Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Mengidentifikasi Kerentanan (Exposure): ◦ Kerentanan Risiko Pasar ◦ Kerentanan Valuta Kompetitif  Mengukur Pertukaran Keuangan (Financial Trade-offs)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Mengidentifikasi Kerentanan (Exposure): ◦ Kerentanan Risiko Pasar ◦ Kerentanan Valuta Kompetitif  Mengukur Pertukaran Keuangan (Financial Trade-offs)"— Transcript presentasi:

1

2  Mengidentifikasi Kerentanan (Exposure): ◦ Kerentanan Risiko Pasar ◦ Kerentanan Valuta Kompetitif  Mengukur Pertukaran Keuangan (Financial Trade-offs)

3  Risiko Keuangan : Kerugian yang timbul akibat perubahan harga mata uang tingkat bunga, komoditas dan ekuitas.  Risiko Pasar :  Risiko Likuiditas : karena tidak semua produk menajemen risiko keuangan dapat diperdagangkan dengan bebas.  Risiko Kredit : kemungkinan rekan kontrak manajemen risiko tidak memenuhi kewajibanya  Risiko Peraturan : risiko karena penguasa melarang produk keuagan dijual sebagai pelindung terhadap risiko harga ekuitas sebelum dimiliki.

4  Risiko Pasar (lanjutan) : ◦ Risiko Pajak : risiko bahwa transaksi lindung (hedging) tertentu tidak menerima perlakuan pajak yang diinginkan. ◦ Risiko Akuntansi : risiko transaksi lindung karena tidka diperhitungkan sebagai bagian transaksi yang dimaksudkan untuk dilindungi.

5  Akuntansi tradisional mengukur pusat kerentanan pertukaran luar negeri atas dasar dua bentuk kerentanan : ◦ Kerentanan Translasi : Mengukur pengaruh perubahan kurs FX (forward exchange contract) terhadap ekuivalen mata uang domestik. ◦ Kerentanan Transaksi

6 Kerentanan aset > Kerentanan Kewajiban = Kerentanan Positif Devaluasi ValasRevaluasi Valas Kerugian TranslasiKeuntungan Translasi Kerentanan aset < Kerentanan Kewajiban = Kerentanan Negatif Devaluasi ValasRevaluasi Valas Kerugian TranslasiKeuntungan Translasi

7  Forward Exchange Contract : persetujuan untuk mengirimkan atau menerima sejumlah tertentu valas yang dipertukarkan dengan valuta domestik pada tanggal depan pada kurs tetap yang disebut kurs forward.  Financial Future Contract : komitmen membeli atau menyerahkan sejumlah tertentu valas pada harga tetap pada suatu tanggal di masa depan.  Forward Exchange Contract : persetujuan untuk mengirimkan atau menerima sejumlah tertentu valas yang dipertukarkan dengan valuta domestik pada tanggal depan pada kurs tetap yang disebut kurs forward.  Financial Future Contract : komitmen membeli atau menyerahkan sejumlah tertentu valas pada harga tetap pada suatu tanggal di masa depan.

8  Ada 10 faktor yang menyebabkan perubahan kurs pertukaran :  Diferensial inflasi  Kebijakan moneter  Neraca perdagangan  Neraca pembayaran  Cadangan moneter  Anggaran nasional  Kuotasi pertukaran depan  Kurs tidak resmi  Perilaku mata uang yang berkaitan  Diferensial tingkat bunga

9  Bahan Ajar CAS / ARIA Financial Risk Management Seminar -- Denver, CO April, 1999Rick Gorvett, FCAS, Ph.D.The College of Insurance  Bahan Ajar Manajemen Risiko Keuangan Lana Sularto  Muslich, Mohamad Manajemen Keuangan Modern (Analisis, Perencanaan, dan Kebijaksanaan). Jakarta: Bumi Aksara.  (Edward I. Altman, p.22).  By Ben McClure on January 15, 2011 A A A Filed Under: Accounting, Corporate Debt, Fundamental Analysis, WorldCom (has been downloaded on April, 16th 2014)Ben McClure AccountingCorporate DebtFundamental AnalysisWorldCom

10

11  N YU Stern Finance Professor, Edward Altman, developed the Altman Z-score formula in In 2012, he released an updated version called the Altman Z-score Plus, that can be used to evaluate both public and private companies, both manufacturing and nonmanufacturing companies and both U.S. and non-U.S. companies.  Investors can use Altman Z-scores to help determine whether they should buy or sell a particular stock if they're concerned about the underlying company's financial strength. The Altman Z-score Plus can be used to evaluate corporate credit risk.

12  The output of a credit-strength test that gauges a publicly traded manufacturing company's likelihood of bankruptcy.  Metode Z-Score (Altman) adalah suatu alat yang memperhitungkan dan menggabungkan beberapa rasio-rasio keuangan tertentu dalam perusahaan dalam suatu persamaan diskriminan yang akan menghasilkan skor tertentu yang akan menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan.

13  The Altman Z-score, is based on five financial ratios.  The Altman Z-score is calculated as follows: Z-Score = 1.2A + 1.4B + 3.3C + 0.6D + 1.0E Where: A = Working Capital/Total Assets B = Retained Earnings/Total Assets C = Earnings Before Interest & Tax/Total Assets D = Market Value of Equity/Total Liabilities E = Sales/Total Assets

14  INTERPRETASI NILAI Z SCORE  Dalam model tersebut  Perusahaan yang mempunyai skor Z > 2,99 diklasifikasikan sebagai perusahaan sehat  Perusahaan yang mempunyai skor Z < 1,81 diklasifikasikan sebagai perusahaan potensial bangkrut.  Skor 1,81 sampai 2,99 diklasifikasikan sebagai perusahaan pada grey area atau daerah kelabu (Muslich, 2000:60).

15 InputFinancial Ratio AWorking capital/ Total Assets BRetained earnings/Total Assets CEBIT/Total Assets DMarket Value/Total Liabilities ESales/Total Assets Z-score

16

17  Berdasarkan penelitian lebih lanjut diketahui bahwa persamaan Z-Score Model Altman tahun 1968 hanya mempunyai keakuratan 30 %. Untuk itu pada tahun 1983 Altman merevisinya dengan persamaan yang baru:  Z' = 0.7 * Working capital/total assets * Retained earnings/total assets * EBIT/total assets * Market value equity/book value of total debt * Total assets turnover

18  N YU Stern Finance Professor, Edward Altman, developed the Altman Z-score formula in In 2012, he released an updated version called the Altman Z-score Plus, that can be used to evaluate both public and private companies, both manufacturing and nonmanufacturing companies and both U.S. and non-U.S. companies.  Investors can use Altman Z-scores to help determine whether they should buy or sell a particular stock if they're concerned about the underlying company's financial strength. The Altman Z-score Plus can be used to evaluate corporate credit risk.

19  The output of a credit-strength test that gauges a publicly traded manufacturing company's likelihood of bankruptcy.  Metode Z-Score (Altman) adalah suatu alat yang memperhitungkan dan menggabungkan beberapa rasio-rasio keuangan tertentu dalam perusahaan dalam suatu persamaan diskriminan yang akan menghasilkan skor tertentu yang akan menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan.

20  The Altman Z-score, is based on five financial ratios.  The Altman Z-score is calculated as follows: Z-Score = 1.2A + 1.4B + 3.3C + 0.6D + 1.0E Where: A = Working Capital/Total Assets B = Retained Earnings/Total Assets C = Earnings Before Interest & Tax/Total Assets D = Market Value of Equity/Total Liabilities E = Sales/Total Assets

21  WCTA (Working capital to total asset atau modal kerja dibagi total aset)  RETA (Retained earning to total asset atau laba ditahan dibagi total aktiva)  EBITTA (Earning before interest and taxes to total asset atau laba sebelum pajak dan bunga dibagi total aktiva)  MVEBVL (Market value of equity to book value of liability atau nilai pasar sekuritas dibagi dengan nilai buku utang)  STA (Sales to total asset atau penjualan dibagi total aktiva).

22  INTERPRETASI NILAI Z SCORE  Dalam model tersebut  Perusahaan yang mempunyai skor Z > 2,99 diklasifikasikan sebagai perusahaan sehat  Perusahaan yang mempunyai skor Z < 1,81 diklasifikasikan sebagai perusahaan potensial bangkrut.  Skor 1,81 sampai 2,99 diklasifikasikan sebagai perusahaan pada grey area atau daerah kelabu (Muslich, 2000:60).

23 InputFinancial Ratio A Working Capital/ Total Assets B Retained Earnings/Total Assets C EBIT/Total Assets D Market Value/Total Liabilities E Sales/Total Assets Z-score

24

25  Berdasarkan penelitian lebih lanjut diketahui bahwa persamaan Z-Score Model Altman tahun 1968 hanya mempunyai keakuratan 30 %. Untuk itu pada tahun 1983 Altman merevisinya dengan persamaan yang baru:  Z' = 0.7 * Working capital/total assets * Retained earnings/total assets * EBIT/total assets * Market value equity/book value of total debt * Total assets turnover

26  Klasifikasi perusahaan yang sehat dan bangkrut didasarkan pada nilai Z yang diperoleh, yaitu: ◦ Bila Z >2.9, maka termasuk perusahaan sehat ◦ Bila Z <1.23, maka termasuk perusahaan yang bangkrut ◦ Bila Z berada diantara 1.23 sampai 2.9, maka termasuk grey area (tidak dapat ditentukan apakah perusahaan sehat ataupun mengalami kebangkrutan).

27  Ketepatan prediksi masa depan berlaku selama emiten mempunyai kondisi keuangan yang sama dengan pada saat prediksi dilakukan.  Apabila emiten melakukan perbaikan kerja melalui strategi yang tepat, kemungkinan besar ada ketidaktepatan prediksi. Namun kelemahan apapun yang dihadapi pada kenyataannya prediksi masih selalu digunakan untuk pengambilan keputusan.

28  Darsono dan Ashari Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Semarang: Penerbit Andi.  Muslich, Mohamad Manajemen Keuangan Modern (Analisis, Perencanaan, dan Kebijaksanaan). Jakarta: Bumi Aksara.  (Edward I. Altman, p.22).  By Ben McClure on January 15, 2011 A A A Filed Under: Accounting, Corporate Debt, Fundamental Analysis, WorldCom (has been downloaded on April, 16th 2014)Ben McClure Accounting Corporate DebtFundamental AnalysisWorldCom


Download ppt " Mengidentifikasi Kerentanan (Exposure): ◦ Kerentanan Risiko Pasar ◦ Kerentanan Valuta Kompetitif  Mengukur Pertukaran Keuangan (Financial Trade-offs)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google