Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN DIVIDEN Sesi-9…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN DIVIDEN Sesi-9…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN DIVIDEN Sesi-9…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari

2 EAT UNTUK SIAPA? Dalam bentuk dividen PEMEGANG SAHAM Berupa laba ditahan PERUSAHAAN

3 LANJUTAN…  Persentase dividen yang dibagi dari EAT disebut “Dividend Payout Ratio (DPR)”  DPR = Dividen yang dibagi EAT  Persentase laba ditahan dari EAT adalah 1 - DPR

4 DEFINISI KEBIJAKAN DIVIDEN adalah Menentukan penempatan laba, yaitu antara membayar kepada pemegang saham atau mengivestasikan kembali dalam perusahaan.  Laba ditahan merupakan salah satu sumber dana yang paling penting untuk membiayai pertumbuhan perusahaan, tetapi dividen merupakan arus kas yang disisihkan untuk pemegang saham.

5 LANJUTAN…  Kebijakan struktur modal trade off antara risk & return. utang meningkat risk meningkat return meningkat risk meningkat harga saham menurun return meningkat harga saham meningkat

6 LANJUTAN… Dividend policy meliputi:  Dividend payout tinggi atau rendah?  Dividend stabil dan tidak reguler?  Bagaimana frekuensi untuk membayar dividends?  Pengumuman pembayaran dividen?

7 TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN  Teori Dividend Irrelevance  Teori TheBird In The Hand  Teori Tax Preference  Teori Signaling Hypothesis  Teori Clientele Effect

8 TEORI DIVIDEND IRRELEVANCE  Kelompok ini menganggap dividen tidak relevan (the irrelevant of dividend). Modigliani & Miller (1961), menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham perusahaan.  Nilai perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan laba, bukan pada pembagian laba perusahaan untuk dividen atau sebagian untuk laba ditahan.  Perusahaan bisa saja membagikan dividen yang besar ataupun kecil, asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber eksternal. Dampak dari pilihan keputusan tersebut sama saja terhdaap nilai perusahaan. Jadi keputusan dividen adalah tidak relevan.

9 LANJUTAN… ASUMSI TEORI DEVIDEND IRRELEVANCE:  Pasar modal sempurna, dimana semua investor adalah rasional.  Tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru  Tidak ada pajak  Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah

10 TEORI THE BIRD IN THE HAND  Teori dari Lintner (1962), Gordon (1963), dan Bhattacharya (1979), menjelaskan bahwa investor menyukai dividen yang yang tinggi karena dividen yang diterima seperti burung ditangan yang risikonya lebih kecil atau mengurangi kteidakpastian dibandingkan dengan dividen yang tidak dibagikan.  Kelompok ini berpendapat bahwa peningkatan dividen akan meningkatkan harga saham yang selanjutnya berdampak terhadap nilai perusahaan.

11 TEORI TAX PREFERENCE  Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Mereka menyatakan bahwa karena adanya pajak maka pendapatan yang relevan adalah pendapatan setelah pajak.  Adanya pajak terhadap keuntungan (dividen dan capital gains), para investor lebih menyukai capital gains, karena dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu investor menyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividend yield tinggi, capital gains yield rendah dari pada saham dengan dividend yield rendah, capital gains yield tinggi.  Jika pajak atas dividend lebih besar dari pajak atas capital gains, perbedaan ini akan makin terasa.

12 Contoh: Ket.PT APT BPT XPT Y Deviden12%5%12%5% Cap.gain5%12%5%12% Tax dev20% 10% Tax cap gain 10% 20% Ke14%15% 14%

13 LANJUTAN…  Kelompok ketiga berpendapat agar dividen dibagi sekecil-kecilnya. Sayangnya analisis tersebut mengabaikan adanya biaya penerbitan saham baru /saham emisi (flotation cost).  Biaya yang ditimbulkan akibat menerbitkan saham baru adalah fee untuk underwriter, biaya notaris, akuntan, konsultan hukum, pendaftaran saham dan lain sebagainya yang berkisar antara 2% sampai 4%.  Dengan adanya biaya-biaya tersebut, berarti sebagian kekayaan pemengang saham diberikan kepada berbagai pihak sebagai flotation cost.

14 LANJUTAN…  Jadi bila perusahaan memiliki dana untuk investasi mengapa dana tersebut dibagikan sebagai dividen? Sehingga menimbulkan biaya flotation.  Oleh sebab itu, mereka beranggapan dividen sebaiknya dibagi sekecil-kecilnya, sejauh dana tersebut dapat digunakan untuk investasi yang menguntungkan atau member NPV positif.

15 LANJUTAN…  Rozeff (1982) dan Easterbrook (1984), menyatakan ada keyakinan bahwa semakin banyak dividen yang ingin dibayarkan oleh perusahaan, semakin besar kemungkinan berkurangnya laba ditahan.  Akibatnya perusahaan harus mencari biaya eksternal untuk melakukan investasi baru, namun biaya penerbitan sumber pembiayaan eksternal menjadi mahal karena adanya flotation cost.  Akibat pembayaran dividen menjadi mahal karena meningkatnya kebutuhan untuk menambah modal eksternal yang lebih mahal.

16 LANJUTAN… 4. Membayar dividen hanya jika lebih banyak yang tersedia dari pada yang dibutuhkan untuk anggaran modal (investasi)

17 SIGNALING HIPOTHESIS  Dalam keadaan ada pajak pribadi dan pajak perusahaan, dividen tidak disukai hampir semua pemengang saham yang membayar pajak, atau pemegang saham bersikap sama apakah berupa dividen atau capital gain.  Namun mengapa perusahaan tetap membayar dividen secara teratur dan merata.  Fozeff (1982), menganggap bahwa dividen tampaknya memiliki informasi (informational/content of dividend) atau sebagai isyarat akan prospek perusahaan.

18 LANJUTAN…  Apabila perusahaan meningkatkan pembayaran dividen, mungkin diartikan oleh pemodal sebagai sinyal harapan manajemen tentang akan membaiknya kinerja perusahaan dimasa yang akan datang.

19 LANJUTAN…  Bhattacharya (1979) mengembangkan suatu model sinyal (signal model), bahwa tingginya dividen yang dibagikan menunjukkan tingginya performance perusahaan.  Pada kondisi informasi tidak seimbang (disparity), tinggi antara manajer dan investor, perusahaan akan memberikan sinyal dengan membayar dividen yang tinggi.

20 CLIENTELE EFFECT THEORY  Menurut Clientele theory, dividend puzzle (perdebatan) disebabkan oleh adanya investor yang berbeda baik dilihat dari segi usia investor, kelompok investor, dan golongan.  Perbedaan tersebut telah menimbulkan preferensi yang berbeda terhadap tinggi rendahnya dividen yang akan mereka terima.  Investor individual dengan usia lanjut dan penghasilannya hanya tergantung dari dividen mungkin lebih menyukai dividend payout yang tinggi, akan tetapi investor dengan penghasilan tinggi akan lebih menyukai dividend payout rendah.

21 KEBIJAKAN DIVIDEN RESIDUAL Kebijakan dividen residual, yaitu kebijakan dimana dividen yang dibayarkan sama dengan laba aktual dikurangi dengan laba yang ditahan untuk membiayai investasi perusahaan. Pengambilan keputusan atau rasio pembagian dividen berdasarkan pada:  Menentukan anggaran modal optimum  Menentukan modal yang dibutuhkan untuk membiayai investasi tersebut  Menggunakan laba ditahan untuk memenuhi komponen penyertaan modal (ekuitas)

22 CLIENTELE EFFECT THEORY  Menurut Clientele Theory, dividend puzzle (perdebatan) disebabkan oleh adanya investor yang berbeda baik dilihat dari segi usia investor, kelompok investor, dan golongan.  Perbedaan tersebut telah menimbulkan preferensi yang berbeda terhadap tinggi rendahnya dividen yang akan mereka terima.  Investor individual dengan usia lanjut dan penghasilannya hanya tergantung dari dividen mungkin lebih menyukai dividend payout yang tinggi. Akan tetapi investor dengan penghasilan tinggi akan lebih menyukai dividend payout rendah.

23 KEBIJAKAN DIVIDEN RESIDUAL  Kebijakan dividen residual yaitu, kebijakan dimana dividen yang dibayarkan sama dengan laba aktual dikurangi dengan laba yang ditahan untuk membiayai investasi perusahaan. Pengambilan keputusan atas rasio pembagian dividen didasarkan pada: 1. Menentukan anggaran modal optimum 2. Menentukan modal yang dibutuhkan untuk membiayai investasi tersebut 3. Menggunakan laba ditahan untuk memenuhi komponen penyertaan modal (ekuitas)

24 KEBIJAKAN DIVIDEN RESIDUAL 4. Membayar dividen hanya jika lebih banyak yang tersedia dari pada yang dibutuhkan untuk anggaran modal (investasi)

25 PROSEDUR PEMBAYARAN DIVIDEN Garis besar urutan pembayaran:  Tanggal pengumuman (declaration date)  Tanggal pencatatan pemegang saham (holder of record date or cum date)  Tanggal pemisahan dividen (ex dividend date)  Tanggal pembayaran

26 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDEN  Kebutuhan dana perusahaan 1. Aliran kas yang diharapkan 2. Pengeluaran modal yang akan datang  Posisi likuiditas Suatu perusahaan mempunyai catatan mengenai laba, tapi perusahaan mungkin tidak dapat membayar dividen kas karena posisi likuiditas  Kemampuan meminjam Perusahaan mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi akan memperbesar kemampuan membayar dividen

27 LANJUTAN…  Tingkat ekspansi aktiva  Tingkat laba  Stabilitas laba dan dividen  Peluang ke pasar modal  Kendali  Posisi pemegang saham sebagai pembayar pajak.

28 MACAM-MACAM PEMBAYARAN DIVIDEN  Jumlah dollar stabil per saham (kebijakan dividen stabil)  Rasio pembayaran konstan.  Dividen tetap yang rendah ditambah dividen ekstra

29 LANJUTAN…  Dividen Saham (Stock Dividends) Dibayar dalam bentuk saham tambahan, bukan dalam bentuk kas, dan hanya berupa pemindahan pembukuan dari pos laba ditahan ke pos modal.  Pemecah Saham (Stock Splits) Jumlah saham biasa yang beredar bertambah, tetapi tidak terjadi perubahan dalam pos modal

30 REPURCHASES Pembelian kembali saham yang beredar (purchases)  Perusahaan yang membeli kembali sahamnya memperoleh keuntungan pajak dibandingkan yang melakukan pembayaran dividen.  Pembelian kembali akan menyebabkan kenaikan harga saham. Repurchases melalui dua cara: 1. Melalui pasar terbuka 2. Melalui penawaran tender

31 LATIHAN SOAL  PT Alfa Indah Sejahtera memiliki EAT 2 milyar  Saham 10 juta lembar  Harga saham Rp 3.200/lembar  Perusahaan akan repurchase stock 20%  Pembelian diharapkan tidak mempengaruhi price earning ratio PERTANYAAN:  Bagaimana pengaruh stock repurchase terhadap harga saham PT Alfa Indah Sejahtera?

32 LANJUTAN… JAWABAN  EPS (earning per share) saat ini sebelum repurchase stock: Total laba (EAT) = 2 milyar = 200/saham Jumlah saham 10 juta Ratio PE (per earning) = 3200 = 16 kali 200

33 LANJUTAN… JAWABAN  EPS setelah repurchase : 20% = lembar EAT = 2 milyar = 250/saham Saham 8 juta  Harga saham yang diharapkan setelah repurchase:  Ratio PE x EPS = 16 x 250 = 4.000/saham  Pengaruh repurchase stock terhadap harga saham perusahaan ini adalah: Meningkatkan harga saham perlembarnnya sebesar Rp 800,- karena EPS jnya naik menjadi? Ratio PE x EPS = 16 x 250 = 4000/ saham Pengaruh repurchase stock terhadap harga saham perusahaan ini adalah : MENINGKATKAN HARGA SAHAM PERLEMBARNYA SEBESAR RP. 800,- karena EPS nya naik menjadi 250 / saham

34 LATIHAN SOAL  PT GCG memiliki struktur modal ekuitas (modal sendiri) sebesar 100% yaitu lembar saham  Nilai saham $ 2/per lembar  Pertumbuhan direncanakan 12% per tahun dan realitasnya 5% per tahun  Pada tahun 2003, diproyeksikan juga laba bersih =2 juta  Pembayaran dividen 20% tetap diteruskan, sehingga saldo laba ditahan akan menjadi $ 1,6 juta  Lebih lanjut perusahaan menyadari bahwa proyek investasi dengan pertumbuhan 14% yhanya akan menghasilkan $ untuk tahun 2003 dibandingkan dengan proyeksi laba bersih sebesar $

35 LANJUTAN…  Satu hal yang menggemberikan adalah bahwa laba yang tinggi dari aktiva yang sudah ada diperkirakan akan tetap berlangsung  Laba bersih sebesar $ masih dapat diharapkan untuk tahun 2003  Management PT GCG sedang melakukan peninjauan atas kejadian dividen saat ini.

36 LANJUTAN… PERTANYAAN  Dengan asumsi proyek investasi tahun 2003 yang dapat diterima akan sepenuhnya didanai oleh laba ditahan selama tahun tersebut, maka hitung DPS (Dividend per share) tahun  Berapa ratio pembayaran berlaku untuk tahun 2003  Jika ratio pembayaran dividen 60% tetap dipertahankan, berapa estimasi anda akan harga saham saat ini

37 LANJUTAN… JAWABAN:  Proyeksi laba bersih ,-  Proyeksi Investasi Modal , ,-  Saham beredar lembar  DPS= $ 6/lembar

38 LANJUTAN…  EPS= = $ 10/lembar  Ratio Pembayaran = DPS = 6 =60% EPS 10  Atau bisa juga dicari dengan cara:  Total Dividen = = 60% Laba Bersih

39 LANJUTAN…  Estimasi harga saham untuk saat ini  PO = $ 6 = $ 66,67 0,14 – 0,05  Dalam situasi terdahulu, yaitu saat pembagian dividen tetap 20% atas EPS $ 10 atau $ 2, maka dengan tingkat pertumbuhan 14% dan rata-rata pertumbuhan mencapai 12%: $ 2 = $ 100 0,14 – 0,12

40 . Meskipun CMC mengalami kemunduran yang berat, namun aktiva nya yang ada akan terus memberikan aliran laba yang baik. Lebih banyak dari laba ini yang akan diteruskan kepemegang saham, karena pertumbuhan internal yang terus melambat telah mengurangi banyaknya keperluan dana. Akan tetapi hasilnya adalah penurunan nilai saham sebesar $. 33,33. ( 100 – 66,67 )

41 Latihan PT. WIXA PT. WIXA tahun lalu memperoleh laba bersih $ dan telah membagikan deviden $ Deviden tersebut telah bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan 6 %/tahun. Selama 5 tahun. Tahun ini perusahaan memperoleh laba $ Kesempatan investasi yang layak saat ini membutuhkan dana $

42 . Diminta untuk menghitung devidend yang dibayarkan, bila perusahaan menggunakan kebijakan : DPR yang konstan Residual devidend ; jika akan dipertahankan ratio debt to total assets sebesar 40%

43 Jawaban Latihan PT. WIXA Devidend Payout Ratio yang konstan : = 33,33 % Residual Devidend yang ada, jika mempertahankan debt to total asset 40 %. 60 % x = Maka residual devidend : – = $

44 THANK YOU See U Next Week….


Download ppt "KEBIJAKAN DIVIDEN Sesi-9…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google