Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Struktur dan Fungsi Sel Bakteri dan Archeae Pertemuan ke-23 Mikrobiologi Pertanian (AET 209)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Struktur dan Fungsi Sel Bakteri dan Archeae Pertemuan ke-23 Mikrobiologi Pertanian (AET 209)"— Transcript presentasi:

1

2 Struktur dan Fungsi Sel Bakteri dan Archeae Pertemuan ke-23 Mikrobiologi Pertanian (AET 209)

3 MIKROSKOP & MORFOLOGI SEL

4 Penemuan Sel  Penemuan lensa  Robert Hooke (1665): menyelidiki satu lapis kecil gabus (sel kulit tanaman yang sudah mati) dengan menggunakan mikroskop. Dia menyebutnya sebagai “kotak-kotak kecil (little boxes)”

5  Antonie van Leeuwenhoek (1675): orang pertama yang menyelidiki sel-sel yang hidup. Penemuan Sel

6 Mikroskop  Pembesaran (magnification): kemampuan mikroskop untuk memperbesar ukuran objek yang sebenarnya  Resolusi (resolution): kemampuan mikroskop untuk menunjukkan sesuatu secara terperinci dengan jelas

7 Mikroskop 1. Mikroskop cahaya (Light microscope) : menggunakan cahaya Ada beberapa jenis, yaitu: - Compound light microscopy - Darkfield microscopy - Phase-contrast microscopy - Differential interference contrast microscopy - Fluorescence microscopy - Confocal microscopy 2. Mikroskop elektron (Electron microscope) Ada beberapa jenis, yaitu: - Transmission eletron microscope (TEM) - Scanning electron microscope (SEM)

8 Compound Light Microscope

9 Bagian-Bagian dari Mikroskop PartsFunctions Lensa okuler Untuk mengamati spesimen. Terdiri dari 2 atau lebih lensa. Magnifikasi paling umum adalah untuk bagi lensa okuler adalah 10X. Ada juga 2xdan 5x. Lensa okuler dapat dipindah- pindahkan, dapat juga diganti dengan pembesaran yg berbeda. Lensa objektif More than one objective lenses. These are the primary lenses of a compound microscope and can have magnification of 4x, 5x, 10x, 20x, 40x, 50x and 100x. Papan letak objek Terletak di bawah lensa objektif tempat meletakkan objek/sampel yang akan diamati. Suatu lubang di papan letak objek ini dapat melmbiarkan cahaya untuk lewat dan menerangi sampel. Penjepit sampelAda 2 penjepit di masing-masing sisi papan letak objek. Kondensor cahaya Terletak di bawah papan letak objek. Digunakan untuk mengontrol jumlah cahaya yang mencapai sampel melalui lubang pada papan letak objek. Sumber cahaya Mikroskop cahaya yang sederhana memiliki cermin yang dapat dipindahkan untuk mengatur jumlah cahaya yang dapat difokuskan ke sampel. Tetapi ada beberapa jenis mikroskop cahaya yang memiliki sumber cahaya sendiri. Pengatur fokus Ada 2 pengatur fokus: pengatur fokus secara halus dan secara kasar. Pengatur fokus secara kasara membantu untuk meningkatkan fokus pada kekuatan rendah sedangkan pengatur fokus secara halus membantu mengatur lensa fokus dengan pembesaran yang tinggi.

10 Gambar diperbesar lagi oleh lensa okuler Total pembesaran = lensa objektif x lensa okuler Resolusi - kemampuan lensa untuk membedakan 2 poin e.g. Resolusi Point 0.4 nm dapat membedakan antara 2 point ≥ 0.4 nm Panjang gelombang cahaya yang lebih pendek menyediakan resolusi yang lebih besar Minyak Immersi digunakan untuk meningkatkan resolusi mikroskop. Compound Light Microscope

11 Pembesaran (Magnification) Total pembesaran = pembesaran lensa okuler x pembesaran lensa objektif Pembesaran Lensa okuler Total pembesaran Scanning4x10x40x Low Power10x 100x High Power40x10x400x Mikroskop memilik 3 jenis pembesaran, yaitu : Scanning, rendah and tinggi Setiap lensa objektif diberi label pembesarannya. Lensa oculer (eyepiece) juga memiliki pembesaran.

12

13 12 Perbandingan Penggunaan berbagai jenis Mikroskop Cahaya Bright-field. Light passing through the specimen is brought directly into focus. Usually, the low level of contrast within the specimen interferes with viewing all but its largest components. Bright-field (stained). Dyes are used to stain the specimen. Certain components take up the dye more than other components, and therefore contrast is enhanced. Differential interference contrast. Optical methods are used to enhance density differences within the specimen so that certain regions appear brighter than others. This technique is used to view living cells, chromosomes, and organelle masses. Phase contrast. Density differences in the specimen cause light rays to come out of “phase.” The microscope enhances these phase differences so that some regions of the specimen appear brighter or darker than others. The technique is widely used to observe living cells and organelles. Dark-field. Light is passed through the specimen at an oblique angle so that the objective lens receives only light diffracted and scattered by the object. This technique is used to view organelles, which appear quite bright against a dark field. 25m m m 30m m

14 Transmission Electron Microscope (TEM)

15 Elektron melewati sampel Difokuskan oleh lensa magnetik Gambar terbentuk pada layar fluorescens - Sama dengan layar TV - Gambar kemudian difoto Maksimum pembesaran hingga x lebih

16 Scanning Electron Microscope (SEM)

17  Sampel disemprot dengan metal yang tipis - Sorotan cahaya di-scanning melewati permukaan sampel - Metal mengeluarkan elektron ke-dua Elektron yang dipancarkan difokuskan oleh lensa magnetik Gambar dibentuk pada layar fluorescens - Sama seperti layar TV - Gambar kemudian difoto

18 STRUKTUR SEL / FUNGSI

19 Teori Sel Siapa yang mengembang teori sel? –Matthias Schleiden (1838): menyimpulkan bahwa seluruh tanaman tersusun dari sel-sel. –Theodor Schwann (1839): menyimpulkan bahwa seluruh binatang tersusun dari sel-sel. –Rudolph Virchow (1855): menentukan bahwa sel-sel berasal dari sel-sel lainnya.

20 Prinsip dari Teori Sel 1.Seluruh makhluk hidup tersusun dari satu atau lebih sel. 2.Sel berasal dari sel-sel yang sudah ada. 3. Sel adalah stuktur dan fungsi dari unit dasar terkecil dari suatu mikroorganisme.

21 Ukuran Sel Makhluk Hidup m1 m0.1 m1 cm1 mm100 nm10 nm1 nm0.1 nm mouse frog egg human egg most bacteria virus protein atom ant electron microscope light microscope human eye human blue whale chloroplast rose 1 km100 m100m10m1m plant and animal cells amino acid ostrich egg

22 Keragaman Sel- Ukuran

23 Keragaman Sel-Bentuk  Sel berbeda-beda bentuknya  Kebanyakan sel berbentuk kubus (cuboidal) atau bulat (spherical)

24 Bentuk Sel (morfologi)

25 Bagian-Bagian Sel

26 Membran Sitoplasma Struktur: Lapisan phospholipid dgn protein yang berfungsi sebagai penghubung, penanda (marker), and penerima - juga mengandung kolesterol ( hydrophilic/gliserol & hydrophobic/asam lemak yang membuat kekakuan Fungsi: menjadi penghalang yang tidak dapat ditembus antara sel dgn lingkungan di luar sel

27 Perpindahan melewati Plasma Membran Beberapa molekul dapat bergerak bebas, seperti: –Air, Karbondioksida, Ammonia, Oksigen Protein pengangkut membawa beberapa molekul –Protein melekat pada lapisan lemak (lipid bilayer)

28 Dinding Sel  Struktur: dinding yg keras/kaku terbuat dari sellulose, protein, dan karbohidrat  Fungsi: garis pembatas di sekeliling sel diluar membran sel yang melindungi sel.

29 Dinding Sel Gram Negatif & Gram Positif

30 Sitoplasma  Struktur: Cairan menyerupai gelatin yang terhampar di dalam membran sel  Fungsi: - mengandung garam, mineral, dan molekul organik - Mengelilingi organel

31 Sitoplasma –Nucleoid : adalah daerah yang mengandung molekul DNA yang bulat –Plasmids: Cincin perhiasan DNA yang kecil (extrachromosomal) Appendages (anggota tambahan): –Flagella – berfungsi sebagai pergerakan –Fimbriae – kecil, benang seperti bulu yang tumbuh dari permukaan sel –Sex pili – struktur keras seperti tabung yang digunakan untuk melewati DNA dari sel ke sel.

32 Ribosom Struktur: terdiri dari 2 subunit yang terbuat dari protein dan RNA Fungsi: lokasi pembuatan sintesa protein (“pabrik sel”)

33 PERGERAKAN MIKROBA

34 Flagella and Pergerakan  Kebanyakan prokarytote bergerak, dengan flagella  Mekanisme dasar pergerakan adalah berenang

35 Cilia & Flagella Struktur: Organel yg menyerupai rambut; perpanjangan dari permukaan sel Fungsi : pergerakan sel tersusun dari 9 pasang mikrotubule yang tersusun di sekeliling pasangan utama. Cilia : –Pendek –Hadir dalam jumlah yg banyak pada sebuah sel Flagella –Menyerupai bulu cambuk –Jumlahnya lebih sedikit dan panjang

36 Cilia & Flagella

37 Flagella

38 Pergerakan Rotasi - Berlawanan arah jarum jam: bergerak maju - Searah jarum jam: berguling Mekanisme Pergerakan flagella

39 Pergerakan Meluncur (gliding)  Prokaryote yg tidak memiliki flagella (tidak berenang) bergerak melalui permukaan yg kasar; disebut meluncur (gliding)  Sel berbentuk batang atau benang  Pergerakannya lebih perlahan dibanding flagella; 10 µm/detik  Contoh: Myxococcus xanthus,Cytophaga sp., Flavobacterium sp.

40 Perilaku Bakteri: Chemotaxis, Phototaxis, dan Taxes yg lain TAXES : pergerakan sel secara langsung baik mendekati atau menjauhi sinyal molekul Chemotaxis: pergerakan suatu organisme mendekati suatu feromon(an attractant) atau menjauhi repelen (a repellent) suatu zat kimia. Phototaxis: pergerakan suatu organisme mendekati cahaya.

41 Proses Chemotaxis (a) Ketidakhadiran suatu feromon zat kimia (a chemical attractant), sel berenang secara acak, mengganti arah selama berguling. (b) Dengan kehadiran suatu feromon (an attractant) berlari secara diagonal, dan sel bergerak curam ke arah feromon (attractant).

42 Phototaxis  Akumulasi bakteri phototrophic pada panjang gelombang cahaya di mana pigmennya menyerap (Gambar kiri).  Phototaxis dari seluruh koloni mendekati sumber cahaya (Gambar kanan).

43 Struktur Permukaan Sel dan Isi Sel Prokaryotes Fimbriae  Strukturnya sama dengan flagella, tapi tidak berhubungan dengan pergerakan.  Fimbriae lebih pendek dari flagella dan lebih banyak  Fimbriae mengandung protein  Fungsi fimbriae tidak diketahuio secara pasti, tapi ada bukti bahwa fimbriae membuat organisme menempel pada permukaan, atau membentuk biofilm (lapisan tipis) Fimbriae & Pili

44 Pili  Strukturnya sama dengan fimbriae, tetapi lebih panjang  Hanya ada satu atau beberapa pili yang ada di permukaan sel  Pili dapat dilihat dgn mikroskop elektron karena merupakan receptor bagi beberapa jenis partikel virus.  Ada bukti yang kuat bahwa pili berhubungan dengan proses konjugasi.  Pili juga berhubungan dengan pelekatan pada jaringan sel manusia (pada bakteri patogen)

45 Mikroskop elektron dari Salmonela typhi, yg Menunjukkan flagella & fimbriae Fimbriae Flagella

46 Paracrystalline Surface layers (S-Layers)  Banyak prokaryote yang mengandung lapisan permukaan sel yang terdiri dari protein dua dimensi; yg disebut : S-Layers (Lapisan-S)  Pada Archeae, lapisan-S juga sebagai dinding sel  Lapisan-S meyerupai kristal dan beberpa jenis simetris, seperti heksagonal, tetragonal, atau trimetrik  Fungsi utama Lapisan-S tidak diketahui, kemungkinan berperan sebagai penghalang anti tembus bagian luar Gambar TEM dari sel bakteri dengan lapisan-S, Berbentuk simetri heksagonal

47 Kapsul dan Lapisan Lumpur (Slime Layer)  Banyak organisme prokaryote mensekresikan bahan-bahan seperti lumpur (slimy) atau permen karet (gummy).  Struktur ini mengandung polisakarida, dan beberapa mengandung protein.  Kapsul merekat erat pada bsel bakteri dan memiliki pembatas sedangkan lapisan lumpur mudah tercuci.  Istilah Kapsul dan Lapisan Lumpur biasa juga disebut dengan Glycocalyx

48 Kapsul

49  Pada organisme prokaryote, badan inklusi yg paling umum adalah poly-β-hydroxybutyric acid (PHB).  PHB terusun dari bahan seperti lemak.  Produk tempat penyimpanan yang lain pada prokaryote adalah: glycogen.  Glycogen adalah polimer glukosa; yang merupakan tempat penyimpanan untuk sumber karbon dan energi dan diproduksi bila karbon berlebihan di lingkungan. Polimer Penyimpan Karbon (Carbon Storage Polymer)

50 Terima Kasih


Download ppt "Struktur dan Fungsi Sel Bakteri dan Archeae Pertemuan ke-23 Mikrobiologi Pertanian (AET 209)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google