Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Session 4 Analisa Aliran Material Learning Objectives Memahami pentingnya aliran material yang baik, penggunaan teknik-teknik analisa aliran material dengan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Session 4 Analisa Aliran Material Learning Objectives Memahami pentingnya aliran material yang baik, penggunaan teknik-teknik analisa aliran material dengan."— Transcript presentasi:

1 Session 4 Analisa Aliran Material Learning Objectives Memahami pentingnya aliran material yang baik, penggunaan teknik-teknik analisa aliran material dengan memperhatikan berbagai kemungkinan pola aliran material 6/8/20151

2 Topics PPola Aliran Material Menggambarkan macam-macam pola aliran material Perencanaan Aliran Material Penggunaan teknik-teknik serta menganalisa aliran material 2

3 3 Tahapan Aliran Proses Produksi Gerakan perpindahan semua elemen material, mulai dari sumber asalnya menuju pabrik yang mengelola. Gerakan perpindahan material, part di dalam dan sekitar pabrik selama proses produksi. Gerakan perpindahan yang meliputi alat, distribusi produk jasa menuju lokasi konsumen. 6/8/20153

4 Tahapan Aliran Material Supplier-pabrik-konsumen Aliran material Masuk dari sumber ke pabrik Aliran material keluar dari pabrik ke pasar Supplier Konsumen Aliran material di dalam pabrik 6/8/20154

5 Unsur Pembentuk Pabrik Plant Departments Workstation Man, Machine, Material, Method, Money 6/8/20155

6 Effective Flow Between departments Effective Flow Within departments Effective Flow Within workstation Flow Planning Effective Flow Planning is a hierarchical planning process 6/8/20156

7 Prinsip-prinsip Aliran Bahan 1. Memaksimalkan lintasan aliran langsung yaitu aliran yang tidak mengalami pemotongan (uninterupted flow path). 2. Meminimalkan aliran dapat dilakukan dengan cara menyederhanakan aliran kerja. 3. Meminimalkan biaya akibat perpindahan bahan. 6/8/20157

8 ABCD EFGH A F C H EBDG Lintasan aliran langsung (Uninterupted flow path) Aliran yang mengalami pemotongan Memaksimalkan Lintasan Aliran Langsung 6/8/20158

9 Flow Pattern Flow within workstation Flow within Departments Flow Between Department 6/8/20159

10 Macam-macam Pola Aliran Material pada Stasiun Kerja Simultaneousimplies coordinated use of hands, arms and feet. Symmetricalcoordination of movements about the center of the body Naturalcontinuous, curved and make use of momentum Rhytmical and Habitualreduced mental, eye and muscle fatique and strain. 6/8/201510

11 Flow Within Departments 1. Product Departments End to end Back to back Front to front Circular and odd angle 2. Process Departments Parallel Perpendicular Diagonal 6/8/201511

12 Product Department End to end, back to back and odd angle flow pattern are indicate of product departement where one operator works at each workstation. End to end Back to back Odd angle flow pattern 6/8/201512

13 Product Department Front to front flow patterns are used when operator works on two workstations. Circular flow pattern are used when one operator works on more than 2 stations. Front to front circular 6/8/201513

14 Process Department In process dept, little flow should occur between workstations within dept. flow typically occurs between workstation and aisles. The determination of the preferred workstation-aisle arrangement pattern is dependent on the interactions among workstation areas, available space and size of the material to be handled. 6/8/201514

15 Parallel aisle perpendicular aisle Diagonal Flow within Process Departement 6/8/201515

16 Flow between Departments Flow between dept is a criterion often used to evaluate overall flow within a facility. Flow typically consist of a combination of the four general flow patterns. An important consideration in combining the flow patterns in fig is the location of the entrance and exit. 6/8/201516

17 As a result of the plot plan or building construction, the location of the entrance (receiving dept) and exit (shipping dept) is often fixed at a given location and flow within the facility conforms to these restriction. 6/8/201517

18 FLOW, SPACE, AND ACTIVITY RELATIONSHIPS Straight line U-shaped S-shaped W-shaped 6/8/201518

19 At the same location On adjacent sides On the same side but at opposite ends On opposite sides 6/8/201519

20 Pola Aliran Umum Straight Line Serpentine atau zigzag shape ( S-Shape) U-Shaped Circular Odd Angle 6/8/201520

21 Straight Line Pola ini umum dipakai pada proses produksi yang berlangsung sangat singkat dan sederhana. Dengan pola ini akan diperoleh : – Jarak yang terpendek antara dua titik. – Proses produksi berlangsung pada garis lurus – Total jarak perpindahan bahan kecil 1234 ……….. n 6/8/201521

22 Serpentine (S-shape) atau zig zag shape Pola ini cocok untuk aliran produksi yang panjang sehingga harus dibelokkan. Secara otomatis hal itu dapat mengatasi keterbatasan area, bentuk dan ukuran bangunan pabrik yang ada. 1 23 45 6 6/8/201522

23 U-Shape Keadaan ini dapat mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan mempermudah pengawasan keluar-masuknya material dari dan ke pabrik. Pola ini dipakai bila dikehendaki titik akhir dan titik awal proses produksi berada pada lokasi yang sama. 1 65 23 4 6/8/201523

24 Circular Hal ini baik apabila bagian penerimaan dan pengiriman material atau produk jadi direncanakan berada pada lokasi yang sama dalam pabrik yang bersangkutan. Pola ini dipergunakan bila dikehendaki lokasi pengembalian material dan produk berada pada titik sama yaitu awal aliran produksi berlangsung. 1 6 5 2 3 4 INPUT OUTPUT 6/8/201524

25 Odd Angle Pola ini umum digunakan pada kondisi berikut :  Proses handling dilaksanakan secara mekanis  Keterbatasan ruangan menyebabkan pola aliran yang lain terpaksa tidak dapat diterapkan.  Dikehendaki adanya pola aliran yang tetap dari fasilitas-fasilitas produksi yang ada 6/8/201525

26 Odd Angle Pola ini akan memberikan lintasan yang pendek sehingga terasa kemanfaatannya untuk area yang sangat terbatas. 1 6 5 2 3 4 6/8/201526

27 P OLA A LIRAN B AHAN UNTUK P ROSES P ERAKITAN (A SSEMBLY ) Terdapat tiga macam pola yang umum digunakan, yaitu :  Combination Assembly Line  Tree Assembly Line Pattern  Dendretic Assembly Line Pattern  Overhead Assembly line Pattern 6/8/2015 27

28 C OMBINATION A SSEMBLY L INE Pada pola ini, main assembly line akan disupply dari sejumlah sub-assembly atau part line. Sub assembly berada pada sisi-sisi yang sama. Main assembly akan berada pada jalan lintasan Pola ini akan membutuhkan lintasan panjang. Sub-assembly Line Main assembly Line 28 6/8/2015

29 T REE A SSEMBLY L INE P ATTERN o Pada pola ini, sub assembly line akan berada pada dua sisi dari main assembly line. o Kondisi itu bermanfaat untuk memperpendek main- assembly line. o Main assembly line akan berada pada bagian tengah pabrik. Sub-assembly Line Main assembly Line Sub-assembly Line 29 6/8/2015

30 D ENDRETIC A SSEMBLY L INE P ATTERN o Pola ini lebih teratur dibanding 2 pola sebelumnya. o Pada tiap bagian dapat berlangsung operasi sepanjang lintasan produksi sampai menuju produksi yang lengkap untuk proses assembling. Produk Jadi Input 30 6/8/2015

31 O VERHEAD A SSEMBLY LINE P ATTERN Sebenarnya pola ini bukan merupakan suatu assembly line pattern, melainkan merupakan sejumlah pattern yang sama atau tidak sama yang terletak pada tingkat yang berlainan. 31 6/8/2015

32 POLA ALIRAN MATERIAL PROSES PERAKITAN 32 –Overhead assembly line Stringht line arrangement Sumbu dari mesin sejajar dengan sumbu dari lintasannya, sesuai ditetapkan untuk pabrik dengan panjang yang cukup dan lebar yang kurang. Diagonal arrangement Sumbu mesin akan membuat sudut tertentu (30-45derajat) dengan lintasan. Untuk pabrik yang memiliki areal dengan panjang yang relative pendek & lebar yang besar akan sesuai dengan pengaturan ini. 6/8/2015 32

33 POLA ALIRAN MATERIAL PROSES PERAKITAN 33 –Overhead assembly line Perpendicular arrangement Pengaturan mesin dilakukan tegak lurus dengan sumbu dari jalan lintasan. Seperti halnya dengan Diagonal arrangement, material dapat dikirim/diambil melalui dua sisi jalan lintasan yang ada. Bila lebar area mencukupi, maka pengaturan tipe ini lebih baik dari pada tipe diagonal. 6/8/2015 33

34 POLA ALIRAN MATERIAL PROSES PERAKITAN 34 –Overhead assembly line Circular arrangement Pengaturan mesin macam ini akan bermafaat bila seorang operator dapat mengoperasikan lebih dari 1 buah mesin. Mesin-mesin (umunya mesin khusus) akan diletakkan disekeliling lingkaran dengan operator (lebih sebagai pengawas) berada dipusat lingkaran tersebut. 6/8/2015 34

35 Faktor-faktor pada aliran bahan Karakteristik bahan yang dikerjakan dan dipindahkan Peralatan pemindahan bahan yang dipakai Gerakan-gerakan kerja dari operator Fasilitas yang diperlukan untuk operasi produksi Lokasi departemen penerimaan dan pengiriman bahan Macam jalan, lebar yang dibutuhkan Bentuk bangunan pabrik yang direncanakan, fleksibilitas dan kemungkinan adanya ekspansi dll 6/8/2015 35

36 Tahapan Perencanaan Aliran Material 1. Identifikasi dan amati seluruh elemen yang akan bergerak mengalir melalui mesin dan fasilitas produksi yang ada. Seperti : material, skrap, tenaga kerja, peralatan produksi, informasi, dll 2. Kumpulkan semua data yang diperlukan untuk masing-masing elemen yang ada. 3. Amati perencanaan proses manufakturing dan teliti urutan proses pengerjaan benda kerja mulai dari awal hingga menjadi produk akhir. 6/8/2015 36

37 Tahapan Perencanaan Aliran Material (cont.) 4. Perhatikan faktor-faktor yang secara erat akan berkaitan dengan aliran elemen produksi. 5. Buat beberapa alternatif pengaturan yang sesuai untuk fasilitas produksi (machine arrangement), proses produksi, dll 6. Buat analisa teknik untuk memilih alternatif aliran bahan dan penempatan lokasi dari fasilitas produksi yang ada sehingga didapat yang paling tepat. 6/8/2015 37

38 Teknik Konvensional Ada beberapa teknik konvensional yang umum dipakai untuk proses perencanaan aliran bahan, sebagai berikut : Operation Process Chart Flow Process Chart Multi Product & Activity Proccess Chart Flow Diagram 6/8/2015 38

39 Tools Khusus Ada beberapa tools yang lebih khusus Dipakai untuk mengevaluasi dan menganalisa aliran bahan untuk perancangan lay out, yaitu : Assembly Chart String Diagram Multiproduct Process Chart From to Chart Material Handling Planning Sheet Activity Relationship Chart 6/8/2015 39

40 String Diagram Suatu diagram untuk menggambarkan aliran suatu lay out dengan menggunakan alat berupa tali, kawat atau benang untuk menunjukan lintasan perpindahan bahan dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan menggunakan skala tertentu, panjang tali dapat menunjukkan jarak lintasan yang harus ditempuh untuk memindahkan bahan tersebut. Dengan mengamati jumlah tali yang melintas pada satu lokasi dapat diperkirakan kemunkinan terjadinya kemacetan atau bottleneck pada lokasi tersebut. 6/8/201540

41 String Diagram: Product Lay Out 6/8/201541 Gudang Bahan Baku Gudang Produk Jadi PressMillHeatGrindPaintInspPack 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 CastGrindMill Drill BrazeInspPack Aliran Produk 1 Aliran Produk 2

42 String Diagram: Process Lay Out 6/8/201542 Gudang Bahan Baku Gudang Produk Jadi Foundry Heat Grinding Paint Inspec 1 1 2 25 3 4 5 3 4 6 7 Press MillingBranze DrillingPack Aliran Produk 1 Aliran Produk 2

43 MPPC merupakan peta yang digunakan untuk menganalisis aliran barang dalam pabrik yang sudah ada maupun untuk perencanaan pabrik baru dan mempunyai keterkaitan erat dengan Peta Proses Operasi. Menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen-komponen produk atau antar produk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan atau kegiatan. Multi Product Process Chart (MPPC) 6/8/201543

44 Multi Product Process Chart (MPPC) Menganalisa efisiensi lintasan dengan menilai ada tidaknya arus balik pada tiap lintasan. Untuk meningkatkan efisiensi lintasan, backtracking harus diminimalkan. Memahami aliran proses untuk tiap jenis komponen dan mengetahui jumlah mesin teoritis yang dibutuhkan untuk tiap jenis mesin serta total jumlah mesin yang akan digunakan. 6/8/201544

45 Ilustrasi MPPC MesinP1P2P3total M13 M23 M34 M43 M53 Langkah Aktual 66820 6/8/201545

46 From to Chart Merupakan suatu teknik konvensional untuk perencanaan tata letak dan pemindahan bahan dalam suatu proses produksi. Teknik ini berguna untuk kondisi job shop, bengkel pemesinan dan lain-lain. Biasanya menunjukan ukuran aliran bahan antara lokasi yang terlibat misalnya jumlah satuan biaya, beban, jarak, berat, volume atau faktor lain atau kombinasi dari beberapa faktor. 6/8/201546

47 FROM TO CHART (FTC) Kegunaan dari FTC antara lain adalah :  Untuk menganalisis perpindahan barang  Untuk perencanaan pola aliran  Untuk mengukur pola efisiensi aliran  Menunjukkan ketergantungan suatu aktivitas dengan aktivitas lainnya  Menrencanakan hubungan antara sejumlah produk, bagian, dllnya  Menggambarkan jumlah hubungan kuantitatif antra aktivitas & pergerakkan diantaranya  Memperpendek jarak perjalanan dalam suatu proses 6/8/201547

48 Tabel 1. Volume Material yang Dipindahkan dan Aliran pemindahannya Product Group % of handling volume Depart Flow Sequence I20A-B-C-D-E-F-G-H-I II20A-C-D-F-G-I III25A-D-B-E-H-F-I IV20A-C-D-B-E-G-I V5A-E-F-G-H-I VI5A-D-C-B-F-G-H-I VII5A-C-D-H-D-G-I 6/8/201548

49 Berdasarkan data tersebut dibuat From to Chart dengan model matriks, dengan letak departemen pada iterasi ke 1 disusun secara sembarang. Pada contoh ini dibuat susunan A-B-C-D-E- F-G-H-I, sbb : From to Produk yang dipindahkan volume A-BI20 A-CII, IV, VII20 + 20 + 5 = 45 A-DIII, VI25 + 5 = 30 A-EV5 B-CI20 B-D-0 dst 6/8/201549

50 Tabel 2. FTC % volume material yang dipindahkan antar departemen (Trial 1) To from ABCDEFGH ITotal A2045305100 B2045570 C56570 D45520 55100 E25202570 F502575 G304575 H5253060 I Total70 1007075 30100620 6/8/201550

51 Analisa Momen Berdasarkan FTC tersebut dapat dilakukan analisa momen yang diperoleh dari perkalian antara % volume material yang dipindahkan dengan jarak terhadap diagonal matriks tersebut. Pada analisa momen ini diasumsikan bahwa perpindahan bolak-balik (backforward) akan dikenakan penalti. Karena backward merupakan hal yang harus dihindari dan diminimalkan. Pada contoh ini penalti backward adalah 2 untuk tiap satu jarak dari diagonal dan untuk forward adalah 1 untuk tiap satu jarak dari diagonal. 6/8/2015 51

52 Tabel 3. Analisa Momen Trial 1 Forward Distance from diagonal Backward Distance from diagonal 1. (20+20+65+20+24+50+30+30)x1 = 2601. (5+5)x2 =20 2. (45+20+20+45)x2 = 2602.(45+25)x4 = 280 3. (30+45+5+25+25)x3 = 3903. (0)x6 = 0 4. (5+5+5)x4 = 604. (5)x8 = 40 5. (0)x5 = 05.(0)x10 = 0 6. (0)x6 = 06. (0)x12 = 0 Total forward dan backward = 970+340 =1.310 6/8/2015 52

53 Trial ke-2 Analisis selanjutnya adalah mencoba untuk mengurangi momen backward sekecil mungkin sehingga dipenuhi persyaratan minimal untuk backtracking dari proses produksi yang berlangsung. Untuk itu dilakukan trial 2 dengan susunan departemen A- C-D-B-E-F-G-H-I didapat FTC dan analisa momen sebagai berikut : 6/8/2015 53

54 Tabel 2. FTC % volume material yang dipindahkan antar departemen (Trial 2) To from ACDBEFGH ITotal A4530205100 C65570 D545205 570 B2045570 E25 2070 F5253060 G502575 H304575 I Total7010070 6075 100620 6/8/2015 54

55 Tabel 5. Analisa Momen Trial 2 Forward Distance from diagonal Backward Distance from diagonal 1. (45+65+45+45+25+25+50+45)x1 = 3451. (5+5)x2 =10 2. (30+5+20+25+25)x2 = 2102.(45+25)x4 = 280 3. (30+45+5+25+25)x3 = 2403.(0)x6 = 0 4. (5+5+5)x4 = 1004. (5)x8 = 40 5. (0)x5 = 255.(0)x10 = 0 6. (0)x6 = 06. (0)x12 = 0 Total = 920Total = 240 Total forward dan backward = 920 + 240 = 1.160 6/8/2015 55

56 Analisa Trial ke-2 Dari trial 2 didapat angka momen yang lebih kecil utuk backward, dengan demikian susunan departemen pada trial 2 adalah lebih baik dari susunan departemen pada trial 1 Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dapat dilakukan trial 3 dengan mengubah susunan departemen. Dan seterusnya. 6/8/2015 56

57 From To Chart Inflow FTC inflow dapat dibuat berdasarkan hasil perhitungan FTC biaya dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Pada FTC inflow, matriks diisi dengan rasio dari : Nilai pada sel matriks yang terisi (dari FTC Biaya) Total kolom dimana sel tersebut berada 6/8/2015 57

58 Tabel 6. From to Chart Biaya (dalam $) To fromRMSawLatheDrillMillInspPackFGTotal RM208216424 Saw120576696 Lathe160528688 Drill9680288464 Mill128832960 Insp160384544 Pack256 FG0 Total0208376504118411203842564032 6/8/2015 58

59 Tabel 7. From to Chart Inflow To from RMSawLatheDrillMillInspPackFGTotal RM10.431.43 Saw0.320.490.81 Lathe0.320.450.76 Drill0.260.070.260.58 Mill0.250.741 Insp0.4311.43 Pack11 FG0 Total111111117 6/8/2015 59

60 FTC Outflow FTC outflow dapat dibuat berdasarkan hasil perhitungan FTC biaya dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Pada FTC outflow, matriks diisi dengan rasio dari : Nilai pada sel matriks yang terisi pada kolom X (dari FTC Biaya) Total kolom dimana mesin tersebut menjadi mesin tujuan 6/8/2015 60

61 Tabel 8. From to chart outflow To from RMSawLatheDrillMillInspPackFGTotal RM0.290.460.75 Saw0.170.60.77 Lathe0.340.550.89 Drill0.140.080.530.75 Mill0.280.530.81 Insp0.231.51.78 Pack FG0 Total00.290.541.071.232.061.5 6/8/2015 61

62 Skala Prioritas Merupakan skala yang menunjukkan derajat kepentingan antar mesin-mesin produksi maupun antar mesin dan gudang. Ada dua macam skala prioritas, yaitu skala prioritas inflow yang dibuat berdasarkan FTC inflow dan skala prioritas outflow yang dibuat berdasarkan FTC outflow. Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan berdekatan atau tidak, telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. 6/8/2015 62

63 Tabel 9. Derajat kedekatan dan range nilai HubunganDeskripsiRange Nilai A Mulak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdampingan satu dengan lainnya. 0.45 – E Sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut saling berdekatan 0.25 – 0.44 I Penting kegiatan-kegiatan tersebut saling berdekatan 0.2 – 0.24 O Kegiatan biasa atau umum dimana saja tidak ada masalah 0.1 – 0.19 U Tidak perlu adanya keterkaitan geografis apaun 0.01 – 0.09 6/8/2015 63

64 Skala Prioritas Pengisian derajat kedekatan pada tabel skala prioritas berdasarkan angka-angka atau koefisien dari FTC inflow dan FTC outflow dengan berdasarkan range nilai untuk masing- masing derajat kedekatan. Penentuan range nilai tidak baku. Range nilai untuk masing-masing FTC infow dan FTC outflow dapat berbeda satu dengan lainnya. 6/8/2015 64

65 Tabel 10. Skala Prioritas Outflow No Nama mesin Hubungan AEIOU 1RM4 0.46 2 0.29 2Saw5 0.6 3 0.17 3Lathe5 0.55 4 0.34 4Drill6 0.63 3 0.14 5 0.08 5Mill6 1.53 4 0.28 6Ins7 1.5 3 0.23 7Packing8181 8FG8 6/8/2015 65

66 6/8/201566 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM Adalah suatu diagram yang digunakan untuk mengambarkan (secara grafis) aliran material, produk, informasi, manusia dan sebagainya atau juga bisa dipergunakan untuk mengambarkan hubungan kerja antara satu departemen (fasilitas kerja) dengan departemen lainnya. Lokasi dari departemen ditunjukkan berupa lingkaran-lingkaran, dimana jaraknya adalah 1 (segitiga sama sisi dengan panjang sisi = 1) sedangkan luas area yang diperlukan diabaikan.

67 6/8/201567 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM No komp Stasiun kerja REFBACDS 1O-1O-6O-3O-2 O-5 O-4O-7 2O-1O-2O-5O-4O-3O-6 3O-1O-2O-3O-4O-5O-6O-7O-8 4O-1O-2O-3O-4O-5O-6 5O-1O-3O-2O-4O-5

68 6/8/201568 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM Langkah berikutnya membuat analisis aliran material/komponen dari satu mesin (departemen) menuju mesin (departemen) yang lain. Pertimbangan mengenai berat atau ukuran material, jumlah atau volume yang dipindahkan dsbnya akan menentukan total perpindahan yang akan dilaksanakan. Analisis dibuat dalam bentuk “kartu aliran” flow card. PT.XKARTU ALIRAN tgl :5 Feb 06 dibuat :Nur ket : aliran material dari D ke S No. Komp Jml Pcs part perproduk unit/periode Berat Komp (kg/unit) Total Berat (kg) 3100022000 4100055000 5200048000 Total15000

69 6/8/201569 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM Selanjutnya buat table rekapitulasi sesuai dengan pengelompokkan titik awal pemindahan yang sama. Titik awal pemindahan Hubungan aliran pemindahan No komp yg dipindahkanBerat total seluruh R R-A15000 R-B26000 R-C58000 R-E32000 R-F45000 A A-B15000 A-C3 dan 47000 A-D58000 A-S26000 B B-A32000 B-D1 dan 211000 C C-A2 dan 514000 C-D3 dan 47000 D D-C26000 D-F15000 D-S3,4 dan 515000 EE-F32000 F F-A45000 F-B32000 F-S15000

70 6/8/201570 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM Berikutnya, gambar aliran yang telah dianalisis langkah 1 dan 2 Kemudian lakukan analisa hubungan departemen Lakukan kembali langkah-langkah diatas hingga diperoleh total nilai hubungan yang lebih kecil (optimal) Terakhir adalah menerapkan layout sebenarnya didasarkan atas analisis nilai hubungan antar departemen yang memberikan hasil optimal.

71 6/8/201571 TRIANGULAR FLOW DIAGRAM

72 6/8/201572 Titik awal pemindahan hubungan aliran pemindahan Berat total seluruh JarakBeratxJarakJumlah R R-A50001 30380 R-B60001.7310380 R-C80001 R-E20001 R-F50001 A A-B50001 43900 A-C70001 A-D8000216000 A-S60002.6515900 B B-A20001 21030 B-D110001.7319030 C C-A140001 21000 C-D70001 D D-C60001 26000 D-F50001 D-S150001 EE-F20001 F F-A50001.738650 17650 F-B200024000 F-S50001 Total nilai hub161960

73 Exercise 1.Suatu perusahaan memproduksi 7 jenis produk, dari hasil pengamatan diketahui beberapa data seperti pada tabel berikut ini : Product% of Handling Volume Depart Flow Squence A5R- II – III – VII – III – VI – Warehouse B20R – I – II – III – IV – V – VI – VII – Warehouse C25R – III – I – IV – VII – V – Warehouse D20R – II – III – I – IV – VI – Warehouse E5R – IV – V – VI – VII – Warehouse F20R – II – III – V – VI – Warehouse G5R – III – II – I – V- VI – VII – Warehouse 6/8/201573

74 Pertanyaan : – Berdasarkan % of handling volume, buatlah FTC dengan susunan departemen sebagai berikut : Receiving – I – II – III – IV – V – VI – VII – Warehouse. Lakukan analisa momen bila forward diberi bobot 1 dan backward diberi bobot 2. – Lakukan trial ke-2 dengan memindahkan 2 departemen yang sebaiknya dipindah. Berikan alasan mengapa anda memindahkan ke-2 departemen dimaksud. 6/8/201574


Download ppt "Session 4 Analisa Aliran Material Learning Objectives Memahami pentingnya aliran material yang baik, penggunaan teknik-teknik analisa aliran material dengan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google