Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA Nama Kelompok: 1.Ines Dhara MP(12-042) 2.Eka Suwitasari (12-069) 3.Mar’atus Sholihah (12-078)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA Nama Kelompok: 1.Ines Dhara MP(12-042) 2.Eka Suwitasari (12-069) 3.Mar’atus Sholihah (12-078)"— Transcript presentasi:

1 PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA Nama Kelompok: 1.Ines Dhara MP(12-042) 2.Eka Suwitasari (12-069) 3.Mar’atus Sholihah (12-078)

2 Latar Belakang Mangan adalah salah satu elemen beracun terutama dalam bentuk maganese (II) dan mangan (IV). Sebagian besar Mn (II) terlarut penting untuk stabilitas di lingkungan berair. Namun, penyerapan dengan konsentrasi tinggi Mn (II) dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia seperti kerusakan saraf, pakinson, emboli paru-paru dan bronkitis.

3 Beberapa metode spektrofotometri telah digunakan untuk penentuan Mn (II) di perairan seperti reaksi antara permanganat dan 4,4tetramethyldiaminotriphenylmethane. Kekurangan reaksi ini adalah warna yang dihasilkan hanya stabil dalam lima menit dan harus dilakukan dalam ruang yang gelap

4 Penggunaan Reagen PAR Senyawa pyridylazo secara luas digunakan untuk reagen spektrofotometri untuk ion logam karena mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan reagen lain tetapi kurang selektif 4- (2-pyridylazo) resorsinol (PAR) dapat digunakan untuk mendeteksi logam berat dengan absorptivitas sangat tinggi

5 Bahan Larutan Mn(II) 1000 mg/L sebagai larutan standar Larutan 4- (2-Pyridylazo) resorsinol (PAR) (Fluka) 5 × 10-3 mol L-1sebagi reagen Larutan buffer universal yang mengandung borat, sitrat, atau fosfat dengan pH 7,0 dan 12 yang digunakan untuk memperoleh bidang puncak yang luas terhadap pH

6 Mekanisme Kerja

7 Reaksi NaOH + H2O  Na+ + OH- + H2O

8 Spektra Absorbsi Keterangan : 1.Larutan PAR dengan konsentrasi 3,0x10 -4 mol L -1 2.Larutan Mn(II) dengan konsentrasi 3 mg L -1

9 Optimasi Variabel Kimia Konsentrasi carier (NaOH) antara 0,01 dan 0,10 mol L-1, konsentrasi yang cocok yaitu 0,01 Reagen PAR dengan konsentrasi 0,1 × 10-4 sampai 6 × 10-4 mol L- 1, range optimal untuk mendukung sensitivitas adalah 3,0 × 10-4 mol L-1 PH larutan penyangga optimum pada 12 dari range 9-12

10 Optimasi Variabel FIA Variasi panjang dan diameter internal coil antara mm dengan diameter antara 0,5-1,0 mm pada laju aliran dan injeksi volume konstan Optimum pada 100 dan 500 mm dengan diameter antara 0,5 dan 1,0 mm pada RC1 dan RC2 RC1 memiliki sedikit efek sensitivitas RC2 terjadi peningkatan sensitivitas disebabkan oleh pencampuran yang lebih baik dari sampel-reagen dan penyangga pada 300 mm dan terjadi kemudian terjadi penurunan sensitivitas karena dispersi sampel ke dalam kumparan reaksi

11 Kurva kalibrasi y = x + 12,608 r2 = 0,9993 n = 20 suntikan Standar deviasi dari 0,30 mg L-1 larutan standar Mn (II) adalah 0,8%

12 Hasil

13 Pengaruh Penambahan Sampel Pada Hasil

14 Batas Toleransi Ion Lon Pengganggu

15 Perbandingan Hasil Pengukuran Menggunakan AAS

16 KESIMPULAN Ketika variabel dioptimalkan maka hasil yang diperoleh lebih akurat untuk menghasilkan konsentrasi Mn (II) sekitar 0,30 mg L-1 dengan standar deviasi 0,8% dan tinggi sampel sekitar 180 h-1. Metode ini menghasilkan jangkauan linear sekitar 0,10-1,00 mg L-1 dan batas deteksi mg L-1. Metode ini berhasil diterapkan pada analisis yang berbeda dari sampel air.

17 Pertanyaan 1.Tommy D. Indarto (12-33) -Apakah sampel yang digunakan? -Bagaimana cara mengatasi kekurangan dari pyridilazo? 2. Dany Cahyo (10-24) Apakah perbedaan hasil pengukuran dengan menggunakan FIA dan AAS? Manakah yg lebih baik? 3. Siti Aisyah (11-09) Jelaskan grafik optimasi variabel FIA?

18 Jawaban 1. -air murni - PAR dan pyridilazo bukan senyawa yang sama. Pyridilazo bukan reagen yang spesifik maka peneitian ini menggunakan PAR karena kerja PAR lebih sesifik. 2. Yang lebih baik yaitu AAS, karena pada AAS dapat mendeteksi semua sampel sedangkan pada FIA tidak dapat mendeteksi semua sampel karena menggunakan detektor UV-Vis

19 Grafik diatas menjelaskan tentang sensiivitas masing-masing bahan. Sensitivitas diatas menunjukkan laju aliran masing-masing bahan yaitu bahan 1 adalah NaOH, bahan 2 adalah sampel (air), bahan 3 adalah larutan buffer.

20


Download ppt "PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA Nama Kelompok: 1.Ines Dhara MP(12-042) 2.Eka Suwitasari (12-069) 3.Mar’atus Sholihah (12-078)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google