Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji sangat tinggi, sehingga melampaui kuota yang telah ditetapkan yaitu sebesar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji sangat tinggi, sehingga melampaui kuota yang telah ditetapkan yaitu sebesar."— Transcript presentasi:

1

2 Minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji sangat tinggi, sehingga melampaui kuota yang telah ditetapkan yaitu sebesar 1 per (1‰) penduduk, menimbulkan daftar tunggu yang cukup panjang dan semakin panjang. JH diharapkan dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri dan sehat. JH menghadapi faktor-faktor risiko internal dan eksternal. JH perlu dibina sedini mungkin sebelum menunaikan ibadah haji terutama kesehatannya.sehingga dapat beribadah dengan optimal.

3  Data jumlah jemaah di tahun 2012 lebih rendah di bandingkan pada tahun 2011 dan Pada tahun 2012 jemaah reguler sebanyak jemaah dan jemaah haji khusus sebanyak jemaah. Hal ini di sebabkan pengurangan quota jamaah haji yang berkurang karena perbaikan masjidil Haram.  Untuk karakteristik jemaah haji tiap tahunnya tidak jauh berbeda baik dari komposisi jemaah reguler dan khusus, jenis kelamin, kelompok umur maupun dari latar belakang pendidikannya. Perempuan selalu lebih banyak daripada laki-laki, hampir separuh jemaah haji kita berusia lebih dari 50 tahun. Sebagian besar jemaah kita berpendidikan rendah (SD sederajat).

4 4 4 Penyebab kematian terbanyak adalah Penyakit Jantung Pembuluh Darah yaitu 50 % dan penyakit saluran napas 16,7%. Penyakit terbanyak jamaah risti adalah Hipertensi (Primer) essensial yaitu 40,36% Penyakit terbanyak rawat jalan adalah Common Cold, Hipertensi (Primer) essensial dan Diabetes mellitus Penyakit terbanyak rujukan adalah Hipertensi (Primer) essensial dan Diabetes Melitus Penyakit terbanyak rawat inap adalah Diabetes mellitus dan Hipertensi (Primer) essensial

5 5 Penyakit penyebab wafat

6 TOTAL JEMAAH RISTI JEMAAH HAJI RISTI TAHUN 2013 EVALUASI KESEHATAN HAJI Essential (primary) hypertension42,42% Non-insulin-dependent diabetes mellitus14,98% Disorders of lipoprotein metabolism and other lipidaemias13,97% Cardiomegaly6,84% Other rheumatoid arthritis4,29% Gastritis and duodenitis3,04% Dyspepsia2,70% Asthma2,16% Atherosclerotic heart disease1,78% Iron deficiency anaemia1,76% SUMBER DATA SIKOHATKES & SISKOHAT RISTI PENYAKIT RISTI USIA >60 TAHUN + RISTI PENYAKIT RISTI USIA > 60 TAHUN RISTI USIA > 60 TAHUN 10 PENYAKIT RISTI TERBANYAK ,25%20,25% 53,05%53,05% 26,70%26,70% RISTI PENYAKIT

7 7 Program Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular melalui Posbindu PTM untuk jamaah haji yang dikembangkan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sedang dilaksanakan oleh Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dilaksanakan di wilayah Puskesmas dengan sasaran jamaah haji yang sudah terdaftar dan akan berangkat setahun sebelumnya,

8 8 Posbindu PTM Jamaah Haji Posbindu PTM pada Jamaah haji merupakan peran serta masyarakat / Jamaah haji dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko PTM yang dilakukan secara terpadu, rutin, dan periodik Kegiatan monitoring, deteksi dini dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM melalui konseling dan rujukan ke Fasyankes dasar. Posbindu PTM pada Jamaah Haji diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis Ta’lim dll dibawah binaan Puskesmas, kegiatan di lakukan satu tahun sebelum keberangkatan -

9 9 9 POSBINDU PTM PADA JAMAAH HAJI

10  Program tersebut telah diujicobakan di 4 provinsi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur, pemilihan daerah tersebut di dasarkan pada masalah pelayanan kesehatan jamaah haji yang sangat kompleks. Program ini pada tahun 2015 akan di sosialisasikan ke seluruh provinsi di Indonesia. Untuk mengetahui masalah dan kendala yang di hadapi maka dilakukan evaluasi program deteksi dini faktor risiko PTM pada jamaah haji.

11  Mengevaluasi model deteksi dini faktor risiko PTM pada jamaah haji dalam upaya menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada jamaah haji secara mandiri.

12 › Diketahuinya karakteristik (sosial demografi ) jemaah haji › Diketahuinya secara dini faktor risiko PTM pada jemaah haji › Mengevaluasi pengukuran dan pemeriksaan FR PTM jamaah haji › Melacak jenis dan jumlah rujukan kasus PTM pada jamaah haji › Mengevaluasi sistim dekomentasi (pencatatan dan pelaporan) kegiatan deteksi dini

13  Desain penelitian ini adalah cross sectional menggunakan data sekunder paket pemeriksaan pemeriksaan gula darah dan kolesterol, pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut dan tekanan darah, olahraga dan aklimatisasi pada jamaah haji, data akan di ambil dari Buku Monitoring FAKTOR RISIKO PTM pada CJH (Buku daftar CJH)

14 Wawancara (Indept interview) dengan Pelaksana posbindu pada jamaah haji: KBIH(Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, AKHI(Asosiasi Kesehatan haji Indonesia),Kader posbindu dan Puskesmas  Evaluasi dilakukan pada model posbindu yang mengacu pada buku petunjuk teknis deteksi dini faktor risiko PTM pada jamaah haji dari Direktorat Pengendalian PTM, Dirjen P2PL, 2013.

15  Penelitian ini dilakukan di Jakarta,Banjarmasin dan Surabaya (provinsi terpilih oleh direktorat PTM.  Waktu yang dibutuhkan selama 1 tahun.

16  Populasi adalah jamaah haji yang telah terdaftar dan akan diberangkatkan tahun  Sampel adalah kloter terpilih pada embarkasi Jakarta,Banjarmasin dan Surabaya, pemilihan kloter secara random sampling sederhana pada KBIH terpilih.  Besar Sampel :secara purposif akan diambil dari setiap provinsi masing masing 150 ( 2 KBIH) sehingga sampel keseluruhan 450 jamaah

17  Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:  Karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status kawin,status ekonomi, dan kepemilikan asuransi)  Perilaku merokok (perokok aktif, perokok pasif, mantan perokok)  Perilaku pola makan (asupan sayur, buah, konsumsi gula, garam, kopi, vetsin)  Aktifitas fisik (sedang dan berat)  Tinggi badan (TB)  Berat badan (BB)  Lingkar Perut (LP)

18  Gula darah (sewaktu dengan rapid test pada jari tangan)  Kolesterol (sewaktu dengan rapid test pada jari tangan)  Tekanan darah  Kasus PTM (stroke/jantung/DM)  Jumlah dan tempat rujukan kasus PTM  Pencatatan dan pelaporan

19 Tahap Pengumpulan Data Di Lapangan :  Menyiapkan instrumen penelitian yaitu daftar pertanyaan terstruktur/kuesioner  Menyiapkan panduan wawancara untuk data kualitatif (FGD & indepth interview)  Melakukan uji coba kuesioner, menganalisis hasil uji coba (validitas & reabilitas) serta memperbaiki kuesioner jika ada perubahan berdasarkan hasil analisis ujicoba kuesioner.  Melakukan pengumpulan data sekunder pada responden terpilih dengan kuesioner.

20 Pengolahan dan Analisis data Analisa data kuantitatif dilakukan secara deskriptif dan data kualitatif akan di lakukan dengan analisis triangulasi

21  Dr.Rustika,SKM,MSi  dr. Tety Rachmawati, Msi (Pusat 4)  dr. Betty Roosihermiatie, MS.PH,Ph.D (Pusat 4)  dr. Lily Baronah,Mkes ( Direktorat PTM)  Ratih Oemiati,AFM,SPd (Pusat 3)  Vita Kartika,Mkes (Pusat 4)  Rosana Ika,A,Spi (Pusat 4)

22


Download ppt "Minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji sangat tinggi, sehingga melampaui kuota yang telah ditetapkan yaitu sebesar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google