Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FITOTERAPI ALERGI Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FITOTERAPI ALERGI Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt."— Transcript presentasi:

1 FITOTERAPI ALERGI Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt.

2

3 Abnormal immune respons Hipersensitivity reaction Autoimmunity Immmunodeficiency disease

4 Hipersensitivitas (alergi) Suatu respon imun yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan bahkan dapat menyebabkan kematian Alergen: antigen yg dpt memprovokasi respon hipersensitif Dosis sensitisasi: juml. Pemaparan khusus thd alergen yg dpt menyebabkan respon imun Dosis provokatif: juml. Pemaparan thd alergen yg dpt menyebabkan gejala reaksi hipersensitif

5 Tipe hipersensitivitas Tipe I – III: immediate/segera Waktu kurang dari 24 jam Antibody mediated imunity (AMI) Tipe IV: delayed/tertunda Waktu lebih dari 24 jam Sel T dan makrifag (CMI)

6 Hipersensitivitas tipe I Hipersensitif immediate/anaphylactic hypersensitivity Gejala: Kulit  urtikaria, eksem Mata  konjungtivitis nasofaring  rinitis, rinorea bronko pulmonari  asma saluran cerna  gastro-enteritis Reaksi mn sejak terpapar, kadang jam

7 Gambaran klinis & mekanisme - Melalui media IgE - Komponen primer sel: Basofil/ mast-sel

8 Bentuk mediator & gejala yg timbul

9 Diagnosis dan pengobatan  Diagnosis:  Uji intradermal  Uji ELISA  mengukur total IgE  Pengobatan:  Antihistamin  Sodium kromalin  mencegah degranulasi mast sel  hiposensitisasi

10 Hipersensitivitas tipe II Primer antibody mediated (IgM/IgG) Hipersensitivitas sitotoksik Penyebab endogenous Penyebab eksogenous Bahan kimia/ hapten Dalam waktu bbrp menit-bbrp jam Gejala: Hemolitik anemia Granulositopenia trombositopenia

11 Mekanisme& lesi target Mengandung: antibodi, komplemen, neutrofil Obat: anti infalmasi

12 Hipersensitivitas tipe III Hipersensitivitas imun komplek Reaksinya umum/sistemik Lupus (kulit, ginjal) Arthus Persendian (RA) Poliarteritis (pembuluh darah) Reaksi 3-10 jam setelah pemaparan antigen Eksogenous (bakteri, virus, parasit) Endogen (nonspesifik, autoimunitas)

13 Mekanisme Antigen mudah larut dan tidak melekat pd organ Antibodi: IgG, sdkt IgM Komplemen: C3a, 4a, 5a Obat: anti-inflamasi

14 Hipersensitivitas tipe IV Delay hipersensitivitas Reaksi 48 jam setelah pemaparan antigen (tes Mantoux/tuberkulin)

15

16 Antihistamin Kortikosteroid CysLT reseptor antagonis (zafirlukast) Leukotrien reseptor antagonis ( montelukast) 5-LO inhibitor (Zileuton) : asma, rinitis alergi Kombinasi AH + antileukotrien : RA Anti IgE ( recombinant humanized monoclonal antibody, Omalizumab ) : subkutan 3- 4 mgg Fosfodiesterase inhibitor : m’hbt degradasi sAMP Vaksinasi dg peptide Immunoterapi Terapi alergi

17 Imunomodulator

18 Immunomodulator Immunomodulators are drugs which either suppress the immune system –Immunosuppressants Or stimulate the immune system –Immunostimulants

19 Sistem Imun  melindungi tubuh terhadap unsur- unsur patogen, seperti bakteri, virus, fungus, dan parasit : menghancurkan unsur patogen dengan proses fagositosis makrofag proliferasi dan diferensiasi limfosit sehingga menjadi sel yang mampu bereaksi dengan unsur-unsur patogen Mengendalikan respons imun  mediator-mediator (sitokin), a.l. Interleukin (IL) dan interferon (IFN) yang diproduksi oleh sel T.

20 Imunostimulant

21 IMUNOSTIMULAN are substances (drugs and nutrients) that stimulate the immune system by inducing activation or increasing activity of any of its components eg. GMCSF (granulocyte macrophage colony-stimulating factor)granulocyte macrophage colony-stimulating factor (Mosby's Medical Dictionary, 8th edition, 2009)

22 IMUNOSTIMULAN 2 main categories of immunostimulants: Specific immunostimulants  vaccines & antigen.vaccinesantigen Non-specific immunostimulants  adjuvants and non-specific immunostimulator (prolactin, growth hormone and vitamin D)adjuvantsprolactingrowth hormonevitamin D Herbal immunostimulants ?

23 Specific Immunostimulant Levamisole Thalidomide BCG Recombinant Cytokines Interferons Interleukin-2 Other drugs – inosiplex, azimexon, imexon, thymosin, methylinosine monophosphate Immunization : Vaccines, Immune Globulin, Rho (D) Immune Globulin

24 Imunosupresan

25 Immunosupresan Glucocorticoids - Prednisolone. Calcineurin inhibitors – Cyclosporine – Tacrolimus Antiproliferative / antimetabolic agents – Sirolimus – Everolimus – Azathioprine – Mycophenolate Mofetil – Others – methotrexate, cyclophosphamide, thalidomide and chlorambucil, Interfero

26 Components of IMMUNE SYSTEM Innate/ Natural Immunity Specific/ Acquired Immunity Humoral (antibody-mediated) Cellular (cell- mediated)

27 Peripheral Blood Mononuclear Cells TYPE 1TYPE 2 IFN-  IL-12 IL- 4 Il-10 IFN-  IL-2 IL-12 IL-4 IL-5 IL-6 IL-10 IL-13 Cellular dominantHumoral dominant Cytokines Back

28 Arctium lappa Linne extract: Reduce release inflammatory mediators (inhibit degranulation/leukotriene release) Inhibit acute skin response in mice (anti-allergic treatment)

29 Arctium lappa Linne extract: Inhibit acute skin response in mice IgE mast cell.flv

30 Ginkgo biloba < Platelet Activating Factor (triggering allergies, asthma & inflammation Rose hips, Licorice Anti-inflammatory effects moderate the production of histamine  quick relief allergy symptoms

31 31

32 Garlic (Allium sativum) & Onion (Allium cepa) < inflammatory reactions

33 Herbal Tea Reduce overactive immune system Herbal tea: - Calendula flowers - Lavender flowers - Eyebright flowers - German chamomile

34 Herbal & Asthma Butterbur Treatment of asthma & reduce mucus Effective & less sedating than cetirizine

35 Herbal & Allergic Rhinitis Echinacea Reduce inflammation Evening Primrose (Oenothera biennis) Relieve allergy symptoms/allergic rhinitis. Stinging nettle (Urtica dioica) treat allergic nasal symptoms & respiratory troubles.

36 Herbal: Itching Camomile (Matricaria recutita) Anti-inflammatory Anti-allergic properties

37 Echinacea Habitat asli: Amerika Utara Salah satu herbal yang paling banyak digunakan Spesies 1.Echinacea purpurea 2.Echinacea angustifolia 3.Echinacea pallida 4.Echinacea atrorubens 5.Echinacea laevigata 6.Echinacea paradoxa 7.Echinacea sanguinea 8.Echinacea simulata 9.Echinacea tennesseensis

38 Efek farmakologis Echinacea Kandungan bioaktif Echinacea Polisakarida Glikoprotein Caffeic acid derivatives (CADs) Alkilamida Glikoprotein, polisakarida dan CADs  imunostimulan Mengaktifkan makrofag dan NKC dan aktifitas anti-virus Alkamida: memobilisasi leukosit, dan meningkatkan produksi beberapa sitokin, seperti IL-1, IL-6, IL-10, dan TNF-alpha, serta memicu proliferasi limfosit Anti-inflamasi Up-regulator transkripsi mRNA TNF

39 Studi Echinacea pada anak Efikasi Subyek: 2-11 tahun

40 Keamanan

41 Studi Echinacea pada anak

42 Pegagan Kandungan : tritepenoid dan flavonoid sebagai imunostimulan Kapasitas makrofag pada dosis pegagan 125 dan 250 mg/kg BB masing-masing 144,12±11,73 dan 201±5,21 per 50 sel makrofag

43 Aloe vera Kandungan acemanan dan aloctin A Meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag Jus aloe vera menstimulasi aktivitas makrofag dengan mensekresi IL-2 dan memacu sel T CD4 yang mensekresi IFN gama Ekstrak aloe vera 150 mg mampu menstimulasi respon imun seluler dan humoral

44 Phylantus niruri Meningkatkan fagositosis dan kemotaksis makrofag Ekstrak air dosis 0,975 mg/20 g mencit dan etanol dosis 0,0195 g/20 g mencit herba meniran menurunkan persentase eosinofil pada model dermatitis alergi

45 Legundi (Vitex trifolia Memiliki efek tracheospasmolitik flavonoid yang berupa viteksikarpin dari daun legundi pada dosis 1,3 x M Ekstrak air daun Vitex trifolia dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi dengan penghambatan sintesis INOS, interleukin IL-6, IL-1β Ekstrak daun legundi berefek menghambat degranulasi histamin dari sel mast menggunakan kultur sel RBL-2H3 yang diinduksi dengan DNP-BSA sebagai antigen sebesar 81,58±0,24%, memiliki aktivitas menghambat kontraksi trakea yang diinduksi histamin pada metode organ terisolasi dan dapat menghambat kontraksi trakea tersensitisasi yang diinduksi oleh ovalbumin sebagai antigen Efek kombinasi ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak pada dosis 0,25 mg/ml menunjukkan efek antialergi melalui penghambatan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi histamin sebesar 59,70%

46 Temulawak Kurkumin yang terkandung dalam temulawak telah diteliti sebagai penghambat konstriksi dan hiperaktivitas saluran pernafasan pada marmut setelah diinduksi dengan ovalbumin sebagai alergen Secara invitro juga memiliki aktivitas antiinflamasi imunologis melalui penghambatan jalur extracellular signal-regulated kinase (ERK) yang mengaktifkan enzim protein kinase C (PKC) Kombinasi temulawak dengan legundi komposisi 1:1 bisa menghambat degranulasi sel mast dan dapat menghambat inflamasi imunologi akibat reaksi anafikaksis kutaneus aktif pada tikus dengan daya hambat inflamasi sebesar 57±5,81% Kurkumin pada dosis 20 mg/kg BB dilaporkan memiliki kemampuan menghambat kontraksi trakea marmut yang diinduksi histamin sebesar 64%

47 Curcuma mangga Ekstrak etanol C. mangga dapat digunakan sebagai anti alergi terkait dengan pengaruhnya dalam menurunkan degranulasi mastosit yang tersensitisasi aktif. C. mangga dosis 400 µg/ml menunjukkan persen degranulasi mastosit yang lebih kecil yaitu 30,18% dibandingkan dengan C. manggadosis 200 µg/ml (42,76%), dosis 100 µg/ml (55,76%), dosis 50 µg/ml (75,85%), 25 µg/ml (84,74%).

48 AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI KURKUMINOID

49 Jinten hitam Kandungan : thymoquinone, suatu senyawa golongan monoterpenoid keton ini dapat meningkatkan sistem imun penderita asma bronkial akibat alergi, disamping khasiat utamanya sebagai antialergi dan antiinflamasi Pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.) dapat meningkatkan titer antibodi pada dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB dan dapat meningkatkan jumlah limfosit, dan monosit sangat signifikan, menurunkan jumlah neutrofil segmen sangat signifikan, sedangkan sel eusinofil dan neutrofil batang tidak signifikan.

50 Contoh ramuan : Amomi fructus ( kapulaga ) Foeniculli fructus ( adas ) Isorae fructus ( kayu ulet ) Myristicae semen ( pala ) Burmanni cortex ( manis jangan ) Centellae herba ( pegagan ) Caryophilli folium ( daun cengkeh ) Parkiae semen ( kedawung ) Oryza sativa ( beras ) Menthae arvensitis herba ( daun poko ) Zingiberis rhizoma ( jahe ) Usnae thallus ( kayu angin )

51 Amomi fructus (kapulaga) Foeniculi fructus (minyak adas) Myristicae semen (pala) Centellae herba (pegagan) Parkiae semen (kedawung) Menthae arventis (daun mint) Zingiberis rhizoma (jahe merah) Panax Radix Extract (ginseng) Amomi fructus (kapulaga) Foeniculi fructus (minyak adas) Myristicae semen (pala) Centellae herba (pegagan) Parkiae semen (kedawung) Menthae arventis (daun mint) Zingiberis rhizoma (jahe merah) Panax Radix Extract (ginseng) Beberapa kandungan TA Anti-inflamasi, penghangat Anti-inflamasi, anti-mikroba Anti-inflamasi, nafsu makan Anti-tumor, tonik Tonik, obat luka Anti-bakteri, anti-virus Meningkatkan imunitas Anti-virus, penghangat

52 SEKIAN, TERIMA KASIH


Download ppt "FITOTERAPI ALERGI Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google