Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN CIRI-CIRI HUKUM ISLAM. RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN CIRI-CIRI HUKUM ISLAM. RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM."— Transcript presentasi:

1 RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN CIRI-CIRI HUKUM ISLAM

2 RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM

3 RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM ≠ KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM  KERANGKA DASAR TERDIRI DARI AQIDAH (THEOLOGICAL SYSTEM), AKHLAQ (ETHICAL SYSTEM) DAN SYARIAH (LEGAL SYSTEM)  SYARIAH (LEGAL SYSTEM) MELIPUTI IBADAH (HUBUNGAN VERTICAL) DAN MUAMALAH (HUBUNGAN HORIZONTAL)  RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM DALAM MATERI INI DIBATASI PADA LINGKUP MUAMALAH (HUBUNGAN HORIZONTAL) ANTARA MANUSIA DENGAN MANUSIA  TITIK PANDANG DARI PERSPEKTIF HUKUM BARAT

4 PEMBIDANGAN HUKUM DARI PERSPEKTIF BARAT  PEMBIDANGAN BERDASAR ISI HUKUM HUKUM PUBLIK HUKUM PRIVAT  HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT TIDAK MENGENAL PEMBIDANGAN ATAS PUBLIK DAN PRIVAT  MENGAPA HUKUM ISLAM TIDAK MENGENAL PERBEDAAN HUKUM PUBLIK DAN PRIVAT?

5 KARENA DALAM HUKUM PUBLIK TERDAPAT UNSUR PRIVAT DAN SEBALIKNYA  PEMBUNUHAN MERUPAKAN HUKUM PIDANA (PUBLIK), DAN DIBALAS QISHAS, AKAN TETAPI JIKA KELUARGA KORBAN MEMAAFKAN + DENDA MAKA DAPAT LEPAS DARI QISHOS  PERDAGANGAN (PRIVAT) AKAN TETAPI PEMERINTAH (WALIMATUL HISBA) AKAN MENGAWASI AGAR TIDAK TERJADI KEGIATAN/PERJANJIAN YANG DAPAT MERUGIKAN MASYARAKAT UMUM (MENGHINDARI IHKTIKAR)

6 RUANG LINGKUP HUKUM PUBLIK HUKUM PRIVAT JINAYAH HUDUD (PIDANA) JINAYAH TA’ZIR (PIDANA) AL AHKAM AL SULTHANIYAH (PEMERINTAHAN) SIYAR (PERANG DAN DAMAI) MUKHASAMAT (ACARA) MUNAKAHAT (PERNIKAHAN, PERCERAIAN) WIRASAH/AL FARAID (WARISAN) MUAMALAT (SEMPIT) PERNIAGAAN

7 TUJUAN HUKUM ISLAM

8 DITINJAU DARI MANUSIA SEBAGAI PELAKU DITINJAU DARI PEMBUAT HUKUMNYA (ALLAH) KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT JASMANI ROHANI INDIVIDU DAN SOSIAL WATAK HUKUM ISLAM: WASATHIYAH  MEMENUHI KEBUTUHAN MANUSIA PRIMER / DARRURIYAT SEKUNDER / HAJJIYAT TERSIER / TAHSINIYAT  UNTUK DIPATUHI / DITAATI  WAJIB DITINGKATKANNYA KEMAMPUAN DALAM MEMAHAMI HUKUM ISLAM MAQASIDUL AHKAM PERBEDAAN TENTANG LETAK MAQASIDUL AHKAM, MENURUT: DAUD ALI: KEBUTUHAN PRIMER FATURAHMAN JAMIL: KEBUTUHAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER

9 KEBUTUHAN PRIMER (DARRURIYAT)  ADALAH KEBUTUHAN YANG HARUS DIPENUHI DAN DIPELIHARA AGAR TIDAK TERGANGGU  MELIPUTI 5 HAL (MAQASIDUL AHKAM= 5 TUJUAN HUKUM) 1.MEMELIHARA AGAMA (HIFZH AD-DIEN) 2.MEMELIHARA JIWA (HIFZH AN-NAFS) 3.MEMELIHARA AKAL (HIFZH AL-AQL) 4.MEMELIHARA KETURUNAN (HIFZH AN-ASL) 5.MEMELIHARA HARTA (HIFZH AL-MAAL)  TIDAK TERPENUHINYA KEBUTUHAN PRIMER, DAPAT MENGANCAM EKSISTENSI KELIMA POKOK TERSEBUT

10 KEBUTUHAN SEKUNDER (HAJJIYAT)  ADALAH KEBUTUHAN UNTUK MENCAPAI / MENUNJANG KEBUTUHAN PRIMER (DAUD ALI) CONTOH: KEMERDEKAAN, PERSAMAAN  ADALAH KEBUTUHAN UNTUK MENGHINDARI MANUSIA DARI KESULITAN BAGI MUKHALAF (FATURRAHMAN DJAMIL) CONTOH: HUKUM RUKHSOH (KERINGANAN)

11 KEBUTUHAN TERSIER (TAHSINIYAT)  KEBUTUHAN SELAIN PRIMER DAN SEKUNDER (DAUD ALI) TIDAK DIBERIKAN CONTOH  KEBUTUHAN YANG MENUNJANG PENINGKATAN MARTABAT SESEORANG DALAM MASYARAKAT DAN DI HADAPAN TUHAN SESUAI KEPATUTAN (FATURRAHMAN DJAMIL) CONTOH: ETIKA

12 KESIMPULAN:  KEBUTUHAN PRIMER/DARRURIYAT: JIKA HILANG AKAN MENGANCAM KEHIDUPAN MANUSIA  KEBUTUHAN SEKUNDER/HAJJIYAT: JIKA HILANG, AKAN KESULITAN / MEMPERSEMPIT KEHIDUPAN MANUSIA  KEBUTUHAN TERSEIER/TAHSINIYYAT:BERKAITAN DENGAN UPAYA MENJAGA ETIKA SESUAI KEPATUTAN, TIDAK MENGANCAM ATAU MEMPESEMPIT

13 MAQASIDUL AHKAM (DALAM FATURAHMAN DJAMIL):  KEBUTUHAN PRIMER, SEKUNDER MAUPUN TERSIER ADALAH UNTUK MEWUJUDKAN EKSISTENSI PEMELIHARAAN/PENYELAMATAN 5 TUJUAN POKOK (MAQASIDUL AHKAM)  SEHINGGA 5 HAL (MAQASIDUL AHKAM) DAPAT MASUK PADA KEBUTUHAN PRIMER, SEKUNDER, MAUPUN TERSIER

14 MEMELIHARA AGAMA (HIFZH AD-DIEN)  MERUPAKAN TUJUAN UTAMA: SEBAGAI PEDOMAN HIDUP MANUSIA  AQIDAH SEBAGAI PEDOMAN DALAM BERSIKAP  AKHLAQ SEBAGAI PEDOMAN DALAM BERHUBUNGAN HUKUM  IBADAH  MUAMALAH

15 MEMELIHARA AGAMA DIKAITKAN DENGAN 3 TINGKATAN KEBUTUHAN 1.PRIMER/DARRURIYAT:  MEMELIHARA SHOLAT DENGAN MENDIRIKAN SHOLAT 5 WAKTU 2.SEKUNDER/HAJJIYAT:  MEMELIHARA AGAMA DENGAN MENINGGALKAN KESULITAN  MISALNYA DENGAN JAMA’, QASHAR DALAM SHOLAT, ATAU TAYAMUM SEBAGAI PENGGANTU WUDHU 3.TERSIER/TAHSINIYAT:  MEMELIHARA AGAMA DALAM MENJUNJUNG TINGGI MARTABAT MANUSIA SEKALIGUS MELENGKAPI KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH  MISALNYA: SELALU MENJAGA KEBERSIHAN DIRI BAIK DI DALAM SHOLAT MAUPUN DI LUAR SHALAT

16 MEMELIHARA JIWA (HIFZH AN-NAFSH)  KEWAJIBAN MEMELIHARA KEHIDUPAN DAN MEMPERTAHANKAN HIDUP  LARANGAN PEMBUNUHAN DENGAN ANCAMAN QISHOS BAGI PELAKUNYA  LARANGAN BUNUH DIRI

17 MEMELIHARA JIWA DIKAITKAN DENGAN 3 TINGKAT KEHIDUPAN 1.KEBUTUHAN PRIMER/DARRURIYAT:  MAKAN, PAPAN, SANDANG 2.KEBUTUHAN SEKUNDER/HAJJIYAT:  DIPERBOLEHKANNYA MEMBUNUH BINATANG DENGAN SYARAT/BATASAN TERTENTU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN MAKAN  MAKAN DAGING BABI DALAM KONDISI DARURAT 3.KEBUTUHAN TERSIER/TAHSINIYAT:  ETIKA MAKAN: DENGAN TANGAN KANAN, TIDAK MAKAN SAMBIL BERDIRI

18 MEMELIHARA AKAL (HIFZH AL-AQL)  SEBAGAI ALAT UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN ALLAH DAN DIBEBANI KEWAJIBAN HUKUM  MUKHALAF MENSYARATKAN KESEMPURNAAN AKAL  AT TIIN (4-6): SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DALAM BENTUK YANG SEBAIK-BAIKNYA, KEMUDIAN AKAN DIKEMBALIKAN DALAM TINGKAT YANG PALING RENDAH, KECUALI YANG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH”

19 MEMELIHARA AKAL DIKAITKAN DENGAN 3 TINGKAT KEHIDUPAN 1.KEBUTUHAN PRIMER/DARRURIYAT:  HARAMNYA KHAMR, KARENA MERUSAK AKAL 2.KEBUTUHAN SEKUNDER/HAJJIYAT:  ANJURAN KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU, JIKA TIDAK DAPAT MEMPERSULIT DIRI MANUSIA 3.KEBUTUHAN TERSIER/TAHSINIYAT:  MENGGUNAKAN AKAL UNTUK SESUATU YANG TIDAK BERFAEDAH/ MENGKHAYAL YANG MULUK-MULUK

20 MEMELIHARA KETURUNAN (HIFZH AL-ASL)  ISLAM MENJAGA KEMURNIAN DARAH  ISLAM MENJAGA HUBUNGAN MAHRAM

21 MEMELIHARA KETURUNAN DIKAITKAN DENGAN 3 TINGKAT KEHIDUPAN 1.KEBUTUHAN PRIMER/DARRURIYAT:  HUKUM MENIKAH (WAJIB S.D HARAM)  HARAMKAN ZINAH 2.KEBUTUHAN SEKUNDER/HAJJIYAT:  KETENTUAN MAHAR  DIBERIKAN HAK TALAK 3.KEBUTUHAN TERSIER/TAHSINIYAT:  WALIMAH

22 MEMELIHARA HARTA (HIFZH AL-MAAL)  HARTA SEBAGAI TITIPAN  HARTA SEBAGAI PENGAKUAN HAK PRIBADI

23 MEMELIHARA HARTA DIKAITKAN DENGAN 3 TINGKAT KEHIDUPAN 1.KEBUTUHAN PRIMER/DARRURIYAT:  TATA CARA PEMILIKAN HARTA DAN LARANGAN MENGAMBIL HARTA ORANG LAIN DENGAN CARA TIDAK SAH 2.KEBUTUHAN SEKUNDER/HAJJIYAT:  UNTUK MEMPERMUDAH: JUAL BELI (TUNDA WAKTU, ANGSURAN, PEMBAYARAN DI MUKA DLL) 3.KEBUTUHAN TERSIER/TAHSINIYAT:  ADANYA JAMINAN

24 CIRI-CIRI HUKUM ISLAM

25  BERSUMBER DARI AJARAN ISLAM  HUBUNGAN YANG ERAT DENGAN 2 SUB SISTEM LAINNYA  TERDAPAT 2 ISTILAH KUNCI, YAITU SYARIAH DAN FIQH  STRUKTUR BERLAPIS: AL QUR’AN AS SUNNAH AR RA’YU PELAKSANAAN DALAM PRAKTIK

26 Lanjutan….. CIRI-CIRI HUKUM ISLAM  MENDAHULUKAN KEWAJIBAN DARIPADA HAK, MENDAHULUKAN AMAL DARIPADA PAHALA  DAPAT DIBAGI ATAS HUKUM TAKIFLI (WAJIB, SUNNAH, MUBAH, MAKRUH DAN HARAM) DAN WADHI (SEBAB, SYARAT DAN MANI’)  UNIVERSAL DAN ABADI  MENGHORMATI MARTABAT MANUSIA, JIWA DAN RAGA  PELAKSANAANNYA DIGERAKKAN OLEH IMAN DAN AKHLAK


Download ppt "RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN CIRI-CIRI HUKUM ISLAM. RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google