Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEMESTER IV - 13. DEFISIENSI PROTEIN – KALORI Defisiensi Protein : -Terdapat pada masyarakat ekonomi rendah -Kwashiorkor : Defisiensi berat protein di.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEMESTER IV - 13. DEFISIENSI PROTEIN – KALORI Defisiensi Protein : -Terdapat pada masyarakat ekonomi rendah -Kwashiorkor : Defisiensi berat protein di."— Transcript presentasi:

1 SEMESTER IV - 13

2 DEFISIENSI PROTEIN – KALORI Defisiensi Protein : -Terdapat pada masyarakat ekonomi rendah -Kwashiorkor : Defisiensi berat protein di bawah lima tahun Arti : Bahasa Afrika (Ghana) Penyakit yang diderita anak pertama Pada saat mengandung anak kedua *Bila disertai defisiensi energi (kalori) disebut : yang disebut Marasmus Sindrom (gabungan gejala) kwashiorkor + marasmus di sebut : Energi – Protein Malnutrion ( E P M) -Kurang kalori –protein (KKP) Merupakan masalah gizi di Indonesia Gejala:Tangan – kaki : kurus Muka – perut : Udem

3 Kwasiorkor: -Sering terjadi pada anak lambat di sapih (kurang protein) -Pertumbuhan lambat -Otot-otot lemah -Muka udem -Perut udem -Tidak nafsu makan -Apatitis -Kulit kering, bersisik -Hati membesar Marasmus : -Sering pada bayi 12 bulan pertama -Terlambat mendapat makanan tambahan -Bisa terjadi pada penyapahian mendadak -Formula pengganti ASI, terlalu encer.

4 Gejala Marasmus : -Pertumbuhan lambat -Lemak di bawah kulit kurang -Otot-otot berkurang dan lemah (diukur lingkar lengan dan tebal /lemak) -Apatis -Wajah seperti orang tua -Sering terinfeksi bakteri  Diare  Dehidrasi -TBC, cacingan, Pneumoni -Defisiensi vitamin E lebih sering OBESITAS : -Kelebihan protein + lemak -Sering terjadi bila dipakai untuk menguruskan badan, makanan harus tinggi protein hal ini salah -Bahaya tinggi protein, akan memberatkan kerja ginjal dan hati

5 Bahayanya : Bisa terjadi : Diare Dehidrasi Ureum meninggi di darah -Pemberian protein : Maksimal : 2 kali angka kecukupan gizi (AKG) BULEMIA : Adalah suatu kebiasaan yang nantinya menjadi suatu penyakit. Seseorang yang merasa dirinya kelebihan berat badan, ingin bisa makan apa saja, tapi tidak mau bertambah. berat badannya jadi makanan apa saja dengan sengaja dimuntahkan-nya dengan segala cara.

6 VITAMIN A Kekurangan Vitamin A : -Sering pada balita Sebab :-Konsumsi kurang -Penyerapan tidak baik Penyakit : -Buta senja:awal kekurangan vitamin A Ketidakmampuan mata menyesuaikan dari cahaya terang ke cahaya remang-remang Gangguan di retina Mata -Kornea Mata Kering, mudah timbul Infeksi, luka dan berdarah Timbul :-Bercak mata putih, kornea kering (Bitot’s spot) -Kornea melunak -Buta

7 KELEBIHAN VITAMIN A Bisa terjadi bila memakan suplemen vitamin A – RE/hari Gejala:Sakit kepala, pusing, enek, rambut rontok Kulit kering, nafsu makan tidak ada Sakit tulang, menstruasi berhenti Pada bayi : Hidrosephalus (Kepala besar) Terjadi : tiga bulan mendapat RE/hari *Betakaroten, terlalu banyak disimpan dibawah kulit  kulit jadi kekuningan.

8 VITAMIN D : Kekurangan Vitamin D I.Pada anak : RIKETSIA : -Tulang lambat jadi keras -Kaki bengkok -Ujung-ujung tulang panjang membesar -Tulang-tulang rusuk bengkok -Tulang kepala besar -Gigi terlambat keluar, bentuk tak teratur mudah rusak. Penyebab : Miskin dan kurang sinar matahari

9 II.Pada Orang Dewasa : OSTEOMALASIA -Sering pada wanita : -Konsumsi kalsium rendah -Sinar matahari kurang -Banyak melahirkan -Banyak menyusui -Pada penderita : -Saluran cerna -Hati -Kantung empedu -Ginjal Tanda-tandanya : -Tulang melembek  kaki bengkok, tulang bengkok -Tulang pinggul berubah bentuk -Sakit tulang -Mudah fraktur

10 Kelebihan Vitamin D : -Timbul keracunan -Konsumsi lebih dari : 25 mikro gram sekali -Timbul kalsifikasi berlebih : Lemah, sakit kepala, diare, muntah, kurang nafsu makan. Gangguan mental. VITAMIN E : Kekurangan Vitamin E -Hemolisis sel darah merah -Fungsi sumsum tulang belakang terganggu -Retina mata terganggu

11 Gejala: -Koordinasi refleks syaraf terganggu -Penglihatan kurang -Bicara terganggu Kelebihan Vitamin E : -Keracuanan  Diare, dosis 600 mg/sekali = kali standar = kali standar Dosis Tinggi : dapat dipakai untuk mencegah penggumpalan darah pada : -Hipertensi -Diabetes melitus

12 VITAMIN K Kekurangan Vitamin K Darah tidak dapat membeku Bahaya :luka dan operasi darah tidak membeku Anti biotik :bisa bunuh kuman di usus sehingga Vit. K tidak terbentuk Hati-hati pemberian anti biotik : -Tidak boleh terus menerus -Dosis tidak besar Kelebihan Vit. K : -Konsumsi berlebihan Akibat : -Hemolisis sel darah merah -Sakit kuning -Kerusakan otak

13 VITAMIN C Kekurangan Vitamin C -Lelah, lemah, nafas pendek, kejang otot -Sakit-sakit otot, tulang, sendi -Nafsu makan kurang -Kulit kering, kasar, gatal, merah-biru -Gusi berdarah, gigi longgar Vitamin C dalam darah < 0,20 mg/dl -Mata kering -Rambut rontok -Luka sukar sembuh -Anemia -Gangguan syaraf dan depresi Kelebihan Vitamin C : membentuk hiperoksaluria, batu ginjal

14 VITAMIN B 1 (TIAMIN) Kekurangan Vitamin B : -Gangguan –gangguan syaraf -Gangguan jantung Bila berat : 1.Beri-beri Basah (gangguan gagal jantung) Tanda : -sesak nafas - edema 2.Beri-beri Kering Tanda :-Otot lemah -Kerusakan saraf tepi Gejala Awal (Ringan) -Nafsu makan kurang-Debar-debar -Diare/sukar B.A.B-Refleks kurang -Kesemutan

15 VITAMIN B 2 (RIBO FLAVIN) Kekurangan Vitamin B 2 : -Mata panas, gatal, tidak tahan cahaya kehilangan ketajaman mata -Bibir, mulut, lidah sakit -Bibir radang -Sudut bibir pecah -Lidah radang -Kornea mata merah Kelainan Kongenital : - Lahir sumbing - Gangguan Pertumbuhan - Gangguan Pertumbuhan Kelebihan Vitamnin B 2 : Belum diketahui tanda-tandanya

16 VITAMIN NIASIN (ASAM NIKOTINAT) Kekurangan Niasin -Lemah otot -Anoreksia (tidak nafsu makan) -Gangguan pencernaan / diare -Kulit merah, pelagra (infeksi kulit) -Dimensia Kelebihan Niasin : belum diketahui VITAMIN BIOTIN Kekurangan Biotin : jarang -Lelah, kurang nafsu makan -Eneh, muntah, otot sakit -Botak setempat, kesemutan -Pada bayi < 6 bulan - botak - infeksi kulit - infeksi kulit Kelebihan Biotin : belum diketahui

17 ASAM PANTOTENAT Kekurangan Asam Pantotenat : jarang -Kesemutan dan panas di kaki -Tidak enak dipencernaan, diare, muntah -Lelah, susah tidur VITAMIN B 6 Kekurangan : jarang -Lemah-Kejang-kejang -Mudah tersinggung-Anemia -Sukar tidur-Antibodi kurang -Gangguan pertumbuhan-Kulit kering -Radang lidah, luka bibir, sudut mulut. -Kerusakan pada sistem saraf pusat

18 OBAT INH : perlu diwaspadai Kelebihan B 6 : -Gangguan saraf, sulit diobati -Kesemutan, mati rasa, tak mampu bekerja Cegah : suplemen Vit B 6 berlebih FOLAT : (ASAM FOLAT) Kekurangan : gangguan metabolisme DNA -Peubahan morfologi inti-sel -Sel darah merah -Sel darah putih - Sel lambung, usus, vagina, serviks, rahim -Menghambat pertumbuhan Kelebihan : Jarang terjadi

19 VITAMIN B 12 (KOBALAMIN) Kekurangan vitamin B 12 : jarang Sebab : penyakit saluran cerna Gangguan absorbsi / tranportasi vitamin B 12 dibutuhkan untuk mengubah asam folat ke bentuk aktifnya. Gejala :Anemia Pernisiosa - karena keturunan - Usia lanjut Penyakit akibat kekurangan vitamin B 12 : 1.Anemia pernisiosa 2.Anemia mengalo blastik 3.gangguan saraf. Tanda-tanda -Mati rasa -Kesemutan -Kaki panas -kaku dan lemas Kelebihan Vitamin B 12 : belum diketahui


Download ppt "SEMESTER IV - 13. DEFISIENSI PROTEIN – KALORI Defisiensi Protein : -Terdapat pada masyarakat ekonomi rendah -Kwashiorkor : Defisiensi berat protein di."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google