Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Latar Belakang & Beberapa Konsep dasar

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Latar Belakang & Beberapa Konsep dasar"— Transcript presentasi:

1 Latar Belakang & Beberapa Konsep dasar

2 Arti luas  pengukuran psikologi mrpk cabang dalam psikologi yang mendalami seluk-beluk kuantifikasi dan analisis berbagai individual differences (perbedaan individu). Arti sempit -> pengembangan metodologi matematis (statistis) untuk menganalisis data pengukuran aneka konstruk psikologis. Pengukuran psikologis : Mental test theory Pengembangan Analisis Faktor dan Berbagai Metode Terkait Pengembangan Penskalaan Multidimensional

3 Teori tes mental -> menggeluti perkembangan metodologi untuk menganalisis tes psikologi.
Charles Spearman mengembangkan analisis faktor dengan sebuah faktor umum tunggal yang merepresentasikan general intelligence (inteligensi umum) sekitar awal abad ke-20. Eksploratori Konfirmatori  SEM dan pengujian hipotesis Multidimensional scaling : metode untuk menyelidiki jarak antar berbagai atribut konstruk atau atribut psikologis.

4 The Psychometric Society (Masyarakat Psikometri) 1935 di AS L. L
The Psychometric Society (Masyarakat Psikometri) 1935 di AS L. L. Thurstone (Universitas Chicago)  Pscychometrica  mengembangkan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu rasional-kuantitatif.

5 Outline Latar Belakang Berkembangnya Pengukuran Psikologis
1. Pengukuran Psikologis bersifat Sistematis 2. sasaran Pengukuran Psikologis adalah Atribut 3. Pengukuran Merupakan Proses Kuantifikasi Psikofisika Klasik Taraf-taraf Pengukuran : Pengukuran Naominal, Pengukuran Ordinal, Pengukuran Interval, Pengukuran Rasio.

6 Latar Belakang Berkembangnya Pengukuran Psikologis
Agar mampu melahirkan kemajuan setiap disiplin ilmu perlu mengembangkan metodologi untuk mengukur berbagai konstruk yang menjadi objek perhatannya agar selanjutnya bisa menyimpulkan makna dari hasil pengukurannya tersebut sehingga diperoleh pengetahuan-pengetahuan baru.

7 Pengukuran Psikologis
Kamus Besar bahasa Indonesia (2005) : kata “mengukur” memiliki makna menghitung ukurannya (panjang, besar, luas, tinggi dsb) dengan alat tertentu. S.S. Stevens (1946)  pengukuran adalah peneraan bilangan pada objek atau peristiwa menurut aturan tertentu. Nunnally (1970) -> pengukuran terdiri atas seperangkat aturan untuk menerakan pada aneka objek dengan cara sedemikian rupa untuk mencerminkan atau mengungkapkan kuantitas dari aneka atribut.

8 Allen & Yen (1979) -> pengukuran adalah pengenaan atau penetapan bilangan pada individu-individu secara sistematis sebagai cara mencerminkan atau mengungkapkan aneka cirri dari individu-individu yang bersangkutan. Tiga ciri pengukuran : 1) sistematis 2) sasarannya atribut 3) proses kuantifikasi.

9 Pengukuran psikologis bersifat sistematis
Prosedur yang digunakan untuk menerakan bilangan yang digunakan harus dirumuskan secara eksplisit. Prosedur peneraan atau penetapan bilangan tersebut harus bersifat standardized atau dibakukan -> bilamana berbagai orang yang menggunakan ukuran yang sama tersebut akan memperoleh hasil pengukuran yang sangat mirip. Perumusan secara eksplisit perangkat aturan untuk peneraan atau penetapan bilangan merupakan spek utama standardisasi atau pembakuan pengukuran.

10 Sasaran pengukuran psikologis adalah atribut
Sasaran pengukuran bukan objek atau individu atau orang melainkan properties atau attributes dari objek atau individu. Atribut fisik (berat badan, tinggi badan dll) lazim bersifat konkret dan bisa diamati atau bisa diukur secara langsung. Atribut pada orang dapat pula bersifat psikologis seperti kecerdasan, kepemimpinan, kematangan emosi. Atribut psikologis lazim bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.

11 Pengukuran psikologis menuntut proses abstraksi  mengukur atribut psikologis tertentu dituntut terlebih dulu mendefinisikan hakikat atribut yang akan diukurnya itu. Definisi konseptual atau definisi teoritis atribut yang bersangkutan. Atribut yang hendak diukur tersebut dipandang sebagai sebuah konsep atau pengertian baru dan dicoba dijelaskan dengan menggunakan konsep-konsep lain yang sudah dikenal. Waktu reaksi sebagai sebuah atribut yang dinyatakan sebagai sebuah konsep baru. Konsep kunci : jeda, stimulus, tanda, respon, secepat mungkin.

12 Waktu reaksi : jeda antara kemunculan sebuah stimulus yang berfungsi sebagai tanda dimulainya sebuah respon yang dilakukan secepat mungkin terhadap tanda tersebut. Definisi operasional adalah definisi yang menyatakan operasi atau prosedur aktual dipakai untuk mengukur atribut yang bersangkutan. Operasionisme dalam psikologi -> operasi adalah kinerja atau tindakan yang kita lakukan untuk menjelaskan sebuah konsep.

13 Pertama-tama konsep atau konstruk tersebut perlu di-eksplikasi-kan, yaitu diidentifikasikan behavioral indicators atau indicator-indikator tingkah lakunya berupa bentuk-bentuk tingkah laku spesifik yang bisa diamati dan diukur, baik yang bersifat mendukung (favourable) maupun yang bersifat menyangkal atau mengingkar (unfavourable) keberadaan konstruk psikologis yang bersangkutan eksplikasi konstruk (Fienberg, 1995).

14 Konsep kecerdasan misalnya hanya bermakna karena criteria keberadaannya mencakup rangkaian tindakan seperti mampu menyebutkan dengan tepat bagian yang kurang atau hilang dalam gambar, mampu merangkai potongan-potongan gambar menjadi sebuah kisah dsb. Tindakan mendefinisikan setiap konsep dengan cara mengacu pada aneka operasi konkret yang mengandung penjelasan tentang konsep yang dimaksud.

15

16 Hasilnya digunakan sebagai dasar utk memilah mereka yang masuk sekolah umum dan yang masuk ke sekolah khusus untuk anak dgn mental retardation / anak-anak difabel atau yang mempunyai kemampuan berbeda dengan anak pada umumnya.

17 Pengukuran Merupakan Proses Kuantifikasi
Proses kuantifikasi  bilangan digunakan untuk menyatakan kuantitas/jumlah. Menghitung jumlah atau banyaknya bentuk tingkah laku yang telah ditetapkan sebagai indikator intelegensi yang dapat dikerjakan dengan tepat atau berhasil oleh masing-masing murid. Variabel : suatu entitas yang ada dalam kuantitas atau jumlah yang bervariasi atau berlainan dari murid ke murid atau dari orang ke orang. Variasi atau keberagaman kuantitas atribut psikologis antar orang inilah yang melahirkan gejala yang disebut individual differences atau kekhususan antar individu serta yang memberikan ciri atau sifat unik masing-masing individu atau orang.

18

19 Psikofisika Klasik Pertama, apa dasar Binet dan Simon maupun para pakar-praktisi pengukuran psikologis lainnya mengaitkan tingkah laku konkret murid-murid yang langsung bisa diamati dan dicatat tersebut dengan atribut psikologis intelegensi yang terdapat dalam diri masing-masing anak dan yang bersifat abstrak? Kedua, apa dasar Binet dan Simon serta para pakar psikometri lain melekatkan atau menerakan (assign) bilangan pada tingkah laku konkret dalam rangka mengukur atribut psikologis yang tidak kasat mata tersebut ?

20 Psikofisika -> cabang ilmu yang menjadi pilar tradisi pengukuran psikologis.
Cabang ilmu yang menyelidiki hubungan kuantitatif antara aneka peristiwa fisik dan aneka peristiwa psikologis terkait atau dalam bahasa teknis hubungan kuantitatif antara stimulur dan respon.

21 Berdasarkan penelitian-penelitian tentang proses sensasi atau penginderaan pada subjek manusia, psikofisika klasik berasumsi bahwa setiap peristiwa pengukuran proses penginderaan akan melibatkan dua variabel kuantitatif yang membentuk suatu kontinum yaitu sebuah variabel fisik yang membentuk suatu kontinum yaitu sebuah variabel fisik yang membentuk kontinum fisik yang secara parallel dan serentak dibarengi oleh sebuah variabel psikologis yang membentuk kontinum psikologis.

22 Kontinum adalah suatu rangkaian yang rapat, tingkat yang satu lebur secara mulus ke tingkat berikutnya sehingga secara keseluruhan membentuk sebuah garis lurus yang mencerminkan rangkaian perubahan dari suatu titik (rendah) menuju ke suatu titik lain (tinggi). Perubahan pada kontinum psikologis tersebut baru bisa di-inferensi-kan atau disimpulkan manakala subjek diminta mengungkapkan pengalaman sensasinya dalam bentuk verbal report atau laporan verbal berupa judgment atau penilaian.

23 Penerapan gagasan dasar psikofisika -> penyajian aneka tugas yang harus dikerjakan oleh subjek dalam rangka pengukuran atribut psikologis tertentu akan membentuk sejenis kontinum fisik. Kontinum respon yang mrpk manifestasi atau perwujudan pemilikan subjek atas atribut teerkait dalam kuantitas atau jumlah tertentu terbentuk dalam diri subjek saat subjek mengerjakan tugas-tugas tersebut. Salah satu prinsip yang mendasari pengukuran adalah konsep unidimensionalitas. Maksudnya semua fenomena yang kompleks termasuk atribut psikologis dapat ditentukan dalam satu kontinum tunggal yang bersifat linear atau membentuk garis lurus.

24 Jenis-jenis operasi atau tindakan empiris yang dapat kita lakukan terkait aspek-aspek objek da memiliki kesamaan struktur dengan ciri-ciri rangkaian bilangan meliputi : Penentuan kesetaraan atau kesamaan atau pengklasifikasian Rank-ordering atau penjajagan Penentuan kapan perbedaan antar aspek-aspek objek adalah setara atau sama Penentuan kapan rasio antar aspek-aspek objek adalah setara atau sama.

25 Taraf-taraf pengukuran
Pengukuran : peneraan atau pelekatan bilangan pada objek (termasuk orang) atau peristiwa menrut aturan tertentu dengan tujuan untuk melukiskan sifat-sifat objek atau peristiwa yang bersangkutan. “Scale of measurement” atau skala pengukuran. Skala/penskalaan dan pengukuran. Makna istilah penskalaan sesungguhnya tidak bisa dibedakan atau sama dengan makna sistilah pengukuran.

26

27

28 . Pengukuran Nominal -> bilangan hanya dipakai sebagai nama dan tidak memiliki nilai numerik. Variabel diskrit : variabel yang hanya memiliki nilai-nilai bulat atau urut, JK. Jangan menerakan bilangan yang sama terhadap individu atau kelas yang berbeda atau jangan menerakan bilangan yang berbeda terhadap individu atau kelas yang sama.

29 Pengukuran Ordinal -> dipakai untuk menunjukkan rank atau urutan jenjang bedasarkan kuantitas atribut yang diukur. Kebanyakan atribut psikologis yang menjadi objek pengukuran psikologis merupakan variabel kontinyu seperti intelegensi, sikap terhadap korupsi, nilai hidup, motivasi untuk berprestasi, locus of control dsb.

30 Pengukuran Interval  bilangan yang dikenakan pada suatu objek sudah memiliki nilai numerik dan memiliki satuan interval yang sama atau tetap antar bilangan. Pengukuran rasio  memiliki kualitas informasi penuh yaitu menunjukkan identitas, menunjukkan urutan jenjang, menunjukkan interval atau jarak yang sama antar nilai atau bilangan dan menunjukkan nol mutlak.

31 Terima kasih


Download ppt "Latar Belakang & Beberapa Konsep dasar"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google