Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ns. Dodi Wijaya, M.Kep KONSEP SEKSUALITAS DALAM KEPERAWATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ns. Dodi Wijaya, M.Kep KONSEP SEKSUALITAS DALAM KEPERAWATAN."— Transcript presentasi:

1 Ns. Dodi Wijaya, M.Kep KONSEP SEKSUALITAS DALAM KEPERAWATAN

2 ISU-ISU SEKSUALITAS :  Pembicaraan mengenai seksualitas seringkali dianggap sebagai hal yang tabu  tidak pantas dibicarakan dalam komunitas umum  bersifat pribadi  hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antar lawan jenis.

3 Klien tidak terlepas dari aspek seksualitasnya ketika mereka berada dalam sistem pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan dengan pendekatan holistik,semua aspek saling berinteraksi. Aspek seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek biologi, psikologi, sosiologi, kultural dan spiritual. perawat harus mempunyai dasar pengetahuan, ketrampilan dalam pengkajian dan komunikasi serta sikap yang tepat.

4 KONSEP SEKSUALITAS Dimensi seksualitas 1.Dimensi Sosiokultural Seksualitas dipengaruhi oleh norma & peraturan cultural yang menentukan apakah prilaku diterima di dalam kultur

5 3. Dimensi Psikologis 2. Dimensi Agama dan Etik Pelaksanaan seksual etik dan emosi yang berhubungan dengan seksualitas membentuk dasar untuk pembuat keputusan seksual berdasarkan agama Banyak keyakinan & sikap kita mengenai perkembangan psikologis, moral, & psikoseksual wanita & pria berdasarkan teori Freud, Erikson & Kohlberg.

6 KESEHATAN SEKSUAL Kesehatan seksual didefinisikan sebagai pengintegrasian aspek somatik, emosional, intelektual, dan sosial dari kehidupan seksual, dengan cara yang positif yang memperkaya dan meningkatkan kepribadian, komunikasi dan cinta (WHO, 1975). Definisi ini mencakup dimensi biologi, psikologi dan sosiokultural.

7 KOMPONEN KESEHATAN SEKSUAL 1.Konsep seksual diri 2.Body image 3.Identitas seksual 4.Orientasi seksual

8 ad. 1 Konsep seksual diri Nilai tentang kapan, dimana, dengan siapa dan bagaimana seseorang mengekspresikan seksualitasnya. Konsep seksual diri yang negatif menghalangi terbentuknya suatu hubungan dengan orang lain

9 ad.2 Body image Pusat kesadaran terhadap diri sendiri - -- secara konstan dapat berubah --- Bagaimana seseorang memandang (merasakan) penampilan tubuhnya berhubungan dengan seksualitasnya Contoh : wanita (bentuk tubuh dan ukuran payudara), Pria (ukuran penis)

10 ad.3 Identitas seksual Identitas Biologis : kromosom seks, hormon seks, kelamin. Identitias Jender : suatu pandangan mengenai jenis kelamin seseorang, sebagai laki-laki atau perempuan --- mencakup komponen biologi, juga norma sosial dan budaya

11 Yang Menentukan Peran Jender : Lingkungan (orang tua, teman sebaya & media) Hormone seks Factor cultural

12 ad.4 Orientasi Seksual Perasaan erotic seseorang yang ditujukan pada jenis kelamin Orientasi seksual akan mempengaruhi gaya hidup seseorang

13 Penyimpangan Kesehatan Seksual Komponen Kesehatan SeksualJenis Penyimpangan Konsep seksual diriSadomasokis, Ekshibisionisme, Vouyeurisme, Fetishisme, Pedophilia, Bestially, Incest, Necrophilia, Frotteuris Body ImageSuntik silikon pada payudara, operasi payudara, penanaman alat pada penis. Identitas SeksualTrans jender : cross dresses, interseks, transeksual pre operatif dan transeksual postoperatif Orientasi SeksualHomoseksual : gay dan lesbian Biseksual

14 Karakteristik Kesehatan Seksual Kemampuan mengekspresikan potensi seksual, dengan meniadakan kekerasan, eksploitasi dan penyalahgunaan seksual. Gambaran tubuh positif, ditunjukkan dengan kepuasan diri terhadap penampilan pribadi Kongruen antara seks biologis, identitas jender, dan perilaku peran jender Kemampuan membuat keputusan pribadi (otonomi) mengenai kehidupan seksual yang dijalani dalam konteks personal dan etik sosial

15 Lanjutan Karakteristik Kesehatan Seksual Kemampuan mengekspresikan seksualitas melalui komunikasi, sentuhan, emosional dan cinta Kemampuan menerina pelayanan kesehatan seksual untuk mencegah dan mengatasi semua masalah, dan gangguan seksual Menerima tanggung jawab yang berkaitan dengan peran jendernya Menghargai sistem yang berlaku Mampu membina hubungan efektif dengan orang lain

16 SIKAP TERHADAP KESEHATAN SEKSUAL Sejalan dengan perkembangan & pertumbuhan seseorang menjadi tua. Dipengaruhi oleh perubahan dari masyarakat, umpan balik dari orang lain & keterlibatan kelompok keagamaan & komunitas

17 SIKAP SEKSUAL KLIEN Seseorang memiliki sistim nilai seksual yang menentukan mudah atau sulitnya seseorang untuk mengekspresikan masalah seksual dalam lingkungan perawatan kesehatan. SISTEM NILAI SEKSUAL Keyakinan pribadi dan keinginan yang berkaitan dengan seksualitas yang didapat sepanjang daur kehidupannya

18 SIKAP PERAWAT TERHADAP SEKSUAL Professional dalam memahami keragaman perilaku seksual klien Menjamin klien akan mendapatkan perawatan kesehatan terbaik tanpa menghilangkan nilai diri mereka. Pemberi informasi yang akurat, jujur tentang efek penyakit pada seksualitas & edukasi seks

19 TAHAP PERKEMBANGAN SEKSUAL

20 Bayi (0 – 12 bulan ) Penentuan jender laki-laki atau perempuan Pembedaan diri sendiri dengan orang lain secara bertahap Genital eksternal sensitif terhadap sentuhan Bayi laki-laki mengalami ereksi penis; bayi perempuan mangalami lubrikasi vagina Bayi laki-laki mengalami ereksi nokturnal spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia

21 Todler (1-3 tahun ) Identitas jender berkembang secara kontinyu (terus menerus) Mampu mengidentifikasi jender diri sendiri Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama,misal berinteraksi dengan boneka, pakaian yang dipakai

22 Kesadaran terhadap diri sendiri meningkat Mengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman bermain Mempelajari nama anggota tubuh dengan benar Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku Menyukai orang tua yang berbeda jenis Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi bisa ada Pra sekolah (4-5 tahun )

23 Usia sekolah (6-12 tahun) Mempunyai identifikasi yang kuat dengan orang tua yang berjenis kelamin sama (misalnya anak perempuan dengan ibu) Senang berteman dengan sesama jenis Kesadaran diri meningkat Mempelajari konsep dan peran jender Mulai menyukai hal yang bersifat pribadi, modis Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang perilaku seksual, menstruasi, reproduksi, seksualitas

24 Remaja (12-18 tahun ) Karakteristik seks mulai berkembang Mulai terjadi menarke Mengembangkan hubungan yang menyenangkan Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks) Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tua

25 Dewasa awal (18-40 tahun ) Terjadi aktivitas seksual Gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut telah kuat Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah tangga Mengalami ancaman terhadap body image akibat penuaan

26 Dewasa tengah (40-65 tahun ) Penurunan produksi hormon Wanita mengalami menopause (umumnya usia tahun) Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap Mulai memperkokoh stándar moral dan etik

27 Dewasa akhir (65 tahun keatas ) Aktivitas seksual lebih berkurang Sekresi vagina berkurang, payudara mengalami atrofi Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan memerlukan waktu lebih lama untuk dapat ereksi dan ejakulasi

28 Ketrampilan Dasar NERS Dalam Memberikan Pelayanan Seksualitas Pengetahuan dan kenyamanan diri terhadap seksualitas pribadi Pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan seksualitas sepanjang rentang kehidupan Pengetahuan tentang seksualitas dasar, termasuk bagaimana masalah kesehatan dan penyelesaiannya dapat mempengaruhi seksualitas dan fungís seks serta intervensi apa yang dapat memfasilitasi ekspresi seksual Keahlian komunikasi terapeutik

29 Menerima seksualitas sebagai area penting dalam intervensi keperawatan dan adanya kemauan bekerja dengan klien yang mempunyai berbagai jenis ekspresi seksualitas Kemampuan mengenal kebutuhan klien dan anggota keluarga dalam mendiskusikan topik seksualitas, tidak hanya dengan tulisan atau audiovisual tapi juga melalui diskusi verbal

30 TUGAS 1.Bagi kelompok 2.Cari jurnal yang membahas tentang penyimpangan kesehatan seksual 3.Analisis jurnal tersebut dengan menjawab :

31 a. Jelaskan apa komponen kesehatan seksual yang terganggu ? b. Jelaskan apa tahap tumbuh kembang seksualitas yang terhambat/ terganggu ? c. Jelaskan apa masalah kesehatan yang muncul yang mempengaruhi seksualitas dan fungsi seksual ? d. Jelaskan apa intervensi keperawatan untuk mengatasi gangguan tersebut?

32 PRESENTASIKAN DALAM PERTEMUAN AKAN DATANG HARDCOPY DIKUMPULKAN SATU HARI SEBELUM PERTEMUAN AKAN DATANG.

33 TERIMA KASIH....


Download ppt "Ns. Dodi Wijaya, M.Kep KONSEP SEKSUALITAS DALAM KEPERAWATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google