Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Farmakologi terapan Handout by: I G.K.Wijasa,Drs.MARS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Farmakologi terapan Handout by: I G.K.Wijasa,Drs.MARS."— Transcript presentasi:

1 Farmakologi terapan Handout by: I G.K.Wijasa,Drs.MARS

2 Tujuan Instruksional 1.Menjelaskan arti sehat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya 2.Menjelaskan pengertian farmakologi 3.Menjelaskan arti dan fungsi obat 4.Menjelaskan pengaruh obat dan proses yang dialami obat dalam tubuh 5.Menjelaskan jenis obat dan kaitannya dengan sistem tubuh 6.Menjelaskan pengawasan obat

3 Daftar Pustaka 1. Moh. Anief, Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta Djamhuri Agus,Sinopsis Farmakologi dengan Terapan Khusus di Klinik dan Perawatan Penerbit Hipokrates Jakarta, Judono R.H., Farmakologi, Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada, Yogyakarta, Sartono, Obat Wajib Apotik, PT Gramedia Pustaka Utama, Edisi III ISO Indonesia, Edisi Farmakoterapi, Volume XXXII, 1999

4 Arti Sehat & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya  Sehat adalah kebutuhan setiap manusia hidup  Sehat dartikan sebagai keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara ekonomi dan sosial  Tak seorang pun ingin menderita sakit dan bagi yang terlanjur sakit akan berusaha untuk sehat kembali. Orang yang sehat bahkan berusaha dengan berbagai cara untuk memperlambat proses penuaan ( aging )  Sehat selama ini dipahami dipengaruhi oleh 4 faktor yakni : genetis, lingkungan, pelayanan kesehatan dan perilaku

5 Sehat Genetika Fasilitas Layanan Kesehatan Perilaku Lingkungan

6 Faktor Penyebab Penyakit Faktor Luar Cuaca, makana-minuman, bakteri, virus dls Faktor Dalam Emosi, kejiwaan dan bawaan

7 Perilaku Hidup Sehat  Perilaku Hidup Sehat mencakup :  Pilihan Asupan Makanan  Apa yang layak dimakan  Apa yang layak dipikirkan  Apa yang layak disyukuri  Pilihan gaya hidup layak  Apa yang layak dikerjakan  Apa yang layak dipertahankan  Apa yang layak diubah  Pilihan menjadi kritis  Menjadi cerdas dan selektif  Pemberdayaan diri

8 Sejarah Farmakologi  Sejak zaman purbakala manusia telah dihadapkan pada masalah kesehatan yang memaksa dirinya mencari pengobatan Para ahli pengobatan memperoleh pengetahuan tentang obat dan cara pengobatan hanya berdasarkan intuisi dan pengalaman empiris.  Baru pada 400 tahun sebelum masehi berdiri sekolah kedokteran di Yunani yang salah satu alumninya bernama Hipokrates yang memperkenalkan cara-cara pengobatan yang rasional dan etis.  Tahun 1240 Kaisar Frederick II memberikan maklumat kepada rakyatnya tentang pemisahan Kedokteran dan Farmasi dengan tujuan agar masyarakat mendapat perawatan medis yang layak serta memperoleh obat ( farmacon ) yang cocok yang dapat dipertanggung jawabkan  Konsep pemisahan tersebut hingga kini dirasakan oleh masyarakat dunia

9 Pengertian Farmakologi  Farmakologi berasal dari kata farmacon yang berarti obat dan logos yang berarti ilmu sehingga  Farmakologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang obat khususnya yang berkaitan dengan pengaruh sifaf fisika-kimiawinya terhadap tubuh, respons bagian-bagian tubuh terhadap sifat obat,nasib yang dialami obat dalam tubuh dan kegunaan obat bagi kesembuhan. Terkait dengan Farmakologi tersebut adalah ilmu tentang : Farmakodinamika Farmakokinetika Toksikologi Farmakoterapeutika Farmakognosi Farmasi

10 Farmakodinamika  Farmakodinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengaruh obat terhadap tubuh  Obat dapat mempengaruhi seluruh atau bagian-bagian tertentu dari tubuh. Pengaruh tersebut disebut pengaruh farmakologis.  Pengaruh atau efek obat meliputi :  Efek terapi ( Indikasi )  Kontraindikasi  Toksisitas  Efek samping  Interaksi

11 Farmakokinetika  Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana obat diperlakukan oleh tubuh.  Farmakokinetika juga dikenal dengan ilmu ADME yakni ilmu yang mempelajari Absorpsi, Distribusi, Metabolisme dan Sekresi termasuk didalamnya dibahas tentang ketersedian bahan aktif obat dalam tubuh ( bioavailabilitas )  Absorpsi obat dalam usus sangat dipengaruhi PH cairan lambung  Hal ini menyebabkan ada obat yang diberikan sebelum atau sesudah makan  Obat yang diberikan sebelum makan ( Covering agents ), appetizers ( stomachica ) dan obat-obat yang tak tahan terhadap asam lambung ( penicillin )

12 Farmakokinetika  Distribusi obat diawali dengan absorpsi dimana obat terlebih dahulu menembus membran sel masuk kedalam cairan interstisiil. Obat dalam tubuh terikat oleh protein plasma dalam keadaan reversible  Biotransformasi obat sebagian besar terjadi di hepar terutama oleh enzym mikrosomal untuk mengurangi toksisitas dan ekskresi  Reaksi kimia yang terjadi dalam biotransformasi dapat dibedakan kedalam 2 golongan :  Reaksi sintetik ( konyugasi ) yang dapat mengurangi toksisitas  Reaksi ini memerlukan ATP sebagai sumber energi  Reaksi non –sintetik berupa oksidasi, reduksi dan hydrolisa  Reaksi ini memerlukan NADPH ( Nicotinamida Adenin Dinucleotide Phosphate Hydrogen )

13 Farmakokinetika  Ekskresi obat dilakukan oleh organ tubuh seperti :  Renal  Hepar  Pulmo  Kelenjar ASI  Kelenjar Keringat  Kelenjar ludah  Obat-obat yang tidak dapat diekskresi dikeluarkan lewat faeces

14 Proses yang dialami obat dalam tubuh Obat Eksekresi Distribusi Metabolisme/biotranformasi Absorpsi Fase-fase yang dialami oleh obat dalam tubuh ada 3 tingkatan :  Fase biofarmaseutik  Fase farmakokinetik  Fase farmakodinamik

15 OBAT DAN MASALAHNYA  Obat adalah zat atau bahan yang digunakan untuk diagnotis,pencegahan, pengobatan ( therapy ) dan pemulihan penyakit  Pengobatan dengan obat disebut Farmakoterapi  Pengobatan tanpa obat disebut Non Farmakoterapi a.l. Psychoterapi, Fisioterapi,hydroterapi, Ozon – terapi, color –therapi, music- therapy, speech-therapy etc.  Perilaku masyarakat dalam mencari kesembuhan terhadappenyakit yang dideritanya berdasarkan SKRT dikategorikan sbb :  Tidak berbuat apa-apa 5 %  Pergi ke Dokter 18 %  Mengobati Sendiri 77 %  Caranya sendiri  Minum jamu  Menggunakan obat yang dijual bebas

16 OBAT DAN PENGAWASANNYA  Obat adalah ibarat madu disatu sisi dan racun disisi lainnya  Obat adalah kebutuhan dasar masyarakat oleh karenanya harus diawasi peredaran dan pengunaannya  Pengawasan obat dulu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan dan kini dilakukan oleh Badan Pengawasan obat dan Makanan (Badan POM )

17 Fungsi Obat dalam tubuh  Merangsang ( stimulasi ) dan menekan ( depresi ) fungsi spesifik dari sel tubuh  Membunuh atau menghambat aktivitas sel-sel asing dan bakteri  Menimbulkan aksi non spesifik  Mensubstitusi zat-zat tertentu yang diperlukan oleh tubuh

18 Obat & Therapi  Therapi diterjemahkan dengan pengobatan  Pengobatan dapat dilakukan dengan obat diistilahkan dengan farmakoterapi  Pengobatan tanpa obat disebut non farmakoterapi

19 Non Farmakoterapi ?  Preventif  Hygienis –dietis  Immunisasi  Kuratif  Physiotherapy  Psychoteraphy  Hygienis –Dietis  Aroma Theraphy  Colour theraphy  hydroterapy

20 Tujuan Insruksional 1.Menjelaskan sistem tubuh 2.Menjelaskan fungsi obat dalam tubuh 3.Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja obat dalam tubuh 4.Menjelaskan berbagai cara-cara pemberian obat 5.Menjelaskan penggolongan obat menurut tujuan terapii

21 Sistem Tubuh  Sistem tubuh dalam garis besarnya terdiri dari sub sistem:  Sistem Syaraf  Sistem Hormonal  Sistem Sirkulasi  Sistem Ekskresi  Sistem-sistem tersebut dikendalikan 3 unsur yakni air, udara dan panas Untuk sehat ketiga unsur tersebut harus selalu dalam keadaan seimbang. Sistem tubuh seimbang apabila :  Makan,istirahat tidur teratur  Pencernaan berfungsi baik  Ekskresi bekerja optimal  Kelima inderanya berfungsi menerima rangsangan dengan baik

22 ANATOMI TUBUH MANUSIA Anatomi tubuh manusia terdiri dari bagian-bagian yang lunak, keras dan cair : 1. Bagian yang lunak : Daging,otak,jantung, paru, mata,hati dll 2. Bagian Yang keras : Tulang 3. Bagian yang Cair Darah

23 Sistem Kerangka Bagian yang keras dari tubuh membentuk sistem kerangka: 1. Tulang kepala ( Tengkorak ) 2. Tulang badan 3. Tulang Anggota Tubuh Secara lebih rinci tulang-tulang tersebut sbb : 1. Tengkorak 2. Tulang leher 3. Tulang rusuk 4. Tulang panggul 5. Tulang lengan 6. Tulang hasta 7. Tulang pengumpil 8. Tulang jari tangan 9. Tulang paha 10. Tulang kering 11. Tulang betis 12. Tulang jari kaki Catatan : Fungsi dari tulang-tulang tersebut adalah melindungi dan memberi kekuatan gerak

24 Organ Dalam Tubuh Organ dalam tubuh terdiri dari : Otak Mulut dan kerongkongan Pernafasan Dada Perut Usus Poros usus Perkemihan

25 Darah dalam Tubuh Fungsi darah dalam tubuh :  Sebagai alat angkut (transportasi )  Memberantas penyakit  Mengatur suhu tubuh  Menutup luka  Pertahanan tubuh terhadap kuman

26 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kerja Obat dalam Tubuh Berat Badan Umur Jenis Kelamin Kondisi Patologik

27 Penggolongan obat  Berdasarkan tujuan terapinya :  Obat Diagnotis  Obat Farmakodinamis  Obat Chemoterapeutika  Obat Substitusi  Berdasarkan ketentuan pembatasan pemakaian di pasaran  Obat Bebas  Obat Bebas Terbatas ( Daftar W )  Obat Keras ( Daftar G )  Obat Psikotropika  Obat Narkotika ( Daftar O )  Berdasarkan vital tidaknya bagi penyediaan disarana pelayanan kesehatan seperti rumah sakit  Vital  Esensial  Non Esensial  Berdasarkan ketentuan nama dalam perdagangan  Obat paten  Obat Generik

28 Obat Esensial & Obat Generik  Obat Esensial ( Drug Of Choice )  DOEN untuk sarana pelayanan kesehatan dasar  Formularium Rumah Sakit untuk rumah sakit  Obat Generik  obat yang dipasarkan dengan nama bahan aktifnya (nama kimia) yang tujuannya adalah untuk mengendalikan harga obat yang terjangkau bagi masyarakat namun dari segi kualitas dan keamanannya sama dengan obat paten

29 Pengaruh Obat  Sistemik (keseluruh tubuh yang melewati peredaran darah), a.l : - oral - oromukosal (sublingual, bucal) - injeksi (subcutan, intra muskular, intra vena, intra arteri, intra cutan, intra lumbal / intra tekal, intra peritonial, intra cardial, intra pleura, intra articuler) - implantasi - rektal - transdermal

30  Lokal (efek setempat) - percutan / kulit - inhalasi - mukosa mata / telinga - intra vaginal - intra nasal

31 Berbagai istilah tentang pengaruh (efek ) obat  Pengaruh additif  Pengaruh adiktif  Pengaruh habituasi  Pengaruh sinergistik  Withdrawal Syndrome  Toleransi  Tachyphylaxis  Kumulasi  Placebo  Inkompatibilitas  Efek Samping  Idiosinkrasi  Allergi  Fotosensitasi  Efek toksik  Resistensi

32 Mekanisme Kerja Obat  Secara fisika, a.l : obat diuresis  Secara kimia, a.l : antasida lambung  Proses metabolisme, a.l : antibiotika mengganggu pembntukan dinding sel pd bakteri  Secara kompetisi saingan, a.l : sulfonamida

33 Dosis ( Takaran Obat ) Ilmu tentang pemberian obat disebut Posologi Dosis obat dibedakan atas : Dosis Minimalis Dosis Therapi Dosis Maksimalis Dosis Toksikalis Dosis Letalis

34 6 Hal yang harus diperhatikan dalam Pemberian Obat A. Tepat pasien B. Tepat obat C. Tepat waktu D. Tepat dosis E. Tepat rute (cara pemberian) F. Tepat dokumentasi

35 Indeks Farmakoterapi 1. Antiinfektikum 2. Antineoplastikum 3. Immunoglukosidum 4. Obat Bantuan dan Penolong 5. Obat metabolisme dan Gizi 6. Obat Sistem Endokrin 7. Depresan Sistem syaraf 8. Antiradang, antireumatik dan antiencok 9. Psikotropika 10. Anti sistem syaraf lain 11. Relaksan otot 12. Obat kardiovaskular 13. Obat darah 14. Obat Saluran Nafas 15. Obat Saluran Cerna 16. Obat Saluran urogenital 17. Obat kulit dermatologikum 18. Obat Telinga ( oticum ) 19. Obat Mata ( oftamologikum ) 20. Obat Mulut & Gigi 21. Obat anti Parasit 22. Obat lain-lain

36 Tujuan Instruksional : 1.Menjelaskan susunan saraf 2.Menjelaskan penggolongan obat menurut pengaruhnya terhadap sistem kerja saraf 3.Menjelaskan jenis obat-obat Susunan Saraf Pusat

37  Susunan Syaraf dibedakan atas 2 yakni :  Susunan Syaraf Pusat  Susunan Syaraf Otonom  Anatomi Susunan Syaraf Pusat meliputi cerebrum,cerebelum,medula oblongata( bulbus )dan medula spinalis  Susunan syaraf Otonom terdiri dari syaraf simpatis dan syaraf parasimpatis yang berpusat di Medula Spinalis dan Medula Oblongata Anatomi Susunan Saraf

38 Fungsi SSP  Cerebrum merupakan pusat-pusat dari memori, kesadaran,penyesuaian diri, dan refleks.  Thalamus berfungsi sebagai pengatur memori secara otomatis.  Hipothalamus berfungsi sebagai pusat pengaturan SSO, suhu tubuh, cairan tubuh, metabolisme, tidur dan kelenjar hypofise.  Disekitar Hipothalamus terdapat Sistem Aktivasi Retikular yang berfungsi mengatur kewaspadaan, kesiapan dan gerakan otot.  Medula Oblongata merupakan pusat pengaturan kardiovaskular,sistem pernafasan,pencernaan,indera dan kelenjar  Medula Spinalis merupakan pusat pengaturan refleks dari setiap bagian tubuh.

39 Penggolongan Obat-obat SSP  Penggolongan Obat SSP didasarkan kepada sifat kerja obat pada umumnya yakni 1. depresi (menekan) dan 2. stimulasi (merangsang ):

40 1. Obat-obat SSP yang menekan secara selektif :  Obat Analgesik – Antipiretik anti nyeri dan penurun panas  Obat Psikotropik menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.  Obat Narkotik –menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.  Obat Antikonvulsi pereda kejang 2. Obat-obat yang menekan hampir secara keseluruhan (sistemik) disebut mayor transquilizer adalah obat Sedatif-hipnotik dan obat Anestesi. Obat yang menekan SSP (Depresiva)

41 Obat yang merangsang SSP ( Stimulantia )  Obat stimulantia SSP dibedakan atas :  Obat Konvulsan  Obat yang secara langsung menimbulkan rangsangan kesadaran seperti : Strychnin, pikrotoksin, pentilentetrazol, bemegrid dan nikethamide  Obat Analeptik ( obat yang menimbulkan sulit tidur )  Efedrin, amfetamin, kokain, pipradol dls  Obat psychic Energizer ( obat penyegar )  Coffein, imipramin, amitriptilin dls

42 Obat Sedatif-hypnotik  Sedatif artinya menekan reaksi terhadap rangsangan khususnya emosi tanpa menimbulkan kantuk (obat penenang)  Hypnotik artinya menyebabkan tidur yang sulit dibangunkan disertai menurunnya refleks. Obat sedatif-hypnotik digolongkan menjadi : 1. Golongan Barbiturat 2. Non Barbiturat Golongan barbiturat dalam dosis tertentu dapat menekan SSP mulai dari sistem retikular,,hipothalamus hingga kepada medula oblongata dan berfungsi sebagai anti konvulsi Organ lain tidak dipengaruhi, kecuali dalam dosis yang sangat besar dapat menimbulkan penurunan tekanan darah, motilitas usus berkurang, menurunkan suhu tubuh dan mengurangi produksi kemih organ penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan obat golongan barbiturat adalah hati dan ginjal karena kalau kedua organ tersebut mengalami gangguan akan mengakibatkan ekskresi obat terhambat dan efek obat berlangsung lama. Efek samping yang dapat timbul a.l. gagal pernafasan, koma, mual vertigo, lemah,takut, nyeri dan insomnia

43 Obat Sedatif-hypnotik  Golongan obat barbiturat yang banyak dipakai a.l.:  Phenobarbital ( luminal ) untuk anti konvulsi, antihipertensi, antiepilepsi.  Aprobarbital, pentobarbital untuk obat tidur  Thiopental ( Penthotal ) sebagai obat anestesi  Golongan obat non barbiturat yang banyak dipakai antara lain Hydras Chlorali, Natrium Bromida. Plasidil, diazepam, doriden meprobamat (medicar), clordiazepoxide dll umumnya digunakan untuk obat tidur  Efek samping yang dapat timbul akibat penggunaan obat ini adalah allergi, tremor, pusing,lemah, pelupa dan hepatitis

44 Obat Analgetik  Obat analgetik adalah obat penghilang rasa sakit dan obat antipiretik adalah obat penurun demam  Obat analgetik dibedakan obat analgetik narkotik dan obat analgetik non narkotik  Obat analgetik narkotik ( obat analgetik visceral ) disamping berfungsi mengurangi rasa sakit, juga menekan rasa takut, rasa susah serta menimbulkan kedamaian. Oleh karenanya obat-obat ini sering disalahgunakan yang kadangkala dapat menimbulkan toleransi, adiksi, habituasi, sedatif –hypnotik, euphorigenik, penekanan pada pusat pernafasan yang dapat berujung kematian  Toleransi obat adalah berkurangnya pengaruh obat terhadap receptor (disposisi obat) dalam bentuk toleransi metabolik dan toleransi farmakodinamik ( berkurangnya kepekaan ssp terhada pengaruh obat.)

45 Adiksi & Habituasi  Obat analgetik narkotik dapat menimbulkan adiksi  Adiksi adalah ketergantungan fisik dan psikologis pada zat tertentu  Korban adiksi menjadi sangat tidak produktif, konsumtif, asosial, amoral, cenderung melakukan tindak kriminal dengan mengabaikan keselamatan dirinya dan orang lain

46 Obat Analgetik Narkotik  Morphin  HCl Hydromorphine  Pethidine  Metadon  Codein

47 Obat Analgetik non Narkotik  Obat analgetik non narkotik digunakan untuk nyeri ringan disamping juga berfungsi sebagai antipiretik dan anti inflamatory.  Obat analgesik non narkotik sangat banyak dan pada umumnya digolongkan menurut bahan aktifnya yakni : 1. Salisilat 2. Para Amino Fenol 3. Pyrazolon 4. Asam Organik lainnya 5. Obat pirai

48 Golongan Salisilat  Golongan salisilat merupakan obat analgesik tertua antara lain :  Acetosal, Aspirin, Natrium Salisilat, salisilamid  Titik tangkap kerja golongan salisilat adalah di hipothalamus yang dapat meningkatkan ambang nyeri  Obat analgesik salisilat juga berfungsi sebagai obat antipiretik ( menurunkan demam ),anti inflamasi dan anti allergi dan meningkatkan ekskresi asam urat  Efek samping penggunaan obat ini umumnya adalah dapat menimbulkan iritasi lambung yang menimbulkan rasa panas nyeri,mual dan muntah dan diare

49 Golongan Para Amino Fenol  Golongan obat ini adalah Fenacetin dan Asetaminofen ( parasetamol ) hanya berfungsi sebagai analgesik dan antipiretik  Sejak tahun 1966 fenasetin sudah tidak boleh digunakan lagi karena dalam tubuh fenasetin diubah menjadi zat beracun yaitu N- asetil – para aminofenol  Asetaminofen banyak digunakan sekarang antara lain karena tidak menimbulkan iritasi lambung namun apabila digunakan dalam jangka lama dapat menimbulkan kerusakan sel darah, hati dan ginjal, ketegangan hingga kepada konvulsi

50 Golongan Pirazolon  Kekuatan obat ini sama dengan salisilat namun obat ini agak toksik ( beracun ) yang dapat menimbulkan agranulositosis dengan gejala demam tinggi, luka di tenggorokan, erupsi kulit dengan pigmentasi, karenanya banyak negara yang melarang penggunaannya.  Obat ini dapat diberikan dengan suntikan intra muskuler  Obat jenis ini dijual bebas dengan nama Antalgin, dipyron, metamisol.doloneurobion, fastalgin dll

51 Golongan Asam Organik  Golongan obat ini umumnya digunakan sebagai obat analgesik dan antiinflamasi untuk rematoid artritis pengganti obat kortikosteroid seperti prednison.  Obat ini dijual dengan nama generik Indometasin,fenoprofen,ibuprofen dls  Efek samping penggunaan obat ini a.l.:  Gangguan saluran cerna  Vertigo dan kelelahan,  hipertensi dan hiperglikemi

52 Obat pirai ( Kelebihan asam urat )  Pirai adalah penyakit pada sendi yang ditimbulkan tertimbunnya asam urat (purin) terutama di sendi,ginjal dan kulit karena kegagalan metabolisme purin dalam tubuh  Obat pirai yang banyak digunakan adalah allupurinol, zyloric dan indometasin yang bersifat urikosurik ( mengeluarkan asam urat melalui kencing )

53 Tujuan Instruksional : 1.Menjelaskan sistem kerja Susunan Saraf Otonom 2.Menjelaskan jenis-jenis obat SSO

54 Obat-obat SSO ( Susunan Saraf Otonom )  SSO kadang disebut susunan saraf vegetatif, susunan saraf visceral karena susunan saraf ini tidak dapat dipengaruhi oleh kemauan namun berperanan penting mengatur keperluan primer dari tubuh dan memberi peringatan akan bahaya yang datang dari luar tubuh  Keseimbangan tubuh ditentukan oleh SSO  Perangkat SSO terdiri dari saraf otonom afferent ( sensoris ) yang menerima rangsangan dan saraf otonom efferen ( motorik )  SSO terdiri dari saraf simpatis dan saraf parasimpatis yang berpusat di medula spinalis dan medula oblongata  Rangsangan yang diterima oleh saraf sensoris tidak langsung diteruskan oleh pusat ke saraf perifer namun harus melalui ganglion yang kemudian dengan zat penghantar Asetilkolin diteruskan ke organ yang dipersarafi

55 Obat-obat SSO ( Susunan Saraf Otonom )  Ujung saraf simpatis mengeluarkan norefinefrin dan epinefrin sedangkan ujung saraf parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berfungsi sebagi mediator serta merangsang reseptor organ. Efek kerja mediator Norepinefrin. epinefrin dan asetilkolin tidak berlangsung lama karena dirusak oleh COMT, MAO dan enzym asetil kolin esterase  Penggolongan obat-obat yang mempengaruhi kerja SSO didasarkan pada cara kerja obat terhadap SSO yakni merangsang atau menekan Saraf Simpatis, Parasimpatis dan Ganglion

56 Penggolongan Obat SSO  Obat yang merangsang saraf simpatis disebut obat simpatomimetik atau adrenergik dan yang menekan saraf simpatik disebut obat simpatolitik atau adrenolitik  Obat yang merangsang saraf parasimpatik disebut obat parasimpatomimetik atau kolinergik dan yang menekan saraf parasimpatik disebut parasimpatolitik atau Atropinik  Obat yang mempengaruhi ganglion disebut obat ganglionik

57 Obat Adrenergik / simpatomimetik (merangsang saraf simpatik)  Obat adrenergik digunakan di klinik sebagai vasokonstriktor, bronkhodilator, gawat darurat sirkulasi ( keadaan syok )dan konvulsan  Obat Adrenergik yang banyak digunakan di klinik antara lain :  Adrenalin injeksi  Nor Adrenalin injeksi  Efedrin tablet 25 mg  Isoproterenol untuk asma bronchial  Amphetamin tablet dan injeksi  Pemakaian lokal obat adrenalin digunakan untuk menghentikan pendarahan lokal di hidung atau ekstraksi gigi serta membantu lamanya apemebrian anestesi lokal

58 Obat Adrenolitik / Parasimpatomimetik (menekan saraf simpatik)  Obat adrenolitik terutama digunakan untuk obat antihipertensi karena berfungsi menurunkan tekanan darah  Obat Adrenolitik dibedakan atas: Penyekat Adrenoseptor Alfa seperti Prazosin digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan peristaltik usus Penyekat Adrenoseptor Beta banyak digunakan penyakit jantung akibat hipertensi, angina pectoris, aritmia Toksisitas akibat pemakaian adrenoseptor beta antara lain menimbulkan serangan jantung ( infark, asma, hipoglikemi pada diabetes  obat enghambat adrenoseptor beta a.l. ;  Propanolol  Metoprolol  Atenolol  Pindolol 

59 Obat kolinergik / parasimpatomimetik (merangsang saraf parasimpatik)  Obat kolinergik berperan merangsang saraf parasimpatis dan jarang digunakan  Obat kolinergik antara lain Pilocarpine nitrat 0,5-2 % untuk obat tetes mata  Termasuk obat kolinergik adalah obat anti kolinesterase  Obat anti-kolinesterase ada 2 macam yakni obat penghambat kolinesterase yang sifatnya kekal digunakan sebagai obat pembunuh serangga pada pupuk organik fosfat dan obat anti- kolinesterase yang tidak kekal seperti Fisostigmin dan Neostigmin digunakan untuk mengaktifkan fungsi peristaltik usus dan buli- buli pasca operasi

60 Obat Atropinik / parasimpatolitik (menekan saraf parasimpatik)  Golongan obat ini banyak digunakan untuk pengobatan sebagai :  Antispasmodik  Antiparkinson  Ulcus pepticum  Midriatikum  Efek farmakologisnya adalahmenurunkan peristaltik usus yang juga mengakibatkan berkurangnya asam lambung, nyeri lambung  Obat-obat atropinik yang berfungsi :  Sebagai Anti spasmodik & Ulcus pepticum a.l.: Pethidin, Atropin Sulfat Belladonna Extract HCl Papaverin  Sebagai Antiparkinson  Benclamidum  L.Dova  Bromokriptin  Sebagai midriatikum:  Sulfas Atropin  Homatripn HBr  Hyscin HBr

61 Obat Ganglionik  Obat ganglionik yang banyak dipakai adalah obat penghambat ganglion  Efek farmakologis obat penghambat ganglion adalah menghambat saraf parasimpatis yang menimbulkan midriasis, motilitas lambung dan usus, dan sulit kencing dan menhambat saraf simpatis yang menimbulkan antara lain penurunan tekanan darah,dilatasi vasculer pada kaki hipotensi orthotik,  Obat penghambat ganglionik ( Ganglionic Blocking Agents ) banyak digunakan sebagai obat antihipertensi a.l. yang ada di pasaran :  Hexamethonium Chloride.p.os  Pentolium Tartrat p.os  Trimethapan Camphorsulphonate ( Arfonad ) per infus

62 Jenis Sakit Kepala dan Penyebabnya Sakit Kepala Muskular Sakit Kepala Vaskular Sakit Kepala Radang Sakit Kepala Traksi

63 Tujuan Instruksional 1.Menjelaskan anatomi sistem pencernaan dan fungsii- fungsinya 2.Menjelaskan berbagai gangguan sistem pencernaan 3.Menjelaskan penggolongan obat yang terkait dengan gangguan sistem pencernaa

64 Obat dan System Pencernaan  Fungsi Saluran Cerna  Mencerna makanan  Meneyerap sari makanan  Menegekskresikan sisa makanan yang tidak terserap  Sistem pencernaan terentang dari mulut hingga ke anus (9m)  Gangguan terhadap sistem pencernaan muncul dengan berbagai gejala seperti mual, muntah, nyeri lambung, hiperacidity, rasa melilit, kembung, diare, konstipasi dls

65 Anatomi Saluran Cerna Anatomi Saluran Cerna terdiri dari :  Rongga mulut ( oral Cavity ) yang dibatasi oleh maxilary bone dan mandibular bone )  Oesophagus ( Isofagus atau Usofagus )  Lambung  Usus halus  Usus besar  Dubur ( anus )  4 lapisan saluran cerna : mukosa, submukosa, otot polos dan serosa

66 System Saraf & Aliran Darah pada Saluran Cerna  System syaraf yang bekerja pada saluran cerna adalah SSO yang memiliki pusat integrasi dengan SSP di Cortex Cerebri  Aliran darah terbesar ke hati dan limpa dan ke saluran cerna terutama pada lapisan mukosa lamina propria yang banyak memiliki Pembuluh Darah dan saluran limpa

67 Kelenjar-Kelenjar Pencernaan  Kelenjar ludah menghasilkan ludah yang berasal dari:  Kelenjar parotis terletak dibawah tulang pipi depan telinga  Kelenjar submandibularis terletak didasar mulut dekat tulang rahang bawah  Kelenjar sublingualis terletak didasar lidah  Kelenjar hati mengeluarkan empedu yang kemudian disimpan dalam kandung empedu yang berfungsi mencerna lemak  Kelenjar pancreas

68 Fisiologis Rongga mulut  Dalam rongga mulut terdapat kelenjar ludah dan kelenjar bukal yang terletak pada lapisan mukosa  Kelenjar ludah terdiri dari 3 jenis kelenjar yaitu kelenjar parotis, sub mandibularis dan sublingual bersama dengan kelenjar bukal menghasilkan air ludah yang 95 % terdiri dari air dan sisanya mengandung lendir dan garam kalium dan natrium serta albumin, globulin, serum, ptyalin, amilase dan lisozym

69 Anatomi & Fisiologis Lambung  Secara anatomi lambung terdiri dari cardia, fundus, corpus dan pilori  Cairan lambung diproduksi pada dinding saluran cerna yang bersifat isotonis  Asam lambung ( HCl) dihasilkan oleh lapisan mukosa dengan PH 2-5  Mukosa sendiri banyak mengandung Histamin yang tersimpan dalam mast cell

70 Fisiologi Hati dan Pankreas  Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1,4 kg  Hati tempat metabolisme secara kimiawi dimana semua zat yang dihasilkannya dieksekresikan kedalam darah kecuali cairan empedu yang dialirkan kekantong empedu  Cairan empedu berfungsi mengemulsi lemak agar mudah terserap dalam usus  Pankreas adalah kelenjar yang terhubung dengan duodenum yang didalamnya terdapat sel-sel pulau Langerhans yang menghasilkan insulin dan glukagon

71 Patofisologis Saluran Cerna 1. Radang Kerongkongan (reflux oesophagitis) 2. Radang Lambung (gastritis) 3. Tukak Lambung (ulcus pepticum) 4. Tukak Usus 5. Kanker Lambung

72 Obat Gangguan Saluran Cerna  Dilihat dari tempat kerjanya obat saluran cerna dibedakan atas 4 golongan : Obat yang bekerja di rongga mulut Obat yang bekerja di lambung Obat yang bekerja di usus Obat yang bekerja di usus besar dan anus

73 Obat Yang Bekerja pada Lambung  Antasida  Digestan  Emetik  Anti Emetik

74 Antasida  Fungsi Antasida  Mengurangi dan menetralkan asam lambung  Mengurangi nyeri lambung  Jenis Antasida  Antasida Sistemik  Cara kerjanya cepat namun cenderung menimbulkan alkalosis dan konstipasi  Mampu mengurangi nyeri lambung karena dapat menetralisir asam lambung  Contoh : Natrium Bicarbonat dan Calcium Carbonat  Antasida Non Sistemik  Cara kerja melapisi mukosa lambung dan menetralisi asam lambung ( Covering Agent )  Contoh : Aluminium Hidroksida,Aluminium Phosphat, Magnesium Trisilikat

75 Obat Ulkus Peptikum  Ulkus peptikum menimbulkan nyeri pada lambung dan usus sehingga pemberian obatnya selain dengan antasida, juga diberikan obat sedatifa dan obat parasimpatolitik atau obat anti kolinergik atau obat antispasmodik  Golongan obat ulkus peptikum Bismuth-Subsitrat Sukralfat Pirenzepin Omeperazol Antispasmodik -Analgetik

76 Obat Digestan  Digestan adalah obat yang membantu memperlancar proses pencernaan  Obat digestan pada umumnya adalah obat enzym antara lain :  Enzyplex  Vitazym  Pankreoflat, dll

77 Obat Emetik  Obat emetik adalah obat pemuntah yang umumnya diperlukan untuk menolong orang yang keracunan  Cara fisik dapat dilakukan dengan menggelitik kerongkongan  Beberapa obat yang merangsang orang yang keracunan untuk memmuntahkan racun adalah :  Larutan garam dapur pekat  Larutan CuSO4 1 % 50 ml untuk penderita yang keracunan fosfat  Apomorfin inj. s.k.yang merangsang pusat muntah  Syrup Ipecacuanhae

78 Obat Anti Emetik  Gejala muntah disebabkan oleh berbagai hal misalnya karena mabuk perjalanan, makan obat tertentu seperti obat anti kanker, kehamilan, penyakit gastritis, dls. Cairan dalam bentuk minuman yang dapat mengurangi muntah antara lain air teh panas, air soda, coca cola dan minyak atsiri sepert minyak kayu putih.  Obat antiemetik yang dijual bebas adalah difenhidramin dari golongan antihistamin  Obat antiemetik dengan resep dokter adalah fenotiazin dan largactil yang juga digunakan untuk obat antipsikotik

79 Obat yang bekerja di usus  Adsorben dan Demulsen Adsorben adalah obat yang secara fisik mampu menyerap racun dan zat lain yang non spesifik yang melekat pada permukaannya seperti Norit  Demulsen adalah obat adsorben yang sekaligus berfungsi mengatasi iritasi lambung dan antidiare seperti Kaopectat yang merupakan campuran kaolin dan pectin

80 Katartik dan Laksatif  Katartik dan Laksatif adalah obat untuk mengatasi konstipasi Istilah katartik adalah obat pencahar kuat sedangkan laksatif adalah obat pencahar lunak yang fungsinya melunakkan tinja  Obat-obat katartik a.l.: Dulcolax, Garam Inggeris ( MgSO4), metilseluluse dan agar-agar  Obat laksatif a.l. Laxadin, Parafin Liquid

81 Obat Antidiare  Diare disebabkan oleh bakteri seprti kolera,alergi,racun dan dispepsia  Obat antidiare umumnya diberikan untuk mengurangi peristaltik usus, menahan iritasi, menyerap racun, mengatasi dehidrasi seperti oralit  Obat-obat antidiare a.l. Enterostop, Kaopectat Atropin sulfat dls

82 Tujuan Instruksional 1.Menjelaskan sistem pernafasan dan fungsi- fungsinya 2.Menjelaskan Jenis-jenis obatt-obat sistem Pernafasan

83 Sistem Pernafasan dan Fungsinya  Sistem Pernafasan terdiri atas saluran nafas dan pusat-pusat pernafasan  Saluran nafas terbagi atas saluran nafas bagian atas yang terdiri dari laring, nasofaring, rongga hidung dan saluran nafas bagian bawah yang terdiri dari atas alveolus,bronchus, bronchiolus dan trachea  Pusat-pusat Pernafasan berfungsi mengatur ritme pernafasan. Pusat batuk berhubungan dengan pusat pernafasan  Ganguan Sistem Pernafasan terjadi depresi pusat pernafasan, hambatan pada saluran nafas, radang saluran nafas dan emfisema, pleuritis, asma dan tumor.

84 Stimulan Pusat Pernafasan  Apabila pusat pernafasan mengalami depresi karena keracunan obat depresan seperti morfin, barbiturat, anestesi atau bahan industri umumnya diberi pernafasan buatan  Penderita gangguan sistem pernafasan pada umumnya mengalami kesulitan mengeluarkan dahak sehingga diberi obat mukolitik seperti bromheksin, fluimucil dls

85 Obat Asma  Penyakit asma dapat disebabkan oleh alergi akibat debu,jamur, serbuk sari bunga atau bahan alergen lainnya,stress, olah raga berlebihan yang menyebabkan kekejangan saluran nafas  Obat-obat yang digunakan untuk penderita asma umumnya terdiri dari :  Antibiotika  Antikolinergik  Simpatomimetika  Vasodilator  Pelemas otot  Antihistaminika  Sedativa

86 Obat Asma  Aminophyllin Suppositoria  Obat yang mengandung ketotifen seperti : Astifen tablet, Pehatifen sirop  Obat yang mengandung terbutalin seperti : Bricasma tablet atau Bricasma sirop bricasma inhaler, Bintasma tablet dls  Korticosteroid tablet, inhaler seperti prednisolon tablet dan Beklomethason dipropionat, Budesonid, Flutikason dls  Obat yang mengandung salbutamol seperti : Respolin inhaler, Ventolin tablet, sirop dan inhaler, Salbuven  Inhaler yang mengandung Fenoterol seperti Berodual inhaler dan Berotec inhaler  Nebuliser suatu alat yag merubah bentuk cairan obat menadi aerosol untuk inhalasi Digunakan pada penderita asma yang mengalami obstruksi saluran nafas

87 Antihistaminika  Obat Antihistamin digunakan untuk mengatasi allergi nasal, rhinitis alergik ( hay fever )  Obat Antihistamin oral efektif digunakan untuk mengatasi efek ruam kulit ( urticaria )  Obat Anthistamin oral cenderung menimbulkan kantuk ( sedatif ) seperti CTM, Klorfeniramin maleat, Difenhidramin HCl dls  Antihistamin non sedatif antara lain : aztemizol,loratadin, terfenadin dls

88 Obat Darurat Alergi  Darurat alergi umumnya diatasi dengan pemberian adrenalin injeksi plus oksigen  Adrenalin plus kortikosteroid juga sering digunakan terutama untuk mengatasi alergi dan peradangan  Penggunaan adrenalin dalam bentuk injeksi dapat dilakukan secara intramuskular dan intravena  Pemberian adrealin dengan cara inhalasi harus dibawah pengawasan ahli

89 Obat Antitusif  Batuk terjadi secara refleks yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat asing yang masuk kedalam saluran nafas disertai peningkatan sekres lendir  Zat asing atau antigen dapat berupa bakteri,allergen,asap,jasad renik dllnya  Obat batuk untuk batuk yang berlendir disebut expektoran  Obat batuk utuk batuk kering disebut antitusif

90 Ekspektoran  Cara praktis mengatasi batuk produktif adalah menghirup uap dari air panas yang dibubuhi minyak atsiri seperti minyak kayuputih  Obat batuk ekspektoran a.l. Gliseril Guaiakolat tablet, Woods Piperment syrup, Dantusil syrup, Benadryl expektorant dll

91 Antitusif  Antitusif ada 2 macam :  Antitusif Narkotik seperti Codein HCl, Dextrometrophan (DMP) dan Pholcodin  Antitusif Non Narkotik antara lain Noskapin, Pipeazetat,Difenhidramin ( Benadryl ), Promethazin dll

92 Pengobatan Batuk  Pengobatan batuk dapat dilakukan dengan 2 cara : Terapi Spesifik yakni pengobatan terhadap penyebab spesifik dari batuk seperti kanker paru, kemoterapi pada infeksi paru dll Terapi Simptomatik yakni terapi untuk menghilangkan gejala batuk

93

94

95 Sistem Kardiovaskuler Mekanisme kerja jantung  Sirkulasi darah ke seluruh tubuh diatur oleh jantung  Kontraksi otot jantung dan irama jantung diatur oleh SSO  Kontraksi jantung terjadi karena rangsagan adrenoseptor beta yang menyebabkan pertukaran ion Na dan K disertai inlfuks ion Ca  Jantung berkontraksi secara otomatis  Setiap gangguan ada jantung akan berpengaruh pada pembuluh darah demikian sebaliknya  Semakin bertambah usia seseorang akan berpengaruh pada fungsi jantung dan kelenturan pembuluh darah

96 Patofisiologis Kardiovaskuler  Decompensatio Cordis Disebut gagal jantung karena daya pompanya lemah sehingga aliran darah terganggu dan menimbulkan oedema  Aritmia Jantung Aritmia adalah gangguan irama jantung karena terjadinya peningka tan frekuensi detak jantung ( tachycardia ventriculer ), fibrilas dan flutteri  Angina Pectoris & Infark Angina pectoris adalah nyeri dada yang disebabkan berkurangnya aliran darah di arteri koroner Infark terjadi karena penyumbatan pada arteri koroner sehingga menimbulkan kematian jaringan otot jantung

97 Patofisiologis Kardiovaskuler  Hipertensi Tekanan darah yang tinggi memaksa jantung bekerja keras dan mengalam gangguan Apabila diastolenya menetap tinggi akan menyebabkan gagal jantung  Aterosklerosis dan Arteriosklerosis Aterosklerosis adalah kondisi pengerasan pembuluh darah yang disebabkan karena faktor usia lanjut Arteriosklerosis bukan penyakit karena faktor usia lanjut

98 Penggolongan Obat Jantung  Obat Gikosida Jantung untuk penderita Gagal Jantung ( decompensatio cordis )  Obat Anti aritmia untuk penyakit aritmia  Obat Dilator Koroner untuk pengobatan infark dan angina pectoris  Obat Antihpertensi untuk pengobatan hipertensi  Obat Antisklerotik untuk atherosklerosis

99 Obat Glikosida Jantung  Glikosida jantung juga disebut kelompok obat digitalis  Jenis obat ini mampu meningkatkan kerja otot jantung namun ekskresi obat ini berjalan lambat sehingga cenderung menimbulkan kumulasi  Efek obat ini mengurangi sesak nafas, oedemproduks kemih meningkat, tekanan darah, nadi dan EKG terjaga dalam batas normal  Gejala toksisitas obat digitalis a.l. :  Mual,muntah dan diare  Bradikardia  Psiksis, sakit kepala dan bingung

100 Obat Glikosida Jantung Digitalis tablet Digitoxin tablet, i.v Digoxin tablet, i.v. Lanatosid tablet, iv Strofantin i.v. untk kondisi darurat

101 Antiaritmia  2 jenis obat obat yang umum diberikan untuk adalah: Quinidine Sulfat 200 mg- 400 mg Prokainamid 500 – 1000 mg  Kedua obat dapat diberikan secara oral dan i.m  Gejala toksisitas obat ini: Sakit kepala, bingung, mual, muntah, nyeri perut kadang tinitus

102 Obat Dilator Koroner  Fungsi obat ini pada umumnya melebarkan arteri koroner dan menjaga agar tidak terjadi penyumbatan  Sediaan obat dilator koroner a.l.:  Golongan Nitrat  Antagonis kalsium  β-blocker

103 Golongan Nitrat  Golongan obat ini berfungsi merelaksasi otot polos pembuluh darah vena sehingga memberikan efek vasodilatasi vena yang menyebabkan aliran darah menuju jantung melambat serta mengurangi beban hulu jantung  Jenis obat ini dalam bentuk sediaan :  Gliseril trinitrat tablet sublingual, inj. 5 mg iv  Nitrobat ( Parke Davis ) tablet 0.3 mg, 0.6 mg  Cedocard tablet ( Darya varia )  Vascardin ( Nicholas ) tablet 5 mg, 10 mg  Peritrate ( Warner Lambert ) 10 mg, 20 mg

104 Antagonis Kalsium  Fungsi obat antagonis kalsium adalah untuk menghambat influks kalsium kedalam otot jantung sehingga kontraksi otot jantung berkurang  Jenis obat ini dalam bentu sediaan a.l. :  Verapamil tablet  Diltiazem tablet, Herbresser tablet ( Tanabe Abadi )  Nifedipin – Adalat (( Bayer ) tablet 5 mg,10 mg

105 β Blocker  Obat β blocker menghambat adrenoseptor di jantung, pembuluh darah perifer, bronchus, pankreas, dan hati digunakan juga sebagai obat antihipertensi  Jenis obat ini dalam bentuk sediaan :  Propanolol ( generik ) tablet, atau Inderal tablet (Astra Zeneca ) 10 mg tablet  Bisoprolol (generik ) tablet 10mg atau Concor (Merck ) 5mg dan10 mg tablet  Atenolol ( generik ) tablet, Tenormin ( Astra Zeneca ) table 50 mg dan 100 mg  Pindolol ( generik ) atau Visken ( Novartis ) tablet 5 mg

106 Hipertensi  Jumlah penderita hipertensi di Indonesia semakin meningkat aiat pola makan yang berlemak yang berarti juga meningkatnya penderita penyakit jantung  Berdasarkan tinjauan klinis, hipertensi dibedakan atas hipertensi primer dengan penyebab yang tidak jelas (e causa incognita) dan hipertensi sekunder yang disebabkan perubahan pada organ tubuh secara patologik  Berdasarkan tingkat keparahannya, hipertensi dibedakan atas  Hipertensi berat : diastolik > 110 mm Hg dan/atau sistolik ≥ 180 mm Hg  Hipertensi sedang : diastolik mm Hg dan/atau sistolik mm Hg  Hipertensi ringan : diastolik 90 – 99 mm Hg dan/atau sistolik mm Hg

107 Terapi Hipertensi  Tujuan terapi hipertensi adalah mengurangi morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskuler akibat hipertensi dengan cara mengendalikan faktor resiko penyakit kardiovaskuler  Terapi atau Pengobatan hypertensi dapat dilakukan dengan farmakoterapi dan non farmakoterapi  Pengobatan non farmakoterapi a.l dengan mengndalikan BB, pembatasan asupan Sodium, lemak jenuh dan alkohol, olah raga dan tidak merokok

108  Tekanan darah yang tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan apabila tekanan diastole berkecenderungan menetap tinggi maka dapat dipastikan akan terjadi kegagalan fungsi jantung ( heart failure ) Faktor-faktor yang menyebabkan hypertensi a.l. Perubahan cardiac output, viskositas darah, elastisitas pembuluh darah, hormon thtyroid dan adrenalin, sekresi renin di ginjal. Untuk mengatasi hipertensi : Jangan merokok Kurangi berat badan Olah raga Atasi stress Minum obat anti hipertensi

109 Farmakoterapi Hipertensi  Obat Diuretik  β Blocker  Antagonis Kalsium  Vasodilator  Penghambat ACE  Adrenolitik

110 Obat antihipertensi  Sistem pengaturan tekanan darah dalam tubuh sudah ada yang disebut Renin-Angitensin-Aldosteron System ( RAAS).  Bila tekanan darah di glomeruli turun, sel ginjal otomatis membentuk renin yang dilepas kedalam plasma darah dan setelah bertemu dengan protein tertentu menjadi angitensin 1.  Angiotensin 1 oleh enzym ACE diubah menjadi Angiotensin 2 yang lebih bersifat aktif  Angiotensin 2 menimbulkan rangsangan sekresi hormon aldosteron yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.  Obat antihipertensi antara lain :  Captopril, enapapril yang menghambat enzym ACE  Saralasi yang berfungsi menghambat reseptor Angiotensin 2  Beta blocker dan Diuretika yang berfungsi mempengaruhi sekresi renin

111 Obat Antisklerotik  Atherosklerosis merupakan penyakit gangguan metabolisme lipoprotein yakni kolesterol, trigliserid,fospolipid dan asam lemak ( HDL/LDL)  Etiologi atherosklerosis a.l. faktor keturunan, banyak makan- kurang gerak, obesitas, gangguan hormonal, asap rokok, polusi, emosi negatif da alkohol  Sediaan obat atherosklerosis a.l. Clofibrate, Suplemen Omega 3, Simvastatin, Kolestiramin, Probukol dls

112

113 Hormon dan Obat Hormonal  Hormon adalah sistem tubuh yang mengatur fungsi tubuh dari aspek kimiawi  Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu  Sistem hormon bekerja dan sistem bekerja sama dengan sistem syaraf alam pengaturan sistem tubuh

114 Hormon Dalam Tubuh  Pusat yang mengatur kelenjar endokrin disebut Glandulae Pituitariae ( Kelenjar Hypophyse ) yang terletak di dalam Sella Turcica dibawah Hypothalamus  Kelenjar Hypophyse terbagi 2 :  Lobus posterior  Lobus anterior  Lobus posterior disebut Neurohypophyse yangmerupakan jaringan saraf  Lobus Anterior disebut Adenohypophyse yang bagian tengahnya ( pars intermedia menghasilkan Melanocyt Stimulating Hormone ( MSH )  Hubungan antara hypothalamus dengan Adenohypophyse terjadi melalui cairan humoral ( neurosecret ) yang dihasilkan oleh inti saraf dalam hypothalamus yang memungkinkan Adenohypophyse mengeluarkan hormon yang sesuai  Hormon dari Adenohypophyse kemudian melalui aliran darah mempengaruhi kelenjar-kelenjar endocrine perifer ( target gland ) yang kemudian mengeluarkan hormon-hormon khusus yang langsung mempengaruhi jaringan tubuh  Ada juga hormon yang berasal dari Adenohypophyse yang berpengaruh langsung pada jaringan tubuh yakni Somatrophin dan Lactogen ( Prolactin )  Hormon dari Neurohypophyse yang langsung mempengaruhi jaringan seperti Anti Diuretic Hormone ( ADH ) atau Vasopressin dan Oxytocin

115 Neurohypofise & Adenohypofise  Neurohypophyse adalah pusat hormonal yang mengatur hormon Antidiuretik hormon (ADH) atau Vasopresin dan Oksitosin  Adenohypofise adalah pusat hormonal yang mengatur dan mengendalikan hormon-hormon sbb:  Somatotrophormon (STH) yang berfungsi merangsang metabolisme lemak, pembentukan protein dan pertumbuhan  ACTH yang merangsang kelenjar adrenal mensekresikan glukokortikoid dan mengontrol pertumbuhan

116 Hormon yang diekskresikan Adenohypophyse  Somatrophin ( Somatotrophin hormone )STH yang merangsang metabolisme lemak, pembentukan protein dan pertumbuhan  Cortrophin (Adrenocorticotrophe hormone) ACTH yang berfungsi merangsang kelenjar adrenal mensekresikan glukokortikoid dan mengatur pertumbuhan  Thyrotrophin ( Thyrotrophe stimulating hormone ) TSH yang berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok dan merangsang sekresi thyroxin ( T4) dan tryodotironin ( T5 )  Gonadotrophin Follicle Stimulating Hormone ( FSH ) Interstitial-cell Stimulating Hormone ( ICSH ) Luteotrophic Hormone LTH (Prolactin )

117 Terapi dengan Hormon  Therapi dengan hormon dilakukan apabila tubuh mengalami gangguan keseimbangan karena kekurangan hormon ( Terapi substitusi )  Terapi dengan hormon dilakukan dengan obat hormonal dalam bentuk hormon sintetis  Pembuatan obat hormonal sudah sedemikian maju dewasa ini sehingga penggunaannya harus mendapatkan pengawasan dari pemerintah untuk menghindari terjadinya penyalah gunaan

118 Hormon-Hormon Sintetis  Oksitosin digunakan untuk mengatasi pendarahan setelah persalinan atau sebagai obat migren  Ergotamin s.c. digunakan untuk mengobati migren  Tablet Ergonovin untuk mengatasi pendarahan pada post partum  Ergometrin s.c juga digunakan pada post partum  Insulin digunakan sebagai anti diabetes  Reguler Insulin  Globin Zink Insulin  Protamin Zink Insulin  Glucophage, diamicron, daonil, rastinon dll tablet per oral per injeksi

119 Hormon-Hormon Sintetis  Anti Hypothyroid ( Thyroid hormon ) a.l:  Thryrax tablet  Lipiodol injection  Garam Yodium  Yodipin Ultra inj.  Anti Hyperthyroid  Prophylthiouracyl tablet ( PTU )  Metimazol tablet  Neomercazol tablet

120 Hormon-Hormon Sintetis  Hormon Estrogen & Progesteron Hormon Estrogen : berfungsi merangsang proliferasi endometrium, sekresi kelenjar vagina dan servix dan menghambat laktasi :  Estradiol tablet digunakan untuk menopause  Dietilstilbestrol tablet untuk prostat  Etinilestradiol untuk kontrasepsi Hormon Progesteron : berfungsi mempertahankan kehamilan  Primolut N tablet untuk mengatur haid,amenohoe,  Proluton Depot inj. Digunakan untuk mengobati amenorhoe, dysmenorhoe  Gestanon 5 mg tablet untuk abortus habitual /gawat

121 Hormon-Hormon Sintetis  Hormon ACTH berfungsi merangsang kelenjar adrenal Adrenalin sendir berfungsi meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan kecepatan nafas Sintetis hormon ACTH juga disebut ACTH atau Cortison yang digunakan sebagai anti radang ( antiinflamatory ), anti alergi, meningkatkan kadar gula dalam darah, meningkatkan HB, erythocyt, dan mempercepat pembekuan darah Cortison tergolong obat Live Saving

122 Hormon-Hormon Sintetis  Hormon Anabolik ( Hormon Antihypoproteimia ) Dalam bentuk sintetisnya :  Durabolin inj.  Deca durabolin inj.  Primobolan tablet 5 mg  Orgabolin tablet dan drop  Hormon Androgenik ( Hormon Antihypotestosteron )  Andriol tablet, inj.  Proviron 25 mg tablet  Sustanon inj.  Testosteron Depo inj

123 Hormon-Hormon Sintetis  Hormon sintetis untuk Diabetes Melitus Daonil tablet Diabinese tablet Diamicron tablet Glucophage tablet Rastinon tablet Insulin inj.  Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas guna merangsang liver menyerap gula darah untuk diubah menjadi glikogen

124 Hormon-Hormon Sintetis  Hormon untuk Kontrasepsi  Agestin ED tablet  Depo Provera inj.  Eugynon tablet  Halotestin tablet  Duogynon tablet  Lyndiol tablet

125 0bat Topikal Session 11

126 Obat Topikal ANTI INFEKSI LOKAL IRRITANTIA, PROTEKTIVA & COSMETICA INSECT REPELLANTS

127 Anti Infeksi Lokal  Antiseptik & Desinfektan  Surfactan  Detergen

128 Antiseptik & Desinfektan  Antiseptik adalah obat yang dapat membunuh kuman yang ada ada kulit atau selaput lendir  Desinfektan adalah obat yang dapat membunuh kuman yang terdapat pada benda  Proses kerja Antiseptik adalah meracuni protoplasma sel kuman sehingga mati  Proses kerja Desinfektan adalah merusak permukaan sel dari kuman itu sendiri

129 Irritansia  Counterirritants  Methylsalicylat, Ichtyol dls  Caustica & Styptica  HNO3, AgNO3, Tetraquinone  Adstringentia  Zalf Whitfield,Resorcinol,  Keratolitica  Antipruritica  Antiperspirantia  Sclerotica

130 perotectica  Obat-obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit, menyenangkan perasaaan dan mempercepat masaknya bisul  Contoh : Larutan KMn04, Solutio Burrowi, Ichtyol, vaselin, Lanolin, Glycerin dls

131 Cosmetica  Cream,Lotion, Talk, Lipstick  Rouge, Eye Shadow  Shaving Cream, Shampoo  Depilatories  Whitening, Bleaching  Hair Dyes

132 Insecticide, Insect Repellent & Rodenticice  Insecticide : TEPP, Malathion, Dipterex, DDT, Benzyl Benzoat dls  Insect Repellent: Dietiltoluonamide, 4- Acetoxy phenyl –butanone  Rodenticide : Warfarin, Red Squill, Zink Phosphide  Fumigants : carbonsulfide, Formaldehyd dls

133 Surfactant  Golongan Anionik  Na-Lauryl Sulfat untuk Detergen  Na- Ethasulfat untuk Mukolitik Aerosol  Golongan Kationik  Cetyl Pyridium Chlorid untuk Antiseptik  Tonzonium Bromide untuk pembuatan detergen  Golongan Non Ionik  Tyloxapol dan Chlorhexidine ubtuk mukolitik dan bakterisid

134 obat Anti INFEKSI Sistemik Session 12

135 Obat Anti Infeksi  Obat anti infeksi terdiri dari 2 golongan :  Antibiotika  Zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh organisme lainnya  Kemoterapeutika  Bahan kimia yang mampu menghambat dan membunuh kehidupan kuman atau bakteri dalam tubuh

136 Antibiotika  Antibiotika dapat dibuat secara sintetis  Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya  Prinsip penggunaan antibiotika didasarka atas pertimbangan :  Penyebab Infeksi  Faktor Penderita/Pasien  Pemberian Antibiotika yang ideal adalah dengan mempertimbangkan penyebab infeksi yakni dengan pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman  Pemberian antibiotika dapat mendasarkan pada Educated Guess

137 Penggolongan Antibiotika/Kemoterapeutika  Menurut luas kerjanya antibiotika maupun kemoterapeutika dibedakan:  Narrow Spectrum  Penisilin  Streptomycin  Erythromycin  Broad ( Wide ) Spectrum  Tetracyclin  Kemicetin ( Chloromycetin )

138 Klasifikasi Antibiotika Penisilin dan sefalosporin Tetrasiklin dan kloramfenikol Aminoglikosid Antibiotika lain : makrolid, eritromisin dls

139 Cara kerja Antibiotika 1. Mengganggu dinding sel bakteri : penisilin dan sefalosforin 2. Merusak membran sel : Nystatin, Amfoterisin 3. Merusak protein sel bakteri : Kemicetin, Tetrasiklin dan Lincocin 4. Merusak RNA ( Ribo Nucleic Acid ) : Rifampicin caplet, Mitomicin inj

140 Efek samping penggunaan Anti Infeksi Allergi ringan hingga berat ( syok Anapilaktik ) Superinfeksi Seperti Flora Usus yang menyebabkan kondisi tubuh tergaganggu berat Kumulasi Yang menyebabkan fungsi hati dan ginjal terganggu Resistensi Yakni keadaan dimana bakteri tahan terhadap antibiotika

141 Efek samping penggunaan Anti Infeksi Allergi ringan hingga berat ( syok Anapilaktik ) Superinfeksi Seperti Flora Usus yang menyebabkan kondisi tubuh tergaganggu berat Kumulasi Yang menyebabkan fungsi hati dan ginjal terganggu Resistensi Yakni keadaan dimana bakteri tahan terhadap antibiotika

142 Jenis Infeksi dan Pemilihan Antibiotika  Jenis Infeksi Saluran Nafas  Faringitis  Otitis Media & sinusitis  Bronkitis Akut  Influenza  Pneumoni  Tuberkulosis  Saliuran Kemih  Sistitis akut  Pielonefritis  Prostatitis  Antibiotika Penisilin, amoksilin, Eryhromycin, sefalosforin, cotrimoksazol Rifampisin, INH, pyrazinamid Nitrofurantoin, Ampisilin, Cotrimoksazol, Sefalosforin Amoksilin trimtropim

143 Jenis Infeksi dan Pemilihan Antibiotika  Jenis Infeksi akibat hubungan SEX  Uretritis  Herpes Genital  Sifilis  Infeksi Saluran Cerna  Ginggivitis & abses gigi  Kandidiasis oral  Enteritis  Kolestitis Akut  Peritonitis karena perforasi usus  Antibiotika Ampisilin, amoksilin, probenesid, fluorokuinolon Penisilin G procain/penisilin V Nystatin Cotrimoksazil, fluorokuinolon Ampisilin + gentamisin Ampisilin + gentamisin + metronidazol/ klindamisin, sefoksitin

144 Jenis Infeksi dan Pemilihan Antibiotika  Jenis Infeksi akibat hubungan SEX  Uretritis  Herpes Genital  Sifilis  Infeksi Saluran Cerna  Ginggivitis & abses gigi  Kandidiasis oral  Enteritis  Kolestitis Akut  Peritonitis karena perforasi usus  Antibiotika Ampisilin, amoksilin, probenesid, fluorokuinolon Penisilin G procain/penisilin V Nistatin Cotrimoksazol, fluorokuinolon Ampisilin + gentamisin Ampisilin + gentamisin + metronidazol/ klindamisin, sefoksitin

145 Jenis Infeksi dan pemilihan Antibiotika  Kardiovaskular Endokarditis  Kulit,Otot dan Tulang Impetigo,frunkle,selulitis dll Gas gangren Osteomielitis akut  Antiotika Penisilin G + Gentamisin Vankomisin Kloksasilin + Gentamisin ampisilin,/eritromisin/sefalosfori n Penisilin G Kloksasilin

146 Golongan Penisilin  Penisilin sangat efektif membunuh bakteri gram negatif dan kokus gram positif seperti streptokokus, stafilokokus, spirokaeta klostrisdia, antrax dan aktinomisetes  Bakteri dalam fase tumbuh lebih mudah disembuhkan oleh penisilin daripada bakteri kronis  Meski penisilin lebih mudah diserap oleh tubuh melalui pemakaian oral namun penisilin mudah dirusak oleh asam lambung atau enzym pencernaan  Penyerapan penisilin bersifat sistemik namun tidak dapat memasuki otak

147 Indikasi pemakaian Penisilin  Pneumonia  Otitis media  Faringitis  Demam reumatik  Gonorhoe  Klostridia gas gangren,  Tetanus  Osteomielitis  Difteri

148 Sediaan Penisilin yang dipasarkan :  Penicilllin G  Benzathin Penicillin  Ampisilin

149 Obat yang berhubungan dengan Darah Session 13

150 Fungsi Darah  Pertukaran gas pernafasan  Transportasi zat makanan  Pertahanan tubuh  Pengaturan suhu dan osmotik  Pembekuan dan pembuangan metabolit

151 Patofisiologi Darah  Anemia Anemia defisiensi zat besi Anemia megaloblastik Anemia pernisiosa  Kelainan pembekuan darah  Kerusakan darah

152 Obat obat darah  Anti anemia  Koagulantia  Anti Koagulantia  Anti Sklerotik

153 Anti Anemia  Obat Anti anemia defisiensi zat besi adalah obat-obat yang mengandung Fe ++  Obat untuk anemia Megaloblastik adalah Cyanocobalamin ( Vit B 12 ) dan Asam Folat  Untuk Anemia Pernisiosa karena menimbulkan gejala neuritis dapat diberikan dengan obat neurobion atau obat lainnya menurut kebutuhan

154 Pembekuan darah & Kerusakan darah  Pembekuan darah dapat terjadi bila seseorang mengalami pendarahan karena kecelakan : 1. Karena jaringan mengalami kerusakan 2. Kerusakan pada mukosa lambung  Kelainan darah juga dapat terjadi karena darah tidak dapat membeku. Keadaan demikian terjadi pada penderita Hemofili  Kerusakan pembuluh darah juga dapat terjadi karena darah menyumbat pembuluh darah ( atherosklerosis atau arterisklerosis )  Untuk mengatasi gangguan bekuan darah maka digunakan obat Koagulantia atau digunakan cara – cara fisik seperti menekan pembuluh darah dan pendinginan ( kauter )  Bila tidak berhasil digunakan obat sistemik seperti Vitamin K, Globulin Antihemofili,Carbazokrom ( Adona AC ), Asam Traneksamat dann obat vasokonstriktor

155 Obat Koagulantia Lokal  Spons sellulosa gelatin  Busa ( sponge ) fibrin berisi protrobin, tromboplastin dan ion Ca++

156 Jaringan rusak Thrombosit Thomboplastinogenase + Tromboplastinogen Tromboplastin + heparin + protrombin Kumarin > < Vitamin K Ca ++ - Oksalat -- sitrat + trombin Fibrinogin Fibrin Menangkap Sel-sel, trombosit, jaringan sehingga Terjadi pembekuan SkemaProses terjadinya pembekuan Darah

157 Obat Antikoagulatia  Obat antikoagulatia terutama diperlukan untuk mengatasi tromboemboli  Obat-obat antikoagulantia yang sering digunakan di klinis untuk mencegah tromboemboli :  Aspirin ( asetosal ) tablet  Sulfinpirazon tablet  Dipridamol ( persantin ) tablet  Dextran inj. / Infus  Heparin inj.  Kumarin inj Berfungsi sebagai Anti Tromboplastin sehingga Pembentukan trombin dan protrombin terganggu Sering digunakan untuk mengatasi atau mengurangi Pembekuan darah intravaskuler dan cerebrovasculer

158 Diuretik Dan Komposisi Cairan Tubuh Session 14

159 Komposisi Cairan Tubuh a. Cairan ekstraseluler 16 % Berat Badan Cairan intraseluler % Berat Badan b. Elektrolit : kationAnion Serum Darah Na + HCO3 – K + Cl – Ca ++ Asam Organik Mg ++ Fosfat/ Sulfat Protein Intraseluler Na + HCO3 – K + Fosfat/Sulfat = Mg ++ Protein

160 Fungsi cairan Tubuh  Mengatur distribusi cairan intraseluler dan ekstraseluler melalui aktivitas osmotik  Mengatur keseimbangan asam basa dalam tubuh

161 Gangguan Keseimbangan Cairan Tubuh Gangguan keseimbangan cairan tubuh dapat terjadi karena : 1.Diare 2.Dehidrasi 3.Pendarahan 4.Oedema

162 Faal Ginjal & Cairan Tubuh  Fungsi Ginjal : Menjaga volume plasma dan cairan tubuh Mengatur tekanan osmotik cairan tubuh dengan cara mengatur keseimbangan elektrolit Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh

163 Obat Diuretik  Diuretik adalah obat yang mempunyai titik tangkapan kerja pada ginjal guna meningkatkan produksi kemih  Fungsinya : mengatasi oedema yang disebabkan berbagai gaangguan penyakit seperti Jantung, Hepatitis Serosis, Ginjal

164 Penggolongan Obat Diuretik 1. Diuretik Garam Pembentuk Asam seperti Amonium Chlorida yang digunakan sebagai campuran OBH 2. Diuretik Osmotik seperti Manitol,dan Sorbitol yang sering digunakan untuk mengatasi : Dehidrasi Otak, Glaukoma, Tumor Otak, Gegar Otak Oedema Otak 3. Diuretik Penghambat Karbonik Anhydrase seperti Natrum Bicarbonat guna menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh 4. Diuretik Tiazid seperti HCT untuk hipertensi yang fungsinya menghambat karbonik anhydrase dan resorbsi Na + dan Cl -

165 Penggolongan Obat Diuretik 5. Diuretik Furosemid sejenis Sulfonamide digunakan untuk mengatasi kegawatan karena proses kerjanya cepat, menurunkan kadar Ca ++ dalam darah, namun efek antihipertensinya rendah 6. Diuretik Asam Etakrinat yang fungsinya sama dengan Furosemid 7. Diuretik Hemat Kalium seperti Spironolakton. Triamteren,Amilorid yang berfungsi melepas Na + dalam darah

166 Immunitas & Vaksin Session 15

167 Immunitas  Immunitas adalah sistem kekebalan tubuh  Terbentuknya sistem immunitas uuntuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar  Kelainan pada sistem immun karena kegagalan bagian esensial dari sistem imum untuk berkembang yang dikenal dengan Imunodefisiensi syndrome primer  Namnn ada juga ada Immunodefisiensi sekunder ( yang didapat akibat terapi Immmunosupresif, terapi radiasi, kanker stres, proses penuaan, infeksi sistemik, malnutrisi dan penyakit ginjal  Terapi immunosupresif antara lain dengan obat antibiotika dan kortikosteroid

168 Vaksinasi dan Immunisasi  Vaksinasi merupakan usaha pencegahan sedangkan immunisasi adalah upaya untuk menekan angka kematian  Dengan tehnologi DNA sekarang sudah mampu dihasilkan immunoglobulin dan antitoksin untuk Difteri, tetanus,rabies, rubela, varisela dan antibisa ular

169 Anjuran Immunisasi di Indonesia Umur Vaksin 2 blnDTP.Polio-trivalen oral type1,2.3 4 blnDTP Polio-trivalen oral 6 bln DTP, BCG. Polio-trivalen oral blnDTP, Morbili, Rubela, Poli-Trivalen oral 4 – 6 tahun DTP, Polio-trivalen oral 12 – 14 tahun Rubela, Tetanus Toksoid dan Difteri toksoid

170 Vitamin & Supplement Sesion 16

171 Vitamin  Vitamin adalah Micronutrientia yang terdapat dalam makanan ( nutrientia ) sehari-hari yang terdiri dari hydrat –arang, protein, elektrolit, lemak dan air  Vitamin berfungsi sebagai katalisator pada metabolisme tubuh  Kekurangan vitamin dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan penyakit

172 Nama Vitamin  Nama vitamin pertama kali diperkenalkan oleh Funk ( 1911 ) ketika diketemukan vitamin B yang diperlukan tubuh sebagai gugusan amine vital ( NH2 - )  Sumber vitamin adalah hewan dan tumbuh-tumbuhan dalam bentuk provitamin  Vitamin berfungsi sebagai Co-Enzym

173 Jenis Vitamin  Vitamin dalam garis besarnya digolongkan menjadi 2 yakni Vitamin yang larut dalam air dan Vitamin yang tidak larut dalam air tapi larut dalam lemak  Yang larut dalam air adalah vitamin B dan C  Yang larut dalam lemak adalah vitamin A,D,E,K,

174 Vitamin B  Vitamin B Complex terdiri dari vitamin B1 ( thiamin, Aneurin ), B 2 ( riboflavin ), B 6 ( Pyridoxin ), B 4 ( Niacin, PP.Factor ), B 11 ( Folic Acid ) dan B 12 ( Cyanocobalamin )  Vitamin B 1 digunakan untuk penyakit beri-beri dengan gejala apatis, lemah, oedem, polineuritis dan atau gagal jantung  Sumber-sumber vitamin B 1 adalah,ragi, selaput beras, kacang, hati, daging dan telur

175 Vitamin B  Vitamin B 2 ( riboflaviv ) adalah thermostabil  Kekurangan vitamin B 2 menyebabkan Glossitis atau keratitis  Vitamin B 4 ( Niacin ). Kekurangan ( defisiensi ) vitamin B 2 dapat menyebabkan penyakit Pellagra dengan gejala dermatitis, diare dan dementia,  Vitamin B 4 berfungsi sebagai Vasodilatasi Perifer dan sering digunakan untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah

176 Vitamin B  Vitamin B 6 ( Pyridoxin ) berfungsi membantu tranportasi asam-asam amini  Dalam terapi sering digunakan sebagai anti emesis gravidarum dan penyakit Parkinson  Vitamin B 11 ( Folic Acid ) dan B 12 berfngsi sebagai Anti Anemia Megaloblastik

177 Vitamin C  Vitamin C terutama diperlukan untuk mengobati penyakit “ Skorbut “  Provitamin C terdapat pada sayuran seperti terutama yang berwarna jingga dan ungu  Vitamin C diperlukan untuk proses oksidasi- reduksi untuk mengubah Folic Acid menjadi Folinik Acid

178 Vitamin A & D  Vitamin A terdapat dalam Cod Liver Oil, karoten  Kekurangin vitamin A dapat menyebabkan penyakit mata Conjungtiva dan atau xerophtalmia  Vitamin D ( Calciferol ) dimana apabila kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan penyakit Rachitis

179 Vitamin E ( Tocopherol ) dan K  Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kemandulan karenanya vitamin ini dikenal dengan anti kemandulan  Dalam terapi vitamin E juga digunakan untuk Abortus habitualis dan salah satu komponen antioksidan bersama- sama vitamin C dan vitamin A  Vitamin K sebenarnya telah ada di kolon ( usus besar dalam bentuk provitamin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah


Download ppt "Farmakologi terapan Handout by: I G.K.Wijasa,Drs.MARS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google