Kelurahan : 641 Desa : Penduduk Indonesia (2012) : Jiwa Jabar (2013) : Jiwa Penduduk Miskin : 9,61 % (2013) (Data 2014) Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk PDRB (2013) : Rp. 386,84 Trilyun (adhk); PDRB perkapita (2013): Rp. 24,94 Juta (adhk) Inflasi (2013): 9,20% LPE (2013) : 6,06% IPM (2013) : 73,40% RLS (2013) : 8,09 th AMH (2013): 96,49 % AKI (2012) : 217 per Kel Hidup AKB (2013) : 30 per Kel Hidup APK SD: 119,55 % (2013) APK SMP: 95,25 % (2013) APK SMA: % (2013) % (2012/2013) APK PT: 17,09 % (2013) PDRB (2013) : Rp. 386,84 Trilyun (adhk); PDRB perkapita (2013): Rp. 24,94 Juta (adhk) Inflasi (2013): 9,20% LPE (2013) : 6,06% IPM (2013) : 73,40% RLS (2013) : 8,09 th AMH (2013): 96,49 % AKI (2012) : 217 per Kel Hidup AKB (2013) : 30 per Kel Hidup APK SD: 119,55 % (2013) APK SMP: 95,25 % (2013) APK SMA: % (2013) % (2012/2013) APK PT: 17,09 % (2013) 44,3 Juta Jiwa Tahun 2008 Tahun 2011 Tahun ,34 Juta Jiwa Tahun 2029 Jawa Barat

17 ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025 Pel. Cilamaya Pel.Cirebon RANCABUAYA PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede DKI JAKARTA Bandara Int. Jabar Kertajati Bandara Citarate Jalan Lintas Selatan Jabar Tol CISUMD AWU Tol Cikampek-Palimanan Tol Kanci-Pejagan Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang Tol Bogor Ringroad Tol SOR OJA TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Pel. Tarumajaya Bandara Nusawiru Samudera Hindia Metropolitan Bodebek Karpur Metropolitan Cirebon Raya Metropolitan Bandung Raya Palabuhanrat u Pangandara n BIJB 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025 SOSOK PEMBANGUNAN FISIK JAWA BARAT TAHUN 2025 PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede Bandara Int. Jabar Kertajati Jalan Lintas Selatan Jabar Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Samudera Hindia BIJB Metropolitan Bodebek Karpur Pel. Cilamaya DKI JAKARTA Pel. Tarumajaya Tol SOR OJA Metropolitan Bandung Raya Tol CISUMDA WU Pel.Cirebon Tol Kanci-Pejagan Metropolitan Cirebon Raya PKW RANCABUAYA PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu BIJB Tol Cikampek- Palimanan Bandara Citarate Bandara Nusawiru Tol Bogor Ringroad Metropolitan Cirebon Raya PKNp Kawasan Wisata Pangandaran PKNp Kawasan Wisata Pangandaran Metropolitan Bandung Raya Metropolitan Bodebek Karpur PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu PKW RANCABUAYA BIJB Laut Jawa 5 NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN 5 NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN RANCANGAN : SOSOK SUMBER DAYA INSANI JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN PENCIRI UTAMA:

18 TARGET DAN REALISASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI JAWA BARAT TAHUN Sumber : BPS Jawa Barat Jumlah Penduduk (SP-2010) : Jiwa Realisasi mengikuti trend perencanaan (Rata-rata : 0,745% per tahun) Tahun Target Penurunan minimal 1% per tahun 9,89 Jumlah Penduduk (2014) : Jiwa Capaian Jabar 2007: 13,55% Target Tim TKPK Prov Jabar 8, ,2 7,6 6,9 6,3 Capaian

19 Jabar : orang Papua : orang Aceh : orang Tim TKPK Provinsi Jawa Barat : 1.Mendorong Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program pengurangan kemiskinan secara besar-besaran 2.Menurunkan kemiskinan di Jawa Barat akan menurunkan angka kemiskinan nasional Kaltim : orang

20 Sumber : PPLS Tahun 2011 Tim TKPK Provinsi Jawa Barat : 1.Bersama Kab/Kota klaster 1 membuat Kab/Kota klaster 2 menjadi klaster 1 2.Bersama Kab/Kota klaster 1 dan 2 membuat Kab/Kota klaster 3 menjadi klaster 2 3.Bersama Kab/Kota klaster 1, 2 dan 3 membuat Kab/Kota klaster 4 menjadi klaster 3 Klaster 1 Klaster 2 Klaster 3 Klaster 4

21 TIGA METROPOLITAN DAN PUSAT PERTUMBUHAN DI JAWA BARAT SEBAGAI PENGHELA EKONOMI, KESEJAHTERAAN, MODERNISASI DAN KEBERLANJUTAN BAGI SELURUH MASYARAKAT JAWA BARAT B ODEBEK KARPUR KOTA BOGOR| KAB. BOGOR| KOTA DEPOK|KOTA BEKASI| KAB. BEKASI| KAB KARAWANG| KAB. PURWAKARTA| BANDUNG RAYA KOTA BANDUNG| KOTA CIMAHI| KAB. BANDUNG BARAT| KAB. BANDUNG| KAB. SUMEDANG CIREBON RAYA KOTA CIREBON| KAB. CIREBON| KAB. KUNINGAN| KAB. MAJALENGKA| KAB. INDRAMAYU KORIDOR EKONOMI JAWA METROPOLITAN BODEBEK KARPUR METROPOLITAN CIREBON RAYA METROPOLITAN BANDUNG RAYA KORIDOR EKONOMI JAWA PUSAT PERTUMBUHAN RANCABUAYA PUSAT PERTUMBUHAN PALABUHANRATU PUSAT PERTUMBUHAN PANGANDARAN SUMBER: Analisis Tim WJPMDM Tahun 2011, 2012, 2013; Data SP Tahun 2010; GIS Bappeda Jabar 2020

22 KONSEP SEBELUMNYA Bodebek Karpur sebagai 1 st tier Berdampingan dengan DKI Jakarta yang juga 1 st tier DKI Jakarta sebagai 1 st tier Wilayah BODETABEK sebagai 2 nd tier KONSEP TWIN METROPOLITAN BODEBEK KARPUR – DKI JAKARTA DKI JAKAR TA METROPO LITAN BODEBEK KARPUR Karakteristik Masing-masing metropolitan memiliki: 1.aktivitas perkotaan yang mandiri 2.ciri khas yang berbeda 3.manajemen metropolitan yang mandiri 4.kompetisi sosial-ekonomi yang sehat “Metropolitan Bodebek Karpur dikembangkan sebagai METROPOLITAN MANDIRI dengan sektor unggulan INDUSTRI MANUFAKTUR, JASA, KEUANGAN, serta PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN” MELALUI PENDEKATAN: TWIN METROPOLITAN BODEBEK KARPUR - DKI JAKARTA/TANGERANG

23 KOTA/ KABUPATEN: KOTA BANDUNG | KOTA CIMAHI | KAB. BANDUNG | KAB. BANDUNG BARAT | KAB. SUMEDANG ,8 9,9 11,4 12,9 10., METROPOLITAN BANDUNG RAYA Prediksi Perkembangan Kependudukan JUMLAH POPULASI (JUTA JIWA) LUAS WILAYAH (HEKTAR) Kecamatan: 56 Kec. ( 2010) | 61 Kec. ( 2015) | 68 Kec. (2020) | 73 Kec. ( )

24 METROPOLITAN CIREBON RAYA DELINEASI WILAYAH BERDASARKAN KRITERIA JUMLAH PENDUDUK, LUAS LAHAN TERBANGUN, DAN AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT JUMLAH PENDUDUK (JUTA JIWA) KOTA/KABUPATEN KOTA CIREBON | KAB. CIREBON | KAB. KUNINGAN | KAB. MAJALENGKA | KAB. INDRAMAYU LUAS WILAYAH METROPOLITAN (HEKTAR) ,58 2,4 3,9 6, Kecamatan: 29 Kec. ( 2010) | 30 Kec. ( 2015) | 34 Kec. (2020) | 43 Kec. (2025) | 45 Kec. ( ) KONSEP PENGEMBANGAN CIREBON RAYA SEBAGAI METROPOLITAN BUDAYA DAN SEJARAH, BERBASIS WISATA, INDUSTRI, DAN KERAJINAN Keunggulan Absolut: POSISI STRATEGIS | 3 ZONA TOPOGRAFI | WARISAN BUDAYA | KERATON | SENTRA BATIK TRUSMI Keunggulan Komparatif: AKSESIBILITAS | SIMPUL TRANSPORTASI | KETERSEDIAAN SDM | KETERSEDIAAN SUMBER DAYA ALAM Keunggulan Kompetitif: WARISAN BUDAYA DAN SEJARAH | KETERAMPILAN MEMBATIK BERSKALA INTERNASIONAL

25 Jumlah kecamatan : 5 Populasi(2010) : jiwa Sektor unggulan: Pariwisata Perikanan Palabuhanratu akan dikembangkan sebagai Pusat Pertumbuhan berbasis Pariwisata dan Perikanan Strategi Pembangunan Mengembangkan kawasan minapolitan Mengembangkan dan membangun infrastruktur pariwisata Meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata dan perikanan ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN PALABUHANRATU

26 Jumlah Kecamatan: 5 Kab. Garut : 4 Kecamatan (Caringin, sebagian Cisewu, sebagian Bungbulang, Mekarmukti) Kab. Cianjur: 1 Kecamatan (Sebagian Cidaun) Sektor unggulan: Pariwisata Rancabuaya akan dikembangkan sebagai Pusat Pertumbuhan berbasis Sektor Pariwisata Strategi Pembangunan Mengembangkan transportasi regional Mengembangan dan membangun infrastruktur pariwisata Meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN RANCABUAYA

27 Population Jumlah kecamatan: 5 Populasi(2010) : jiwa Sektor unggulan: Pariwisata Perikanan Pertanian Pangandaran akan dikembangkan sebagai Pusat Pertumbuhan berbasis Sektor Parwisata Strategi Pembangunan Penataan kawasan pariwisata Pengembangan dan pembangunan infrastruktur pariwisata Meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata di Pusat Pertumbuhan Pangandaran ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN PANGANDARAN Kecamatan Parigi Kecamatan Cijulang Kecamatan Sidamulih Kecamatan Pangandaran Kecamatan Kalipucang

28 NoINDIKATORLKPJ 2013LKPJ 2014 TARGET 2015 TARGET 2016 RKPD MurnI RKPD Murni KU-APBD 1. a. Jumlah Penduduk (Ribu jiwa) , , , ,0 b. Laju Pertumbuhan Penduduk (%) 1,771,521,2 – 1,31,30-1,601,6 - 1,9 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,065,076,20 – 6,806,2 – 6,86,3 – 6,9 3. Inflasi (%)9, ,3 - 7,36,3 – 7,3 4. Nilai PDRB Per Kapita (adhb) (Rp Juta Rupiah) 23,6030,1422,00 – 24,00 26, ,00 5. Persentase Penduduk Miskin terhadap Jumlah Penduduk 9,619,186,80 - 5,908,0 – 7,06,8 – 7,8 6. Laju Pertumbuhan Investasi (%) (adhb) – 6, Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 9,228,458,00 - 7,508,00 – 8,507,50 - 7,00 8. Nilai Investasi/PMTB adhb (Rp. Trilyun) , ,6198,6 – 208,6226, ,4 PERKEMBANGAN INDIKATOR MAKRO PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 DAN 2014 SERTA TARGET TAHUN 2015 dan 2016

29 NoINDIKATORLKPJ 2013LKPJ 2014 TARGET 2015 TARGET 2016 RKPD MurnI RKPD Murni KU-APBD 1IPM 73,4074,2874,75 – 75,5074,00 – 74,50 75, 50 – 76,00 2Indeks Pendidikan 82,3183,3685,50 86,00 a. AMH 96,49 98,2998,00 -98,50 98,50 – 99,00 b. RLS (tahun) 8,09 8,348,30 – 8,50 8,50 – 8,75 3Indeks Kesehatan 72, ,53 77,00 a. AHH (tahun) 68,80 68,8370,00 – 70,25 70,50 – 71,00 b. AKB (per 1000 KH) c. AKI (per KH) n/a 4,8 4,6 4Indeks Daya Beli 64,89 65,4764,45 65,00 a. PPP (ribu rupiah) 640, , ,000 Keterangan : *) Target RKPD 2016 bersumber dari RPJMD PERKEMBANGAN IPM PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 DAN 2014 SERTA TARGET TAHUN 2015 dan 2016

30 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN MISI MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan MISI KE LIMA : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA

31 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD No. Indikator Kinerja Satuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 1 : Meningkatnya aksesibilitas dan kualitas pendidikan yang unggul, terjangkau dan merata; 1. Indeks Pembangunan Manusia Poin73,19 T 73,75 – 74,25 74,25 – 74,75 74,75 – 75,50 75,50 – 76,00 76,00 – 77,00 77,00 – 78,00 R 73,4074,28 2. Indeks Pendidikan Poin80,21 T 82,3184,6585,5086,0088,0089,00 R 82, Angka Melek Huruf Persen96,97 T 97,00 – 97,50 97,50 – 98,00 98,00 – 98,50 98,50 – 99,00 99,00 – 99,50 R , Angka Rata- rata Lama Sekolah Kabupaten Tahun8,15 T 8,20 - 8,258,25 - 8,308,30 - 8,508,50 - 8,758,75 - 9,109,10 - 9,50 R n/a 5.5. Angka Rata- rata Lama Sekolah Kota Tahun 9,00 – 10,73 T 9,25 – 11,00 9,50 – 11,25 9,75 – 11,50 10,25 – 11,75 10,75 – 12,00 11,50 – 12,50 R n/a 6.6. APK Sekolah Menengah Persen 67,78 T 72,6880,4887,4892,8094,1095,50 R , APK Pendidikan Tinggi Persen 15,19 T – R 17,0919,19 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 MISI 1 MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya Saing

32 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas layanan kesehatan bagi semua serta perluasan akses pelayanan yang terjangkau dan merata; 8.Indek KesehatanPoin71,00 T 72,6075,6076,5377,0078,0079,00 R AHH (Angka Harapan Hidup) Tahun68,60 T 68, , , ,2570, , , R68,80 68,83 Sasaran 3 : Meningkatnya daya saing sumber daya manusia dan kelembagaan serta berbudaya IPTEK 10. Jumlah Karya IPTEK yang didaftarkan untuk mendapat HAKI Buah N/A T R n/a Jumlah Penduduk Melek TIK usia 12 tahun keatas Orang N/A T R n/a Sasaran 4 : Meningkatnya kualitas ketahanan keluarga 12. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Poin68,08 T 69,77072,027373,575 R 70 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 MISI 1

33 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 1 : Jawa Barat sebagai Daerah Pertanian Berbasis Agrikultur 1. Skor Pola Pangan Harapan poin70,2 T R74, Pencetakan Sawah Baru Ha200 T R5.000 Sasaran 2 : Meningkatnya daya saing usaha pertanian 3. Nilai Tukar Petani (NTP) Poin108,93 T 109 – – – R104,46 4. Sertifikasi Jaminan Mutu Pelaku Usaha Produk Pertanian Buah89 T R Sasaran 3 : Meningkatnya kualitas iklim usaha dan investasi 5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Persen63,78 T 63, ,00 64, ,00 65, ,00 66, ,00 67, ,00 68, ,00 R 63,0162,77 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 MISI 2 MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan

34 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun PDRB Per Kapita (ADHB) juta rupiah 21,25 T 21, ,50 21,50 – 22,00 22,00 – 24,00 24,00 – 26,00 26,00 – 28,00 28,00 – 30,00 R23,6030,02 7. PDRB Per Kapita (ADHK) juta rupiah 21,25 T 21, ,50 21,50 – 22,00 22,00 – 24,00 24,00 – 26,00 26,00 – 28,00 28,00 – 30,00 R8,5324,94 8. Laju Pertumbuhan Ekspor Persen 5,48 T 5,5 – 6,06,0 – 6,56,5 - 7,07,0 – 7,57,5 – 8,08 – 8,5 R5,5 - 6,014,83 9. Nilai Investasi PMA – PMDN Trilyun Rupiah 52,68 T 76,52 – 85,5585,55-95,8195,81-107,79107,79-121,80 121, ,85 138, ,00 R 67,5062, Nilai Investasi PMDN Trilyun Rupiah 16,02 T R6,0113, Nilai Penanaman Modal Asing (PMA) Trilyun Rupiah 36,66 T R67,548, Nilai Investasi/PMTB adhb Trilyun Rupiah 175,20 T 154, ,2 174, ,2 198, ,6 226, ,4 267, ,2 315, ,3 R194,33305, InflasiPersen3,86 T 8,5 - 9,56,0 - 7,06,3 - 7,34,5 - 5,54,0 - 5,0 R9,157,41 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 MISI 2 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 2

35 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 4 : Meningkatnya jumlah dan kualitas wirausahawan Jumlah Penerima Manfaat Kredit Modal Usaha Juta Orang N/A T R Indek Daya beliPoin60,93 T 64,1764,0064,4565,0065,5066,00 R64,8965, Daya Beli Masyarakat ribu rupiah T R640,8644,36 Sasaran 5 : Meningkatnya pembangunan ekonomi perdesaan dan regional 17. Laju Pertumbuhan Ekonomi Persen per Tahun 6,21 T 5,2 - 5,85,9 - 6,56,2 - 6,86,3 - 6,9 6,4 – 7,0 R6,065,07 18.Indeks GiniPoin0,41 T 0,4 - 0,390,38 – 0,370,37 – 0,360,36 – 0,350,35 – 0,340,34 – 0,33 R0.410,42 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 2

36 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 1 : Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas layanan Pemerintahan serta mewujudkan perluasan partisipasi publik 1. Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Pemerintahan Nilai Interval Skala T R33 2. Jumlah Penerbitan Perijinan Izin35,481 T 39,02942,93147,22451,94657, R Pendapatan Asli Daerah Trilyun Rupiah 9,99 T 11,012,113,314,616,117,7 R12,4512,36 4. Indikator Daya Saing Provinsi Rangki ng 6 T 6 – 55 – R Sasaran 2 : Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Berbasis IPTEK 1.1. Skala Komunikasi Organisasi Pemerintahan Skala N/A T 333,5456 RN/A 2.2. Indeks Keterbukaan Informasi Publik Poin46 T R Indeks Persepsi Korupsi Poin5,11 T 5,566,577,58 R5.53,7 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 3 MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik

37 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 3 : Meningkatnya Profesionalisme dan Kualitas Kesejahteraan Aparatur 1.1. Indeks Kebahagiaan PoinN/A T 55 – 5757 – 5959 – 6161 – 6363 – 65 R67,66 Sasaran 4 : Meningkatnya Stabilitas Tibumtranmas, kesadaran politik dan hukum 1.1. Tingkat Partisipasi Pemilihan Umum Persen54 T R63,6671,3 2.2.Indeks DemokrasiPoinN/A T 66,20 – 66,50 66,50 – 67,00 67,00 – 67,50 67,50 – 68,00 68,00 – 68,50 68,50 – 69,00 R65,18 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 3

38 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 1 : Meningkatnya daya dukung dan daya tampung lingkungan serta kualitas penanganan bencana 1.Jumlah PendudukJiwa T R Capaian Fungsi Kawasan Lindung terhadap Luas Wilayah Persen34,5 T R37,2 Sasaran 2 : Meningkatnya Kualitas Pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat 1. Penurunan emisi Gas Rumah Kaca GRK) Persen per Tahun 1,79 T – R Tingkat Ketersediaan Fasilitas Perlengkapan Jalan Provinsi Persen10,86 T 11,5-12,0312,03-25,0925,09-39,7739,77-53,6453,64-67,5167,51-80,00 R12, Tingkat Kondisi Baik Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi Persen64,52 T – R65,9867,37 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 4 MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan

39 No.Indikator Kinerjaatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Rasio Elektrifikasi Rumah Persen73,55 T R ,41 5. Cakupan Pelayanan Persampahan Perkotaan Persen63,53 T R ,88 6. Cakupan Pelayanan Air Minum Persen51,76 T R ,43 7. Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik Persen63,21 T 63,00-63,5063,50-64,0064,00-65,0065,00-67,0067,00-68,0068,00-69,00 R ,59 Sasaran 3 : Meningkatnya percepatan pembangunan infrastruktur 1. Pencapaian Status Mutu Sungai Utama dan Waduk Besar dengan tingkat cemar sedang Persen9,6 T 9,6-10,410,4-10,810,8-11,211,2-11,711,7-12,312,3-13 R13,4 2. Tingkat kemantapan jalan provinsi (Kondisi baik dan sedang) Persen97,05 T 97-97,397,1-97,497,2-97,597,3-97,697,4-97,797,5-98 R ,68 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 4

40 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 1 : Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) 1.Angka KemiskinanPersen9,52 T 8,80 - 7,807,80 - 6,806,80 - 5,905,90– 5,005,00 - 4,10 R9.619,44 2. Tingkat Pengangguran Terbuka Persen 9-10T 9,00 - 8,508,50 - 8,008,00 - 7,507,50 – 7,007,00 - 6,506,50 – 6,00 Persen 9,08 R9.228,45 3. Jumlah PMKS yang ditangani Orang334,255 T 479,255527,181579,899637,888701, R Jumlah Pekerja Anak Orang574,301 T 562,815551,558540,527529,717519,122508,740 R562, Sasaran 2 : Meningkatnya peran pemuda, organisasi kemasyarakatan dan prestasi olahraga serta penanganan komunitas tertentu 1. Jumlah Pemuda Berprestasi Skala Internasional OrangN/A T R n/a 0 = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 5 MISI KELIMA : Meningkatkan KehidupanSosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal

41 No.Indikator KinerjaSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun 2012 Target/ Realisasi Target/Realisasi Capaian Setiap Tahun Sasaran 3 : Meningkatnya peran masyarakat dalam pembangunan olahraga, seni budaya dan pariwisata 1.1. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (target optimis) Ribu Orang 800 T R , Jumlah Karya Seni dan Budaya yang didaftarkan untuk memperoleh HAKI/sertifikasi Badan Internasional Buah3 T R n/a 3 Sasaran 4 : Meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat dan kerukunan antar umat beragama 1.1. Tingkat Harmonisasi Kerukunan Antar Umat Beragama Poin2 T R n/a = Kondisi awal 2012 = Midterm Tahun 2016 = Kondisi Akhir 2018 Target dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Misi RPJMD MISI 5

42 Common Goals RPJMD TAHUN

43 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku 1.Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan 1.Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 4.Penanganan bencana longsor dan banjir 1.Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 4.Penanganan bencana longsor dan banjir CG 6 Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan kebencanaan CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan dan olah raga 1.Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan sistem hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa 1.Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan sistem hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018)

44 KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT

45 Janji Gubernur PENDIDIKAN GRATIS SD, SLTP DAN SLTA DI SELURUH JAWA BARAT SERTA PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU 2.BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK PEMUDA, TENAGA MEDIS, SERTA KELUARGA ATLIT BERPRESTASI DAN GURU 3.REVITALIASI POSYANDU DAN DANA OPERASIONAL KADER POSYANDU 4.MEMBUKA 2 JUTA SERAPAN TENAGA KERJA BARU DAN MENCETAK WIRAUSAHAAN BARU JAWA BARAT 5.ALOKASI 4 TRILIYUN UNTUK INFRASTRUKTUR DESA DAN PERDESAAN 6.REHABILITASI RUMAH RAKYAT MISKIN 7.PEMBANGUNAN PUSAT SENI DAN BUDAYA JAWA BARAT DI KABUPATEN/ KOTA 8.PEMBANGUNAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KABUPATEN/ KOTA Janji Gubernur ini selengkapnya tercantum pada naskah pemaparan Visi dan Misi Calon Gubernur Jawa Barat Tahun

46 BP 3 Iptek creative research for west java development Merupakan lembaga teknis daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2014 TUGAS POKOK Menyelenggarakan Penelitian dan Penerapan Iptek Kreatif, serta Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. mulai efektif operasional pada bulan November 2014

47 Fungsi BP 3 Iptek R esearch Penelitian D evelopment Pengembangan E ngineering Perekayasaan Kegiatan Kerekayasaan Suatu Badan/ Lembaga dengan aktifitas yang berkaitan dengan Kegiatan Teknologi secara runtun, meliputi: (didalam kerekayasaan disebut RDEO): Penerapan O peration Pengoperasian

48 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) -Technology Readiness Level Prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkan Pengujian Sistem, Peluncuran & Pengoperasian Pengembangan Sistem/Subsistem Demonstrasi Teknologi Pengembangan Teknologi Riset untuk Pembuktian Kelayakan Riset Teknologi Dasar Sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan pengoperasian Sistem telah lengkap dan memenuhi syarat (qualified) melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan/aplikasi sebenarnya Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan/aplikasi sebenarnya Demonstrasi model atau prototipe sistem/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan Validasi kode, komponen dan/atau breadboard validation dalam suatu lingkungan Validasi kode, komponen dan/atau breadboard validation dalam lingkungan laboratorium Pembuktian konsep (proof-of-concept) fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental Formulasi konsep dan/atau aplikasi teknologi TKT 9 TKT 8 TKT 7 TKT 6 TKT 5 TKT 4 TKT 3 TKT 2 TKT 1

49 Peran BP3Iptek dalam menaikkan TRL dan estafet di wilayah “kritis” Peran “Pemerintah” Titik “Kritis” Risiko teknis & komersial relatif rendah TRL Peran Swasta Risiko teknis & komersial relatif tinggi Peran BP3Iptek

50 Posisi BP3Iptek dalam tahapan Inovasi Peran BP3Iptek: Mendorong STP/ TP Peran BP3Iptek: Mendorong STP/ TP

51 Peran BP3Iptek dalam Sistem Inovasi Daerah Peran BP3 Iptek

52 Posisi BP3Iptek dan Lembaga Litbang lainnya TRL Scope General Specific/ specialised Basic Research Applied UNIVERSITAS LIPI BPPT BALITBANG K/L BALITBANGDA R&D INDUSTRI LAPAN BATAN BP3IPTEK ? Pesan Gubernur: Ägar lebih fokus, hasil2 penelitian yg ada agar diterapkan untuk masyarakat “heavy-nya saat ini adalah pertanian, tapi silahkan juga yg lain2, seperti energi, kesehatan,… Pesan Gubernur: Ägar lebih fokus, hasil2 penelitian yg ada agar diterapkan untuk masyarakat “heavy-nya saat ini adalah pertanian, tapi silahkan juga yg lain2, seperti energi, kesehatan,…

53 “SEBAGAI LEMBAGA TERKEMUKA DALAM PENELITIAN KREATIF DAN PENERAPAN IPTEK UNTUK PERCEPATAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT” V I S IV I S I creative research for west java development 1.Melakukan kajian dan analisis kebijakan pembangunan Jawa Barat. 2.Melaksanakan riset kreatif, penelitian, pengembangan dan penerapan iptek. 3.Menjalin kemitraan, kerjasama dan menyediakan layanan Iptek. 4.Memberikan dukungan administratif terhadap kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapapan iptek. M I S I

54 KEPALA BADAN SEKRETARIS BADAN SUB BAG PERENCANAAN SUB BAG UMUM & KEPEGAWAIAN SUB BAG KEUANGAN BIDANG ANALISIS KEBIJAKAN DAN PENGEMBANGAN INOVASI DAERAH BIDANG KEMITRAAN DAN LAYANAN IPTEK BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN IPTEK TERAPAN Paradigma Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Penelitian yang Dilakukan: Penelitian Kreatif (Creative Research) : yaitu Penelitian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat Paradigma Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Penelitian yang Dilakukan: Penelitian Kreatif (Creative Research) : yaitu Penelitian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat Administrasi Terpusat KELOMPOK PENELITI (KELOMPOK BIDANG* 1 S/D 10) KELOMPOK BIDANG*: 1.PENDIDIKAN 2.KESEHATAN 3.INFRASTRUKTUR DAN ENERGI 4.EKONOMI PERTANIAN 5.EKONOMI NON PERTANIAN 6.LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBENCANAAN 7.SENI, BUDAYA DAN PARIWISATA 8.KETAHANAN KELUARGA DAN KEPENDUDUKAN 9.KEMISKINAN DAN PMKS 10.PEMERINTAHAN STRUKTUR ORGANISASI BP 3 Iptek Bid.1 Bid.2 Bid.3

55 Aktor Inovasi di Provinsi Jabar STP Bandung Technopolis BRIV BP3Iptek

56 PETA PERGURUAN TINGGI DAN Lembaga Litbang di JAWA BARAT Kota Bandung Kab. Bandung Barat Purwakarta Subang Indramayu Sumedang Majalengka Cirebon Kota Cirebon Ciamis Kuningan Kota Banjar Tasikmalaya Kota Tasikmalaya Garut Sukabumi Kota Sukabumi Kota Bogor Bogor Bekasi Kota Bekasi Kota Depok Karawang Wilayah Jawa Barat Perguruan Tinggi : 365 instansi Balai/UPTD/KCP/UPTB : 156 instansi Cimahi Kab. Bandung creative research for west java development Kota / Kabupaten Pergurua n Tinggi Balai/UPTD /UPTB Bandung11648 Bekasi464 Bogor3510 Cirebon2922 Sukabumi198 Tasikmalaya1613 Majalengka165 Sumedang125 Karawang118 Cimahi105 Garut910 Purwakarta97 Depok92 Subang87 Indramayu66 Cianjur521 Kuningan41 Ciamis314 Banjar22 Kab Bandung 1

57 Kegiatan yang telah dilakukan dalam kerangka penguatan Inovasi Daerah (pada komoditas unggulan Jawa Barat)

58 PROGRAM PENATAAN SUMBERDAYA SIDa ( ) Taman Budaya IPTEK (TBIT) KLUSTER Mangga Gedong Gincu Pembibitan Sapi

59 Klaster Perbenihan Patin ( ) Klaster Perbenihan Ikan Nila “Nirwana” ( ) PROGRAM PENGEMBANGAN SIDa TERHADAP TEMA STRATEGIS PROVINSI JAWA BARAT Pengembangan Perbenihan Kentang (2015) PANGALENGAN (Bandung) SUKABUMI Pengembangan Klaster Industri Logam (2015) PURWAKARTA SUBANG Pengembangan Klaster Mangga Gedong Gincu (2015) CIREBON

60 ISU STRATEGIS JAWA BARAT (RPJMD ) SEPULUH COMMON GOALS (TEMATIK SEKTORAL)∞ Masalah Penelitian CG 1 Perbaikan aksesibilitas dan kualitas pendidikan CG 2 Perbaikan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan CG 3 Pengembangan infrastruktur wilayah, energi dan air. CG 5 Peningkatan eknomi non pertanian CG 6 Perbaikan pengelolaan lingkungan dan bencana CG 7 Perbaikan pengelolaan seni, budaya dan pariwisata CG 10 perbaikan kinerja aparatur pemerintah melalui aplikasi ilmunpengetahuan dan teknologi CG 8 peningkatan ketahanan keluarga dan pengendalian penduduk CG 9 pengurangan kemiskinan, isu kesejahteraan sosial dan keamanan Kenapa benih ? Jawa Barat memiliki cukupbanyak UPTD sebagai sentra produksi benih (pertanian, perikanan, peternakan) 1. Benih merupakan faktor penting dalam produksi pertanian, peternakan, dan perikanan. terdapat sekitar 379 Perguruan Tinggi yang berdomisili di Jawa Barat, 75 lembaga litbang, 260 UPT milik Jawa Barat. CG 4 Peningkatan ekonomi Pertanian 1.Jawa Barat sebagai sentra produksi benih di tingkat nasional 2.Pengembangan agribsnis, forest business, marine business, dan Agroindustri 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, 13 juta ton padi utuk memenuhi swasembada pangan and swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas daripangan yang tidak aman 5.Peningkatan dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan saluran irigasi) pada sentra pduduksi pangan 1.Jawa Barat sebagai sentra produksi benih di tingkat nasional 2.Pengembangan agribsnis, forest business, marine business, dan Agroindustri 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, 13 juta ton padi utuk memenuhi swasembada pangan and swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas daripangan yang tidak aman 5.Peningkatan dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan saluran irigasi) pada sentra pduduksi pangan 3. Jawa Barat sebagai kontributor terbesar dalam pemenuhan perbenihan ikan nila, ikan patin, dan kenang, padi.

61 JUSTIFIKASI PEMILIHAN TEMATIK KOMODITAS PADA SIDa : PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA, IKAN PATIN, KENTANG Jawa Barat mempunyai potensi produksi perikanan yang cukup besar (share thd produksi perikanan nasional sebasar 30% ) Potensi perikanan Jabar didominasi oleh perikanan air tawar. Jawa Barat memiliki jumlah kolam dan danau yang cukup banyak yg cocok utuk budidaya Nila dan Patin. Jawa Barat memiliki Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Jawa Barat mempunyai potensi produksi perikanan yang cukup besar (share thd produksi perikanan nasional sebasar 30% ) Potensi perikanan Jabar didominasi oleh perikanan air tawar. Jawa Barat memiliki jumlah kolam dan danau yang cukup banyak yg cocok utuk budidaya Nila dan Patin. Jawa Barat memiliki Unit Pembenihan Rakyat (UPR) PATIN (CATFISH) Jabar memiliki UPTD Pengembangan Benih Ikan Patin (Cijengkol) -> sentra pengembangan benih patin Wshare Jabar 22% thd kebutuhan benih patin nasional (terbesar) PATIN (CATFISH) Jabar memiliki UPTD Pengembangan Benih Ikan Patin (Cijengkol) -> sentra pengembangan benih patin Wshare Jabar 22% thd kebutuhan benih patin nasional (terbesar) NILA NIRWANA Jabar Memiliki UPTD Pengembangan Benih Ikan Nila (Wanayasa)- >sentra pengembangan benih Nila Share Jabar 83% thd pemenuhan kebutuhan benih nila nasional MENGAPA NILA NIRWANA DAN PATIN ? Produksi kentang nasional 10,7 juta ton/th Jabar mempunyai Share 24.5% thd produksi nasional (terbesar) Rata2 Produktivitas kentang National 16.5 t/ha (Jabar 19,2 t/ha) Potensi produksi 25 t/ha Benih bersertifikat merupakan komponen penentu dalam peningatan produktivitas. 95% benih kentang masih import. Share Jabar thd penyediaan benih kentang nasional sekitar 4,24% (terbesar), dan 14% thd kebutuhan Jabar. POTATO Kebutuhan benih kentang nasional National 90,000 ton/th Kebutuhan benih kentang Jabar ton/th (28% dari kebuthan nasional) Jabar memiliki UPTD BPBK Pangalengan-Sentra produksi benih kentang. Produksi sekitar 3,813.4 ton/yth Share 14.24% thd kebutuhan Jabar Shere 4.24% thd kebuthan benih nasional MENGAPA KENTANG ?

62 Jabar merupakan provinsi dengan potensi perikanan cukup besar, dengan kontribusi sebesar 30% atau sekitar 1,5 juta ton terhadap produksi perikanan Indonesia. Produksi ikan di Jabar didominasi oleh sektor budidaya air tawar sebesar ( ton) sedangkan sisanya dari ikan tangkapan perairan umum maupun laut. Jabar merupakan provinsi dengan potensi perikanan cukup besar, dengan kontribusi sebesar 30% atau sekitar 1,5 juta ton terhadap produksi perikanan Indonesia. Produksi ikan di Jabar didominasi oleh sektor budidaya air tawar sebesar ( ton) sedangkan sisanya dari ikan tangkapan perairan umum maupun laut. TEMA STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS SIDa KONTRIBUSI JABAR THD KEBUTUHAN BENIH NILA NASIONAL SEBESAR 83% PROYEKSI KEBUTUHAN LARVA IKAN NILA “NIRWANA” 2018: GPPS = 4456 ekor; GPS = 3.1 juta ekor; dan PS = paket KONTRIBUSI JABAR THD KEBUTUHAN BENIH NILA NASIONAL SEBESAR 83% PROYEKSI KEBUTUHAN LARVA IKAN NILA “NIRWANA” 2018: GPPS = 4456 ekor; GPS = 3.1 juta ekor; dan PS = paket LATAR BELAKANG FOKUS PENGUATAN SIDa JABAR PADA PENGEMBANGAN: KLUSTER PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA KLUSTER PERBENIHAN IKAN PATIN KLUSTER PERBENIHAN KENTANG LATAR BELAKANG FOKUS PENGUATAN SIDa JABAR PADA PENGEMBANGAN: KLUSTER PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA KLUSTER PERBENIHAN IKAN PATIN KLUSTER PERBENIHAN KENTANG Produksi ikan patin jabar meningkat dari ton (2010) menjadi ton (2011) atau meningkat sekitar 65,56%. Kontribusi jabar thd kebutuhan benih patin nasionalsebesar 22% Proyeksi kebutuhan larva ikan patin nasional 2, 8 m ekor /th jabar 1,72 m ekor/th. Produksi ikan patin jabar meningkat dari ton (2010) menjadi ton (2011) atau meningkat sekitar 65,56%. Kontribusi jabar thd kebutuhan benih patin nasionalsebesar 22% Proyeksi kebutuhan larva ikan patin nasional 2, 8 m ekor /th jabar 1,72 m ekor/th.

63 ROADMAP PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA PROGRAMKEGIATANTAHUNPIHAK TERKAIT PERBAIKAN INOVASI PERBENIHAN MELALUI KERJASAMA PENELITIAN DENGAN LEMBAGA LITBANG DAN PERGURUAN TINGGI Pencetakan GGPS dari 1200 (2013) ekor menjadi 1500 ekor (2014) Dinaskanlut Prov. Jabar., Perguruan Tinggi, BPPT. BPPI Sukamandi, BBBAT Sukabumi Perbanyakan GPS dari ekor (2013) menjadi ekor (2015) Dinaskanlut Prov. Jabar, BPBIAT Wanayasa Perbanyakan PS dari 3970 paket (2013) menjadi 4529 paket (2014) Dinaskanlut Prov. Jabar, BBI Kab/Kota., Anggota BROODSTOCK NILA Kajian Pencitaan benih ikan “Mono sex Jantan” Dinaskanlut Prov. Jabar., Perguruan Tinggi, BPPT, BPPI Sukamandi., BBBAT Sukabumi FASILITASI KEMITRAAN DENGAN UPR Dempond di masyarakat Dinaskanlut Prov. Jabar, BPBIAT Wanayasa., UPR Kab/Kota, Penyuluh Perikanan Kab/Kota Pinjam Induk BPBIAT Wanayasa., UPR Kab/Kota, Penyuluh Perikanan Kab/Kota Pelatihan pembenihan ikan nila “Nirwana” BPBIAT Wanayasa., UPR Kab/Kota, Penyuluh Perikanan Kab/Kota PENGUATAN KAPASITAS BALAI BENIH DAN PENANGKAR DALAM PRODUKSI BENIH Revitalisasi Sarana Prasarana Balai Benih Provinsi 2014KKP, Pemda Prov. Jabar, Kementerian PU Penguatan SDM Balai Benih Provinsi KKP, Pemda Prov. Jabar, KNRT Penguatan Kemitraan Kelembagaan Penghasil Benih UPTD Provinsi. Kab/Kota. UPR KKP, Pemda Prov. Jabar, BPBIAT Wanayasa, Pemda Kab/Kota Peningkatan SDM Balai Benih Kabupaten/Kota Dan UPR KKP, Pemda Prov. Jabar, BPBIAT Wanayasa, Pemda Kab/Kota Pembangunan Laboratorium kesehatan ikan KKP, Dinaskanlut Prov. Jabar, KNRT

64 PROGRAMKEGIATANTAHUNPELAKU PENINGKATAN PASAR BENIH PATIN DALAM DAN LUAR NEGERI WORKSHOP NASIONAL PEMBENIHAN IKAN PATIN2014KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN PROMOSI DI ASEAN KEM PERDAGANGAN PROMOSI ON LNE PEMDA JABAR GERAI IKAN PATIN DI BBAT BPBAT PEMBUATAN PASAR BENIH DI CIASEM2015DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN JABAR/ KAB SUBANG PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI DAN KELEMBAGAAN DI UPR MELALUI INKUBASI BISNIS BALAI PEMBENIHAN IKAN PATIN PELATIHAN PEMIJAHAN, PENDEDERAN BAGI UPR SE JABAR PEMDA JABAR PELATIHAN PEMIJAHAN, PENDEDERAN BAGI UPR LUAR JAWA BARAT KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN RUANG KELAS BARU PELATIHAN2015KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN PENINGKATAN TEKNOLOGI PEMIJAHAN, PENDEDERAAN, DISTRIBUSI KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN PENINGKATAN MANAJEMEN BISNIS BAGI KEL UPR PEMDA JABAR PENINGKATAN WILAYAH PEMBENIHAN IKAN PATIN JAWA BARAT SEBAGAI PUSAT BISNIS, PELATIHAN, BENIH IKAN PATIN DAN PLASMA NUTFAH IKAN PATIN DARI BERBAGAI DAERAH PENAMBAHAN JUMLAH UPR (SARANA, PRASARANA) PEMDA JABAR DAN KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI UPR PEMDA JABAR DAN KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN SARANA PRASARANA PLASMA NUTFAH IKAN PATIN KEM KELAUTAN DAN PERIKANAN ROADMAP PERBENIHAN IKAN PATIN

65 TIM KOORDINASI & KEBIJAKAN PENGUATAN SIDa PEMBENTUKAN TIM KOORDINASI SIDa (KEPUTUSAN GUBERNUR :NO 120/KEP BAPPEDA/2013) PEMBENTUKAN Tim Advisori IPTEK dan Sosial Budaya (KEPUTUSAN GUBERNUR (NO 431/KEP. 835-BAPPEDA/2013) PEMBENTUKAN SEKRETARIAT TIM KOORDINASI SIDa (KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA :NO 120/Kep- 839/PPE/2013) PEMBENTUKAN BP 3 IPTEK PROV. JAWA BARAT (Perda No. 3/2014) PEMBENTUKAN TIM DRD (KEP. GUB TAHUN 2010) PENUNJUKAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA PUSAT PENGEM,BANGAN KOMODITAS UNGGULAN (UPTD) PEMBENTUKAN TIM KOORDINASI SIDa (KEPUTUSAN GUBERNUR :NO 120/KEP BAPPEDA/2013) PEMBENTUKAN Tim Advisori IPTEK dan Sosial Budaya (KEPUTUSAN GUBERNUR (NO 431/KEP. 835-BAPPEDA/2013) PEMBENTUKAN SEKRETARIAT TIM KOORDINASI SIDa (KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA :NO 120/Kep- 839/PPE/2013) PEMBENTUKAN BP 3 IPTEK PROV. JAWA BARAT (Perda No. 3/2014) PEMBENTUKAN TIM DRD (KEP. GUB TAHUN 2010) PENUNJUKAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA PUSAT PENGEM,BANGAN KOMODITAS UNGGULAN (UPTD) PENGEMBANGAN BUDAYA RISET PERGURUAN TINGGI SWASTA (370 PTS) PENEMPATAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA UPTD PENGEMBANGAN BENIH/BIBIT IKAN AIR TAWAR IKAN NILA NIRWANA, IKAN PATIN, SAPI, DAN PADI PENATAAN KELEMBAGAAN KERJASAMA INOVASI DENGAN PERGURUAN TINGGI DAN LEMBAGA PENELITIAN PENATAAN KELEMBAGAAN USAHA TINGKAT PETANI DENGAN LEMBAGA KEUANGAN DAN PEMASARAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHAWAN BARU DUKUNGAN DEWAN RISET DAERAH PROV. JABAR DUKUNGAN TIM KOORDINASI SIDa DUKUNGAN TIM ADVISORI IPTEK DAN SOSIAL BUIDAYA PENERAPAN SIDA PADA TEMATIK KEWILAYAHAN DALAM PEMBANGUNAN JAWA BARAT PENGEMBANGAN BUDAYA RISET PERGURUAN TINGGI SWASTA (370 PTS) PENEMPATAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA UPTD PENGEMBANGAN BENIH/BIBIT IKAN AIR TAWAR IKAN NILA NIRWANA, IKAN PATIN, SAPI, DAN PADI PENATAAN KELEMBAGAAN KERJASAMA INOVASI DENGAN PERGURUAN TINGGI DAN LEMBAGA PENELITIAN PENATAAN KELEMBAGAAN USAHA TINGKAT PETANI DENGAN LEMBAGA KEUANGAN DAN PEMASARAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHAWAN BARU DUKUNGAN DEWAN RISET DAERAH PROV. JABAR DUKUNGAN TIM KOORDINASI SIDa DUKUNGAN TIM ADVISORI IPTEK DAN SOSIAL BUIDAYA PENERAPAN SIDA PADA TEMATIK KEWILAYAHAN DALAM PEMBANGUNAN JAWA BARAT TIM KOORDINASI KEBIJAKAN T IM ADVISORI T IM ADVISORI Tim SIDa DRD ADVISOR TEKNOL OGI PENGUATAN SIDa PENGUATAN SIDa

66 PROGRAM PENATAAN KELEMBAGAAN SIDa, NO AKELEMBAGAAN 1PEMBENTUKAN BP 3 IPTEKOPERASIONALISASI BP 3 IPTEK 2PELIBATAN CSR DALAM PENGEMBANGAN AGRO TECHNO PARK (ATP) REVITALISASI AGRO TECHNO PARK (ATP) CIKADU 3PENEMPATAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA UPTD PENGEMBANGAN BENIH/BIBIT IKAN AIR TAWAR IKAN NILA NIRWANA, IKAN PATIN, SAPI, DAN PADI PENEMPATAN ADVISOR TEKNOLOGI PADA UPTD PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN LAINNYA BJEJARING 1SOSILISAI SIDa KAB/KOTAPENINGKATAN JEJARING SIDa KAB/KOTA 2JOINT RISET DENGAN PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT DAN LEMBAGA LITBANG, PENINGKATAN JEJARING DENGAN PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT, LEMBAGA LITBANG, DAN KOMUNITAS RISET 3SELEKSI PERGURUAN TINGGI SWASTA UNTUK PELAKSANAAN KREATIF RISET PELIBATAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DALAM PELAKSANAAN KREATIF RISET

67 PEMBENIHAN PENDEDERAN I PENDEDERAN II PEMBESARAN INVESTASI: Rp. 167 jt TENAGA KERJA = 50 org KEUNTUNGAN Rp. 67 jt INVESTASI: Rp. 697 jt TENAGA KERJA = 150 org KEUNTUNGAN Rp. 142 jt INVESTASI: Rp. 1,8 M TENAGA KERJA = 300 org KEUNTUNGAN Rp. 195 jt INVESTASI: Rp. 14 M TENAGA KERJA = 150 org KEUNTUNGAN Rp. 1,9 M PRODUKSI LARVA PRODUKSI BENIH 1 Inc PRODUKSI BENIH 2 Inc PEMBESARAN RANTAI PRODUKSI PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA PER TAHUN RANTAI PRODUKSI PERBENIHAN IKAN NILA NIRWANA PER TAHUN PRODUKSI: 72 juta ekor/kg/tahun TENAGA KERJA = 32 org TOTAL PENERIMAAN Rp. 360 jt PRODUKSI: 36 juta ekor/kg/tahun TENAGA KERJA = 32 org TOTAL PENERIMAAN Rp. 3,2 M jt PRODUKSI: 33,5 juta ekor/kg/tahun TENAGA KERJA = 200 org TOTAL PENERIMAAN Rp. 4,69 M jt PRODUKSI: 11,7 juta ekor/kg/tahun TENAGA KERJA = org TOTAL PENERIMAAN Rp. 129 M RANTAI PRODUKSI PERBENIHAN IKAN PATIN PER TAHUN RANTAI PRODUKSI PERBENIHAN IKAN PATIN PER TAHUN

68 MULTIPLIER EFECT PENGEMBANGAN SIDa PERBENIHAN IKAN PATIN DAN IKAN NILA TERHADAP PENUMBUHAN USAHA BARU KLASTER / PERBENIHAN NILA NIRWANA PRODUSEN LARVA (BPBAT) (50 org) PENYEDIA ALAT & OBAT) (2 agen) PENDEDER II (300 org) PEMBESAR PENYEDIA PAKAN 2 (agen) PENYEDIA PAKAN BUATAN (1 agen) PENDEDER I (150 org) TRASPORTA SI IKAN (3 unit) KELOMPOK BENIH/Distrib utor Gas (6 kel) MINA PADI “NIRWADI” (1 Kel) KLUSTER / KLASTER PERBENIHAN IKAN PATIN KLUSTER / KLASTER PERBENIHAN IKAN PATIN PENYEDIAN ALAT (5 agen) PENDEDER II (104 unit) PEMBESAR (336 unit) PENYEDIA PAKAN ARTEMIA (4 agen) PENGUMPUL CACING SUTERA (30 org) PENYEDIA PAKAN BUATAN (3 agen) PENDEDER I (90 unit) JASA PENGHITUNG PANEN (30 org) BANDAR BENIH (4 agen) PRODUSEN LARVA (BPBAT) (4 unit) PENYEDIA OBAT2AN (3 agen) TRASPORTASI IKAN (5 unit) DISTRIBUTOR OKSIGEN/LPGI (4 agen)

69 ANGGOTA BROODSTOCK NILA SUKSES INDUSTRIALISASI PERIKANAN SUKSES INDUSTRIALISASI PERIKANAN ALUR PEMBINAAN. PENGAWASAN DAN DISTRIBUSI INDUK IKAN NILA NIRWANA DAN PATIN UPTD BPBIAT WANAYASA/CIJENGKOL PEMULIAAN (GGPS)/Khusus NILA PEMULIAAN (GGPS)/Khusus NILA BBI KAB/KOTA GPS DJPB BPPT BRKP PT UPR FS PS PEMBUDIDAYA WILAYAH BINAAN PS

70 PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TERPADU KEANEKARAGAMAN HAYATI DI JAWA BARAT MoU antara Menristekdikti dan Gubernur Jawa Barat

71 PERBAIKAN GENETIK DAN SEXING SAPI PASUNDAN 1.Ketergantungan Jawa Barat Terhadap Pemasukan Sapi Potong Dari Luar Jawa Barat 2.Gap Antara Kebutuhan (Demand) Dengan Pasokan (Supply) Sapi Potong 3.Daging sapi sebagai komoditi strategis, berpengaruh besar terhadap tingkat inflasi di Jawa Barat. 4.Pengembangan Sapi Potong termasuk Program prioritas yang tertuang dalam RPJMD 2013 – 2018, tercantum pada Tematik Sektoral dan Tematik Kewilayahan. 5.Pemotongan Sapi Betina Produktif yang berpengaruh kepada peningkatan populasi, sehingga perlu penambahan sapi induk betina sekitar 500,000 ekor per tahun. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk memproduksi bibit sapi lokal (pasundan) betina melalui I.B Sexing sebagai mesin produksi sapi potong di Jawa Barat yang penanganannya berbasis Techno Park.

72 TECHNO PARK FUNGSI: 1.Sebagai pusat penerapan teknologi untuk mendorong perekonomian di daerah, 2.Tempat Pelatihan, 3.Tempat Pemagangan, 4.Pusat Diseminasi teknologi, 5.Pusat advokasi bisnis ke masyarakat, 6.Laboratorium lapangan untuk Perguruan Tinggi.

73 73 KLASTER III CIKADU Kab. Cianjur KLASTER I RUMPIN Kab. Bogor KLASTER II UPTD SAPI POTONG Kab. Ciamis PETA LOKASI PENELITIAN

74 SAPI PASUNDAN JANTAN (3 EKOR) SAPI PASUNDAN BETINA (6 EKOR) SAPI BIBIT UNGGUL (BALI/MADURA/PO) KAWIN UNTUK KONTROL KAWIN UNTUK PRODUKSI SPERM SEXING UPTD SAPI POTONG CIAMIS UPTD CIKADU KAB. CIANJUR MENGKOORDINIR SAPI PASUNDAN MASYARAKAT (± 250 EKOR) SEBAGAI AKSEPTOR I.B KLASTER II CIAMIS KLASTER I RUMPIN BOGOR KLASTER III CIANJUR SAPI PASUNDAN MASYARAKAT (± 250 EKOR) SEBAGAI AKSEPTOR I.B MENGKOORDINIR TRANSFER

75 MODEL PENGEMBANGAN SAPI POTONG BERBASIS KAWASAN DI JAWA BARAT KLASTER I Rumpin Kab.Bogor KLASTER I Rumpin Kab.Bogor KLASTER II UPTD sapi potong ciamis KLASTER II UPTD sapi potong ciamis KLASTER III CIKADU KLASTER III CIKADU Untuk perbaikan genetik Sapi Pasundan Pengembangan /(SEXING) Sapi Pasundan VBC Bibit sebar / bibit komersial / Agribisnis Sapi Pasundan VBC Bibit sebar / bibit komersial / Agribisnis Sapi Pasundan

76 SINERGITA PROGRAM MODEL PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG BERBASIS KAWASAN DI JAWA-BARAT 1.Kemenristek : Deputi Bidang Pendayagunaan IPTEK 2.LIPI Bioteknologi Bogor 3.UNPAD : Fakultas Peternakan 4.Pemda Provinsi Jawa-Barat 5.P.T KAR Dinas Peternakan BP3IPTEK

77 IMPLEMENTASI TAHUN 2015 Klaster I : Rumpin Bogor Core kegiatan : Perbaikan genetik sapi lokal (Pasundan) Klaster II : UPTD sapi potong ciamis Core Kegiatan : Pengembangan sapi bibit (sexing) Klaster III : EX ATP Cikadu Kab. Cianjur (40 ha ha) Agro Techno Park Core Kegiatan VBC agribisnis bibit Sapi Pasundan HULUON FARMHILIR BibitBudi dayaProduk & olahan PakanZero wasteTataniaga Sperm sexingPendukung PakanIKM - UKM

78 PEMBAGIAN PERAN KEGIATAN PERBAIKAN GENETIK DAN SEXING SAPI PASUNDAN Tahun 2015 : 1. PT KAR : Koleksi sperm sexing dosis Pengelolaan Sapi Pasundan untuk riset Sarana dan Prasarana Laboratorium. 2. Pemda Jabar (BP3IPTEK, Dinas Peternakan) : Seleksi bibit Sapi Pasundan Sinkronisasi Birahi (Program Gertak Birahi oleh Dinas Peternakan) Menyiapkan 250 ekor sapi Pasun di Ciamis dan 250 ekor di Cianjur untuk akseptor IB (UPTD Cijeungjing dan UPTD Cikadu) Inseminasi Buatan (IB) sexing oleh LIPI, Disnak Prov. Jabar dan UNPAD Koordinator Program (BP3IPTEK) 3. LIPI : Perbaikan Genetik Sapi Pasundan Rekording

79 KEGIATAN PERBAIKAN GENETIK DAN SEXING SAPI PASUNDAN Tahun 2016 : 1.Pemetaan Genetik Sapi Pasundan: Kekerabatan Rancah-Bali-Madura- Ongole 2. Panen ternak sapi pasundan hasil sexing (bln Oktober 2016) 3. Launching Sapi Pasundan hasil perbaikan genetik dan sexing oleh Gubernur Jawa Barat. 4. Evaluasi Kinerja reproduksi 5. Pemantapan dan perbanyak populasi Inisiasi Village breeding center (VBC) hasil I.B sexing--  calon-calon Bibit unggul Tahun 2017 Pengembangan mini ranch (VBC) di Sukabumi Pengembangan mini ranch (VBC) di Cianjur Pengembangan mini ranch (VBC) di Ciamis Mesin Produksi Sapi Pasundan

80 MODEL PENGEMBANGAN SAPI POTONG BERBASIS TECHNO PARK DI JAWA BARAT

81 PROGRAM KEGIATAN

82 TRANSFORMASI BASIC ACTIVITY 1.Penyebarluasan hasil-hasil penelitian 2.Peningkatan kualitas penelitian BP3Iptek 3.Analisis Kebijakan Iptek untuk pembangunan Jawa Barat dan pengembangan inovasi daerah 4.Pengembangan kemitraan dan kolaborasi riset untuk pembangunan Jawa Barat 5.Peragaan Iptek Terapan BASIC OFFICE 1.Gaji dan Tunjangan 2.Peningkatan Kesejahteraan aparatur 3.Peningkatan kapasitas dan kualitas aparatur 4.Administrasi Perkantoran 5.Peningkatan dan Pengadaan Sarana Prasarana Aparatur 6.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 7.Pengendalian, Evaluasi dan pelaporan Internal 8.Penyusunan Perencanaan tahunan BP3Iptek 9.Pengelolaan sistem, pengelolaan data dan web BP3IPTEK 10.Penyusunan DED Gedung BP3Iptek dan analisis perencanaan pembangunan gedung BP3Iptek Rencana Kegiatan BP3Iptek creative research for west java development Kompetisi riset kreatif untuk percepatan pembangunan Jawa Barat Kajian komprehensif kegiatan monumental Jawa Barat Pembangunan teknopark berbasis agro/ Energi/ IT 6 Penelitian terapan untuk solusi permasalah an Jawa Barat

83 KEGIATAN PRIORITAS BP 3 Iptek Pembangunan Agro Techno Park Berbasis Agro 2Analisis Berbasis IPTEK Untuk Kebijakan Pembangunan Jawa Barat 3Penelitian Terapan untuk Solusi Permasalahan Jawa Barat, 4Pengembangan Kemitraan dan Kolaborasi Riset untuk Pembangunan Jawa Barat, 5Kompetisi Riset Kreatif untuk Percepatan Pembangunan Jawa Barat, 6Focus Grup Discussion (FGD) Pengembangan Riset Kreatif Jawa Barat, creative research for west java development 5

84 TRANSFORMASI BASIC ACTIVITY 1.Penyebarluasan hasil-hasil penelitian (2 keg.) (b.1, b.11) 2.Peningkatan kualitas penelitian BP3Iptek (2 keg.) (b.2, b.6) 3.Analisis Kebijakan Iptek untuk pembangunan Jawa Barat dan pengembangan inovasi daerah (5 keg.) (b.3, b.4, b5,b.8, b.10) 4.Pengembangan kemitraan dan kolaborasi riset untuk pembangunan Jawa Barat (1 keg) (b.7) 5.Penelitian terapan untuk solusi permasalahan Jawa Barat ( 1 keg.) (b.9) BASIC OFFICE 1.Gaji dan Tunjangan 2.Peningkatan Kesejahteraan aparatur 3.Peningkatan kapasitas dan kualitas aparatur 4.Administrasi Perkantoran 5.Peningkatan dan Pengadaan Sarana Prasarana Aparatur 6.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 7.Pengendalian, Evaluasi dan pelaporan Internal 8.Penyusunan Perencanaan tahunan BP3Iptek 9.Pengelolaan sistem, pengelolaan data dan web BP3IPTEK 10.Penyusunan DED Gedung BP3Iptek dan analisis perencanaan pembangunan gedung BP3Iptek Rencana Kegiatan BP3Iptek TAHUN 2016 Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- creative research for west java development Kompetisi riset kreatif untuk percepatan pembangunan Jawa Barat Kajian komprehensif kegiatan monumental Jawa Barat Pembangunan teknopark berbasis agro Peragaan Iptek Terapan dan Seminar Iptek 10 PROGRAM 24 KEGIATAN 10 PROGRAM 24 KEGIATAN 6

85 NOKEGIATANOUTPUTANGGARAN (Rp.) Pembangunan teknopark berbasis agro Village Breeding Centre Domba Pajajaran (Garut) Village Breeding Centre Sapi Pasundan Model Penggemukan Sapi Pasundan Energi Terbarukan Hijauan Pakan Ternak Pupuk Organik Kompetisi Riset Kreatif untuk Percepatan Pembangunan Jawa Barat 20 Hasil Penelitian yang dibutuhkan masyarakat dalam Menjawab Permasalahan Jawa Barat 50 Hasil Penelitian Dosen PTS/PTN dan Politeknik yang Sinergi dengan Pembangunan Jawa Barat Terseleksinya 70 Proposal Penelitian untuk Tahun Analisis Berbasis IPTEK untuk Kebijakan Pembangunan Jawa Barat Identifikasi Teknologi Konservasi Pemanfaatan Sumber Daya Air dan Energi Analisis Kelayakan Teknologi Pemanfaatan Sumber Daya Air dan Energi Penyusunan dokumen rekomendasi kelayakan teknologi pemanfaatan Sumber Daya Air dan Energi Analisis hasil-hasil penelitian untuk direkomendasikan kepada Pemprov Jabar Inventarisasi Karya IPTEK untuk mendapatkan HAKI Kajian Komprehensif Kegiatan Monumental Jawa Barat Penyusunan Kajian Transportasi Massal Berbasis Rek Metropolitan Bandung Raya Penyusunan Kajian Pengembangan Wilayah Ciayumajakuning Penyusunan Kajian Sistem Proteksi Petir dan Grounding Serta Sistem Peringatan Dini Untuk BIJB OUTPUT KEGIATAN BP3IPTEK TAHUN 2016 Total :

86 NOKEGIATANOUTPUTANGGARAN (Rp.) Pengembangan Kemitraan dan Kolaborasi Riset untuk Pembangunan Jawa Barat Kemitraan & Kolaborasi Riset dengan Perguruan Tinggi Identifikasi dengan Lembaga Litbang (Pusat & Daerah) Pengembangan Inovasi Daerah, Budaya Riset dan Daya Saing Daerah Koordinasi Pusat, Provinsi Daerah Penyusunan Roadmap SIDA Analisis Prioritas Daerah – RPJP – RPJMD – Renstra OPD Jabar Rencana aksi dokumen kebijakan pengembangan SIDA Daerah Peragaan IPTEK Terapan dan Penyebarluasan Hasil-Hasil Penelitian (2 Kegiatan) Terselenggaranya dan Tersosialisasikannya hasil- hasil penelitian BP3Iptek FGD untuk Permasalahan Jawa Barat Berbasis IPTEK Rekomendasi Isu-Isu Aktual Pembangunan Jawa Barat Berbasis IPTEK Operasionalisasi DRD, Tim Advisori, Majelis BP3Iptek (3 Kegiatan) Rekomendasi Arah dan Kebijakan Riset Rekomendasi IPTEK yang Siap diterapkan Meningkatnya Kualitas Peneliti dan Hasil Penelitian BP3Iptek Kegiatan Pelayanan Dasar Kantor BP3Iptek (9 Kegiatan) Administrasi Perkantoran Sarana dan Prasarana Peningkatan Kualitas Aparatur Perencanaan BP3Iptek Evaluasi BP3Iptek Penyusunan DED Gedung BP3Iptek dan analisis perencanaan pembangunan gedung BP3Iptek DED Gedung BP3Iptek OUTPUT KEGIATAN BP3IPTEK TAHUN 2016 creative research for west java development 8

87 ISU/PERMASALAHANKEGIATAN PENELITIAN TAHUN 2016 OUTPUTOPD PENGGUNA Anggaran (Rp.) Meningkatkan cakupan elektrifikasi rumah tangga. Energi murah ramah lingkungan Menurunnya produksi energi fosil Desa Mandiri Energi Berbasis Energi Terbarukan Micro Grid Elektrifikasi Tingkat Pedesaan untuk mendorong kegiatan ekonomi ESDM Pengurangan subsidi BBM dari tahun ke tahun. Cold Chain Penggunaan formalin untuk pengawetan. Pengembangan Marine Business melalui Penerapan Energi alternatif 1.Cool storage kapal nelayan kecil berbasis energi terbarukan. 2.Alat Pengolah Ikan ramah lingkungan. Dinas Perikanan Kesinambungan pasokan komoditi mangga/pisang sepanjang tahun Penerapan Teknologi Ekspresi Gen Terkait Pematangan Pisang dan Mangga Perpanjangan masa panen dan berbuah pada “off season” untuk kontinuitas pasokan ke pasar. Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Peningkatan pendapatan petani Uji Multilokasi benih Unggul Baru: 1) ujicoba varietas pandan wangi hasil rekayasa BATAN; 2) Kedelai hasil rekayasa UNPAD untuk Dataran Tinggi Menghasilkan lokasi- lokasi/daerah yang cocok untuk pengembangan Pandan Wangi dan kedelai Dinas Pertanian Kurangnya informasi /komunikasi yang efektif antar stakeholders agribisnis (peneliti, petani, pedagang, konsumen, pembina) Belum terbangunnya trust antar stakeholders Platform Business Ecosystem komoditi pertanian Software dan media website, social media Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Indag, KUMKM Peningkatan nilai tambah di tingkat petani Masih Rendahnya penerapan teknologi di Perkebunan Teh rakyat Pengembangan Mesin Tea Powder teh rakyat untuk kuliner dan biofarmaka Mesin Tea Powder skala UKMDinas Perkebunan Penelitian Terapan untuk Solusi Permasalahan Jawa Barat Berbasis Tematik Sektoral dan Kewilayahan : anggaran Rp ,- 9

88 ISU/PERMASALAHANKEGIATAN PENELITIAN TAHUN 2016 OUTPUTOPD PENGGUNAAnggaran (Rp.) Masih rendahnya mekanisasi di tingkat petani Semakin langka buruh tani Pengembangan Engine untuk mendukung mekanisasi pertanian. Engine untuk peralatan pertanian. Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan Ketersediaan air baku yang semakin menurun Pencemaran air oleh limbah industri Pengembangan Reverse Osmosis berbahan baku lokal bernilai ekonomis untuk air bersih bagi masyarakat pesisir Alat penjernih air untuk daerah pesisir dan pegunungan dengan sumber air baru (laut atau hujan/New Water). Dinas PSDA Ketergantungan DOC Import dan Pasar Ayam Negeri dikuasai kartel Pengembangan Ayam LokalPemurnian Genetik (Mapping) Dinas Peternakan Kerusakan alam yang berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat Dampak lingkungan (sosial, budaya, ekonomi) eksploitasi pasir besi di Pantai Selatan Jabar Kajian untuk bahan kebijakan Dinas ESDM Jumlah Penelitian Terapan untuk Solusi Permasalahan Jawa Barat Berbasis Tematik Sektoral dan Kewilayahan : anggaran Rp ,- LANJUTAN creative research for west java development 10

89 KOMPETISI RISET KREATIF UNTUK PTN/PTS TUJUAN : 1.Sinergitas penelitian-penelitian Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat 2.Menerapkan hasil penelitian Perguruan Tinggi untuk kepentingan Jawa Barat 3.Memperoleh contoh-contoh (model) pembinaan dan penanganan permasalahan pembangunan yang ditangani berbasis Iptek ORIENTASI KEGIATAN: 1.Menginisiasi model pembangunan yang berbasis pada Iptek 2.Adanya wilayah binaan Perguruan Tinggi 3.Mendorong program-program pendidikan tinggi yang berorientasi penyelesaian masalah pembangunan Catatan: Th 2015 telah didanai 43 Proposal riset hasil Seleksi Th 2014

90 Topik Penelitian 1.Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bermutu (Beyond the expectation), Akuntabel dan berbasis Ilmu Pengetahuan. Tema : 1)Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang bermutu tingkat kabupaten/kota dan provinsi 2)Evaluasi Kualitas pelayanan publik Provinsi Jawa Barat 2. Masyarakat Yang Cerdas, Produktif dan Berdaya Saing Tinggi. Tema: 1)Model penumbuhan budaya belajar (sekolah) masyarakat. 2)Model penumbuhan Budaya kerja masyarakat. 3)Model sekolah rakyat (informal) untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun bagi masyarakat usia diatas 15 tahun 3. Pengelolaan Pertanian Dan Kelautan. Tema : 1)Dampak lingkungan (sosial, budaya, ekonomi) eksploitasi pasir besi di Pantai Selatan Jawa Barat 2)Pendeteksi kualitas air laut untuk budidaya air laut 3)Pendeteksi polutan air melalui citra satelit 4)Teknologi produksi, pengaturan waktu panen dan pasca panen buah-buahan (pisang, mangga) 5)Peningkatan kualitas dan produktifitas garam rakyat 6)Peningkatan kesejahteraan nelayan 7)Teknologi untuk mendukung nelayan dan pesisir 1.Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bermutu (Beyond the expectation), Akuntabel dan berbasis Ilmu Pengetahuan. Tema : 1)Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang bermutu tingkat kabupaten/kota dan provinsi 2)Evaluasi Kualitas pelayanan publik Provinsi Jawa Barat 2. Masyarakat Yang Cerdas, Produktif dan Berdaya Saing Tinggi. Tema: 1)Model penumbuhan budaya belajar (sekolah) masyarakat. 2)Model penumbuhan Budaya kerja masyarakat. 3)Model sekolah rakyat (informal) untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun bagi masyarakat usia diatas 15 tahun 3. Pengelolaan Pertanian Dan Kelautan. Tema : 1)Dampak lingkungan (sosial, budaya, ekonomi) eksploitasi pasir besi di Pantai Selatan Jawa Barat 2)Pendeteksi kualitas air laut untuk budidaya air laut 3)Pendeteksi polutan air melalui citra satelit 4)Teknologi produksi, pengaturan waktu panen dan pasca panen buah-buahan (pisang, mangga) 5)Peningkatan kualitas dan produktifitas garam rakyat 6)Peningkatan kesejahteraan nelayan 7)Teknologi untuk mendukung nelayan dan pesisir

91 Topik Penelitian (lanjutan) 4. Energi Baru dan Terbarukan serta ketersediaan air baku: – Pengembangan Reverse Osmosis berbahan baku lokal/ekonomis untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat pantai dan pegunungan (New water). – Model gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai sungai dan situ. – Energi terbarukan hibrid: mikrohidro, angin, surya, biogas 5. Industri manufaktur, industri jasa dan industri kreatif: – Model Eco Industrial Park IKM. – Teknologi untuk proses produksi UKM/IKM dalam upaya peningkatan daya saing. – Lembaga pemasaran/system pemasaran yang berkeadilan bagi produk-produk kreatif UKM/IKM. 6. Infrastruktur yg handal & pengelolaan lingkungan hidup yg berimbang untuk pembangunan yang berkelanjutan: – Model pemanfaatan hutan bakau untuk kegiatan ekonomi pantai utara dan selatan Jawa Barat. – Pemanfaatan bahan baku lokal bambu untuk menunjang pembangunan infrasruktur. 7. Pengembangan budaya lokal dan menjadi destinasi wisata dunia (berbasis Iptek): – Destinasi wisata berbasis Iptek, budaya, religi. – Ekowisata mangrove – Strategi menghidupkan kembali budaya lokal yang baik 4. Energi Baru dan Terbarukan serta ketersediaan air baku: – Pengembangan Reverse Osmosis berbahan baku lokal/ekonomis untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat pantai dan pegunungan (New water). – Model gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai sungai dan situ. – Energi terbarukan hibrid: mikrohidro, angin, surya, biogas 5. Industri manufaktur, industri jasa dan industri kreatif: – Model Eco Industrial Park IKM. – Teknologi untuk proses produksi UKM/IKM dalam upaya peningkatan daya saing. – Lembaga pemasaran/system pemasaran yang berkeadilan bagi produk-produk kreatif UKM/IKM. 6. Infrastruktur yg handal & pengelolaan lingkungan hidup yg berimbang untuk pembangunan yang berkelanjutan: – Model pemanfaatan hutan bakau untuk kegiatan ekonomi pantai utara dan selatan Jawa Barat. – Pemanfaatan bahan baku lokal bambu untuk menunjang pembangunan infrasruktur. 7. Pengembangan budaya lokal dan menjadi destinasi wisata dunia (berbasis Iptek): – Destinasi wisata berbasis Iptek, budaya, religi. – Ekowisata mangrove – Strategi menghidupkan kembali budaya lokal yang baik

92 KODEPRIORITAS TEMATIK SEKTORALTEMA PENELITIAN CG 1 1.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun keatas 2.Pendidikan berkebutuhan khusus 1.Mengembangkan pendidikan non formal dengan tidak berbatas waktu dan tempat 2.Mengembangkan sarana pendidikan untuk yang berkebutuhan khusus 3.Mengembangkan kurikulum pendidikan untuk yang berkubutuhan khusus. CG 2 Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 1.Pendekatan sosial untuk penurunan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi 2.Pendekatan teknologi untuk Penurunan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi 3.Peningkatan Kualitas Hidup Balita (Golden Age) 4.Metoda pencegahan dan penanggulangan penyakit menular PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL (COMMON GOALS/CG)

93 KODEPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN CG 3 1.Kawasan industri terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan 2.Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik 3.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Model kawasan industri (IKM) terpadu yang ramah lingkungan 2.Model mandiri energy pedesaan berbasis produk dan limbah pertanian 3.Peta kebutuhan air baku untuk rumah tangga dan/atau pertanian di Jabar Selatan dan Pesisir Utara CG 4 1.Jabar sebagai sentra produksi benih / bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business dan agroindustri 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 1.Teknologi produksi benih/bibit (tomat, cabe, kentang, kedelai, dan ayam buras) 2.Uji adaptasi benih pada berbagai agroekosistem 3.Kelembagaan penyebaran benih dan pemasaran 4.Harmonisasi kebijakan tentang perlindungan lahan usaha tani 5.Teknologi pengelolaan lahan untuk pertanian berkelanjuta. 6.Sistem informasi data komoditi pertanian PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL (COMMON GOALS/CG) LANJUTAN….

94 KODEPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN CG 5 Pengembangan industri manufakturIndustri manufaktur untuk pengembangan alat-alat pertanian CG 6 1.Pengendalian dan pencemaran limbah industri, limbah domestik dan pengelolaan sampah regional 2.Penanganan bencana longsor dan banjir 1.Kelembagaan pengelolaan sampah tingkat RW 2.Mengendalikan perilaku nyampah pada masyarakat 3.Pra Bencana, Early warning system untuk longsor 4.Alat pendeteksi korban longsor 5.Pengembangan alat survival portable untuk penyediaan air dan energy 6.Komposter skala rumah tangga 7.Pengembangan Bioremediasi limbah industri batik dan atau kulit 8.Model Mitigasi bencana (prabencana) dan Model Tanggap darurat bencana (pasca bencana) berdasarkan sumber sumber daya yang ada di desa rawan bencana PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL (COMMON GOALS/CG) LANJUTAN….

95 KODEPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN CG 7 Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya di Jawa Barat Kajian kearifan local spirit sunda untuk pembangunan masyarakat Jawa Barat CG 8 Peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga 1.Model agribisnis untuk meningkatkan pendapatan petani (pedesaan) 2.Model industri kreatif pemanfaatan sampah (perkotaan) CG 9 Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS 1.Kajian kebijakan pemerintah terhadap jaminan sosial masyarakat 2.Model Pengurangan Kemiskinan CG 10 Peningkatan kualitas kominikasi organisasi dan komunikasi public Model Pengembangan/peningkatan komunikasi yang efektif PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL (COMMON GOALS/CG) LANJUTAN….

96 WILAYAHPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN BKPP I (Kota Depok, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur) 1.Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi perah, ayam ras lokal 2.Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas pandan wangi dan varietas unggul lainnya 1.Penciptaan varietas padi tahan genangan (lebih dari 2 minggu) 2.Model pengembangan sentra produk pakan ternak sapi BKPP II (Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Bekasi, Kota Bekasi) 1.Pengembangan industri manufaktur 2.Pengembangan industri keramik dan gerabah 3.Pengembangan budidaya ikan air tawar 1.Teknologi permesinan pendukung sektor pertanian dan perikanan 2.Penguatan daya saing industri kreatif keramik dan gerabah 3.Kelembagaan pemasaran untuk penguatan klaster ikan nila (Kab. Purwakarta) dan ikan patin (Kab. Subang) PRIORITAS TEMATIK KEWILAYAHAN

97 WILAYAHPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN BKPP III (Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Indramyu, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan) 1.Pengembangan industri mangga gedong gincu dan industrialisasi perikanan 2.Pengembangan sistem perdagangan komoditi barang dan palawija 3.Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri makanan olahan berbahan baku lokal 1.Estimasi Populasi dan jenis lalat buah (mangga) di lokasi Majalengka, Cirebon, Indramayu, Sumedang) 2.Lembaga pemasaran beras, kedelai, palawija untuk perluasan posisi tawar petani 3.Penguatan industri kreatif batik, rotan, dan industri makanan olahan berbahan baku lokal 4.Penetapan spesifikasi gedong gincu tiap wilayah 5.Pengembangan mesin grading warna ukuran dan alat panen mangga 6.Modul pasar terstruktur mangga gedong gincu 7.Pengaruh atraktan alami terhadap penurunan serangan lalat buah 8.Optimasi pemupukan organik / anorganik (pemupukan berimbang) untuk menurunkan bercak putih daging buah pada mangga gedong gincu PRIORITAS TEMATIK KEWILAYAHAN Lanjutan …..

98 WILAYAHPRIORITAS SEKTORALTEMA PENELITIAN BKPP IV (Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran) 1.Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya air tawar dan tangkap, sapi perah, sapi potong, domba garut, kambing dan jejaringnya serta pengembangan sentra produk pakan ternak 2.Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh, kakao, karet, atsiri) dan hortikultura yang berorientasi ekspor 3.Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif dan pariwisata 1.Model pengembangan sentra produk pakan ternak unggas 2.Kajian peran gapoktan mendorong ekspor 3.Penguatan kualitas tea powder teh rakyat untuk kuliner dan biofarmaka 4.Diversifikasi aneka jajanan dan oleh- oleh khas Jawa Barat yang mengandung teh 5.Model pemberdayaan masyarakat lokal dalam industri pariwisata 6.Pengemabangan sistem aerophonik untuk industri benih holtikultara PRIORITAS TEMATIK KEWILAYAHAN Lanjutan …..

99 Jl. Citarum No. 8 Bandung – Indonesia Telp: / Fax: creative research for west java development


Download ppt "Peta Permasalahan dan Riset Tematik di Jawa Barat UNPAD-Bandung, 15 Mei 2015 Dr. Lukman Shalahuddin Kepala BP3Iptek Provinsi Jawa Barat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google