Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang Tugas Manajemen Keuangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang Tugas Manajemen Keuangan."— Transcript presentasi:

1 Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang Tugas Manajemen Keuangan

2 Daftar Isi Pengertian 1 Fenomena Penelitian 2 Research Gap 3 Tujuan Penelitian 4 Metode Penelitian 5 Kesimpulan dan Mapping Jurnal 7 Hasil Penelitian 6 MIA 4

3 Kebijakan hutang memiliki pengaruh pendisiplinan perilaku manajer. Hutang akan mengurangi konflik agensi dan meningkatkan nilai perusahaan. Peningkatan hutang meningkatkan leverage sehingga meningkatkan kemungkinan kesulitan-kesulitan keuangan atau kebangkrutan. Kekhawatiran akan kebangkrutan mendorong manajer agar efisien, sehingga memperbaiki biaya agensi. Hutang memaksa perusahaan membayar pokok hutang dan bunga sehingga mengurangi free cash flow dan menurunkan insentif manajer untuk berperilaku memuaskan diri sendiri. Kebijakan hutang memiliki pengaruh pendisiplinan perilaku manajer. Hutang akan mengurangi konflik agensi dan meningkatkan nilai perusahaan. Peningkatan hutang meningkatkan leverage sehingga meningkatkan kemungkinan kesulitan-kesulitan keuangan atau kebangkrutan. Kekhawatiran akan kebangkrutan mendorong manajer agar efisien, sehingga memperbaiki biaya agensi. Hutang memaksa perusahaan membayar pokok hutang dan bunga sehingga mengurangi free cash flow dan menurunkan insentif manajer untuk berperilaku memuaskan diri sendiri.

4 Pengertian Hutang Hutang Menurut Djarwanto (2004:34) merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang atau menyerahkan barang atau jasa pada tanggal tertentu. Hutang Menurut Djarwanto (2004:34) merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang atau menyerahkan barang atau jasa pada tanggal tertentu. Jensen dan meckling (1976) dalam Melinda (2008) menyatakan bahwa masalah keagenan disebabkan oleh adanya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol. Kepemilikan manajerial harus dapat disesuaikan dengan kepentingan pemegang saham agar dapat meminimumkan biaya keagenan yang muncul dari adanya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol tersebut. Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen dalam perusahaan maka manajemen akan berusaha lebih giat untuk kepentingan pemegang saham termasuk mereka sendiri. Kepemilikan manajer yang Universitas Sumatera Utaratinggi menyebabkan manajer tidak hanya memiliki kontrol manajemen namun juga kontrol voting di dalam perusahaan. Jensen dan meckling (1976) dalam Melinda (2008) menyatakan bahwa masalah keagenan disebabkan oleh adanya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol. Kepemilikan manajerial harus dapat disesuaikan dengan kepentingan pemegang saham agar dapat meminimumkan biaya keagenan yang muncul dari adanya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol tersebut. Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen dalam perusahaan maka manajemen akan berusaha lebih giat untuk kepentingan pemegang saham termasuk mereka sendiri. Kepemilikan manajer yang Universitas Sumatera Utaratinggi menyebabkan manajer tidak hanya memiliki kontrol manajemen namun juga kontrol voting di dalam perusahaan. Kepemilikan institusional adalah persentase saham yang dimiliki oleh institusi dari keseluruhan saham perusahaan yang beredar. Kepemilikan institusional menurut Chen & Steiner (1999) dalam Melinda (2008) akan mengurangi masalah keagenan karena pemegang saham institusional akan membantu mengawasi perusahaan sehingga manajemen tidak akan bertindak merugikan pemegang saham. Kepemilikan institusional adalah persentase saham yang dimiliki oleh institusi dari keseluruhan saham perusahaan yang beredar. Kepemilikan institusional menurut Chen & Steiner (1999) dalam Melinda (2008) akan mengurangi masalah keagenan karena pemegang saham institusional akan membantu mengawasi perusahaan sehingga manajemen tidak akan bertindak merugikan pemegang saham.

5 Jurnal Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai PerusahaanYulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (mei 2007) Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai PerusahaanYulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (mei 2007) PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA (Januari 2012) PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA (Januari 2012) DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei 2012 DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei 2012

6

7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) Secara empiris, penelitian mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang telah sering dilakukan. Dimana hasil penelitiannya menunjukkan ketidakkonsistenan.

8 Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai Perusahaan Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan Penelitian yang mengkaitkan kepe-milikan manajerial dengan nilai perusahaan (nilai perusahaan merupakan hasil keputusan operasio-nal manajer), juga menunjukkan hasil yang berbeda diantara peneliti. Soliha dan Taswan (2002) menemukan hubungan yang signifikan dan positif antara kepemilikan menajerial dengan nilai peru-sahaan. Sementara peneliti lain menemukan hubungan yang lemah antara kepemilikan mena-jerial dengan nilai perusahaan (Lasfer dan Faccio 1999).

9 PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSU DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA Dari informasi yang diungkapkan oleh perusahaan secara sukarela dapat dilihat tingkat risiko yang dimiliki perusahaan (Wijaya, 2009). Perusahaan yang memiliki risiko tinggi cenderung memiliki biaya hutang yang tinggi pula. Oleh karena itu, dapat ditarik suatu garis kesimpulan bahwa pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan memiliki pengaruh terhadap tingkat hutang yang diberikan oleh kreditor yang pada akhirnya menimbulkan biaya hutang bagi perusahaan. Selain itu tingkat hutang juga dapat dipengaruhi oleh penerapan CG yang dilakukan oleh perusahaan. Blom dan Schauten (2006) membuktikan bahwa kualitas CG memiliki pengaruh terhadap cost of debt. penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat pengaruh positif corporate governace dan voluntary disclosure terhadap cost of debt perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun R Dari informasi yang diungkapkan oleh perusahaan secara sukarela dapat dilihat tingkat risiko yang dimiliki perusahaan (Wijaya, 2009). Perusahaan yang memiliki risiko tinggi cenderung memiliki biaya hutang yang tinggi pula. Oleh karena itu, dapat ditarik suatu garis kesimpulan bahwa pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan memiliki pengaruh terhadap tingkat hutang yang diberikan oleh kreditor yang pada akhirnya menimbulkan biaya hutang bagi perusahaan. Selain itu tingkat hutang juga dapat dipengaruhi oleh penerapan CG yang dilakukan oleh perusahaan. Blom dan Schauten (2006) membuktikan bahwa kualitas CG memiliki pengaruh terhadap cost of debt. penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat pengaruh positif corporate governace dan voluntary disclosure terhadap cost of debt perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun R

10 DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Terkait dengan adanya konflik ke- pentingan antara manajer dengan pemilik dan hasil penelitian yang masih inkon- sistensi, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji bagaimana pengaruh free cash flow, profitabilitas,pertumbuhan perusahaan, struktur aktiva, laba ditahan, dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan hutang. Terkait dengan adanya konflik ke- pentingan antara manajer dengan pemilik dan hasil penelitian yang masih inkon- sistensi, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji bagaimana pengaruh free cash flow, profitabilitas,pertumbuhan perusahaan, struktur aktiva, laba ditahan, dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan hutang.

11

12 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) Peneliti Hasil Penelitian Wahidahwati (2002), Listyani (2003), Muhamad Faisal (2004), Masdupi (2005), dan Junaidi (2006) Dalam penelitiannya menemukan pengaruh negative yang signifikan antara kepemilikan manajerial dengan kebijakan hutang. Manan (2004), Murni & Andriana (2007), Yeniatie & Destriana (2010), serta Indahningrum & Handayani (2009), Pithaloka (2009) dan Larasati 2011) Menemukan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan Wahidahwati (2002), Listyani (2003), Manan (2004), Masdupi (2005), Junaidi (2006), dan Yeniatie & Destriana (2010) menemukan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang. Murni dan Andriana (2007) dan Larasati (2011) mengatakan terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang. Sedangkan pada hasil penelitian yang dikemukakan Masdupi (2005) mengatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang.

13 Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai Perusahaan Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan Peneliti Hasil Penelitian (Kim dan Sorensen 1986, Agrawal dan Mendelker 1987, Mehran 1998 dalam Wahidahwati 2002, Soliha dan Taswan 2002).menemukan hubungan positif antara kepemilikan manajerial dengan debt ratio perusahaan. Moh’d 1998 dalam Wahidahwati 2002). kepemilikan saham oleh manajer mempunyai pe- ngaruh yang signifikan dan berhubungan negative dengan debt ratio Soliha dan Taswan (2002) menemukan hubungan yang signifikan dan positif antara kepemilikan menajerial dengan nilai peru- sahaan. (Lasfer dan Faccio 1999).menemukan hubungan yang lemah antara kepemilikan mena- jerial dengan nilai perusahaan

14 PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSU DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA Peneliti Hasil Penelitian (Khomsiyah, 2003). Pengungkapan sukarela dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang melakukannya. Dengan melakukan pengungkapan sukarela maka perusahaan mengungkapkan informasi tidak hanya seperti yang diisyaratkan oleh peraturan perundang- undangan. Pengungkapan sukarela dapat mendorong keyakinan investor dan kreditor dalam menentukan keputusan untuk berinvestasi ataupun dalam memberikan pemberian kredit.Dengan adanya pengungkapan sukarela tersebut risiko yang dimiliki perusahaan pun dapat diketahui, dan hal tersebut mempengaruhi keputusan investasi dari investor maupun keputusan pemberian kredit oleh kreditor. (Wijaya, 2009). Dari informasi yang diungkapkan oleh perusahaan secara sukarela dapat dilihat tingkat risiko yang dimiliki Perusahaan.Perusahaan yang memiliki risiko tinggi cenderung memiliki biaya hutang yang tinggi pula. Oleh karena itu, dapat ditarik suatu garis kesimpulan bahwa pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan memiliki pengaruh terhadap tingkat hutang yang diberikan oleh kreditor yang pada akhirnya menimbulkan biaya hutang bagi perusahaan. Selain itu tingkat hutang juga dapat dipengaruhi oleh penerapan CG yang dilakukan oleh perusahaan. Blom dan Schauten (2006) membuktikan bahwa kualitas CG memiliki pengaruh terhadap cost of debt.

15 DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Peneliti Hasil Penelitian Faisal (2004), ndahningrum dan Handayani (2009). free cash flow mem-punyai pengaruh positif terhadap debt to equity ratio, Sugiharto (2008) dan Rizqiyah (2010) free cash flow mempunyai pengaruh negatif terhadap kebijakan hutang. Murni dan Andriana (2007),Yeniatie dan Destriana (2010), dan Indahningrum dan Handayani (2009) kepemilikan manajerial tidak mempunyai pengaruh terhadap ke-bijakan hutang. Faisal (2004), Wahidahwati (2002), Kurniati (2007), dan Gultom (2010) ke-pemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap debt to equity ratio.

16 MIA 4

17 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) TUJUAN : Penelitian ini bertujuan secara menguji secara empiris konsep keagenan pada kebijakan hutang perusahaan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai PerusahaanYulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (mei 2007) TUJUAN : mengetahui apakah terdapat perbedaan pengambilan keputusan bisnis antara perusahaan dengan kepemilikan manajerial dan perusahaan tanpa kepemilikan manajerial. Keputusan bisnis yang dimaksud meliputi: keputusan keuangan yang diproksikan dengan kebijakan hutang (struktur modal), keputusan operasional yang diproksikan dengan kinerja perusahaan, dan keputusan bisnis secara keseluruhan yang diproksikan dengan nilai perusahaan

18 PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA (Januari 2012) TUJUAN : aims to determine direct influence corporate governance towards the cost of debt and the indirect influences corporate governance towards the cost of the debt with the voluntary disclosure as the moderate variable. DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei 2012 DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei 2012 TUJUAN : menganalisis pengaruh variabel free cash flow, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Struktur Aktiva Perusahaan, Retained Earning dan Kepemilikan Manajerial pada Hutang.

19 MIA 4

20 METODE PENELITIAN MIA 4 1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) Sumber Data Tahun Data Populasi & Sampel Variabel Penelitian Teknis Analisis Data Kuantitatif Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory tahun 2006 – 2010Populasi Populasi yang akan diamati dalam penelitian ini adalah kelompok industry manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melaporkan laporan 10 keuangannya secara lengkap dan dipublikasikan secara umum dari tahun 2006 – Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory tahun 2006 – 2010 sejumlah 105 perusahaan dengan total sampel 535 item laporan keuangan Variabel Dependent 1. kebijakan hutang variabel independen 1. kepemilikan manajerial, 2.kepemilikan institusional, 3. kebijakan dividen, 4. struktur aset, 5. profitabilitas, 6. Ukuran perusahaan, 7. free cash flow regresi berganda (multiple regression )

21 METODE PENELITIAN MIA 4 2. Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai PerusahaanYulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (mei 2007) Sumber Data Tahun Data Populasi & Sampel Variabel Penelitian Teknis Analisis Data Kuantitatif Laporan keuangan yang dijadikan data penelitian meliputi neraca, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan yang ada di Pojok Profesi Fakultas Ekonomi UK Petra Populasi Populasi penelitian ini adalah semua perusa- haan yang telah melakukan penawaran umum perdana sebelum tahun 2003 di Bursa Efek Jakarta Variabel Dependent 1. kebijakan hutang variabel independen 1. kepemilikan manajerial, 2.kepemilikan institusional, 3. kebijakan dividen, 4. struktur aset, 5. profitabilitas, 6. Ukuran perusahaan, 7. free cash flow UJI T

22 METODE PENELITIAN MIA 4 3. PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA (Januari 2012) Sumber Data Tahun Data Populasi & Sampel Variabel Penelitian Teknis Analisis Data Kuantitatif Perusahaan sektor manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia Populasi Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Variabel Dependent 1. cost of debt variabel independen 1.. kepemilikan manajerial 2. kepemilikan institusional, 3. komisaris independen, 4. Kualitas audit 5. voluntary disclosure analisis regresi. ) Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris yaitu merupakan penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengamatan

23 METODE PENELITIAN MIA 4 4. DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei 2012 Sumber Data Tahun Data Populasi & Sampel Variabel Penelitian Teknis Analisis Data Kuantitatif perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007 sampai dengan Populasi dalam penelitian ini adalah Sampel diperoleh 135 perusahaan Variabel Dependent 1. kebijakan hutang variabel independen 1. kepemilikan manajerial, 2. mem-peroleh laba, 3. free cash flow positif, 4. laba ditahan Dengan metode purposive sampling

24 MIA 4

25 HASIL PENELITIAN MIA 4 1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)Christine Dwi K.S (2011) * Tinggi rendahnya ukuran perusahaan, profitabilitas dan free cash flow menjadi faktor penentu utama bagi perusahan manufaktur dalam menentukan kebijakan hutang. * Kebijakan hutang sangat berperanan penting terhadap dengan tumbuh kembangnya perusahaan sebagai sumber pendanaan eksternal potensial, maka masih banyak faktor lainnya yang dideteksi mempunyai pengaruh juga terhadap kebijakan hutang yaitu indikator kinerja perusahaan lain seperti rasio keuangan, manajemen pemasaran, manajemen strategik. Dan juga selain indikator kinerja perusahaan, faktor ekonomi secara global seperti inflasi, kebijakan pemerintah, suku bunga bank, tingkat persaingan industri, harga BBM, tarif listrik dan krisis global yang terjadi ikut mempengaruhi kebijakan hutang suatu perusahaan

26 HASIL PENELITIAN MIA 4 2. Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai PerusahaanYulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (mei 2007) 1. Terdapat perbedaan kebijakan hutang dan nilai perusahaan antara perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dibanding perusahaan dengan kepemilikan manajerial.. 2. Rata-rata skor variabel kebijakan hutang perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibanding perusahaan tanpa kepemilikan manajerial menguatkan bukti bahwa seorang manajer sekaligus pemegang saham lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan hutang. 3. Nilai perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dibanding perusahaan dengan kepemilikan manajerial terbukti berbeda, bahkan rata-rata nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial lebih baik dibanding dengan rata-rata nilai perusahaan tanpa kepemilikan manajerial. 4. hipotesis tentang perbedaan kinerja perusahaan antara perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dibanding dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial tidak terbukti.Rata-rata kinerja perusahaan tanpa kepemilikan manajerialdibanding dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial adalah sama saja meskipun rata- rata kinerja perusahaan yang dikelola manajer sekaligus pemegang saham lebih baik.

27 HASIL PENELITIAN MIA 4 3. PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE DAN BIAYA HUTANG NANCY YUNITA (Januari 2012) Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of debt dan voluntary disclosure. Proporsi kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap cost of debt tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap voluntary disclosure. Proporsi komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of debt dan voluntary disclosure. Terakhir, kualitas audit berpengaruh signifikan negatif terhadap cost of debt, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap voluntary disclosure. Selain itu voluntary disclosure juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap cost of debt

28 HASIL PENELITIAN MIA 4 4. DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG (DALAM AGENCY THEORY DAN PECKING ORDER THEORY) Determinants of Debt Policy (In Agency Theory and Pecking Order Theory) Pancawati Hardiningsih Rachmawati Meita Oktaviani Mei Hasil penelitian menunjukan bahwa free cash flow tidak mempunyai pengaruh terhadap hutang. Hasil ini sesuai Pecking Order Theory yang menjelaskan bahwa perusahaan mengutamakan penggunaan sumber internal terlebih dahulu untuk membiaya kegiatannya. Temuan bahwa semakin tinggi tingkat profitabilitas, maka akan semakin besar pula tingkat penggunaan utang, kesimpulan ini sesuai dengan teori ke-agenan bahwa untuk menghindari pengguna-an dana yang tidak efektif oleh manajemen, pemegang saham menghendaki pembagian dividen dan menggunakan hutang untuk meningkatkan investasinya. 2. Pengaruh negatif dari growth terhadap hutang ini sesuai dengan Pecking Order Theory,perusahaan dengan growth yang semakin tinggi perusahaan tersebut semakin mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Semakin besar tingkat rasio aktiva tetap terhadap total aktiva, maka semakin tinggi penggunaan utang, hubungan variabel ini sesuai dengan penjelasan dalam teori ke-agenan bahwa perusahaan mempunyai jaminan hutang yang besar maka untuk menghindari penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan, perusahaan menggunakan hutang melakukan pengawasan terhadap manajemen.. 3. Pengaruh negatif dari growth terhadap hutang ini sesuai dengan Pecking Order Theory,perusahaan dengan growth yang semakin tinggi perusahaan tersebut semakin mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Semakin besar tingkat rasio aktiva tetap terhadap total aktiva, maka semakin tinggi penggunaan utang, hubungan variabel ini sesuai dengan penjelasan dalam teori ke-agenan bahwa perusahaan mempunyai jaminan hutang yang besar maka untuk menghindari penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan, perusahaan menggunakan hutang melakukan pengawasan terhadap manajemen. 4. Pertimbangan lain bahwa untuk me-ngurangi adanya pertentangan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham, perusahaan bisa membagikan keuntungan yang telah diperoleh kepada para pemegang saham, dan menggunakan dana tambahan dari hutang untuk membiayai kegiatannya. Pertimbangan bagi investor bisa digunakan memperoleh hasil investasi yang bisa menutup biaya modalnya. Para investor yang akan menanamkan modalnya dalam bentuk hutang, ada baiknya mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

29 Mapping Jurnal ERC Timeliness / Ketepatan waktu Kualitas Laba Kesempatan Pertumbuhan Profitabilitas Resiko Sistematis Kualitas Audit Leverage / Struktur Modal Disclosure – Pengungkapan Sukarela CSR Ukuran Perusahaan Volatilitas Return Saham Forecast Management Variabel independent (jurnal 2 – 4) Variabel Dependent Jurnal 1  Variabel Independent Jurnal 1  Variabel dependent Jurnal 2 - 5

30 MIA 4


Download ppt "Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang Tugas Manajemen Keuangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google