Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan IV Materi 4. Sebab-Sebab TL Abnormal Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu memahami sebab-sebab tingkah laku.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan IV Materi 4. Sebab-Sebab TL Abnormal Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu memahami sebab-sebab tingkah laku."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan IV Materi 4. Sebab-Sebab TL Abnormal Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu memahami sebab-sebab tingkah laku abnormal pada seseorang.

2 Tujuan Instruksional Khusus Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Memahami macam2 penyebab TL abnormal. 2. Memahami mekanisme terjadinya gangguanTL 3. Memahami jenis2 konflik yang dapat terjadi. 4. Memahami cara2 dan langkah2 seseorang menyesuaikan diri terhadap stres. 5. Memahami peranan unsur2 kepribadian dlm menghadapi stres. 6. Memahami peranan pengasuhan dlm proses perkembangan anak. 7. Mengetahui gaya pengasuhan yg berisiko bagi tumbuh kembang anak 8. Mmahami pola komunikasi efektif bg tumbuh kembang anak 9. Memahami peranan spiritualitas bagi perkembangan anak. 10. Mmahami peranan struktur keluarga bagi perkemb anak

3 Sebab - Sebab TL Abnormal Tidak mudah memastikan tingkah laku seseor Normal atau Abnormal Ada bbrp pertimbangan utk memastikannya. Gambaran TL abnormal yg patologis dikenal dg berbagai Nama Gangguan Jiwa. Nama2 didasarkan sejumlah gejala perilaku atau simtom yg sering timbul bersamaan dan latar belakang penyebabnya.

4 Sebab2 TL Abnormal - Coleman Penyebab TL Abnormal & Gangguan Jiwa tdk tunggal, terkait kompleksnya perkembangan kepribadian Coleman (1984) Penyebab kompleks,terkait dg sbelum ggg muncul,yt : * Faktor Bawaan berinteraksi dg pengaruh luar yg terjadi pd seseorang, menghasilkan yt : - predisposisi - kepekaan - kerapuhan * Faktor Bawaan yg bersifat biologis at herediter,yt - kelainan genetik bawaan sejak lahir * Faktor Bawaan akibat dr deprivasi atau kekurangan, - deprivasi zat yodium  gangguan inteligensi

5 Sebab2 TL Abnormal - Coleman Penyebab TL Abnormal – Coleman, 1984 adalah : * Penyebab Primer * Penyebab Predisposisi * Penyebab yg Mencetuskan & * Penyebab yg Menguatkan / Reinforcing

6 Penyebab Primer (1) Kondisi yg harus dipenuhi sehingga suatu gangguan dapat muncul, meski gangguan tidak atau belum muncul. Contoh : * Virus X sbg indikasi muncul penyakit X, meski belum tentu penyakit X muncul saat ini * Kecemasan pd seorang anak kecil untuk terjadi suatu gangguan jiwa atau penyimpangan TL, meski perilaku / TL menyimpang itu belum tentu akan benar2 terjadi

7 Penyebab Predisposisi (2) Suatu keadaan sebelum munculnya suatu gangguan yg memungkinkan terjadi suatu gangguan di masa yad. Contoh : Sifat tertutup dapat merupakan predisposisi gangguan perilaku menghindar pada yad.

8 Penyebab Mencetuskan (3) Suatu peristiwa yg sebenarnya tidak begitu parah namun seolah2 merupakan sebab timbulnya perilaku abnormal. Contoh : Seseorang yg sejak lama banyak memendam frustrasi (predisposisi), saat terjadi suatu peristiwa sepele (pencetus) mengalami gangguan jiwa

9 Penyebab Menguatkan (4) Peristiwa yang terjadi pada seseorang yang memantapkan suatu keadaan atau kecenderungan tertentu yang telah ada sebelumnya. Contoh : Seseorang yang sudah dendam pada suku tertentu mendapat informasi yang mendukung rasa dendam itu.

10 Hal-Hal Penting Pd Penyebab Dalam pemahaman gangguan jiwa dan tingkah laku abnormal : - Diantara penyebab2, tidak ada hubungan linear antara sebab dan akibat - Terdapat Self Regulating System, yt kadang sesuatu yang semula merupakan akibat dari suatu pola penyebab, menjadi penyebab bagi suatu hal yang baru.  Kejadian ini disebut dg Circularity dalam perilaku abnormal. Contoh : Sikap Tertutup, Semula adalah akibat dari suatu pengalaman menyakitkan di masa lalu. Sikap ini kemudian dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan psikososial di masa yad.

11 Mekanisme Terjadinya Gangguan TL TL Abnormal merupakan hasil dari tekanan atau stres seseorang yg memiliki suatu predisposisi untuk jenis gangguan yang akan muncul kemudian Predisposisi dapat berupa : - aspek biologis, - psikososial & - sosiokultural Predisposisi + Stres  Ggg TL / TL Abnormal ^ biologis psikososial sosiokultural

12 Stres Apakah itu Stres ? Kebutuhan itu tidak selalu terpenuhi dg lancar  Terjadi Hambatan dlm pemuasan suatu kebutuhan, motif dan keinginan - Hambatan dpt berupa Internal dan Eksternal Keadaan terhambat mencapai st tujuan  Menyebabkan Frustrasi Kead Frustrasi terlalu lama& tidak dapat diatasi  Menimbulkan Stres  Stres adalah Suatu keadaan seseorang merasakan beban yg tidak sepadan dengan kemampuan mengatasi beban tsb.

13 Bagaimana Mengatasi Stres Predisposisi + Stres terus menerus  Ggg TL/ TL Abnormal ?

14 Hambatan Hambatan dapat berasal dari : * Dalam diri & * Luar diri seseorang Hambatan dalam diri atau Internal Ex, Anak ingin bermain dengan teman2 terhambat oleh perasaan takut dimarahi orang tua-nya Hambatan luar diri atau External Ex, Seseorang menuju ke kantor mengalami kemacetan di jalan

15 Konflik - Stres dapat juga berupa: * Tekanan Hidup, * Konflik Kebutuhan, * Konflik Tujuan. Konflik terjadi bila : - Suatu tujuan memp nilai ganda bagi seseor, - Sukar menentukn pilihan yg sebaiknya diambil Memilih satu merupakan frustrasi karena pilihan lain tidak terpenuhi Terdapat 3 jenis konflik : - Approach – Approach, - Avoidance – Approach, - Avoidance – Avoidance.

16 Cara Penyesuaian Diri Thd Stres Cara penyesuaian diri thd stres & Lingk pada Anak & Orang Dewasa berbeda. Dalam menghadapi stres, seseorang dapat menyesuaikan diri thd stres secara efektif yt, dg mengarahkan tindakannya pd sasaran tertentu untuk mengatasi sebab2 stres. Sifat2 & Tindakan yg terarah pada sasaran ad : Obyektif, Rasional,& Efektif

17 Frustrasi, Stres Apakah Perlu ? Frustrasi, Stres & Konflik dalam jumlah tertentu diperlukan untuk pembentukan kepribadian seseorang Cara penyesuaian diri seseorang thd stres tergantung pada : - Kemamp yg dimiliki - Pengaruh lingkungan atau - Kelompok sosial tertentu, - Pendidikan & - Bgm ia mengembangkan diri

18 Strategi Penyes Diri Thd Stres : 1. Menilai situasi stres, yt menggolongkan jenis stres & memperkirakan bahaya stres itu 2. Merumuskan alternatif tindakan yg dpt dilakukan &menentukan tindakan yg paling mungkin untuk dilakukan. 3. Melaksanakan tindakan,ad paling sukar 4. Melihat feedback. Kalau 1. berhasil maka akan diteruskan. Kalau tidak, segera dilakukan alternatif lain.

19 lanjutan Tindakan seseorang menghadapi stres mungkin hanya berfungsi untuk melindungi diri terhadap kemungkinan disorganisasi Tindakan2 ini mrpkn TL yg defensif. Reaksi Defensif tidak diarahkan pada sumber stres, shg menghabiskn energi sec –tdk efisien, –tdk obyektif tetapi subyektif & emosional, dan –secara otomatis / tdk disadari atau tdk rasional

20 Unsur-Unsur Kepribadian Dlm Menghadapi Stres Unsur2 Keprib dlm usaha mengatasi Stres Interaksi kepribadian at individu dengan lingkungan dapat menimbulkan stres yg dapat diatasi dg baik at tidak baik  Terjadi Tingkah Laku Abnormal. 3 Penentu Perkembangan Kepribadian, yt: * Bawaan * Lingkungan * Interaksi Bawaan & Lingk (Coleman, 1972)

21 Peran Unsur Kepribadian lanjutan Faktor Bawaan Biologis / Herediter disebut Konstitusional Ex, Kode genetik pd DNA Faktor bawaan biologis / herediter ini menentukan ciri2 fisik primer seseorang, spt warna kulit, mata, rambut dll. Jg menentukan tendensi2 reaksi primer, spt kepekaan, adaptibilitas & aktivitas.

22 Peran Unsur Kepribadian lanjutan Faktor Lingkungan, dapat berupa : - Lingkungan Fisik : keadaan rumah,udara, gizi - Lingkungan Sosial Budaya : orang tua, sekolah, pesantren & kelompok lain Lingk sosial dapat membentuk TL & Sikap yg diharapkan oleh suatu lingkungan budaya. Orang belajar tentang peran sosial dari interaksinya dg kelompok sosial budayanya Ex, A pria, B Perempuan A belajar bgm harus bersikap sbg pria/ Ayah, B perempuan belajar bgm harus bersikap sbg ibu. Juga Pengalaman Khusus dg Orang2 signifikan, spt : Adik, Teman, Guru, Guru Agama dll.

23 Peran Unsur Kepribadian lanjutan Interaksi dg lingkungan secara terus menerus dan lambat laun akan menumbuhkan perasaan adanya “Aku”. Aku terbentuk bila telah dapat membedakan apa yg merupakan dirinya, keinginannya, dengan apa yg merupakan kenyataan, yg ada diluar dirinya. Aku menjadi “point of reference”,yt pusat aktif yg mengarah pada diri sendiri, menentukan tindakan, tujuan yg ingin dicapai. Aku mengintegrasikan perasaan, pemikiran & tindakan seseorang Melalui proses belajar, Aku mengenali realitas, nilai2 & lebih mengembangkan diri.

24 Peran Unsur Kepribadian lanjutan Adanya Aku & Fungsinya Aku merupakan bukti adanya Identitas Diri. Cita2 diri yg dibentuk aku hendaknya tdk terlalu jauh berbeda dg kemungkinan2 yg tersedia. Pengendalian Diri, kata hati mrpkan Fungsi Aku mrpkan determinan ke3 dr perkemb kepribadian Perkembangan kepribadian menuju kematangan tergantung pada perubahan dari keadaan : Tergantung  jadi Mandiri, Tidak Mengerti  Mengerti, Tidak Mampu  Mampu, Amoral  Bermoral, Egocentris  Menyesuaikan diri

25 Peran Pengasuhan Dlm Proses Perkembangan Anak Beberapa eksperimen telah dilakukan Harlow & Fisher (Stern, 1964), menunjukkan bhw : Anak Hewan yg diasuh oleh Bkn Orang Tuanya akan menunjukkan kelainan Tingkah laku anak di masa dewasa, Harlow. Anak Hewan diperlakukan permisif, ambivalent, dst dan ditemukan bahwa : Apa yang terjadi di masa kecil akan berulang dan bertahan sampai dewasa, Fisher.

26 Peranan Pengasuhan Anak Sumber terjadi gangguan pada seseorang ad faktor Bawaan dan Peristiwa selama masa perkembangan Teori Psikologi Perkembangan Tiap tahap perkembangn memiliki sasaran ttt Bila sasaran tidak tercapai, terjadi gangguan penyesuaian diri pd tahap tsb, yg terlihat sebagai munculnya TL Abnormal Deprivasi/ keterlantaran dalam kasih sayang ibu atau trauma psikis di masa dini dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, spt emosi, sikap & predisposisi yg berakibat ke masa dewasa.

27 Pengasuhan Suatu proses perkembangan, penggunaan segala pengetahuan & keterampilan orang tua (OT) yg sesuai dlm mrencanakan, melahirkan, mengasuh & menyediakan perawatan bagi tumbuh kembang anak, atau Proses OT membimbing, mengarahkan & membesarkan anak2nya.

28 Penelitian Yarrow & Ribble, 1961 Tentang, Pengasuhan / Mothering di masa kecil serta pengaruhnya dalam perkemb emosi anak (Yarrow & Ribble, 1961) Mothering diartikan sbg penerimaan 3 jenis stimulus, yt taktil, kinestetik &pendengaran bayi (Ribble) Pengasuhan anak dapat berlangsung dengan cukup baik (adekuat) atau kurang baik (inadekuat) Adekuat dapat mengurangi ketegangan anak, Inadekuat dapat menimbulkan negativisme, kurang nafsu makan dan bertambah ketegangan pada otot dan lainnya.

29 Deviasi Mothering - Yarrow Terdapat 4 Deviasi Mothering : Institutional Mothering, Mother Separation, Multiple Mothering, dan Gangguan Dalam Kualitas Mothering (Yarrow. 1961)

30 Dev Moth 1. Institutional Mothering Pola pengasuhan dg jumlah & kualitas yg terbatas dalam asrama atau tempat lain. Ex, Pengasuhan anak yatim at anak2 korban peperangan Anak2 itu dapat terjadi hambatan dalam perkembangan intelektual & bahasa. Anak2 ini sering menunjukkn apati sosial, sikap acuh tak acuh, haus kasih sayang / afek. Hal ini dapat menjadi penyebab dari gangguan karakter dan keterlambatan / retardasi

31 Dev Moth 2. Mother Separation Terpisah dr ibu terut jika terjadi seb 3 th ak menimbulkan protes langsung & keinginan mencari pengganti ibu pd tahap mula2, selanjutnya menimbulkan apati & penurunan aktivitas, kemurungan, tidak mau makan bahkan penolakan thd tiap ibu. Anak akan ramah thd orang lain tp tanpa keterlibatan emosi (without emotional attachment)

32 Dev Moth 3. Multiple Mothering Mendapat asuhan ibu dg kasih sayang terjadual (scheduled affection) & seor perawat bertg jawab at pelatihan anak dlm satu tempat penitipan anak Anak ini akan lambat dlm mengembangkan kemampuan sosial & personal, ttp pd usia 9-11 th, mnunjukkan bhw keadaan depriasi & kurangnya stimulasi pd anak dpt dipulihkan.

33 Dev Moth 4. Ggg Kualitas Mothering Gangguan kualiltas mothering ini disebabkan oleh gangguan kepribadian ibu Bila tidak diimbangi dg lingk sosial yg positif, dpt menimbulkan kead neurosis pada anak at keadaan schizophren & berhub dg perkemb ego anak

34 Perkembangan Ego Perkemb ego dilihat dari sisi organisasi & diferensiasi Ego ad sistem psikologis yg mrpkn perantara manusia dg lingkungan. Ego ad locus dg keterampilan2 & kecakapan yg memberikan identitas pd seseorang (Cumming) Afek yg dibentuk dari interaksi Ego & Lingk-nya dpt dilihat dlm st tabel.

35 Perkembangan Ego lanjutan Dimensi Org Ego Baik & Buruk,dg Difer baik at buruk & Ego Set Bnyk at sedikit. Dimensi lain Kondisi LIngk dg org yg jelas at samar2 & lingk kaya at miskin. *Lingk org jelas ak lbh+ bg perk afek ank *Struktur ego terorg baik afek ak lbh +. Kejadian spesifik pd ms remaja : internalisasi tdk adekuat dr respons ketgtan mrpkn sindrom TL deliquency.

36 Peranan Keluarga Ggg perkemb kepribadian juga disebabkan oleh : * Pola hub ant anggota keluarga yg patogenik, yt ggg interaksi ant ay-ib, ayah-anak, anak-anak at ibu-anak. * Jg struktur keluarga yg patogenik Coleman, 1984 Ex, Anak yg ditolak ayah at ibu, timbulkan konsep diri rendah anak at ggg spt agresivitas, mengompol

37 Pola Hubungan Keluarga Pola Hubungan Keluarga mempengaruhi TL anak tergantung pd : Predisposisi anak tsb. Contoh Pola hub kel patogenik : - Anak tll dlindungi at dibatasi aktivitas - pemanjaan, - tuntutan thd anak yg tdk realistik, - salah penerapan disiplin, - kegagalan berkomunikasi, - persaingan ant saudara, - OT krg baik sbg model

38 Dimensi Kunci Proses Pengasuhan : * Parental Support, kasih sayang, penerimaan & cinta. * Parental Control, disiplin,hukuman,supervisi,monitoring Tiga pola utama pengasuhan, yt : *Authoritarian,ktrl T& khangatn R *Permissive, khangatn T& kontrol R *Authoritative, ktrl T & khgtn T + Uninvolved Prtng, plg berisiko, OT tdk peduli &tdk mau tahu perk anak

39 Parental Support tinggi ! rendah Authoritative !Authoritarian tinggi ! Parental Control rendah ! Permissive ! Uninvolved Parenting

40 Dimensi lain : Komunikasi Gaya pengasuhan bkn penentu sgl. Ada hal lain, spt Daya Tahan OT & Empati yg berperan dlm TKA. Artinya, sebrp bsr OT melakukan adaptasi thd brbagai permasalahan yg timbul dlm interaksi dg anak & OT dpt memahami perasaan anak. Dimensi lain yg perlu diperhatikan : Komunikasi yg efektif dlm keluarga

41 Komunikasi lanjutan Bentuk komunikasi berperan pd ggg perilaku anak pd ms perk berikut. Komunikasi Doble bind atau Komunikasi Paradoxical, Pesan mengandung2 arti yg ber><. Ex, Ibu mminta anak agar lebih mandiri namun jg selalu memonitor & mngkritik, anak menjadi kebingungan tentang “apa yg sesungguhnya diinginkan” OT.

42 Kom lanjutan : Kom Ambigous Komunikasi Ambiguous, OT mbuat tuntutan tanpa menunjukkan “bgm hal tsb dpt dpenuhi at dlaksanakn Ini bentuk kegagalam komunikasi. Pd komunikasi OT& anak yg bermasalah, lbh bersifat satu arah & krg menggali pengetahuan & kemamp anak. Komunikasi yg efektif adalah, Pola komunikasi lebih bersifat 2 arah, intensif dan mendalam

43 Spiritualitas Pengakuan bhw diri kita tdk berdaya sepenuhnya atas sgl hal yg terjadi di dunia = Relative Powerlessness Nilai2 spiritualitas, adalah Bangunan yg mbentuk esensi spirit kita ini menyangkut kepercayaan, mengasihi, mencintai, ketegaran, kejujuran, rendah hati& sll mmaafkn Juga mengandung arti : Bgm ssor mnghayati kehidnya sendr juga kehidupan orang lain.

44 Struktur Keluarga Patogenik Keluarga sbg st keseluruhan tdk menunjang kead anakyt merusak TKA Para ahli kesulitan menentukan kriteria “Tipe Ideal Keluarga” Sama dg patokan “Individu yg Sehat Mental” sukar didefinisikan

45 4 Keluarga Patogenik, Coleman : * Keluarga Tidak Adekuat * Keluarga Terganggu * Keluarga Anti Sosial * Keluarga Terpecah

46 Kel Patogenik 1 : Kel tidak Adekuat Keluarga tidak mampu menyelesaikan masalah keluarga sehari2 & terus menerus perlu bantuan dr luar Ex, masalah keuangan, pemecahan masalah biasa, dll. Penyebab mungkin terletak pd ; –kepribadian OT yg kurang matang, –kurang pendidikan, dll

47 Kel Patogenik 2 : Kel Terganggu Keluarga yg membuat suasana rumah dlm ketegangan emosional yg terus menerus. Ex, OT yg terus menerus bertengkar & –menjadikan anak mengalami ketegangan & –kecemasan di rumah

48 Kel Patogenik 3 : Kel Anti Sosial Keluarga menunjukkan sikap antisosial, Keluarga menganut nilai yg tidak disetujui oleh masyarakat sekitarnya. Ex, Keluarga yg OT nya : »Penjahat, »Penjudi, »Terlibat Utang, dll.

49 Kel Patogenik 4 : Kel Terpecah Keluarga terdiri dari ayah & ibu yg –terpisah karena »perceraian, »kematian, dll. shg keadaan ini dapat mengganggu TKA.

50 Latihan Soal 4 1.Sebutkan penyebab tingkah laku abnormal menrt Coleman ? 2.Jelaskan mekanisme terjadinya stres dan upaya mengatasinya disertai gambar ? 3.Upaya penyesuaian diri terhadap stres pada setiap orang berbeda, jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhinya ? 4.Uraikan langkah2 penyesuaian diri thd stres ? 5.Apa pengasuhan itu, jelaskan pendapat sdr! 6.Dari keempat deviasi mothering, mana yang lebih baik, jelaskan ! 7.Dilihat dari dimensi proses pengasuhan, ada berapa macam pengasuhan dan mana yang paling baik ? Jelaskan ! 8.Selain pengasuhan, Apakah yang perlu diperhatikan bagi tumbuh kembang anak ? Jelaskan ! 9.Sebutkan macam keluarga patogenik, menurut Coleman!


Download ppt "Pertemuan IV Materi 4. Sebab-Sebab TL Abnormal Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu memahami sebab-sebab tingkah laku."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google