Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metabollisme senyawa makro dan mikromolekul Titta Novianti.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metabollisme senyawa makro dan mikromolekul Titta Novianti."— Transcript presentasi:

1 Metabollisme senyawa makro dan mikromolekul Titta Novianti

2 Pendahuluan  Metabolisme pencernaan makromolekul dan mikromolekul meliputi :  Struktur Senyawa makromolekul (Karbohidrat, protein dan lipid)  Struktur senyawa mikromolekul (mineral dan vitamin  Proses pencernaan dan absorbsi senyawa makromolekul dan mikromolekul dalam saluran pencernaan

3 Karbohidrat  Merupakan senyawa yang penting bagi tubuh sebagai sumber energi  Merupakan senyawa derivat dari aldehida atau keton  Terdiri dari gugusan senyawa C dan OH, sehingga dinamakan senyawa karbohidrat  Rumus empiris senyawa Cn(H2O)n  HOC-C-C=O  OH H

4 Jenis-jenis karbohidrat  Digolongkan berdasarkan kompleksitas molekul : 1.Monosakarida 2.Disakarida 3.Oligosakarida 4.Polisakarida

5 Monosakarida unit terkecil dari karbohidrat yang tidak bisa lagi disintesis (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, heptosa,fruktosa, ribosa)

6 Disakarida  karbohidrat yang bisa disintesis menjadi 2 monosakarida  maltosa: 2 glukosa,  Laktosa:glukosa & galaktosa,  sukrosa: glukosa & fruktosa

7 Reaksi kimia pembentukkan disakarida

8 Polisakarida  Karbohidrat yang dihidrolisis menghasilkan n monosakarida heterogen dan homogen  Polisakarida yang penting untuk tubuh: amilum, glikogen, selulosa

9 Amilum  merupakan polimer α-D-glukosa dengan ikatan α (1-4) Kandungan glukosa pada pati bisa mencapai 4000 unit  Ada 2 macam amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin (pati berpolimer bercabang- cabang)

10 glikogen  Glikogen merupakan polimer glukosa dengan ikatan α (1-6)  Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula  Glikogen serupa dengan amilopektin

11 selulosa  Selulosa tersusun atas rantai glukosa dengan ikatan β (1-4)  Selulosa lazim disebut sebagai serat dan merupakan polisakarida terbanyak

12 Protein  Protein adalah salah satu bio- makromolekul yang penting peranannya dalam makhluk hidup  Fungsi protein :  sebagai bahan struktural  sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular.

13 Protein sebagai bahan struktural  Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain, protein memiliki rantai yang panjang dan j dapat mengalami cross- linking  Berfungsi sebagai pelindung, contoh : a dan b-keratin pada kulit, rambut, dan kuku dan berfungsi sebagai perekat contoh : kolagen

14 Protein berperan pada sistem molekuler  Protein berperan sebagai biokatalis pada reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup.  Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma

15 Struktur protein  Terdapat 4 macam struktur protein, yang dibedakan berdasarkan struktur asam amino sebagai penyusunnya :  Struktur primer  Struktur sekunder  Struktur tersier  Struktur kwartener

16 Struktur primer  Struktur ini terdiri dari asam- asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida  Contoh asam amino hasil penterjemahan molekul DNA

17 Terdapat 2 jenis struktur : A heliks b sheet Struktur sekunder  Protein sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam amino  Ikatan didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya

18 Struktur tersier  Merupakan bentuk 3 dimensi dari struktur sekunder  Terjadi interakasi intra molekuler seperti ikatan hidrogen, ikatan ion, van der Waals, hidropobik dll

19 Struktur kwartener  Merupakan struktur dengan mengandung banyak molekul protein yang memiliki lebih dari satu struktur tersier  Setiap subunit protein dapat melakukan komunikasi dan saling mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi intermolekular

20 Lipid  Merupakan senyawa yang relatif tidak larut dalam air (polar) tetapi larut dalam larutan non polar  Dikarenakan tidak adanya ikatan H dengan senyawa polar

21 Klasifikasi lipid  Berdasarkan sifat dapat atau tidaknya dihidrolisis, terbagi menjadi : 1. Lipid sederhana : dihidrolisis menjadi alkohol dan asam lemak  Trigliserida : dihidrolisis menghasilkan gliserol dan asam lemak  Lilin/wax : dihidrolisis menghasilkan asam lemak dan alkohol rantai panjang

22  2. Lipid Majemuk : jika dihidrolisis menghasilkan asam lemak dan alkohol serta senyawa lain (fosfat, karbohidrat, sulfolipid, gugus amino/kolin, etanolamin, asam amino serin)  3. Turunan Lipid : jika dihidrolisis tidak dapat dihidrolis lanjut, hanya senyawa H2O dan CO2

23 Pencernaan dalam rongga mulut  Rongga mulut menghasilkan saliva (pH 4,0) yg tdd 99,5 % air dan enzim ptialin  Air bermanfaat melicinkan dan melarutkan makanan  Enzim ptialin mengubah pati/glikogen menjadi maltosa, namun terkadang tidak berjalan semperna karena waktu pencernaan yang relatif pendek

24 Pencernaan dalam lambung  Terdapat 2 jenis kelenjar sekresi ;  Kelenjar Sel parietal : menghasilkan asam klorida  Kelenjar satu lapis se  Sekret yang dihasilkan lambung : getah lambung (pH 1,0), tdd: % air, HCl 0,2-0,5 %, musin, garam anorganik, enzim pencernaan (pepsin, renin dan lipase)

25 Asam klorida  H+ pembentuk HCl dalam lambung berawal dari pembentukkan  H2O + CO2 → H2CO3  H2CO3 → HCO3- + H+  Terjadi di dalam sel-sel parietal  H+ bersekresi dari sel parietal ke dalam lumen lambung dengan proses transport aktif pompa K+ dan ATPase  Terjadi pertukaran Cl- dari plasma ke dalam lumen dengan HCO3-, sehingga terbentuk senyawa HCl.

26  HCl akan menstimulasi denaturasi protein (pelepasan ikatan H pada struktur tersier) sehingga memudahkan enzim proteolitik bekerja  pH rendah karena adanya HCl memungkinkan matinya bakteri

27 pepsin  Dibentuk dalam kelenjar selapis sel dari nitrogen tidak aktif yaitu pepsinogen  Pepsinogen diaktifkan oleh ion H+ dari asam sehingga melepaskan pepsin aktif  Pepsin merubah protein yang telah terdenaturasi menjadi proteosa dan pepton

28 Rennin  Berperan pada koagulasi susu  Dengan bantuan Ca, rennin mengkonversi kasein susu menjadi parakasein yang akan dipecahkan oleh pepsin

29 Lipase  Berperan nengelmusikan lipid dengan bantuan kontraksi peristaltik  Berperan menghidrolisis triasilgliserol  Lipid yang paling mudah dicerna adalah yang memiliki rantai pendek dan memiliki rantai ester pada C-3 contohnya adalah lemak susu

30 Pencernaan pankreas dan usus  Hasil pencernaan lambung berupa chym (bersifat asam) masuk ke dalam usus yang akan dinetralkan oleh sekret pankreas dan empedu yang bersifat basa  Kenaikan pH ini penting untuk aktivitas enzim dalam usus, namun menghambat kerja pepsin lebih lanjut

31 Empedu  Empedu dihasilkan oleh hati, mengandung asam empedu atau asam kolat, Na dan Ca  Asam empedu berasal dari sintesis kolesterol yang memerlukan O2 dan NADPH  Asam empedu primer dari hati, akan diubah menjadi asam empedu sekunder di dalam usus halus oleh aktivitas bakteri dalam usus halus

32 Fungsi empedu  Menurunkan permukaan tegangan air, sehingga lemak akan mudah diemulsikan dan dilarutkan, sehingga memudahkan absorbsi vit A, D, E dan K yang larut dalam lemak serta menutupi partikel makanan sehingga tidak pecah  Menetralkan asam makanan dari lambung  Pembawa penting bagi ekskresi kolesterol dan zat toksin

33 pankreas  Sekresi pankreas tdd senyawa anorganik (Na+, HCO3-), K+, Cl-, Ca2+, Zn2+, HPO42-, SO42-, dan enzim-enzim :  Tripsin, kimotripsin, elastase  Karboksipeptidase  Amilase  Lipase  Hidrolase ester kolesteril

34 Tripsin, kemotripsin, elastase  Ke 3 enzim ini bekerja pada protein, proteosa dan pepton untuk diubah menjadi polipeptida  Tripsin bekerja pada ikatan peptida asam amino basa  Kemotripsin bekerja pada ikatan peptida yang mengandung residu asam amino tak bermuatan (asam amino aromatik)  Elastase bekerja pada ikatan yang berdekatan dengan residu asam amino kecil (glisin, alanin, serin)

35 karboksipeptidase  Enzim ini melanjutkan sintesis polipeptida dengan menyerang ikatan peptida karboksi-terminal, membebaskan asam amino tunggal

36 amilase  Mensintesis pati menjadi maltosa,maltotriosa (3 residu glukosa yang dihubungkan oleh oleh ikatan a 1- 4), oligosakarida dan glukosa

37 Lipase  Bekerja pada permukaan minyak-air dalam lipid yang telah dielmusikan  Hidrolisis terjadi pada ikatan ester (2 fosfolipid) oleh fosfolipase menghasilkan ikatan lipase dengan subtrat  Dilanjutkan hidrolisis triasilgliserol menghasilkan gliserol dan asam lemak

38 Hidrolase ester kolesterol  Mengkatalisis esterifikasi kolesterol bebas dengan asam lemak, tetapi di dalam usus enzim inimengkatalisis ester kolesteril sehingga dapat diabsorbsi usus dalam bentuk non ester

39 Usus  Usus menghasilkan getah yang disekresi oleh kelenjar Brunner dan Lieberkuhn yang mengandung enzim-enzim :  Aminopeptidase  Disakaridase  Fosfatase  Polinukleotidase  Nukleosidas  Fosfolipase

40  Aminopeptidase : berperan menyerang iktan peptida di samping asam amino N- terminal pada polipeptida dan oligopeptida, selanjutnya oleh dipeptidase dibebaskan asam aminonya  Disakaridase dan oligosakaridase : mengeluarkan molekul glukosa dari oligosakarida dan disakarida  Fosfatase : mengeluarkan fosfat dari senyawa heksosa fosfat, glisero-fosfat dan nukleotida

41  Polinukleotidase : memecah asam nukleat menjadi nukleotida  Nukleosidase : memyerang nukleosida yang mengandung guanin dan hipoxantin  Fosfolipase : menyerang fosfolipid sehingga dihasilkan gliserol, asam lemak, asam fosfat, dan kolin

42 Absorbsi karbohidrat  Absorpsi oleh darah dari yeyunum dengan 2 cara yaitu transpot aktif dan difusi  Transport aktif : adanya carier pengikat glukosa dan molekul Na+, glukosa diangkut dengan melawan gradien konsentrasinya berbarengan dengan pompa Na+ dan K+ dari dalam sel epiel usus menuju kapiler darah

43

44 Absorbsi lipid  Lipid meninggalkan fase minyaknya dan berdifusi ke dalam misel campuran senyawa garam empedu dan kolesterol  Sehingga memudahkan diserap oleh mukosa usus, maka 98% lipid makanan dapat diabsorpsi

45 Absorbsi asam amino dan protein  Terdapat 2 cara absorpsi asam amino :  L-isomer asam amino akan ditransport aktif dengan bantuan vitamin B6 serta energi pompa ion Na+ dan K+  D-isomer asam amino diangkut dengan cara difusi biasa

46 mikromolekuler  Mikromolekul yang dibutuhkan tubuh terdiri atas vitamin dan mineral  Vitamin yang dibutuhkan tubuh : vit A,B,C,D, E, dan K

47 Vitamin  Vitamin dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar :  vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C  Vitamin yang larut dalam lemak : vitamin A, D, E, dan K  Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa dan di dalam hati  Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan

48  Vitamin yang larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan  Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh  Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin  Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan vitamin yang larut air secara terus-menerus.

49 Mineral  Mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit  Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi  Tubuh perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya  Tanpa beberapa mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik  Perbedaan : mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.

50  Mineral diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh  Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari cont. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida  Mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari, cont kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc

51  Mineral dan vitamin akan bekerja bersama-sama dalam melaksanakan fungsi tubuh  Misal : untuk pembentukkan sel darah merah, zat Fe, vitamin B12, asam folat. O2, tembaga dan kobalt

52


Download ppt "Metabollisme senyawa makro dan mikromolekul Titta Novianti."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google