Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fitoterapi Gangguan Pencernaan-Hepar Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fitoterapi Gangguan Pencernaan-Hepar Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt."— Transcript presentasi:

1 Fitoterapi Gangguan Pencernaan-Hepar Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt.

2 Gangguan sistem pencernaan  Sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus sampai usus besar.  Penyakit atau gangguan pada sistem pencernaan:  Sariawan  Refluk esofagus  Esofagitis  Dispepsia  Gastritis  Infeksi GI kronik  Konstipasi  Wasir

3 Sariawan Luka pada rongga mulut ( bibir, lidah, bagian dalam pipi) berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan pada bagian tengah, disekitarnya radang kemerahan yang terasa sakit / nyeri. Penyebab :Penyebab : (1) infeksi oleh bakteri, jamur atau virus (2) trauma karena tergigit waktu mengunyah makanan,luka oleh sikat gigi, dsb (3) Obat-obatan: aspirin, obat-obat antiinflamasi (4) makanan / minuman tertentu (5) perubahan hormon pada wanita (6) Kekurangan zat besi, asam folat, vit B 12

4 TUKAK PEPTIK 6/8/20154 DEFINISI : Gangguan kronik yg ditandai oleh lesi borok mukosa pada saluran GI atas. 2 faktor yg berperan : H. pylori (>90% pada duodenal ulcer dan 70% pada gastric ulcer) NSAIDs drug (3 – 4.5% pengguna)

5 6/8/20155 GEJALA KLINIK Asimptomatik Simptomatik : anoreksia, mual, muntah, bersendawa dan kembung, mules atau nyeri epigastrium. simptom terbanyak : nyeri epigastrium (abdomen atas) Pada kekambuhan  menunjukkan a “silent ulcer” (terutama pada ulcer akibat NSAIDs)

6 DISPEPSIA Dispepsia adalah istilah non spesifik yang dipakai pasien untuk menjelaskan keluhan perut bagian atas. Gejala tersebut bisa berupa nyeri atau tidak nyaman, kembung, banyak flatus, rasa penuh, bersendawa, cepat kenyang dan borborygmi ( suara keroncongan dari perut ). Gejala ini bisa akut, intermiten atau kronis. Sering disebut : non ulcer dispepsia (Dispepsia Non Ulkus = DNU) atau Dispepsia Idiopatik Dispepsia fungsional →berhubungan dg kecemasan, kelelahan, depresi atau stress emosional gejala –gejala lain : seperti muntah-muntah hebat, demam, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, anemia dan penurunan berat badan yang bermakna.

7 6/8/20157 Terapi farmakologi  Obat golongan penekan asam lambung (antasida, H2 blocker, dan proton pump inhibitor)  Obat golongan sitoproteksi : sukralfat,rebamipid  Antibiotika : infeksi Helicobacter pylori (amoksisilin, Claritromisin, dan metronidazol)

8 Konstipasi Frekuensi buang air besar dikatakan normal 3 x dalam 1 hari s/d 3 x dalam 1 minggu Konstipasi adalah keadaan dimana defekasi terhenti atau tdk lancar dan tdk teratur karena waktu melewati usus yang lebih lambat atau terganggu refleks pengosongan lambung

9 LAKSANSIA Berdasar farmakologi dan sifat kimia : Laksansia kontak (stimulan) Laksansia osmotik Laksansia pembentuk massa feses Laksansia pelicin dan pelunak tinja

10 Laksansia kontak/stimulan Kerja : merangsang saraf dinding usus, meningkatkan pergerakan usus Contoh : senna, rhei, fenolftalein, bisakodil, natrium pikosulfat, oleum ricini Diminum malam sebelum tidur malam ES : kram usus, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (jangka penjang), hilangnya kekuatan otot besar Senna dan rhei menimbulkan perubahan warna urin menjadi merah muda-merah, merah-ungu, merah-coklat KI : ibu hamil dan menyusui

11 Laksansia osmotik Menarik cairan ke dalam usus Contoh : laktulosa, magnesium sulfat, natrium sulfat, gliserol, sorbitol Dapat diberikan pada anak-anak (1 bulan ke atas) ES : kembung, kram, perut terasa tdk enak

12 Laksansia pembentuk massa fese/pengembang Kerja : penambahan massa feses secara alami sehingga meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran Contoh : agar-agar, metilselulose, plantago/psyllium, gom sterculia, serat nabati Obat pencahar paling aman Tidak boleh diminum menjelang tidur malam Harus mengkonsumsi cairan culup unutk mencegah obstruksi usus

13 Zat pelicin dan emollientia Kerja mencampur air dengan lemak dalam feses sehingga kadar air menjadi tinggi, feses lunak dan mudah dikeluarkan Direkomendasikan pada konstipasi ibu sesudah melahirkan, pada pasca operasi, pasien jantung Contoh : parafinum cair, natrium dokusinat, natrium laurylsulfoasetat Diberikan malam hari ES : gangguan lambung, ruam, iritasi Tidak dianjurkan untuk ibu hamil

14 DIARE Diare didefinisikan sebagai bab cair atau lembek dengan frekuensi lebih dari 2x sehari atau didapatkan penurunan konsistensi dan peningkatan frekuensi BAB dibandingkan yang biasanya. Diare yang terjadi kurang dari 14 hari disebut diare akut. Diare yang berlangsung selama 14 hari atau lebih disebut diare persisten. Diare yang terjadi lebih dari 30 hari disebut diare kronik (Wanke et al., 2008a; Ahlquist & Camilleri, 2001) Sebagian besar diare akut (90%) disebabkan oleh infeksi (Wanke et al., 2008b, Ahlquist & Camilleri, 2001)

15 Anti diare 1.Antimotilitas 2.Adsorben 3.Antisekretori Diare

16 Anti motilitas Mis : difenoksilat, loperamid, paregorat, opium, difenoksin Mekanisme aksi : Menunda transit isi intraluminal Meningkatkan kapasitas usus, memperpanjang kontak dan absorbsi

17 Adsorben Adsorben : Kaolin pektin, attapulgit Mekanisme aksi : bekerja lokal pada saluran cerna dgn mengikat/adsorbsi toksin penyebab diare 6/8/ Anti sekretori Bismut subsalisilat Mekanisme aksi : menyekat aliran cairan Untuk diare akut/perjalanan Meringankan kram abdominal ESO : mual, muntah, tinja gelap

18 Terapi Diare Terapi simptomatik: –Loperamid (tdk > 2 hr) –Dipenoksilat –Bismut subsalisilat –Probiotik: suplemen mikrobial hidup (strain bakteri atau ragi) : >> tdk bermanfaat –Adsorben adalah suatu agen yang tidak diabsorbsi, tetapi berikatan dengan air. Adsorben akan mengurangi kandungan air feses pada diare akut –Nutrisi yang baik, asupan cairan cukup –Puasa hanya disarankan jika diare akut disertai mual dan muntah (Wanke et al., 2008b; Wingate et al., 2001)

19 Larutan hidrasi oral meningkatkan penyerapan air melalui stimulasi transport natrium dan gula di usus. Terapi ini sangat efektif memperbaiki dehidrasi dan konsekuensinya (Wingate et al., 2001) Cairan hidrasi yang direkomendasikan oleh World Health Organisation (WHO) mengandung 3,5 g NaCl, 2,9g Trisodium sitrat, 2,5g Na Bikarbonat, 1,5g KCl, 20g glukosa atau 40g sukrosa dalam 1 liter air (Wanke et al., 2008b) 6/8/201519

20 Terapi Antibiotik

21 Wasir Wasir : suatu pembesaran / pembengkakan pembuluh darah di sekitar dubur ( semacam varises ). Bila terdapat tekanan, pembuluh darah melebar sehingga dapat menonjol keluar dubur. Penyebab : (1) konstipasi; (2) kehamilan: ada peningkatan tekanan oleh janin;(3) obesi tas; (4) faktor genetik.

22 Senyawa dalam tumbuhan yang digunakan untuk terapi sistem GI 1. Mucilago (misal : Plantago major) Indikasi :  Dispepsia  Refluk esofagus  Gastritis Penggunaan :  Sebelum makan masalah lambung, usus halus  Setelah makan refluk esofagus

23 2. Saponin (misal : Licorice, ipechacuanta) Indikasi :  Saluran cerna yang kurang lancar (absorpsi) Kontraindikasi :  Iritasi saluran cerna bagian atas Penggunaan :  Sebelum makan  Setelah makan (sensitif terhadap saponin)

24 3. Tanin (Acacia catechu) Indikasi :  Inflamasi saluran percernaan atas  Diare Kontraindikasi :  Konstipasi  Kekurangan zat besi Penggunaan :  Biasanya dikonsumsi setelah makan  Untuk pengobatan adanya luka/iritasi pada saluran pencernaan atas dikonsumsi sebelum makan atau diantara makan

25 4. Zat pedas (misal : capsicum, ginger) Indikasi :  Dispepsia  Kondisi hiperperistaltik  Emesis Kontra indikasi :  Refluk esofagus  Kondisi keasaman yang tinggi  Inflamasi saluran pencernaan (diare) Penggunaan :  Sebelum makan, jika tidak ada inflamasi saluran pencernaan  Setelah makan, jika dinding usus sensitif dan keasaman saluran pencernaan yang tinggi  Jangan dilanjutkan jika terasa tidak nyaman pada saluran pencernaan setelah penggunaan

26 5. Aromatik (misal : Pimpinella/anisi, Foeniculum, Cinnamomum sp.) Indikasi :  Kolik dan flatulen  Dispepsi  Iritasi usus besar Kontra indikasi :  Refluk gastroestrofagus Penggunaan :  Sangat bagus digunakan segera sebelum makan  Terapi jangka panjang dengan aromatik menimbulkan toleransi

27 6. Volatile antispamodics (misal : chamomile, peppermint, Thymus sp.) Indikasi :  Kolik dan flatulen  Nervous dispepsi  Iritasi usus besar  Gastritis Kontra indikasi :  Keracunan pada pencernaan Penggunaan :  Manfaat hampir sama dengan aromatik  Sangat bagus digunakan segera sebelum makan  Terapi jangka panjang dengan aromatik menimbulkan toleransi

28 7. Anthraquinone laxative (misal : Aloe vera, Rhamnus purshiana) Indikasi :  Konstipasi Kontra indikasi :  Konstipasi dengan iritasi usus besar  Diare

29 8. Bitter (misal : Artemisia absinthium) Indikasi : Nafsu makan rendah Gastritis kronik gatric ulcer Food intolerances dan alergi

30 LAKSANSIA Buah pace (Morinda citrifolia) Daun selamaki (Cassia senna) Buah trengguli (Cassia fistula) Akar Kelembak (Rheum palmatum) Antrakuinon : Morindon, Senosida, Rhein Asam (Tamarindus indica) Jarak (Ricinus communis): minyak ricini Labu merah (Cucurbita moschata) Plantago psyllium Aloe vera

31 1.Bengle (Zingiber montanum) 2.Jambu biji (Psidium guajava) 3.Kunyit (Curcuma domestica) 4.Maja (Aegle marmelos) 5.Pisang batu (Musa brachicarpa) 6.Carica (Carica pubescen) Antidiare

32 Tukak lambung Adas (Foeniculi vulgaris) Kencur (Kaempferia galanga) Beras hitam (Oryza sativa) Kunyit (Curcuma domestica) Akar manis cina (Glycyrrhizae glabrae)Akar manis cina (Glycyrrhizae glabrae)

33 Plantago psyllium Biji Psyllium adalah pencahar herbal mengandung musilago (20- 30%) terutama arabinoksilans dan glakturono sidorhamnosa, minyak lemak, iridoid (aukubin), substansi protein Psyllium mengurangi waktu perjalanan dari usus konten dengan meningkatkan volume tinja, sehingga menyebabkan efek pencahar. Senyawa ini bertindak sebagai pelunak tinja dengan meningkatkan kandungan air tinja. 6/8/201533

34 Lidah buaya (Aloe vera) Daun dan akarmengandung saponin dan flavonoid, disamping itu daunnya juga mengandung tanin dan polifenol. Kandungan yang lain barbaloin, iso barbaloin, aloe- emodin, aloenin, aloesin, aloin, aloe emodin, antrakinon, resin, polisakarida, kromium, inositol Antrhroquinone dan anthrone dalam lateks aloe dapat menghasilkan efek laksatif melalui peningkatan gerak peristaltik kolon Dosis harian : direkomendasikan 20 – 30 mg derivati hydroxyanthracene/hari, dihitung sebagai aloin anhidrat. 6/8/201534

35 Kelembak (Rheum officinale) Turunan hidroksi antrakuinon: emodin, aloe-emodin, glikosida krisofanol yang terdiri dari di-O, C-glukosida. Asam krisofanat, krisofanin, rien-emodin, reokristin, alizarin, glukogalin, tetrazin, katekin, saponin, tannin, kuinon. Senyawa aktif rhei radix adalah glikosida antrakinon, sennosida A-F dan rheinosida A-D Senyawa antrakinon: rhein, rheumemodin, aloeemodin, krisofanol, dan fision, glikosida diantron: senosida A-F; galotanin: galoilglukosa, lindleyin dan isolindleyin, flavonoid dan glikosida naftol. Menghambat enzim Na +, K + -ATPase otot polos usus, menghambat perpindahan Na+ dari lumen ke dalam sel, tekanan osmotik lumen usus meninggi, volume isi usus bertambah. Secara mekanis merangsang dinding usus hingga peristaltik bertambah cepat 6/8/201535

36 Psidium guajava Kandungan tanin, flavonoid, minyak atsiri, alkaloid Tanin: pengkhelat sbg spasmolitik, antibakteri Flavonoid Quercetin dapat menghambat berbagai neurotransmiter yang bersifat spasmogenik, antibakteri melalui penurunan kolonisasi sel epitel dan produksi enterotoksin pada jenis bakteri lain yang berpotensi sebagai penyebab diare yaitu Enterophatogenic, Escherichia coli (EPEC), Enteroinvasif, Escherichia coli (EIEC) dan Shigella Flexner Alkaloid dan mintak atsiri: antibakteri

37 Carica pubescen Kandungan: flavonoid, alkaloid, tanin, fenol Antribakteri S.aureus, B. Cereus, S.flexeneri, E.coli

38 Kencur Kandungan p metoksi sinamat: antiinflamasi yang berhub dg pencegahan ulkus gaster (0,52; 1,04; 1,3 mg/kg BB mencit)

39 Beras hitam (Oryza sativa sub japonica) Kandungan antosianin, gamma oryzanol, mangan melindungi mukosa lambung Dosis 7 mg, 14 mg dan 28 mg memperbaiki kerusakan lambung

40 Kunyit (Curcuma domestica Val.) Kandungan kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdesmetoksikurkumin, minyak atsiri dan oleoresin Dosis 12 mg/hari pada mencit memiliki efek gastroprotektif, Dosis : Dewasa dosis harian : 1,5 – 3 g atau 50 mg/kgBB mampu menurunkan skor kerusakan gaster Berefek anti inflamasi (ekstrak etanol kunyit dalam berbagai tingkatan dosis), Menghambat sekresi asam lambung, Mencegah pertumbuhan H. Pylori secara in vitro dan memblokade aktivitas NF-kB

41 Glycyrrhizae glabrae (Akar manis cina) Kandungan Kimia: Saponin, asam glisiretinat (Carbenoloxon), glisirisin, liquiritigenin, chalcone, glabren, glabridin, gliserol, isogliserol, likumarin, sterol, stigmasterol, eugenol, estragol, anetol, asam heksanoat. Efek antitukak dengan cara menghambat enzim 15- hidroksiprostaglandin dehidrogenase dan delta- prostaglandin reduktase. Hambatan pada pencernaan yang berfungsi untuk kedua enzim ini dapat menstimulasi dan meningkatkan konsentrasi prostaglandin E dan E2α pada saluran pencernaan yang berfungsi untuk meningkatkan proses penyembuhan tukak lambung Dosis mg secara oral dan dikonsumsi tidak lebih dari 4- 6 minggu 6/8/201541

42 Fitoterapi saluran pencernaan 1. Mouth ulcers Biasanya mengkonsumsi buah dan sayuran Formula obat sariawan untuk 1 minggu : Glycyrrhiza glabra (glycyrrhizin)20 g Echinaceae angustifolia12,5 g Propolis2,5 g Valeriana officinalis10 g Total 100 mL Dosis 5 mL 3 kali sehari Formula obat sariawan kumur Propolis5 g Calendula25 g

43 2. Dispepsia dan refluk esofagus Formula untuk satu minggu : Passiflora incarnata12,5 g Matricaria chamomilla12,5 g Filipendula ulmaria12,5 g Stellaria mediasecukupnya Total 100 mL Dosis 5 mL 3 kali sehari

44 3. Kurang nafsu makan/ anoreksia Formula : Gentiana lutea2 g Coleus forskohlii65 g Zingiber officinale12,5 g Total 100 mL Dosis 20 tetes (0,7 mL), 20 menit sebelum makan

45 4. Peptic ulcer Formula untuk 1 minggu : Foeniculum vulgare1,5 g Filipendula ulmaria12,5 g Glycyrrhiza glabra15 g Matricaria chamomilla10 g Gentiana lutea0,4 g Echinacea angustifolia10 g Calendula officinalis7,5 g Total 100 mL Dosis 5 mL 3 kali sehari sebelum makan

46 5. Infeksi gastrointestinal dan diare Formula untuk 1 minggu : Echinacea angustifolia17,5 g Picrorrhiza kurroa5 g Angelica archangelica7,5 g Propolis2 g Zingiber officinale2,5 g Matricaria chamomilla7,5 g Dosis 5 mL 3 kali sehari

47 Fitoterapi Penyakit Hepar  Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati  Peradangan hati dapat disebabkan oleh infeksi berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan protozoa.  Jenis virus penyebab: virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), E ( VHE/non-A non-B enteric )  Radang hati juga dapat terjadi akibat bahan-bahan kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan hepatitis non-virus.  Berdasar perjalanan penyakit, hepatitis dibedakan menjadi akut dan kronis. Disebut kronis bila hepatitis tersebut masih ada setelah 6 bulan.

48 Gejala-gejala hepatitis virus (akut) : Tingkat awal (fase prodormal) merasa cepat lelah, lemah, pegal-pegal di seluruh badan, tidak nafsu makan, sakit kepala, mual dan kadang disertai muntah, selanjutnya demam. Fase kuning (ikterik) : ditandai dengan urin berwarna kuning kehitaman seperti air teh dan feses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola mata, langit- langit mulut dan kulit menjadi berwarna kekuning- kuningan. Fase ini berlangsung kurang lebih selama 2-3 minggu; Fase penyembuhan : ditandai dengan berkurangnya gejala dan warna kuning menghilang. Umumnya penyembuhan sempurna mebutuhkan waktu sekitar 6 bulan

49 Tidak semua penderita hepatitis menunjukan gejala tersebut, ada juga yang tidak menunjukkan warna kuning. Selain melihat gejala klinis diperlukan juga pemeriksaan laboratorium seperti SGOT, SGPT, bilirubin, dan asam empedu (bilirubin). Hepatitis virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali (regenerasi) dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dapat menjadi kronis dan bisa berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.

50 1. Hepatitis A  Hepatitis A lebih banyak diderita oleh anak-anak dan orang muda.  Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan/minuman yang terkontaminasi oleh feses penderita, bisa juga melalui konsumsi kerang yang terkontaminasi virus.  Penyakit ini jarang menjadi kronis, gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase ikterik.  Langkah pencegahan: Cuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan Disarankan tidak makan dengan menggunakan alat-alat makan secara bergantian atau memakai sikat gigi bersama-sama Memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi Imunisasi

51 2. Hepatitis B  Bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya.  Penularan melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik tidak steril, alat tato, hubungan seksual, air liur, feses, juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya.  Hepatitis virus akut dapat sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis.  Semakin muda usia terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis yang akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari  Langkah pencegahan:  Imunisasi hepatitis B  Hindarkan pemakaian jarum suntik bekas&peralatan tato tidak steril  Hindarkan pemakaian bersama sikat gigi, pisau cukur dan alat lainnya yang dapat menimbulkan luka.  Penderita hepatitis B dilarang minum alkohol untuk mencegah rangsangan selanjutnya pada hati.

52 3. Hepatitis C  sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis  sirosis hati  hepatoma.  Sebagian besar penderitanya tidak menunjukan gejala.  Penularan : transfusi darah, hubungan seksual, penggunaan sikat gigi bersamaan, dan dari ibu penderita kepada bayinya. 4. Hepatitis D Virus hepatitis D hanya dapat ditemukan pada penderita hepatitis B, karena untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak langsung juga mencegah hepatitis D. 5. Hepatitis E  Tipe penularan = virus hepatitis A yaitu melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feses.  Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di daerah yang tingkat kesehatan dan sanitasin buruk, dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil.

53 Efek farmakologi : Hepatoprotektor (melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati) Antiradang & lipotropik (meningkatkan mobilitas lemak dalam hati) Khloretik (meningkatkan produksi empedu oleh hati) Kolagogum (meningkatkan pengosongan kandung empedu dan mengalirkannya ke dalam usus duabelas jari) Jenis tumbuhan :  Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) & Kunyit (C. longa) : kurkumin  Sambiloto (Andrographis paniculata) : andrografolid  Meniran (Phyllanthus niruri) : filantin  Akar alang-alang (Imperata cyllindrica)  Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa)  Pegagan (Centella asiatica)  Buah mengkudu (Morinda citrifolia)  Jombang (Taraxacum officinale). Tumbuhan Obat untuk Hepatitis

54 Macam-macam tumbuhan yang diuji aktivitas anti hepatotoksik/hepatoprotektor : 1.Kurkumin dan turunannya (asal curcuma) 2.Aukubin (daun sendok, plantago mayor) 3.Glisirisin (akar kayu manis cina, glychyrrhyza, dan daun saga, abrus precatorius) 4.Turunan gungeral, sogaol dan diaril-heptanoid (jahe, zingiber of ficinalis) 5.Wedelakton (urang-aring, eclipta alba) 6.Minyak bawang putih (Alimin sativum) 7.Andrografolid (sambiloto, Adrographis paneculasa) 8.Filantin 9.Hipofilantin (meniran, Phyllantus niruri) 10.Minyak esensial (timoquinon, jinten hitam)

55 Curcuma xanthorrhiza Senyawa yang terkandung dalam temulawak dapat digolongkan menjadi 2, yaitu minyak atsiri dan golongan kurkuminoid. kadar pati 41,45%; kadar minyak atsiri 3,81% dan kadar kurkumin 2,29%. Manfaat rimpang tanaman ini adalah untuk meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, mengobati penyakit hepatitis, dan anti mikroba Mekanisme Aksi hepatoprotektif ini terjadi karena efek kurkumin sebagai antioksidan yang mencegah kerusakan sel hepar karena peroksidasi lipid dengan cara dimediasi oleh superoxide dismutase (SOD ). Kurkumin juga mampu meningkatkan gluthation S- transferase (GST), menurunkan kadar enzim serum dari alanine aminotransferase (ALT/SGPT), aspartate aminotransferase (AST/SGOT), γ-glitamate transferase dan aktivitas ALP serta menghambat beberapa faktor proinflamasi seperti nuclear factor- ĸB (NF-kB) dan profibrotik sitokin. Dosis Dosis 100 mg/kg BB menunjukkan efek hepatoprotektif terhadap berbagai senyawa hepatotoksik.

56 Jinten hitam Biji jintan hitam mengandung thymoquinone (lebih dari 50%) p- cymene, α-pinene, dithymoquine dan thymohydroquinone. Mekanisme kerja dari thymoquinone sendiri adalah tidak mengakibatkan perubahan pada aktivitas GST (glutathione- S- transferase) dan tidak juga mengurangi kadar glutathione pada jaringan Thymoquinone tereduksi menjadi dihydrotymoquinone sebagai antioksidan, yang menjelaskan efek proteksi hepatotoksik dan nefrotoksik secara in vivo dan in vitro yang sebelumnya diinduksi oleh obat-obatan anti kanker. Minyak jintan hitam secara signifikan meningkatkan fungsi dan parameter histologi dan stress oksidatif dengan terjadinya penurunan aktivitas enzim alkaline phosphatase dan aspartate aminotransferase.

57 Andrographidis Herba (Sambiloto) Ekstrak etanol terisolasi andrographolide dan neoandrographolide yang mengandung diterpen dari bagian aerial Andrographis paniculata memilki efek antihepatotoksik signifikan dalam Plasmodium berghei K173-induced kerusakan hati Mekanisme : Sambiloto (Andrographis paniculata) mampu meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dan menurunkan aktivitas enzim lipid peroksidase. Dosis : ekstrak metanol sambiloto dengandosis 500mg/kgB mampu mencegah kenaikan kadar SGOT dan SGPT tikus Wistar yang diinduksi CCL 4.

58 Contoh ramuan herbal (Hepatitis) Resep 1  30 gram temu lawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 x sehari. Resep 2 Bahan : tiga buah mengkudu masak atau segenggam kulit mengkudu, selembar daun pisang, sepotong kain, cuka secukupnya Cara I : Buah mengkudu dicuci lalu dibilas dengan air matang. Parut dan peraslah dengan sepotong kain. Air perasan diminum. Cara II (pemakaian luar) : kulit mengkudu ditumbuk halus lalu diaduk dengan sedikit cuka. Bungkus ramuan dengan daun pisang. Panaskan sebentar di atas api /dikukus. Selagi masih hangat, tempelkan bungkusan pada perut kanan atas, tempat hati yang bengkak & sakit. Resep 3  60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.

59 6/8/ SEKIAN TERIMA KASIH


Download ppt "Fitoterapi Gangguan Pencernaan-Hepar Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google