Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RUDAPAKSA MATA BAGIAN I.P. MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RUDAPAKSA MATA BAGIAN I.P. MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA."— Transcript presentasi:

1

2 RUDAPAKSA MATA BAGIAN I.P. MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

3 RUDA PAKSA MATA Dengan Kemajuan Teknologi Rudapaksa Mata Merupakan Salah Satu Penyebab Tersering Dari Kelainan Mata. Permukaan Mata Merupakan 0,27% Dari Permukaan Tubuh Atau 4% Dari Wajah Namun Demikian Rudapaksa Mata Merupakan 10% Dari Kecelakaan Tubuh.

4 Hal Ini Salah Satu Penyebabnya, Mungkin Karena Penyebab Yang Kecil Pada Mata Nampak, Sedang Pada Kulit Tidak Berpengaruh. Segala Umur Dapat Terkena Rudapaksa Mata Walaupun Beberapa Kelompok Umur Tersering Terkena (50%) Yaitu Umur Kurang Dari 18 Tahun (Di USA )

5 Untunglah Bola Mata Mendapat Perlindungan Yang Cukup Baik Oleh Kelopak Mata, Tulang Mata, Rima Orbita, Jaringan Orbita, Kedipan Kelopak Mata, Gerakan Menghindari Dari Kepala, Alis Mata, Gerakan Dari Bola Mata Keatas. Sebaiknya Bila Ada Rudapaksa Mata Segera Dilakukan Pemeriksaan Dan Pertolongan Karena Kemungkinan Fungsi Penglihatan Masih Dapat Dipertahankan.

6 PEMERIKSAAN – PEMERIKSAAN YANG DIPERLUKAN I. ANAMESA. 1. Kapan Dan Dimana Terjadinya Kecelakaan, Disaat Bekerja Apakah Memakai Kaca Mata Pelindung Atau Tidak. 2. Benda Penyebab Kecelakaan. Pada Kecelakaan Dengan Benda Asing, Apakah Pada Benda Besi Atau Bukan, Arah Dari Benda Asing.

7 II. Bagaimana Penglihatan Penderita Sebelum Terkena Rudapaksa Mata. Bila Palbera Sangat Udem Dan Kemosis Maka Pemeriksaan Virus Sukar Dilakukan. III.Kemudian Dilakukan Pemeriksaanan Bagian – Bagian Bola Mata Secara Teliti Dan Cermat Serta Keadaan Sekitar Bola Mata. Hal Ini Dibicarakan Secara Khusus Sesuai Dengan Penyebab Ruda Paksa Mata

8 RUDAPAKSA MATA BERDASARKAN PENYEBABNYA DIBAGI: I. MEKANIS : TUMPUL TAJAM II. BAHAN KIMIA : ASAM BASA III. FISIK : CAHAYA LEDAKAN KEBAKARAN BLOW OUT FRAKTUR

9 RUDAPAKSA MATA MEKANIS TUMPUL : Tingkatan Dari Rudapaksa Mata Ini Tergantung Dari Besar, Berat, Energi Kinetik Dari Obyek. Mekanisme: Gelombang Tekanan Akibat Dari Rusapaksa Mata Menyebakan : 1.Tekanan Yang Sangat Tinggi Dan Jelas Dalam Waktu Yang Singkat Didalam Bola Mata.

10 2. Perubahan Yang Menyolok Dari Bola Mata. 3. Tekanan Dalam Bola Mata Akan Menyebar Antara Cairan Vitreous Yang Kental Dan Jaringan Sclera Yang Tidak Elastis. 4. Akibatnya Terjadi Peregangan Dan Robeknya Jaringan Pada Tempat Dimana Ada Perbedaan Elastisitas, Mis: Daerah Limbus, Sudut Iridocorneal, Ligamentum Zinii, Corpus Ciliare.

11 RESPON DARI JARINGAN TERHADAP RUDAPAKSA MATA TUMPUL : 1.Vasokonstriksi Dari Pembuluh Darah Rerifer, Sehingga Terjadi Iskemia Dan Nekrosis Lokal. 2.Diikuti Dengan Vasodilatasi, Hiperpermeabilitas, Aliran Darah Yang Menurun. 3.Dinding Pembuluh Darah Robek Maka Cairan Jaringan Dan Isi Sel Akan Menyebar Menuju Jaringan Sekitarnya Sehingga Terjadi Udema Dan Perdarahan.

12 Karena Tiap – Tiap Jaringan Mempunyai Sifat – Sifat Dan Respon Khusus Terhadap Trauma Maka Akan Dibicarakan Satu – Persatu. A.Palpebra Laserasi Dan Hematum Pada Pemeriksaan Didapatkan Luka Memar, Udema Dan Ekkoriasi. Pengobatan : Pembersihan Luka Dan Kompres Dingin.

13 B.Konjungtiva Perdarahan Dibawah Konjungtiva Tampak Bercak Merah Berbatas Jelas. Biasanya Tanpa Terapi Dapat Sembuh Sendiri, Tetapi Untuk Mempercepat Dapat Dibantu Dengan Vasokonstriksi. Edema Bila Masih Dan Terletak Sentral Dapat Mengganggu Visus.

14 Kondisi Ini Dapat Diatasi Dengan Jalan Reposisi Konjungtiva Atau Menusuk Konjungtiva Sehingga Terjadi Jalan Untuk Mengurangi Edema Tersebut. Dapat Juga Dibantu Dengan Cairan Saline Yang Hipertonik Untuk Mempercepat Penyerapan.

15 LASERASI Bila Laserasi Sedikit Dapat Diberi Antibiotika Untuk Membatasi Kerusakan. Daya Regenerasi Epitel Konjungtiva Yang Tinggi Sehingga Akan Tumbuh Dalam Beberapa Hari. Laserasi Dan Jaringan Necrotik Maka Inflamasi akan Lebih Menonjol Dari Pada Traumanya. Dalam Hal Ini Daerah Nekrosis Harus Dieksisi.

16 C. KORNEA 1.Erosi Kornea (Hilangnya Sebagian Epitel) Bila Penderita Mengeluh Nyeri, Photofobi, Epifora, Bleparospasme, Perlu Kita Lakukan Pemeriksaan Pengecatan Flurocein. Bila (+) Berarti Sebagian Kornea Tampak Hijau --- Ada Suatu Lesi Atau Erosi Kornea.

17 Tx: Bebat Mata Dan Diharapkan 1-2 Hari Terjadi Penyembuhan. Bila Erosi Luas Maka Perlu Tambahan Antibiotika. 2.EDEMA KORNEA : Dapat Berupa Edema Yang Datar Atau Edema Yang Melipat Dan Menekuk Kedalam Masuk Ke Membran Bowman Dan Descemant

18 Tx: Pemberian Antibiotika Dan Bebat Mata, Kadang – Kadang Diperlukan Lensa Kontak Untuk Melindungi Kornea Pada Fase Penyembuhan.

19 D.BILIK MATA DEPAN : 1. HIFEMA : (Perdarahan Dalam Bilik Mata Depan Yang Berasal Dari Iris Dan Corpus Siliare) Respon Vaskuler Yang Terkena Adalah A, Ciliaris Anterior, Perdarahan Vena Di Schlemm Kanal Dan Adanya Hipotoni, Seperti Pada Siklodialisis. Pada Umumnya 70% Kasus Penyerapan Terjadi Dalam Waktu 5-6 HARI.

20 Bila Perdarahan Luas Koagulasi Di bilik Mata Depan Akan Luas Dimana Terjadi Gumpalan Fibrin Dan Darah Merah. Hal Ini Akan Memperlambat Penyerapan Ditambah Lagi Hambatan Mekanis Terhadap “Outflow” Humor Aquos Disudut Iridocorneal

21 Pada Beberapa Produk Darah Menempel Pada Bagian Anterior Pigmen Membran Dari Iris Didaerah Pupil Dan Sudut Irido Corneal. Walaupun Sepintas Bilik Mata Depan Jernih, Tetapi Iritis Cukup Kuat Untuk Membentuk Sinekia Anterior Dan Posterior.

22 Hifema Sekunder Pada Umumnya Nampak Antara Hari Ke-2 Dan Ke-5. Biasanya Diikuti Dengan Ancaman Iritis. Pada Hifema Ringan Dapat Terjadi Glukoma Sekunder Dengan Meningkatnya Tekanan Intra Okuler.

23 Hal Ini Dari Adanya Edema Di Trabekular Meshwork, Sehingga Terjadi Gangguan Outfolow Humor Akuos. Tekanan Intra Occuli Kadang Baru Terjadi Beberapa Hari Setelah Trauma, Ini Adalah Akibat Adanya Perdarahan Sekunder.

24 Frekwensi Perdarahan Sekunder Tanpa Kenaikan Tekanan Intra Occuli %. Frekwensi Perdarahan Sekunder Dengan Kenaikan Tekanan Intra Occuli %.

25 PENGOBATAN HIFEMA : Bila Tanpa Penyulit : 1.Tirah Baring Sempurna Dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi + 4o o. Larangan Gerakan Fisik Dan Mengangkat Kepala. 2.Pemakaian Bebat Mata. Masih Kontrofersi Memakai Atau Tidak. Bila Kedua Mata Di Bebat Diharapkan Mengistirahatkan Mata.

26 Tetapi Pada Anak Menyebabkan Kegelisaahan, Dan Pada Dewasa Akan Terjadi Disorientasi. Tetapi Bila Satu Mata Dibebat Maka Paling Tidak Penderita Atau Keluarga Sadar Terhadap Penyakitnya Yang Serius Dan Mereka Lebih Hati – Hati Dan Membatasi Gerak.

27 3.Simptomatis Diberikan Bila Perlu : Misal : Penenang, Anti Fibrinolitik. Bila Penyerapan Berjalan Lambat Lebih Dari 7 Hari Maka Dapat Dibantu Dengan Pemberian Miotikum Dengan Tujuan Memperluas Permukaan Iris Sehingga Penyerapan Darah Lebih Cepat

28 Bila Ada Kecenderungan Pembentukan Sinekia Dapat Diberikan Midriatikum. Bila Ada Tanda – Tanda Glukoma Sekunder Dan Diberi Obat Anti Glukoma. 5.Dilakukan Tindakan Pembedahan Dengan Mengeluarkan Darah Dari Bilik Mata Depan

29 Hal Ini Dilakukan Pada Kasus – Kasus : Hifema Yang Tidak Kurang Selama 5 Hari. Dan Darah Lebih Dari ½ Bilik Mata Depan. Tanda – Tanda Glukoma Sekunder. Tanda – Tanda Hemosiderosis

30 Biasanya Hemosiderosis Yang Ringan Hilangnya Agak Lama Yaitu Setelah Beberapa Bulan. Hal Ini Disebabkan Karena Proses Fagositosis Dari Produk Hb Ini Berjalan Lambat Dari Tepi Ke Sentral.

31 E.IRIS 1.Iridodialisis Iris Lepas Dari Insersi Yang Kadang Diikuti Dengan Hifema. Pupil Miosis. Ax : Penderita Merasa Melihat Double Pada Satu Mata ( Diplopia Unilatera). Pemeriksaan : Tampak Sebagian Iris Lepas. Tx : Pasif, Tetapi Bila Ada Keluhan Operatif.

32 F.PUPIL Midriasis : Akibat Dari Parese Saraf Optikus Atau Karena Ruptur Otot Spincter. G.Lensa Penyebab Utama Kerusakan Lensa Adalah Kerusakan Seluler Dan Laserasi Jaringan. Mekanisme : Gelombang Tekanan Menekan Humor Aquos.

33 Iris Tertekan Ke Arah Vitreous. Lensa Tertekan Kembali Ke Arah Humor Akuos Dan Difragma Iris. Tambahan Tekanan Pada Kapsul Dan Epitel Lensa. Terjadi Kerusakan Jaringan Intra Sellular Fiber Dari Lensa, Nekrosis Kapsul Dan Dislikaso Sebagian Material Lensa.

34 KEKERUHAN LENSA 1.Subluksasi Atau Dislokasi Lensa : Dapat Kedua Arah Yaitu Menuju Bilik Mata Depan Dan Posterior Menuju Badan Kaca. Keluhan Berupa Penglihatan Menurun Dan Melihat Dobel Pada Satu Mata.

35 Pada Pemeriksaan Terlihat Iris Tremulans Dan Bilik Mata Depan Yang Dalam. Pengobatan : Aktif Dengan Operasi Pada Dislokasi Anterior. Hal Ini Untuk Mencegah Terjadinya Kerusakan Endotel Kornea Dan Glukoma Sekunder. Pasif Secara Konservatif Pada Dislokasi Posteror.

36 H.Segmen Posterior Kita Menduga Adanya Kerusakan Segmen Posterioir Bila Penglihatan Menurun Tanpa Kerusakan Segmen Anterior. 1.Perdarahan Badan Kaca Darah Berasal Dari Korpus Ciliare. Keluhan Berupa Visus Yang Kabur.

37 Pemeriksaan Dengan Oftalmoskop Nampak Kekeruhan Badan Kaca. Pengobatan Hanya Konservatif. 2.Udema Makula Terjadi Karena Timbunan Cairan Subretina Di Makula.

38 3.Robekan Retina Keluhan Kabur, Benda Tampak Bergelombang. Pemeriksaan Tampak Ablasi Retina Yang Terlihat Dengan Oftalmoskop. Pengobatan Dengan Operasi.

39 4. Keluhan N. Opticus. Hal – Hal Yang Terjadi Akibat Rudapaksa Mata Mekanik Tajam : A) Palpebra 1.Luka Terbuka Palpebra Ax : Keluhan Rasa Nyeri, Bengkak Dan Berdarah. Pemeriksaan : Tampak Adanya Luka Terbuka Dan Perdarahan.

40 Pengobatan : 1.Pebersihan Luka, Kemudian Dijahit. 2.Tehnik Penjahitan Dilakukan Sama Dengan Luka Pada Kulit Tubuh Yang Lain Sesuai Dengan Arah Dari M. Orbicularis.

41 PERHATIAN : 1.Luka Yang Persis Pada Palpebra Harus Khusus Diperhatikan Karena Bila Penjahitan Tidak Tepat Pada Kedua Tepi Luka Akan Memberi Hasil Kosmetik Dan Fungsional Yang Jelek. 2.Bila Perlu Dapat Ditambah Dengan Antibiotika, Analgetik Dan Anti Inflamasi.

42 B)KONJUNGTIVA 1.Perdarahan Penatalaksanaan Sama Dengan Rudapaksa Mata Mekanis Tumpul. 2. Robekan 1 Cm Tidak Dijahit, Diberikan Antibiotika Lokal.

43 Robekan Lebih Dari 1 Cm, Dijahit Dengan Benang Cut Gut Atau Sutera Berjarak 0,5 Cm Antara Tiap – Tiap Jahitan. Beri Antibiotika Lokal Selama 5 Hari & Bebat Mata U/ 1-2 Hari.

44 C) KORNEA 1.Erupsi Kornea Penatalaksanaan Spt Rudapaksa Mata Tumpul. 2.Luka Tembus Kornea - Ax : Teraba Nyeri, Epifora, Fotophobia, Blepharospasme. - Pemeriksaan : Bagian Yg Mengalami Kerusakan Epitel Menunjukkan Flurocein (+).

45 PENGOBATAN Tanpa Mengingat Jarak Waktu Antara Kecelakaan Dan Pemeriksaan, tiap Luka Terbuka Kornea Yang Masih Menunjukkan Tanda – Tanda Adanya Kebocoran Harus Diusahakan Untuk Dijahit. Jaringan Intra Ocular Yang Keluar Dari Luka.

46 Misal : Badan Kaca, Prolap Iris Sebaiknya Dipotong Sebelum Luka Dijahit. Jangan Sekali – Kali Dimasukkan Kembali Dalam Bola Mata. Jahitan Kornea Dilakukan Secara Lamellar Untuk Menghindari Terjadinya Fistel Melalui Bekas Jahitan.

47 Luka Sesudah Dijahit Dapat Ditutup Lembaran Yang Terdekat. Tindakan Ini Dapat Dianggap Mempercepat Epitelialisasi. Antibiotika Lokal Dalam Bentuk Salep, Tetes Atau Sub Konjungtiva 0,3 – 0,5 U. Garamycin Tiap Dua Hari Sekali.

48 Atropin Tetes 0,5% - 1% Tiap Hari. Dosis Dikurangi Bila Pupil Sudah Cukup Lebar. Bila Ada Tanda – Tanda Glukoma Sekunder Dapat Diberi Tablet. Analgetik, Anti Inflamasi, Koagulasi Dapat Diberikan Bila Perlu.

49 3.Ulkus Kornea Sebagian Besar Disebabkan Oleh Trauma Yang Mengalami Infeksi Sekunder. Ax : Teraba Nyeri, Epifora, Fotofobi, Blepharospasme. Pemeriksaan : Nampak Kornea Yang Edma Dan Keruh. Bagian Yang Mengalami Kerusakan Epitel MENUNJUKKAN PENGECATAN ( + ).

50 TX : Antibiotika Lokal Tetes, Salep Atau Subkonjungtiva. Scraping Atau Pembersihan Jaringan Nekrotik Secara Hati – Hati Bagian Dari Ulkus Yang Nampak Kotor. Aplikasi Panas. Kauter Dilakukan Dengan Cara Memanaskan Pasak. Cryo Terapi

51 D) SCLERA 1. Luka Terbuka Atau Tembus. Luka Ini Lekas Tertutup Oleh Konjungtiva Sehingga Kadang Sukar Diketahui. Luka Tembus Sclera Harus Dipertimbangkanapabila Dibawah Konjungtiva Nampak Jaringan Hitam (Koroid). Pengobatan : Sama Dengan Luka Tembus Pada Kornea.

52 E) OPTALMIA SIMPATETIK Suatu Uveitis Yang Diderita Oleh Mata Kontra Lateral Apabila Mata Lainnya Mengalami Trauma Atau Trauma Tembus Yang Mengenai Jaringan Uvea. Frekwensi Tertinggi Terjadi 2-4 Minggu Sesudah Trauma.

53 Proses Berlangsung : 1.Tahap Iritasi (Sympatetik Iritation) 2.Tahap Radang ( Sympatetik Inflamation) Ad. 1 : Ax: Keluhan Nyeri, Tanda – Tanda Radang Ringan, Epifora, Fotofobia. Pem: Tanda – Tanda Iritis Ringan.

54 Biasanya Bersifat Reversibel Atau Langsung Tahap Radang. Ad. 2 : Dapat Berlangsung Akut / Menahun. Stadium Ini Bersifat Irreversibel Dan Kemungkinan Besar Akan Memburuk Bila Pengobatan Kurang Sempurna.

55 TX: Mata Traumatik : Enukleasi Bulbi Dipertimbangkan Bila Visus 0 Atau Lebih Jelek Dari Pada Mata Simpatetetik. Mata Yang Masih Mempunyai Visus Walaupun Terbatas Selalu Menjadi Pertimbangan Yang Sangat Sulit Apakah Akan Dilakukan Enukleasi Atau Dipertahankan.

56 F) BILIK MATA DEPAN Penatalaksanaan Sama Dengan Trauma Tumpul. G) Iris 1.Iritis Sering Sebagai Akibat Dari Trauma. Ax: Keluhan Nyeri, Epifora, Fotofobia, Blepharospasme.

57 Pem : Pupil Miosis, Reflek Pupil Menurun, Sinekiaposterior. Tx : Atropin Tetes 0,5% - 1% 1-2 Kali Perhari Selam Senekia Belum Lepas. Antibiotika Lokal. Diamox Bila Ada Komplikasi Glaukoma. H) Lensa Katarak Penatalaksanaan Sama Dengan Trauma Tumpul.

58 Dislokasi Lensa Panatalaksanaan Sama Dengan Rudapaksa Mata Tumpul. I) Kerusakan Segmen Posterior Penatalaksanaan Sama Dengan Rudapaksa Mata Tumpul. J) Corpus Alienum (Benda Asing) Ax: Mengeluh Ada Benda Asing Masuk Kedalam Mata.

59 Pem: Benda Asing Tersebut Harus Dicari Secara Teliti Memakai Penerangan Yang Cukup Mulai Dari Palpebra, Konjungtiva, Fornixis, Kornea, Bilik Mata Depan. Bila Mungkin Benda Tersebut Berada Dalam Lensa, Badan Kaca Dimana Perlu Pemeriksaan Tambahan Berupa Funduskopi Dan Foto Rontgen

60 Benda Asing Yang Masuk Dalam Mata Dapat Dibagi Dua Kelompok Yaitu : A.Benda Logam Misal: Emas, Perak, Platina, Besi, Tembaga. Benda Logam Ini Dapat Bersifat Magnit Atau Non Magnit. B. Benda Bukan Logam: Batu, Kaca, Poselin, Plastik, Bulumata, Dan Lain – Lain.

61 Benda Yang Menimbulkan Reaksi Jaringan Mata Berupa Perubahan Selular Atau Membran Sehingga Mengganggu Fungsi Dari Mata. Misal : Besi Berupa Siderosis Dan Tembaga Berupa Kalkosis. Besi Biasanya Merusak Jaringan Yang Mengandung Epitel.

62 Sedangkan Tembaga Merusak Bagian Membran, Misal Descement Kornea Lensa, Iris, Badan Kaca, Dll. Pengobatan : Mengeluarkan Benda Asing Bila Lokalisasi Di Palpebra Dan Konjungtiva Kornea, Maka Dengan Mudah Dapat Dilepaskan Setalah Pemberian Anastesi Lokal

63 Untuk Mengeluarkan Perli Kapas Lidi Atau Jarum Suntik Tumpul/Tajam. Bila Benda Bersifat Magnetik Maka Dapat Dikeluarkan Dengan Magnet Portable Atau Giant Magnet. Bila Benda Asing Dalam Segmen Posterioir Hendaknya Dikirim Kepusat, Oleh Karena Memerlukan Tindakan Yang Lebih Cermat Dan Perlengkapan Yang Khusus.

64 Pemberian Antibiotika Lokal Pada Benda Asing Dikonjungtiva Dan Kornea. Pada Kornea Dapat Ditambahkan Atropin 0,5%-1% Bebat Mata Dan Diamox Bila Ada Tanda – Tanda Glukoma Sekunder.

65 K) Otot Ekstra Okular I. Kelainan Pergerakan Mata Hal Ini Pada Trauma Dapat Disebabkan : Kelainan Pada Otot Mata. 2. Kelainan Pada Persarafan Otot Mata. 3. Kelainan Pada Jaringan Orbita Lainnya.

66 Walaupun Gangguan Pergerakan Bola Mata Tidak Dapat Menyebabkan Kebutaan Atau Penurunan Tajam Penglihatan Namun Kegiatan Sehari – Hari Dapat Terganggu Dengan Adanya Keluhan Diplopia. Ax: Akibat Diplopia Timbul Keluhan Pusing, Mual, Muntah.

67 Pem : Hambatan Pergerakan Bola Mata Dapat Berakibat Paralisa Atau Ototnya Sendiri Yang Terjepit. Test Forced Duction : Untuk Membedakan Gangguan Karena Kelumpuhan Atau Ototnya Yang Terjepit. Cara: Mata Ditetesi Anastesi Lokal.

68 Kemudian Otot Yang Akan Diperiksa Dipegang Dengan Pinset Dan Ditarik Kearah Gerak Otot Tersebut. Bila Lancar --- Berarti Paralisa. Bila Sukar --- Ada Hambatan / Otot Terjepit. Pengobatan Paralisa : 1.Anti Inflamasi Dan Neurokopik. 2.Untuk Menghindari Diplopia Satu Mata :

69 A.Pada Parase Ringan -- Mata Sehat Ditutp Supaya Mata Parase Terlatih. B.Pada Parase Berat – Mata Parase Yang Ditutup. Setelah 3-6 Bulan Tidak Ada Kemajuan Berarti Tetap Strabismus Dan Atau Diplopia. Maka Penderita Perlu Dirujuk Untuk Tindakan Operasi.

70 Sebab Setlah 6 Bulan Dianggap Telah Mengalami Penyembuhan Maksimal Atau Sudah Timbul Komplikasi Kontraktur – Kontraktur. Ii. Penatalaksanaan Rudapaksa Mata Dengan Bahan Kimia. Rudapaksa Mata Karena Bahan Kimia Dapat Disebabkan Oleh Bahan Asam Atau Basa.

71 BERDASARKAN KLASIFIKASI HUGHES DIBAGI: 1.Ringan : Nampak Adanya : Erosi Kornea Kekeruhan Kornea Yang Ringan Tidak Ada Necrosis Dan Ischemia Dari Konjungtiva Dan Sclera

72 2.Sedang Berat : Kekeruhan Kornea Nampak Dan Detail Iris Sulit Dilihat, Nekrosis Iskemia Dari Konjungtiva Dan Sklera Minimal 3.Sangat Berat : Kekaburan Dari Pupil, Sclera Dan Konjungtiva Pucat.

73 RUDAPAKSA MATA KARENA BAHAN ASAM DAPAT TERJADI KERUSAKAN DALAM BEBERAPA JAM. BAHAN ASAM AKAN LEBIH CEPAT MENGADAKAN PRESIPITASI DENGAN JARINGAN SEKITARNYA. DAYA BUFFER DARI JARINGAN PROTEIN SEKITAR ZAT ASAM INI CENDERUNG UNTUK MELOKALISIR KERUSAKAN.

74 Tidak Ada Efek Atau Akibat Lain Misal Kerusakan Sel Atau Perlunakan Jaringan. Sedangkan Bahan Alkali Menyebabjan Hal Yang Lebih Serius. Bahan Alkali Akan Bergabung Dengan Lipid Dari Selular Membran Dan Terjadi Kerusakan Total Dari Sel.

75 Perlunakan Jaringan. Penetrasi Yang Cepat Kedalam Bilik Mata Depan. Iris Dan Kadang – Kaang Retina Terkena Dalam Waktu Yang Singkat. Makin Tinggi Ph Alkali Makin Serius Kerusakannya.

76 TANDA –TANDA : Secara Umum Tidak Hanya Konjungtiva Dan Kornea Yang Terkena Tetapi Kelopak Mata Dan Kulit Sekitarnya. Kulit Dan Palpebra Menjadi Lebih Putih Dan Nekrosis. Koagulasi Pada Jaringan Kornea Sehingga Kornea Nampak Keruh. Konjungtiva Pucat Karena Ischemia

77 Rasa Nyeri Tergantung Dari Kerusakan Sel – Sel Sensoris Dari Kornea. Pengobatan : Irigasi Mata Dan Jaringan Sekitarnya Adalah Pengobatan Pertana Yang Diperlukan. Irigasi Dapat Dilakukan Dengan Air, Cairan Fisiologis + 30 Menit. Sedang Untuk Bahan Basa Dapat Sampai Satu Jam.

78 Kalau Perlu Irigasi Boleh Diulang Kembali Saat Penderita Sampai Dipuskesmas. Pemakaian Kertas Ph U/ Bhn Asam / Basa Kegunaannya Sdkt Krn Bdn Yg Telah Berubah Akibat Irigasi Yg Agak Lama. Forniks & Konjungtiva Hrs Dibersihkan Dari Bhn Kimia Dgn Kapas Basah. Kelopak Mata Dibalik Dan Dibersihkan.

79 U/ Mengurangi Nyeri Diberikan Anestesi Lokal. Antibiotika Lokal Berupa Salep U/ Menghindari Perlekatan2. Atropin Tetes 0,5-1%. Bebat Mata (Kalau Perlu). Beri Karbonic Anhidrase Inhibitorb Bila Tjd Glaukoma Sekunder.

80 PENATALAKSANAAN RUDA PAKSA KRN FAKTOR FISIK A.Cahaya Cahaya Yg Berasal Dari Matahari / Alat U/ Las Mengandung Ultra Violet Yg Dpt Mengakibatkan Konjungtivitis & Keratitis, Sedangkan Cahaya Dari Pembikinan Kaca (Glass Blomers), Banyak Mengandung Infra Red Yg Dpt Mengakibatkan Katarak.

81 Anamnesa : Mata Terasa Nyeri, Efifora Yg Timbul 6-12 Jam Sesudah Melihat Cahaya Tersebut. Pemeriksaan : Hiperemi Konjungtiva, Flurescein Test (+). Pengobatan : Pada Konjungtivitis Beri Antibiotika Lokal, Atropin Bila Flurescein Luar. Biasanya Dlm 1-2 Hari Sembuh. Penyinaran Dgn Unsur Infra Red Tdk Menimbulkan Kelainan Akut.

82 KEBAKARAN Dgn Adanya Reflek Perlindungan Menutup Palpebra Sering Kornea & Konjungtiva, Terhindar Dari Bahaya Kebakaran, Shg Kelainan Terbatas Pd Palpebra. Pengobatan : Tdk Berbeda Dgn Kelainan Akibat Luka Bakar Pd Kulit Bagian Tubuh Yg Lain.

83 LEDAKAN Ledakan Yg Cukup Kuat Dpt Menimbulkan Bermacam2 Kerusakan. Pengobatan Diberikan Sesuai Dgn Kerusakan Yg Diakibatkan.

84 BLOW OUT FRAKTUR Patah Tulang Dasar Orbita Tanpa Kerusakan Dari Rima Orbita Akibat Perubahan Mendadak & Ruang Retro Bulbar Krn Perubahan Tekanan Yg Tjd Akibat Hantaman Yg Keras Pd Bulbus Occuli. Anamnesa : Adanya Trauma, Visus Menurun, Nyeri (+), Diplopia, Mual, Muntah. Pemeriksaan : Edema Krg Lbh Hypoestesi Daerah Saraf Infra Orbita.

85 Tanda 2 Patah Tulang : Gerakan Terbatas, Enoftalmus. Pengobatan : Konservatif Selama 3 Minggu U/ Mengevaluasi Sambil Menunggu Edema & Ekhimosis Berkurang. Bila Enoftalmus Masih Tampak, Keluhan Diplopia Sangat Mengganggu  Operatif.

86 PENUTUP Ruda Paksa Mata Merupakan Keadaan Darurat Mata, Krn Dpt Tjd Bermacam2 Kerusakan Yg Bila Tdk Sgr Mendapat Pertolongan Dpt Mengakibatkan Penurunan Fungsi Mata / Berakhir Dgn Kebutaan. O/K Itu Alangkah Baiknya Kelak Sbg Dokter Umum Jg Waspada Akan Akibat Ruda Paksa Ini & Segera Menanggulanginya, Mana Yg Dpt Diobati Sendiri & Mana Yg Hrs Dirujuk.

87 TRAUMA BAGIAN I.P. MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

88

89

90 KEDARURATAN MATA

91 INFEKSI TRAUMA TUMOR TAJAM PENYAKIT PENGLIHATAN DEGENERATIP PROSES PENUAAN KEBUTAAN D.M. HIPERTENSI LEUKEMI, PENY.SISTEMIK LAIN KEL.KONGENITAL

92 KEDARURATAN MATA SANGAT GAWAT GAWAT Tx..dlm.beberapa Tx.dlm.1- menit beberapa jam Mis.trauma kimia mis.tr.tumpul tr.tajam SEMI GAWAT tx.dlm hari, minggu

93 TRAUMA MATA PEMERIKSAAN SEGERA !!! PERTOLONGAN BAIK,TEPAT FUNGSI PENGLIHATAN DIPERTAHANKAN MENCEGAH KEBUTAAN

94

95 KLASIFIKASI TRAUMA MATA I. MEKANIS : -TAJAM -TUMPUL II. KIMIA : - ASAM - BASA III. FISIK : - TERMIS - SINAR LAS/UV - LEDAKAN I.TRAUMA TIDAK TEMBUS:  TRAUMA KORNEA SUPERFISIAL  TRAUMA KIMIA  TRAUMA FISIK  TRAUMA TUMPUL II.TRAUMA TEMBUS DENGAN /TANPA BENDA ASING

96 KLASIFIKASI TRAUMA MATA I. MEKANIS : -TAJAM -TUMPUL I.TRAUMA TIDAK TEMBUS:  TRAUMA KORNEA SUPERFISIAL  TRAUMA KIMIA  TRAUMA FISIK  TRAUMA TUMPUL II.TRAUMA TEMBUS DENGAN /TANPA BENDA ASING II. KIMIA : - ASAM - BASA III. FISIK : - TERMIS - SINAR LAS/UV - LEDAKAN

97 PEMERIKSAAN YANG DIPERLUKAN ANAMNESIS: – kapan? dimana? bagaimana? – macam penyebab? PEMERIKSAAN Tajam penglihatan – (senter,hitung jari,kartu snellen) PEMERIKSAAN ORGAN MATA : – urut, teliti PEMERIKSAAN PENUNJANG : – skull foto, CT scan, USG

98 PRINSIP PENANGANAN TRAUMA MATA : TEPAT, CEPAT, CERMAT PROGNOSIS BAIK ! TETESI DENGAN TETRACAIN 0.5 % (tdk ada perforasi) TRAUMA KIMIA SEGERA !! SEMUA LUKA TERBUKA BOLA MATA HARUS DIJAHIT SEMUA BENDA ASING HARUS DIAMBIL OLEH TANGAN YANG TERAMPIL

99 PENANGANAN TRAUMA MATA I.TRAUMA TIDAK TEMBUS 1.TRAUMA KORNEA SUPERFISIAL a.EROSI : PENYEBAB: tergores kuku, kertas, ranting dll. GEJALA : rasa ada benda asing, epifora,fotofobia, blefarospasme PEMERIKSAAN: goresan(+) pada kornea Fluorecsein test (+) TERAPI : Antibiotik tts/salep mata (2-3x/hr) Bebat mata

100

101 PENANGANAN TRAUMA MATA b.CORPUS ALIENUM DI KORNEA : – PENYEBAB: debu besi (GRAM), sayap binatang, dll. – GEJALA :rasa ada benda asing, epifora, fotofobia, blefarospasme – PEMERIKSAAN: benda asing (+) di kornea – TERAPI : Local anestesi : Tetracain 0.5% benda asing diambil dg.kapas basah/lidi kapas/cotton buds basah, jarum suntik steril sulit  RUJUK !! Antibiotika tts./ salep mata, bebat mata

102

103

104 PENANGANAN TRAUMA MATA C.CORPUS ALIENUM CONJUNGTIVA : – PENYEBAB: debu, abu rokok,serangga dll. – GEJALA: erosi kornea(+/-), nyeri bila berkedip, rasa ada b.asing, – PEMERIKSAAN: eversi klp.mata, b.asing(+) di selaput lendir klp.bawah/atas – TERAPI: Anestesi lokal tetracain 0.5% eye drops Irigasi dgn RL, B. asing diambil dgn lidi kapas/cotton bud basah, Antibiotik tts/salep mata

105

106 PENANGANAN TRAUMA MATA 2. TRAUMA KIMIA – PENYEBAB: zat kimia asam, basa, racun/organik – GEJALA: mengeluh kabur,nyeri, epifora, blefarospasme. – PEMERIKSAAN: luka bakar pd. kulit kelopak mata iskhemia konjungtiva, erosi kornea – TERAPI: prinsip segera ! anestesi lokal : tetracain 0.5% eye drops irigasi/disemprot air/aquadest  dgn tekanan tinggi spuit 10cc “BASA” -Continuous irigasi, bersihkn corpal/zat kimia dg.lidi kapas basah. Antibiotik tts./salep mata, bebat mata

107

108

109 TRAUMA TERMIS Penyebab: api, minyak panas Gejala: luka bakar, kanur, nyeri epifora, silau Pemeriksaan: – Luka bakar pada kelopak mata – Hiperemi konjungtiva – Erosi kornea Terapi: – Anestesi lokal : tetracain 0,5% eye drops – Antibiotika salep / tetes mata

110

111 TRAUMA RADIASI Panas, reaksi kimia, reaksi elektrik  sinar las Gejala: – Nyeri, silau, epifora, blepharospasme –  ± 6-10 jam setelah paparan Pemeriksaan: mikrolesi pada kornea Terapi: – Anestesi lokal : tetracain 0,5% eye drops – Antibiotika salep mata – Bebat mata

112 TRAUMA TUMPUL  benda Kekuatan Hematom kelopak mata Perdarahan subkonjungtiva Hifema Avulsi n. optikus Ablasio Retina dll Kerusakan organ mata

113

114

115

116 Hifema: Perdarahan di BMD Terapi: – Tirah baring total / setengah duduk – Kompres dingin Rujuk Segera !

117

118 TRAUMA TEMBUS Luka terbuka kelopak mata Laserasi kornea  ruptur kornea + keluarnya jaringan intra okuli Katarak traumatika Laserasi Sklera + prolaps vitreus, khoroid  ‘double perforation’ Gejala: – Kabur, nyeri, berdarah – Blepharospasme – Bola mata tampak gembos

119

120

121

122

123 PENANGANAN: – Tetesi tetracain 0,5% – Antibiotika tetes mata! – Antibiotika sistemik – Bebat Rujuk

124 GLAUKOMA AKUT GEJALA: ◦ Nyeri hebat di sekitar mata / cekot-cekot ◦ Kabur, mata merah ◦ Melihat “halo” PEMERIKSAAN: ◦ Kabur ◦ Mata merah ◦ BMD dangkal ◦ Kornea suram ◦ Pupil lonjong, reflek cahaya  ◦ Perabaan tek bola mata  Segera Rujuk !

125

126 RUDAPAKSA MATA KARENA BAHAN KIMIA

127 Batasan Rudapaksa mata yang disebabkan: Bahan kimia basa : amoniak, freon, sabun, sampo,kapur gamping, semen, tiner, lem, kaustik soda Bahan kimia asam : asam sulfat, air accu, asam sulfit, asam klorida, zat pemutih, asam asetat.

128 BASA  penetrasi cepat  saponifikasi membran sel  kerusakan sel  koagulasi  pelunakan jaringan o.k denaturasi kolagen Konjungtiva, sclera  iskemia, koagulasi dan nekrosis Penetrasi sampai koroid & retina

129 ANAMNESA & GEJALA KLINIS Subyektif : nyeri, spasme, berair, kabur & silau Obyektif : Visus\\ Palpebra bengkak, luka bakar Konjungtiva hiperemi, khemosis, iskemia & nekrosis Kornea edema, tes fluoresin +, kekeruhan kornea hebat

130 Klasifikasi Thoft GradeSegmen AnteriorPrognosis IKerusakan epitel kornea, iskemia -Baik IIKornea keruh tetapi detil iris masih terlihat, iskemia + < 1/3 limbus Baik IIIEpitel kornea hilang total, stroma kornea keruh detil iris kurang terlihat, iskemia 1/3 – ½ limbus Kurang baik IVKornea keruh detil iris dan pupil tidak terlihat, iskemia > ½ limbus Jelek

131 Klasifikasi tingkat keparahan Hughes: Ringan : erosi kornea, kornea agak keruh, iskemia -, nekrosis – Sedang : kornea keruh, detail iris tak tampak, Iskemia, nekrosis konjungtiva dan sclera minimal Berat : pupil tak tampak, konjungtiva dan sclera kemosis hebat, pucat

132 PEMERIKSAAN Ada tidaknya dan lokasi defek epitel Konjungtiva terutama limbus terdapat nekrosis atau tidak Kejernihan kornea dan detil iris Inflamasi Tekanan Intraokuler Kekeruhan lensa

133 DIAGNOSIS: Anastesi local Tes fluoresin Senter & loupe, slit lamp pH meter/ lakmus lid retractor

134 Hal- hal yang mempengaruhi prognosis: pertolongan pertama  waktu irigasi hitungan menit jumlah dan kepekatan bahan kimia Lama terpaparnya pH bahan kimia

135 PENATALAKSANAAN Irigasi di tempat kejadian ( air kran, aqua, air mengalir !!  rujuk RS Anestesi local  mengurangi spasme Irigasi intensif t.u kornea, fornik superior & inferior Minimal 1 l: asam ½ jam, basa 1 jam sampai pH Normal Parasentesa cairan bilik mata depan Debridemant partikel-partikel sisa dengan lidi kapas steril

136 OBAT-OBATAN Sikloplegik  Menurunkan spasme otot ciliaris, mengurangi terjadinya sinekia posterior, menurunkan inflamasi Antibiotik tetes mata  sekunder infeksi Kortikosteroid  t.u gr. 3 & 4 pemberiannya harus hati- hati Vitamin C  menghambat ulserasi kornea Tetracyclin 4 x 250 mg menghambat kolagenase

137 Penyulit Segera: glaucoma, ekspose & perlunakankornea Jangka Panjang: Simblefaron, Sindroma mata kering, katarak traumatika, sikatrik kornea, glaucoma sudut tertutup, enteropion

138 TERAPI PENYULIT Sindroma mata kering  air mata buatan non preservative Simblefaron  simblefarektomi dengan glass rod Katarak traumatika  ekstraksi lensa Sikatrik kornea  keratoplasti TSCL Therapetic soft contact lens Patching Temporary tarsoraphy Vit. A topical

139 Picture 1. Alkali burn. Note the severe conjunctival reaction and stromal opacification blurring iris details inferiorly.

140 Picture 2. Severe chemical injury with early corneal neovascularization.

141 Picture 3. Complete cicatrization of the corneal surface following chemical injury.

142 TRAUMA TERMIS Trauma termis pada mata langsung jarang terjadi. Biasanya bersamaan dengan trauma pada muka Konsultasi dengan THT dan bedah

143 DIAGNOSIS Kelopak mata  merah, luka bakar? Ekteropion, enteropion dan trikhiasis  erosi kornea Kornea membentuk selaput keabu-abuan  melokalisir kerusakan kornea Perforasi kornea + trauma tumpul atau tajam Trauma pada saluran air mata  epifora

144 PENATALAKSANAAN Antibiotika topikal salep mata untuk kelopak mata dan kornea Lubrikasi  air mata buatan tetes atau salep Monitor ketat kornea  ulkus kornea Evaluasi saluran air mata


Download ppt "RUDAPAKSA MATA BAGIAN I.P. MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google