Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STROKE HEMORAGIK & NON HEMORAGIK. Apa itu stroke ?  Gangguan neurologis akut  berkurangnya aliran darah ke otak  perdarahan, penyumbatan karena emboli/trombosis.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STROKE HEMORAGIK & NON HEMORAGIK. Apa itu stroke ?  Gangguan neurologis akut  berkurangnya aliran darah ke otak  perdarahan, penyumbatan karena emboli/trombosis."— Transcript presentasi:

1 STROKE HEMORAGIK & NON HEMORAGIK

2 Apa itu stroke ?  Gangguan neurologis akut  berkurangnya aliran darah ke otak  perdarahan, penyumbatan karena emboli/trombosis.  Akibat keadaan  pembengkaan dan edema timbul jam pertama setelah kematian sel neuron akibat hipoksia

3 Gambaran stroke?  penyebab kematian ke 3 dunia  Penyebab kematian pertama di Indonesia  Konsekuensi hipertensi dan atherosclerosis  Faktor resiko ; hipertensi merokok, diabetes, obat kontrasepsi oral, jenis kelamin

4 Gejala stroke ?  Rasa baal, kelemahan mendadak di satu sisitubuh, muka, lengan dan tungkai, kesulitan bicara tiba-tiba, gangguan penglihatan, pusing, dan kehilangan keseimbangan, nyeri kepala, kepala berat yang tidak jelas  AHA : 5 kelainan dampak stroke : motorik, sensorik, penglihatan, biara dan bahasa, kognitif

5 Klasifikasi stroke  Stroke non hemoragik : trombotik dan embolik. Trombotik terjadi akibat oklusi aliran darah karena serangan ichemik transient ( transient ichemic Attack). Hal ini disebabkan hipoksia serebrum  pembuluh darah aterosklerosis yg spasme (berkembang selama 24 jam)  Stroke embolik : oklusi embolus di luar otak.  Stroke hemoragik ; pecahnya pembuluh darah menyebabkan pengurangan aliran dan hipoksia

6 Penatalaksanaan stroke ?  Pada keadaan akut mengontrol tekanan edema serebral intrakranium  Tirah baring dan penurunan rangsang eksternal untuk mengurangi kebutuhan oksigen serebrum

7 Terapi Gizi Stroke Akut : -Puasa 24 s/d 72 jam -Jaga kesimbangan cairan dan elektrolit -Kondisi membaik -Diberikan makanan adekuat sesuai dengan kondisinya bila kegemukan  rendah kalori. -Garam, lemak jenuh, kalium, vitamin dan mineral perlu perhatian, hati-hati dengan vitamin K.

8 Sumber susu dan hasil olahnya Daging dan sejeninnya Tepung2anSayuran Mentega 30 Keju 35 Susu sapi 1 ASI 0.2 Bacon 46 Hati sapi 92 Hati ayam 7 Daging cincang 7 Daging babi 15 Hati babi 25 Eoti 4 Jagung 5 Gandum 10 Beras 3 Tepung terigu 4 Tepunggandum 17 Asparagus 57 Kacang hijau 40 Brokoli 175 Kobis 125 Lecttuce 129 Kacang polong 29 Kentang 1 Labu kuning 2 Bayam 415 Tomat 10 Lobak cina 650 Sumber Buah-buahan Sumber minuman Tembakau Sauce apel 2 Pisang 2 Jeruk 1 Peach 8 Strawberri 10 Kopi 38 Coca cola 2 Teh 712 Rokok 5000*) *) hanya sedikit (kecil persentasenya) yang bisa digunakan dan diserap oleh membran usus.

9 Disfagia Gangguan menelan yang terjadi pada ketiga fase menelan (oral, pharyngeal, esphageal)

10 Syaraf cranial Merangsang Merangsang Trigeminal (5 th) Mengunyah, sensai tektur dan temperatur di mulut,,, pengeluaran air liur, menelan Facial ( 7 th ) Rasa (anterior tongue) Ekspresi wajah dan perpindahan Glossopharyngeal (9 th ) Rasa ( posterior tongue) Sensasi untuk melunakkan langit2, pharing Komponen sensori u/pharing Vagus (10 th) Perpindahan soft palate, pharing, laring Pengeluaran air liur, gag reflek, peristalsis, bicara Hipoglossal Perpindahan lidah, mengunyah, berbicara Syaraf yang mengontrol proses menelan Gerakan yang terjadi untuk memindahkan makanan itu melalui awal adalah gerak sukarela yang diteruskan dengan gerakan reflek. Penyebab terjadinya disfagia ada dua : System syaraf dan karena mekanik.

11 Gejala Disfagia  Sulit menelan  Keluar air liur  Bibir sulit dibuka  Penundaan reflek penelanan  Lidah dan gerakan rahang tidak simetris  Tidak bisa menghisap  Pneomoni  Gangguan aspirasi  Batuk pada saat makan atau minum

12 Dampak Disfagia  Kurang Energi Protein  Kekurangan vitamin dan mineral  Penurunan berat badan

13 Bagaimana menentukan keadaan disfagia ?  Kerjasama dengan team kesehatan lain (fisioterapis, terapi bicara, perawat, dokter dll.)  Dengan pemotretan minimal 3 kali dengan bentuk makan yang berbeda. Untuk melihat dimana terjadi kerusakan proses menelan.

14 Tujuan Penatalaksanaan Diet  Memberikan makanan adekuat, energi, zat gizi dan cairan, konsistensi dan dapat diterima.  Mencegah terjadinya faktor resiko : kurang gizi, dehidrasi, pneumoni, menurunnya fungsi imun, ulser, dll.

15 Hal yang perlu dipertimbangkan  Cairan : hati-hati karena ada masalah dengan aspirasi.  Pemberian cairan sebaiknya dikentalkan.  Kebutuhan cairan 1 – 1,5 cc per kal. energi expendektur (dewasa).  Bahan pengental : tepung trigu, tepung maizena, gelatin, agar-agar, tepung tapioka.

16 Masalah kesehatan lain  Paralisis  Hemipareses  Hemianopsia  Apraksia Dampaknya : pemberian diet harus dibantu dan diawasi pelaksanaannya.

17 Gangguan saraf dan otot menelan kondisipertimbangan pemberian makan saraf menelan kerjanya rendah/lemah - makanan diberikan merangsang dan tajam misalnya banyak bumbu, aroma memikat. penambahan dilakukan dengan penambahan gula, bumbu2 - hidangkan makanan dengan suhu hangat atau dingin sekali - berikan sayur dan buah rebus dengan dipotong-potong kecil - pertahankan konsistensi semi padat /kental dan kohesif - hindari makanan yang lengket dan berat: ketan, permen karet dll - hindari minuman cair : minuman bersoda, the, kopi dll - ganti bentuk minuman dengan podeng2, jeli buah, dan lain-lain - porsi kecil tapi sering Kontrol otot menelan lemah - makanan bentuk semi padat, kohesif - hindari makanan lengket dan licin - hindari makanan cair - porsi kecil tapi sering melemahnya kontrol muskular oral - makanan semipadat dan kohesif - hindari makanan lengket dan licin - hindari makanan cair jernih( air, sirup dll) - porsi kecil, sering menurunnya sensasi oral - letakkan makanan pada area yang paling sensitif - makanan dibuat per jenis makanan - makanan bentuk dingin - gunakan bumbu merangsang tidak berfungsing hulu tenggorokan (tekak) - pertahankan makanan pure/semipadat kohesif menurunnya fungsi pangkal tekak dll - makanan semi padat, solid

18 gangguan mekanik Kondisipertimbangan pemberian makan penyempitan esophagus/ten ggorokan - makanan semi solid atau cair Operasi di pangkal lidah -makanan semi solid, bolus kohesif, lunak, lembut dan basah -tambahkan margarin, saus dll -makanan cair jernih perlu dihindari -pendekatan individu (munginada aspirasi hebat) Operasi mulut-makanan lunak atau semi padat operasi hulu maupun pangkal tenggorokan -makanan semipadat kohesif

19 Bahan makanan yang sebaiknya diberikan dan dihindari juga dapat dilihat pada tabel berikut : tipe makanandianjurkandihindari cairanjuice kentalair, kopi, susu, minuman bersoda tepung2an /serraliabubur sumsum, podeng maizena, roti bakar, pancake, makaroni schotel, pasta krakers, nasi goreng, roti isi kismis susu dan hasil olahnya mentega, margarin, yogurt, ice cream, susu yang dikentalkan keju yang dicairkan, susu cair dll. Telurtelur setengah matang, dadar sedang, podrng telur, ceplok air ceploktelur kering, eggnogs cair Daging dan penukarnya daging cincang loaf, bola2 daging kukus, ikan tanpa tulang kukus/rebus. daging goreng, ikan goreng, ikan asin Buahbuah kaleng tanpa kulit dan isi, pisang masak, jus buah yang dikentalkan, podeng buah buah segar, kecuali pisang matang Supsup yang dikentalkan (cream soup )clear soup DessertFrit Whip, cookis, podeng, ice cream cake dan cookies yang kering, cokleat, permen, podeng dengan isi

20 Contoh Hidangan


Download ppt "STROKE HEMORAGIK & NON HEMORAGIK. Apa itu stroke ?  Gangguan neurologis akut  berkurangnya aliran darah ke otak  perdarahan, penyumbatan karena emboli/trombosis."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google