Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SENYAWA KOORDINASI/KOMPLEKS 1. KIMIA LOGAM TRANSISI 2. PEMBENTUKAN KOMPLEKS KOORDINASI 3. ISOMERISASI DALAM KOMPLEKS KOORDINASI 4. PENERAPAN KIMIA KOORDINASI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SENYAWA KOORDINASI/KOMPLEKS 1. KIMIA LOGAM TRANSISI 2. PEMBENTUKAN KOMPLEKS KOORDINASI 3. ISOMERISASI DALAM KOMPLEKS KOORDINASI 4. PENERAPAN KIMIA KOORDINASI."— Transcript presentasi:

1

2 SENYAWA KOORDINASI/KOMPLEKS 1. KIMIA LOGAM TRANSISI 2. PEMBENTUKAN KOMPLEKS KOORDINASI 3. ISOMERISASI DALAM KOMPLEKS KOORDINASI 4. PENERAPAN KIMIA KOORDINASI

3 KIMIA LOGAM TRANSISI Apakah unsur transisi itu ? Unsur-unsur pada golongan deret pertama deret kedua deret ketiga Mengapa transisi ? Awalnya karena unsur-unsur tersebut dianggap sebagai posisi transisi antara unsur-unsur logam (gol 1 dan 2) dan unsur-unsur non-logam (gol.13 – 18). Mengapa logam transisi ? Semua unsur-unsur transisi adalah logam. Apakah ciri utama kelompok unsur-unsur ini ? Unsur-unsur ini memiliki orbital d yang terisi sebagian atau penuh, sebagai orbital valensinya.

4 Letak Logam Transisi dalam Tabel Periodik

5 Mengapa Belajar Logam Transisi ? B O bervariasi Kemampuannya membentuk senyawa kompleks Organometalik Senyawa padatannya sangat bermanfaat Terlibat dalam katalisis dan proses biokimia Keberadaan dan Cara Memperolehnya Logam-logam bagian kiri sebagai oksida atau ion logam yang terikat dengan ion oxo Logam-logam bagian kanan sebagai sulfida dan arsenida Ion Ti adalah logam yang paling susah direduksi, hanya tereduksi oleh Na dan Mg Oksida Cr, Mn, dan Fe dapat direduksi oleh Carbon Cu dimurnikan secara elektrolisis

6 Jari-jari atom ScTiCrMnFeCoNiCuZnV Jari-jari atom (pm) deret 1 deret 2 deret 3

7 TitikLeleh W = 3410 o C Hg = -39 o C BILANGAN OKSIDASI sangat beragam Dalam satu gol biloks ↑ Gol : Sc max +3 Mn max +7

8 Logam transisi mampu membentuk kompleks koordinasi Ion Logam: Asam Lewis Ligan: Basa Lewis Contoh: [Cu(H 2 O) 4 ] 2+ -ion kompleks [Cu(H 2 O) 4 ]SO 4.H 2 O PEMBENTUKAN KOMPLEKS KOORDINASI Ligan Ion Logam

9 JENIS LIGAN UNIDENTAT RumusNamaRumusNamaRumusNama NetralAnion H2OAkuoNO2-NitroF-Floro NH3AminaOCO22-KarbonatoBr-Bromo COKarbonilONO-NitritoI-Iodo NONitrosilCN-SianoO2-Okso NH2CH3MetilaminaSCN-Tiosianato NC6H5PiridinaNCS-Isotiosianato OH-Hidrokso

10 JENIS LIGAN MULTIDENTAT  Etilenadiamina en  Oksalato oks  o-fenantrolina o-fen  Dietilenatriamina dien  Trietilenatetramina trien  Etilenadiaminatetraasetat EDTA  Asetonato acac

11 Contoh:  Tentukan bilangan oksidasi atom logam pusat yang terkoordinasi dalam senyawa berikut: a.K[Co(CN)4(NH3)2] b.[Os(CO)5] c.Na[Co(OH)3(H2O)3]

12 Penyelesaian: a. Biloks K = +1 maka muatan ion kompleks= -1. Muatan ligan NH3= 0 dan CN = -1, maka biloks atom logam pusat= (2 x 0) + (4 x -1) + (X) = -1; X = +3 b.Muatan ligan CO = 0 maka muatan senyawa kompleks = 0 berarti biloks Os = 0 c.Biloks Na = +1 maka muatan ion kompleks= -1 muatan ligan H2O = 0 dan OH = -1, maka biloks atom logam pusat= (3 x 0) + (3 x -1) + (X) = -1;X = +2

13 Contoh:  Tentukan rumus senyawa kompleks dari nama-nama senyawa dibawah ini: a.natriumtrikarbonatokobaltat(3-) b.diaminadiakuodikloroplatinum(2+)bromida c.natriumtetranitratoborat(1-)

14 Penyelesaian: a.Muatan ion kompleks= -3 diperlukan 3 kation Na rumus senyawanya= Na3[Co(CO3)3] b.Muatan ion kompleks= +2 diperlukan 2 anion Br rumus senyawanya= [PtCl2(NH3)2(H2O)2]Br2 c.Muatan ion kompleks = -1 diperlukan 1 kation Na rumus senyawanya = Na[B(NO3)4]

15 PENULISAN RUMUS SENYAWA KOORDINASI 1. Penulisan: bermuatan positif terlebih dahulu baru yang bermuatan negatif. 2. Dalam tiap ion kompleks atau kompleks netral: atom pusat(logam) dituliskan dahulu, disusul ligan bermuatan negatif lalu ligan netral dan terakhir ligan bermuatan positif. Penulisan ligan yang bermuatan sejenis diurutkan berdasarkan abjad dalam bahasa Inggris dari tiap simbol pertama ligan 3. Baik ion kompleks maupun kompleks netral dituliskan dalam kurung siku

16 TATA NAMA SENYAWA KOMPLEKS 1.Penamaan: ion bermuatan positif lalu bermuatan negatif. 2.Nama ion kompleks: ligan dahulu lalu ion logam pusatnya. 3.Urutan penamaan ligan: abaikan muatan ligan& urutkan berdasarkan urutan abjad nama ligan dalam bahasa Inggrisnya tetapi nama ligan tetap dituliskan dalam bahasa Indonesia 4.Aturan umum nama ligan:  Ligan bermuatan negatif: diberi akhiran-o dari nama dasarnya(Cl-: klorida menjadi kloro)  Ligan bermuatan positif: diberi akhiran ium dari nama dasarnya( NH4+: amonium)  Ligan bermuatan netral, diberi nama sesuaimolekulnya, kecuali beberapal igan

17 5.Jumlah tiap jenis ligan dalam awalan Yunani. 6.Muatan ion kompleks dituliskan setelah nama atom logam pusat tanpa jarak. Jumlah muatan ion kompleks ditulis dalam nomor Arab dan diikuti dengan tanda jenis muatannya didalam tanda kurung 7.Nama logam pada ion kompleks bermuatan negatif diberi akhiran- at

18 ISOMERISASI DALAM SENYAWA KOMPLEKS ISOMER STRUKTUR 1. Isomer ionisasi, [PtCl2(NH3)4]Br2[PtBr2(NH3)4]Cl Isomer akua, [Cr(H2O)6]Cl3 ungu [CrCl(H2O)5]Cl2.H2O biru hijau [CrCl2(H2O)4]Cl.2H2O hijau 3. Isomer koordinasi, [Co(NH3)6][Cr(CN)6] dan[Cr(NH3)6][Co(CN) 4. Isomer ikatan, ligan nitro –NO2 nitrito ONO, siano(CN-) isosiano(NC-),tiosianato(SCN-) isotiosianato(NCS-)

19 ISOMER RUANG 1. Isomer Geometri, cis-dan trans- 2. Isomer Optik, bayangan cermin

20 PENERAPAN SENYAWA KOMPLEKS 1.Proses fotografi AgBr(p) + S2O32- [Ag(S2O3)2]3-+ Br- 2. Proses penyepuhan Anoda: Cu + 3CN- [Cu(CN)3]2-+ e- katoda: [Cu(CN)3]2-+ e- Cu + 3CN- 3. Metalurgi emas ekstraksi Au dialam dengan proses pengkompleksan oleh CN- 4Au(p) + 8CN-+ O2+ 2H2O 4[Au(CN)2]-+ 4OH- 2[Au(CN)2]-(aq) + Zn(p) 2Au(p) + [Zn(CN)4]2- (aq)

21 4. Pengolahan air  Menghilangkan logam tertentu dalam air dengan cara pengkelatan  Pengkelatan besi dengan EDTA  Fe2+ + EDTA [Fe(EDTA)]2- [Fe2+] dalam air <<< tak menimbulkan endapan walaupun ditambahkan basa 5. Membersihkan darah Pengikatan ion Ca2+ dalam darah dengan EDTA 6. Menghilangkan logam berat dalam tubuh logam berat beracun seperti Hg dan Pb dapat dikompleks dengan EDTA

22


Download ppt "SENYAWA KOORDINASI/KOMPLEKS 1. KIMIA LOGAM TRANSISI 2. PEMBENTUKAN KOMPLEKS KOORDINASI 3. ISOMERISASI DALAM KOMPLEKS KOORDINASI 4. PENERAPAN KIMIA KOORDINASI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google