Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013, adalah upaya penyederhanaan, dan tematik - integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013, adalah upaya penyederhanaan, dan tematik - integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang."— Transcript presentasi:

1

2 A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013, adalah upaya penyederhanaan, dan tematik - integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat diidentifikasi masalah – masalah sebagai berikut : 1. Guru mengalami kesulitan dalam menjabarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator terutama dalam hal menentukan kata kerja operasional yang tepat. 2. Guru kesulitan dalam merumuskan keterpaduan berbagai mata pelajaran pada langkah pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 3. Terdapat perbedaan kesiapan guru penjasorkes sekolah dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul terhadap perubahan kurikulum C. Pembatasan Masalah Kesiapan tenaga pengajar menyikapi perubahan kurikulum tematik dalam pembelajaran penjaskes di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul D. Perumusan Masalah Bagaimana kesiapan tenaga pengajar menyikapi perubahan kurikulum tematik dalam pembelajaran penjaskes di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul

3 E. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui kesiapan kesiapan tenaga pengajar menyikapi perubahan kurikulum tematik dalam pembelajaran penjaskes di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. F. Penelitian Memberikan sumbangan keilmuwan khususnya tentang tanggapan guru terhadap perubahan kurikulum tematik. Dapat dipergunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti sejenis dimasa datang.

4 1. Definisi Kesiapan Kesiapan menurut kamus psikologi perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untukvmempraktekkan sesuatu (Chaplin 2006: 419 ). 2. Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah suatu hasil peradaban suatu bangsa yang dikembangkan atas dasar suatu pandangan hidup bangsa itu 3. Faktor Pendidik Pelaksanaan pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya pendidik, pendidik yang dimaksud ialah orang dewasa yang mempuyai keahlian khusus dalam bidang tertentu dan juga memiliki tanggung jawab memberikan bimbingan secara sadar terhadap kemampuan anak didik baik secara jasmani dan rohani. › A da tiga hal yang patut dihayati dan dilaksanakan oleh seorang pendidik, yaitu : Ing ngarsa sung tuladha ( didepan menjadi teladan yang baik ) Ing madya mangun karsa (ditengah – tengah memberikan motifasi ) Tut wuri handayani (dibelakang memberikan dorongan )

5 4. Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Proses ajar aktifitas jasmani dan sekaligus mengajarkan kepada peserta didik agar dapat menguasi keterampilan jasmani sebagai perantara guru penjasorkes. 5. Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Guru penjas adalah pengajar atau guru yang mengajarkan pendidikan tentang pengetahuan dan praktek mengenai olahraga dan kesehatan dengan bertujuan untuk menjadikan peserta didiknya mencapai kebugaran jasmani dan rohani. 6. Pengertian Kurikulum memang ada yang memandang kurikulum dalam arti luas, yaitu kurikulum yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialamij peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.

6 7. Kurikulum Tematik Pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema – tema tertentu. a. Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik Secara umum prinsip pembelajaran tematik dapat di klasifikasikan menjadi : › Prinsip Penggalian Data Prinsip yang paling utama dalam pembelajaran tematik. Artinya tema tema yang saling tumpang tindih dan keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran. › Prinsip Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses, yang artinya guru harus mampu menempatkan diri sebagai mediator dan fasilitator dalam proses pembelajaran. › Prinsip Evaluasi Evaluasi pada dasarnya menjadi fokus dalam setiap kegiatan. › Prinsip Reakasi Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan aspek yang sempit tetapi ke sebuah kesatuan yang utuh dan bermakna.

7 A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif B. Menyidik Faktor Faktor yang menjadi komponen konstrak sebagai berikut  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Konsep Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Struktur Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Konsep Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Standar Proses Kurikulum  Kesiapan Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Terhadap Perubahan Standar Penilaian Kurikulum C. Menyusun Butir Pertanyaan atau Peryataan

8 D. Konsultasi E. Uji Validitas Menurut Sugiarto dan Sitinjak ( 2009 ) validitas berhubungan dengan suatu peubah mengukur apa yang seharusnya diukur.  Rumus : KK = D ( A + B + C + D + ) F. Uji Reliabilitas Menurut Sugiarto dan Sitinjak ( 2009 ) menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang dugunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data dan menangkap informasi yang sebenarnya dilapangan. Rumus : KK = 2s N1 + N2

9  Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan metode survey sedangkan peneelitian tentang kesiapan kesiapan tenaga pengajar menyikapi perubahan kurikulum tematik dalam pembelajaran penjaskes di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul dengan cara mengedarkan kuisioner berupa angket pada responden untuk memperoleh identitas dan kesiapan responden tentang kurikulum tematik. o Tehnik Analisis Data


Download ppt "A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013, adalah upaya penyederhanaan, dan tematik - integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google