Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM RESPIRASI. Tujuan Instruksional Umum Mengetahui dan memahami manfaat dan kegunaan fisiologi latihan dalam intervensi fisioterapi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM RESPIRASI. Tujuan Instruksional Umum Mengetahui dan memahami manfaat dan kegunaan fisiologi latihan dalam intervensi fisioterapi."— Transcript presentasi:

1 SISTEM RESPIRASI

2 Tujuan Instruksional Umum Mengetahui dan memahami manfaat dan kegunaan fisiologi latihan dalam intervensi fisioterapi

3 Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa mampu memahami tentang pengaruh latihan terhadap paru. Mahasiswa mampu memahami tentang pengaruh latihan terhadap pernafasan. Mahasiswa mampu memahami dan menginterpretasikan cara mengoptimalisasikan pernafasan pada exercise

4 Sistem Respirasi Fungsi utama sistem respirasi  menjamin tersedianya O 2 untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, serta mengeluarkan CO 2 hasil metabolisme. Respirasi terbagi 2 : 1.Respirasi Luar (External Respiratory) 2.Respirasi Dalam (Internal Respiratory)

5 External Respiratory Meliputi pertukaran O 2 dan CO 2 antara sel dalam tubuh dengan lingkungan luar. External respiratory terbagi 4 bagian : –Pertukaran O 2 dan CO 2 antara udara luar dengan udara alveol –Pertukaran O 2 dan CO 2 antara udara alveol dengan darah di dalam pembuluh kapiler melalui proses difusi –Pengangkutan O 2 dan CO 2 oleh sistem peredaran darah dari paru ke jaringan dan sebaliknya –Pertukaran O 2 dan CO 2 darah dan pembuluh kapiler jaringan dan sel jaringan melalui proses difusi

6 Internal Respiratory Internal Respiratory  proses metabolik intraseluler yang terjadi di mitokondria meliputi konsumsi O 2 dan produksi CO 2 selama pengambilan energi dari molekul nutrient

7 Fungsi Lain Sistem Respirasi 1. Membantu pengeluaran panas dan air dari dalam tubuh 2. Membantu meningkatkan aliran balik darah vena 3. Membantu proses bicara 4. Mengaktifkan / menonaktifkan bahan yang melewati sirkulasi pulmonal

8 Sistem Saluran Udara Hidung  Laring  Trakea bercabang menjadi 2 (kanan & kiri)  disebut bronkus primer Dalam paru bronkus primer bercabang menjadi bronkus kecil  bronkiolus  bronkiolus terminalis  bronkus respiratorius  ductus alveolaris  sakus alveolaris  alveolus

9 Trakea dan bronkus primer merupakan tabung udara yang kaku, terdiri dari tulang rawan berbentuk C dan jaringan fibrosa  cegah kolaps  berfungsi sebagai saluran udara Pertukaran gas dimulai pada bronkus respiratorius Bronkiolus tidak mengandung tulang rawan, tapi mengandung otot polos yang dipersarafi saraf otonom  dapat dipengaruhi hormon dan zat kimia tertentu

10 Peredaran Darah Dalam Paru Sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik Sirkulasi pulmonal berfungsi membawa gas hasil pertukaran darah kapiler dan udara alveol Sirkulasi bronkial berfungsi menyediakan nutrien bagi jaringan paru (  1 % dari curah jantung)

11 Persarafan Paru Dipengaruhi sistem simpatis dan parasimpatis serta kadar CO 2 darah Simpatis  bronkodilatasi (adrenalin, efedrin) Parasimpatis  bronkostriksi (asetilkholin, histamin) Peningkatan CO 2  bronkodilatasi

12 Mekanisme Pernafasan Paru dilapisi pleura parietal dan paru visceral Dalam keadaan normal tekanan intrathorakal dan tekanan intrapleura lebih rendah daripada tekanan atmosfer Proses inspirasi –Inspirasi adalah proses aktif, akibat kontraksi otot-otot inspirasi –Otot inspirasi utama : M. Interkostalis Eksternus –Otot inspirasi tambahan : M. Sternokleidomastoideus, M. Pectoralis Mayor dan Minor, M. Levator Kostarum, M.Scalenus, M. Serratus

13 Proses Ekspirasi –Ekspirasi adalah proses pasif akibat relaksasi otot inspirasi –Otot Ekspirasi : M. Rektus Abdominalis, M.Transversus Abdominalis, M.Interkostalis Internus Ada 2 jenis Pernafasan : –Pernafasan Dada  ♀ –Pernafasan Abdominal  ♂

14 Elastisitas Jaringan Paru Disebabkan oleh 2 faktor, yaitu : Daya Rekoil dan Compliance Daya Rekoil  Kemampuan jaringan paru ke bentuk semula  volume paru ke tingkat resting level Compliance  kemudahan paru untuk diregangkan –Compliance dipengaruhi : Perubahan Elastisitas jaringan paru Tegangan permukaan alveol Volume paru saat pengukuran Iritasi jaringan paru, kongesti, udema paru  compliance menurun

15 Volume Dan Kapasitas Paru Volume paru selama pernafasan diukur dengan spirometer Berbagai volume dan kapasitas paru : 1.Tidal Volume  udara yang keluar-masuk paru pada pernafasan biasa. N  ± 500 ml. 2.Volume Cadangan Inspirasi (IRV)  volume udara yang masih dapat masuk ke paru pada inspirasi maksimal setelah inspirasi biasa  ♀:±1900 ml, ♂ :±3300 ml

16 3. Volume Cadangan Ekspirasi (ERV)  volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara aktif dari dalam paru, setelah ekspirasi biasa  ♀:±700 ml, ♂:±1000 ml 4. Volume Residu (RV)  udara yang masih tersisa dalam paru setelah ekspirasi maksimal   ♀:±1100 ml, ♂: ± 1200 ml 5. Kapasitas Inspirasi (IC)  Jumlah udara maksimal yang dapat dimasukkan ke dalam papru setelah akhir ekspirasi biasa ( IC = TV + IRV)

17 6. Kapasitas Residu Fungsional (FRC)  jumlah udara dalam paru pada akhir ekspirasi biasa ( FRC = ERV + RV ). Fungsi  untuk mempertahankan kadar O 2 dan CO 2 yang relatif stabil dalam alveol 7. Kapasitas Vital (VC)  volume udara maksimal yang dapat masuk / keluar paru selama satu siklus pernafasan, yaitu : setelah inspirasi maksimal s/d ekspirasi maksimal. (VC = IRV + TV + ERV) 8. Kapasitas Paru Total (TLC)  Jumlah udara maksimal yang dapat di kandung paru (TLC = VC+RV).  ♀:4200 ml, ♂:6000 ml

18 Ruang Rugi Ruang Rugi Anatomik –Ruang dalam sistem pernafasan yang tidak ikut pada proses pertukaran gas (hidung/mulut s/d bronkus terminalis)  N.= ±150 ml Ruang Rugi Fisiologik –Volume udara total dalam saluran pernafasan yang tidak ikut aktif dalam pertukaran gas (jumlah ruang rugi anatomik + ruang rugi alveolar)

19 Ventilasi Pulmonal  jumlah udara keluar/masuk paru dalam 1 menit –Ventilasi pulmonal = TV X Frek. Pernafasan ml/menit ml/nafas nafas /menit Ventilasi Alveolar  Jumlah udara keluar/masuk alveoli dalam 1 menit Ventilasi pulmonal dapat ditingkatkan dengan menaikan TV atau mempercepat frekuensi pernafasan Pada exercise peningkatan TV lebih baik daripada peningkatan frekuensi pernafasan

20 Berbagai jenis pernafasan akan memberikan berbagai variasi ventilasi alveolar walaupun volume nafas semenit sama Contoh : Kesimpulan : Bila diperlukan pertukaran gas yang besar lebih baik meningkatkan TV ABC Frekuensi Nafas / menit40125 TV (ml) Vol. Ruang Rugi150 Vol. Nafas / menit6000 Ventilasi Alveolar

21 Ventilasi Sewaktu Exercise Meningkatkan kebutuhan O 2 dan produksi CO 2 jaringan Ventilasi lebih dipengaruhi kadar CO 2 dari pada O 2. Trained mempunyai ventilasi permenit lebih kecil pada beban kerja yang sama dibandingkan untrained Ventilasi maksimal dapat mencapai lt/menit. Meningkat kali daripada ventilasi istirahat Peningkatan ventilasi permenit disebabkan peningkatan TV & Frek. Nafas Terdapat efisiensi ventilasi permenit pada trained sewaktu istirahat, sebelum, selama dan sesudah exercise

22 Perubahan Ventilasi Selama Exercise Sebelum Exercise –Peningkatan ventilasi disebabkan stimulasi Cortex Cerebri sebagai antisipasi akan melakukan exercise Selama Exercise Terdapat 2 perubahan : 1.Peningkatan yang cepat hanya dalam beberapa detik setelah memulai exercise disebabkan stimulasi persarafan sendi dan otot 2.Peningkatan cepat, peningkatan lambat sampai level mendatar (steady state) oleh karena rangsangan CO 2 jaringan

23 Masa Recovery / Pemulihan 1. Exercise stop  ventilasi menurun cepat oleh karena aktifitas motorik dan rangsangan reseptor di sendi dan otot berhenti 2. Penurunan bertahap  sampai ke level istirahat oleh karena menurunnya produksi CO 2

24 Ambang Anaerobik / Anaerobik Threshold Intensitas kerja yang memungkinkan konsumsi oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme aerobik atau intensitas kerja yang memungkinkan. Bisa dilihat dari kadar asam laktat ( ±20 mg%)

25 Second Wind Perasaan lega kembali dari rasa tidak enak (dada tertekan, fatique, bicara terputus-putus, dyspneu, nafas pendek, sakit dada) disebabkan beralihnya metabolisme anaerobik pada awal exercise menjadi metabolisme aerobik Terjadi 2 – 10 menit exercise

26 Proses Difusi Gas Dalam Paru Kecepatan Difusi bergantung : 1. Suhu 2. Beda tekanan / Konsentrasi Gas 3. Tebal membran 4. Berat molekul gas 5. Daya larut gas dalam air

27 Proses difusi gas antara udara alveol dan darah kapiler dibagi dalam 3 fase : 1. Fase Gas  O 2 lebih cepat berdifusi daripada CO 2 2. Fase membran 3. Fase cairan (darah)

28 Ventilasi istirahat Besarnya ventilasi istirahat : 4 – 15 lt/menit Bergantung : ukuran badan & jenis kelamin TV : ml O 2 Frekuensi : kali/menit

29 Perubahan di Paru Sewaktu Olahraga 1. Aliran darah yang masuk ke dalam paru akan meningkat akibat vasodilatasi kapiler paru dan peningkatan curah jantung 2. PO 2 darah vena sistemik yang masuk ke dalam paru turun dari 40 mmHg sampai 25 mmHg 3. Peningkatan jumlah aliran paru dan beda PO 2 alveol-kapiler menyebabkan jumlah total O 2 yang berdifusi ke dalam darah meningkat

30 4. Peningkatn ambilan O 2 darah sebanding dengan berat kerja yang dilakukan 5. Jumlah CO 2 yang dikeluarkan oleh paru meningkat 6. Perbedaan perfusi antara bagian apeks dan basis paru akibat pengaruh gravitasi akan hilang 7. Volume pernafasan semenit meningkat dari 6 L/menit menjadi L/menit

31 Perubahan Respirasi 1. Bertambahnya ventilasi maksimal permenit 2. Peningkatan efisiensi ventilasi, artinya jumlah udara terventilasi pada tingkat konsumsi oksigen yang sama akan lebih rendah pada orang yang terlatih 3. Berbagai volume paru meningkat 4. Kapasitas difusi paru meningkat, karena latihan akan meningkatkan luas permukaan difusi alveoli-kapiler

32 Perubahan Lain Perubahan komposisi tubuh Perubahan kadar kolesterol dan trigliserida darah Perubahan tekanan darah Perubahan aklimatisasi suhu lingkungan


Download ppt "SISTEM RESPIRASI. Tujuan Instruksional Umum Mengetahui dan memahami manfaat dan kegunaan fisiologi latihan dalam intervensi fisioterapi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google