Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

S E J A R A H ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS X. S E J A R A H I. Pengertian sejarah Pengertian sejarah II. Periode sejarah masyarakat Indonesia Periode.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "S E J A R A H ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS X. S E J A R A H I. Pengertian sejarah Pengertian sejarah II. Periode sejarah masyarakat Indonesia Periode."— Transcript presentasi:

1 S E J A R A H ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS X

2 S E J A R A H I. Pengertian sejarah Pengertian sejarah II. Periode sejarah masyarakat Indonesia Periode sejarah masyarakat Indonesia

3 S E J A R A H I. Pengertian sejarah Sejarah, babad, atau hikayat, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting dimasa lalu manusia serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis

4 S E J A R A H Sejarah meliputi : 1. Apa peristiwanya 2. Siapa saja yang terlibat 3. Kapan dan dimana terjadinya 4. Bagaimana proses terjadinya 5. Alasan mengapa suatu peristiwa bisa terjadi / penyebab atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa. 6. Hubungan atau keterkaitan antara satu peristiwa dengan yang lainnya. Hubungan yang terjadi adalah hubungan causal (sebab akibat).

5 S E J A R A H a. Komunal primitif Indonesia (2 juta tahun yang lalu)

6 S E J A R A H b. Feodalisme feodum = tanah Teknik/teknologi pertanian sudah ditemukan Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktik pertanian pertama kali berawal di daerah "bulan sabit yang subur" di Mesopotamia (Irak) sekitar 8000 SM Teknik pertanian/ perkebunan, beternak, (agraris) pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme) diperkirakan masuk ke nusantara sejak 3000 SM sampai abad ke-8 SM

7 S E J A R A H b. Feodalisme feodum = tanah Sistem sosiopolitik dimana kepemilikan tanah dikuasai oleh tuan tanah / raja, dan masyarakat yang tak memiliki tanah menjadi hamba atau budak dari raja tersebut untuk mengolah tanah dan membantu menjaga tanahnya dari penguasa lainnya.

8 S E J A R A H b. Feodalisme Raja Punya hak istimewa untuk mengadakan pengadilan, membuat peraturan, menguasai tanah, mempunyai tentara dan hak atas upeti / pajak dari hasil kerja rakyat yang tinggal di daerah kekuasaan raja tersebut. Hak istimewa tersebut adalah hak yang dimiliki oleh negara pada jaman sekarang.

9 S E J A R A H b. Feodalisme Bagaimana sistem feodalisme tercipta?

10 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Asal mula terjadinya Feodalisme di Nusantara : Pada masa itu kondisi geografis nusantara terdiri dari hutan tropis yang luas. Sehingga siapapun boleh memiliki dan mengolah tanah seberapapun luasnya, tanpa perlu membayar ataupun membuat perjanjian dengan pihak lain. Maka yang punya pengikut banyaklah yang mampu menguasai tanah yang luas, kemudian berkembang menjadi kerajaan.

11 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Asal mula terjadinya Feodalisme di Nusantara : karena teknologi pertanian yang berkembang, maka hasil produksi menjadi berlebih (surplus). Surplus tersebut yang menjadi milik raja dalam bentuk upeti atau pajak Hasil upeti atau pajak inilah yang membiayai kehidupan raja dan seluruh struktur feodalisme

12 S E J A R A H

13

14 b. Feodalisme di Nusantara Kerajaan tertua berdasarkan Prasasti yang pernah ditemukan adalah kerajaan Kutai Martadipura/Martapura (abad 4 Masehi = tahun 300 an ) Kerajaan ini bercorak Hindu dan terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Rajanya yang pertama bernama Maharaja Kudungga

15 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara

16 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Produksi material masyarakat berupa pertanian/perkebunan, peternakan (agraris), kerajinan dan perdagangan.

17 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Sejak abad ke 4 M sampai Portugis datang tahun 1509, Nusantara terdiri atas kerajaan-kerajaan baik besar maupun kecil. Contohnya Kutai Martadipura (abad ke 4), Tarumanagara ( 358 – 669 M), Sriwijaya (600 – 1100 M), singasari (1222–1292), Majapahit (1293–1527), dan banyak lagi kerajaan-kerajaan lainnya.

18 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Kondisi geografis nusantara yang mendukung terciptanya produksi pertanian/perkebunan, peternakan, kerajinan dan perdagangan : 1. Tanah luas dan subur 2. Banyak Sungai / air 3. Hutan tropis 4. Kepulauan yang dikelilingi laut 5. Curah hujan tinggi 6. Cuaca lunak / bersahabat

19 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Hasil-hasil pertanian / perkebunan, dan peternakan yang dominan dan diperdagangkan adalah : 1. Beras 2. Ikan 3. Garam 4. Kapas 5. Rempah-rempah

20 S E J A R A H b. Feodalisme di Nusantara Rempah-rempah adalah salah satu produk yang paling dicari untuk pasaran eropa pada masa itu, maka harganya sangat mahal. kegunaan rempah-rempah adalah untuk pengawet makanan, penguat rasa (penyedap) masakan, dan campuran obat- obatan. Contoh rempah-rempah : pala (fulli), bunga pala, lada/merica, cengkeh, jahe, kunyit, asam jawa, kayu manis, dll.

21 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme Apa yang menjadi penyebab bangsa Eropa melakukan kolonisasi ke seluruh dunia?

22 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme Penyebab bangsa Eropa ingin melakukan kolonisasi : Keinginan untuk memonopoli perdagangan demi keuntungan yang sebesar-besarnya dan menjatuhkan pesaing dagang

23 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme Koloni = Daerah Jajahan Kolonialisme adalah : Sistem penguasaan ekonomi politik oleh suatu kelas masyarakat terhadap kelas masyarakat yang lain

24 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme Penjajah Nusantara : 1. Portugis (1509 – 1602) Alfonso de Albuquerque 2. VOC (1602 – 1800) (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) Jan Pieterszoon Coen 3. Belanda (1800 – 1811) Daendels 4. Inggris ( ) Sir Thomas Stanford Raffles 5. Jepang (1942 – 1945)

25 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (1600 – 1800) 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830) 3. Periode Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) (1830 – 1870) 4. Periode liberal (1870 – 1900) 5. Periode politik etis (1900 – 1930) 6. Periode Depresi hebat (1930 – 1940)

26 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost- Indische Compagnie) (1600 – 1800) Adalah perusahaan joint stock company (saham gabungan) yang bergerak dibidang perdagangan rempah-rempah terutama lada, kayu manis, pala dan cengkeh.

27 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) VOC memiliki hak istimewa yang tercantum dalam octrooi (piagam/charta), yaitu hak untuk : 1. Mengadakan perjanjian dengan penguasa lokal 2. Memonopoli perdagangan 3. Mencetak mata uang sendiri 4. Mempunyai tentara 5. Mengadakan pemerintahan, pengadilan dan memungut pajak

28 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) Akibat hak istimewa tersebut maka VOC melakukan kegiatan perdagangan dengan sewenang-wenang (monopoli, tipu muslihat, kekerasan, pemerasan dan pembunuhan) demi keuntungan yang sebesar-besarnya.

29 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) Pada 1669, VOC merupakan perusahaan pribadi terkaya dalam sepanjang sejarah, dengan lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan tentara, dan pembayaran dividen 40%.

30 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) perlawanan terhadap VOC antara lain : 1. Sultan Agung (kerajaan Mataram ) 2. Kakiali (Kerajaan Hitu Maluku tahun 1635) 3. Sultan Hasanudin (kerajaan Gowa Makasar tahun 1666 – 1669) 4. Trunojoyo ( )

31 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) perlawanan terhadap VOC antara lain : 5. Sultan Ageng Tirtayasa ( kerajaan Banten tahun 1680 – 1682) 6. Untung Surapati (budak Jawa yang menjadi pemberontak tahun 1686 – 1706) 7. Pemberontakan Tionghoa (1722 – 1742) 8. Pemberontakan Pangeran Sambernyawa / Raden Mas Said (1754 – 1756)

32 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 1. Periode VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) (1600 – 1800) VOC dibubarkan pada tahun 1798 karena : 1. Merajalelanya korupsi di tubuh VOC 2. Kuatnya persaingan dengan perusahaan dagang lain 3. Biaya besar untuk berperang

33 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830) penyebab kekacauan di Eropa karena terjadinya revolusi Prancis. Akibat dari revolusi prancis adalah perang terutama antara prancis dengan Inggris. Di Hindia Belanda pun terjadi perang perebutan daerah jajahan antara Inggris dengan Prancis- Belanda.

34 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830) Napoleon Bonaparte memerintahkan Herman Willem Daendels untuk menjaga pulau Jawa dari Inggris.( ) Maka untuk memudahkan mobilisasi militer dan informasi (surat) di pulau Jawa dibangunlah Jalan Raya Pos ( De Grote Postweg ) dari Anyer hingga Panarukan (± 1000 km). Ribuan orang Jawa dijadikan budak untuk kerja paksa pembangunan jalan raya pos.

35 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830)

36 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830)

37 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 2. Periode kekacauan dan ketidakpastian (1800 – 1830) karena ada kebutuhan dari Prancis untuk menyerang Rusia maka Daendels dipindah ke Prancis (1811). Pengganti Daendels di Hindia Belanda adalah Jan Willem Janssens. (± 6 bulan, 15 Mei 1811 – 18 sep 1811). Akhirnya Hindia Belanda jatuh ke tangan Inggris. Gubernur Jendral Hindia Belanda dari Inggris adalah Lord Minto (1811) sebelum diganti oleh Thomas Stamford Bingley Raffles ( ).

38 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) (1830 – 1870) setelah perang paderi (tuanku Imam Bonjol ) dan Jawa (Diponegoro) ( ), maka seluruh Jawa dan sumatera bisa ditaklukkan oleh Belanda sistem tanam paksa adalah sistem pemaksaan terhadap rakyat Hindia Belanda untuk menanam tanaman ekspor yang laku di perdagangan internasional. tanaman utamanya adalah kopi, tebu, merica, kayu manis, teh dan tembakau.

39 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) (1830 – 1870) tanam paksa adalah kebijakan pemerintah kolonial dengan tujuan mengisi kekosongan kas pemerintah Belanda yang terkuras akibat perang di eropa maupun di daerah jajahan (jawa dan sumatera). Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa tanam paksa adalah Johannes van den Bosch.

40 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) (1830 – 1870) akibat dari tanam paksa : 1. Lahan untuk menanam padi menjadi lebih sedikit karena tanah-tanah digunakan terutama untuk perkebunan kopi, tebu, teh, tembakau, merica dan kayu manis. 2. Banyak terjadi kemiskinan dan kelaparan 3. Banyak didirikan pabrik-pabrik gula

41 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) tanam paksa dihentikan karena alasan kasihan pada penindasan yang dilakukan terhadap orang Hindia Belanda. tetapi alasan sebenarnya adalah karena banyak pemilik modal di Eropa yang menginginkan keuntungan dari penindasan di Hindia belanda.

42 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) Sistem Tanam Paksa dihentikan pada tahun 1870, kemudian kapital (modal) swasta asing mulai masuk di bidang perkebunan ke Hindia Belanda. perkebunan tebu dan pabrik gula mendominasi Jawa.

43 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) industri minyak dan karet masuk ke pulau- pulau di luar Jawa pada awal tahun kemudian perkebunan tembakau, karet, teh, kopi, dan kelapa tumbuh di Borneo, Sulawesi, dan Sumatra Utara

44 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) Apakah dengan adanya kapital (investasi) asing membawa kesejahteraan bagi rakyat Hindia Belanda?

45 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) Jawabnya adalah tidak. Karena rakyat Hindia Belanda tetap harus bekerja dengan upah murah, melakukan banyak pekerjaan, dan dikenai pajak tinggi.

46 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) Rakyat Hindia Belanda tetap diwajibkan : 1. bekerja di perkebunan sekaligus jadi buruh pabrik, 2. membangun jalan dan jembatan untuk transportasi hasil bumi, 3. pengembangan fasilitas pelabuhan, 4. konstruksi perumahan untuk para pejabat,

47 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode liberal (1870 – 1900) Rakyat Hindia Belanda tetap diwajibkan : 5. membangun pabrik dan gudang- gudang untuk hasil bumi, 6. membangun dam dan irigasi, 7. dan bahkan benteng pertahanan.

48 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Melihat penindasan dan kemiskinan ini, maka penjajah Belanda merasa terusik nuraninya. Tokoh Belanda Eduard Douwes Dekker (Multatuli) menulis novel Max Havelaar (1860).

49 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Mereka meminta adanya peningkatan kesejahteraan bagi rakyat Hindia Belanda. Tokoh Belanda pencetus ide politik etis adalah Conrad Theodore Van Deventer dan Pieter Brooshooft.

50 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Maka munculah gerakan politik etis, yaitu : 1. Irigasi 2. Transmigrasi 3. Edukasi

51 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Apakah alasan sebenarnya Penjajah Belanda melakukan politik etis terhadap rakyat Hindia Belanda?

52 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Alasannya adalah kebutuhan ekonomi. Bisa dilihat dari praktek penerapan politik etis tersebut di Hindia Belanda : 1. Irigasi pengairan digunakan untuk mengairi perkebunan milik pemilik modal. Bukan untuk mengairi perkebunan milik petani pribumi.

53 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) 2. Transmigrasi Digunakan untuk memobilisasi tenaga kerja dari satu tempat ke tempat yang lain dengan tujuan bekerja di perkebunan milik pemodal asing. Pendatang juga digunakan sebagai lawan bagi penduduk lokal (politik devide et impera).

54 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) 3. Edukasi Digunakan untuk melatih keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung bagi pribumi. Karena eksploitasi sumber daya alam Hindia Belanda tidak bisa lagi hanya mengandalkan expatriat, tetapi membutuhkan sumber daya manusia lokal yang terampil untuk jadi buruh, dokter, kasir, guru, administrator, dll.

55 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Politik etis menjadi bumerang bagi Penjajah Belanda karena disinilah muncul kaum intelektual bumi putra dan dimulailah perlawanan moderen terhadap kolonialisme yaitu dengan berorganisasi.

56 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 1. Serikat Dagang Islam (SDI) th Pendiri : H. Samanhudi di Surakarta pemimpin SDI yang berpengaruh : - RM Djokomono Tirto Adhi Soeryo - HOS Tjokroaminoto

57 S E J A R A H 3. Periode politik etis (1900 – 1930) H. Samanhoedi (Samanhudi)

58 S E J A R A H 3. Periode politik etis (1900 – 1930) RM Djokomono Tirto Adhi Soeryo

59 S E J A R A H 3. Periode politik etis (1900 – 1930) HOS Tjokroaminoto

60 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 1. Sarekat Dagang Islam (SDI) th Tujuan SDI adalah mengorganisasikan pedagang muslim pribumi agar mampu bersaing dengan pedagang Eropa atau Tionghoa. pada awalnya hanya bergerak di bidang ekonomi saja. tapi lama kelamaan ada kebutuhan bergerak dibidang sosial dan politik. Maka SDI kemudian berganti nama menjadi sarekat Islam (SI).

61 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 2. Boedi Oetomo th berdiri tanggal 20 Mei 1908, diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. didirikan oleh beberapa mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) Tokoh : Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Soetomo (Bung Tomo)

62 S E J A R A H 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Dr. Wahidin Sudirohusodo

63 S E J A R A H 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Dr. Soetomo (Bung Tomo)

64 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 2. Boedi Oetomo (Budi Utomo) th Pada perkembangannya Boedi Oetomo hanya mengedepankan nasionalisme elit Jawa dan madura saja. Bisa dilihat dari kepemimpinannya dan keanggotaannya.

65 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 2. Boedi Oetomo (Budi Utomo) th Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

66 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 2. Boedi Oetomo (Budi Utomo) th keanggotaan hanya untuk orang Jawa dan Madura saja, orang Betawi atau suku lain tidak bisa jadi anggota. Yang menjadi anggota BO adalah pegawai negeri yang di gaji Belanda, sehingga tidak punya kontribusi apa-apa dalam pergerakan nasional.

67 S E J A R A H c. Kolonialisme dan imperialisme PERIODE PENGUASAAN KOLONIALISME DI NUSANTARA : 3. Periode politik etis (1900 – 1930) Organisasi-organisasi pada masa pergerakan : 3. Sarekat Islam (SI) th pada awalnya hanya bergerak di bidang ekonomi saja. tapi lama kelamaan ada kebutuhan bergerak dibidang sosial dan politik. Maka SDI kemudian berganti nama menjadi sarekat Islam (SI).


Download ppt "S E J A R A H ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS X. S E J A R A H I. Pengertian sejarah Pengertian sejarah II. Periode sejarah masyarakat Indonesia Periode."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google