Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengendalian pertumbuhan mikroba. Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium, rumah, industri dan rumah sakit? Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengendalian pertumbuhan mikroba. Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium, rumah, industri dan rumah sakit? Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium,"— Transcript presentasi:

1 Pengendalian pertumbuhan mikroba

2 Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium, rumah, industri dan rumah sakit? Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium, rumah, industri dan rumah sakit? Dibunuh, dihambat pertumbuhannya atau dihilangkan Dibunuh, dihambat pertumbuhannya atau dihilangkan Apakah semua jenis mikroba atau hanya jenis tertentu saja? Apakah semua jenis mikroba atau hanya jenis tertentu saja?

3 Berbagai macam agensia fisik maupun kimia yang dapat digunakan Berbagai macam agensia fisik maupun kimia yang dapat digunakan Antimikroba : agensia yang dapat membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroba (secara umum) Antimikroba : agensia yang dapat membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroba (secara umum) Agensia lebih spesifik : Agensia lebih spesifik : –Antibakteri –Anti jamur Agensia yang dapat membunuh bakteri : bakterisidal Agensia yang dapat membunuh bakteri : bakterisidal Agensia yang dapat menghambat pertumbuhannya : bakteriostatik Agensia yang dapat menghambat pertumbuhannya : bakteriostatik

4 Sebelum mengaplikasikan agensia antimikroba harus mengetahui dasar-dasar pengendalian mikroba: Pola kematian dan populasi mikroba Pola kematian dan populasi mikroba Kondisi yang mempengaruhi efektivitas agensia antimikroba Kondisi yang mempengaruhi efektivitas agensia antimikroba Cara sel mikroba dirusak Cara sel mikroba dirusak

5 Beberapa faktor yang dapt mempengaruhi aktifitas antimikroba ketika diaplikasikan : Jumlah populasi miroba Jumlah populasi miroba Intensitas dan konsentrasi agensia antimikroba Intensitas dan konsentrasi agensia antimikroba Waktu kontak Waktu kontak Suhu kontak Suhu kontak Karakteristik material yang terkandung Karakteristik material yang terkandung Karakteristik mikrobanya Karakteristik mikrobanya

6 Agensia antimikroba dapat menghambat/membunuh dengan berbagai cara Agensia antimikroba dapat menghambat/membunuh dengan berbagai cara Dengan mengetahui cara kerja agensia dapat membantu memperkirakan dan memberikan hasil yang efektif Dengan mengetahui cara kerja agensia dapat membantu memperkirakan dan memberikan hasil yang efektif

7 Mekanisme kerja agensia berhubungan dengan struktur utama sel mikroba : Membran sitoplasma menjaga integritas komponen seluler yang terkandung Membran sitoplasma menjaga integritas komponen seluler yang terkandung Mengendalikan aliran senyawa dari dan ke dalam sel Mengendalikan aliran senyawa dari dan ke dalam sel Menjaga enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme sel Menjaga enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme sel Kerusakan pada membran sel atau dinding sel dapat menyebabkan kematian sel Kerusakan pada membran sel atau dinding sel dapat menyebabkan kematian sel

8 Pengendalian dengan agensia fisik Suhu tinggi Suhu tinggi Suhu rendah Suhu rendah Radiasi Radiasi Filtrasi Filtrasi desikasi desikasi

9 Suhu tinggi Penggunaan suhu tinggi cara yang paling efektif Penggunaan suhu tinggi cara yang paling efektif Dapat dilakukan dengan cara : Dapat dilakukan dengan cara : –Pemanasan basah –Pemanasan kering Pemanasan basah : menyebabkan denaturasi dan koagulasi protein penting seperti enzim Pemanasan basah : menyebabkan denaturasi dan koagulasi protein penting seperti enzim Pemenasan kering : oksidasi komponen organik sel Pemenasan kering : oksidasi komponen organik sel

10 Pemanasan basah Menggunakan uap (steam) dan air mendidih Menggunakan uap (steam) dan air mendidih Penggunaan steam bertekanan cara yang paling banyak digunakan Penggunaan steam bertekanan cara yang paling banyak digunakan Steam bertekanan : Steam bertekanan : –memberikan suhu yang lebih tinggi –Pemanasannya cepat –Penetrasinya lebih besar Dilaboratorium steam bertekanan yang digunakan untuk sterilisasi autoclave suhu 121 o C dan tekanan 15 lb/in 2 Dilaboratorium steam bertekanan yang digunakan untuk sterilisasi autoclave suhu 121 o C dan tekanan 15 lb/in 2

11 Pemanasan basah (lanjutan) : Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi pada suhu tersebut tergantung pada bahan Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi pada suhu tersebut tergantung pada bahan Bahan yang kental dan padat perlu waktu penetrasi panas lebih lama dibanding bahan cairan Bahan yang kental dan padat perlu waktu penetrasi panas lebih lama dibanding bahan cairan Air yang dididihkan dengan 100 o C dapat membunuh sel vegetatif Air yang dididihkan dengan 100 o C dapat membunuh sel vegetatif Ada beberapa bakteri endospora dapat bertahan pada suhu 100 o C lebih dari 1 jam Ada beberapa bakteri endospora dapat bertahan pada suhu 100 o C lebih dari 1 jam Sterilisasi dapat membunuh mikroba tetapi memberikan efek yang kurang baik pada makanan Sterilisasi dapat membunuh mikroba tetapi memberikan efek yang kurang baik pada makanan Penggunaan suhu tinggi sering dihindari dalam industri pangan bila tidak penting Dapat mempengaruhi : Penggunaan suhu tinggi sering dihindari dalam industri pangan bila tidak penting Dapat mempengaruhi : –Rasa –Kenampakan –Nilai gizi

12 Pemanasan kering Udara panas yang cukup tinggi Udara panas yang cukup tinggi Tidak seefektif pemanasan basah Tidak seefektif pemanasan basah Memerlukan suhu yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama Memerlukan suhu yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama Sterilisasi alat gelas, cawan dalam oven selama 2 jam pada suhu 180 o C Sterilisasi alat gelas, cawan dalam oven selama 2 jam pada suhu 180 o C Destruksi mikroba juga sering dilakukan :memijarkan jarum ose Destruksi mikroba juga sering dilakukan :memijarkan jarum ose

13

14 Penggunaan suhu rendah Mengawetkan makanan dengan pembekuan Mengawetkan makanan dengan pembekuan Penggunaan suhu rendah hanya dapat menghambat pertumbuhan mikroba Penggunaan suhu rendah hanya dapat menghambat pertumbuhan mikroba Suhu dibawah nol tidak membunuh mikroba, bahkan dapat mengawetkan Suhu dibawah nol tidak membunuh mikroba, bahkan dapat mengawetkan Hal ini biasa digunakan untuk mengawetkan kultur mikroba Hal ini biasa digunakan untuk mengawetkan kultur mikroba

15 Radiasi Energi dalam bentuk elektromagnetik Energi dalam bentuk elektromagnetik Radiasi energi tinggi termasuk sinar X, sinar gamma dan sinar ultraviolet Radiasi energi tinggi termasuk sinar X, sinar gamma dan sinar ultraviolet Penggunaannya terbatas Penggunaannya terbatas

16 Filtrasi Bukan agensia fisik tetapi merupakan proses fisik Bukan agensia fisik tetapi merupakan proses fisik Filter digunakan di laboratorium dan industri untuk mensterilkan material yang tidak dapat disterilisasi dengan autoklave Filter digunakan di laboratorium dan industri untuk mensterilkan material yang tidak dapat disterilisasi dengan autoklave Contoh: Vitamin yang tidak tahan panas Contoh: Vitamin yang tidak tahan panas Mikroba dapat dihilangkan dari udara menggunakan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air) Mikroba dapat dihilangkan dari udara menggunakan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air)

17 Desikasi Menghentikan aktivitas metabolik dan diikuti penurunan total sel yang hidup Menghentikan aktivitas metabolik dan diikuti penurunan total sel yang hidup Contohnya liofilisasi digunakan untuk pengawetan kultur Contohnya liofilisasi digunakan untuk pengawetan kultur Proses liofilisasi : mikroba dikeringkan dengan cepat pada suhu beku dan ditutup dalam wadah vakum Proses liofilisasi : mikroba dikeringkan dengan cepat pada suhu beku dan ditutup dalam wadah vakum Kondisi tersebut : mikroba tetap hidup selama beberapa tahun Kondisi tersebut : mikroba tetap hidup selama beberapa tahun

18 Pengendalian dengan agensia kimia Senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba Senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba Agensia tersebut dijual bebas dipasaran dengan tujuan yang bervariasi Agensia tersebut dijual bebas dipasaran dengan tujuan yang bervariasi Tidak ada satu pun bahan kimia yang terbaik/ideal untuk penggunaan dan semua tujuan Tidak ada satu pun bahan kimia yang terbaik/ideal untuk penggunaan dan semua tujuan

19 Desinfektan : bahan kimia yang dapat membunuh bentuk-bentuk pertumbuhan dari m.o penyebab penyakit Desinfektan : bahan kimia yang dapat membunuh bentuk-bentuk pertumbuhan dari m.o penyebab penyakit Antiseptik : senyawa yang mencegah pertumbuhan atau kerja dari m.o dengan cara menghancurkannya atau menghambat pertumbuhannya Antiseptik : senyawa yang mencegah pertumbuhan atau kerja dari m.o dengan cara menghancurkannya atau menghambat pertumbuhannya

20 Pertimbangan dalam penggunaan desinfektan dan antiseptik : 1. Toksisitas terhadap m.o : kemampuan senyawa untuk membunuh m.o 2. Kelarutan : harus larut dalam air agar penggunaannya efektif 3. Stabilitas : tidak ada perubahan selama penyimpanan 4. Tidak beracun terhadap manusia dan hewan 5. Homogenitas : komposisi senyawa aktif dengan pelarut

21 6. Kemampuananya untuk mencegah kombinasi dengan bahan organik 7. Toksisitas terhadap m.o pada suhu kamar 8. Kemampuan berpenetrasi 9. Tidak korosif dan tidak menimbulkan bau 10. Kemampuan menghilangkan bau 11. Kemampuan sebagai detergen 12. ketersediaan

22 Jenis-jenis desinfektan yang dikenal : Jenis-jenis desinfektan yang dikenal : –Senyawa-senyawa fenol dan fenolik –Alkohol –Halogen –Detergen –Senyawa amonium kuartener –Asam dan alkali Yang paling banyak digunakan dalam industri pangan : Yang paling banyak digunakan dalam industri pangan : –Klorin –Yodofor –senyawa amonium kuartener

23 Evaluasi potensi antimikroba disinfektan dan antiseptik Tube-dilution Technique Tube-dilution Technique Agar-Plate Technique Agar-Plate Technique Phenol-Coefficent Technique Phenol-Coefficent Technique

24 Tube-dilution Technique Agensia kimia dibuat beberapa seri pengenceran dalam tabung reaksi Agensia kimia dibuat beberapa seri pengenceran dalam tabung reaksi Ditambahkan suspensi mikroba yang akan diuji Ditambahkan suspensi mikroba yang akan diuji Pada I nterval waktu tertentu diambil 1 ose dan dipindahkan ke NB steril Pada I nterval waktu tertentu diambil 1 ose dan dipindahkan ke NB steril Diinkubasi jam pada suhu kamar Diinkubasi jam pada suhu kamar Diuji pertumbuhannya dengan melihat kekeruhannya Diuji pertumbuhannya dengan melihat kekeruhannya Jika broth jernih : agensia kimia telah membunuh mikroba yang akan diuji Jika broth jernih : agensia kimia telah membunuh mikroba yang akan diuji

25 Agar-Plate Technique NA dalam cawan petri diinokulasi dengan mikroba yang diuji NA dalam cawan petri diinokulasi dengan mikroba yang diuji Agensia kimia ditempatkan ditengah- tengah cawan petri Agensia kimia ditempatkan ditengah- tengah cawan petri Agensia kimia, aqbsorbent paper disk dapat ditempatkan pada medium agar Agensia kimia, aqbsorbent paper disk dapat ditempatkan pada medium agar Diinkubasi selama jam pada suhu ruang Diinkubasi selama jam pada suhu ruang Diamati zona penghambatannya disekitar agensia kimia Diamati zona penghambatannya disekitar agensia kimia

26 Phenol-Coefficent Technique Cara ini membandingkan kemampuan membunuh mikroba antara disifektan yang diuji degan phenol Cara ini membandingkan kemampuan membunuh mikroba antara disifektan yang diuji degan phenol Koefisien phenol merupakan daya bunuh disinfektan dibandingkan dengan phenol Koefisien phenol merupakan daya bunuh disinfektan dibandingkan dengan phenol Cara ini digunakan secara ekstensif untuk menguji disinfektan, menggunakan mikroba Salmonella typhi atau Staphylococcus aureus Cara ini digunakan secara ekstensif untuk menguji disinfektan, menggunakan mikroba Salmonella typhi atau Staphylococcus aureus


Download ppt "Pengendalian pertumbuhan mikroba. Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium, rumah, industri dan rumah sakit? Bagaimana mengendalikan mikroba dilaboratorium,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google