Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado1 Topik 7 : Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, Risiko Audit, dan Materialitas Tujuan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado1 Topik 7 : Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, Risiko Audit, dan Materialitas Tujuan."— Transcript presentasi:

1 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado1 Topik 7 : Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, Risiko Audit, dan Materialitas Tujuan : Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa mampu memahami : 1.Audit Plan 2.Audit Program 3.Audit Procedures 4.Audit Teknik 5.Materialitas

2 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado2 Audit Plan (Perencanaan Pemeriksaan) Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi sbb : “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. Dalam Audit Plan, auditor harus mempertimbangkan : Masalah yg berkaitan dengan bisnis satuan usaha dan indistri dimana satuan usaha tsb. Beroperasi. Kebijakan dan prosedur akuntansi satuan usaha tsb. Metode yg digunakan dalam mengolah informasi akuntansi. Penetapan tingkat risiko pengendalian yg direncanakan Pertimbangan awal ttg. tingkat materialitas untuk tujuan audit Pos LK yg mungkin memerlukan penyesuaian Kondisi yg mngkin memerlukan perluasan/pengujian karena adanya hub istimewa.

3 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado3 Prosedur yg dapat dipertimbangkan auditor dalam perencanaan dan supervisi, biasanya mencakup review terhdp catatan auditor dan diskusi dengan staf. Contoh : Review arsip korespondensi, KK, arsip permanent, LK dan lap audit tahun yg lalu. Membahas masalah2 yg berdampak terhdp audit. Mengajukan pertanyaan ttg. perkemb bisnis saat ini yg berdampak trhdp satuan usaha Membaca LK interim perush tahun berjalan Membicarakan tipe, luas, dan waktu audit dengan manajemen, dewan komisaris, atau komite audit Mempertimbangkan dampak diterapkannya PSAK dan standar auditing yg ditetapkan oleh IAI.

4 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado4 Contoh Prosedur (Lanjutan) : Mengkoordinasikan bantuan dari peg satuan usaha dalam penyiapan data Menentukan luasnya keterlibatan, jika ada, konsultan, spesialis, dan auditor intern Membuat jadwal pekerjaan audit (time schedule) Menentukan dan mengkoordinasikan kebutuhan staf audit Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas utk memperoleh tambahan

5 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado5 Pengetahuan tentang bisnis klien, membantu auditor dalam : Mengidentifikasi bidang yg memerlukan pertimbangan khusus Menilai kondisi yg didalamnya data akuntansi yg dihasilkan, diolah, direview, dan dikumpulkan dalam organisasi. Menilai kewajaran estimasi Menilai kewajaran representasi manajemen Mempertimbangkan kesesuain prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. Isi Audit Plan mencakup : 1.Hal-hal mengenai klien 2.Hal-hal yang mempengaruhi klien 3.Rencana kerja auditor

6 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado6 ad.1. Hal-hal mengenai klien a. Bid usaha klien, alamat, no telp, fax, dll b. Status hukum perush (nama pemilik, permodalan) c. Accounting Policy (Kebijakan Akuntansi) 1. Buku-buku yg digunakan (Bk. Penjualan, bk pembelian,bk kas/bank, bk memorial) 2. Metode pembukuan (manual, komputer, mesin pembukuan) 3. Komentar mengenai mutu pembukuan secara umum d. Neraca komparatif dan perbandingan penjualan, e. Client Cantact f. Accounting, Auditing & Tax problem

7 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado7 ad. 2. Hal-hal yang mempengaruhi klien Bisa didapat dari majalah2 ekonomi/ surat kabar Contoh : adanya peraturan2 baru yang dapat mempengaruhi klien ad. 3. Rencana Kerja Auditor a.Staffing (Nama partner, manager, spv, senior, ass) b.Waktu pemeriksaan (Wkt mulai, berapa lama, deadline, budget) c. Jenis jasa yang diberikan (general audit, special audit, bantuan adm, menyusun Neraca dan R/L, perpajakan. d. Bantuan-bantuan yg dapat diberikan klien(mengirim formulir konfirmasi piutang/utang, membuat aging sch, rincian harta tetap, rincian utang dan piutang, rincian by yg msh harus dibayar. e. Time Schedule (mis. Nov-review IC)

8 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado8 Audit program Audit program yang baik harus mencantumkan : Tujuan pemeriksaan Prosedur audit yang akan dijalankan Kesimpulan pemeriksaan

9 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado9 Audit Prosedures dan Audit Teknik Audit prosedures adalah langkah-langkah yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif. Audit prosedures dilakukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti (audit evidence) yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan. Untuk itu diperlukan audit teknik, yaitu cara-cara untuk memperoleh audit evidence seperti: konfirmasi, inspeksi, tanya jawab (inquiry) dLL.

10 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado10 Risiko Audit dan Materialitas dalam PSA No. 25, diberikan pedoman dalam mempertibangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan dan pelaksanaan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. 1. risiko audit dan metarealitas mempengaruhi penerapan standar auditing, khususnya standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan, serta tercermin dalam laporan audit bentuk baku. 2. risiko audit adalah risiko yang timbul karena auditor tanpa disadari tidak memodifikasikan pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. 3. konsep materialitas mengaku bahwa beberapa hal, baik secara individual atau keseluruhan, adalah penting bagi kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntas yang berlaku umum di Indonesia, sedangkan beberapa hal lainnya adalah tidak penting

11 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado11 4. Laporan keuangan mengandung salah saji material apabila laporan keuangan tersebut mengandung salah saji yang dampaknya, secara individual atau keseluruhan, cukup signifikan. 5. dalam perencanaan audit, auditor berkepentingan dengan masalah-masalah yang mungkin material terhadap laporan keuangan, auditor tidak bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan. 6. istilah kekeliruan berarti salah saji atau penghilangan yang tidak disengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan. Kekeliruan mencakup: kesalahan dalam pengumpulan atau pengolahan ata yang menjadi sumber penyusunan laporan keuangan, estimasi akuntansi yang tidak masuk akal yang timbul dari kecerobohan atau slah tafsir fakta, dan kekeliruan dalam penerapan prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian, atau pengungkapan. 7. mekipun kecurangan merupakan pengertian yang luas dari segi hukum, kepentingan auditor secara khusus berkaitan dengan tindakan curang yang menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan. 8. pada waktu mempertimbangkan tanggung jawab auditor memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebassalah saji material, tidak ada perbedaan penting antara kekeliruan dan kecurangan.

12 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado12 9. Pada waktu menyimpulkan apakah dampak saji, secara individual atau secara gabungan, material, auditor biasanya harus mempertimbangkan sifat dan jumlah dalam kaitannya dengan sifat dan umlah pos dalam laporan keuangan yang diadit. 10. pertimbangan auditor mengenai materialitas merupakan pertimbangan profesional dan dipengaruhi oleh persepsi auditor atas kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan yang akan meletakan kepercayaan terhadap laporan keuangan. 11. auditor harus mempertimbangkan risiko audit dan materialitas bail dalam: (a). Merencanakan audit dan merancang prosedur audit, dan (b). Menevaluasi apakah laporan keuangan secara keselurahan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 12. auditor harus merencanakan auditnya sedemikian rupa, sehingga risiko audit dapat dibatasi pada tingkat yang rendah, yang menurut pertimbangan profesionalnya, memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan.

13 6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado Dalam merencanakan audit, auditor harus menggunakan pertimbangannya dalam menentukan tingkat risiko audit yang cukup rendah dan pertimbangan awal mengenai tingkat materialitas dengan suatu cara yang diharapkan. 14. auditor merencnakan audit untuk mencapai kayakinan memadai guna mendeteksi salah saji yang diyakini jumlahnya cukup besar, secara individu atau keseluruhan, yang secera kuantitatif berdampak material terhadap laporan keuangan. 15. dalam situasi tertentu, untuk perencaan audit, auditor mempertimbangkan materialitas sebelum laporan keuangan yang akan diauditnya selesai disusun. 16. pada tingkat saldo akun atau golongan transaksi, risiko audit terdiri: a. risiko bawaan, b. risiko pengendalian, c. risiko deteksi. 17. risiko bawaan dan risiko pengendalian berbeda dengan risiko deteksi. Kedua risiko yang disebut terdahulu ada, terlepas dari dilakukan atau tidaknya auditnya audit atas laporan keuangan, sedangkan risiko deteksi berhubungan dengan prosedur audit dan dapat diubah oleh keputusan auditor itu sendiri. 18. risiko deteksi yang dapat diterima oleh audotor dalam merancang prosedur audit tergantung pada tingkat yang diinginkan untuk membatasi risiko audit suatu saldo akun atau golongan transaksi dan tergantung atas penetapan auditor terhadap risiko bawaan dan risiko pengendalian.


Download ppt "6/8/2015Jerry Lintong-STIE Eben Haezer Manado1 Topik 7 : Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, Risiko Audit, dan Materialitas Tujuan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google