Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATEMATIKA BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN/AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Dosen : Permadina Kanah Arieska, S.Si, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATEMATIKA BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN/AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Dosen : Permadina Kanah Arieska, S.Si, M.Si."— Transcript presentasi:

1 MATEMATIKA BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN/AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Dosen : Permadina Kanah Arieska, S.Si, M.Si

2 SILABUS MATERI DERET DERET (Pertemuan 3 dan 4)  Deret Hitung  Deret Ukur  Bunga Majemuk  Aplikasi Deret pada Bisnis dan Ekonomi

3 DERET

4 4 Deret Deret ialah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan pembentuk sebuah deret dinamakan suku. DERETDeret ukur Deret hitung Deret harmoni DERET Deret berhingga Deret tak terhingga Deret dilihat dari jumlah suku Deret dilihat dari segi pola perubahan bilangan pada suku

5 5 Deret Deret hitung (DH)  Deret hitung ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu.  Bilangan yang membedakan suku-suku dari deret hitung ini dinamakan pembeda, yaitu selisih antara nilai-nilai dua suku yang berurutan.  Contoh: 1) 7, 12, 17, 22, 27, 32(pembeda = 5) 2) 93, 83, 73, 63, 53, 43 (pembeda = - 10) 3) 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15(pembeda = 2)

6 6 Deret Suku ke-n dari deret hitung  Besarnya nilai suku tertentu (ke-n) dari sebuah deret hitung dapat dihitung melalui sebuah rumus. a : suku pertama atau S 1 b : pembeda n : indeks suku  Sebagai contoh, nilai suku ke-10 (S 10 ) dari deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 adalah S 10 = a + (n - 1)b S 10 = 7 + (10 - 1)5 S 10 = S 10 = 52.  Suku ke-10 dari deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 adalah 52. S n = a +(n-1)b

7 7 Deret Jumlah n suku deret hitung  Jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentu adalah jumlah nilai suku-sukunya, sejak suku pertama (S 1 atau a) sampai dengan suku ke-n (S n ) yang bersangkutan.  Menghitung jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentu n, terdapat empat bentuk rumus yang bisa digunakan  Jumlah deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 sampai suku ke-10 adalah J 10 = 10/2 (7 + S10) J 10 = 5 (7 + 52) J 10 = 295 Jika Sn belum diketahui

8 8 Deret Deret ukur (DU)  Deret ukur ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan perkalian terhadap sebuah bilangan tertentu.  Bilangan yang membedakan suku-suku sebuah deret ukur dinamakan pengganda, yakni merupakan hasil bagi nilai suatu suku terhadap nilai suku di depannya.  Contoh 5, 10, 20, 40, 80,160(pengganda = 2) 512, 256, 128, 64, 32, 16(pengganda = 0,5) 2, 8, 32, 128, 512(pengganda = 4)

9 9 Deret  Suku ke-n dari DU Rumus penghitungan suku tertentu dari sebuah deret ukur: Sn = ap n-1  a : suku pertama  p : pengganda  n : indeks suku Contoh Nilai suku ke 10 (S 10 ) dari deret ukur 5, 10, 20, 40, 80,160 adalah  S 10 = 5 (2) 10-1  S 10 = 5 (512)  S 10 = 2560 Suku ke 10 dari deret ukur 5, 10, 20, 40, 80,160 adalah 2560

10 10 Deret Jumlah n suku deret hitung  Jumlah sebuah deret ukur sampai suku tertentu adalah jumlah nilai sukunya sejak suku pertama sampai dengan suku ke-n yang bersangkutan.  Rumus jumlah deret ukur sampai dengan suku ke-n, yakni:  Jika p 1, menggunakan rumus yang di sebelah kanan.  Contoh: Jumlah n suku dari deret hitung 5, 10, 20, 40, 80, 160 adalah

11 11 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Perkembangan Usaha  Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha (produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga kerja, atau penanaman modal) bertambah secara konstan dari satu periode ke periode berikutnya. Model Bunga Majemuk  Model bunga majemuk merupakan penerapan deret ukur dalam kasus simpan-pinjam dan kasus investasi.  Dengan model ini dapat dihitung; misalnya, besarnya pengembalian kredit di masa datang berdasarkan tingkat bunganya. Atau sebaliknya, untuk mengukur nilai sekarang dari suatu jumlah hasil investasi yang akan diterima di masa datang. Model Pertumbuhan Penduduk  Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal penaksiran jumlah penduduk. Sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus, penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.

12 12 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Perkembangan Usaha Contoh  Sebuah perusahaan jamu “roso" menghasilkan bungkus jamu pada bulan pertama produksinya. Dengan penambahan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas, perusahaan mampu meningkatkan produksinya sebanyak 500 bungkus setiap bulan. Jika perkembangan produksinya tetap, berapa bungkus jamu yang dihasilkannya pada bulan kelima? Berapa bungkus yang telah dihasilkan sampai dengan bulan tersebut?  Diketahui: a = 3.000S 5 = (5 - 1)500 = b = 500 n = 5 Jumlah produksi pada bulan kelima adalah bungkus, sedangkan jumlah seluruh jamu yang dihasilkan sampai dengan bulan tersebut bungkus. S n = a +(n-1)b

13 13 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Bunga Majemuk  Jumlah di masa datang dari suatu jumlah sekarang adalah  Fn = P(1 + i) n P: jumlah sekarang i : tingkat bunga per tahun n: jumlah tahun  Nilai sekarang (present value) dari suatu jumlah uang tertentu di masa datang adalah: F: jumlah di masa datang i : tingkat bunga per tahun n : jumlah tahun

14 14 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Bunga Majemuk Seorang nasabah meminjam uang di bank sebanyak Rp 5 juta untuk jangka waktu 3 tahun, dengan tingkat bunga 2% per tahun. Berapa jumlah seluruh uang yang harus dikembalikannya pada saat pelunasan? Dikteahui:  P =  n = 3  i = 2% = 0,02 Penyelesaian:  F = P (1 + i ) n  F= (1 + 0,02) 3  F= (1,061208)  F=

15 15 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Bunga Majemuk  Tabungan seorang mahasiswa akan menjadi sebesar Rp tiga tahun yang akan datang. Jika tingkat bunga bank yang berlaku 10% per tahun, berapa tabungan mahasiswa tersebut pada saat sekarang ini?  F=  n= 3  i = 10% = 0,1  P =  Jadi besarnya tabungan sekarang adalah Rp ,00.

16 16 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Pertumbuhan Penduduk  Pt = P1 R t-1 Dimana R = 1 + r  Pi : Jumlah pada tahun pertama (basis)  Pt : Jumlah pada tahun ke-t  r : persentase pertumbuhan per tahun  t : indeks waktu (tahun)

17 17 Deret dalam Penerapan Ekonomi Model Pertumbuhan Penduduk  Penduduk suatu kota berjumlah 1 juta jiwa pada tahun 1991, tingkat per tumbuhannya 4% per tahun. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun Jika mulai tahun 2006 pertumbuhannya menurun menjadi 2,5%, berapa jumlahnya 11 tahun kemudian ?  Pt = P1 R t-1 Dimana: R = 1 + r  P1 = 1 jutaP tahun 2006= P16 = 1 juta (1,04) 15  r = 0,04= 1 juta (1,800943)  R = 1,04= jiwa  P1= P 11 tahun kemudian = P11  r= 0,025  R = 1,025P11 = (1,025) 10 P11 = jiwa

18 KERJAKAN SOAL-SOAL DIBAWAH INI ! 1. Perusahaan minuman “ Segar Buana ” menghasilkan 2400 botol minuman pada bulan pertama produksinya. Dikarenakan kelemahan dalam bersaing dengan perusahaan lain, produksi berkurang sebanyak 500 buah setiap bulan. Jika penurunan produksi berlangsung konstan, berapa botol minuman yang dihasilkan pada bulan ke empat? Berapa botol minuman yang telah dihasilkan sampai dengan bulan tersebut ? 2. Besarnya penerimaan PT. Buana Sejahtera dari hasil penjualan barangnya Rp 720 juta pada tahun ke lima dan Rp 980 juta pada tahun ke tujuh. Apabila perkembangan penerimaan penjualan tersebut berpola seperti deret hitung, berapa perkembangan penerimaannya per tahun? Berapa besar penerimaan pada tahun pertama dan pada tahun ke berapa penerimaannya sebesar Rp 460 juta ? 18

19 Lanjutan ………. 3. Pabrik sepatu “Buana Jaya”memproduksi pasang sepatu pada tahun pertama operasinya. Namun karena situasi perekonomian yang tidak menguntungkan, produksinya terus menyusut 400 pasang setiap tahun. Berapa produksinya: a. Pada tahun ketiga ? b. Pada tahun kelima belas ? c. Berapa yang telah diproduksi sampai dengan tahun kesepuluh ? 4. Perusahaan “ Buana Keramik” memproduksi 10 (dalam ribuan) keramik pada bulan pertama operasinya. Karena situasi perekonomian yang bagus, produksinya terus meningkat setiap bulan seperti deret ukur dengan pembanding 2. a. Berapa produksi pada bulan ke sepuluh ? b. Berapa jumlah yang telah diproduksi sampai dengan bulan kesepuluh ? 19

20 Lanjutan …. 5. Orang tua saudara menabung di Bank pada saat saudara berumur 5 tahun sebesar Rp ,- dengan bunga majemuk sebesar 16 %/tahun. Untuk bisa kuliah orang tua saudara mengambil simpanan tersebut sebagai biaya sumbangan pendidikan pada tahun Berapa uang yang diterima orang tua saudara ? ( catatan : tuliskan tahun lahir saudara ) 6. Seorang nasabah meminjam uang di Bank sebanyak 5 juta rupiah untuk jangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 2% pertahun. Berapa jumlah seluruh uang yang akan dikembalikan pada saat pelunasan? Seandainya perhitungan pembayan bunga.bukan tiap tahun, melainkan tiap semester, berapa jumlah yang harus dikembalikan ? 20

21 Lanjutan.. 7. Dina ingin jalan-jalan ke Brunei pada ulang tahun ke 21, 25 bulan yang akan datang. Perkiraan biayanya Rp untuk tiket dan akomodasi, dan Rp untuk fiskal. Jika saat ini ia sudah memiliki uang Rp , berapa Dina harus menabung tiap bulannya ? 8. Gusta memiliki hutang sebesar Rp dengan bunga 7 % per tahun. Jka ia berniat melunasi hutangnya setelah 2.5 tahun menunggak, berapa besar jumlah yang harus ia bayar? 21


Download ppt "MATEMATIKA BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN/AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Dosen : Permadina Kanah Arieska, S.Si, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google