Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERANAN PENGORGANISASIAN DALAM PENDIDIKAN (SEKOLAH) Kelompok 2 Hedi Susanto dan Saidah jamal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERANAN PENGORGANISASIAN DALAM PENDIDIKAN (SEKOLAH) Kelompok 2 Hedi Susanto dan Saidah jamal."— Transcript presentasi:

1

2 PERANAN PENGORGANISASIAN DALAM PENDIDIKAN (SEKOLAH) Kelompok 2 Hedi Susanto dan Saidah jamal

3 Pendahuluan  Manusia adalah makhluk organisasional, karena sejak lahir manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.  Organisasi dibentuk untuk kepentingan manusia, organisasi sebenarnya diciptakan untuk orang bukan manusia diciptakan untuk kepentingan organisasi.  Manusia harus memperalat organisasi, bukan diperalat organisasi. jadi manusia jangan sampai diperbudak oleh organisasi, tetapi manusialah yang harus memperbudak organisasi.  Organisasi bukan merupakan tujuan, tetapi organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan

4 Lingkup Pembahasan Apakah Pengertian dari pengorganisasian? Bagaimana unsur terjadinya organisasi? Apa saja fungsi organisasi? Apa saja jenis-jenis organisasi? Apa saja aktivitas pengorganisasian? Bagaimana peranan pengorganisasian dalam pendidikan (sekolah)?

5 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui : Pengertian dari pengorganisasian Unsur terjadinya organisasi Fungsi organisasi Jenis-jenis organisasi Aktivitas pengorganisasian Peranan pengorganisasian dalam pendidikan (sekolah)?

6 Pengertian pengorganisasian sebagai kata benda, yaitu organisasi berasal dari bahasa latin Organum yang berarti: alat, bagian dan anggota badan organization (bahasa inggris) berarti “mengorganisasikan” yang menunjukan tindakan atau usaha untuk mencapai sesuatu. organizing

7 lanjutan Gibson at.all (1996) dalam Suhardan dkk (2011) mengartikan organisasi sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat oleh individu secara sendiri- sendiri. Suhardan dkk (2011) mendefinisikan organisasi sebagai kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

8 lanjutan P. Siagian (dalam Hidayati, 2010) mengemukakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan di mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.

9 Pengertian Pengorganisasian Suhardan dkk (2011) Pengorganisasian adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk mencapai ujuan organisasi. Terry (1992) Pengorganisasian merupakan proses pengelompokan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penugasan setiap kelompok kepada seorang manajer, yang mempunyai kekuasaan, yang perlu untuk menguasai anggota- anggota kelompok.

10 Kesimpulan organisasi (organization) sebuah wadah, tempat atau sistem interaksi antara sekelompok orang untuk melakukan kegiatan bersama guna mencapai tujuan yang diinginkan. pengorganisasian (organizing) suatu proses pembentukan wadah atau sistem dan penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi dan proses mendesain kegiatan- kegiatan oleh anggota organisasi dan menetapkan penugasan-penugasan setiap anggota untuk mencapai tujuan organisasi

11 Kaintannya dengan Pendidikan organisasi organisasi pendidikan (organisasi adalah tempat untuk melakukan aktifitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan) Pengorganisasian pengorganisasian pendidikan (sebuah proses pembentukan tempat atau sistem dalam rangka melakukan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan)

12 Unsur-unsur dalam Organisasi Unsur-unsur organisasi (O’Connor, T (dalam Suhardan, 2011) Mission (misi) Goals (tujuan) Objectives (sasaran) Behavior (perilaku)

13 Lanjutan Unsur-unsur pengorganisasian (Kurniadin dan Machali (2012) 1. Manusia (man): kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan 2. Adanya tujuan bersama: Tujuan Pendidikan 3. Adanya kerjasama dua orang atau lebih: kerjasama seluruh elemen di sekolah 4. Adanya pembagian tugas: kepala sekolah (pemimpin), guru kelas I, guru kelas II, dst. 5. Adanya kehendak untuk bekerja sama 6. Peralatan (equipment): dana, gedung, barang modal lainnya 7. Lingkungan (environment)

14 Fungsi Organisasi (Purwanto, 2010) Organisasi dapat diartikan sebagai pemberi struktur terutama dalam penyusunan /penempatan personal, pekerjaan-pekerjaan, material dan pikiran-pikiran di dalam struktur. Misalnya pembentukan komite sekolah: bagaimana susunan dan organisasinya, siapa yang menjadi penasihat, ketua, panitia, bendahara, komisaris dan sebagainya. Ditentukan pula bagaimana hubungan kerja antara anggota-anggota panitia tersebut. Organisasi dapat pula ditafsirkan sebagai menetapkan hubungan antara orang-orang. Kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing anggota disusun menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju pada tercapainya tujuan atau maksud-maksud kegiatan-kegiatan pendidikan atau pengajaran. Organisasi dapat juga diartikan semata-mata mengingat maksudnya, yakni sebagai alat untuk mempersatukan usaha-usaha untuk menyelesaikan pekerjaan.

15 Kesimpulan Dengan demikian, organisasi sebagai salah satu fungsi manajemen pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut: organisasi adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan.

16 Jenis-jenis Organisasi (Suhardan dkk,2011) Jenis-jenis organisasi Organisasi formal 1. Kedudukan (kepala sekolah adalah salah satu contoh kedudukan dalam struktur organisasi sekolah) 2. Hierarki Kekuasaan (Dalam organisasi persekolahan, hirarki kekuasaan tertinggi adalah kepala sekolah) Kedudukan garis dan staf Organisasi informal lingkungan masyarakat, komunitas masyarakat, yang merupakan konsumen pendidikan formal. Keluarga adalah organisasi informal yang berhubungan secara langsung dengan lembaga pendidikan formal Organisasi penyelenggara pendidikan nasional

17 Contoh struktur organisasi formal di SD

18 Kesimpulan organisasi informal secara mekanik tetap melakukan hubungan fungsional, tetapi tidak terikat oleh aturan, sedangkan organisasi formal diatur secara organic, baik tugas, fungsi maupun otoritas anggota dalam organisasi.

19 Jenis-jenis organisasi (Hikmat, 2009) Jenis Organisasi (Hikmat, 2009) 1. Organisasi Lini 2. Organisasi Staf 3. Organisasi Lini dan Staf

20 Kesimpulan Diantara ketiga jenis organisasi di muka, Jenis organisasi Lini dan staf sangat cocok diterapkan di sekolah. Karena kerjasama antara pendidik, tenaga kependidikan dan kepala sekolah sangat diperlukan dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Dalam organisasi lini dan staf, sebelum mengeluarkan suatu keputusan-keputusan, kepala sekolah terlebih dahulu mengadakan rapat dengan dewan guru dan staf lainnya atau dengan kata lain bermusyawarah untuk mencari solusi ataupun jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Sehingga dalam hal ini semua anggota rapat bisa mengeluarkan suara (pendapat) atau memberikan saran dalam rapat tersebut.

21 Aktivitas Pengorganisasian menurut Ernest Dale yang dikutip oleh Handoko (2003) 1.Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi di sekolah. 2.Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan- kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. 3.Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

22 Lanjutan langkah-langkah pengorganisasian Arikunto dan Yuliana (dalam Rahmawati, 2012) 1.Memahami tujuan pendidikan di sekolah 2.Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan di sekolah 3.Kegiatan yang serumpun (sejenis) dikelompokkan dalam satu unit kerja 4.Menetapkan fungsi, tugas, wewenang, tanggung jawab setiap unit kerja 5.Menetapkan personel (jumlah dan kualifikasinya ) setiap unit kerja 6.Menetapkan hubungan kerja antar unit kerja.

23 kesimpulan Berdasarkan langkah-langkah pengorganisasian menurut ke dua ahli di atas, maka kami menarik kesimpulan bahwa dalam pengorganisasian di sekolah meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a) memahami tujuan pendidikan di sekolah b) Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan di sekolah, c) Menetapkan fungsi, tugas, wewenang, tanggung jawab setiap unit kerja serta jumlah dan kualifikasinya, d) Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis

24 Penerapan Pengorganisasian dalam Pendidikan (sekolah) Dalam suatu organisasi, perlu dijalankan proses pengorganiasian. Pengorgansasian sebagai fungsi dari manajemen pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-hari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapan dan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda- beda. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seorang pemimpin. Dalam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar

25 Organisasi Sekolah (Pentingnya organisasi Sekolah yang Baik) Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, dsb, dan murid-murid, memerlukan adanya organisasi yang baik agar jalannya sekolah itu lancar menuju kepada tujuannya Tugas guru tidak hanya mengajar saja; juga pegawai-pegawai tata usaha, pesuruh dan penjaga sekolah, dll. Semuanya harus bertanggung jawab dan diikutsertakan dalam menjalankan roda itu secara keseluruhan. Dengan demikian agar jangan terjadi overlapping (tabrakan) dalam memegang atau menjalankan tugasnya masing-masing.

26 lanjutan Dengan adanya organisasi sekolah yang baik dimaksudkan agar pembagian tugas dan tanggung jawab dapat merata kepada semua orang sesuai dengan kecakapan dan fungsinya masing-masing. Tiap orang mengerti dan menyadari tugasnya dan tempatnya di dalam struktur organisasi. Dengan demikian dapat dihindari pula adanya tindakan yang sewenang- wenang atau otoriter dari kepala sekolah, da sebaliknay dapt diciptakan adanya suasana yang demokratis di dalam menjalankan roda sekolah itu.

27 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Susunan Organisasi Sekolah Ada sekolah yang mempunyai banyak murid, banyak guru, dan banyak pula ruangan belajarnya, tetapi ada pula yang sebaliknya. 1. Besar kecilnya sekolah Sekolah yang berada di kota besar berlainan dengan sekolah di kota kecil, di kota kecamatan, di pegunungan, di pinggir pantai, dsb. Letak sekolah atau lingkungan sekolah menentukan tokoh-tokoh masyarakat siapakah yang perlu diikutsertakan dalam membangun dan membia sekolah itu 2. Letak sekolah Sekolah dasar tidk sama dengan sekolah menengah pertama maupun SMA, berbeda pula dengan perguruan tinggi, dst. Tujuan khusus tiap-tiap sekolah yang tidak sejenis itu tidak sama. 3. Jenis dan tingkatan sekolah

28 Lanjutan Meskipun sekolah-sekolah itu pada umumnya mempunyai keperluan dan kebutuhan yang banyak persamannya, dilihat dari perbedaannya ketiga factor tersebut di atas, banyak pula perbedaannya dalam keadaan dan kebutuhanny. Ini semua dapat mempengaruhi adanya perbedaan-perbedaan di dalam susunan organisasi sekolah yang diperlukan.

29 kesimpulan Pendidikan sebagai sebuah organisasi harus dikelola sedemikian rupa agar aktivitas pelaksanaan program pendidikan di sekolah dapat berjalan secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


Download ppt "PERANAN PENGORGANISASIAN DALAM PENDIDIKAN (SEKOLAH) Kelompok 2 Hedi Susanto dan Saidah jamal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google