Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ENTER. MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN PAKAN PEMELIHARAAN (3)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ENTER. MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN PAKAN PEMELIHARAAN (3)"— Transcript presentasi:

1 ENTER

2 MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN PAKAN PEMELIHARAAN (3)

3 PEMELIHARAAN MELIPUTI : a.Penyulaman b.Pemupukan c.Pendangiran dan pengendalian gulma d.Pengairan e.Pengendalian hama dan penyakit f.Periode istirahat

4 A.PENYULAMAN  Dilakukan bila terjadi kegagalan penanaman  Tanaman leguminosa tumbuh setelah 3-7 hari setelah tanam, sedangkan rumput 7 hari sampai 1 bulan  Setelah waktu tersebut tanaman belum tumbuh perlu penyulaman

5 B. PEMUPUKAN Pemupukan : penambahan unsur hara untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara tersebut. Unsur yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada di dalam tanah Unsur pupuk : N, P, K (unsur makro utama) Ketiga unsur ini saling mengendalikan, mengimbangi, mendukung dan mengisi satu sama lain dan juga terhadap unsur lain

6 Yang perlu diperhatikan : a.Jenis pupuk b.Dosis pupuk c.Waktu pemupukan d.Cara pemupukan

7 Jenis Pupuk 1.Pupuk organik/ pupuk alam a. Pupuk kandang b. Pupuk kompos c. Pupuk hijau 2. Pupuk An organik/ kimia/ buatan a. Pupuk N b. Pupuk P c. Pupuk K d. Pupuk Majemuk

8 Jenis Pupuk 1.Pupuk organik/ pupuk alam : mengandung unsur hara lengkap, tetapi jumlahnya sedikit a. Pupuk kandang :  Nilai pupuk kandang ditentukan dari N (P dan K rendah)  BO dalam pupuk kandang serupa pakan  Penyusun penting : mikroorganisme  Memperbaiki : sifat kimia, fisik dan biologi

9 Susunan kimia dan kelembaban pupuk kandang TernakNisbah Padat:cair Air (%) Unsur hara N P K Kg/ton Sapi perah Sapi potong Unggas Babi Domba Kuda 80:20 95:5 60:40 67:33 80: ,6 13,7 26,2 4,5 13,0 65,8 13,7 12,8 28,4 6,8 19,9 50,6 6,7 39,7 32,8 4,3 24,2

10 b. Pupuk kompos : merupakan campuran kotoran ternak, sampah organik dan tanaman yang telah terdekomposisi c. Pupuk hijau : berasal dari tanaman terutama leguminosa

11 2. Pupuk Anorganik/kimia/buatan : a.Pupuk Nitrogen :  Dari N udara  Urea (42-45% N), ZA (21% N), Amonia cair (82% N), Amonium nitrat (33% N)  Paling banyak mengandung NH 4 dan NO 3  Merangsang pertumbuhan teritama vegetatif  Mudah larut dan menguap

12 b. Pupuk Fosfor :  Pupuk utama : superfosfat (15-50% P 2 O 5 )  Paling umum : TSP (40-47%P 2 O 5 )  Merangsang pertumbuhan generatif/reproduktif  Mudah diikat tanah

13 c. Pupuk Kalium :  Merangsang pertumbuhan akar  KCl (48-60% K 2 O 5 ), ZK/K 2 SO 4 (48-50% K 2 O 5 ) d. Pupuk Majemuk :  Mengandung 2 atau lebih unsur hara  NPK ( )  Bereaksi asam sehingga perlu kapur

14 Dosis Pupuk :  Tergantung jenis tanaman yang ditanam : rumput potongan/padang penggembalaan Waktu Pemupukan : 1.Pupuk dasar : merangsang pertumbuhan awal tanaman biasanya berupa pupuk lengkap bahkan juga pupuk kandang 2.Pupuk lanjutan : mempertahankan produktivitas tanaman

15 - N : setiap 1/2/3 kali potong/grazing - P dan K : setiap tahun  di padang penggembalaan untuk mempertahankan grass-legume balance : 100 kg Superfosfat/ha Cara Pemupukan :  melalui tanah/daun  perlu memperhatikan : a. efisiensi penggunaan pupuk oleh tanaman; b. menghindari kerusakan tanaman; c. mudah dikerjakan

16  Cara pemupukan melalui tanah : a.Disebar (broadcast) b.Pemupukan pada batas bajak c.Pemupukan dalam jalur (band placement) d.Pemupukan dalam baris e.Top dressed atau side dressed f.ditugal

17  Cara pemupukan melalui daun : oDisemprotkan ke permukaan daun, terutama bagian bawah oHarus dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang rendah oEfektif, terutama pada musim kemarau oMemerlukan alat semprot oKurang efektif untuk pertanaman yang luas

18 C.PENDANGIRAN DAN PENGENDALIAN GULMA

19 PENDANGIRAN  Untuk mengurangi kepadatan tanah, meningkatkan aerasi, dan efisiensi penggunaan pupuk  Rumput potongan : untuk menimbun rumpun yang baru dipotong, merangsang pertumbuhan tunas baru, setiap 1-2 kali panen  Padang rumput : penggembalaan berat, penggaruan ringan baru pendangiran

20 PENGENDALIAN GULMA  Rumput potongan : manual  Padang rumput, melalui 4 metode : 1.Manajemen : Persiapan penanaman, tanaman cepat tumbuh, menutup tanah, gulma kalah Menggunakan spesies tertentu berdaya saing tinggi : Brachiaria brizantha, Calopogonium mucunoides, Purearia phaseoloides, Gliridia sepium (paling dianjurkan)

21 2. Mekanis :  Dengan manual atau mesin 3. Biologi :  Dengan musuh alami : Belalang (Uroplata giradi) untuk Lantana camara 4. Kimia : herbisida selektif (tidak dianjurkan, kurang selektif dan bahaya keracunan)

22 D. PENGAIRAN  Semua tanaman membutuhkan air dalam pertumbuhannya, untuk : a.Penyusun terbesar jaringan b.Pelarut penyerapan unsur hara  Terutama dibutuhkan pada awal pertumbuhan

23 Jumlah kebutuhan air tergantung jenis tanaman : a. Rumput potongan intensif butuh air banyak, perlu irigasi di musim kemarau b. Tanaman padang rumput : C. gayana, D. decumbens, B. brizantha, C. ciliaris, leguminosa calopo, sentro, puero, siratro tahan kering

24 E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT  Hama : ulat, serangga, cacing, rayap, dsb.  Penyakit disebabkan virus, jamur dan bakteri  Cara pengendalian hama : a.Fisik : pembakaran tanaman terserang virus b.Mekanis : menangkap hama c.Kimia : insektisida untuk hama, fungisida untuk penyakit, Furadan 3G untuk rayap di dalam tanah d.Biologi : dengan musuh alami seperti pada pengendalian kutu loncat

25 F. PERIODE ISTIRAHAT  adalah selang waktu antara satu pemanenan dengan yang berikutnya, untuk pertumbuhan kembali (regrowth)  Lama periode istirahat tergantung : a.Jenis tanaman b.Iklim, pada musim kemarau perlu periode istirahat lebih panjang

26 PEMANENAN DAN PEMUNGUTAN HASIL (4)

27 DEFOLIASI adalah pengambilan atau pemotongan bagian tanaman di atas permukaan tanah baik oleh pemanenan dengan alat atau perenggutan oleh ternak  PEMUNGUTAN HASIL, dengan 2 cara : a. Soiling atau zero grazing atau cut and carry : dengan memotong tanaman b. Grazing : dengan mengembalakan ternak

28

29 Grazing di padang penggembalaan

30 Hal-hal yg perlu diperhatikan dlm defoliasi : 1.Fase pertumbuhan tanaman. dilakukan pada akhir fase vegetatif karena pada saat ini hasil proses assimilasi yang berupa karbohidrat dalam keadaan maksimum 2. Pertumbuhan kembali (regrowth) ditentukan oleh tersedianya bahan makanan cadangan di dalam akar/rhizoma dan tunggul stl defoliasi. 3. Konservasi tanah. Bila defoliasi berat tetap dilakukan tanah menjadi gundul sehingga mudah terjadi erosi.

31 2 aspek operasional defoliasi : a.Cutting/grazing frequency b. Cutting/grazing intensity

32 a.Cutting/grazing frequency adalah ulangan pemotongan/ penggembalaan yang dilakukan terhadap tanaman pakan. Semakin sering dilakukan defoliasi maka pertumbuhan kembali semakin terhambat karena tidak memperoleh kesempatan yang cukup untuk berassimilasi membentuk karbohidrat. Stocking rate mempengaruhi grazing frequency. b. Cutting/grazing intensity adalah tinggi rendahnya pemotongan tanaman pakan. Semakin pendek tanaman yang disisakan maka pertumbuhan kembali semakin terhambat karena cadangan karbohidrat di dalam tunggul semakin sedikit.

33 o rumput dan legum dipangkas 15 cm dari permukaan tanah o gamal dipangkas 2 m dari permukaan tanah, lamtoro dan akasia 1 m dr permukaan tanah o Pemangkasan pohon dilakukan 1 m dari batang,cabang utama untuk kayu api, daunnya untuk makanan ternak

34 Harvesting Forages Stage of harvest is #1 quality factor. - boot stage for grasses - early bloom for legumes Field losses during harvest is #2 factor - moisture is the enemy - hay is most at risk while drying in the field - drying stems is the toughest

35

36 SELESAI


Download ppt "ENTER. MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN PAKAN PEMELIHARAAN (3)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google