Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gangguan Mineral & Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik (GMT-PGK) Widodo PERHIMPUNAN NEFROLOGI INDONESIA (PERNEFRI) Pertemuan Ilmiah Tahunan 5 Ikatan Perawat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gangguan Mineral & Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik (GMT-PGK) Widodo PERHIMPUNAN NEFROLOGI INDONESIA (PERNEFRI) Pertemuan Ilmiah Tahunan 5 Ikatan Perawat."— Transcript presentasi:

1 Gangguan Mineral & Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik (GMT-PGK) Widodo PERHIMPUNAN NEFROLOGI INDONESIA (PERNEFRI) Pertemuan Ilmiah Tahunan 5 Ikatan Perawat Dialisis – Jawa Timur – Surabaya, 26 April 2015

2 Gangguan Mineral & Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik GMT-PGK Chronic Kidney Disease Mineral and Bone Disorder CKD-MBD

3 GMT-PGK definisi & pembagian

4 GMT-PGK definisi sindroma klinik akibat gangguan sistemik metabolisme mineral dan tulang pada pasien PGK mencakup salah satu atau kombinasi dari : kelainan tulang dalam turnover, mineralisasi, volume, pertumbuhan linier serta kekuatannya kalsifikasi pembuluh darah atau jaringan lunak lain akibat gangguan tersebut di atas kelainan hasil evaluasi laboratoris akibat gangguan metabolisme kalsium, fosfat, HPTi (hormon paratiroid intak) dan vitamin D

5 GMT-PGK pembagian berdasar patologi kelainan tulang (turnover tulang, mineralisasi serta volumenya) osteitis fibrosa cystica adynamic bonde disease osteomalacia mixed uremic osteodystrophy

6 GMT-PGK osteodistrofi ginjal osteodistrofi renal (OR) gangguan morfologi tulang pd PGK pemeriksaan komponen skeletal pada GMT-PGK diketahui melalui pemeriksaan biopsi tulang

7 GMT-PGK komplikasi

8 GMT-PGK komplikasi osteitis fibrosa cystica adynamic bonde disease osteomalacia mixed uremic osteodystrophy gangguan pada tulang : fraktur patologis kalsifikasi pembuluh darah kalsifikasi jaringan lunak

9 GMT-PGK kalsifikasi pembuluh darah penyebab kematian terbesar serangan jantung stroke kalsifikasi katup jantung kalsifikasi aorta abdominalis & a. iliaka

10 GMT-PGK kalsifilaksis kalsifikasi jaringan lunak hiperfosfatemia Ca x P meingkat HPTi meningkat jejas jaringan lokal pH lokal jaringan meningkat penghambatan kalsifikasi terbuang dng dialisis kelebihan asupan Ca

11 GMT-PGK patofisiologi

12 GMT-PGK patofisiologi PENURUNAN FUNGSI GINJAL  HORMON PARATIROID RETENSI P  ABSORBSI Ca CALCITRIOL HIPERFOSFATEMIA HIPOKALSEMIA HIPERKALSEMIA

13 GMT-PGK patofisiologi hiperfosfatemia hipokalsemia hiperkalsemia hiperparatiroid sekunder HipoKalsemia <8 mg/dL HiperFosfatemia >4,6 mg/dL HiperKalsemia <10 mg/dL HPTi normal 10,4-68 pg/ml

14 GMT-PGK patofisiologi kalsifikasi pembuluh darah: pertambahan umur hiperfosfatemia hiperkalsemia Ca x P >55 diabetes dislipidemia terapi vitamin D penghambat vitamin K oral (warfarin)

15 GMT-PGK keluhan & gejala

16 GMT-PGK keluhan & gejala tidak spesifik awal : tanpa keluhan lanjut : nyeri tulang kelemahan otot pruritus calciphylaxis (calcemic uremic arteriolopathy) fraktur patologis

17 GMT-PGK pemeriksaan penunjang

18 GMT-PGK pemeriksaan penunjang (1) laboratoris kalsium (Ca) plasma fosfat (P) plasma hormon paratiroid (HPTi) kadar alkali fosfatase total (AFP) bone Specific Alkaline Phosphatase (bALP)

19 GMT-PGK kadar kalsium pada hipoalbumin mM mg/dL total calcium ionized 48% complexed 12% protein bound 40% ultrafilterable calcium Ca koreksi (corrected Ca) = [(4 – albumin) X 0,8] + Ca total

20 GMT-PGK pemeriksaan penunjang (2) radiologis foto polos abdomen lateral ekokardiografi

21 GMT-PGK pemeriksaan penunjang (3) biopsi tulang fraktur patologis fraktur tanpa trauma trauma yang minimal HPTi pg/ml + nyeri tulang yang hebat hiperkalsemia yang tidak dapat dijelaskan peningkatan aktifitas bASP yang tidak dapat dijelaskan

22 GMT-PGK frekuensi pemantauan PGK stadiumfrekuensi pemantauan 3setiap 12 bulan 4setiap 3 bulan 5setiap bulan

23 GMT-PGK tatalaksana

24 GMT-PGK tatalaksana tatalaksana terhadap : HIPERFOSFATEMIA HIPOKALSEMIA HIPERKALSEMIA HIPERPARATIROIDISME SEKUNDER

25 GMT-PGK tatalaksana hiperfosfatemia (1) non-famakologis diet rendah fosfor 900 (800 – 1000) mg/hari fosfor : makanan yang diawetkan cola ~protein awasi kemungkinan malnutrisi

26 GMT-PGK tatalaksana hiperfosfatemia (2) farmakologis : obat pengikat fosfat aluminium hidroksida kalsium karbonat kalsium asetat magnesium karbonat lanthanum karbonat sevelamer

27 OBAT-OBAT PENGIKAT FOSFAT Pengikat FosfatKeuntunganEfek samping / Kerugian Aluminium Hidroksida  kapasitas ikat P tinggi  tidak + beban Ca  murah, tersedia  potensi tinggi terjadi toksisitas Al & gangguan mineralisasi tulang  gangguan gastrointestinal, konstipasi, rasa seperti kapur Kalsium karbonat  murah, tersedia  hiper-Ca, kalsifikasi ekstraskeletal, konstipasi Kalsium asetat  kapasitas ikat P >tinggi, absorbsi Ca < Ca Karbonat  hiper-Ca, kalsifikasi ekstraskeletal, konstipasi Magnesium Karbonat  +beban Ca sedikit  diare, potensi toksisitas Mg, potensi hiper-K Sevelamer  tidak + beban Ca   risiko kalsifikasi kardiovaskuler   kadar kolesterol  perlu dosis besar / ukuran pil besar yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien  karbonat   asidosis metabolik ?  potensi pengaruhi absopsi vit larut lemak, gangguan saluran cerna  mahal (?) Lanthanum Karbonat  tidak + beban Ca  potensi akumulasi lanthanum di tulang

28 GMT-PGK tatalaksana hiperfosfatemia (3) dialisis : dialisis tidak banyak membuang fosfat jenis dialisat jenis membran kadar fosfat

29 GMT-PGK tatalaksana hipokalsemia pengikat fosfat mengandung kalsium DIALISAT  kadar kalsium : 2,5 – 3,0 mEq/L

30 GMT-PGK tatalaksana hiperkalsemia  tatalaksana Hiperparatiroid sekunder

31 GMT-PGK tatalaksana hiperparatiroid (1) kalsitriol/vitamin D analog alfacalcidol calcitriol cholecalciferol / ergocalciferol dihydrotachysterol pantau kadar iPTH, Ca, P & kalsifikasi jaringan calcimimetic doxercalciferol falecalcitriol axacalcitriol paricalcitol

32 GMT-PGK tatalaksana : paratiroidektomi paratiroidektomi total / subtotal medis (injeksi alkohol absolut / paricalcitol) / bedah indikasi hiperparatiroid sekunder berat + hiperkalsemia / hiperfosfatemia gagal terapi farmakologis keluhan menonjol pruritus sangat mengganggu nyeri tulang & sendi progresif kalsifilaksis

33 GMT-PGK tatalaksana kalsifikasi kendali kadar : P Ca HPTi kendali tekanan darah kendali glukosa darah perkecil proses keradangan stop merokok warfarin (-)

34 GMT-PGK tatalaksana tindakan lain: cegah asidosis metabolik adekuasi hemodialisis

35 GMT-PGK target pengobatan PGKCa koreksi PCa x P 3nilai normal laboratorium2,7-4,6 mg/dl< 55 mg 2 /dL 2 4nilai normal laboratorium2,7-4,6 mg/dl< 55 mg 2 /dL mg/dl3,5-5,5 mg/dl< 55 mg 2 /dL 2

36 GMT-PGK ringkasan

37 GMT-PGK ringkasan GMT-PGK hiperfosfatemia hipokalsemia – hiperkalsemia hiperparatiroid (sekunder) kelainan tulang KOMPLIKASI kalsifikasi pembuluh darah & jaringan lunak serangan jantung & pembuluh darah Diagnosis Terapi Pemantauan

38 GMT-PGK Pertemuan Ilmiah Tahunan 5 Ikatan Perawat Dialisis – Jawa Timur Surabaya, 26 April 2015


Download ppt "Gangguan Mineral & Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik (GMT-PGK) Widodo PERHIMPUNAN NEFROLOGI INDONESIA (PERNEFRI) Pertemuan Ilmiah Tahunan 5 Ikatan Perawat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google