Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Yulazri M.Ak., CPA Universitas Esa Unggul. Latar Belakang. Perlu tidaknya fungsi audit internal dikukuhkan sebagai bagian/unit organisasi tersendiri,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Yulazri M.Ak., CPA Universitas Esa Unggul. Latar Belakang. Perlu tidaknya fungsi audit internal dikukuhkan sebagai bagian/unit organisasi tersendiri,"— Transcript presentasi:

1 Yulazri M.Ak., CPA Universitas Esa Unggul

2 Latar Belakang. Perlu tidaknya fungsi audit internal dikukuhkan sebagai bagian/unit organisasi tersendiri, tergantung kepada tingkat urgensinya bagi organisasi, al : 1. Bertambah besarnya ukuran organisasi perusahaan yang berdampak terhadap melemahnya rentang pengendalian, 2. Bertambahnya volume transaksi, 3. Semakin besarnya sumber daya yang harus dikelola, 4. Meningkatnya ketergantungan manajemen kepada informasi yang akurat dan terintegrasi, 5. Adanya tuntutan perundang-undangan. Contoh : BUMN : keberadaan unit/bagian audit internal diatur PP No. 3 Tahun 1983 tentang Tata cara Pembinaan Dan Pengawasan Perjan, Perum, Dan Persero, pasal 45 (1) : …...setiap BUMN (yang dianggap perlu) dibentuk satuan pengawasan internal yang merupakan aparatur pengawas internal perusahaan yang bersangkutan…

3 Definisi : Audit Internal adalah : suatu aktivitas independen dalam memberikan jasa konsultasi dan penjaminan secara objektif yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan perbaikan operasi suatu organisasi, dengan maksud untuk membantu organisasi mencapai tujuannya dengan cara menggunakan pendekatan yang sistematis dan terarah dalam mengevaluasi dan memperbaiki efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian, dan proses tata kelola (governance processes).

4 Ruang Lingkup IA: untuk menentukan apakah :  informasi keuangan dan operasi (non keuangan) akurat dan reliabel.  risiko usaha dapat diidentifikasi dan diminimalisasi.  regulasi ekternal serta kebijakan dan prosedur internal dipatuhi.  kriteria operasi yang memuaskan dapat dicapai.  sumber daya digunakan secara ekonomis dan efisien.  tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif.

5 Organisasi Internal Audit. Auditor Internal dapat berasal :  dari dan merupakan pegawai organisasi yang bersangkutan.  dari luar organisasi (outsourcing atau kontrak) (tetapi tidak dianjurkan, hanya bila diperlukan keahlian spesifik dan diikat dengan perjanjian jangka pendek).

6 Organisasi Internal Audit. CIA Assurance Div Assurance Div Investigation Div Investigation Div Inspection and Evaluation Div Kabag SPI Ass Kabag Operasional Ass Kabag Operasional Ass Kabag Keuangan Ass Kabag Keuangan Ass Kabag Sisdur Ass Kabag Sisdur UnescoPTPN

7 Perbedaan antara Auditor Internal dan Auditor Eksternal Auditor Internal Auditor Eksternal Subjek adalah pegawai organisasi ybs, atau dapat pula pihak luar dalam hubungan kerja outsourcing. Subjek adalah pihak luar yang independen (Akuntan Publik). Melayani kebutuhan manajemen, oleh karena itu fungsi audit internal merupakan bagian dari organisasi ybs. Melayani kebutuhan pihak ketiga yang memerlukan informasi keuangan yang reliabel. Fokus ke masa depan untuk membantu manajemen mencapai sasaran dan tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Fokus kepada akurasi dan dapat dipahaminya kejadian historis seperti yang diekspresikan dalam laporan keuangan

8 Lanjutan… Auditor Internal Auditor Eksternal Berkepentingan secara langsung dalam pencegahan fraud dalam berbagai bentuk atau tingkat aktivitas yang direview. Berkepentingan secara insidental dalam pencegahan/pendeteksian fraud secara umum, tetapi berkepentingan secara langsung bila terdapat pengaruh yang bersifat material pada laporan keuangan. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap merespon kebutuhan dan keinginan manajemen. Independen terhadap manajemen/klien baik dalam penampilan maupun sikap mental. Review atas aktivitas dilakukan secara terus menerus (kontinyu). Review atas catatan/dokumen yang mendukung laporan keuangan secara periodik (umumnya setiap satu tahun sekali).

9 Aktivitas Audit Internal : Praktek audit internal meliputi 3 kategori pokok, yaitu : 1) Audit Keuangan, yang meliputi analisis aktivitas ekonomi perusahaan yang diukur dan dilaporkan berdasarkan metode akuntansi. 2) Audit Kepatuhan, yang meliputi suatu review atas pengendalian keuangan dan operasi, serta transaksi untuk menentukan tingkat kepatuhan/kesesuaiannya dengan hukum, regulasi, standar dan prosedur yang berlaku/ada. 3) Audit Operasional, yang meliputi review secara komprehensif atas berbagai fungsi dalam organisasi untuk menilai keekonomisan dan efisiensi operasi, serta keefektifan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

10 Audit Internal Services Internal Audit Assurance services Assurance services Consultation services Consultation services -Financial -Performance -Compliance -System security -Due diligent -Financial -Performance -Compliance -System security -Due diligent -Concultation -Advice -Facilitation -Proses design -Training -Concultation -Advice -Facilitation -Proses design -Training

11 Profesi Internal Auditor dan CIA Internal Auditor Akuntansi Non Akuntansi CIA Pengalaman 2 tahun di IA +

12 Daftar untuk Ujian CIA Ujian sertifikasi IIA kini berbentuk tes berbasis komputer, sehingga bisa dilakukan sepanjang tahun di lebih dari 500 lokasi di seluruh dunia, termasuk di Jakarta (3 lokasi). Pendaftaran dapat dilakukan secara online, kecuali untuk beberapa negara mandiri termasuk Indonesia. Untuk Indonesia dapat mendaftar di: Phil Leifermann, CIA, CFSA Insight Consulting Sona Topas Tower, Level 12A Jl. Jend. Sudirman Kav. 26 Jakarta, Phone: Fax: Web site:

13 Standard Profesi Mengacu kepada INTERNATIONAL STANDARDS FOR THE PROFESSIONAL PRACTICE OF INTERNAL AUDITING (STANDARDS) IPPF (International Profesional Practices Standard) The Institute of Internal Auditors (IIA)

14 Overview of the IIA Standards Attribute Standards: Purpose, Authority and Responsibility….…………….(1000) Independence and Objectivity…………………………(1100) Impairment to independency or objectivity …………..(1130) Proficiency and Due Professional Care………………(1200) Quality Assurance and Improvement Program ……..(1300) Attribute Standards: Purpose, Authority and Responsibility….…………….(1000) Independence and Objectivity…………………………(1100) Impairment to independency or objectivity …………..(1130) Proficiency and Due Professional Care………………(1200) Quality Assurance and Improvement Program ……..(1300) Performance Standards: Managing the Internal Auditing Activity………..…….(2000) Nature of Work.……………………………………..….(2100) Engagement Planning……………………………....…(2200) Performing the Engagement………………………….(2300) Communicating Results…………………………….....(2400) Monitoring Progress…………………………………...(2500) Communicating the Acceptance of Risks….………..(2600) Performance Standards: Managing the Internal Auditing Activity………..…….(2000) Nature of Work.……………………………………..….(2100) Engagement Planning……………………………....…(2200) Performing the Engagement………………………….(2300) Communicating Results…………………………….....(2400) Monitoring Progress…………………………………...(2500) Communicating the Acceptance of Risks….………..(2600) 14 Rev : 2013

15 Attribute Standards 1000 – Purpose, Authority, and Responsibility – Recognition of the Definition of Internal Auditing, the Code of Ethics, and the Standards in the Internal Audit Charter 1100 – Independence and Objectivity 1110 – Organizational Independence 1111 – Direct Interaction with the Board 1120 – Individual Objectivity 1130 – Impairment to Independence or Objectivity 1200 – Proficiency and Due Professional Care – Proficiency 1220 – Due Professional Care 1230 – Continuing Professional Development 1300 – Quality Assurance and Improvement Program – Requirements of the Quality Assurance and Improvement Program 1311 – Internal Assessments External Assessments 1320 – Reporting on the Quality Assurance and Improvement Program 1321 – Use of “Conforms with the International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing” 1322 – Disclosure of Nonconformance

16 Performance Standards 2000 – Managing the Internal Audit Activity 2010 – Planning 2020 – Communication and Approval 2030 – Resource Management 2040 – Policies and Procedures 2050 – Coordination 2060 – Reporting to Senior Management and the Board 2070 – External Service Provider and Organizational Responsibility for Internal Auditing 2100 – Nature of Work 2110 – Governance 2120 – Risk 2130 – Control 2200 – Engagement Planning 2201 – Planning Considerations 2210 – Engagement Objectives 2220 – Engagement Scope 2230 – Engagement Resource Allocation 2240 – Engagement Work Program 2300 – Performing the Engagement 2310 – Identifying Information 2320 – Analysis and Evaluation 2330 – Documenting Information 2340 – Engagement Supervision 2400 – Communicating Results 2410 – Criteria for Communicating 2420 – Quality of Communications 2421 – Errors and Omissions 2430 – Use of “Conducted in Conformance with the International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing” 2431 – Engagement Disclosure of Nonconformance 2440 – Disseminating Results 2450 – Overall Opinions 2500 – Monitoring Progress 2600 – Communicating the Acceptance of Risks

17 Internal Audit Charter Sebagai kerangka kerja Bagian IA bekerja

18 Internal Audit Charter -Introduction -Role -Profesionalism -Authority -Organization -Independence and objectivity -Responsibility -Internal audit plan -Reporting and monitoring -Quality assurance and improvement program

19 Bentuk Bantuan Auditor Internal Bagi Manajemen : Bagian Audit Internal dpt membantu manajemen dlm hal : 1)Pemantauan aktifitas yang tidak dapat dilakukan langsung oleh Manajemen Puncak 2)Pengidentifikasian dan meminimalisasi risiko. 3)Memastikan validitas laporan yang ditujukan kepada manajemen, dengan cara mereview laporan dalam hal akurasi, ketepatan waktu, dan kegunaannya. 4)Melindungi manajemen dalam tataran teknis, terutama dari dampak negatif penggunaan teknologi informasi, dengan cara memberikan analisis yang berkenaan dengan informasi yang dihasilkan sistem pengolah data.

20 lanjutan … 5)Membantu dalam proses pengambilan keputusan, dengan cara menyediakan atau menentukan keabsahan data/informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu juga mengevaluasi dampak dari keputusan yang dibuat manajemen, serta menunjukkan/menjelaskan risiko yang tidak dapat diantisipasi. 6)Melakukan review yang berorientasi ke masa depan (Program Audits), dengan cara melakukan review atas suatu kebijakan atau program yang masih dalam tahap perancangan, serta menilai pengendalian melalui sistem informasi sebelum sistem tersebut diimplementasikan. 7)Membantu manajemen dalam menjalankan fungsinya. Dalam hal ini audit internal diarahkan untuk menemukan akar permasalahan yang dihadapi manajemen dan memberikan saran kepada manajemen untuk melakukan perbaikan.

21 Dilema Auditor Internal. Dilema : Ambiguitas Peranan Dan Konflik Kepentingan Solusi : auditor internal harus independen Indikator : Independensi Dalam Penyusunan Program Audit : a.Program audit tidak diinterferensi oleh manajemen b.Prosedur audit tidak diinterferensi oleh pihak-pihak yang berkepentingan c.Review atas tugas audit terbebas dari syarat-syarat yang biasanya akan menyertai proses audit. Independensi dalam Pengujian : a.Memiliki akses yang luas terhadap catatan, properti/fasilitas, dan personal/pegawai yang relevan dengan pekerjaan audit. b.Adanya kerjasama secara aktif dari personal manajemen selama pengujian dilakukan. c.Terbebas dari upaya-upaya manajemen dalam aktivitas tertentu yang diuji, atau dalam penentuan persoalan pembuktian yang dapat diterima. d.Terbebas dari kepentingan pribadi auditor yang mengarah kepada upaya mengeyampingkan atau membatasi pengujian.

22 lanjutan … Independensi Dalam Pelaporan : a.Fakta yang dilaporkan (baik makna/arti maupun pengaruhnya) tidak direkayasa/dimodifikasi. b.Terbebas dari tekanan pihak tertentu untuk meniadakan/menghilangkan persoalan/masalah penting dari laporan audit. c.Menghindari ambiguitas makna (melalui penggunaan bahasa) dalam pernyataan mengenai fakta, pendapat atau rekomendasi, yang dapat mempengaruhi interpretasi pengguna informasi hasil audit. d.Terbebas dari upaya untuk mengenyampingkan/menolak pertimbangan auditor sebagai fakta atau pendapat lain dalam laporan audit.

23 Standards For The Professional Practice Of Internal Auditing Terdiri atas 3 (tiga) kategori, yaitu : 1)Standar Atribut, yang berkenaan dengan karakterisitik auditor internal baik secara organisasional maupun individual dalam melaksanakan aktivitas auditnya. 2)Standar Pelaksanaan, yang menjelaskan sifat aktivitas audit internal, dan manajemen atas aktivitas audit. 3)Standar Implementasi, yang berkenaan dengan aplikasi standar atribut dan standar pelaksanaan dalam jenis audit tertentu (misalnya dalam audit kepatuhan, dan investigasi fraud). Standar Implementasi dicirikan dengan kode “A” atau “C” pada Standar Atribut, dan Standar Pelaksanaan.

24 Standar Atribut 1)Maksud, kewenangan, dan tanggung jawab aktivitas audit didefinisikan secara formal dalam Anggaran Dasar/Dokumen Resmi Organisasi dan disetujui oleh Dewan (Direksi/Komisaris/Komite Audit) 2)Memiliki Independensi Organisasional Dan Objektivitas Individual. 3)Bagian Audit Internal dan Auditor Internal harus memiliki kecakapan dan ketelitian Profesional yang semestinya. 4)Adanya Program Penjaminan Kualitas

25 Lanjutan …. Standar Atribut Maksud, Kewenangan, danTanggung jawab Aktivitas Audit Internal Untuk Jasa Penjaminan Maupun Jasa Konsultasi Dicantumkan pada : Anggaran Dasar Organisasi, dan Disetujui Oleh Dewan(Direksi/Komisaris/Komite Audit), Serta konsisten dengan : Standard For The Professional Practice Of internal Auditing

26 Lanjutan …. Standar Atribut Independensi : 1) Independensi Organisasional :  Status organisasional memadai/tinggi,  terbebas dari interferensi dalam menentukan ruang lingkup audit, pelaksanaan kerja, dan pelaporan hasil. 2) Objektivitas Individual :  Memiliki sikap dan perilaku yang tidak memihak,  tidak bias, dan  menghindari konflik kepentingan

27 Lanjutan …. Standar Atribut Kecakapan, dan Ketelitian Profesional Yang Semestinya. Kecakapan : Internal auditor (individual/kolektif) memiliki pengetahuan, keahlian dan kompetensi lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas audit internal. Ketelitian Profesional Yang Semestinya : Internal auditor harus mampu mengaplikasikan ketelitian dan keahlian seperti yang diharapkan sebagai seorang yang kompeten.


Download ppt "Yulazri M.Ak., CPA Universitas Esa Unggul. Latar Belakang. Perlu tidaknya fungsi audit internal dikukuhkan sebagai bagian/unit organisasi tersendiri,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google