Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS Semester 7.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS Semester 7."— Transcript presentasi:

1 AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS Semester 7

2 MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT Pertemuan 11

3 Mutu Pelayanan Medis Salah satu peran utama rumah sakit adalah memberikan pelayan an medis.sedangkan salah satu pasal dalam Kode Etik Kedokteran (KODEKI) menyebutkan bahwa seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. Pengembangan upaya peningkatan mutu pelayanan pada saat ini mengarah kepada patient safety yaitu keselamatan dan keaman an pasien. Karena itu penerapan patient safety sangat penting untuk meningkat kan mutu rumah sakit dalam rangka globalisasi. Dengan adanya program keselamatan dan keamanan pasien (patient safety),diharapkan RS bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan standar yang tinggi sesuai dengan kondisi RS sehingga terwujud pelayanan medik prima. Aspek mutu pelayanan medis dirumah sakit berkaitan erat dengan masalah medikolegal.

4 Dalam World Health Assembly ( ),WHO Excecutive Board mengeluarkan resolusi untuk membentuk program patient safety yang terdiri dari 4 aspek utama yakni : 1.Penetapan norma, standar dan pedoman global mengenai pengertian,pengaturan dan pelaporan dalam melaksanakan kegiatan pencegahan dan penerapan aturan untuk menurunkan resiko. 2.Merencanakan kebijakan upaya peningkatan pelayanan pasien berbasis bukti dengan standar global, dengan menitikberatkan aspek produk yang aman dan praktek klinis yang aman sesuai dengan pedoman,medical product dan medical devices yang aman digunakan serta mengkreasi budaya keselamatan dan keamanan dalam pelayanan kesehatan dan organisasi pendidikan. 3.Mengembangkan mekanisme akreditasi untuk mengakui karateristik provider pelayanan kesehatan untuk unggulan dalam keselamatan dan keamanan pasien secara internasional (patient safety internationally). 4. Mendorong penelitian terkait dengan patient safety.

5 Dalam memberikan pelayanan medis, tenaga medis diharapkan dapat : 1.Memberikan pelayanan medik dengan standar yang tinggi 2.Mempunyai sistem dan proses untuk melakukan monitoring dan meningkatkan pelayanan meliputi : Konsultasi yang melibatkan pasien; Manajemen resiko klinis; Audit medis; Riset dan efektivitas; Pengorganisasian dan manajemen staf medis; Pendidikan, pelatihan dan pengembangan profesi berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD); 3.Memanfaatkan informasi tentang pengalaman,proses & outcome 4.Secara efektif melaksanakan clinical governance yaitu: Adanya komitmen untuk mutu; Meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan pasien secara berkesinambungan; Memberikan pelayanan dengan pendekatan yang berfokus pada pasien; Mencegah clinical medical errror;

6 Upaya peningkatan mutu dapat dilaksanakan melalui clinical governance. Secara sederhana Clinical Governance adalah suatu cara (sistem) upaya menjamin dan meningkatkan mutu pelayanan secara sistematis dan efisien dalam organisasi rumah sakit. Karena upaya peningkatan mutu sangat terkait dengan standar pelayanan baik input, proses maupun outcome maka penyusunan indikator mutu klinis berdasarkan standar outcome sangatlah penting. Sesuai dengan Pedoman Pengorganisasian Staf Medis dan Komite Medis,maka masing-masing kelompok staf medis wajib menyusun minimal 3 jenis indikator mutu pelayanan medis. Dan dengan adanya penetapan jenis indikator mutu pelayanan medis diharapkan masing-masing kelompok staf medis dapat melakukan monitoring melalui pengumpulan data, pengolahan data dan analisa pencapaiannya untuk dilakukan tindakan koreksi.

7 8-Jun-15SAMSI J: AUDIT MEDIS/KLINIS7 INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR MUTU PELAYANAN R.S. Struktur (Input) Proses (Performance) Outcome (Hasil dari proses) Unsur2 ‘Tetap’ di RS: Standardisasi Akreditasi SDM profesi: Sertifikasi Registrasi Lisensi (Izin). Kepatuhan pd: Pedoman klinis SPO Standar pelayanan Indikator-2 pro- ses Sertifikasi ISO AUDIT KLINIS Indikator-2 outcome: Indikator klinis Indikator efisiensi Indikator keamanan Indikator kepuasan AUDIT KLINIS

8 INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR MUTU PELAYANAN R.S. RS : Standardisasi, Akreditasi SDM profesi: Sertifikasi, Registrasi, Lisensi (Izin praktek ). Dalam proses pelayanan dilihat Kepatuhan pada: Pedoman klinis, SPO : standar procedur operasional, Standar pelayanan, Indikator-2 proses ( Indikator klinis, Indikator efisiensi, Indikator keamanan, Indikator kepuasan ), Sertifikasi ISO Audit klinis

9 MUTU = KEPUASAN PASIEN Respons dan pertolongan medis dan keperawatan yang cepat diberikan.Respons dan pertolongan medis dan keperawatan yang cepat diberikan. sikap dan perilaku yang menyenangkan oleh semua petugas di rumah sakit.sikap dan perilaku yang menyenangkan oleh semua petugas di rumah sakit. Kemudahan mendapat informasi.Kemudahan mendapat informasi. kegiatan yang telah direncanakan oleh rumah sakit dilaksanakan tepat waktu.kegiatan yang telah direncanakan oleh rumah sakit dilaksanakan tepat waktu. Hak-hak pasien dihormati. Hak-hak pasien dihormati. Dokter punya waktu dan perhatian untuk mendengar dan berbicara dengan pasien.Dokter punya waktu dan perhatian untuk mendengar dan berbicara dengan pasien. Ada privasi bagi pasienAda privasi bagi pasien Sarana dan lingkungan bersih, rapi, dan menyenangkan.Sarana dan lingkungan bersih, rapi, dan menyenangkan. Outcome sesuai dengan harapan yang wajar.Outcome sesuai dengan harapan yang wajar. Biaya pengobatan yang wajar dan terjangkauBiaya pengobatan yang wajar dan terjangkau

10 MUTU PELAYANAN RS DARI SUDUT PANDANG MASYARAKAT, MUTU PELAYANAN RS DARI SUDUT PANDANG MASYARAKAT, (Demand side) PERSEPSI PASAR (‘Rating’ rumah sakit di masyarakat dibandingkan dengan rumah sakit pesaing), ditentukan oleh:PERSEPSI PASAR (‘Rating’ rumah sakit di masyarakat dibandingkan dengan rumah sakit pesaing), ditentukan oleh: – Kelayakan sarana dan lingkungan, – Perilaku pemberi layanan, – Integritas klinisi, – Brand name’, – Cerita dari mulut ke mulut, – Liputan pers, – Pemasaran yang efektif, KEPERCAYAAN / KETIDAKPERCAYAAN pada RS, KEPERCAYAAN / KETIDAKPERCAYAAN pada RS, KEPUASAN / KETIDAKPUASAN PASIEN. KEPUASAN / KETIDAKPUASAN PASIEN.

11 MUTU PELAYANAN RS DARI SUDUT PANDANG LINGKUNGAN INTERNAL RS SDM : Kualitas dan kuantitas Customer services Sarana & Prasarana Anggaran Proses pelayanan Budaya perusahaan pada budaya mutu

12 MUTU PELAYANAN RS DARI SUDUT PANDANG PROFESIONAL INPUT:INPUT: – DUKUNGAN MANAJEMEN UNTUK ASUHAN KLINIS – SISEM TERORGANISASI DAN BERJALAN MULUS. PROSES: PROSES: – PROFESIONALISME DARI PARA KLINISI – PENERAPAN PROGRAM-2 MENJAGA MUTU – PENERAPAN STANDAR PELAYANAN DAN PROSEDUR OPERASIONAL. – PENERAPAN ETIKA PROFESI. OUTCOME: OUTCOME: – ASUHAN YANG AMAN, EFEKTIF, BERFOKUS PADA PASIEN, – TEPAT-WAKTU, EFISIEN, DAN ADIL. – MEMUASKAN PASIEN DAN PEMBERI ASUHAN PELAYANAN. – MENDAPAT IMBALAN JASA YANG LAYAK.

13 KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT YANG MEMPUNYAI BUDAYA MUTU Perilaku sesuai slogan / moto Aktif menerima masukan pelanggan dan ditindak lanjuti Seluruh karyawan dilibatkan dan dibudayakan Pekerjaan dilakukan secara tim ( team work ) Disediakan sumber daya untuk mendukung perbaikan mutu – Pendidikan dan pelatihan kontinyu – Reward system Rekan kerja dipandang sebagai pelanggan internal Pemasok diberlakukan sebagai rekan kerja

14 8-Jun-15SAMSI J: KLH AUDIT KLINIS (IEU)14 MUTU PELAYANAN/ASUHAN KES DI RS/PUSKESMAS/KLINIK, dsb, ditentukan oleh: 1. STRUKTUR (= Input) 2.PROSES (= Kegiatan) 3.OUTCOME (= Hasil) -SDM, -DANA, -PRASARANA, -SARANA, -PERALATAN, -SISTEM-2, -MATERIAL KES. -ALAT2 KES, -PROGRAM-2, -dll. =Apa yg dilakukan dokter/klinisi thdp pasien: Anamnesis, Pemeriksaan fisik, Pem. Lab, Rad., dsb, Tindakan klinis, Follow-up, Mengatasi komplika- si, dsb. -Pasien sembuh, -Tidak sembuh, -Menderita, -Cacat, -Mutu hidup mem- baik / memburuk, - Puas / tdk puas, -Pasien meninggal. = Tanggung jawab Manajemen Kinerja Klinisi=Hasil dari Proses:

15 OUT PUT & OUT COME PELAYANAN RS Kepuasan pasien/customer satisfaction/loyality Kesembuhan Terhindar dari kemungkinan medical error

16 8-Jun-15SAMSI J: AUDIT MEDIS/KLINIS16 KEGIATAN-2 FUNGSIONAL DALAM PENYELENGGARAAN RS; PIMPINAN. PUNCAK KOM. MEDIK/ KLIN. DUKUNGAN UMUM PELAYANAN PASIEN - -SIS INFO RS -ADM PERSONIL -K 3 -HAR PRASARA- NA, SARANA, PERALATAN, -DAPUR/KATRNG -KERUMAHTANGGAAN -LINGKUNGAN -KEAMANAN -TRANSPOR & AMBULANS -K.JENAZAH. - DUKUNGAN BISNIS PENERIMAAN & ADM. PASIEN RAWAT JALAN RAWAT TINGGAL INFO & HUB PASIEN RAWAT INTENSIF DIAGN. KHUSUS: Ro, LAB, dsb TIND. KHUSUS: K.O, K.Bers,,dsb PINDAH RWT – LEPAS RWT - MATI - -PERSEDIAAN ALUM, ALKES, OBAT, ATK, dsb -BELI BARANG & JASA - PEMASARAN REKAM MEDIK (SIS INFO KES PASIEN) PELAYANAN FARMASI YAN GIZI, REHAB MEDIK, dsb. ASUHAN KLINIS PROSES; ASUHAN MEDIS, KE-PRWT-AN, DLL dgn TUJUAN: OUTCOME: -KSLAMATN PASIEN, -MUTU YG TINGGI, -PASIEN dan STAF PUAS / TDK PUAS. BILLING JASA KPD PASIEN K. ETIKA RS DUK. ADM KEUANGAN Akunting: -Piutang -Utang -Pajak Dr, pajak ll, Terima &. Bayar Kas & Bank Aset RS Progr; Mjg Mutu, DALIN,- CPD, CRM, Audit Klin, dsb HUMAS CSSU PENGAWASAN: -JASA2 YG DI- OUTSOURCE - BAG2 YG DI- SEWAKAN SET. PIMP.

17 Rekam medik unit sistim informasi kesehatan pasien Berhubungan dengan pelayanan pasien dan asuhan klinis Pelayanan pasien di Rawat jalan, rawat inp dan rawat khusus ( ICU, NICU, ICCU dsb ) Asuhan klinis dalam proses ; – asuhan medis, keperawatan, dll – dengan tujuan: outcome: keselamatan pasien, mutu yang tinggi, pasien dan staf puas / tidak puas.

18 PASIEN SAFETY / KESELAMATAN PASIEN Pada Outcome, Keselamatan Pasien ( patient safety) adalah niat, kegiatan dan tujuan untuk mencegah atau mengurangi kejadian( insiden) yang tidak diinginkan pada setiap pasien terkait dengan proses dan outcome dari pelayanan asuhan kesehatan yang diberikan kepada pasien

19 Manajemen Pelayanan Mutu Bertujuan untuk – Untuk menganalisis apakah mutu pelayanan kesehatan yang terdiri dari delapan demensi mutu secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit. – Untuk menganalisis apakah faktor mutu pelayanan kesehatan yang terdiri dari delapan demensi mutu secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit. – Untuk menganalisis variabel manakah dari delapan dimensi mutu tersebut yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit.

20 8 Dimensi mutu pelayanan ( Lori di Prete Brown ) 1.Kompetensi teknis ( technical competence) – Keterampilan, kemampuan dan penampilan – Kepatuhan, ketepatan ( accuracy), kebenaran (reliability), konsistensi 2.Akses terhadap pelayanan ( acces to service) – Geografis, sosial, ekonomi, budaya, organisasi, bahasa 3.Efektifitas ( effectiveness) – Kualitas, efektivitas 4.Eficiensi ( efficiency) – Efisiensi, hasil pelayanan 5.Kontinuitas ( continuity) – Berkelanjutan, berkaitan 6.Keamanan( safey) – Resiko cedera, infeksi / bahaya lain 7.Hubungan antar manusia ( interpersonal relations) – Interaksi, kepercayaan, menghargai, menjaga rahasia, menghormati, responsive, perhatian 8.Kenyamanan ( amenities) – Kepuasan pasien, penampilan,personil, peralatan

21 ANALISIS SISTEM INPUT : 6 M – Man : staf – Money : dana untuk kegiatan – Material : bahan logistik, obat, alat – alat – Metoda : ketrampilan, prosedur kerja, peraturan, kebijakan dsb – Minute : jangka waktu pelaksanaan kegiatan – Market : sasaran/ target yang akan diberikan pelayanan

22 PROCESS Perencanaan:3 P – P1 : Pengorganisasian – P2 : Penggerakan dan pelaksanaan – P 3 : Pengawasan dan pengendalian

23 OUT PUT Cakupan kegiatan : – Jumlah kelompok masyarakat yang sudah diberikan pelayanan kesehatan ( memerator ) dibandingkan dengan jumlah kelompok yang menjadi sasaran program ( denominator) – Pelayanan yang diberikan sesuai dengan program pokok puskesmas ( comprhensivee health service yaitu : promotive, preventive, curative, rehabilitatif dan terminale stage health care )

24 EFFECT perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang diukur dengan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia

25 OUT COME / IMPACT Dampak program yang diukur dengan peningkatan status kesehatan masyarakat Ada 4 indikator yaitu : – Tingkat dan jenis morbiditas ( kejadian sakit ) – Mortalitas ( tingkat kematian spesifik berdasarkan sebab penyaki tertentu Indikator yang paling peka dalam menentukan status kesehatan masyarakat disuatu wilayah adalah : – IMR dan MMR, – Fertilitas ( tingkat kelahiran, tingkat kesuburan), – handicap( angka kecacatan)

26 MENGKAJI HAMBATAN DAN KENDALA Sebelum menetapkan tolok ukur perlu dipelajari lebih dahulu hambatan – hambatan yang pernah dialamai atau yang diperkirakan akan dapat terjadi baik yang bersumber dari eksternal ( pasien, masyarakat )maupun internal ( sdm staf, tenaga medi s dsb ). Teliti sumber daya yang tersedia ( sarana, dana) Teliti kebijakan – kebijakan sebelum rencana kerja disusun, Ingat semua unit yang diikut sertakan mempunyai sumber daya tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan. Kunci utama keberhasilan pengembangan adalah tumbuhnya parisipasi masyarakat

27 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAYANAN KESEHATAN 1.Ilmu pengetahuan dan teknologi baru – Mengingkat perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi, maka akan diikuti oleh perkembangan pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit- penyakit yang sulit dapat digunakan penggunaan alat seperti leser, terapi penggunaan gen dan lain-lain. 2.Nilai masyarakat – Dengan beragamnya masyarakat, maka dapat menimbulkan pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang berbeda. Masyarakat yang sudah maju dengan pengetahuan yang tinggi, maka akan memiliki keasadaran yang lebih dalam pengunaan atau pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan, demikian juga sebaliknya.

28 3.Aspek legal dan etik – Dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan atau pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan, maka akan semakin tinggi pula tuntutan hukum dan etik dalam pelayanan kesehatan, sehingga pelaku pemberi pelayanan kesehatan harus dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan secara professional dengan memperhatikan nilai-nilai hokum dan etika yang ada di masyarakat. 4.Ekonomi – Semakin tinggi ekonomi seseorang, pelayanan kesehatan akan lebih diperhatikan dan mudah dijangkau, begitu juga sebaliknya, keadaan ekonomi ini yang akan dapat mempengaruhi dalam system pelayanan kesehatan. 5.Politik – Kebijakan pemerintah melalui system politik yang ada akan semakin berpengaruh sekali dalam system pemberian pelayanan kesehatan. Kebijakan-kebijakan yang ada dapat memberikan pola dalam sistem pelayanan. (Aziz, Alimul. 2008).

29 MUTU DAPAT DICAPAI DENGAN MEMPERHATIKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT: 1.Berfokus pada pelanggan – Yang menentukan mutu barang dan jasa adalah pelanggan eksternal. Pelanggan internal berperan dalam menentukan mutu manusia, proses dan lingkungan yang berhubungan dengan barang dan jasa. 2.Obsesi terhadap mutu – Penentuan akhir mutu adalah pelanggan internal & eksternal – Dengan mutu yang ditentukan tersebut, organisasi harus berusaha memenuhi atau melebihi yang telah ditentukan. 3.Pendekatan ilmiah – Terutama untuk merancang pekerjaan dan proses pembuatan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang dirancang tersebut.

30 4.Komitmen jangka panjang – Agar penerapan mutu dapat berhasil, dibutuhkan budaya organisasi yang baru. Untuk itu, perlu ada komitmen jangka panjang guna mengadakan perubahan budaya. 5.Kerja sama tim – Kerja sama tim, kemitraan, dan hubungan perlu terus- menerus dijalin dan dibina, baik antar aparatur antar organisasi maupun dengan pihak luar (masyarakat). 6.Perbaikan sistem secara berkesinambungan – Setiap barang dan jasa dihasilkan melalui proses di dalam suatu system atau lingkungan. System yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar mutu yan dihasilkan lebih meningkat. 7.Pendidikan dan pelatihan – Pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang mendasar (fundamental). Disini berlaku prinsip belajar yang merupakan proses tiada akhir dan tidak mengenal batas usia. (Efendi, Ferry. 2009).

31 PRINSIP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN : 1.Memenuhi kebutuhan pasien a.Memenuhi pelayanan yang di inginkan pasien. b.Memenuhi apa yang dipikirkan pasien tentang pelayanan yang anda berikan. c.Membangun kebersamaan antara pasien dan petugas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. 2.Mengukur dan menilai pelayanan yang diberikan a.Mengukur dan menilai apa yang dilakukan. b.Mengukur pengaruh pelayanan yang diberikan terhadap kepuasan pasien. c.Mengukur dan menilai variable yang penting guna perbaikan. 3.Memperbaiki proses pelayanan a.Menyederhanakan memperbaiki proses terus menerus, sesuai standar pelayanan. b.Mengurangi kesalahan dan hasil yang buruk. 4.Meningkatkan mutu pemberi pelayanan a.Integrasi tim untuk mengurangiduplikasi hasil pekerjaan dan pemborosan sumberdaya. b.Memberikan penghargaan, meningkatkan tanggung jawab, dan kerjasama dalam pelayanan kesehatan. c.Membentuk dan mmberdayakan GKM atau kelompok budaya kerja. 5.Memenuhi (kuantitas) dan kualitas sarana dan prasarana yang digunakan untuk melakukan pelayanan kesehatan. (Wijoyo, Djoko. 2008).

32 Lanjut kuliah Pertemuan berikut


Download ppt "AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS Semester 7."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google