Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Dr. Jazim Hamidi, SH, MH.. Karya Ilmu pengetahuan itu kan bebas nilai, proses dialektika berjalan terus, dan Tuhan tidak pernah tidur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Dr. Jazim Hamidi, SH, MH.. Karya Ilmu pengetahuan itu kan bebas nilai, proses dialektika berjalan terus, dan Tuhan tidak pernah tidur."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Dr. Jazim Hamidi, SH, MH.

2 Karya Ilmu pengetahuan itu kan bebas nilai, proses dialektika berjalan terus, dan Tuhan tidak pernah tidur

3

4 INGGRIS Hermeneutic Hermeunetics Kata sifat Kata benda 1.Ilmu penafsiran 2.Ilmu mengetahui maksud 3.Penafsiran khusus YUNANI Hermeneia Hermeneuo Hermeneuein Penafsiran Peralihan dari gelap ke terang

5 METODE HOLISTIK Keterkaitan antara teks-konteks dan kontekstualisasi

6 GEORGE LEYH : Kesatuan hermeneutika dimana ahli hukum dan teologi bertemu dengan ahli humaniora dan kemanusiaan GADAMER : Sejarawan hukum dan praktisi hukum bertemu dalam level yang sama

7

8 Metode Tafsir untuk kitab suci (Tafsir, Ta’wil, Syarh, Bayan) Penafsiran simbolis/harfiah tercermin dalam madzab Antiokhia dan Aleksandria

9 ABU HANIFAH Qiyas, Istihsan, Mashalih mursalah, Istishlan, Sadd al dzara’, urf, istidlal dsb

10 FARID ESACK Hermeneutika tidak dipahami secara harfiah semata namun dipraktekkan BUKTI ?? 1.Adanya kajian asbabun nuzul dan nasakh mansukh 2.Adanya perbedaan pemahaman antara Al Qur’an dan tafsir 3.Adanya horison-horison pengelompokan tafsir (mis: Tafsir Al Manan dan Tafsir Al Azhar) FAKHRUDDIN FAIZ Adanya metode teks-konteks-kontekstualisasi

11 TAFSIR HERMENEUTIKA

12

13 “FILASAFAT BARAT ABAD XX INGGRIS DAN JERMAN” Hermeneutika berkembang dalam berbagai disiplin ilmu “DEMITOLOGISASI” Penafsiran eksistensial diikuti dengan pengkaitan mitos-mitos Hermeneutika merupakan pra paham pada teologi

14 “DIVINATORISCHES VERSTEHEN” Hermeneutika merupakan pemahaman intuitif yang mempertentangkan cakrawala budaya kita dan pengarang secara psikologis “PENAFSIRAN REPRODUKTIF” Hermeneutika merupakan ekspresi sejarah bukan keadaan psikologis

15

16 “TEORI DOUBLE MOVEMENT” Hermeneutika memadukan Ideal moral Al Qur’an dengan legal specific fiqh Mempertanyakan keabsahan pengekalan teori-teori kalam, fikih, dan tasawwuf yang disusun beberapa puluh abad yang lalu untuk diajarkan terus-menerus pada era sekarang

17 “TEORI NASKH MANSUKH” Ayat-ayat Makkiyah yang lebih menekankan pada bobot nilai- nilai universal kemanusiaan tidak dapat dihapus begitu saja oleh ayat-ayat Madaniyyah yang lebih berorientasi pada persoalan yang lebih partikular-spesifik. Mempertanyakan keabsahan hadits-hadits missoginik dengan menggunakan perangkat analisis gender “Hermeneutics as Axiomatics An Islamic Models” Dalam hermeneutika keislaman, tujuan dari hermeneutika adalah performatif audiens (pemirsa sebagai tujuan penafsiran)

18

19 1.Teks doktrin atau ayat wahyu dalam kitab suci 2.Teks Hukum, naskah hukum klasik, dokumen resmi negara dan konstitusi 3.Peristiwa hukum

20

21 1.JAMES ROBINSON Bringing the unclear into clarify (menjelaskan sesuatu yang tidak jelas menjadi jelas) 2.LEYH menemukan korelasi pemikiran dengan ilmu hukum atau yurisprudensi 3.GADAMER bukan apa yang kita lakukan atau apa yang wajib kita lakukan (dalam interpretasi), tetapi pada apa yang terjadi pada kita di atas dan di bawah keinginan dan tindakan kita

22

23 Tokoh : Schleiermacher (Hermeneutika Romantisme) Hassan Hanafi (Hermeneutika Pembebasan) Tokoh : Bultman (Demitologisasi) Dilthey (Historical Understanding)

24 Tokoh : Gadamer (Hermeneutika Filosofis) Asghar Ali Engineer dan Sayyid Qutb Tokoh : Dilthey (Interprestasi teks yang diperkaya sejarah)

25 Tokoh : Heidegger dan Husserl (Pemahaman dan penafsiran eksistensi manusia) Ricoeur (memadukan hermeneutika sebagai ilmu hermeneutika sebagai filsafat Tokoh : Ricoeur (simbol ke simbol, pemberian makna ke simbol, berfikir dengan simbol sebagai titik tolaknya)

26 Tokoh : Gadamer Leyh Jazim Hamidi

27

28 ABAD 16 “Hermeneutika hukum sebagai interprestasi tekstual” Tokoh: Peter Goodrich dan Francis Lieber ABAD 20 Tokoh: 1.CW Maris Hermeneutika Hukum mengambil posisi tengah antara scientific worldview, wetenschappelijke dan wereldbeeld 2.Cornell Hermeneutika Hukum termasuk GERAKAN STUDI HUKUM KRITIS

29 MAKNA HERMENEUTIKA HUKUM 1.Metode Interprestasi atas teks-teks hukum 2.Metode memahami terhadap suatu naskah normatif SYARAT PENAFSIR HERMENEUTIKA HUKUM 1.Subtilitas intelligenti (ketepatan pemahaman) 2.Subtilitas explicandi (ketepatan penjabaran) 3.Subtilitas applicandi (ketepatan penerapan)

30 1.HEURISTIKA (proses mencari dan berfikir yang mendahului tindakan pengambilan putusan tertentu) 2.LEGITIMASI (proses memberikan pertimbangan dan argumentasi) 3. PENEMUAN HUKUM

31

32 1.Gramatikal (bahasa) 2.Historis (sejarah) 3.Sistematis (sebagai bagian) 4.Sosiologis/teleologis (tujuan kemasyarakatan) 5.Komparatif (perbandingan) 6.Futuristik (antisipasi) 7.Restriktif (membatasi) 8.Ekstensif (melebihi) 9.Otentik (mutlak/resmi) 10. Interdisipliner (menyangkut berbagai ilmu) 11.Multidisipliner (butuh berbagai ilmu) SYARAT MAMPU MELIPUTI SEMUA BIDANG HUKUM POSITIF TIDAK BOLEH ADA PERTENTANGAN LOGIS MENCERMINKAN KEINDAHAN 1.Argumentum per analogium (lebih umum) 2.Argumentum a contrario (lebih khusus) 3.Rechtsvervijnings (penyempitan) 4.Fiksi Hukum (fakta-fakta baru)

33 1. Sama-sama merupakan metode interpretasi 2. Fungsi dan tujuannya untuk menggali makna hukum di balik teks otoritatif 3. Para pengguna terdiri dari: hakim, polisi, jaksa, advokat, notaris, konsultan hukum, peneliti hukum, ilmuwan hukum, penstudi hukum, dan para pencari keadilan lainnya.

34 Hermeneutika Hukum Interpretasi Hukum & Konstruksi Hukum Merupakan ajaran filsafat hukum dan cara interpretasi atas “teks” atau ”sesuatu”. Lingkup kajiannya (hermeneutika umum metode penafsiran kitab suci, filologi, linguistik, ilmu-ilmu humaniora (Geiteswissenschaften), fenomologi dassein/eksistensial, sistem penafsiran) dan hermenutika hukum itu sendiri. Interpretasi=penafsiran teks Konstruksi= analogi hukum. Lingkup interpretasi hukum (interpretasigramatikal, historis, sistematis, sosiologis/teleologis, komparatif, futuristik, restriktif, ekstensif, otentik, interdisipliner, dan multidisipliner) Lingkup konstruksi hukum (argumentum per-analogium, argumentum a-contrario, Rechtsvervijnings, dan fiksi hukum)

35 Hermeneutika Hukum Interpretasi Hukum & Konstruksi Hukum Cara menggunakannya dilakukan secara holistik dan komprehensif Digunakan kapan saja Cara menggunakannya bisa dilakukan secara komulatif dan/atau fakultatif Digunakan jika hukum tidak jelas, bermakna kabur/ganda, dan bila terjadi antinomi norm atau benturan norma. Sedangkan konstruksi hukum digunakan saat wet vacuum

36

37 Biarlah hidup dan kehidupan ini mengalir apa adanya, dengan sentuhan kreativitas dan inovasi diri, serta dilandasi dengan ilmu, ahlak, dan keimanan yang kokoh, Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar dan selamat, Amiin.

38


Download ppt "Oleh: Dr. Jazim Hamidi, SH, MH.. Karya Ilmu pengetahuan itu kan bebas nilai, proses dialektika berjalan terus, dan Tuhan tidak pernah tidur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google