Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TRANSCULTURAL NURSING INTRODUCTION WIDANINGSIH. PENDAHULUAN Madeleine Leininger dianggap sebagai pendiri teori keperawatan transkultural. Teorinya kini.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TRANSCULTURAL NURSING INTRODUCTION WIDANINGSIH. PENDAHULUAN Madeleine Leininger dianggap sebagai pendiri teori keperawatan transkultural. Teorinya kini."— Transcript presentasi:

1 TRANSCULTURAL NURSING INTRODUCTION WIDANINGSIH

2 PENDAHULUAN Madeleine Leininger dianggap sebagai pendiri teori keperawatan transkultural. Teorinya kini telah berkembang sebagai suatu disiplin dalam keperawatan. Evolusi teorinya dapat dipahami dari buku-bukunya: – Budaya Perawatan Keanekaragaman dan Universalitas (1991) – Transcultural Nursing (1995) – Transcultural Nursing (2002) Teori keperawatan Transcultural juga dikenal sebagai teori Budaya Perawatan. Kerangka teoritis digambarkan dalam model itu disebut Model Sunrise (1997).

3 Madeleine Leininger Salah satu teori keperawatan pertama dan konsultan keperawatan transkultural global. MSN - Universitas Katolik di Washington DC. PhD di bidang antropologi - University of Washington. Dia mengembangkan konsep keperawatan transkultural dan model penelitian ethnonursing.

4 DEFINISI Transcultural Nursing Keperawatan Transcultural adalah studi perbandingan budaya untuk memahami kesamaan (budaya universal) dan perbedaan (budaya khusus) di seluruh kelompok manusia (Leininger, 1991)

5 DEFINISI Budaya Set nilai, kepercayaan dan tradisi, yang dipegang oleh kelompok tertentu orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya juga keyakinan, kebiasaan, suka, tidak suka, adat istiadat dan ritual belajar dari satu keluarga. Budaya adalah, belajar bersama dan ditransmisikan nilai-nilai, keyakinan, norma dan praktek cara hidup suatu kelompok tertentu yang membimbing pemikiran, keputusan, dan tindakan dengan cara yang bermotif.

6 DEFINISI Budaya dipelajari oleh setiap generasi melalui pengalaman hidup baik formal maupun informal. Bahasa adalah primer melalui sarana transmisi budaya. Praktek-praktek budaya tertentu sering timbul karena lingkungan kelompok sosial dan fisik. Budaya praktek dan keyakinan yang disesuaikan dari waktu ke waktu, tetapi mereka terutama tetap konstan selama mereka memenuhi kebutuhan.

7 DEFINISI Agama Adalah seperangkat keyakinan dalam kekuatan manusia ilahi atau super (atau kekuatan) untuk ditaati dan disembah sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Kesukuan mengacu pada sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya dan khas dan yang merupakan anggota kelompok tertentu

8 DEFINISI Etnis suatu kesadaran milik kelompok. Identifikasi budaya rasa menjadi bagian dari sebuah kelompok etnis atau budaya Budaya-universal kesamaan nilai, norma perilaku, dan pola hidup yang serupa di antara budaya yang berbeda. Budaya-menspesifikasikan nilai-nilai, keyakinan, dan pola perilaku yang cenderung unik untuk budaya menunjuk.

9 DEFINISI Material budaya mengacu pada benda (pakaian, seni, agama,dst) Non-materi budaya mengacu pada kebiasaan kepercayaan, bahasa, lembaga-lembaga sosial. Cabang kebudayaan terdiri dari orang-orang yang memiliki identitas yang berbeda tetapi terkait dengan kelompok budaya yang lebih besar.

10 DEFINISI Bicultural orang yang melintasi dua budaya, gaya hidup, dan set nilai. Keragaman mengacu pada fakta atau keadaan yang berbeda. Keanekaragaman budaya dapat terjadi antara dan dalam kelompok budaya.

11 DEFINISI Akulturasi Orang-orang dari kelompok minoritas cenderung menganggap sikap, nilai-nilai, keyakinan, menemukan praktek masyarakat yang dominan menghasilkan pola budaya dicampur. Budaya kejutan keadaan menjadi bingung atau tidak dapat merespon lingkungan budaya yang berbeda karena keanehan tiba- tiba, pahaman, dan ketidaksesuaian persepsi orang asing dan harapan di dibedakan dari orang lain dengan spidol simbolik (budaya, biologi, wilayah, agama).

12 DEFINISI Kelompok etnis berbagi warisan sosial dan budaya umum yang diwariskan kepada generasi berturut-turut., Etnis identitas mengacu pada perspektif subjektif dari warisan orang tersebut dan rasa milik kelompok yang dibedakan dari kelompok lainnya. Ras klasifikasi orang sesuai dengan karakteristik biologis bersama, penanda genetik, atau fitur. Tidak semua orang dari ras yang sama memiliki budaya yang sama.

13 DEFINISI Kesadaran Budaya Ini adalah pemeriksaan latar belakang mendalam diri sendiri, mengenali bias dan prasangka dan asumsi tentang orang lain. Perawatan sesuai dg Budaya Perawatan yang sesuai pola kehidupan menghargai masyarakat dan seperangkat makna- yang dihasilkan dari masyarakat itu sendiri, bukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

14 DEFINISI Perawatn kompeten dalam Budaya adalah kemampuan praktisi untuk bekerja peduli dlm menjembatani kesenjangan budaya, bekerja dengan perbedaan budaya dan memungkinkan klien dan keluarga untuk mencapai pedulian bermakna dan mendukung.

15 DEFINISI Keputusan Perawatan Leininger (1991) mengidentifikasi tiga keputusan keperawatan dan tindakan untuk mencapai perawatan budaya yang sesuai/serasi. Pemeliharaan dan pelestarian budaya. Perawatan meng akomodasi atau negosiasi ttg budaya. Perawatan budaya repatterning atau restrukturisasi

16 KONSEP UTAMA [Leininger (1991)] Penyakit dan kesehatan dibentuk oleh berbagai faktor termasuk persepsi dan keterampilan mengatasi, serta tingkat sosial pasien. Kompetensi budaya merupakan komponen penting dari keperawatan. Budaya mempengaruhi semua bidang kehidupan manusia. Ini mendefinisikan kesehatan, penyakit, dan mencari bantuan dari penyakit atau kesusahan. Pengetahuan agama dan Budaya merupakan unsur penting dalam perawatan kesehatan. Konsep kesehatan yang diselenggarakan oleh banyak budaya kelompok dapat mengakibatkan orang memilih untuk tidak mencari prosedur modern perawatan medis.

17 Lanjutan…. Penyedia layanan kesehatan harus fleksibel dalam desain program, kebijakan, dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan keprihatinan penduduk beragam budaya, kelompok-kelompok yang mungkin ditemui. Sebagian besar kasus penyakit awam memiliki sebab-akibat beberapa dan mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda untuk diagnosis, pengobatan, dan menyembuhkan termasuk rakyat dan intervensi medis Barat.. Penggunaan model tradisional atau alternatif penyediaan layanan kesehatan secara luas bervariasi dan dapat datang ke dalam konflik dengan model Barat praktik perawatan kesehatan. Budaya panduan perilaku dalam cara diterima untuk orang-orang dalam kelompok tertentu sebagai budaya tersebut berasal dan berkembang dalam struktur sosial melalui interaksi personal antar. Untuk perawat untuk berhasil memberikan perawatan untuk klien dari komunikasi antarbudaya yang berbeda budaya atau etnis latar belakang, yang efektif harus dilakukan.

18 APLIKASI UNTUK KEPERAWATAN Untuk mengembangkan pemahaman, rasa hormat dan penghargaan atas individualitas dan keragaman keyakinan pasien, nilai-nilai, spiritualitas dan penyakit budaya terkait, artinya, penyebab, pengobatan, dan hasil. Untuk mendorong dalam mengembangkan dan memelihara program terapi fisik, emosional dan spiritual perawatan diri memperkenalkan seperti ayurveda dan karma Pancha.

19 KESEHATAN DALAM PRAKTEK KULTUR BERBEDA Penggunaan Benda Perlindungan Benda pelindung dapat dipakai atau dibawa atau digantung di rumah-pesona dikenakan pada string atau rantai di sekitar leher, pergelangan tangan, atau pinggang untuk melindungi pemakainya dari mata jahat atau roh jahat.

20 Lanjutan… Penggunaan Zat. Hal ini diyakini bahwa certian zat makanan dapat dicerna untuk mencegah penyakit. Misalnya makan bawang putih mentah atau bawang untuk mencegah penyakit atau memakainya pada tubuh atau menggantung mereka di rumah.

21 lanjutan Faktor Ekonomi Faktor-faktor seperti pengangguran, setengah pengangguran, tunawisma, kekurangan kemiskinan asuransi kesehatan mencegah orang memasuki sistem perawatan kesehatan. Orientasi Waktu Hal ini bervariasi untuk kelompok budaya yang berbeda.

22 Ruang Pribadi Menghormati ruang pribadi klien saat melakukan prosedur keperawatan. Perawat juga harus menyambut mengunjungi anggota keluarga dan keluarga.

23 KEPERAWATAN PROSES DAN PERAN PERAWAT Tentukan warisan budaya klien dan kemampuan bahasa. Menentukan apakah ada kepercayaan kesehatannya berhubungan dengan penyebab penyakit atau masalah. Kumpulkan informasi bahwa setiap pengobatan rumah orang tersebut mengambil untuk mengobati gejala. Perawat harus mengevaluasi sikap mereka terhadap perawatan etnis. Evaluasi diri membantu perawat untuk menjadi lebih nyaman ketika memberikan perawatan kepada klien dari berbagai latar belakang

24 lanjutan Memahami pengaruh budaya, ras & etnis pada pengembangan hubungan emosional sosial, praktik membesarkan anak & sikap terhadap kesehatan. Kumpulkan informationabout status sosial ekonomi keluarga dan pengaruhnya terhadap promosi kesehatan dan kesehatan Identifiy praktik-praktik keagamaan dari keluarga dan pengaruh mereka pada keyakinan promosi kesehatan dalam keluarga.

25 lanjutan Memahami karakteristik umum dari kelompok etnis utama, tetapi selalu individualize perawatan. Diagnosis keperawatan untuk klien harus mencakup potensi masalah dalam interaksi mereka dengan sistem perawatan kesehatan dan masalah yang melibatkan efek budaya.

26 Lanjutan Perencanaan dan pelaksanaan intervensi keperawatan harus disesuaikan sebanyak mungkin dengan latar belakang budaya klien.

27 Lanjutan Evaluasi harus mencakup perawat evaluasi diri dari sikap dan emosi terhadap memberikan asuhan keperawatan kepada klien dari latar belakang sosial budaya yang beragam. Evaluasi diri oleh perawat sangat penting karena ia meningkatkan keterampilan untuk interaksi.

28 KESIMPULAN Perawat perlu menyadari dan peka terhadap kebutuhan budaya klien. Praktek keperawatan saat ini menuntut perawat mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan budaya kelompok yang beragam, memahami realitas sosial dan budaya, keluarga, komunitas klien, dan, mengembangkan keahlian untuk menerapkan strategi budaya diterima untuk memberikan asuhan keperawatan, dan mengidentifikasi dan menggunakan diterima oleh klien (Andrews & Boyle, 2002) sumber daya.

29 REFERENSI Murphy SC. Pemetaan literatur keperawatan transkultural. J Med Libr Assoc April, 94 (Suppl 2): E Leninger M. Budaya Perawatan Teori: Sebuah Kontribusi Mayor untuk Meningkatkan Pengetahuan Keperawatan Transcultural dan PracticesJournal Keperawatan Transcultural, Vol. 13 No 3, Juli Leininger M. Budaya perawatan keragaman dan universalitas: Sebuah teori keperawatan. New York: Liga Nasional untuk Keperawatan Pres; Leininger M.Transcultural keperawatan: Konsep, teori, penelitian, dan praktik. Columbus, OH: McGraw-Hill College Kustom Seri; Andrews MM, konsep Boyle JS.Transcultural dalam asuhan keperawatan. J Transcult Nurs Juli, 13 (3) :

30 George B. Julia teori Keperawatan: Dasar praktik keperawatan profesional edisi 5rd.Norwalk, CN: Appleton dan Lange, Kozier B, G Erb, Barman A, Synder AJ. Dasar-dasar keperawatan, konsep, proses dan praktek, Edn 7, Terjemahan Leninger M, McFarland M. Transcultural Nursing: Konsep, Teori, Riset, dan Praktek, Edn 3rd, McGraw-Hill Professional, New York, Potter PA, Perry AG. Dasar Keperawatan, 6th edition. St Louis, Mosby, 2009.


Download ppt "TRANSCULTURAL NURSING INTRODUCTION WIDANINGSIH. PENDAHULUAN Madeleine Leininger dianggap sebagai pendiri teori keperawatan transkultural. Teorinya kini."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google