Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN."— Transcript presentasi:

1 DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN

2 1. Peningkatan mutu, akses dan keamanan pelayanan penunjang medik. 2. Peningkatan akses, mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai sarana prasarana dan peralatan kesehatan. 3. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan manajemen sarana prasarana dan peralatan kesehatan serta pelayanan penunjang medik. 4. Peningkatan pengelolaan perencanaan program dan anggaran, akuntabilitas program dan keuangan, pengelolaan keuangan dan pengelolaan BMN.

3 1. Menguatkan kebijakan bidang pelayanan penunjang medik, sarana prasarana dan peralatan kesehatan. 2. Membina, mengawasi, melaksanakan peningkatan mutu dan keamanan pelayanan penunjang medik. 3. Membina, mengawasi, melaksanakan peningkatan mutu, keamanan dan keselamatan sarana prasarana dan peralatan kesehatan. 4. Meningkatan ketersediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan dengan prioritas di daerah terpencil perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan.

4 5. Meningkatan dan mengembangkan sarana prasarana dan peralatan pelayanan kesehatan rujukan, BPFK dan BBLK. 6. Meningkatkan kapasitas organisasi dan SDM Direktorat Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, BBLK serta BPFK. 7. Peningkatan kerjasama lintas sektor, lintas program dan institusi terkait dalam negeri dan luar negeri. 8. Pengembangan sistem manajemen sarana dan prasarana kesehatan dan pelayanan penunjang medik rujukan berbasis elektronik.

5 ROADMAP PEMENUHAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN B. Pengembangan sistem informasi yan.Jangmed, SPA yang terintegrasi (ASPAK,SILK,SIM CTKI) Penerapan, monev pemutakhiran regulasi pelayanan laboratorium, pelayanan radiologi, Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan A.Regulasi Pelayanan Jangmed dan SPA belum mencukupi (Ambulance, RS. Pratama, faskes, dll) B.Sistem informasi pelayanan Jangmed, SPA belum terintegrasi C.SDM kompeten dan distribusi belum optimal D.Perencanaan belum terintergrasi - Terwujudnya mutu pelayanan Jangmed dan SPA kesehatan -Terwujudnya pemerataan pemenuhan pelayanan Jangmed dan SPA kesehatan KEGIATAN-KEGIATAN: Uji coba integrasi SIM Yan Jangmed dgn SIKDA & BMN A. Pemetaan regulasi (RPP Fasyankes & revisi Permenkes 340, NSPK Jamkes D. Optimalisasi sistem perencanaan yang berjenjang berdasarkan kebutuhan & standar Pemenuhan Regulasi Pelayanan Jangmed & SPA & menunjang JKN Scaling up kapasitas dan sistem perencanaan terintergrasi Peningkatan kapasitas manaj. RS & Dinkes dlm perencanaan prog.Jangmed C. Pemetaan distribusi & kebutuhan SDM yan jangmed kompeten di faskes Strategy Percepatan pemenuhan tenaga di fasyankes Perencanaan & koord. dgn instansi lintas prog/sektor Implementasi & peningkatan cakupan pemanfaatan SIM integrasi Jangmed Penerapan SIM Yan Jangmed Kajian & pengembangan SIM integrasi yanmed dalam menunjang efektifitas & efisiensi yan termasuk surveilan post-market Strategy peningkatan kompetensi SDM di faskes Outcome Mutu Pelayanan Jangmed (UKM & UKP) belum optimal Pemenuhan SPA sesuai standar belum merata Sistem rujukan yan Jangmed, serta pengujian & kalibrasi SPA belum optimal Pengendalian Alkes belum optimal (Sistem re- call) Kondisi Saat ini

6 BPFKLOKAUPFKBBLK A. KONDISI SAAT INI 1. Jakarta1. Surakarta1. Papua1. Jakarta 2. Surabaya2. Banjarbaru2. Palembang2. Surabaya 3. Makassar 3. Palembang 4. Medan 4. Makassar B. RENCANA PENINGKATAN 2015 – Pontianak 1. Banjarmasin 2. Balikpapan 2. Maluku 3. Bali 3. Medan 4. Manado 5. Aceh LOKASI SARANA KESEHATAN DAN RENCANA PENGEMBANGAN Rencana Cakupan Wilayah Pengembangan BBLK 1.Banjarmasin  seluruh Pulau Kalimantan 2.Maluku  seluruh Papua dan Maluku 3.Medan  Sumut, Aceh, Sumbar, Riau

7 NOKEGIATAN / INDIKATOR ANGKA DASAR* TAHUN KEBUTUHAN PENDANAAN (dalam milyar) AINSTITUSI PENGAMANAN FASILITAS 1)Peningkatan jumlah institusi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) )Peningkatan institusi LOKA menjadi balai )Peningkatan institusi UPF (unit pelaksana fungsional) menjadi LOKA )Mendirikan LOKA baru B BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN 1)Peningkatan jumlah BBLK STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PENUNJANG MEDIK SARANA KESEHATAN * RS Regional yang sudah ditetapkan Pergub 12 RS

8


Download ppt "DIREKTORAT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK DAN SARANA KESEHATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google