Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pendekatan Saintifik dan Penerapannya dalam Pembelajaran PAI SMP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pendekatan Saintifik dan Penerapannya dalam Pembelajaran PAI SMP."— Transcript presentasi:

1 Pendekatan Saintifik dan Penerapannya dalam Pembelajaran PAI SMP

2 Pembelajaran dengan metode saintifik : pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif membangun konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan: mengamati, menanya, mengeksplorasi/menjelajah/mencari tahu, menalar/menarik simpulan, dan mengomunikasikan hasil yang “ditemukan”.

3 Alternatif Pendekatan yang dapat digunakan : 1)Project Based Learning / Product Based Learning 2)Probem Based Learning / Problem Solving 3)Discoveri Learning / Inkuiri / penemuan / CTL

4 Muatan Pembelajaran : Sikap Spiritual (KI 1) Sikap Sosial (KI 2) Pengetahuan (KI 3) Keterampilan (KI 4)

5

6 Project Based Learning / Product Based Learning (Pembelajaran Berbasis Projek atau Produk/PBP)

7 PBP : Pembelajaran yang menggunakan proyek atau produk sebagai pendekatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.

8 CONTOH : KD Kelas VII : Memahami makna tentang perilaku amanah sebagai implementasi dari Q.S. al-Anfal/8: 27 dan hadis terkait. Memahami makna tentang perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al- Ahqaf/46: 13 dan hadis terkait. Materi pokok : Amanah dan Istiqamah

9 1. Mengamati Akan ditayangkan video lagu dengan judul Sepohon Kayu. Peserta didik diminta mengamati dan menyimak lagu tersebut. Diinformasikan kepada peserta didik nanti akan ada tugas proyek terkait dengan lagu sepohon kayu tersebut.

10 2. Menanya Terjadi proses tanya jawab antara peserta didik dengan guru atau antarpeserta didik. Tanya jawab dapat menyangkut materi pokok atau mengenai proyek yang akan dikerjakan peserta didik secara berkelompok / individu.

11 3. Mencoba/Mengeksplorasi Peserta didik secara berkelompok atau individu mencoba megubah syair lagu “Sepohon Kayu” menjadi syair lagu bertema “Amanah” dan “Istiqamah”. Dalam mengubah syair lagu diarahkan agar tidak menyimpang dari materi yang ada di buku teks siswa.

12 4. Mengasosiasi/Menalar/Menyimpulkan Peserta didik secara berkelompok atau individu mencoba menyimpulkan isi syair lagu yang telah dibuat. Mempersiapkan diri atau kelompok untuk menampilkan lagu tersebut dan mendiskusikan bagaimana teknik penampilan yang dapat menarik perhatian.

13 5. Mengomunikasikan / menyajikan Peserta didik secara berkelompok atau individu menyajikan / mendemonstrasikan produk / proyek syair lagunya dengan berbagai kreasi dan kreativitas masing- masing. Peserta didik secara berkelompok atau individu menanggapi pendapat, kritik, dan saran dari kelompok lain.

14 Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah/PBM)

15 PBL : Pembelajaran yang menggunakan masalah nyata (autentik) dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta sekaligus membangun pengetahuan baru.

16 Tujuan utama PBL bukanlah penyampaian sejumlah besar pengetahuan kepada peserta didik, melainkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah dan sekaligus mengembangkan kemampuan peserta didik untuk secara aktif membangun pengetahuan sendiri.

17 CONTOH : KD Kelas VIII :  Memahami hikmah penetapan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan Al- Quran dan Hadits  Mengonsumsi makanan yang halal dan bergizi sesuai ketentuan syariat Islam Materi pokok : Makanan Halal dan Haram

18 1. Mengamati Peserta didik mengamati dan mencermati gambar dan permasalahan nyata (otentik).

19 Gambar :

20 Permasalahan Otentik (nyata) dalam kehidupan : Awaluddin dan kawan-kawannya sedang mengikuti kegiatan penjelajahan Pramuka. Di tengah penjelajahan mereka lewat di sebuah kebun mangga. Kebun itu sangat sepi, tidak terlihat ada pemilik atau penjaganya. Awaluddin dan kawan-kawannya melihat banyak sekali buah mangga yang masak, sebagian masih ada di pohon, ada yang dimakan codot, juga yang sudah berjatuhan di tanah, bahkan ada yang sudah membusuk. Dengan melihat mangga-mangga yang masak itu mereka merasa sangat lapar. Apa yang seharusnya dilakukan oleh Awaluddin dan kawan- kawannya?

21 2. Menanya Terjadi proses tanya jawab antara peserta didik dengan guru atau antarpeserta didik. Tanya jawab dapat menyangkut tahapan diskusi pemecahan masalah, ruang lingkup materi, dll.

22 3. Mencoba/Mengeksplorasi Peserta didik secara berkelompok atau individu berdiskusi untuk memecahkan masalah tersebut. Guru mengarahkan agar materi dalam buku teks dijadikan bahan rujukan guna membantu penyelesaian masalah tersebut.

23 4. Mengasosiasi/Menalar/ Menyimpulkan Peserta didik secara berkelompok merumuskan hasil diskusinya. Dapat berupa naskah tulisan tangan atau presentasi dengan power point.

24 5. Mengomunikasikan / menyajikan Peserta didik secara berkelompok atau individu bergantian memaparkan hasilnya kepada kelompok yang lain. Peserta didik secara berkelompok atau individu menanggapi pendapat, kritik, dan saran dari kelompok lain.

25 Pembelajaran Kontekstual ( Contextual Teaching & Learning)

26 CTL, Pembelajaran Kontekstual : Pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata (konteks kehidupan sehari-hari, seperti konteks pribadi, sosial, dan budaya) dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses demikian akan mengakrabkan siswa dengan lingkungannya, baik lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja..

27 Kegiatan siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat dengan menggunakan salah satu model pendekatan kontekstual atau memadukan dengan model lainnya. Pembelajaran konstruktif, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, otentik.

28 CONTOH : KD Kelas VII : -Memahami ketentuan bersuci dari hadas kecil dan hadas besar -Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar. Materi pokok : Thaharah à wudu

29 1. Mengamati Akan ditayangkan gambar teman- teman mereka di sekolah saat wudu. Diupayakan ada gambar gerakan wudu yang benar, dan ada sebagian yang salah.

30

31 Peserta didik secara berkelompok diminta untuk membuktikan dalam konteks nyata untuk mengetahui dan membuktikan : a.Berapa persen diantara 10 teman yang diamati yang benar wudunya, dan berapa persen yang belum benar. b.Di mana letak kesalahannya ? c.Mengapa wudu mereka belum benar, atau mengapa sudah benar? d.Berapa persen di antara mereka yang sudah bisa membedakan antara mana yang rukun dan mana yang sunah wudu? e.Permasalahan lain yang relevan dan kontekstual.

32 2. Menanya Terjadi proses tanya jawab antara peserta didik dengan guru atau antarpeserta didik. Tanya jawab dapat menyangkut masalah wudu, tata cara, rukun, sunah, batalnya, dll.

33 3. Mencoba/Mengeksplorasi Peserta didik secara berkelompok melakukan mengumpulkan data pada saat teman- temannya wudu melalui pengamatan dan wawancara.

34 4. Mengasosiasi/Menalar/Menyimpulkan Peserta didik menyusun laporan hasil pengamatan dan wawancara. Peserta didik merumuskan kesimpulan beserta kajian taharah berdasarkan buku teks atau sumber lain yang relevan.

35 5. Mengomunikasikan / menyajikan Peserta didik secara berkelompok atau individu menyajikan hasil pengamatan, wawancara, dan kajiannya.

36 Tibalah Saatnya Giliran Bapak/Ibu Guru yang mencoba merumuskannya.


Download ppt "Pendekatan Saintifik dan Penerapannya dalam Pembelajaran PAI SMP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google