Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 1 2 KompetensiKompetensi dasar indikator Pembentukan minyak bumi dan gas alam Komponen utamautama PengolahanPengolahan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 1 2 KompetensiKompetensi dasar indikator Pembentukan minyak bumi dan gas alam Komponen utamautama PengolahanPengolahan."— Transcript presentasi:

1

2 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 1

3 2 KompetensiKompetensi dasar indikator Pembentukan minyak bumi dan gas alam Komponen utamautama PengolahanPengolahan minyak bumi Bensin

4 3 Indikator Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponen-komponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi- fraksi minyak bumi Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya.

5 4 Kompetensi Dasar Mendeskripsikan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya

6 5 PETROLEUM NATURAL GAS

7 Macqiur (Perancis, 1758) dan M.W. Lamanosow (Rusia, 1763) mengemukakan bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian didukung oleh ilmuan lainnya, yang juga menyatakan bahwa, “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.” 6

8 7 Pembentukan Minyak Bumi, Dan Gas Alam Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lampau. Sisa-sisa organisme itu mengendap didasar lautan, kemudian ditutupi lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.

9 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 8 Organisme Mati ± 150 Juta Tahun Mengendap Membentuk Batuan Ditutup Lumpur Diuraikan Bakteri anaerob Minyak dan Gas

10 Minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi (Mandeleyev, 1877). Di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 dan membentuk asitilena. (Barthelot, 1866) Beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 9

11 10 B. Compiler of petroleum 1. Alifatic Group Alkana start from short chain until long chain and stright chain or branch chain. Most componen found in n-oktana or isooktana(2,2,4- trimetil pentana) CH 3 C CH CH 2 CH 3

12 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 11 B. Compiler of petrolium 2 Alisiclic Group Sikloalkana, alkana that has close chain or siklik, like siklopentana and sikloheksana. Sikloalkana is the biggest componen after alifatik group. H2H2 H2H2 H2H2 H2H2 H2H2 C CC CC H2H2 H2H2 H2H2 H2H2 H2H2 H2H2 C C C C C C

13 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 12 B. Compiler of petrolium 3. Aromatic Group hidrocarbon compound have hexagonal siklik double bound (benzena and the derivative) H H H H H H CH

14 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 13 Senyawa aromatik = senyawa carbon heksagonal dengan ikatan rangkap terkonjugasi dan dapat beresonansi  Senyawa benzena C6H6

15 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 14

16 15 Komponen-Komponen Utama Penyusun Minyak Bumi dan Gas Alam Minyak Bumi – Alkana – Sikloalkana – Hidrokarbon Aromatik – Alkena – Senyawa karbon yang mengandung oksigen, sulfur dan nitrogen (OSN) Gas Alam – Metana – Etana – Propana – Butana – Karbon dioksida – Hidrogen Sulfida

17 Daratan PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 16

18  Pencarian Minyak Bumi di Laut PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 17

19 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 18 Persamaan Helmholtz

20 1)mencari keberadaan minyak bumi yang berada di bawah tanah daratan maupun laut. 2)pembuatan sumur (well-construction), yang meliputi : a. pemboran (drilling), b.memasang tubular sumur (casing) dan c.penyemenan (cementing). 3)Proses completion untuk membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi : a.perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; b.pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; c.pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan; d.pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. 4)Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. 5)Mengambil minyak bumi tersebut dengan alat tertentu, dan mengolah minyak mentah tersebut untuk dapat digunakan. PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 19

21 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 20 Gambar kilang minyak bumi

22 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 21 PENGOLAHAN MINYAK BUMI Minyak bumi yang telah dipisahkan dengan gas alam Disebut minyak mentah. Dibedakan menjadi : Minyak Mentah Ringan (Light Crude Oil) Mengandung kadar logam dan belerang rendah, berwarna terang dan encer (viskositas rendah) Minyak Mentah Berat (Heavy Crude Oil) Mengandung kadar logam dan belerang tinggi,memiliki viskositas tinggi Minyak mentah berat merupakan campuran kompleks dengan komponen utama alkana, dan sebagian kecil alkena, alkuna, alkuna, aromatik dan senyawa organik. Pemisahan komponen ini berdasarkan perbedaan titik didih. Proses ini disebut destilasi bertingkat.

23 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 22 DISTILASI BERTINGKAT Minyak mentah dipisahkan kedalam fraksi-fraksi Yaitu kelompok yang memiliki titik didih tertentu. Prosesnya: -Minyak mentah dipanaskan kemudian uap dialirkan kebagian bawah menara destilasi -Dalam menara uap melalui tray (pelat) -Terjadi perpindahan massa dan panas sehingga komponen terpisah. Dalam perjalanannya uap akan terkondensasi. -Uap kemudian didinginkan sehingga menjadi cair. -Fraksi dengan titik didih tinggi akan terkondensasi dibawah menara, sedangkan uap dengan TD rendah terkondensasi diatas menara

24 FRAKSI-FRAKSI DALAM MINYAK BUMI PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 23

25 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 24

26 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 25

27 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 26 FraksiJumlah atom C Rentang titik didih (°C) Kegunaan GAS RINGAN Metana dan etana Olefin (alkena) Propana dan butana C 1 – C 4 C 1 – C 2 C 2 – C 4 C 3 – C 4 ~ 20 < 20 Bahan bakar (LNG) Alkohol, karet, plastik Bahan bakar (LPG) GASOLIN Petroleum eter Bensin Nafta C 5 – C 11 C 5 – C 6 C 6 – C 8 C 8 – C – – – – 200 Bahan bakar, pelarut Bahan bakar motor, pelarut Pelarut KEROSIN (minyak tanah) C 12 – C – 300Bahan bakar, pelarut MINYAK DIESEL (solar C 15 – C – 380Bahan bakar mesin berat MINYAK PELUMASC 16 – C – 400Pelumas mesin VASELINC 18 – C Pelumas, farmasi, pelapis kedap air LILIN PARAFINC 20 – C 30 Titik leleh: 50 – 60 Lilin penerang, pelapis kedap air ASPAL > C 50 -Cat, aspal, dll KOKAS> C 50 -Metalurgi, elektroda, dll

28 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 27 FraksiUkuran molekul Titik didih (C)Kegunaan Gas Eter petroleum Bensin (gasoline) Kerosin minyak diesel/ solar Minyak pelumas Parafin Aspal C1 – C5 C5 – C7 C5 – C12 C9– C14 C16–C18 C18-C20 C20-C22 C25 > -160 – – – > Bahan bakar (LPG), sumber hidrogen Pelarut, dry cleaning Bahan bakar motor Bahan bakar mesin diesel, bahan bakar industri, untuk cracking Pelumas Membuat lilin, dan lain-lain Bahan bakar dan untuk pelapis jalan raya

29 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 28

30 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 29 PROSES KONVERSI Perengkahan (cracking) Perengkahan (cracking) Pemecahan molekul besar menjadi molekul – molekul kecil ex : perengkahan fraksi berat minyak bumi menjadi bensin, kerosin dll Alkilasi Alkilasi Penggabungan molekul – molekul kecil menjadi molekul besar Memperoleh fraksi – fraksi dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan permintaan pasar Reforming Reforming Bertujuan mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai bercabang/aromatik ex : rantai lurus C5 – C6 diubah menjadi bensin Coking Coking Perengkaahn fraksi residu padat menjadi fraksi minyak bakar dan hidrokarbon intermediat. Dalam proses ini dihasilkan kokas (coke)

31 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 30 PEMISAHAN PENGOTOR Menara asam sulfat Menara asam sulfat Memisahkan hidrokarbon tidak jenuh, senyawa nitrogen, oksigen, aspal dll. Scrubber Scrubber Memisahkan belerang atau senyawa belerang fraksi – fraksi mengandung berbagai pengotor,antara lain senyawa organik,S,N,O, air,logam dll. Menara absorpsi Menara absorpsi Mengandung agen pengering untuk memisahkan air Dipisahkan dengan melewatkan pada :

32 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 31 BENSIN BENSIN Merupakan bahan bakar transportasi yang memegang peranan penting dalam perekonomian dunia. Oleh karena bensin hanya terbakar dalam fase fase uap, maka bensin harus diuapkan dalam karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan. Pembakaran bensin yang diinginkan adalah menghasilkan dorongan yang mulus terhadap penurunan piston. Hal ini tergantung dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi yang ditransfer ke piston menjadi maksimum. Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari jenis rantai hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin. Alkana rantai bercabang/aromatis dalam bensin seperti iso oktana tidak terlalu mudah terbakar.

33 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 32

34 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 33 BENSIN BENSIN

35 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 34

36 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 35 a Motor empat langkah (four stroke) Langakah pertama (Langkah hisap): pada saat langkah ini, katub hisap terbuka dan katub buang tertutup. Piston bergerak dari posisi titik mati atas (TMA) menuju titik mati bawah (TMB) yang disertai dengan proses pemasukan bahan bakar melalui katup hisap. Langkah kedua (Langkah kompresi): katub hisap dan katub buang sama- sama tertutup. Piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) menujutitik mati atas (TMA) yang disertai dengan proses kompresi terhadap campuran bahan bakar-udara, sehingga tekanan dan temperatur meningkat hingga mencapai titik nyala elektroda busi. Sesaat sebelum mencapai titik mati atas, busi menyala. Langkah ketiga (Langkah ekspansi/Langkah kerja): katup hisap dan katup buang masih tertutup. Nyala api pada busi membakar bahan bakar sehingga berubah phasa menjadi gas bertekanan tinggi, kemudian gas ber-ekspansi, sehingga piston terdorong dari titik mati atas (TMA) menuju titik mati bawah (TMB), hingga tekanan dalam ruang bakar menurun. Langkah keempat (Langkah buang): katup hisap tertutup dan katup buang terbuka, piston medorong sisa pembakaran keluar dari ruang bakar melalui katup buang. Pembilasanpun terjadi hingga torak mencapai titik mati atas

37 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 36 b Motor dua langkah (two stroke) Langkah pertama (langkah kompresi): torak bergerak dari titik mati bawah (TMB) menuju titik mati atas (TMA) dan melakukan proses kompresi pada campuran bahan bakar-udara yang telah berada dalam ruang bakar. Langakah kedua (langkah kerja): torak berada pada posisi titik mati atas (TMA) dan akibat proses pembakaran bahan bakar, terbentuk gas dengan tekan dan temperatur tinggi, sehingga gas mengalami ekspansi yang mendorong torak menuju titik mati bawah (TMB) dan disertai dengan pelepasan energi (kerja). Pada saat torak berada pada TMB, campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang bakar sekaligus melakukan proses pembilasan, yakni mengganti sisa gas buang yang terdapat dalam ruang bakar dengan bahan bakar baru.

38 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 37 Bensin (petrol atau gasolin) Jenis bensin – Premium – premix – Pertamax – Pertamax plus Mutu bensin, dinyatakan dengan bilangan oktan.bilangan oktan Zat aditif pada bensin – TEL (tetra ethyl lead) – MTBE (methyl tertiery buthyl ether)

39 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 38 ANGKA OKTAN ANGKA OKTAN Oleh karena itu, bensin dengan kualitas baik harus lebih banyak mengandung lebih banyak rantai bercabang/aromatik dibanding rantai lurus. Kualitas bensin ini dinyatakan dengan ANGKA OKTAN Alkana rantai bercabang/aromatis dalam bensin seperti iso oktana tidak terlalu mudah terbakar. Alkana rantai lurus dalam bensin seperti n-heptana,n-oktana sangat mudah terbakar. Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagi ketukan (knocking)

40 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 39 ANGKA OKTAN ANGKA OKTAN Merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu bensin terbakar dalam ruang pembakaran. Nilai oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana karena memberikan ketukan terbanyak. Nilai oktan 100 untuk isooktana karena memberikan ketukan paling kecil Ex : suatu campuran 30 % n-heptana dan 70 % isooktana akan mempunyai bilangan oktan : = (30/100 x 0) + (70/100 x 100) = 70

41 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 40 Bilangan oktan Bilangan oktan merupakan nilai mutu bensin yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkan pada mesin pada saat pembakaran terjadi. Dua jenis senyawa pembanding untuk menentukan nilai oktan adalah: – Isooktana menghasilkan ketukan sedikit diberi nilai oktan 100 – n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak diberi nilai oktan 0 Pertamax mempunyai nilai oktan 92, berarti mutu bahan bakar setara dengan campuran 92% isooktana dan 8% n- heptana.

42 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 41 Pertamax mempunyai nilai oktan 92, berarti mutu bahan bakar setara dengan campuran 92% isooktana dan 8% n-heptana. Atau efisiensi pembakaran pertamax tersebut setara dengan bensin (standar) yang memiliki isooktana 92% dan n heptana 8%.

43 PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 42 Dampak Pembakaran Bensin Bagi lingkungan Dampak Pembakaran Bensin Bagi lingkungan CO Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna Bersifat racun Bersifat racun CO 2 Pembakaran bahan bakar Pemanasan global Pemanasan global NO x Pembakaran bahan bakar pada suhu tinggi dimana nitrogen ikut teroksidasi  Hujan asam PbPenggunaan aditif bensin yang mengandung timbal Timbal beracun -

44 ASAP BUANGAN KENDARAAN BERMOTOR GAS KARBON DIOKSIDA (peningkatan suhu bumi atau pemanasan global) GAS KARBON MONOKSIDA (bereaksi dengan Hb,mengakibatkan sakit kepala,gangguan pernafasan serta kematian) OKSIDA BELERANG (gangguan pernafasan,rusaknya jaringan,bahaya hujan asam) OKSIDA NITROGEN (berkurangnya daya pandang,iritasi mata,membuat tanaman layu) BUTIRAN (PARTIKULAT) (menganggu daya pandang,memperbesar bahaya asap berkabut,mengganggu pernafasan) PARTIKEL TIMAH HITAM (mudah lelah,depresi,kerusakan otak,ginjal dan hati) PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 43

45  Pengolahan minyak mentah dapat dilakukan dengan melalui destilasi bertingkat, yang di dasarkan pada perbedaan titik didih.  Hasil destilasi ada 2,yaitu: a.Destilat = cairan hasil destilasi seperti petroleum eter, bensin,nafta dan solar b.Residu = padatan sisa destilasi seperti plumas, vaselin,lilin, aspal. PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 44

46 Produk-Produk Industri Petrokimia Pupuk Obat-Obatan Alat Rumah Tangga Plastik Serat Sintetik Pestisida Detergen Dll PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 45


Download ppt "PETROLEUM and Natural Gas By Farid SMA N 1 YK 1 2 KompetensiKompetensi dasar indikator Pembentukan minyak bumi dan gas alam Komponen utamautama PengolahanPengolahan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google