Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ukuran-ukuran Frekuensi yang digunakan dalam Epidemiologi K3 1 Nurul Wandasari S, M.Epid Semester Genap 2012/2013 Prodi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ukuran-ukuran Frekuensi yang digunakan dalam Epidemiologi K3 1 Nurul Wandasari S, M.Epid Semester Genap 2012/2013 Prodi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul."— Transcript presentasi:

1 Ukuran-ukuran Frekuensi yang digunakan dalam Epidemiologi K3 1 Nurul Wandasari S, M.Epid Semester Genap 2012/2013 Prodi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul

2 Adalah studi distribusi dan determinan kesehatan atau kejadian pada populasi tertentu dan aplikasinya untuk mengendalikan masalah kesehatan Definisi Epidemiologi 2

3 1.Counting (Penghitungan) 2.Ratio (Rasio) 3.Proportion (Proporsi) 4.Rate Tipe Kuantitas Matematis 3

4  Metode pengukuran yang paling sederhana  Menghitung jumlah kasus penyakit atau fenomena kesehatan lainnya  Contoh: Jumlah kasus DBD di jakarta tahun 2005 adalah orang dan tahun 2008 adalah 2010 orang 1.Counting (Penghitungan) 4

5  Adalah menampilkan suatu angka relatif terhadap angka lainnya  Road fatalities di Australia tahun 2005 adalah korban dengan adalah laki-laki dan 442 wanita. Maka rasio kematian laki-laki: wanita akibat road fatalities adalah 1.192: 442 = 2.7 : 1 2. Ratio (Rasio) 5

6  Proporsi adalah bentuk lain dari rasio dimana pembilang menjadi bagian dari penyebut  Berkisar dari 0-1 dan biasanya dinyatakan dalam %  Dari contoh sebelumnya, maka proporsi untuk laki-laki adalah: 3. Proportion (Proporsi) 6

7 Berdasarkan data Dinas Kesehatan t DKI, Terjadi kasus keracunan timbal pada populasi pekerja mining pada Januari- Februari Total keseluruhan kasus adalah 259 kasus dengan rincian: bagian plant A sebanyak 87 kasus, plant B sebanyak 104 dan plant c sebanyak 68 kasus. 1.Rasio plant B: plant C? 2.Proporsi plant A? Latihan 7

8  Adalah bentuk proporsi yang mengandung waktu  Dari contoh sebelumnya, bila road fatalities di Australia tahun 2005 adalah korban dan jumlah penduduk di Australia tahun 2005 adalah 20,45 juta orang, maka rate kematian akibat kecelakaan lalu lintas adalah:  Artinya: 8 kematian per penduduk pada tahun Rate 8

9  Digunakan untuk mengkuantifikasi proses dinamik seperti pertumbuhan dan kecepatan  Dapat berarti suatu pernyataan numeris dari frekuensi kejadian yang terjadi dalam kelompok orang tertentu dalam suatu periode waktu tertentu  Sinonim: tingkat / laju  Contoh lain: pada tahun 2004 ada 100 kasus asbetosis di suatu industri tekstil dengan jumlah total pekerja adalah 678 orang. Berapa rate kasus asbestosis di pabrik itu? Rate cont’d 9

10  Crude rate: diperoleh dengan membagi jumlah kasus dengan population at risk pada periode waktu tertentu  Specific rate: mengacu kepada subgrup populasi (sex or age specific) atau aspek spesifik dari penyakit Tipe-tipe Rate 10

11 Perbandingan rasio, proporsi dan rate IndexNumeratorDenominator RatioPeople with diseasePeople without disease ProportionPeople with diseasePopulation at risk RatePeople getting the disease in a time period Population at risk in the same time period 11

12  Ukuran frekuensi: ◦ Digunakan untuk mengukur besar masalah dan keganasan ◦ Dalam prakteknya digunakan untuk menetapkan prioritas masalah  Ukuran asosiasi: ◦ Digunakan untuk mengukur keeratan hubungan asosiasi antara variabel independen dan dependen ◦ Dalam praktek digunakan untuk menilai faktor risiko atau faktor pencegah  Ukuran dampak potensial ◦ Ukuran impact potensial, memperkirakan kontribusi faktor pajanan dalam mencegah atau menimbulkan dampak ◦ Dalam praktek digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program intervensi Ukuran-ukuran dalam epidemiologi K3 12

13 A. Ukuran Frekuensi 13

14  Merefleksikan besar kejadian penyakit (morbiditas) atau kematian karena penyakit (mortalitas) dalam suatu populasi  Morbiditas biasanya diukur sebagai rate (seberapa cepat penyakit terjadi) atau proporsi (berapa besar populasi terjangkit)  Ukuran-ukurannya: Morbiditas: Rate  insidens (incidence); dan proporsi  pevalens (prevalens) Mortalitas (mortality): mortality rate Ukuran frekuensi penyakit 14

15  Merefleksikan jumlah kasus baru (insidens) yang berkembang dalam suatu periode waktu diantara populasi yang berisiko  ukuran risiko  Ada 2 jenis insidens: Insidens kumulatif (cumulative incidence) Densitas insidens (incidence density/person- time incidence)  Attack rate: jenis khusus insidens kumulatif yang berguna selama epidemik Insidens (Incidence) 15

16 Tentukan Populasi Sakit (A) Tidak Sakit (B) Sakit (A1) Tidak Sakit (B1) Follow up Year follow up 16 Populasi terikat  Populasi Dinamis 

17  Lima orang pekerja terpajan radiasi dengan intensitas yang tinggi pada tanggal 31 Desember 1994 dan kemudian diikuti untuk melihat apakah ada pekerja yang meninggal Pekerja A: meninggal pada 30 Juni 1995 Pekerja B: tetap hidup sampai akhir 1998 Pekerja C: meninggal pada 31 desember 1996 Pekerja D: tetap hidup sampai akhir 1998 Pekerja E: tetap hidup sampai akhir 1998  Berapa jumlah person-year (orang-tahun) yang difollow up?  Berapakah morbidity rate dari akhir 1994 sd akhir 1998? Latihan 17

18  Merefleksikan jumlah kasus yang ada (kasus lama maupun baru) dalam populasi dalam suatu waktu atau periode waktu tertentu  burden of disease  Merupakan probabilitas bahwa seorang individu menjadi kasus dalam waktu atau periode waktu tertentu (proporsi, bukan risk)  Ada dua jenis prevalens, prevalens titik dan prevalens periode Prevalens (Prevalence) 18

19 JAN 2004 DEC 2004 MAY 2004 JULY 2004 SEP

20  Prevalens menunjukan burden of disease dan didapatkan dari hasil survey (prevalens titik)  Insidens menunjukan keganasan/severity suatu penyakit (kasus baru) dan didapatkan dari hesil penelitian  Hubungan Prevalens dan Insidens Keberhasilan dari suatu program pencegahan atau intervensi dapat dilihat dari penurunan insidens Survival dari suatu penyakit dapat menaikkan prevalens Kronis: Durasi ⇧, Prevalens ⇧  D=f(P) Akut: Durasi ⇩, Insidens ⇧  D=F(1/I) Sehingga bila P dan I tetap, maka D=P/I atau P=D x I 20 Hubungan dan Kegunaan Prevalens dan Insiden

21  Merupakan indeks severity dari suatu penyakit, baik dari sudut pandang klinis maupun kesmas  Juga dapat digunakan sebagai indeks risiko suatu penyakit, bila: Case fatality rate nya tinggi Survival nya pendek Mortalitas 21

22 Ukuran-ukuran dalam mortality: 22

23 Ukuran mortality lainnya: Case fatality rate adalah ukuran severitas suatu penyakit Contoh: Dalam orang populasi, 20 orang menderita sakit X dan dalam 1 tahun 18 dari 20 orang sakit tsb meninggal. Berapakan mortality rate dan case-fatality rate-nya? 23

24 Ukuran mortality lainnya: 24

25 25 Kesimpulan: Ukuran Frekuensi dalam Epidemiologi Frekuensi Penyakit Penyakit KronisPenyakit Akut MorbiditasMortalitas INSIDENS: Insidens Kumulatif (IK) /Insidens Rate Densitas Insidens (DI) Attack Rate Annually mortality rate (age, sex, cause specific)-mortality rate Case-fatality rate Proportionate mortality PREVALENS: Prevalens Titik Prevalens Period


Download ppt "Ukuran-ukuran Frekuensi yang digunakan dalam Epidemiologi K3 1 Nurul Wandasari S, M.Epid Semester Genap 2012/2013 Prodi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google