Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ruang Lingkup dan Perkembangan Ilmu Hubungan Internasional Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ruang Lingkup dan Perkembangan Ilmu Hubungan Internasional Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta."— Transcript presentasi:

1 Ruang Lingkup dan Perkembangan Ilmu Hubungan Internasional Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta Penyaji : Hartanto, S.I.P, M.A.

2  Seluruh penduduk dunia terbagi kedalam wilayah komunitas politik yang terpisah, atau negara-negara merdeka.  Negara-negara itu membentuk sistem internasional yang kemudian menjadi sistem global.  Ada berapakah negara merdeka saat ini ?

3 IIlmu yang mempelajari hubungan antar negara yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi non pemerintah, dan individu yang khususnya mempunyai tujuan politik,(tetapi juga ekonomi, dan sosial-budaya ) KKaren Mingst menyatakan International Relations is the study of interactions among the various actors that participate in international politics, including states, international organizations, non governmental organizations, sub national entities like bureaucracies and local government, and individuals.

4 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL NEGARA WILAYAH LOKASI KONDISI PENDUDUK KUANTITAS KUALITAS PEMERINTAHAN BENTUK SISTEM POLITIK LUAR NEGERI DIPLOMASI SEJARAH UNSUR FUNGSI PERANG SEBAB2 MACAM2 POLITIK INTERNASIONAL KONFLIK SEBAB2 RESOLUSI HUKUM INT KERJASAMA BILATERALMULTI REGIONAL

5 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL POLITIK INTERNASIONAL ORGANISASI DAN ADMINISTRASI INT HUKUM INTERNASIONAL

6  Ilmu hubungan internasional adalah satu disiplin ilmu yang relatif masih baru. Pertumbuhannya sebagai disiplin ilmu tersendiri dimulai sejak akhir Perang Dunia I (PD I), dan selanjutnya perkembangannya sangat pesat sejak akhir Perang Dunia II (PD II) dengan munculnya kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam  pertarungan politik dunia.

7  Kajian hubungan internasional menjadi sangat menarik perhatian masyarakat dunia terutama negara-negara besar ketika itu karena pengalaman mereka sejak sebelum PD II hingga berakhirnya peranag tersebut menyisakan beberapa pertanyaan mendasar bagi mereka.  Diantara pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagaimana mereka menentukan kebijakan kedepan terutama dalam menghadapi pola perimbangan kekuatan dunia? Apa dasar utama bagi mereka menentukan kebijakan terhadap negara-negara lain? Bagaimana menentukan dasar kebijakan tersebut?

8  Menurut catatan Steve Smith dalam buku The Study of International Relations, The State of The Art1 bahwa awal perkembangan ilmu hubungan internasional menjadi satu disiplin ilmu tersendiri baru dimulai segera setelah Perang Dunia I (PD I). Sebelum PD I, terutama merujuk perkembangan di Eropa umumnya, khususnya di Inggris, kajian hubungan internasional dipelajari secara terpisah diberbagai cabang ilmu seperti dalam bidang hukum, sejarah, dan falsafah.  Bidang lain yang turut mengkaji ilmu hubungan internasional ketika itu adalah bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan perdagangan internasional. Pendekatan-pendekatan dari bebagai bidang ilmu ini tidak cukup memuaskan untuk memahami intisari hubungan internasional yang sebenarnya.

9  IDEALIS. Pemikiran idealis ini berkembang sejak akhir PD I hingga PD II (1920-an hingga 1930-an). Pemikiran idealis ini tampil menawarkan kepada para pengambil kebijakan di berbagai negara sebuah tata cara untuk menghindari perang.  Namun kenyataannya selama dekade 1920-an dan 1930-an ketegangan akibat pacuan senjata di Eropa terus meningkat. Aliasi militer Triple Etente (Inggris, Perancis, Rusia) dan Triple Alliance (Jerman, Italia, Austria) terbentuk dan saling berhadapan. LBB tumbuh menjadi lembaga yang digunakan sebaga ajang membangun kekuatan bagi negara-negara besar Eropa sehingga lembaga yang dibentuk atas dasar cita-cita perdamaian dunia justru berubah menjadi wilayah konflik.

10  Kegagalan paradigma idealis dalam menjelaskan kenyataan hubungan internasional pada dekade 1930-an mendapat tanggapan dengan lahirnya paradigma alternatif yang dikenal sebagai paradigma realisme.  Paradigma realisme ini muncul pada era pasca PD II (1940-an) dan secara umum adalah paradigma yang paling dominan, paling tidak dominasinya berlangsung hingga dekade 1980-an. Kemunculan paradigma realisme ini juga tidak terlepas dari tampilnya Amerika Serikat sebagai kekuatan dominan pada era dan pasca PD II. Bahkan ada kecenderungan pemerintah Amerika mendorong diperkuatnya kajian hubungan internasional untuk memetakan tindakan negara adi daya ini kedepan.

11  Marxism muncul sebagai reaksi terhadap paradigma idealis atau liberalis.

12 Mengutip dari buku Karl W. Deutch dengan judul yang sama yaitu analisis hubungan internasional (1978), Mohtar Mas’oed mengemukakan tentang dua belas kelompok pertanyaan yang sering menjadi substansi studi Hubungan Internasional, yaitu:  bangsa dan dunia;  proses transnasional dan interdependensi internasional;  perang dan damai;  kekuatan dan kelemahan;  politik internasional dan masyarakat internasional;  kependudukan versus pangan, sumber daya alam, dan lingkungan;  kemakmuran dan kemiskinan;  kebebasan dan penindasan;  persepsi dan ilusi,  apati, dan aktivitas;  revolusi dan stabilitas;  identitas dan transformasi.

13  NEGARA DENGAN SEGALA KOMPONENNYA. 1. Geografi /Wilayah 2. Penduduk 3. Pemerintahan  POLITIK LUAR NEGERI 1. Diplomasi 2. Perang  POLITIK INTERNASIONAL 1. Konflik 2. Kerjasama

14 SSTATE is a legal geopolitical entity that has a permanent population, defined territory, and a legitimate government. Entitas yang berdiri akibat munculnya perjanjian westphalian 1648 yang memisahkan negara dan agama. NNATION refers much more specifically to a group of people who feel themselves bound together by strong cultural, historical, religious, or linguistic ties. NNATION STATE a nation with a political construct, i.e. territorially defined boundaries, legal government, and foreign recognition.

15  The peace treaty that concluded the Thirty years of war in Europe, and also the recognition of a completely new political entity, the sovereign state.  Sovereignty is the fundamental right of the state to perpetuate and govern itself, subject to no higher political authority

16  Nationalism can be defined as a state of mind in which the individual’s loyalty is directed totally toward the nation state on behalf of a nation  Nationalism as a Positive Force : Creating National Identity, equally intense sense of belonging.  Nationalism as a Destructive Force; Minority problems, irredentism, Separatism, Chauvinism, Ultra nationalism.

17  Geography can be defined as land and location.  Geography can be played a major in determining power depends on: 1. Size or land mass 2. Natural Resources 3. Location

18  Geopolitik ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara kebijakan politik dengan kondisi geografis atau informasi geografis untuk pembuatan politik luar negeri.  Geopolitics is a science that would relate the importance of land and location to local and global power

19  FOOD  ENERGY AND RAW MATERIALS: OIL, IRON ORE, COAL.  MINERAL, DIAMOND, GOLD, ETC.  WOOD

20  A nation’s population is a major component of national power, it is depends on: 1. Quantity 2. Quality 3. Distribution 4. Composition 5. Morality

21  Diplomacy can be defined as the political craft of discussion and negotiation on a government to government level.  The management of relations between states and other actors.  From a state perspective diplomacy is concerned with advising, shaping, and implementing foreign policy.

22  Warfare, use of force on the part of two or more nations or other organized groups for the purpose of deciding questions at issue that cannot be settled by diplomatic means. Warfare takes a variety of forms besides organized military confrontations—among them insurrections, revolutions, coups d'état, guerrilla warfare, and terrorism. A state of war can also exist without actual recourse to arms, such as the cold war.  THE CONDUCT OF WARFARE The military institutions of a nation and the way it wages war are determined principally by its form of government, social structure, economic strength, and geographical position. Before World War II, the United States, taking advantage of its isolated geographical positions, maintained only a small standing army and depended on its navy and that of Britain.

23  PERANG DUNIA I  PERANG ANTARA ALLIED FORCES DIPIMPIN INGGRIS- PERANCIS MELAWAN CENTRAL POWER DIPIMPIN JERMAN  PERANG DUNIA II  PERANG ANTARA KEKUATAN FACISME YANG DIPIMPIN JERMAN VS KOALISI INGGRIS- PERANCIS

24 CIRI UTAMA KONFLIK INTERNAL REGIONAL INTERNASIONAL KERJASAMA BILATERAL REGIONAL MULTILATERAL

25  INTERNAL  SEPARATISME  COUP D’ETAT  INSURRECTION  REGIONAL  BOUNDARY DISPUTES  TERRITORIAL  POSITIONAL  FUNCTIONAL DISPUTES  TRANSBOUNDARY RESOURCE DISPUTES  INTERNATIONAL  OCCUPATION  ANNEXATION  IMPERIALISM  AGGRESSION  COALITION  ISOLATION

26  MULTILATERAL  UNITED NATIONS  INTERNATIONAL RED CROSS  ORGANIZATION OF ISLAMIC CONFERENCE  OPEC  BILATERAL  INDONESIA – AUSTRALIA  US – RUSSIA,ETC  REGIONAL  ASEAN  AFTA  APEC  EUROPEAN UNION

27  MULTIPOLAR  FULL OF CONFLICTS I.E. WORLD WAR I & II  BIPOLAR  FULL OF CONFLICTS I.E THE COLD WAR  UNIPOLAR  FULL OF CONFLICTS I.E IRAQI WAR, ARAB-ISRAELI WAR  TRIPOLAR  MORE PEACEFUL

28 INTERNATIONAL LAW  PRINCIPLES, RULES, STANDARDS THAT GOVERNS NATIONS AND OTHER PARTICIPANTS IN INTERNATIONAL AFFAIRS IN THEIR RELATIONS WITH ONE ANOTHER.  Ialah Hukum yang mengatur hubungan antar orang, instansi, dan negara yang melampaui perbatasannya, juga mengatur hubungan antar organisasi internasional di tingkat regional maupun global.  Hukum yang mengatur hubungan manusia, barang, dan jasa di tingkat internasional.

29  RESOLUSI KONFLIK GLOBAL DAN REGIONAL  MENGATUR WILAYAH YANG BUKAN MENJADI MILIK SIAPAPUN, MISAL ANGKASA LUAR, DAN LAUT BEBAS.  MENCEGAH PENJAJAHAN NEGARA ATAS NEGARA  MENCIPTAKAN PERDAMAIAN INTERNASIONAL

30  Law of Enforcement sukar diterapkan karena setiap negara mempunyai kedaulatan  Alat Law of Enforcement seperti PBB dengan International Court of Justice-nya masih belum matang.  Sangsi sangsi yang diberikan oleh alat Law of Enforcement seperti Resolusi DK PBB berupa sangsi ekonomi maupun militer seringkali tidak efektif.

31  Jaksa Belanda yang bernama Hugo Grotius (1625).  Tulisannya berjudul De Jure Belli ac Pacis ( On the Law of War and Peace )  Pikiran Grotius mengilhami Konggres Peace of Westphalia 1648 yang mengakhir Perang 30 tahun di Eropa, dan penekanan pada pemilikan souvereignty bagi setiap negara

32  TREATIES : kesepakatan yang dibuat oleh 2 negara atau lebih tetapi juga dapat dibuat oleh organisasi, nama kesepakatan tersebut bisa bernama ; agreement, convention, protocol, pact, atau covenant.  CONGGRESS OF VIENNA 1815 yang kemudian mempengaruhi lembaga-lembaga internasional: peraturan untuk prosedure diplomatik, perturan tentang perlakuan terhadap utusan-utusan diplomatik.

33 THE CONFERENCE OF PARIS 1856 : Deklarasi Hukum Laut Internasional ( Larangan menggunakan kapal-kapal pribadi untuk perang). KONFERENSI, KONVENSI GENEVA I, 1864, Konferensi yang mengatur korban perang dan perlakuan Tim medis. KONFERENSI PERDAMAIAN 1899 DAN 1907 Di Den Haag Belanda, Konferensi untuk menghindari perang, pada tahun 1899 Konferensi ini menghasilkan Permanent Court of Arbitration

34  International Court of Justice (menyelesaikan sengketa antara negara)  International Criminal Court (memperkarakan orang yang melakukan kejahatan atas orang lain)  Private International Law  The International Human Rights Law.  The International Criminal Law

35  Tradisional, tradisionalis menganggap bahwa metode saintisme tidak bisa diterapkan dalam Hubungan Internasional, karena manusia itu begitu kompleks dan tidak bisa diprediksikan.  Saintifik, Saintisme (scientism) adalah kepercayaan atau anggapan bahwa kekakuan akademik dan metode-metode ilmu fisika bisa digunakan pada semua disiplin ilmu, termasuk ilmu sosial.

36  Kita mempelajari Hubungan Internasional bisa dengan menggunakan metode saintifik ilmu sosial atau pendekatan tradisional sekaligus.  Dalam penelitian Hubungan Internasional, setelah masalah penelitian dirumuskan, tinggal memilih metode mana yang akan digunakan.  Yang penting bagi para ilmuwan Hubungan Internasional adalah ada teori yang membimbing mereka sewaktu mereka meneliti/ mengeksplorasi studi Hubungan Internasional. Jika mereka tidak bisa menemukan teori, maka akan digunakan pendekatan (approach).

37  Untuk memahami dan mempelajari fenomena hubungan internasional yang rumit dan kompleks, kita perlu memfokuskan studi kita pada tingkat-tingkat analisa (level of analysis), yakni pada level faktor-faktor yang mempengaruhi fenomena hubungan internasional.  Istilah level of analysis diperkenalkan pada studi Hubungan Internasional oleh J. David Singer ketika ia mereview tulisan KN Waltz tentang perang bulan April Setahun kemudian (1961), david Singer menulis karangan berjudul “The Level of Analysis Problem in International Relations”

38  pembuatan keputusan individual dan karakteristiknya;  peran yang dimiliki pembuat keputusan;  struktur pemerintahan tempat pembuat keputusan berada;  Masyarakat dan karakteristiknya;  hubungan-hubungan yang ada antara pembuat keputusan negara bangsa dan aktor-aktor internasional lain;  Sistem dunia.

39 TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA


Download ppt "Ruang Lingkup dan Perkembangan Ilmu Hubungan Internasional Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google