Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dinoflagelata, Kriptomonad, Euglenoid NUNIK S. ARIYANTI KULIAH BIOLOGI GANGGANG DAN LUMUT (Biology of Algae and Bryophytes) 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dinoflagelata, Kriptomonad, Euglenoid NUNIK S. ARIYANTI KULIAH BIOLOGI GANGGANG DAN LUMUT (Biology of Algae and Bryophytes) 2013."— Transcript presentasi:

1 Dinoflagelata, Kriptomonad, Euglenoid NUNIK S. ARIYANTI KULIAH BIOLOGI GANGGANG DAN LUMUT (Biology of Algae and Bryophytes) 2013

2 Cari : istilah yang tidak tahu

3 POKOK BAHASAN 1. PYRROPHYTA (Dinoflagelata) 2. CRYPTOPHYTA (Kriptomonad) 3. EUGLENOPHYTA (Euglenoid)

4 Mahasiswa dapat menjelaskan ciri-ciri umum divisi Pyrrophyta, Cryptophyta, Euglenophyta; dan menjelaskan ciri khas struktur sel yang membedakan satu divisi dengan divisi lainnya, serta menjelaskan ekologi dan peranan ketiga divisi ini dalam ekosistem. Tujuan Instruksional Khusus

5 Dinoflagelata (Pyrrophyta) Gonyaulax, Pyrodinium, Pyrocystis, Noctiluca

6 Dinoflagelata  nama umum dari suatu kelompok protista uniselular berflagel Keanekaragaman > 2000 jenis Secara tradisional diklasifikasikan sebagai alga divisi Pyrrophyta / Dinophyta (Zoologist  Flagelata, ordo Dinofalgellidae) Kebanyakan hidup bebas sebagai pklankton (kebanyakan di laut, umum juga di perairan tawar) Beberapa spesies disebut zooxanthellae (bersimbiosis dengan protozoa atau hewan laut) Autotrof, heterotrof (tanpa kloroplas; sebagai predator, beberapa parasit) Dinoflagelata

7 Dinoflagelata: Struktur sel Sel dinoflagelata dikelilingi penutup sel disebut amphiesma (t.a. membran luar dan membran dalam dengan vesikel-vesikel pipih diantaranya) Penutup sel pada kebanyakan dinoflagellata mengandung lempengan (plate) selulosa dalam vesikel-vesikelnya Dinoflagelata lainnya tanpa lempengan selulosa (telanjang) Gonyaulax polyedra Karina brevis Ada lempengan selulosa Tanpa Ada lempengan selulosa

8 Dinoflagelata: Struktur sel

9 Techa: penutup sel berupa vesikel seperti lempengan terdapat di bawah membran sel ukuran, jumlah dan susunan penting untuk taksonomi: - desmokon = 2 lempengan besar - dinokon = jumlah dan ukuran teka bervariasi berasosasi dengan trichocyst (vesikel mengandung batang-batang kristalin berfungsi untuk pertahanan diri)( batang kristalin sewaktu-waktu dapat ditembakkan) Dinoflagelata: Ciri khas sel

10 Dinoflagelata: Struktur sel

11 Hipokon Tipe dinokon Epikon Alur ekuatorial Tipe desmokon Sulkus Dinoflagelata: Struktur sel

12 Sel dinoflagelata mempunyai dua flagel Satu flagel diarahkan ke belakang, di sepanjang sulcus Satu flagel lainnya seperti pita, mengelilingi sel sepanjang alur ekuatorial (girdle / cingulum); sel bergerak memutar seperti dinamo Flagel transversal Flagel longitudinal

13 Dinoflagelata: Struktur sel Dinoflagelata merupakan eukariot, sitoplasma sel mengandung organel- organel khas: Kloroplas (membran 3 lapis, 3 tilakoid berkelompok, pada beberapa spesies kloroplas mengandung inti) Bintik mata (organel sensitif cahaya, mengandung senyawa karotenoid, untuk fototaksis) Pusule (untuk osmoregulator, penyerapan makromolekul, sekresi) Pada beberapa dinoflagellata terdapat trichocyst (vesikel mengandung batang-batang kristalin berfungsi untuk pertahanan diri)

14 kloroplas vesikel techa kloroplas pirenoid butir pati trichocyst Pusule inti sel Dinoflagelata: Struktur sel

15 Dinoflagelata: Ciri khas sel Dinoflagelata mempunyai inti sel khas yaitu inti sel mesokariotik / dinokariotik: Terbungkus membran inti (=eukariot) Struktur kromosom seperti batangan Melekat pada membran inti Tetap padat selama pembelahan sel Tanpa histon (=prokariot) N Peridinium spp.

16 Kloroplas: dari endosimbion eukariot dan relatif baru terbentuk sebagian besar dinoflagellata tidak berkloroplas (+ 1/2 dari spesies yang ada) mempunyai 3 lapis membran dijumpai kondisi binukleate (pada beberapa spesies) 1 inti mesokariot 1 inti eukariot berasosiasi dengan kloroplas endosimbion mungkin berupa Chrysophyta ada klorofil A, C1, C2, fukosantin Dinoflagelata: Ciri khas sel Ceratium furca

17 Dinoflagellata primitif tanpa kloroplas, Invasi endosimbion (yang mempunyai inti eukariot, kloroplas mengandung klorofil A, C1, C2 serta fukosantin, dan pirenoid melekat pada kloroplas) menghasilkan kondisi binukleat, Inti eukariot dalam simbion menghilang, pada dinoflagellata yang telah maju,: fukosantin digantikan oleh peridinin, klorofil C1 menghilang, dan terdapat tonjolan pirenoid pada kloroplas. Dinoflagelata: Evolusi kloroplas

18 Dinoflagellata heterotrofik dengan inti mesokariotik (M) Endosimbion chrysophyta dengan inti eukariotik (E) dan kloroplas dengan klorofil A, C1, C2 dan fukosantin Sel binucleate Dinoflagellata fotosintetik dengan fukosantin dan pirenoid internal Dinoflagellata fotosintetik dengan peridinin dan pirenoid inti sel eukariotik menghilang infasi endosimbion Dinoflagelata: Evolusi kloroplas

19 Aseksual: - pembelahan sel - zoospora Pembelahan sel pada Ceratium  membentuk dua sel Seksual:  isogami (kebanyakan haplobiontik haploid, meiosis zigotik) gamet persatuan gametplanozigot dinding spora tetes minyak inti kista istirahat reproduksi seksual pada Peridinium Dinoflagelata: Reproduksi

20 Divisi: Pyrrophyta Class: - Ebriophyceae - Ellobiophyceae - Syndiniophyceae ü Ebriophyceae: Sel tidak berwarna, biflagella, mempunyai rangka dalam silika. ü Ellobiophyceae: Parasit, melekat, tidak mempunyai theca, mempunyai pellicle ü Syndiniophyceae: Parasit, tanpa lempeng penutup sel ü Dinophyceae: Motil, biflagella (1 flagel melintang pada suatu alur, 1 flagel diarahkan ke belakang) ü Desmophyceae: Motil, biflagella (flagella tersisip apical atau subapical) - Dinophyceae - Desmophyceae Dinoflagelata: Klasifikasi & Keanekaragaman Jenis

21 Dinoflagelata: Beberapa contoh ü fotosintetik ü habitat: perairan tropik & subtropik ü mempunyai theca ü armored sel Dinophysis

22 ü epicone kecil ü fotosintetik ü reproduksi aseksual: pembelahan biner ü reproduksi seksual: Zigot  meiosis  4 spora ü habitat: air tawar, laut, payau Amphidinium Dinoflagelata: Beberapa contoh

23 Sel motil mampu memancarkan cahaya bentuk bulat sampai agak ginjal tidak berwarna flagellum transversal terseduksi nutrisi holozoik “naked sel” Reproduksi: pembelahan biner Noctiluca Dinoflagelata: Beberapa contoh

24 habitat: air tawar, laut fotosintetik bentuk tubuh: bervariasi, sering dorsiventral rata Peridinium Dinoflagelata: Beberapa contoh

25 übentuk sel bervariasi üBioluminescent ( berpendar) üfotosintetik ü habitat: lautan ü tahap coccoid  dominan Pyrocystis Dinoflagelata: Beberapa contoh

26 üflagella muncul di bagian apical sel üfotosintetik ü1 - beberapa kloroplas per sel ühabitat: air tawar, payau, laut üreproduksi: pembelahan longitudinal Prorocentrum Dinoflagelata: Beberapa contoh

27 üreproduksi: pembelahan sel übeberapa spesies dapat membentuk koloni üumumnya fotosintetik ühabitat: air tawar, payau, laut üepitheca umumnya memanjang menjadi 1 tanduk ühypotheca berkembang jadi tanduk Ceratium Dinoflagelata: Beberapa contoh

28 Dinoflagelata Planktonik - dapat menimbulkan ‘red tide’ beberapa jenis bersifat luminescen contoh: Gonyaulax, Pyrodinium, Pyrocystis, Noctiluca beberapa jenis menghasilkan racun contoh: Alexandrium, Ptychodiscus, Gambierdiscus, Dinophysis - penyebab terjadinya ‘red tide’  berbeda-beda, berhubungan dengan kondisi lokal  Habitat: air laut, air tawar  Planktonik, Bentik, bersimbiosis mutualis atau parasitis  Tipe nutrisi:utotrof, heterotrof, auksotrof Dinoflagelata: Ekologi

29

30

31 - Disebut zooxanthellae - Di temukan dalam: - protozoa (radiolaria, foraminifera) - cnidarians - moluska - cacing pipih Dinoflagelata yang hidup bersimbiosis - Dijumpai dalam kondisi palmelloid (kumpulan sel-sel yang berflagel) di dalam vesikel sel inang - memberi O 2 dan bahan organik pada inang, mendapatkan perlindungan dan bahan anorganik dari inang Dinoflagelata: Ekologi zooxanthellae

32 Pigmen fotosintetis  klorofil A, C2, peridinin; atau klorofil A, C1, C2, fukosantin Cadangan karbohidrat  pati (  -1,4 glukan), Struktur kloroplas: - Tilakoid  berkelompok 3 - biasanya terbungkus oleh 3 membran - RE kloroplas  tidak ada Penutup sel  theca (vesikel mengandung lempengan selulosa) Apendage flagella  licin Kemungkinan asal kloroplas: Chrysophyta Inti sel dan kloroplas unik Dinoflagelata: Ciri-ciri umum

33 Kriptomonad (Cryptophyta)

34 flagellum ejektosom Corps de Maupas nukleomorf kloroplas periplast kloroplas ejektosom ruang periplastidal pati inti pirenoid Cryptomonad: Struktur dan Ciri Khas Sel

35 Kloroplas : 2 lobus, phycobilin (fikoeritrin / fikosianin) terdapat di ruang tilakoid. Periplast :penutup sel mengandung lempengan protein Ejektosom :organel diduga berfungsi seperi trichocyst pada dinoflagellata Ruang periplastidal :daerah di sekitar kloroplas dan terbungkus retikulum endoplasma klaroplas Nucleomorf : suatu struktur dengan DNA, terdapat dalam ruang periplastidal Bentuk sel :bulat telur Flagella : 2, mempunyai rambut-rambut mastigonema, letak subapikal Warna : coklat, biru atau merah (mempunyai pigmen klorofil A, C2, fikonilin) Periplast pada Chroomonas Cryptomonad: Struktur dan Ciri Khas Sel

36 Cryptomonas sp. ü Sel eliptikal ü Trichocyst menonjol ü Kloroplas parietal ü Warna sel hijau zaitun, sampai hijau kuning ü Habitat air tawar Cryptomonad: Beberapa contoh

37 Chilomonas paramecium ü Tidak berwarna ü Tidak punya kloroplas ü Heterotrofik ü Punya leucoplas ü Habitat air tawar Cryptomonad: Klasifikasi dan Keanekaragaman

38 Reproduksi: Ekologi: - Habitat: air tawar & air laut - Pada umumnya merupakan komponen phytoplankton di danau pembelahan sel secara mitosis Cryptomonad: Reproduksi dan Ekologi

39 Pigmen fotosintetik  klorofil A, C 2, fikobilin Cadangan karbohidrat  pati Struktur kloroplas: tilakoid  berkelompok 2(1-4) sampul  2 membran RE kloroplas  ada (perluasan ruang periplastidal) Penutup sel  periplast Apendage flagella  mastigonema (rambut-rambut tubuler) Kemungkinan asal kloroplas: Rhodophyta Cryptomonad: Ciri-ciri umum

40 Euglenoid (Euglenophyta)

41 butir paramilon bintik mata reservoar kloroplas inti sel pirenoid kloroplas butir paramilon flagellum Bentuk sel : berubah-ubah (pada saat berenang) Pelikel : penutup sel berupa lempeng mengandung protein Flagella : 2, mempunyai rambut- rambut non tubuler, letak subapikal Bintik mata : berasosiasi dengan membran dalam reservoar, mengandung butir-butir pigmen Inti sel : uninucleate Paramilon : cadangan karbohidrat, terdapat di sitoplasma EUGLENOPHYTA: Struktur Sel

42 Reproduksi: - pembelahan sel secara longitudinal - pada kondisi tidak menguntungkan  membentuk kista dorman Euglena sedang mengalami pembelahan longitudinal Ekologi: - Habitat: air tawar, air asin - Cenderung melimpah pada perairan dengan nutrisi tinggi - Ledakan populasi dapat menyebabkan kolam berwarna merah darah - Autotrof (euglenoid berkloroplas), heterotrof (euglenoid tidak berkloroplas) EUGLENOPHYTA: Reproduksi dan Ekologi

43 Divisi: Euglenophyta Kelas: Euglenophyceae Ordo: Eutreptiales Famili: Eutreptiaceae  flagella 2 sama panjang, keduanya diarahkan ke depan Eutreptia Ordo : Eutreptiales Euglenales Heteronematales Eutreptia ü Mempunyai 2 flagella, sama panjang ü Kloroplas bentuk cakram atau pita ü Habitat air laut, payau EUGLENOPHYTA: Klasifikasi dan Keanekaragaman

44 Ordo: Euglenales Famili: Euglenaceae ü Flagella: 2 ü 1 flagel muncul ü Habitat air tawar, lumpur ü Kloropas bentuk discoid, bentuk perisai, atau pita ü Pada tahap encysta, sel menjadi bulat, dikelilingi selubung gelatin Euglena Hyalophacus ocellatus ü Tidak punya kloroplas ü Berenang bebas EUGLENOPHYTA: Klasifikasi dan Keanekaragaman flagella 2 (satu flagellum dikeluarkan, satu flagellum tidak di keluarkan dari reservoar)

45 Colacium mucronatum üMelekat pada substrat dengan tangkai anterior üTumbuh pada hewan aquatik üTahap berenang bebas punya 1 flagella üPunya tangkai Astasia ü Tidak berwarna ü Saprofitik ü Habitat air tawar dan laut ü Kloroplas  tidak ada bintik mata üPembelahan sel menghasilkan formasi percabangan koloni EUGLENOPHYTA: Klasifikasi dan Keanekaragaman

46 w Tidak berwarna w Biflagella:- 1 flagellum ramping, arah posterior - 1 flagellum tebal, motil, dekat ujung w Punya organel khusus untuk makan, yang mengandung batang pencernaan Ordo: Heteronematales Famili: Heteronemataceae - flagella 2 (satu diarahkan ke depan, satu diarahkan ke belakang) - tidak berwarna, fagotrofik - punya organel khusus untuk menelan makanan EUGLENOPHYTA: Klasifikasi dan Keanekaragaman

47 Pigmen fotosintetik  klorofil A, B Cadangan karbohidrat  paramilon (  -1,3 glukan) Struktur kloroplas: tilakoid  berkelompok 3 terbungkus oleh 3 membran RE kloroplas  tidak ada Penutup sel  pelikel Apendage flagella  rambut - rambut non tubuler Kemungkinan asal kloroplas: Chlorophyta EUGLENOPHYTA (euglenoid): Ciri-ciri umum

48 KarakterPyrrophytaCryptophytaEuglenophyta Pigmen fotosintetik utama klorofil A, C2; peridinin )* )** klorofil A, C2; phycobilinklorofil A, B Cadangan karbohidrat Pati (  -1, 4-glukan) Pati (  -1, 4-glukan) Paramilon (  -1, 3-glukan) Struktur kloroplas: asosiasi tilakoid32 (1-4)3 pembungkus kloroplasbiasanya 3 membran2 membran3 membran retikulum endoplasma kloroplas (CER) absenada (membentuk ruang perluasan periplastidal) absen Penutup seltekaperiplaspelikel Apendage pada flagelarambut-rambut halus mastigonema (rambut-rambut tubular) rambut-rambut nontubular Kemungkinan asal-usul dari kloroplasnya Chrysophyta )**RhodophytaChlorophyta )* Beberapa dinoflagellata mempunyai pigmen fotosintesis berupa kloroplas A, C1, C2, dan fukosantin; )** sedikit dinoflagelata mempunyai pigmen fotosintesis berupa kloroplas A dan peridinin, sehingga kemungkinan kloroplasnya berasal dari criptomonad; atau ada juga yang pigmen fotosintesis berupa kloroplas A dan B, sehingga kemungkinan kloroplasnya berasal dari chlorophyta.

49 REFERENSI Bold,H.C. and M.J. Wynne Introduction to the Algae Structure and Reproduction. Second Edition. Prentice Hall International. Inc. London. pp , , Sze,P A Biology of the Algae. Second Edition. Wm.C. Brown Publishers.Dubuque. pp van den Hoek, C., D.G. Mann and H.M. Jahns Alagae an Introduction to Phycology. Cambridge University Press. U.K.

50 Protist, Volume 163, Issue 6, November 2012, Pages : Evolution of the Chloroplast Genome in Photosynthetic Euglenoids: A Comparison of Eutreptia viridis and Euglena gracilis (Euglenophyta) Krystle E. Wiegert, Matthew S. Bennett, Richard E. Triemer 1, 1 Michigan State University, Department of Plant Biology, 166 Plant Biology, East Lansing, MI, USA The chloroplast genome of Eutreptia viridis Perty, a basal taxon in the photosynthetic euglenoid lineage, was sequenced and compared with that of Euglena gracilis Ehrenberg, a crown species. Several common gene clusters were identified and gene order, conservation, and sequence similarity was assessed through comparisons with Euglena gracilis. Significant gene rearrangements were present between Eutreptia viridis and Euglena gracilis chloroplast genomes. In addition, major expansion has occurred in the Euglena gracilis chloroplast accounting for its larger size. However, the key chloroplast genes are present and differ only in the absence of psaM and roaA in Eutreptia viridis, and psaI in Euglena gracilis, suggesting a high level of gene conservation within the euglenoid lineage. Further comparisons with the plastid genomes of closely related green algal taxa have provided additional support for the hypothesis that a Pyramimonas-like alga was the euglenoid chloroplast donor via secondary endosymbiosis.


Download ppt "Dinoflagelata, Kriptomonad, Euglenoid NUNIK S. ARIYANTI KULIAH BIOLOGI GANGGANG DAN LUMUT (Biology of Algae and Bryophytes) 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google