Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Ferly David, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Ferly David, M.Si."— Transcript presentasi:

1 Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Ferly David, M.Si.

2 Siapa Manusia? Bukan Seperti Ini !!!

3 Adakah Ciri Khas Manusia? Mahluk berakal. Mahluk berakal. Mahluk berbudi. Mahluk berbudi. Mahluk berperasaan. Mahluk berperasaan. ? ?? ?? ??? ???

4 Manusia Mahluk yang Bertanya: Apa ? Mengapa ? Bagaimana seharusnya ? Memberi Nama-nama Memberi Penjelasan: IP atau Agama Mengambil Keputusan

5 Norma Norma berasal dari kata Latin “Norma” yang artinya alat tukang kayu untuk mengukur sudut. (Dalam bahasa Indonesia: Siku-siku) Norma adalah “Ukuran Tindakan”

6 Jaringan Norma-Norma Norma: Ukuran Tindakan Khusus: Berlaku dalam Situasi tertentu Umum: Berlaku dalam Segala situasi Aturan bahasa Aturan Permainan Tata Tertib Etiket Hukum Moral Aturan Tindakan untuk Sopan Santun Aturan Tindakan untuk Ketertiban Umum Aturan Tindakan untuk Kebaikan Manusia

7 Norma Khusus Vs Norma Umum Pak Imam adalah seorang dosen yang buruk, karena dalam mengajar selalu dengan cara membaca teks sehingga membuat mahasiswanya mengantuk. Pak Imam adalah seorang dosen yang buruk, karena dalam mengajar selalu dengan cara membaca teks sehingga membuat mahasiswanya mengantuk. Tetapi ia orang yang sopan karena memakai baju yang rapih dan selalu menyapa orang dengan ramah. Selain itu ia jujur dan dapat dipercaya. Ia selalu bersikap adil. Tetapi ia orang yang sopan karena memakai baju yang rapih dan selalu menyapa orang dengan ramah. Selain itu ia jujur dan dapat dipercaya. Ia selalu bersikap adil. Secara khusus, sebagai dosen, pak Imam itu buruk. Tetapi secara umum ia orang yang sopan dan baik hati. Secara khusus, sebagai dosen, pak Imam itu buruk. Tetapi secara umum ia orang yang sopan dan baik hati.

8 Etiket dan Hukum Etiket dan hukum sama sekali tidak mempunyai hubungan. Etiket dan hukum sama sekali tidak mempunyai hubungan. Kalaupun ada, bisa disebut etiket sebagai hukum non- formal yang sangat longgar. Kalaupun ada, bisa disebut etiket sebagai hukum non- formal yang sangat longgar.

9 Etiket Vs Hukum Berdasarkan kesepakatan yang longgar. Berdasarkan kesepakatan yang longgar. Tidak memiliki sangsi Tidak memiliki sangsi Diundangkan secara formal dan tegas. Tuntutan sangsinya jelas.

10 Etiket dan Moral Sama-sama menyangkut prilaku dari manusia. Hewan tidak memerlukan etiket, apalagi moral. Sama-sama menyangkut prilaku dari manusia. Hewan tidak memerlukan etiket, apalagi moral. Sama-sama mengatur tindakan manusia secara normatif, dengan ukurannya sendiri-sendiri. Sama-sama mengatur tindakan manusia secara normatif, dengan ukurannya sendiri-sendiri.

11 Etiket Vs Moral Hanya menilai cara bertindak Hanya menilai cara bertindak Hanya berlaku dalam pergaulan (ketika ada orang lain) Hanya berlaku dalam pergaulan (ketika ada orang lain) Sangat relatif, tergantung budaya Sangat relatif, tergantung budaya Menilai segi lahiriah dari manusia Menilai segi lahiriah dari manusia Menilai substansi tindakan Berlaku sepanjang hidup (ada atau tidak ada orang lain) Lebih bersifat universal Menyangkut manusia dari dalamnya.

12 Hukum dan Moral Hukum dan moral tidak selalu sama. Apa yang dinilai hukum itu benar, belum tentu secara moral benar. Contoh: hukum politik apartheid. Hukum dan moral tidak selalu sama. Apa yang dinilai hukum itu benar, belum tentu secara moral benar. Contoh: hukum politik apartheid. Hukum membutuhkan moral. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Tanpa dukungan moral, hukum bisa menjadi legalisasi penindasan. Contoh: hukum yang bias jender (UU perkawinan). Hukum membutuhkan moral. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Tanpa dukungan moral, hukum bisa menjadi legalisasi penindasan. Contoh: hukum yang bias jender (UU perkawinan). Sebaliknya moral membutuhkan hukum. Moral hanya akan ada di awang-awang jika tidak dibuat hukumnya. Tanpa dukungan hukum, moral tidak berfungsi. Contoh: Masalah Perlindungan Konsumen. Sebaliknya moral membutuhkan hukum. Moral hanya akan ada di awang-awang jika tidak dibuat hukumnya. Tanpa dukungan hukum, moral tidak berfungsi. Contoh: Masalah Perlindungan Konsumen.

13 Hukum Vs Moral Tertutup (sudah baku), hanya bisa ditafsirkan. Tertutup (sudah baku), hanya bisa ditafsirkan. Bersifat legal-formal Bersifat legal-formal Mengukur tindakannya “an sich” Mengukur tindakannya “an sich” Bisa dipaksakan dengan sanksi hukuman Bisa dipaksakan dengan sanksi hukuman Dasarnya kesepakatan masyarakat tertentu Dasarnya kesepakatan masyarakat tertentu Terbuka untuk diperbincangkan / diperdebatkan Bersifat Subyektif Menilai juga motivasi dibalik tindakan Tidak bisa dipaksakan, sanksinya hanya nurani Dasarnya nilai-nilai kemanusiaan universal

14 Pertanyaan Pengarah 1. Apa yang dimaksud dengan norma? Beri penjelasan tentang norma umum dan khusus. 2. Jelaskan dan beri contoh masing-masing arti Etiket, hukum dan moral. 3. Jelaskan hubungan dan perbedaan artara etiket dan hukum. 4. Jelaskan hubungan dan perbedaan antara etiket dan moral. 5. Jelaskan hubungan dan perbedaan artara hukum dan moral.


Download ppt "Manusia, Prilaku, dan Norma-Norma Ferly David, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google