Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RHEOLOGI Oleh : Diyan Ajeng. R, MPh., Apt. Rheologi Asal kata : Asal kata : Rheos : ilmu Rheos : ilmu Rogos : mengalir Rogos : mengalir Viskositas : Suatu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RHEOLOGI Oleh : Diyan Ajeng. R, MPh., Apt. Rheologi Asal kata : Asal kata : Rheos : ilmu Rheos : ilmu Rogos : mengalir Rogos : mengalir Viskositas : Suatu."— Transcript presentasi:

1 RHEOLOGI Oleh : Diyan Ajeng. R, MPh., Apt

2 Rheologi Asal kata : Asal kata : Rheos : ilmu Rheos : ilmu Rogos : mengalir Rogos : mengalir Viskositas : Suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir

3 Penerapan rheologi dalam :bidang farmasi 1.Cairan Pencampuran Pencampuran Pengurangan ukuran partikel dari sistem sistem dispersi dengan shear Pengurangan ukuran partikel dari sistem sistem dispersi dengan shear Pelewatan melalui mulut,penuangan, pengemasan dalam botol, pelewatan melalui jarum suntik Pelewatan melalui mulut,penuangan, pengemasan dalam botol, pelewatan melalui jarum suntik Perpindahan cairan Perpindahan cairan Stabilitas fisik sistem dispersi Stabilitas fisik sistem dispersi

4 2.Semi solid Penyebaran dan pelekatan pada kulit Penyebaran dan pelekatan pada kulit Pemindahan dari wadah/tube Pemindahan dari wadah/tube Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan Pelepasan obat dari basisnya Pelepasan obat dari basisnya

5 3.Padatan Aliran serbuk dari corong ke lubang cetakan tablet/kapsul Aliran serbuk dari corong ke lubang cetakan tablet/kapsul Pengemasan serbuk/granul Pengemasan serbuk/granul 4.Pemprosesan Kapasitas produksi alat Kapasitas produksi alat Efisiensi pemrosesan Efisiensi pemrosesan

6 Tipe aliran Sistem New ton Sistem New ton Sistem Non Newton Sistem Non Newton

7 = rate of shear = rate of shear = perbedaan kecepatan antara 2 bidang cairan yang dipisahkan oleh jarak yang sangat kecil. = shearing stress = shearing stress =gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menyebabkan aliran.

8 SISTEM NEWTON Mengikuti hukum aliran Newton Mengikuti hukum aliran Newton Makin besar viskositas suatu cairan, makin besar gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu. Makin besar viskositas suatu cairan, makin besar gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu. Di mana :  = koefisien viskositas ~ viskositas Di mana :  = koefisien viskositas ~ viskositas

9 Satuan viskositas : poise = dyne detik cm-2 Satuan viskositas : poise = dyne detik cm-2 Cps (centipoise) = 0,01 poise Cps (centipoise) = 0,01 poise

10 Fluiditas, , didefinisikan kebalikan dari viskositas Fluiditas, , didefinisikan kebalikan dari viskositas Viskositas kinematis = viskositas absolut, merupakan viskositas dibagi dengan kerapatan Viskositas kinematis = viskositas absolut, merupakan viskositas dibagi dengan kerapatan Viskositas kinematis Satuan : stoke(s) atau centi stokes

11 Contoh soal : Contoh soal : Dengan viskometer Ostwald, didapat viskositas aseton 0,313 cp pada 250C. Kerapatan aseton (250C) = 0,788 g/cm3. Berapa viskositas kinematis aseton? Dengan viskometer Ostwald, didapat viskositas aseton 0,313 cp pada 250C. Kerapatan aseton (250C) = 0,788 g/cm3. Berapa viskositas kinematis aseton? Jika diketahui viskositas air (250C) = 0,8904 cp. Berapa viskositas aseton relatif terhadap air pada 250C? Jika diketahui viskositas air (250C) = 0,8904 cp. Berapa viskositas aseton relatif terhadap air pada 250C?

12 Ketergantungan Temperatur dan Teori viskositas Viskositas gas meningkat dengan naiknya temperatur Viskositas gas meningkat dengan naiknya temperatur Viskositas cairan menurun jika temperatur dinaikkan Viskositas cairan menurun jika temperatur dinaikkan Fluiditas  kebalikan dari viskositas Fluiditas  kebalikan dari viskositas Fluiditas cairan meningkat jika temperatur dinaikkan Fluiditas cairan meningkat jika temperatur dinaikkan

13 Persamaan kinetika Arrhenius A= konstanta yang tergantung dari bobot molekul Ea= Energi pengaktifan

14 Rate of shear Shearing stress a) Aliran Newtonb) Aliran Plastis Rate of shear Shearing stress f

15 Rate of shear Shearing stress Rate of shear Shearing stress c) Aliran pseudoplastis d) Aliran dilatan

16 SISTEM NON NEWTON Aliran plastis Aliran plastis Aliran Pseudoplastis Aliran Pseudoplastis Aliran Dilatan Aliran Dilatan

17 1. Aliran Plastis Disebut sebagai Bingham bodies Kurva plastis tidak melewati titik (0,0), tetapi memotong sumbu shearing stress, dikenal dengan harga yield (yield value). Rate of shear Shearing stress f

18 Harga stress dibawah yield value, zat bertindak sebagai bahan elastis (seperti zat padat Kemiringan rheogram disebut mobility ≈ fluiditas pada sistem Newton. Kebalikannya adalah viskositas plastis = U f= yield value dalam dyne cm-2

19 Contoh soal : Suatu bahan plastis diketahui mempunyai yield value 5200 dyne cm-2. Pada shearing stress di atas yield value, F ditemukan meningkat secara linear dengan meningkatnya G. Jika rate of shear 150 dt-1 pada saat F = 8000 dyne cm- 2, hitung viskositas plastis sampel tsb !

20 Contoh : Partikel terflokulasi pada suspensi Terbentuk struktur kontinu Adanya gaya van der waals (ikatan antar partikel) Partikel terflokulasi pada suspensi Ikatan pecah aliran padat terjadi Yield value

21 2. Aliran Pseudopastis Contoh : dispersi cair dari tragakan, Na alginat, metil selulosa, CMC Na Viskositas berkurang dengan meningkatnya rate 0f shear (cairan menjadi encer) Disebut shear thinning system Rate of shear Shearing stress

22 Eksponen N meningkat pada saat aliran meningkat menjadi non-Newton N=1, alirannya adalah Aliran Newton Persamaan Regresi Linear

23 3. Aliran Dilatan Suspensi tertentu (persentase zat padat terdispersi tinggi)  peningkatan daya hambat untuk mengalir dengan meningkatnya rate of shear. Volume meningkat dengan terjadinya shear  disebut dilatan Disebut sebagai shear thickening system.

24 G Partikel tertutup rapat Volume kosong minimum Pembawa cukup Konsistensi relatif rendah Partikel susun longgar Volume kosong meningkat Pembawa tidak cukup Konsistensi relatif tinggi

25 THIKSOTROPI Menunjukkan adanya pemecahan struktur yang tidak terbentuk dengan segera jika stress dihilangkan atau dikurangi Menunjukkan adanya pemecahan struktur yang tidak terbentuk dengan segera jika stress dihilangkan atau dikurangi Terjadi pada shear thinning system (plastis, atau pseudoplastis) Terjadi pada shear thinning system (plastis, atau pseudoplastis) Didefinisikan sebagai suatu pemulihan isoterm dan lambat pada pendiaman suatu bahan yang kehilangan konsistensinya karena shearing. Didefinisikan sebagai suatu pemulihan isoterm dan lambat pada pendiaman suatu bahan yang kehilangan konsistensinya karena shearing.

26 Rate of shear Shearing stress Plastis Pseudoplastis Gambar thiksotropi pada aliran plastis dan pseudoplastis

27 Pengukuran thiksotropi Dengan melihat putaran histeresis yang dibentuk oleh kurva menaik dan menurun dari rheogram. Dengan melihat putaran histeresis yang dibentuk oleh kurva menaik dan menurun dari rheogram. Luas daerah histeresis merupakan suatu ukuran pemecahan thiksotropi. Luas daerah histeresis merupakan suatu ukuran pemecahan thiksotropi.

28 Pengukuran untuk plastis (bingham bodies) 1.Menentukan pemecahan struktural terhadap waktu pada rate of shear konstan. Rate of shear Shearing stress -----t t1--- B= konstanta thiksotropi 1/U1 1/U2

29 2.Menentukan pemecahan struktural karena meningkatnya shear rate. M = konstanta thiksotropi Rate of shear Shearing stress 1/U1

30 Thiksotropi negatif atau antithiksotropi Menyatakan kenaikan konsistensi pada kurva yang menurun. Menyatakan kenaikan konsistensi pada kurva yang menurun. Contoh : magma magnesia Contoh : magma magnesia Rate of shear Shearing stress

31 Penyebab : Penyebab : Meningkatnya frekuensi tumbukan dari partikel-partikel terdispers, atau molekul- molekul polimer dalam suspensi, menyebabkan ikatan antar partikel naik, sehingga dalam keadaan keseimbangan membentuk gumpalan-gumpalan besar. Dalam keadaan diam, gumpalan pecah menjadi partikel-partikel. Meningkatnya frekuensi tumbukan dari partikel-partikel terdispers, atau molekul- molekul polimer dalam suspensi, menyebabkan ikatan antar partikel naik, sehingga dalam keadaan keseimbangan membentuk gumpalan-gumpalan besar. Dalam keadaan diam, gumpalan pecah menjadi partikel-partikel.

32 Rheopeksi Suatu gejala di mana suatu sol membentuk gel lebih cepat jika diaduk perperlahan- lahan atau kalau dishear daripada jika dibiarkan tanpa pengadukan Suatu gejala di mana suatu sol membentuk gel lebih cepat jika diaduk perperlahan- lahan atau kalau dishear daripada jika dibiarkan tanpa pengadukan Anti thiksotropi  rheopeksi Anti thiksotropi  rheopeksi

33 ☺Pada rheopeksi sistem terdeflokulasi dan berisi solid dispersi lebih dari 50% ☺Pada antithiksotropi sistem terflokulasi dan berisi solid dispersi %. gel pd rheopeksi : Bentuk keseimbangan ☺ gel pd rheopeksi : Bentuk keseimbangan ☺ Pd antithiksotropi :sol Bentuk keseimbangan

34 Pemilihan Viskometer Semua viskometer dapat digunakan untuk menentukan viskositas sistem Newton dan hanya viskometer yang mempunyai kontrol shear stress yang bervariasi dapat digunakan untuk bahan-bahan Non Newton. Semua viskometer dapat digunakan untuk menentukan viskositas sistem Newton dan hanya viskometer yang mempunyai kontrol shear stress yang bervariasi dapat digunakan untuk bahan-bahan Non Newton.

35 Macam-macam viskometer Visk. Kapiler Visk. Kapiler Visk. Bola jatuh Visk. Bola jatuh Visk. Cup & bob Visk. Cup & bob Visk. Kerucut dan lempeng Visk. Kerucut dan lempeng Sistem Newton Sistem Newton dan Non Newton

36 1.Viskometer kapiler Disebut sebagai viskometer ostwald Disebut sebagai viskometer ostwald Dasar : Hukum Poiseuille Dasar : Hukum Poiseuille

37 Karena  P tergantung pada kerapatan cairan (  ), maka :

38 Contoh soal Contoh soal Jika waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir antara kedua tanda pada viskometer Ostwald adalah 45 detik, untuk air adalah 100 detik (250C). Jika waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir antara kedua tanda pada viskometer Ostwald adalah 45 detik, untuk air adalah 100 detik (250C). Diketahui kerapatan aseton 0,788 gram cm-3, kerapatan air 0,997 gram cm-3 dan viskositas air 0,8904 cps. Diketahui kerapatan aseton 0,788 gram cm-3, kerapatan air 0,997 gram cm-3 dan viskositas air 0,8904 cps. Berapa viskositas aseton ? Berapa viskositas aseton ?

39 2.Viskometer Bola Jatuh Disebut viskometer Hoeppler Disebut viskometer Hoeppler Prinsip : Prinsip : Suatu bola gelas/besi jatuh ke bawah dalam suatu tabung gelas yang hampir vertikal, mengandung cairan uji pada temperatur konstan. Laju jatuhnya bola dengan  dan  tertentu adalah kebalikan fungsi viskositas sampel tersebut. Suatu bola gelas/besi jatuh ke bawah dalam suatu tabung gelas yang hampir vertikal, mengandung cairan uji pada temperatur konstan. Laju jatuhnya bola dengan  dan  tertentu adalah kebalikan fungsi viskositas sampel tersebut.

40 Dimana : t : waktu (lamanya bola jatuh) Sb : Gravitasi jenis dari bola Sf : Gravitasi jenis dari cairan B : Konstanta bola

41 3.Viskometer ‘ Cup ’ and ‘ Bob ’ Prinsip : Prinsip : Sampel di ’ shear ’ dalam ruang antara dinding luar, ‘ bob ’ (rotor) dan dinding dalam mangkuk ( ‘ cup ’ ). Sampel di ’ shear ’ dalam ruang antara dinding luar, ‘ bob ’ (rotor) dan dinding dalam mangkuk ( ‘ cup ’ ). Viskometer Couette, mis : visk. Mac Michael Viskometer Couette, mis : visk. Mac Michael Mangkuk yang berputar Mangkuk yang berputar Viskometer Searle, mis : visk. Rotovisco, visk. Stormer Viskometer Searle, mis : visk. Rotovisco, visk. Stormer Rotor yang berputar Rotor yang berputar

42 Viskometer stormer Dimana : Kv : Konstanta alat W : berat beban V : rpm Untuk aliran plastis Dimana : Wf : intersep yield value dalam gram

43 Yield value Yield value Dimana : Rc : jari-jari mangkok Rb : jari-jari rotor

44 Contoh soal : Contoh soal : Suatu sampel gel dianalisis dengan viskometer Stormer yang dimodifikasi. Berat w sebesar 450 gram menghasilkan kecepatan rotor v 350 rpm. Suatu seri kecepatan diperoleh dengan menggunakan berat pengendali lainnya, diperoleh suatu rheogram aliran plastis. Intersep yield value wf diperoleh dengan mengekstrapolasi kurva tersebut terhadap sumbu shearing stress di mana v = 0, wf = 225 gram. Konstanta alat Kv = 52,0 dan Kf = 20,0. Berapakah vikositas plastis dan yield value sampel tersebut? Suatu sampel gel dianalisis dengan viskometer Stormer yang dimodifikasi. Berat w sebesar 450 gram menghasilkan kecepatan rotor v 350 rpm. Suatu seri kecepatan diperoleh dengan menggunakan berat pengendali lainnya, diperoleh suatu rheogram aliran plastis. Intersep yield value wf diperoleh dengan mengekstrapolasi kurva tersebut terhadap sumbu shearing stress di mana v = 0, wf = 225 gram. Konstanta alat Kv = 52,0 dan Kf = 20,0. Berapakah vikositas plastis dan yield value sampel tersebut?

45 4.Viskometer Kerucut dan Lempeng Contoh : viskometer Ferranti – Shirley Contoh : viskometer Ferranti – Shirley Prinsip : Prinsip : Kerucut dikemudikan motor dengan kecepatan yang berubah-ubah, sampel dishear di antara lempeng yang diam dan kerucut yang berputar. Rate of shear : rpm (dengan dial pemilih). Shearing stress : puntiran (dibaca pada skala penunjuk). Kerucut dikemudikan motor dengan kecepatan yang berubah-ubah, sampel dishear di antara lempeng yang diam dan kerucut yang berputar. Rate of shear : rpm (dengan dial pemilih). Shearing stress : puntiran (dibaca pada skala penunjuk).

46 Untuk cairan Newton Untuk cairan Newton dimana : C = konstanta alat T = puntiran (torque) V = rpm Untuk cairan plastis : Untuk cairan plastis :

47 Thank ’ s four your attention Selamat belajar !!!


Download ppt "RHEOLOGI Oleh : Diyan Ajeng. R, MPh., Apt. Rheologi Asal kata : Asal kata : Rheos : ilmu Rheos : ilmu Rogos : mengalir Rogos : mengalir Viskositas : Suatu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google