Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STATISTIK PERIKANAN – TM12 CP/LO 1.Menguasai teknik penyajian data statistik perikanan kepada stakeholder yang beragam 2.Menguasai teknik dasar komunikasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STATISTIK PERIKANAN – TM12 CP/LO 1.Menguasai teknik penyajian data statistik perikanan kepada stakeholder yang beragam 2.Menguasai teknik dasar komunikasi."— Transcript presentasi:

1 STATISTIK PERIKANAN – TM12 CP/LO 1.Menguasai teknik penyajian data statistik perikanan kepada stakeholder yang beragam 2.Menguasai teknik dasar komunikasi – key stone: kepentingan (concern) stakeholder)

2 Apa Komentar anda terhadap Tampilan di atas? Masih ingat dengan grafik ini?

3 Apa Komentar anda terhadap Tampilan di atas?

4 Propinsi Maluku – volume produksi perikanan laut terbesar Propinsi Papua & Sumatera Utara – penerimaan sektor perikanan laut terbesar

5 Jenis-jenis Stakeholder (para pihak) 1.Pemerintah (Men KP) 2.Legislatif (DPR) 3.Masyarakat (nelayan) 4.Peneliti + Akademisi 1.Pemerintah (Men KP) – tertarik pada status perikanan tangkap (keberlanjutan, harga ikan, kesejahteraan nelayan) 2.Legislatif (DPR) – tertarik pada pajak penerimaan, ketimpa- ngan pembangunan nelayan 3.Masyarakat (nelayan) – tertarik pada perbaikan ekonomi rumah tangga, hasil tangkap 4.Peneliti + Akademisi – suka berdebat, validitas data, metode pengambilan data, hasil yang sangat dalam (deep understanding), dan sering lupa pada kegunaan atau hasil

6 Penyajian kepada: Pengelola Perikanan (Susi Puji Astuti) (SETELAH MENYAJIKAN GRAFIK DI ATAS) Propinsi Maluku ialah penghasil ikan laut (penangkapan) terbesar di Indonesia. Namun, Papua dan Sumatera Utara memberikan dampak penerimaan (ekonomi) tertinggi 1.Kita perlu mengetahui status perikanan tangkap di Propinsi Maluku (apakah: masih bagus, dalam peringatan, berba- haya, atau sudah terkuras) 2.Kita perlu mempelajari status penangkapan ikan-ikan ekonomis penting di Papua dan Sumatera Utara 3.Perlu mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan di Propinsi Maluku, dibandingkan dengan nelayan Papua dan Sumatera Utara (miskin, pra-sejahtera, sejahtera)

7 Tanggapan Pengelola (Ibu Susi) !!! (sebelumnya – hubungi Universitas Brawijaya, Kepala Dinas Perikanan Propinsi Maluku, Papua dan Sumatera Utara) 1.Dimana Fakultas Perikanan dengan Mata Kuliah Pengolahan Data Perikanan (PDP) sangat Maju – Minta dosen-dosen nya mempelajari status perikanan laut di Maluku; 2.Dimana Fakultas Perikanan dengan Mata Kuliah Ekonomi Perikanan (SOSEK) sangat Maju – Minta dosen-dosen nya mempelajari status kesejahteraan nelayan di Maluku, Papua dan Sumatera Utara; 3.Saya mau berkunjung ke Maluku, Papua, dan Sumatera Utara

8 PENYUSUNAN STRATEGI DAN PROGRAM KEBIJAKAN KKP: 1.Dekan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan 2.Ketua BALITBANG Perikanan 3.LSM Perikanan & Kelautan (TNC, WWF, CII, RARE) 4.Dunia Usaha: ATI, PT. Usaha Mina DIRJEN Perikanan Tangkap: Tim dari FPIK-UB yang menghadiri undangan: 1.Dekan FPIK-UB 2.Dr. Tri Djoko Lelono – “Senior Fishery Analyst” Mahasiswa FPIK-UB dengan nilai PDP = A Ialah “Junior Fishery Analyst”

9 Penyajian kepada Politikus (DPR) (pastikan anggota DPR dari Propinsi Maluku, Papua, dan Sumatera Utara bisa hadir !!!!!) Propinsi Maluku ialah penghasil ikan laut (penangkapan) terbesar di Indonesia. Namun, Papua dan Sumatera Utara memberikan dampak penerimaan (ekonomi) tertinggi. Jika penerimaan sektor retribusi efektif, perikanan laut bisa menyumbang 3 Triliun per tahun (penerimaan retribusi 5% dari penjualan ikan) 1.Alokasi dana APBN untuk pembangunan nelayan di Propinsi Papua pasti cukup tinggi 2.Penerimaan pajak sektor perikanan dari Propinsi Papua lebih tinggi dibandingkan dengan propinsi lainnya 3.Walaupun bekerja keras, kesejahteraan nelayan di Maluku kemungkinan masih rendah

10 TANGGAPAN DPR DPR PAPUA (teriak keras) – saya akan memaksa pemerintah untuk memperhatikan pembangunan nelayan Papua. Pembangunan nelayan harus dilakukan kepada nelayan asli Papua, bukan nelayan luar yang tinggal di Papua DPR MALUKU (teriak keras) – Maluku kemungkinan menjadi penyumbang terbesar dalam memenuhi kebutuhan protein ikani di Indonesia. Mereka harus mendapat prioritas utama dalam pembangunan kenelayanan DPR SUMATERA UTARA (teriak keras) – Nelayan Sumatera juga. Anda semua tahu Bagan Siapi-Api sudah lama tidak terdengar kabarnya di tingkat nasional

11 Penyajian kepada nelayan, pengguna sumber daya (pastikan nelayan yang hadir berasal dari lokasi padat nelayan dan sumber daya sudah terkuras !!!!!) Sepertinya menangkap ikan di perairan Maluku / Ambon jauh lebih mudah dibandingkan dengan lokasi lainnya. Sebaliknya, menangkap ikan di Papua, sampai di Pelabuhan, kantong pasti penuh uang 1.Jika transmigrasi ialah sebuah pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, Maluku atau Papua ialah dua pilihan yang paling cocok untuk tujuan transmigrasi 2.Jika ada lowongan pekerjaan penangkapan ikan, perusahaan perikanan di Maluku, Papua, atau Sumatera Utara merupakan pilihan yang sesuai 3.Maluku dan Papua ialah contoh daerah yang bisa menjaga ikannya

12 Penyajian kepada Dosen / Peneliti (minta KKP mengundang dosen/peneliti yang senang bicara banyak!!!!!) 1.Tingkah laku (nature) Pengelola / majemen ialah mengambil kebijakan dari data yang cakupannya luas, walaupun kedalaman data agak rendah 2.Validasi data oleh KKP hanya dilakukan pada area yang terbatas, karena sumber daya 3.Terlalu sulit untuk menyamakan persepsi enumerator perikanan di seluruh Indonesia Propinsi Maluku ialah penghasil ikan laut (penangkapan) terbesar di Indonesia. Namun, Papua dan Sumatera Utara memberikan dampak penerimaan (ekonomi) tertinggi. Jika penerimaan sektor retribusi efektif, perikanan laut bisa menyumbang 3 Triliun per tahun

13 Tanggapan akademisi / Peneliti: 1.Saya curiga, jangan-jangan Pak Gede ini mendapat pesanan khusus dari Ibu Susi 2.Pernyataan yang diambil dari data statistik tersebut pasti sangat lemah, data tidak valid, metode pengambilan data tidak standar atau tidak sama di masing-masing daerah, banyak data yang ditulis di atas meja, tidak pernah dihitung galat statistik, retribusi dll, bla, bla, bla – INI SANGAT BAHAYA SEKALI. JANGAN SAMPAI KITA MENJUAL KEPERCAYAAN ATAS NAMA ILMU ATAU AHLI 3.Sebaiknya lakukan penelitian dulu – ambil satu kabupaten atau pelabuhan. Lakukan penelitian selama setahun, kemudian bandingkan dengan data statistik yang dikeluarkan oleh pemerintah. Bedanya ialah kita sebut bias. Dengan asumsi bahwa bias itu terjadi secara teratur dan seragam di seluruh daerah di Indonesia, maka data statistik yang benar ialah setelah dikoreksi oleh faktor bias. 4.Bla, bla, bla


Download ppt "STATISTIK PERIKANAN – TM12 CP/LO 1.Menguasai teknik penyajian data statistik perikanan kepada stakeholder yang beragam 2.Menguasai teknik dasar komunikasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google