Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MSDM GLOBAL. Mengelola SDM secara global dengan kebudayaan, sistem hukum & perekonomian yang berbeda memerlukan sebuah adaptasi. Mengelola SDM secara.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MSDM GLOBAL. Mengelola SDM secara global dengan kebudayaan, sistem hukum & perekonomian yang berbeda memerlukan sebuah adaptasi. Mengelola SDM secara."— Transcript presentasi:

1 MSDM GLOBAL

2 Mengelola SDM secara global dengan kebudayaan, sistem hukum & perekonomian yang berbeda memerlukan sebuah adaptasi. Mengelola SDM secara global dengan kebudayaan, sistem hukum & perekonomian yang berbeda memerlukan sebuah adaptasi. MSDM GLOBAL MSDM GLOBAL -Ekspatriat → TK bekerja di wilayah yg bukan mrpkn wilayah dmn dia tercatat menjadi penduduk. -TK lokal → TK bekerja di wilayah yg merupakan kebangsaannya, tetapi perusahaan dmn dia bekerja berasal dari negara asing -TK negara ke-3 → TK dr suatu negara yg bekerja di negara lain o/ perusahaan dari negara ke-3. -Ekspatriat → TK bekerja di wilayah yg bukan mrpkn wilayah dmn dia tercatat menjadi penduduk. -TK lokal → TK bekerja di wilayah yg merupakan kebangsaannya, tetapi perusahaan dmn dia bekerja berasal dari negara asing -TK negara ke-3 → TK dr suatu negara yg bekerja di negara lain o/ perusahaan dari negara ke-3. Tenaga Kerja Internasional Tenaga Kerja Internasional

3 SELEKSI → Keahlian/kompetensi global : keahlian bahasa, intelegensi sosial, kemampuan menghadapi konflik, fleksibilitas, stabilitas emosi & adaptif, kemampuan u/ “mendengar”, memahami perbedaan nilai setiap orang, mengerti komunikasi nonverbal, kesadaran lintas budaya. → Equal Employment Opportunity (Kesetaraan Kesempatan Bekerja) SELEKSI → Keahlian/kompetensi global : keahlian bahasa, intelegensi sosial, kemampuan menghadapi konflik, fleksibilitas, stabilitas emosi & adaptif, kemampuan u/ “mendengar”, memahami perbedaan nilai setiap orang, mengerti komunikasi nonverbal, kesadaran lintas budaya. → Equal Employment Opportunity (Kesetaraan Kesempatan Bekerja) PELATIHAN & PENGEMBANGAN : -Pra keberangkatan (bahasa, budaya, sejarah, kondisi hidup) -Berkesinambungan (perluasan keahlian, perencanaan jenjang karier, program pengembangan korporat) -Repatriasi (“kejutan budaya yg berbalik”, penerimaan atas orang yg kembali ke negara asal) PELATIHAN & PENGEMBANGAN : -Pra keberangkatan (bahasa, budaya, sejarah, kondisi hidup) -Berkesinambungan (perluasan keahlian, perencanaan jenjang karier, program pengembangan korporat) -Repatriasi (“kejutan budaya yg berbalik”, penerimaan atas orang yg kembali ke negara asal)

4 HOW KOMPENSASI : -Pendekatan Neraca → sebanding dgn yg diperoleh di negara asal. -Pendekatan Pasar Global → komponen : tunjangan relokasi/ pindah, perjalanan, pendidikan u/ anak, penyesuaian biaya hidup, perumahan & utilitas, pembayaran atas perbedaan pajak. -Pajak → “Tax Equalization Plan” (tenaga kerja hanya membayar pajak di negara asing saja). LAIN-LAIN : → Kesehatan & keselamatan global, keamanan internasional KOMPENSASI : -Pendekatan Neraca → sebanding dgn yg diperoleh di negara asal. -Pendekatan Pasar Global → komponen : tunjangan relokasi/ pindah, perjalanan, pendidikan u/ anak, penyesuaian biaya hidup, perumahan & utilitas, pembayaran atas perbedaan pajak. -Pajak → “Tax Equalization Plan” (tenaga kerja hanya membayar pajak di negara asing saja). LAIN-LAIN : → Kesehatan & keselamatan global, keamanan internasional

5 Tenaga Kerja Indonesia → UU No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan & Perlindungan TKI di Luar Negeri. Tenaga Kerja Indonesia → UU No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan & Perlindungan TKI di Luar Negeri. -Syarat : usia, sehat, tidak hamil (TKW), pendidikan min. lulus SD, identitas, surat ijin dari suami/istri/ortu, sertifikat kompetensi kerja, paspor, visa kerja, KTKLN/Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri -TKI/PJTKI wajib melaporkan kedatangannya pada kantor perwakilan RI yang ada di negara setempat. -Asuransi : program asuransi TKI pra-penempatan, masa penempatan & purna penempatan. -Perjanjian Bilateral/MoU → karena illegal trafficking, kemampuan adaptasi, asas hukum “lex loci executionis”. -Syarat : usia, sehat, tidak hamil (TKW), pendidikan min. lulus SD, identitas, surat ijin dari suami/istri/ortu, sertifikat kompetensi kerja, paspor, visa kerja, KTKLN/Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri -TKI/PJTKI wajib melaporkan kedatangannya pada kantor perwakilan RI yang ada di negara setempat. -Asuransi : program asuransi TKI pra-penempatan, masa penempatan & purna penempatan. -Perjanjian Bilateral/MoU → karena illegal trafficking, kemampuan adaptasi, asas hukum “lex loci executionis”.

6 Tenaga Kerja Asing → UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Penempatan Tenaga Kerja Asing di Indonesia. Tenaga Kerja Asing → UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Penempatan Tenaga Kerja Asing di Indonesia. -Ketentuan dasar : pemberi kerja harus memiliki Rencana Penggunaan TKA/RPTKA (selanjutnya disebut IMTA/Izin Penggunaan TKA) & ijin tertulis yg disahkan oleh Menteri (kecuali : perwakilan negara asing), TKA u/ jabatan & waktu tertentu. -Syarat TKA : pengalaman kerja min. 5 tahun (sesuai dgn jabatan yg akan diduduki), ada TKI pendamping (latar blkg sesuai dgn TKA) & TKA membuat pernyataan bersedia u/ mengalihkan keahliannya khususnya pada TKI pendamping, dapat berkomunikasi dlm bhs Indonesia, mempunyai standar/ sertifikat kompetensi kerja. -Ketentuan dasar : pemberi kerja harus memiliki Rencana Penggunaan TKA/RPTKA (selanjutnya disebut IMTA/Izin Penggunaan TKA) & ijin tertulis yg disahkan oleh Menteri (kecuali : perwakilan negara asing), TKA u/ jabatan & waktu tertentu. -Syarat TKA : pengalaman kerja min. 5 tahun (sesuai dgn jabatan yg akan diduduki), ada TKI pendamping (latar blkg sesuai dgn TKA) & TKA membuat pernyataan bersedia u/ mengalihkan keahliannya khususnya pada TKI pendamping, dapat berkomunikasi dlm bhs Indonesia, mempunyai standar/ sertifikat kompetensi kerja.

7 “GRAND STRATEGY” : -Pengembangan standar kompetensi kerja -Pengembangan pendidikan & pelatihan berbasis kompetensi -Pengembangan sertifikasi kompetensi yang independen & terpercaya -Harmonisasi regulasi antar instansi → “BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI” “GRAND STRATEGY” : -Pengembangan standar kompetensi kerja -Pengembangan pendidikan & pelatihan berbasis kompetensi -Pengembangan sertifikasi kompetensi yang independen & terpercaya -Harmonisasi regulasi antar instansi → “BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI” -Tingkat AFAS-ASEAN (AEC 2015) -Tingkat GATS-WTO (Tahun 2020) → Indonesia harus mempersiapkan kualitas SDM agar mampu bersaing untuk merebut pasar kerja lokal dan internasional, lebih memaksimalkan pengaturan UU agar tercipta perlindungan & pengawasan yang lebih baik u/ TKI serta TKA. -Tingkat AFAS-ASEAN (AEC 2015) -Tingkat GATS-WTO (Tahun 2020) → Indonesia harus mempersiapkan kualitas SDM agar mampu bersaing untuk merebut pasar kerja lokal dan internasional, lebih memaksimalkan pengaturan UU agar tercipta perlindungan & pengawasan yang lebih baik u/ TKI serta TKA. LIBERALISASI JASA & PERDAGANGAN LIBERALISASI JASA & PERDAGANGAN PASAR KERJA BEBAS PASAR KERJA BEBAS

8 Dlm melaksanakan liberalisasi pasar kerja di kawasan ASEAN, diperlukan penyesuaian peraturan di masing- masing negara & menetapkan suatu “standarisasi keterampilan kerja” krn setiap negara memiliki peraturan tersendiri ttg TKA. Sehingga dgn adanya standar kompetensi tsb, mutu tenaga kerja yg telah mendapatkan sertifikasi berstandar ASEAN tidak akan diragukan mutunya. → MUTUAL RECOGNITION ARRANGEMENT SISI LAIN LIBERALISASI PASAR KERJA VS STANDARISASI KETERAMPILAN KERJA : Dengan adanya standarisasi keterampilan kerja, maka tidak akan kesulitan u/ merekrut tenaga kerja profesional (kerah putih/white colar). Namun yang menjadi masalah adalah u/ tenaga kerja yang tidak terampil (krn seringkali tidak sesuai dengan prosedur). Selain itu perlu waktu u/ penerapan standar kompetensi bersama.

9 PD, ambisius, ulet, tegas, agresif, bersemangat, optimistik, terbuka PD, ambisius, ulet, tegas, agresif, bersemangat, optimistik, terbuka Gaya partisipasif, bekerja keras, menghargai waktu & kebebasan, komunikasi 2 arah Gaya partisipasif, bekerja keras, menghargai waktu & kebebasan, komunikasi 2 arah Mengorbankan keluarga & kesehatannya Mengorbankan keluarga & kesehatannya PHK bukan merupakan ancaman/kegagalan PHK bukan merupakan ancaman/kegagalan

10 Menjunjung harkat & status Gaya manajemen senioritas & otoritas Gaya manajemen senioritas & otoritas Komunikasi bersifat searah Evaluasi didasarkan pada individu Evaluasi didasarkan pada individu

11 Pengambilan keputusan secara autokratik Pengambilan keputusan secara autokratik Tegas, PD, agresif, efisien, pekerja keras, teliti, tepat waktu Tegas, PD, agresif, efisien, pekerja keras, teliti, tepat waktu Tidak menyukai orang yg terus-menerus memuji, menghindari konfrontasi Tidak menyukai orang yg terus-menerus memuji, menghindari konfrontasi Tenang, terus terang, sifat ingin tahu, senang bergaul Tenang, terus terang, sifat ingin tahu, senang bergaul Egalitarianisme/semua orang sederajat Egalitarianisme/semua orang sederajat

12 Gaji dikaitkan dg efisiensi, pemecahan konflik dg pendekatan tatap muka & negosiasi langsung Cunfusianisme (hemat, tingkat menabung tinggi, kerja keras, realistis, disiplin tinggi) Perusahaan bersifat kekeluargaan, Perusahaan bersifat kekeluargaan, hubungan atasan bawahan berdasarkan kredibilitas

13 Disiplin, menghargai waktu, loyal/setia pada perusahaan Disiplin, menghargai waktu, loyal/setia pada perusahaan Semangat kelompok, sistem promosi berdasarkan senioritas Semangat kelompok, sistem promosi berdasarkan senioritas Perusahaan mendorong komitmen kolektif Perusahaan mendorong komitmen kolektif MANAJEMEN JEPANG MANAJEMEN JEPANG

14 MANAJEMEN JERMAN MANAJEMEN JERMAN Teliti, cermat, tidak menyukai orang yang ambisius dlm bisnis, bukan orang yg terbuka, suka menyendiri, menghargai titel. Status berdasarkan prestasi & kemampuan. Perusahaan mengarah u/ menjadi pemimpin produk, seleksi karyawan berdasarkan pada kemampuan teknis & intelektual. Teliti, cermat, tidak menyukai orang yang ambisius dlm bisnis, bukan orang yg terbuka, suka menyendiri, menghargai titel. Status berdasarkan prestasi & kemampuan. Perusahaan mengarah u/ menjadi pemimpin produk, seleksi karyawan berdasarkan pada kemampuan teknis & intelektual. MANAJEMEN PERANCIS MANAJEMEN PERANCIS Menyukai kebebasan, santai. Universitas “Grandes Ecoles”/universitas yg menduduki rangking akan menduduki posisi puncak dlm bisnis. Menyukai kebebasan, santai. Universitas “Grandes Ecoles”/universitas yg menduduki rangking akan menduduki posisi puncak dlm bisnis.

15 Senioritas, pegawai wanita memperoleh gaji yg lebih sedikit dr pegawai pria Senioritas, pegawai wanita memperoleh gaji yg lebih sedikit dr pegawai pria Pembuatan keputusan terpusat pada top eksekutif Pembuatan keputusan terpusat pada top eksekutif Kompensasi berdasarkan jenjang tingkat pendidikan (gaji 15% lebih besar) Kompensasi berdasarkan jenjang tingkat pendidikan (gaji 15% lebih besar) Kunci sukses ekonomi : usia muda lebih besar & pekerja wanita (yg ahli/terampil) dg gaji rendah. Kunci sukses ekonomi : usia muda lebih besar & pekerja wanita (yg ahli/terampil) dg gaji rendah.

16 Eksistensi kelompok, menjunjung tinggi nilai kesopanan, tata krama & norma, budaya otoritas, budaya malu Eksistensi kelompok, menjunjung tinggi nilai kesopanan, tata krama & norma, budaya otoritas, budaya malu Konsumtif (bekerja u/ mendapatkan uang), dlm wawancara (kemampuan no. 2, no. 1 kesopanan), promosi secara intern. Konsumtif (bekerja u/ mendapatkan uang), dlm wawancara (kemampuan no. 2, no. 1 kesopanan), promosi secara intern.

17 TERIMA KASIH


Download ppt "MSDM GLOBAL. Mengelola SDM secara global dengan kebudayaan, sistem hukum & perekonomian yang berbeda memerlukan sebuah adaptasi. Mengelola SDM secara."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google