Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Proses Distilasi Teknik distilasi atmosferik sederhana untuk produksi kerosin (produk samping tar dan nafta). Perkembangan selanjutnya dengan distilasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Proses Distilasi Teknik distilasi atmosferik sederhana untuk produksi kerosin (produk samping tar dan nafta). Perkembangan selanjutnya dengan distilasi."— Transcript presentasi:

1

2 Proses Distilasi Teknik distilasi atmosferik sederhana untuk produksi kerosin (produk samping tar dan nafta). Perkembangan selanjutnya dengan distilasi tekanan vakum. Proses Distilasi Teknik distilasi atmosferik sederhana untuk produksi kerosin (produk samping tar dan nafta). Perkembangan selanjutnya dengan distilasi tekanan vakum. Proses Perengkahan Termal Dikembangkan pada 1913 (selama PD II) untuk suplai bahan bakar berupa kerosin. Tidak mencukupi kebutuhan bahan bakar. Proses Perengkahan Termal Dikembangkan pada 1913 (selama PD II) untuk suplai bahan bakar berupa kerosin. Tidak mencukupi kebutuhan bahan bakar. Proses Katalitik Latar belakang karena kebutuhan bahan bakar dengan angka oktan tinggi. Pengembangan proses perengkahan termal dengan menggunakan katalis. Contohnya reaksi alkilasi (awal 1940) Proses Katalitik Latar belakang karena kebutuhan bahan bakar dengan angka oktan tinggi. Pengembangan proses perengkahan termal dengan menggunakan katalis. Contohnya reaksi alkilasi (awal 1940) Proses Treatment Meliputi treatment fisika dan kimia untuk menghilangkan pengotor dan senyawa non hidrokarbon. Pengembangan ke proses reforming untuk menghasilkan produk berkualitas. Proses Treatment Meliputi treatment fisika dan kimia untuk menghilangkan pengotor dan senyawa non hidrokarbon. Pengembangan ke proses reforming untuk menghasilkan produk berkualitas.

3 » Separating the many types of hydrocarbon present in crude oils into fractions of more closely related properties » Chemically converting the separated hydrocarbons into more desirable reaction products » Purifying the products of unwanted elements and compounds

4 PROSES DASAR REFINING PEMISAHAN: Fraksinasi Distilasi KONVERSI: Dekomposisi Unifikasi (Alkilasi Dan Polimerisasi) Alterasi (Rearrangement) TREATMENT: Desalting Dewatering Drying Hydrodesulfurizing Sweetening Solvent extraction FORMULASI DAN BLENDING: Additive mixing Finishing

5

6 Fraction Boiling range °C°F Light naphta-1 – – 300 Gasoline-1 – – 355 Heavy naphta150 – – 400 Kerosene205 – – 500 Light gas oil260 – – 600 Heavy gas oil315 – – 800 Lubricating oil>400>750 Vacuum gas oil425 – – 1000 Residuum>510>950

7 1. Desalting and Dewatering Process 2. Distillation Process (Proses Distilasi) 3. Cracking Methods (Metode Perengakahan) » Thermal cracking (perengkahan termal) » Catalytic cracking (perengkahan katalitik) 4. Reforming Methods 5. Alkilation (alkilasi) 6. Hydroprocessing

8 Menghilangkan air dan komponen-komponen air laut yang bercampur dengan minyak mentah selama proses recovery

9 Distilasi batch: Prinsipnya terjadi kesetimbangan fasa gas-cair pada saat campuran dipanaskan Proses lama Butuh volume umpan (feed) yang besar Distilasi Kontinu: Kemurnian lebih tinggi Prose berlangsung terus menerus

10 Unit Distilasi Atmosferik

11 Unit Distilasi Vakum Kebutuhan untuk pemisahan produk-produk kurang volatil seperti minyak pelumas tanpa harus melalui proses cracking (perengkahan) Tekanan 50 – 100 mmHg dibandingkan tekanan distilasi atmosferik yaitu 760 mmHg Diameter tower lebih besar daripada unit atmosferik yaitu 14 m

12 Mengakomodasi kebutuhan produk-produk minyak bumi yang spesifik. Digunakan untuk pemisahan dua komponen yang memiliki perbedaan volatilitas sangat kecil dengan penambahan “entrainer” “Entrainer”: komponen yang dapat membentuk azeotrop dengan azeotrop lain

13

14

15

16 Digunakan secara komersial untuk produksi minyak dari batu bara. Awal pengembangan dari cracking distillation (distilasi perengkahan) yaitu metode/cara produksi produk minyak bobot molekul rendah (kerosin) dari bahan non volatil fraksi berat. Metode thermal cracking dikembangkan awal tahun 1900 untuk produksi gasolin dari fraksi berat hasil proses distilasi. Menggunakan temperatur operasi pada 455 – 540 °C (850 – 1005 °F) pada tekanan 100 – 1000 psi Thermal cracking merupakan dekomposisi termal di bawah tekanan suatu senyawa atau campuran senyawa hidrokarbon rantai panjang menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil.

17 » Digunakan untuk mengurangi viskositas residu agar produknya memenuhi spesifikasi bahan bakar minyak(fuel oil) » Alternatifnya residu dicampurkan dengan produk minyak BM lebih rendah untuk menghasilkan BBM dengan viskositas yang sesuai » Proses konversi bukan tujuan utama » Residu minyak bumi dipanaskan dalam furnace pada T = °C ( °F) dengan tekanan luar psi » Menghasilkan gasolin kualitas rendah dan tar

18

19 Prinsip Reaksi FCC katalis

20 » Menghasilkan produk gasolin dengan angka oktan lebih tinggi » Produk gasolin perengkahan katalitik terdiri atas banyak isoparafin dan senyawa aromatik yang memiliki angka oktan tinggi dan stabilitas kimia yang lebih besar dari mono-olefin dan di-olefin yang ada pada sebagian besar produk gasolin perengkahan termal » Mayoritas propana dan butana, lebih sedikit metana, etana, dan etilena » Kandungan sulfur yang lebih rendah » Menghasilkan lebih sedikit residu (tar) dan lebih banyak gas oil dibandingkan perengkahan termal

21 1. Kondisi operasi » Katalis padat bersifat asam (silika-alumina, zeolit, dll) » 480 – 540 °C ( °F) » psi » Katalis dapat diregenerasi/diganti 2. Bahan baku » Minyak gas dan residu » Residu dihilangkan kandungan garam atau logamnya » Residu dihilangkan komponen BM tinggi (aspal) 3. Produk » Produk dengan BM lebih rendah dari bahan baku » Gas (tergantung bahan baku dan parameter prosesnya) » Isoparafin » Coke (tertinggal di katalis) 4. Variasi » Fixed bed » Moving bed » Fluidized bed


Download ppt "Proses Distilasi Teknik distilasi atmosferik sederhana untuk produksi kerosin (produk samping tar dan nafta). Perkembangan selanjutnya dengan distilasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google