Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Andhika Fetriliani2008 – 71 – 041 Sylvia Ari Melanawaty2009 – 71 – 073 Mario Andika Ilham Putra 2007 – 71 – 070.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Andhika Fetriliani2008 – 71 – 041 Sylvia Ari Melanawaty2009 – 71 – 073 Mario Andika Ilham Putra 2007 – 71 – 070."— Transcript presentasi:

1 Andhika Fetriliani2008 – 71 – 041 Sylvia Ari Melanawaty2009 – 71 – 073 Mario Andika Ilham Putra 2007 – 71 – 070

2 * Santrock (2005) mendefinisikan ingatan sebagai retensi informasi yang telah diterima melalui tahap : penkodean (encoding), penyimpanan (storage), dan pemanggilan kembali (retrieval). Penelitian ini menggunakan definisi ingatan menurut Santrock, yaitu informasi-informasi yang berasal dari lingkungan dan informasi ini akan diproses melalui tahapan : penkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali sehingga informasi yang masuk tidak terbuang secara sia – sia.

3 Santrock (2005) menyatakan bahwa ada 3 tahapan dalam proses mengingat yaitu: Pengkodean Proses penerimaan input terhadap indera, dimana Informasi diubah menjadi simbol – simbol atau gelombang listrik tertentu ditransformasikan terhadap indera pada organism. Penyimpanan Informasi yang telah diubah menjadi kode akan dipertahankan pada tahap penyimpanan. Penyimpanan adalah suatu proses mengendapkan atau menyimpan informasi yang diterima dalam suatu tempat tertentu. Penyimpanan ini sudah sekaligus mencakup kategorisasi informasi sehingga tempat informasi disimpan sesuai dengan kategorinya. Penyimpanan informasi merupakan mekanisme penting dalam ingatan. Pemanggilan Kembali Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam ingatan untuk digunakan kembali bila diperlukan.

4 Teori Atkinson-Shiffrin yang merupakan salah – satu teori yang berpengaruh dalam teori pemrosesan informasi (information – processing theories), tahapan berkembang dari : (1)adanya input dari lingkungan yang dapat ditangkap oleh panca indera dan input tersebut diserap oleh alat pengindera yang berhubungan dengan sensory channel; (2) kemudian informasi tersebut melewati STM yang biasanya hanya menyimpan sekitar 30 detik. (3) beberapa informasi yang mencapai STM ini diseleksi dan disarikan dalam bentuk informasi yang lebih general tidak terlalu rinci seperti dalam STM, dan dimasukkan ke dalam LTM, proses ini disebut rehearsal; (4) di dalam LTM informasi yang tersimpan dapat bertahan hingga bertahun – tahun, oleh karena itu materi yang tersimpan hanya garis besarnya saja, dan ketika diperlukan informasi tersebut dapat diambil kembali dari LTM, proses ini disebut proses retrieval yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk memory output.

5 * 1.) Mengingat kembali ( recall ): dalam hal ini tidak ada obyek yang dipakai untuk merangsang reproduksi. Misalnya mengingat ciri – ciri benda yang sudah tidak ada atau hilang * 2.) Mengenal kemballi ( recognition ) ; dalam hal ini ada sesuatu objek yang dipakai sebagai perangsang untuk mengadakan reproduksi. Misalnya mengenali suatu benda apakah sesuai dengan ciri-ciri benda yang pernah diamati.

6 Muhibbinsyah (1996) dalam bukunya yang berjudul psikologi pendidikan mengartikan lupa sebagai hilangnya kemampuan untuk menyebut kembali atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara sederhana. Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari, dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.

7 * Menurut law of disuse oleh Hilgard dan Bower (1975), lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah di gunakan atau di hafalkan. Para ahli mengasumsikan, materi yang diperlukan demikian dengan sendirinya akan masuk ke alam bawah sadar atau mungkin juga bercampur aduk dengan materi pelajaran baru.

8 a.Lupa dapat terjadi karena gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam sistem memori. b.Lupa dapat terjadi pada karena adanya tekanan terhadap item yang telah ada, baik sengaja ataupun tidak. Penekanan ini dapat terjadi karena item informasi yang berupa pengetahuan tanggapan atau kesan dan sebagainya yang diterima seseorang kurang menyenangkan, sehingga ia dengan sengaja menekannya sehingga ke alam ketidaksadaran. c.Lupa dapat terjadi karena perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali (Andreson 1990). d.Lupa dapat terjadi karena perubahan sikap dan minat terhadap proses dan situasi belajar tertentu.. e.Lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan (Hilgard & Bower 1975) f.Lupa dapat tejadi karena perubahan urat syaraf otak.

9 * (a) Menurut pandangan wodworth, gejala lupa disebabkan bekas – bekas ingatan yang tidak digunakan, lama kelamaan terhapus, dengan berlangsungnya waktu terjadi proses penghapusan yang mengakibatkan suatu bekas ingatan menjadi kabur dan lama kelamaan hilang sendiri. * (b) Gangguan dari informasi yang baru masuk kedalam ingatan terhadap informasi yang telah tersimpan disitu, seolah – olah informasi yang lama digeser dan kemudian sukar diingat. Tidak semua informasi baru harus mengganggu penyimpanan informasi lama, seandainya penggalian informasi lama ternyata terganggu, informasi itu masih dapat di gali dengan cara penggalian yang lain atau dipelajari kembali dalam waktu yang lebih singkat.

10 Decay Theory (Atropi) teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang.

11 Teori Interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, maka terjadilah interferensi retroaktif. Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif.

12 Gangguan-gangguan yang menyebabkan terjadinya lupa, baik dalam ingatan jangka panjang maupun jangka pendek ditunjang oleh hasil- hasil penelitian, bahwa informasi-informasi yang baru didapat membingungkan informasi-informasi yang lama disebut “inhibisi retroaktif” atau gangguan retroaktif. Sebaliknya, bila informasi- informasi yang lama menyulitkan orang untuk mengingat kembali informasi-informasi yang baru dinamakan “inhibisi proaktif” atau gangguan proaktif. (Mahmud, 1990: 136)

13 * Hasil penelitian dan refleksi atas pengalaman belajar di sekolah, memberikan petunjuk bahwa segala sesuatu yang pernah dicamkan dan dimasukan dalam ingatan, tetap menjadi milik pribadi dan tidak menghilang tanpa bekas. Dengan kata lain, kenyataan bahwa seseorang tidak dapat mengingat sesuatu, belum berarti hal itu hilang dari ingatannya, seolah-olah hal yang pernah dialami atau dipelajari sama sekali tidak mempunyai efek apa-apa. (Winkel, 1989: 291) sejumlah kesan yang telah didapat sebagai buah dari pengalaman belajar tidak akan pernah hilang, tetapi kesan-kesan itu mengendap ke alam bawah sadar. * jadi, lupa bukan berarti hilang, sesuatu yang terlupakan tentu saja masih dimiliki dan tersimpan di alam bawah sadar, sedangkan sesuatu yang hilang tentu saja tidak tersimpan dalam alam bawah sadar.

14 Sesuatu hal yang direpresentasikan dalam bentuk kesan mengapung diantara alam bimbang sadar dan alam bawah sadar, sehingga ingatan yang timbul karena kesadaran akibat adanya rangsangan dari luar atau usaha mengingat-ingat terjelma dalam bentuk gejala ujung lidah, hampir ingat atau lupa-lupa ingat, yang berarti tidak lupa, Cuma kurang pasti. (Syaiful Bahri Djamarah, 2008: )

15 * para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang disebut amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan dalam beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan dikatakan menderita amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, ia dikatakan menderita amnesia anterograd. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubungannya dengan faktor-faktor biokimiawi otak, maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik.

16


Download ppt "Andhika Fetriliani2008 – 71 – 041 Sylvia Ari Melanawaty2009 – 71 – 073 Mario Andika Ilham Putra 2007 – 71 – 070."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google